Search Results : prediksi inflasi tahun 2014

Strategydesk – Kondisi ekonomi global beragam tahun ini, diwarnai dengan pesatnya pemulihan ekonomi AS yang berhasil menutupi perlambatan di Eropa, Jepang dan China. Selanjutnya, bagaimana prospek ekonomi di 2015?

Fundamental positif diperkirakan masih menyertai momentum perbaikan ekonomi global di 2015. Menurut proyeksi dari IHS, pertumbuhan global akan naik menjadi 3% dari estimasi 2,7% untuk tahun ini. Seperti dikutip oleh CNBC, berikut 10 prediksi ekonomi dari IHS

US Economy1.    Ekonomi AS masih unggul
Ekonomi terbesar dunia ini akan terus mengungguli negara maju lainnya, didukung oleh permintaan domestik, terutama pembelanjaan konsumen. Faktor yang mendukung pembelanjaan konsumen, yang merupakan 70% aktivitas ekonomi, masih positif, termasuk pertumbuhan lapangan kerja dan harga energi rendah. IHS memprediksikan ekonomi akan tumbuh antara 2,5% dan 3,0% tahun depan.

2.    Eropa masih memprihatinkan
Ekonomi Eropa masih berjuang dengan rendahnya lapangan kerja. Tapi kombinasi penurunan harga minyak, depresiasi euro dan perbaikan fiskal, dan kebijakan moneter akomodatif mungkin bisa membantu pertumbuhan. Menurut IHS, ekonomi blok mata uang itu akan tumbuh 1,4% di 2015, perkembangan dari 0,8% tahun ini.

3.    Jepang pulih dari resesi
Setelah resesi keempat dalam enam tahun, ekonomi Jepang akan bangkit di 2015, meski hanya sekitar 1%. Menurut IHS, pelonggaran dari BOJ dan stimulus pemerintah, ditambah dengan harga energi rendah akan membawa pertumbuhan kembali positif.

4.    China masih melambat
Pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal kemungkinan belum cukup untuk mencegah pertumbuhan semakin melambat, dengan perkiraan HIS bisa menuju ke 6,5% tahun depan. Meski masih jauh di atas rata-rata negara dunia, tingkat pertumbuhan itu dianggap rendah dalam standar Beijing.

5.    Ekonomi Emerging Markets Variatif
Sebagian besar negara berkembang akan membaik di 2014, berkat harga minyak yang rndah, likuiditas global dan pertumbuhan di AS. Emerging market di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun khusus Rusia, ekonominya menderita karena sanksi, penurunan harga minyak dan arus modal keluar.

 

6.    Harga komoditas masih merosot
Minyak sudah anjlok 40% sejak musim panas lalu di tengah merosotnya permintaan dan berlimpahkan pasokan. Menurut HIS, China masih menjadi kunci permintaan, maksudnya bila ekonominya semakin melambat berarti harga terancam semakin turun. Lembaga itu memperkirakan harga komoditas akan turun 10% tahun depan.

7.    Ancaman disinflasi
Tekanan disinflasi lebih terlihat di negara maju, sebagai akibat penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi. Keculi di negara berkembang, seperti Rusia, yang nilai tukarnya anjlok, menyebabkan inflasi.

8.    The Fed yang pertama menaikkan suku bunga
The Fed, Bank of England (BOE) dan Bank of Canada (BOC) merupakan negara maju yang menaikkan suku bunganya di 2015. Tapi the Fed lebih dulu, dengan kemungkinan menaikkannya pada Juni.  Kemudian diikuti oleh BOE di Agustus dan BOE pada Oktober. Sebaliknya, ECB dan BOJ, PBOC justru melakukan pelonggaran lanjutan, melalui pemangkasan suku bunga atau menyediakan likuiditas melalui pembelian aset.

9.    Dollar masih raja
Dollar masih melanjutkan dominasinya yang didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga. Selain itu, antisipasi akan kemungkinan stimulus tambahan dari ECB dan BOE, berarti euro dan yen akan terus depresiasi di 2015. Menurut HIS, nilai tukar euro akan jatuh ke $1,15-1,20 pada musim gugur 2015, dengan dollar/yen diperdagangkan di kisaran 120-125.

10.    Berkurangnya risiko penurunan (downside risk)
Pemulihan ekonomi global selama ini terganggung oleh banyak kutukan, termasuk besarnya utang di sektor publik maupun swasta, yang memaksa banyak pemerintah dan perusahaan deleveraging. Tapi di beberapa negara masalah ini tidak lagi menghambat pertumbuhan, terutama di AS dan Inggris, tercermin dari angka PDB-nya.

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/10-prediksi-ekonomi-2015-apa-saja/

Jakarta, Strategydesk – Sembari mencerna pernyataan the Fed, pasar mata uang menunggu data penting yang juga dapat memberi gambaran mengenai prospek kebijakan moneter, yaitu PDB.  JPY 30-10-14

Angka pertumbuhan kuartal ketiga ini dapat menambah laju dollar, bila lebih baik dari prediksi, tapi dollar sepertinya juga tidak akan terlalu tertekan kalaupun angkanya di bawah prediksi.

Menurut proyeksi, PDB AS selama periode Juli-September tumbuh 3% dari tahun lalu. Ini berarti perlambatan dari angka tahunan 4,6% yang dicatat pada kuartal sebelumnya. Namun, selama angkanya tidak lebih rendah dari rata-rata pasca krisis yang 2,2%, kemungkinan tidak akan memberi tekanan besar ke dollar.

Terutama dengan optimisme the Fed mengenai prospek ekonomi yang baru saja mengakhiri program pembelian obligasinya. The Fed menyampaikan pandangan positif soal penciptaan lapangan kerja, dengan mengatakan utilisasi sumber daya manusia menunjukkan peningkatan.

Selain PDB, data AS lainnya yang terjadwal malam nanti adalah initial jobless claims, yang bila menunjukkan penurunan besar, mendukung laju dollar.  Kalaupun dollar mengalami tekanan yang menghapus penguatan kemarin, dalam jangka menengah dan panjang, selama performa ekonomi dan kebijakan moneter AS masih unggul dari lainnya, tren dollar belum berubah.

Di Eropa, data terjadwal adalah ketenagakerjaan dan inflasi Jerman. Tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 6,7% dan inflasi naik menjadi 0,9% selama Oktober. Tapi kedua data itu kemungkinan tidak akan mengubah prospek kebijakan ECB, alhasil takkan berpengaruh ke euro.

EUR-USD
Melemah 0,2% ke $1,2590, EUR-USD melanjutkan kejatuhan tajam kemarin, mencerminkan masih adanya dampak the Fed. Kejatuhan ini semakin mendekatkan pair ini ke support $1,2570. Penutupan di bawah itu menjadi bearish continuation dengan target $1,2500.

Rekomendasi harian
Posisi sell pada EUR-USD 1.2675 dengan target take profit 1.2598, dimana stop loss 1.2705. Sell berikutnya 1.2726 dengan target take profit 1.2661, dimana stop loss 1.2756.

Sedangkan buy 1.2573 dengan target take profit 1.2627, dimana stop loss 1.2543. Sementara 1.2519 dengan target take profit 1.2573, dimana stop loss 1.2489.

USD-JPY
Melanjutkan penguatan, USD-JPY berada di 109,17 setelah reli 0,5% kemarin. Penguatan ini mendekatkannya ke resistance 109,40. Penutupan di atas itu menjadi bullish continuation dengan target berikutnya di 110.

Rekomendasi harian
Peluang pada USD-JPY buy 108.40 dengan target take profit 108.98, dimana stop loss 108.10. Buy selanjutnya 107.90 dengan target take profit 108.38, dimana stop loss 107.60.

Sell 109.38 dengan target take profit 108.81, dimana stop loss 108.68. Sell 109.87 dengan target take profit 109.38, dimana stop loss 110.17.

GBP-USD
Pair ini sudah menembus support $1,6000 karena melemah 0,2% setelah anjlok hampir 1% kemarin. Penutupan di bawah level itu, pair ini semakin dekat dengan $1,5930, dan tidak tertutup kemungkinan lanjut ke $1,5900.

Rekomendasi harian
GBP-USD memiliki ruang sell 1.6022 dengan target take profit 1.5930, dimana stop loss 1.6062. Selanjutnya 1.6083 jadi area sell berikutnya dengan target take profit 1.6016, dimana stop loss 1.6123.

Buy 1.5915 dengan target take profit 1.5976, dimana stop loss 1.5875. Buy 1.5857 dengan target take profit 1.5909, dimana stop loss 1.5817.

USD-CHF
Menanjak 0,3% ke 0,9580, USD-CHF melanjutkan reli sebelumnya, ketika mendulang kenaikan 0,8%. Bullish continuation terbentuk bila ditutup di atas 0,9600, dengan target selanjutnya 0,9640. Kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 0,9430.

Rekomendasi harian
Untuk USD-CHF sell 0.9598 dengan target take profit 0.9545, dimana stop loss 0.9628. Sell 0.9644 dimana stop loss 0.9601, dengan target profit 0.9674.

Posisi buy 0.9491 dengan target take profit 0.9575, dimana stop loss 0.9461. Buy 0.9453 dengan target take profit 0.9506, dimana stop loss 0.9423.

AUD-USD
Tekanan belum lepas dari AUD-USD, yang melemah 0,3% ke $0,8770 setelah jatuh dari high $0,8913 kemarin. Penutupan di bawah $0,8730 menjadi bearish continuation dengan target $0,8670.

Rekomendasi harian
0.8721 menjadi area buy pada AUD-USD dengan target take profit 0.8763, dimana stop loss 0.8691. 0.8669 jadi area buy dengan target take profit 0.8713, dimana stop loss 0.8639.

Area sell-nya 0.8805 dengan target take profit 0.8742, dimana stop loss 0.8835. 0.8850 jadi sell berikutnya dengan target take profit 0.8805, dimana stop loss 0.8880.

http://www.strategydesk.co.id/2014/10/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-30-oktober-2014/

Tanggal March 11, 2013 / 4:09 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei awali perdagangan pekan ini berhasil menguat menyusul penguatan saham-saham keuangan dan ekspor yang banyak diburu investor berkat pelemahan yen. Harapan pemulihan ekonomi AS membuat investor memburu aset-aset berisiko. Selain itu, harapan pelonggaran moneter bank sentral Jepang masih memberi dorongan kuat.

Pelemahan yen terhadap dollar yang mencapai lebih dari 96, merupakan pelemahan sejak Agustus 2009. Tidak lepas dampak dari membaiknya serangkaian data AS. CEO Myojo Asset Management, Makoto Kikuchi mengatakan jika perusahaan-perusahaan di bulan April atau Mei, memproyeksikan rata-rata perolehan laba mereka hingga 60% hingga tahun berjalan yang berakhir 2014. Indeks Nikkei di bulan Juni nanti bisa mencapai 13.000.

Indeks Nikkei ditutup naik 0,5% ke posisi 12.349,05. Indeks Topix melonjak 1,9% menjadi 1.039,98.

Saham Mizuho Financial Group Inc menguat 4,9%. UFJ Financial Group Inc naik 6,4%. Untuk saham ekspor, Honda Motor Co Ltd dan Nissan Motor Co Ltd naik 2,6% dan 3,2%.

Sementara itu, saham Sharp Corp jatuh 3,1% setelah surat kabar Asahi mengatakan Hon Hai Precision Industry Co Ltd, tidak akan berinvestasi bilamana melebihi tenggat waktu yang ditentukan pada 26 Maret nanti.

Di Korsel, indeks Kospi mengalami penurunan hari ini, dimana saham-saham otomotif mengalami kejatuhan dampak dari pelemahan yen yang dapat mempengaruhi daya saing produk di luar negeri. Meski mengalami penurunan, indeks masih relatif terbatas karena aksi beli yang dilakukan institusi lokal bilamana indeks terlihat menembus suport psikologisnya.

Saham Hyundai Motor jatuh 2,3%, ini merupakan penurunan harian untuk keempat kalinya. Sedangkan Kia Motors jatuh 2,1%.

Indeks Kospi ditutup turun 0,1% ke posisi 2.003,35.

Sementara itu, indeks Hang Seng ditutup flat hari ini, dimana saham-saham yang terkait dengan Cina mengalami penurunan karena imbas dari kecemasan investor terhadap data ekonomi yang dirilis akhir pekan lalu mengecewakan. Investor juga khawatir dengan data ekonomi yang kurang baik ini membuat perusahaan akan menurunkan proyeksi labanya dan berakibat kinerja keuangan melorot, khususnya di Cina.

Indeks Hang Seng ditutup flat di 23.090,80. Sedangkan indeks H-shares turun 0,4% dan indeks Shanghai melemah 0,4%.

Saham CNOOC jatuh 1,15 karena penurunan harga minyak dunia setelah data ekonomi China tidak sesuai harapan. Inflasi naik 3,2% selam Februari, tertinggi dalam 10 bulan. Penjualan ritel tumbuh 12,3%, di bawah prediksi 15%. Output industri naik 9,9%, prediksi 10,6%. Semua data itu bisa menimbulkan keraguan atas prospek pertumbuhan China.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-naik-kospi-turun-hang-seng-flat.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-naik-kospi-turun-hang-seng-flat.html

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal January 22, 2013 / 3:51 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Yen sempat melemah atas dollar setelah BOJ mengejutkan pasar dengan mengumumkan program pembelian aset tak terbatas, tapi kemudian menguat karena ternyata baru dilakukan tahun depan.
Untuk mengeluarkan ekonomi dari jeratan deflasi, BOJ akhirnya menuruti keingingan pemerintah dengan menaikkan target inflasi ke 2% dan meluncurkan program pembelian aset tak terbatas (open ended). BOJ akan membeli 13 triliun yen aset setiap bulan mulai Januari 2014. Kebijakan itu mencakup pembelian 2 triliun yen obligasi pemerintah tiap bulan. 
Menurut analis, BOJ menyenangkan pasar dengan mengumumkan target inflasi baru dan program pembelian asetnya. Namun pasar kemudian agak kecewa bahwa program pembelian itu tidak dilakukan sebelum 2014. Mungkin tahun depan program itu bisa membawa manfaat, tapi untuk saat ini BOJ tidak akan melakukan lebih untuk melemahkan yen.
Padahal keputusan BOJ ini mengangkat mata uang lainnya. Keputusan BOJ itu mendorong risk appetite, namun hanya aussie yang mencatat penguatan besar. Euro dan sterling hanya naik terbatas. Pasar berharap mendapat katalis dari data sentimen investor Jerman dan penjualan rumah AS. Data sentimen investor Jerman mungkin bisa menjadi pendorong atau penekan.


EUR-USD
M
eski mendapat dorongan dari keputusan BOJ, EUR-USD tidak mampu melaju jauh, bahkan belum bisa kembali ke $1,34, yang masih menjadi resistance kuat.  Setelah menyentuh level tertinggi dalam 10 bulan di $1,3404, pair ini terus konsolidasi di kisaran $1,32-1,34. Bila indeks sentimen investor ZEW naik melebihi prediksi, pair ini mungkin bisa mencoba tembus resistance itu. Pertemuan menteri keuangan Uni Eropa juga mempengaruhinya.

Rekomendasi harian :
Pergerakan untuk EUR-USD masih stabil, dimana ruang untuk sell break di 1.3275 dengan target take profit 1.3230, dimana stop loss bila kembali lagi ke 1.3306. Sell 1.3397 dengan target take profit 1.3336, dimana stop loss 1.3428

Buy EUR-USD 1.3214 dengan target take profit 1.3382, dimana stop loss bila penutupan hari ini di bawah 1.3184.


USD-JPY
K
ekecewaan, ataupun aksi buy the rumor sell the news, menekan USD-JPY terkoreksi, meski sempat naik ke 90. Dalam perdagangan di Eropa, pair ini akhirnya jatuh ke bawah 89,00. Meski demikian, tren jangka menengah dan panjang belumlah berubah. Koreksi kemungkinan tidak akan berlangsung lama selama masih terlihat niat di para pejabat Jepang untuk tetap melemahkan yen. Menggunakan Fibonacci Retracement dari penguatan  9 Nopember-21 Januari,  koreksi mungkin coba bergerak menuju ke 23,6% di 87,50.

Rekomendasi harian :
Sell break pada USD-JPY 89.06 dengan target take profit 88.28, dimana stop loss 89.26. Sell 90.23 dengan target take profit 89.45, dimana stop loss 90.43.

Buy 88.28 dengan target take profit 89.16, dimana stop loss 88.09. Buy break bila kembali 89.45 dengan target take profit 90.13, dimana stop loss 89.21.

GBP-USD
T
umbang ke level terendah dalam 5 bulan terakhir, GBP-USD masih tetap dalam kondisi bearish. Setelah tembus ke bawah Moving Average 200 hari, pair ini menguji level psikologis $1,5800. Data utang publik (public sector net borrowing) akan mempengaruhi pergerakannya.

Rekomendasi harian :
Sell break GBP-USD di 1.5808 dengan target take profit 1.5747, dimana stop loss bila penutupan hari ini di atas 1.5808. Sebaliknya hold sell bilamana penutupan hari ini di bawah 1.5808. Sell di 1.5915-1.5923 dengan target take profit 1.5839, dimana stop loss 1.5945.

Buy break 1.5869 dengan target take profit 1.5921, dimana stop loss 1.5831.

USD-CHF
S
empat melaju sampai 0,347 berkat keputusan BOJ, USD-CHF kembali melanjutkan koreksinya. Volatilitas pair ini cukup tinggi, sempat jatuh ke 0,9110 dua minggu lalu, kemudian melonjak sampai 0,9387. Bila menarik retracement dari penguatan 11-18 Januari itu, pair itu sudah menembus 23,6%-nya.

Rekomendasi harian :
Peluang Buy USD-CHF di 0.9262 dengan target take profit 0.9312, dimana stop loss 0.9247. Buy break di 0.9354 dengan target take profit 0.9399, dimana stop loss 0.9323.

Sell 0.9399 dengan target take profit 0.9338, dimana stop loss 0.9425.


AUD-USD
B
erbeda dengan lainnya, AUD-USD mencatat penguatan substansial pasca keputusan BOJ. Dengan menguat sampai ke $1,0570, pair ini juga terangkat oleh ekspektasi data inflasi Australia besok akan menunjukkan kenaikan. Bila inflasi naik, tentunya mengurangi prospek pemangkasan rate. Namun, pair ini kemungkinan masih menemui resistance kuat di $1,0600. 

Rekomendasi harian :
Buy break AUD-USD di 1.0523 dengan target take profit 1.0559-1.0567, dimana stop loss bila penutupan hari ini di bawah 1.0498. Buy 1.0452 dengan target take profit 1.0513, dimana stop loss 1.0437.

Sell break di 1.0490 dengan target take profit 1.0452-1.0460, dimana stop loss 1.0513. Sell 1.0574 dengan take profit 1.0529, dimana stop loss 1.0590.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-22-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-22-januari-2013.html

Tanggal December 07, 2012 / 3:33 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Bundesbank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman tahun depan, mencerminkan efek krisis utang, yang menjerumuskan kawasan zona euro ke resesi, dan perlambatan ekonomi global.

Bank Sentral Jerman, yang bermarkas di Frankfurt, memangkas proyeksi PDB 2013 menjadi 0,4%, dari proyeksi sebelumnya 1,6% yang dibuat Juni lalu. Untuk tahun ini, Bundesbank memproyeksikan ekonomi hanya tumbuh 0,7%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 1%. Menurutnya, ekonomi akan kontraksi di kuartal keempat ini dan stagnan dulu di kuartal pertama tahun depan. Di 2014, ekonomi bisa tumbuh 1,9%, berdasarkan proyeksi baru.

Bundesbank mengatakan sudah jelas negara inti kini merasakan dampak krsisis di negara kecil. “Melihat situasi ekonomi sulit di beberapa negara euro dan ketidakpastian menyebar, pertumbuhan akan lebih rendah dari  yang diprediksikan. Prospek ekonomi menjadi suram di Jerman akibat efek resesi yang dialami sebagian negara zona euro dan perlambatan ekonomi global,” kata Bundesbank. Namun, ada harapan logis bahwa masa kelesuan ekonomi tidak akan lama dan Jerman bisa segera kembali tumbuh.”

Bundesbank juga merevisi turun proyeksi inflasi tahun depan menjadi 1,5% dari 1,6%, dan memprediksikan harga konsumenh akan tumbuh 1,6% di 2014. Untuk tahun ini, inflasi diperkirakan 2,1%. Hal ini mengurangi kekhawatiran konsumen domestik akan ancaman kenaikan harga dan semakin membuka kemungkinan ECB memangkas suku bunganya.

Proyeksi suram ini datang setelah ECB memangkas proyeksi PDB zona euro semalam yang diumumkan pasca rapat regulernya. Proyeksi terbaru menunjukkan PDB diperkirakan kontraksi 0,9% sampai tumbuh 0,3% untuk 2013. Angka ini mengindikasikan kontraksi lebih mungkin dari pertumbuhan. Sedangkan inflasi berkisar antara 1,1-2,1% tahun depan.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/bundesbank-pangkas-proyeksi-pdb-jerman.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/bundesbank-pangkas-proyeksi-pdb-jerman.html

Tanggal February 24, 2012 / 2:37 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dalam pernyataan yang dirilis pada tanggal 25 Januari 2012, Komite Pasar Terbuka Federal AS mengumumkan keputusan untuk meninggalkan acuan suku bunga bank tidak berubah pada 0,25 persen dan mempertahankan target suku bunga pada 0 hingga 0,25 persen. Perubahan tingkat terakhir terjadi pada Desember 2008, ketika itu dipotong 1,00-0,25 persen. Pernyataan FOMC mengungkapkan bahwa ekonomi AS telah berkembang pada tingkat yang moderat, meskipun beberapa perlambatan dalam pertumbuhan kawasan ekonomi lain dan strain di pasar keuangan global.
Household spending terus meningkat, sedangkan pertumbuhan investasi tetap di dunia bisnis terus melambat dan sektor perumahan tetap tertekan. Meskipun indikator menunjuk beberapa perbaikan dalam kondisi kerja, tingkat pengangguran, sebesar 8,5 persen pada Desember, tetap masih terlihat tinggi. Inflasi dalam beberapa bulan terakhir ini sedikit turun, dan dalam jangka panjang ekspektasi inflasi tetap stabil. Dalam pernyataan jangka panjang, FOMC menawarkan target resmi untuk inflasi sebesar 2 persen, berbeda dengan indikasi sebelumnya sebesar 1,7 sampai 2 persen dapat diterima pasar.
Komite menurunkan prospek untuk pertumbuhan ekonomi AS untuk 2012, prediksi pertumbuhan antara 2,2 dan 2,7 persen, turun dari perkiraan bulan November antara 2,5 dan 2,9 persen. Namun, FOMC sedikit lebih optimis tentang pasar tenaga kerja dan mengharapkan pengangguran akan jatuh 8,2 persen. Pertemuan diakhiri dengan risiko penurunan yang signifikan terhadap ekonomi AS karena kekhawatiran yang sedang berlangsung pada sektor keuangan global.
Ke depan, tidak mungkin Federal Reserve akan menaikkan suku bunga federal fund hingga setidaknya akhir 2014, memperluas kerangka waktu dengan setidaknya setengah tahun dari pertemuan terakhir keputusan pada bulan Desember. Selama kuartal mendatang, FOMC mengharapkan untuk melihat perkembangan sederhana dari tingkat pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi bahwa inflasi akan berjalan pada tingkat konsistensi yang berdasar pada pada mandat ganda Komite.

EUR-USD
E
uro break ke area 1.33 dan area level 50% fibonacci daily dan weekly di area 1.3434 menjadi target penutupan untuk bulan Februari ini. Suatu konsolidasi teknikal yang nyaris sempurna apabila mencapai area 1.3444 yang merupakan weekly resisten, seperti halnya rali rebound daily yang akan mencapai level 50% fibonacci teknikal akan menerjemahkan akan dua hal; konfirmasi berbaliknya tren (bearish ke bullish) untuk medium dan long term-nya dan sideways daily untuk memberikan pijakan yang kuat dalam menunjang katalis fundamental yang sedang terjadi sekarang ini di zona euro……yang memang akan diakhiri dengan kelanjutan-nya tren bearish.

Rekomendasi :                                                       
Buy             : 1.3355, 1.3290    Sell             : 1.3370, 1.3434
TP              : 1.3444                   TP               : 1.3232
Stoploss   : 1.3200                   Stoploss    : 1.3500

Resisten Level  : 1.3420, 1.3470                    
Support Level    : 1.3272, 1.3177                    
Range Area        : 1.3262 – 1.3404
 

USD-JPY
A
pakah akan ada koreksi bagi yen? Prestasi yang cukup mengesankan diperlihatkan yen sampai sesi perdagangan kemarin yang mencapai 80.39, koreksi terjadi apabila closing hari ini di bawah area 79.90, dan sinyal koreksi ada di area 79.79……….sebaliknya apabila closing di area 80.20 maka pergerakan bullish yen akan sempurna bulan ini dan mencapai target teknikal-nya di area 80.55 yang merupakan level area 50% fibonacci chart weekly.

Rekomendasi :
Buy             : 80.10, 79.90        Sell             : 80.25, 80.45
TP              : 80.30                     TP               : 79.90
Stoploss   : 79.50                     Stoploss    : 81.00

Resisten Level  : 80.27, 80.55
Support Level    : 80.05, 79.79
Range Area        : 79.90 – 80.40

GBP-USD
T
he British Pound menguat ke posisi tertinggi 1,5745 semalam di tengah meningkatnya risk appetite, tetapi kurangnya momentum untuk mendorong kembali di atas fibonacci retracement 38,2% dari tahun 2009 di tingkat terendah ke tingkat tertinggi sekitar 1,5730-50 dapat memacu koreksi jangka pendek selama 24-jam sesi perdagangan berikutnya. Laporan 4Q GDP untuk Inggris diperkirakan menunjukkan kontraksi 0,2% dalam tingkat pertumbuhan-nya, dan dalam tingkat pertumbuhan yang seperti itu bisa menyeret kembali pound, dan kita mungkin melihat Bank of England mempertahankan nada dovish untuk kebijakan moneter karena kawasan ini terus menghadapi risiko resesi double-dip. Memang, anggota dewan BoE David Miles tetap mendukung program pelonggaran yang lebih kuantitatif untuk perekonomian Inggris di tengah pemulihan yang terus melambat, dan terus memegang pandangan yang hati-hati untuk wilayah tengah di slack yang sedang berlangsung dalam sektor swasta. Sebagai GBP / USD terus diperdagangkan antara Hari-200 (1,5912) dan SMA 50 hari (1,5621), pasangan dapat mengkonsolidasikan dalam kisaran sempit masuk ke Maret, tapi kita bisa melihat sterling memperpanjang rebound dari tahun sebelumnya dan hal ini seharusnya pertanda pemulihan dalam  map ekonomi yang lebih kuat di tahun 2012.

Rekomendasi :                                                        
Buy              : 1.5720, 1.5690    Sell             : 1.5777, 1.5808
TP               : 1.5808                   TP               : 1.5656
Stoploss    : 1.5600                   Stoploss    : 1.5888

Resisten Level    : 1.5777, 1.5808
Support Level      : 1.5676, 1.5614
Range Area         : 1.5690 – 1.5808
 

USD-CHF
L
evel 38% fibonacci chart daily di area 0.9255 sampai 0.9288 menjadi strong resisten yang sulit ditembus franc untuk closing di area tersebut dan krusial untuk dicermati dan apa yang diharapkan oleh SNB dalam program dipatoknya franc atas euro sebentar lagi akan diuji oleh pasar serta ketahanan franc untuk medium term dan memasuki long term kuartal terus dipantau pergerakannya sehingga korelasi safe havens tidak bergeser kembali ke franc dan menjadikan nilai franc kembali ke area 0.88, dan level 50% fibonacci chart daily (0.9070) menjadi sinyal penguatan dari franc. Dengan tembusnya euro ke area 1.33 maka konfirmasi penguatan franc terlihat pada sesi perdagangan kemarin yang mencapai 0.9008 dan target selanjutnya di area 0.8890.

Rekomendasi :
Buy             : 0.9000, 0.8960    Sell             : 0.9030, 0.9090
TP              : 0.9111                   TP               : 0.8919
Stoploss   : 0.8800                   Stoploss    : 0.9151

Resisten Level  : 0.9080, 0.9150
Support Level    : 0.8975, 0.8935
Range Area        : 0.8920 – 0.9090

AUD-USD
M
elihat hasil volatilitas pergerakan aussie dua hari belakang, dapat disimpulkan beberapa asumsi teknikal impact terhadap risk appetite pasar terhadap aussie di minggu depan; sideways antara 1.0600 sampai 1.0818 masih menjadi kisaran transaksi yang masih digunakan dalam kuartal pertama tahun 2012 dalam transaksi bisnis, maka volatilitas yang sedang dibangun oleh aussie untuk meningkatkan volume perdagangan-nya terutama terhadap mitra utama-nya……China.
Lalu tidak berubahnya tingkat suku bunga yang masih di kisaran 4.25% membuat aussie masih diminati pasar, dan memang dengan ditambah pula dengan perdagangan cross mata uang dimana terhadap euro dan pound aussie terus menguat, tapi secara teknikal sudah terlalu lam di bawah dan koreksi kemungkinan dapat terjadi di minggu depan.

Rekomendasi :
Buy             : 1.0707, 1.0676    Sell             : 1.0757, 1.0800
TP              : 1.0800                   TP               : 1.0666
Stoploss   : 1.0600                  Stoploss    : 1.0888

Resisten Level  : 1.0757, 1.0798
Support Level    : 1.0676, 1.0634
Range Area       : 1.0590 – 1.0797

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-24-februari-2012.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha