Search Results : uang duni yang masih berlaku

Tanggal January 28, 2013 / 3:52 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Belum terlihat adanya pergerakan seragam di pasar mata uang, meski di saat situasi mendukung dengan datangnya berita-berita positif yang menimbulkan optimisme pada prospek ekonomi global.
Mulai dari data sampai pembayaran kembali pinjaman ECB menimbulkan harapan tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu. Jumat lalu, bank Eropa membayar sebagian pinjaman dari ECB dalam program Long-Term Refinancing Operation (LTRO) 1 triliun euro. Jumlah yang terbayar cukup melegakan yaitu 132 miliar euro, lebih besar dari prediksi 100 miliar euro.
Pasar melihat pembayaran kembali pinjaman itu sebagai bentuk stabilisasi perbankan Eropa. Pasar juga melihat pembayaran ini sebagai bentuk pengetatan dan penyerapan likuiditas yang dilakukan oleh ECB. Hal ini berbeda dengan bank sentral lain seperti the Fed dan BOJ, yang justru menjalankan  kebijakan moneter longgar dengan meluncurkan stimulus yang menambah likuiditas di pasar.
Serangkaian data dan kinerja keuangan korporat dunia turut mengangkat optimisme mengenai prospek ekonomi global. Data ekonomi, termasuk indeks manufaktur, mengindikasikan adanya perbaikan kondisi.  Semua data itu menjadi bukti kondisi terburuk krisis sudah terlewati, dan ini mengangkat saham global. Namun pernyataannya, mengapa semua faktor itu tidak menimbulkan risk appetite yang menggerakkan mata uang berisiko dalam satu arah.
Sejak awal tahun, pasar mata uang terlihat bergerak variatif, dengan masing-masing punya faktor yang menggerakkannya. Sepertinya, pasar tidak lagi terpaku pada satu berita untuk dijadikan acuan.  pasar mempertimbangkan kondisi yang berlaku di suatu negara untuk menggerakan mata uang bersangkutan. Contohnya, perbaikan kondisi di Eropa memang memangkat euro, tapi tidak sterling karena pasar bearish terhadap Inggris, dengan ekonominya yang terancam resesi. Namun masih perlu dibuktikan apakah kondisi ini berlanjut atau hanya sementara.

EUR-USD
S
empat menyentuh $1,3470 di sesi Asia, tertinggi dalam 11 bulan terakhir, EUR-USD kini sedikit terkoreksi sampai pembukaaan sesi Eropa. Pasar kini bernyata seberapa jauh pair ini bisa menanjak. Dari sisi teknikal, level $1,35 menjadi target berikutnya dan bila tidak ada berita buruk, pair ini berpeluang besar ke sana. Dari sisi fundamental, pejabat ECB Luc Coene mengatakan level EUR tidaklah masalah dan belum perlu pelonggaran.

Rekomendasi harian :
Sell break pada EUR-USD di 1.3428 dengan target take profit 1.3375, dimana stop loss 1.3458. Sell 1.3489 dengan target take profit 1.3413, dimana stop loss 1.3519.

Buy 1.3367 dengan target take profit 1.3420, dimana stop loss 1.3336.


USD-JPY
M
elanjutkan tren penguatannya, USD-JPY berhasil menyentuh 91,25, atau tertinggi sejak Juni 2010. Penguatan ini tidak lepas dari ekspektasi BOJ bakal melonggarkan kebijakannya lagi. Tapi dalam jangka pendek, pasar kemungkinan akan menggunakan data ekonomi AS sebagai faktor penggerak, mulai durable goods orders malam nanti, rapat reguler the Fed pada Rabu dan payroll Jumat nanti. Kecuali data buruk dan ada pernyataan dovish dari the Fed, pair ini tetap bullish, kalaupun koreksi mungkin terbatas.

Rekomendasi harian :
Peluang USD-JPY melakukan sell break di 90.63 dengan target take profit 90.23-90.04, dimana stop loss 90.92. Sell 91.45 dengan target take profit 90.73, dimana stop loss bila penutupan di atas 91.22.

Buy 90.00 dengan target take profit 90.86, dimana stop loss 89.84.

GBP-USD
T
ekanan jual terus mendera GBP-USD yang hari jatuh ke low di $1,5716, terendah sejak Agustus 2012 dan menguji level psikologis $1,5700. Pasar masih bearish terhadap GBP setelah data PDB yang mengecewakan, kontraksi ekonomi menimbulkan spekulasi BOE harus turun tangan lagi dengan stimulusnya. Apalagi muncul  wacana soal referendum keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Dengan masih bearish-nya pasar, pair ini terancam jatuh ke bawah $1,57.

Rekomendasi harian :
Penembusan 1.5717 pada GBP-USD menjadi sinyal sell break untuk kembali bearish dengan target take profit ke 1.5656, dimana stop loss bila kembali bergerak dan tutup di atas 1.5747. Sell 1.5808 dengan target take profi 1.5747, dimana stop loss 1.5839.

Buy 1.5656 dengan target take profit 1.5Buy break di 1.5747 setelah .5625.

USD-CHF
T
ertekan ke bawah 0,9300 akhir pekan lalu, USD-CHF menembus low 0,9222 namun mendapat dorongan beli dan berhasil ke 0,9280. Ada penguatan hari ini, meski masih terbatas. Dengan minimnya even penting dari Eropa, pair ini masih konsolidasi, dan pasar menggunakan menggunakan data durable goods sebagai acuan. Agar tetap kembali bullish pair ini harus menembus ke atas Moving Average 100 di 0,9306.

Rekomendasi harian :
Buy break pada USD-CHF berada di 0.9293 dengan target take profit 0.9323-0.9338, dimana stop loss 0.9277. Sedangkan 0.9247 jadi buy berikutnya bilamana ada penurunan lebih lanjut, dengan target take profit 0.9283-0.9293, dimana stop loss penutupan hari ini di bawah 0.9247.

Sell 0.9338 dengan target take profit 0.9297, dimana stop loss 0.9354.

AUD-USD
D
ata ekonomi China yang bagus dan kenaikan harga komoditas ternyata tidak membantu AUD-USD, yang kini jatuh ke bawah $1,04. Tekanan besar datang setelah data inflasi Australia yang menimbulkan ekspektasi RBA bakal pangkas rate lagi bulan depan. Selain itu, kejatuhan tajam ini datang setelah pair ini gagal menembus $1,06. Kondisi bearish akan berlanjut bila pair ini gagal ditutup di atas $1,04.

Rekomendasi harian :
Buy pada AUD-USD 1.0376 dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss penutupan hari ini dibawah 1.0376. Buy break 1.0437 dengan target profit 1.0483, dimana stop loss penutupan di bawah 1.0437.

1.0483 jadi ruang melakukan sell pada AUD-USD dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss 1.0498.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-28-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-28-januari-2013.html

Tanggal November 09, 2012 / 9:06 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Awan mendung sepertinya masih menyelimuti bursa lokal, mengingat kondisi eksternal yang masih belum kondusif, tercermin dari kejatuhan bursa saham dunia.
Pasca pemilu AS, fokus pasar keuangan global  tertuju ke Isu jurang fiskal. Ancaman kenaikan pajak dan pemotongan anggaran AS, yang bisa membawa ekonomi resesi, rupanya menakutkan investor. Hal itu terlihat dari penurunan indeks-indeks penting dunia yang cukup tajam. Ditambah lagi dengan berita buruk yang datang terkait ekonomi Eropa.
Kemarin, IHSG berhasil mengurangi kejatuhannya menjelang akhir sesi. Sempat anjlok 1% ke hingga ke 4291, IHSG akhirnya berhasil ditutup di 4.327. Level 4.300 masih menjadi support yang kuat. Tapi kali ini, di tengah absennya  katalis baru, investor sulit menemukan alasan untuk membeli atau mendorong harga.
Karena vakumnya sentimen baru dari dalam negeri, faktor eksternal menjadi barometer utama. Alhasil, IHSG kemungkinan akan terseret arus global lagi dan dalam perdagangan hari ini, menjadi pengujian apakah IHSG masih mampu bertahan di level support kuat itu. Kegagalan bertahan di sana, menjadi indikasi bearish, IHSG akan berlanjut menuju support-support berikutnya. 

Global Outlook
S
aham Asia melanjutkan kejatuhannya hari ini, masih ditekan oleh isu jurang fiskal AS, yang berpotensi menjerumuskan ekonomi ke dalam resesi.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,5%, setelah tumbang 1,3% kemarin, terbesar dalam dua bulan terakhir. Indeks Nikkei turun 0,9% dan indeks Hang Seng melorot 0,5%. Pergerakan ini menyusul ambruknya Wall Street, dengan indeks Dow Jones  tergelincir 0,94%.
Pasar global khawatir dengan jurang fiskal, atau kenaikan pajak dan pemotongan anggaran yang berlaku secara otomatis pada Januari 2013, bila pemerintah AS dan Kongres tidak mencapai kesepakatan soal pos-pos yang harus dipangkas.
Bila ekonomi AS, yang akhir-akhir ini melawan tren di belahan dunia lain dengan menunjukkan pemulihan moderat, ternyata kembali didera resesi, akan memberi efek domino ke dunia, terutama negara-negara yang ekonominya masih rapuh.
Di seberang Atlantik, pasar juga melihat kondisi belum membaik. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ekonomi zona euro berisiko semakin tertekan. Sembari menantikan perkembangan soal jurang fiskal, pasar mencermati data ekonomi China. Data seperti penjualan ritel dan produksi industrial, bila lebih baik dari prediksi, mungkin bisa mengurangi kejatuhan indeks di Asia. Data inflasi China sudah diumumkan, melambat ke 1,7% dari 1,9% di Oktober.

Review IHSG
M
engekor pergerakan bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi sebesar 22,5 poin (0,5%0  ke level 4.327,87 pada penutupan perdagangan Kamis (8/11/2012).
Isu fiscal cliff (jurang fiskal) menjadi sentimen utama pasar pada hari itu. Isu tersebut sebelumnya telah membuat indeks Dow Jones rontok lebuh dari 2% .
Sentimen negatif lainnya adalah pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang mengatakan pihaknya memperkirakan ekonomi zona euro tetap lemah dalam jangka pendek dan krisis mulai mempengaruhi Jerman. Selain itu, pasar juga menunggu proses suksesi kepemimpinan di China pada Kongres Partai Komunis pekan ini.
Maraknya sentimen negatif tersebut membuat rontok mayoritas bursa Asia, yang kemudian menular pada domestik. Sentimen negatif tersebut telah berhasil merontokkan sembilan indeks sektor di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya satu sektor saja yang berhasil menguat, yaitu, sektor aneka industri yang naik 0,53%.
Saham-saham yang naik diantaranya Multi Prima (LPIN), Pudjiadi (PNSE), Akasha Wira (ADES), dan Bank Mayapada (MAYA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Mayora (MYOR), United Tractor (UNTR), dan Goodyear (GDYR).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski melemah, IHSG justru menunjukkan sinyal positif setelah harga bertahan di atas support 4.300. Terlihat dengan terbentuknya pola hammer di candlestick serta stochastic yang golden cross. Kami melihat bahwa IHSG akan kembali menguji area resistance di 4.350 – 4.366 untuk kali ini. Jika resistance ditembus, maka hal tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan menuju area 4.400 – 4.500. Sedangkan sinyal negatif akan kembali didadapt jika IHSG kembali bergerak di bawah support 4.300. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.366.

R3    4,377
R2    4,353
R1    4,340
   
Pivot    4,316
   
S1    4,303
S2    4,279
S3    4,266

Stock Pick
LPCK

B
ertahan di atas support 3.525 dan membentuk pola piercing line bisa menjadi siyal reversal bagi LPCK. Kondisi ini kemudian diperkuat oleh indikator stochastic yang berpeluang golden cross di area oversold. Untuk itu, kami melihat bahwa pergerakan LPCK selanjutkan akan menguji resistance terdekatnya di 3.700, penembusan resistance tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 3.925 – 3.975.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 3.525, target 3.700. Add buy if breakout 3.700, stop loss 3.600, target 3.900.
Support                : 3.525, 3.400
Resistance          : 3.700, 3.925

TLKM

M
A 10 dan 55 masih downtrend, namun beberapa indikator mulai menunjukkan sinyal rebound. Antara lain candlestick yang membentuk pola belt holt serta indikator stochastic yang oversold dan berpeluang golden cross. Selain itu, harga kini mulai mendekati level support-nya di 9.250. Untuk itu, jika support tersebut kembali bertahan, TLKM mempunyai potensi rebound ke area 9.450 – 9.550.
ReKomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 9.250, target 9.500.
Support                : 9.250, 9.150
Resistance          : 9.450, 9.550

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/awan-mendung-selimuti-bursa-lokal.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/awan-mendung-selimuti-bursa-lokal.html

Tanggal March 28, 2012 / 11:37 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Krisis utang masih jauh dari usai meski pasar keuangan mulai tenang tahun ini, kondisi perbankan Eropa masih lemah, utang masih membengkak dan target fiskal masih sulit dijangkau.

Hal itu disampaikan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) kemarin. Di saat zopna euro memasuki resesi kedua dalam tiga tahun terakhir, lembaga itu mengatakan blok tersebut perlu perombakan ekonomi yang ambisius dan tidak ada runga untuk terlena.

“Kepercayaan pasar di zona euro masih rentan, prospek pertumbuhan tidak pasti dan amat tergantung dengan resolusi krisis utang,” kata wadah cendikiawan (think tank) yang berbasis di Paris, Perancis itu dalam laporannya mengenai kondisi zona euro. Tapi berbeda dengan proyeksi IMF dan Komisi Eropa, OECD melihat pertumbuhan 0,2% di zona euro pada 2012, bukannya kontraksi.

Meski ekonom internasional berbeda pendapat mengenai seberapa besar krisis tahun ini, sebagian besar sepakat kepercayaan bisnis yang rendah dan penghematan anggaran menggerus daya beli konsumen Eropa dan menambah pengangguran. Dalam situasi seperti ini, Asia dan AS harus mengemban tugas menjaga pertumbuhan dunia.

OECD, yang menaungi negara maju dalam mencapai pertumbuhan, memperingatkan target defisit perlu dijalankan secara seimbang dengan apa yang realistis dan logis secara politis, atau Uni Eropa bisa kehilangan kredibilitas. “Zona euro perlu menyiapkan rencana anggaran yang lebih kredibel dan detil. Krisis memang telah memperkuat determinasi para pemimpin Eropa untuk memberlakukan penghematan, tapi resesi tahun ini di negara Eropa mempersulit mereka untuk menerapkan sanksi ke negara anggota bila gagal mencapai target.

Oleh karena itu, OECD berharap para pemimpin Eropa dapat mengesankan pasar keuangan dengan skala dana talangannya. “Ketika berhadapan dengan pasar, anda harus melebihi ekspektasi,” kata Sekretaris Jenderal OECD Angel Guria. Ia menyarankan Eropa perlu membentuk induk perisai (mother of all firewall), yang cukup kuat, luas, dalam dan besar.

Para menteri keuangan zona euro akan bertemu pada 30-31 Maret nanti untuk membahas penggabungan dana talangan EFSF dan ESM. Meski OECD menyarakankan dana bailout sebaiknya mencapai 1 triliun euro, para menteri keuangan kemungkinan hanya menyetujui 700 miliar euro dalam pertemuan itu di Copenhagen.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/oecd-krisis-utang-masih-jauh-dari-akhir.html

Tanggal March 02, 2012 / 9:20 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones Industrial ternyata masih bergerak naik. Meski sempat berada di teritori negatif setelah harga minyak sempat melonjak, indeks DJI akhirnya ditutup naik 0,22%.
Kenaikan ini membuat indeks di kawasan Asia pagi hari ini kembali bergerak naik. Sentimen positifnya diperkirakan akan membuat IHSG bergerak flat naik pada kisaran 3950-4010. Hanya penutupan diatas 4010 yang mengubah trend turun jangka menengah IHSG menjadi trend naik.
Sentimen bearish yang terdapat pada bursa regional kemarin sore, telah membuat beberapa saham (seperti ASII, BMRI, dan BBRI) kembali mengalami tekanan jual dan ditutup dibawah suportnya. IHSG hanya bisa melanjutkan trend naiknya apabila saham-saham big caps tersebut, kembali dalam trend naiknya.

Global Outlook
P
erdagangan hari terakhir pekan ini pergerakan bursa regional cenderung menguat setelah tersirat kabar bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali mengucurkan dana untuk meredakan kecemasan akan krisis utang di kawasan zona euro. Kabar tersebut juga berhasil meredam kejatuhan bursa saham AS yang sempat tertekan karena sejumlah data AS termasuk Personal Income yang turun 0,3% Januari dari 0,5% dan ISM Manufacturing yang juga di Februari turun 52,4 dari 54,1 bulan sebelumnya. Tapi tidak pada data Jobless Claims yang diluar dugaan turun 351 ribu dari prediksi 355 ribu, hasil ini penurunan terendah sejak 4 tahun terakhir.
Euro dan mata uang komoditas mulai pulih karena sikap investor yang pelan-pelan menyambut positif pasca even penting termasuk operasi likuiditas ECB. Dalam aksi “buy the rumor sell the news” euro yang sempat anjlok dari level tertinggi dalam tiga minggu terakhir setelah ECB mengucurkan 530 miliar euro pinjaman murah tiga tahun. Sebenarnya, jumlah pinjaman itu masih sesuai dengan kisaran yang diperkirakan banyak kalangan. Tapi pasar sempat terkejut dengan jumlah bank yang mengajukan pinjaman, yaitu lebih dari 800. Ini mengindikasikan banyak bank yang dalam posisi rentan, atau minimal was-was, khawatir kondisi finansial memburuk.
Tapi yang perlu diperhatikan juga, fluktuasi harga minyak dunia. Minyak naik dari level terendah dalam seminggu terakhir karena spekulasi permintaan akan meningkat di tengah membaiknya ekonomi global. Selain itu, faktor Iran masih mendukung harga. kekhawatiran ketegangan dengan Iran mengancam pasokan minyak global. Iran pernah mengancam akan memblok Selat Hormuz, jalur distribusi 20% output minyak dunia, sebagai respon atas embargo. Eropa dan AS telah memberlakukan sanksi ke Iran atas program nuklirnya, karena dianggap untuk mengembangkan senjata.

Review IHSG
T
erjegal aksi profit taking, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa harus masuk zona merah pada perdagangan kemarin.
Sejak dibukanya perdagangan, aksi profit taking setelah IHSG menanjak di sesi-sesi sebelumnya terus berlangsung. Pelaku pasar bahkan tidak menggubris rilisan data inflasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang terendah sejak 2007, yaitu sebesar 0,05%.
Sebanyak tujuh sektor memerah, dipimpin oleh sektor konsumer yang turun 1,56%. Disusul sektor anekan industri yang turn 1,36%, dan sektor manufaktur turun 1,14%. Sedangkan sektor perdagangan merupakan sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,75%.
Menutup perdagangan, Kamis (29/2/2012), IHSG melemah 22,924 poin (0,58%) ke level 3.962,286. Sementara Indeks LQ 45 turun 6,35 poin (0,92%) ke level 686,421.
Saham-saham yang turun antara lain Astra Internasional (ASII), Unilever (UNVR), Delta Jakarta (DLTA), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya United Tractor (UNTR), Indo Kordsa (BRAM), Petrosea (PTRO), dan Mayora (MYOR).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski mengalami penurunan, namun pergerakan IHSG belum mengalami perubahan yang signifikan. Candlestick memang menunjukkan sinyal negatif, namun indikator RSI dan stochastic masih menunjukkan potensi uptrend. Selain itu, harga masih tetap bertahan di atas support 3.950. Untuk itu kami masih melihat adanya potensi kenaikan IHSG untuk meraih kembali resistance di 4.008, yang sekaligus akan memberikan konfirmasi kenaikan menuju area 4.027 – 4.040 jika resistance tersebut ditembus. Sementara itu, penutupan IHSG di bawah level 3.950, akan memberikan sinyal bearish untuk kembali meraih area 3.896 – 3.850. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.950 – 4.008.

R3    4,016
R2    4,000
R1    3,981
   
Pivot    3,966
   
S1    3,947
S2    3,932
S3    3,913

Stock Pick
MNCN

P
enembusan resistance 1.640 telah memberikan konfirmasi bullish continuation bagi MNCN. Sementara itu, indikator RSI dan stochastic juga masih positif, meski keduanya sudah berada di area oversold. Target kenaikan MNCN selanjutnya kemungkinan akan mencoba meraih FR 161.8% di area 1.790. Namun dengan kondisi yang overbought tersebut, ruang koreksi kemungkinan bisa terjadi.
Rekomendasi    : Buy on weakness @ 1.650, stop loss 1.610, target 1.790
Support               : 1.640, 1.610
Resistance         : 1.720, 1.790

ASGR

M
A 55 dan 10 sudah menunjukkan potensi downtrend, demikian pula dengan indikator RSI dan stochastic yang berada di area negatif, menunjukkan bahwa seller masih dominan. Namun begitu, ASGR masih mampu berada di atas support trend channel. Dengan begitu, potensi rebound masih tetap ada selama harga masih bertahan di support tersebut di area 990.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss breakout 990, taregt 1.070
Support                : 1.000, 990
Resistance          : 1.070, 1.100

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/bursa-as-positif-ihsg-flat-naik.html

Tanggal January 04, 2012 / 4:13 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak bergerak fluktuatif hari ini, namun masih dekat level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, karena spekulasi ketegangan antara Iran dan AS bisa semakin memanas dan mengurangi pasokan.

Iran kemarin memperingatkan AS untuk tidak mengirimkan kapal induknya ke Teluk Persia, dan mengancam akan mengambil tindakan bila AS tak balik arah. Ini merupakan pernyataan terkeras Iran setelah berminggu-minggu berbalas ancaman dengan AS.

AS baru saja memberlakukan sanksi atas bank sentral Iran, secara efektif mempersulit transaksi ekspor minyak produsen terbesar keempat dunia itu. Menyusul sanksi tersebut, mata uang Iran rial melemah sekitar 12% terhadap dollar.

Minyak juga didukung oleh data yang memperlihat indeks manufaktur versi ISM naik ke 53,9 di Desember dari 52,7 di Nopember. Data ini menambah bukti sektor manufaktur AS terus tumbuh dan ekonomi terbesar dunia itu semakin pulih.

Tapi kenaikan tajam kemarin memicu aksi profit taking, yang membuat harga naik turun. Pada jam 15:55 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari turun 48 sen ke $102,48 per barel, setelah sempat menohok ke $103,15. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama turun 1 sen di $112,12 per barel.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-fluktuatif-iran-masih-support.html

Tanggal December 02, 2011 / 11:10 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memangkas tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dan memperingatkan 2012 akan menjadi penentu apakah ekonomi masih tumbuh lambat atau kembali terjerumus ke resesi.

Dalam laporannya, Prospek dan Situasi Ekonomi Dunia 2012, para ekonom PBB memperkirakan pertumbuhan amat rendah, memperingatkan negara maju diambang spiral ekonomi lesu karena empat faktor, yaitu masalah utang pemerintah, sektor perbankan yang rapuh, permintaan agregat lemah dan kelumpuhan kebijakan.

Dalam Laporan yang dibuat oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial, PBB kini memperkirakan, maksimal, ekonomi global akan tumbuh 2,6% di 2012 dan 3,2% pada 2013, melambat dari 4,0% di 2010. Dalam proyeksi sebelumnya, ekonomi diperkirakan tumbuh 3,6% tahun ini.

Tapi, angka itu bisa dibilang masih skenario terbaik, karena PBB memperingatkan proyeksi ini dibuat dengan asumsi krisis utang Eropa terkendali, masalah ekonomi AS tidak memburuk dan negara maju tidak melakukan pengetatan lebih lanjut. “Kegagalan pemerintah, terutama di Eropa dan AS, dalam mengatasi krisis lapangan kerja dan mencegah krisis utang dan gejolak sektor keuangan memburuk, merupakan ancaman besar bagi ekonomi global pada 2012-2013,” sebut laporan itu.

PBB juga menyebutkan perlambatan ekonomi negara maju akan berimbas ke negara berkembang. Meski mengakui ekonomi negara berkembang semakin kuat, mereka masih rentan dengan gejolak yang terjadi di negara maju.

Laporan itu juga menyebutkan pertumbuhan zona euro terus melambat sejak awal 2011 dan merosotnya kepercayaan, seperti yang ditunjukan oleh beragam indikator sentimen ekonomi, mengindikasikan berlanjutnya perlambatan ke depan, bahkan hingga stagnasi pada akhir 2011 dan awal 2012.

Oleh karena itu, PBB mengimbau negara maju agar tidak memberlakukan pengetatan fiskal prematur mengingat masih rentannya pemulihan ekonomi dan tingginya tingkat pengangguran. Imbauan ini tentunya bertolak belakang dengan IMF yang merekomendasikan pengetatan fiskal dalam rangka mengurangi utang dan memulihkan ekonomi.

PBB menyarankan agar memperkuat dana talangan Eropa (EFSF), yang dapat membantu ekonomi bermasalah. Disebutkan dalam laporan itu bila dana tersebut bisa mengurangi biaya pinjaman atau yield, hal itu bisa meringankan beban pemerintah yang sedang dalam masalah kauangan.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pbb-lihat-prospek-ekonomi-dunia-suram.html

Tanggal November 14, 2011 / 1:22 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dolar pada penutupan Jumat kemarin berakhir pada pijakan yang sangat lemah. Greenback jatuh terhadap semua mata uang versus menanggapai ketidakstabilan keuangan dan penghindaran risiko. Namun, ‘apakah ada alasan nyata dari pergerakan greenback untuk menjadi tren jangka panjang? Apakah ada alasan yang sifatnya fundamental untuk memicu aksi buy-dan-terus menanamkan kepercayaan antara massa investasi yang terus jumpstarts serta berusaha untuk  mempertahankan tren bullish? Tidak ada dari data ekonomi atau berita keuangan yang akan menimbulkan optimisme pasar secara luas. Risiko ekonomi global yang telah memasuki gerbang  resesi terus meningkat (menurut IMF), tidak ada rintangan yang berarti telah dibersihkan untuk menstabilkan masalah keuangan yang telah dikembangkan di berbagai penjuru dunia. Tidak ada penurunan yang ditandai di banding fundamental dari safe havens di dunia – pergeseran secara tidak langsung akan menguntungkan segmen berisiko. Oleh karena itu, adalah lebih mungkin bahwa ini lebih merupakan reli dari meredanya rasa takut,  bukan tren yang dibangun dari kepercayaan pasar terhadap pertumbuhan riil ekonomi global.
Perbedaan utama antara reli karena meredanya rasa takut dan kecenderungan mendasar adalah daya tahan dari keadaan psikologi pasar. Ekspektasi yang kian sempit dan pendek sifatnya terus membebani tren positif pasar, bukan pergeseran konsisten dalam sentimen pasar yang diperlukan untuk menjaga pasar dalam pergerakannya.
Meskipun S P 500 menikmati rally terbesar dalam dua minggu, tapi masih pada tingkat volume terendah sejak 27 Mei (tambahan efek samping dari tidak adanya pasar kredit karena hari Veteran dan hari libur Gencatan Senjata di AS dan Eropa) . Menjalankan berita utama atas 24 jam akhir melalui skrining yang sama, kita sampai pada kesimpulan dasar yang sama. Laporan dari Universitas Michigan mengenai sentimen di bulan November mungkin telah positif  untuk bulan ketiga berturut-turut, tetapi hal tersebut masih kurang memadai dalam menghidupkan kembali ekspektasi pertumbuhan. Hal yang sama berlaku untuk kawasan Euro-perbaikan – pemimpin baru untuk Yunani dan penghematan telah disetujui untuk mencegah Italia dari default, tetapi semua hal tersebut tidak serta merta dapat memperbaikinya.
Melihat minggu depan, ada banyak di map ekonomi untuk menyarankan volatilitas (retail sales, CPI, industrial production, housing starts, Fed speeches), tetapi data ini sedikit memberi kekuasaan atas prospek yang sangat berurat berakar untuk pertumbuhan AS dan kebijakan moneter. Sebaliknya, kita akan melihat ke S P 500 dan korelasi pasar yang lebih luas untuk menawarkan kita dalam mengukur tren risiko – baik arah dan tingkat keparahan. Sementara itu, kita harus mengikuti peristiwa-peristiwa yang dapat memacu volatilitas dalam kemacetan yang diharapkan untuk mengembangkan dalam kendala-kendala yang sifatnya mendasar.

Rekomendasi
EUR-USD
T
idak ada yang akan mempertimbangkan krisis keuangan Eropa dapat diselesaikan pada akhir pekan ini, tetapi kekhawatiran kolaps dari Zona Euro sudah mulai mereda. Masalah yang paling mendesak untuk wilayah tersebut pada risiko bahwa Italia berada dalam kesulitan keuangan yang mengerikan dan perlu penanganan bailout intensif dari Uni Eropa / ECB / IMF. Skeptisisme yang sama berlaku ganda untuk Yunani. Pasar sudah mengharapkan pakta yang ditandatangani tanggal 28 Oktober akan memastikan tahap berikutnya, dimana bantuan itu diterima sebelum kewajiban mereka jatuh tempo di bulan Desember. Oleh karena itu, pemerintahan baru tidak benar-benar dapat mengubah fakta bahwa adalah mustahil bagi Yunani, bahkan Italy untuk pulih dari keterpurukan finansial dan mengatur kembali utang-utangnya dalam waktu yang singkat. Secara teknikal level 23% (1.34) sampai 50% (1.38) fibonacci chart daily merupakan favorit area pergerakan dari euro, area 1.39 dan 1.33 merupakan area krusial dalam penentuan tren……apabila sampai akhir bulan ini ada closing di salah satu area tersebut maka ekspektasi jangka menengah adalah 200 point dari area tersebut.

Rekomendasi :
Buy              : 1.3666, 1.3590            Sell             : 1.3800, 1.3939
TP               : 1.3777                           TP               : 1.3690
Stoploss    : 1.3400                           Stoploss    : 1.4000

Resisten Level    : 1.3838, 1.3939       
Support Level      : 1.3620, 1.3490       
Range Area          : 1.3690 – 1.3838

USD-JPY
U
SDJPY mungkin memiliki potensi perdagangan terbesar untuk dibuka dalam minggu ini. Walaupun ada angka PDB kuartal ketiga untuk menjelaskan (konsensus adalah untuk 1,5 persen pertumbuhan selama kuartal menyusul kontraksi 0,5 persen); ancaman nyata terhadap volatilitas dalam risiko potensial intervensi. Sementara itu adalah skenario yang kemungkinan lebih rendah, risiko volatilitas dalam menanggapi langkah tersebut adalah luar biasa. Mengingat pasangan ini telah menjadi  objek manipulasi hampir dua-pertiga dari 31 kali reli pada bulan Oktober, risiko tindak lanjut – menjadi permanen – sangat tinggi acuan-nya.

Rekomendasi :
Buy              : 77.07, 76.90                Sell             : 77.20, 77.37
TP               : 77.27                             TP               : 77.00
Stoploss    : 76.76                             Stoploss    : 77.77

Resisten Level    : 77.50, 77.90
Support Level      : 76.87, 76.63
Range Area          : 76.90 – 77.37

GBP-USD
S
eperti yang pasar telah perkirakan sebelumnya, keputusan BoE secara umum biasa-biasa saja – termasuk data terakhir di hari Jumat kemarin. Namun, Komisi Eropa telah memperingatkan perekonomian Inggris dapat mengalami pertumbuhan negatif di kuartal mendatang dan stimulus hanya sedikit berperan  dalam mengimbangi penghematan fiskal. Ini adalah waktu yang baik bagi BoE untuk memberikan bimbingan ke pasar dalam Pernyataan Inflasi Triwulanan pekan ini.
Secara umum terlihat pada teknikalnya, sideways pada pound terjadi pada level 50% (1.59) sampai 61% (1.61), ini di luar dari perkiraan pasar yang telah terjadi selama 4 pekan belakangan ini……apa yang ditunggu? Atau memang ada pengalihan asset ekuitas ke dalam mata uang pound?

Rekomendasi :
Buy             : 1.5978, 1.5900            Sell             : 1.6116, 1.6161
TP               : 1.6030                          TP               : 1.5990
Stoploss    : 1.5800                          Stoploss    : 1.6222

Resisten Level    : 1.6144, 1.6217
Support Level      : 1.5944, 1.5818
Range Area          : 1.5900 – 1.6120

USD-CHF
T
erjadi pergeseran pergerakan dalam daily dan weekly dimana franc selalu dijadikan objek spekulasi dari lemahnya psikologis pasar terhadap status euro atau dollar dari fundamental-nya….setidaknya kepanikan SNB dalam antisipasi terhadap sentimen tersebut sudah sedikit mengendur akibat ‘ancaman’ pematokan franc terhadap euro.

Rekomendasi :
Buy             : 0.8930, 0.8888            Sell             : 0.9080,  0.9122
TP               : 0.9100                          TP               : 0.9888
Stoploss    : 0.8700                          Stoploss    : 0.9222

Resisten Level    : 0.9073, 0.9146
Support Level      : 0.8942, 0.8888
Range Area          : 0.8888-0.9080

AUD-USD
T
ren pergerakan Aussie masih terpatok pada level fibonacci tertinggi 23% (1.04) dan tingkat terbawah di level 50% (1.0050). Namun, melalui tingkat ekspektasi yang berkurang Aussie akan lebih sensitif terhadap perkembangan negatif. Sensitivitas ini dapat terus negatif atau diperkuat tergantung bagaimana hasil RBA minute yang  jatuh Selasa pagi esok. Apakah RBA akan mengkonfirmasi penurunan suku bunga Desember………….?

Rekomendasi :
Buy             : 1.0200, 1.0100            Sell             : 1.0400, 1.0444
TP               : 1.0333                          TP               : 1.0222
Stoploss    : 0.8888                          Stoploss    : 1.0575

Resisten Level    : 1.0353, 1.0427
Support Level      : 1.0154, 1.0030
Range Area          : 1.0155 – 1.0390

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/peluang-trading-forex-sesi-eropa-as-14-nopember-2011.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha