Search Results : prediksi harga emas juni 2012

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal July 25, 2012 / 5:16 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak naik tipis hari ini berkat koreksinya dollar atas rivalnya, namun penguatannya masih rentan di tengah kecemasan soal Eropa dan menjelang data cadangan energi AS.

Euro berhasil rebound atas dollar dan saham Eropa menguat setelah anggota dewan ECB mengatakan ada alasan untuk menambah daya dana talangan permanen. Anggota dewan Ewald Nowotny mengatakan ada wacana untuk memberi dana talangan permanen (ESM) izin bank yang dapat memberinya untuk keleluasan meminjam dana tak terbatas pada ECB.

Gagasan ini selalu ditolak oleh ECB. Tapi pasar semakin takut dana talangan yang tersedia saat ini tidak akan cukup bila digunakan untuk mem-bailout Spanyol. Meski demikian, analis memandang pasar saat ini sedang putus ada dan langsung melahap apapun yang terlihat positif. Oleh karena itu, penguatan ini akan sirna dan harga akan bergerak turun lagi.

Apalagi data dari Jerman dan Inggris memperkuat pandangan kondisi ekonomi AS memang memburuk. Data hari ini menunjukkan indeks sentimen investor Ifo turun ke 103,3 di Juli dari 105,2 di Juni. Indeks iklim bisnis Ifo, yang merupakan baromenter kesehatan ekonomi Jerman itu ternyata lebih buruk dari prediksi 104,5.

Penguatan juga bisa tergerus bila data Energy Information Administration (EIA) hari ini menunjukkan cadangan minyak AS bertambah. Data veris American Petroleum Institute (API) semalam menunjukkan stok minyak AS naik 1,3 juta barel. Pada jam 17:00 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September naik 20 sen ke $88,70 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 27 sen jadi $103,69 per barel.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-naik-tipis-ditopang-koreksi-dollar.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-naik-tipis-ditopang-koreksi-dollar.html

Tanggal July 06, 2012 / 10:32 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Harga emas kembali tumbang pada penutupan New York Kemarin. Rally dollar yang dikombinasi dengan kecewanaya pasar terhadap bank sentral AS yang tidak memberi sinyal akan adanya stimulus secara agresif menjadi pemicu utama penurunan.
Sebelumnya, harga emas sempat naik ke level tertingginya di 1,623.80 setelah secara tak terduga China menurunkan suku bunganya ke 6%. Namun rally emas terhenti setelah investor khawatir bahwa data ketenagakerjaan AS yang bagus akan memupuskan harapan adanya stimulus.
Lapangan kerja sektor swasta tumbuh lebih besar dari yang diperkirakan, yaitu sebesar 176.000. Survei sebelumnya memperkirakan bahwa kenaikan hanya sebesar 108.000 untuk bulan Juni.Rilisan data tersebut sekaligus mampu meredam kekhawatiran buruknya lapangan kerja di AS.
Sentimen emas makin diperberat dengan menguatnya mata uang dollar setelah ECB memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%. ECB memangkas rate-nya sebesar 25 bps menjadi 0,75%, sesuai prediksi. Ini pertama kalinya dalam sejarah ECB menetapkan rate di bawah 1%.  Tapi pasar terkejut dengan keputusannya menurunkan bunga simpanan menjadi nol persen. Para analis memandang pemangkasan itu juga berarti ke depan akan ada penurunan bunga acuan lanjutan. Apalagi Presiden ECB Mario Draghi menyampaikan pernyataan yang dovish, memberi tekanan ekstra ke euro. Draghi mengatakan ancaman terhadap pertumbuhan semakin terlihat, mengindikasikan pihaknya akan melanjutkan siklus pelonggaran pada semester kedua tahun ini.
Fokus pasar kini tertuju ke data ketenagakerjaan AS yangakan diumumkan malam nanti. Data payroll diperkirakanakan menunjukkan lapangan kerja tumbuh 95.000 selama
Juni. Angka di bawah 100 ribu selalu dianggap buruk.
Data payroll tersebut akan menentukan arah pergerakan emas. Hasil buruk dari data ketenagakerjaan tersebut bisa mencuatkan spekulasi akan adanya isu stimulus tersebut.
Sementara dari sisi teknikal terlihat bahwa emas sangat sulit menembus pertahanan resistance di $1.625. Pola long black candlestick yang dipadu dengan stochastic yang dead cross di area overbought, telah memunculkan sinyal negatif bagi emas.
Kami melihat bawah saat ini emas akan kembali menguji support-nya di $1.587. Jika ditutup di bawah level tersebut, maka penurunan bisa berlanjut untuk meraih kembali area %.1.558 – $1.547.
Sementara trend bullish hanya akan didapat jika emas kembali mampu bergerak di atas level $1.625, untuk fokus pada kenaikan menuju area $1.632 – $1.640.50

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/harapan-stimulus-menipis-emas-ambruk.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/harapan-stimulus-menipis-emas-ambruk.html

Tanggal June 01, 2012 / 1:30 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Untuk data  AS, Institute for Supply (ISM) Manufaktur Manajemen Purchasing Manager Index (PMI); Survei untuk menilai kondisi bisnis pada bulan lalu seperti employment, new orders, supplier deliveries dan sebagainya, di perkirakan sama dengan bulan lalu 54,1 poin, 0,7 poin lebih sedikit dari pada bulan April.
Non-Farm Employment Change, mengukur jumlah orang yang dipekerjakan selama bulan sebelumnya (di luar dari industri pertanian), kemungkinan naik dari 115K pada April menjadi 152K.
Unemployment Rate, total angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan (dalam prosentase), diperkirakan tidak ada perubahan dari bulan lalu dan akan tetap 8,1%.
Average Hourly Earnings, biaya untuk tenaga kerja di sektor bisnis (tidak termasuk industri pertanian), diperkirakan terjadi kenaikan sebesar 0,2% saat ini.
Core PCE Price Index, perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen (di luar produk makanan dan energi), tetap seperti pada April 0,2%.
Personal Spending, nilai seluruh pengeluaran konsumen pada bulan lalu, kemungkinan tidak ada perubahan sebesar 0,3%.
 
Pertumbuhan sektor lapangan kerja di AS pada bulan Mei ini cenderung lamban dan jauh di bawah ekspektasi percepatan pada kuartal pertama ini.
Itu bukan pertanda baik bagi perekonomian yang menunjukkan tanda-tanda ‘ketegangan’ di kalangan pelaku pasar dan sifatnya sangat tak terduga dalam aplikasinya di pasar, pada saat yang sama krisis utang Eropa [CNBC menjelaskan] mengancam pasar keuangan dan kepercayaan diri dari para investor.
Laporan dari sektor lapangan kerja di bulan Mei, pada pukul 8:30 am ET Jumat, diperkirakan menunjukkan sekitar 150.000 pekerjaan bertambah pada bulan Mei, di atas itu 115.000 di bulan April, namun masih di bawah 200.000 di tambah dilaporkan awal tahun ini. Tingkat pengangguran [CNBC menjelaskan] diperkirakan akan terus stabil pada 8,1 persen.
Laporan pekerjaan di bulan Mei telah diantisipasi sebagai bagian yang penting dari informasi pertumbuhan ekonomi AS, yang dipandang lebih kuat dari Eropa dan bagian lain di dunia. Namun, serangkaian data telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan China terus melambat dan lebih mengkhawatirkan lagi adalah Eropa menempatkan perekonomian AS di jalur lambat.

Kesimpulan pertama, bahwa data Non-Farm employment dan unemployment rate menjadi sangat krusial buat pergerakan pasar FX, pergerakan indeks USD sampai saat ini telah mencapai 83.31 (indeks reuters) ada dua asumsi; pertama, apakah itu merupakan pergerakan antisipasi? Yang kedua, atau memang suatu refleksi keadaan dari stabilnya kedua data tersebut semenjak awal tahun 2012?
Secara teknikal sangat sulit untuk dapat di prediksi ke arah mana USD akan bergerak bila di tinjau dari perkembangan dari kedua data tersebut, yang dapat di antisipasi adalah; dari hasil yang keluar nanti malam maka proyeksi pergerakan FX dalam jangka menengah akan terlihat.

Kesimpulan kedua, bahwa data tersebut apakah dapat merefleksikan secara nyata tingkat pertumbuhan ekonomi AS? Bila di singkronkan dengan fluktuasi pasar saham AS dan mata uang? Atau hanya politisasi pasar menjelang pemilu?

Rekomendasi
EUR-USD
U
nemployment Rate, nilai persentase total angkatan kerja yang mencari pekerjaan, kenaikan sebesar 0,1% dari April hingga 11%.
Closing area yang terus turun sebesar lebih dari 25% sampai 50% tiap pekan-nya merefleksikan ‘risk appetite’ pasar terhadap situasi keuangan di zona euro, Secara teknikal bottom area untuk memastikan pergerakan koreksi masih jauh dikarenakan belum adanya alasan pasar untuk itu dan di perparah oleh belum adanya katalis fundamental yang dapat mendorong euro untuk memasuki “season correction”, apakah bulan Juni nanti?
Apakah low di bulan July 2010 (1.2192) menjadi target selanjutnya di bulan Juni? Atau menjadi target area ‘bumping’ untuk koreksi di pekan pertama bulan Juni?
Dapat di asumsikan bahwa data Non-Farm employment dan unemployment rate AS hari ini merupakan sinyal dari kelanjutan atau awal dari pergerakan koreksi euro.
Target hari ini apabila penguatan USD testing ke area 83.83 maka euro dapat kembali tertekan ke area 1.2280. Sebaliknya area 1.2410 menjadi sinyal koreksi ke target area 1.2555.

Rekomendasi :
Buy            : 1.2275, 1.2222    Sell             : 1.2360, 1.2460
TP              : 1.2555                  TP               : 1.2190
Stoploss   : 1.2160                  Stoploss    : 1.2490

Resisten       : 1.2411, 1.2465
Support         : 1.2279, 1.2223
Range           : 1.2202 – 1.2404

 
GBP-USD
M
anufacturing Purchasing Manager Index (PMI); Survei Bulanan untuk mengukur kondisi bisnis, turun 0,8 poin dari April menjadi ke 49,7 poin sekarang.
Halifax House Price Index (HPI), Halifax Bank of Scotland (HBOS)  perubahan harga di sektor perumahan selama satu bulan terakhir kemungkinan akan tetap sama dengan laporan terakhir.
Closing untuk candle untuk bulan Mei di area 1.5358 menjadi krusial bagi pound dalam kelanjutan tekanan tren bearish-nya, dan dalam ekspektasi jangka menengahnya di area 1.5252 dan sebaliknya sinyal koreksi di area 1.5565.
Hati-hati juga pada area 50% fibonacci monthly di area 1.5274, apakah menjadi target jangka menengah buat pound?

Rekomendasi :
Buy             : 1.5290, 1.5252    Sell             : 1.5404, 1.5444
TP              : 1.5555                   TP               : 1.5270
Stoploss   : 1.5200                   Stoploss    : 1.5500

Resisten       : 1.5428, 1.5497
Support         : 1.5333, 1.5260
Range           : 1.5222- 1.5420
 

AUD-USD
P
royeksi pergerakan Aussie apakah sudah mencapai ‘monthly projection’? Dimana 50% fibonacci monthly ada di area 0.8850…..terlalu jauh memang tetapi apabila dilihat dari situasi dan katalis fundamental secara global dapat dimungkinkan, apalagi situasi perkembangan dari laporan pertumbuhan ekonomi china terus memburuk.
Untuk jangka menengahnya proyeksi koreksi ada di area 0.9850, area tersebut merupakan sinyal koreksi setidaknya dalam pekan pertama bulan Juni, apabila ada closing daily di atas area tersebut koreksi penuh meski sempit ke area 0.9990 sampai 1.0050.
Sebaliknya apabila hari ini closing di bawah area 0.9648 maka target area untuk jangka menengah di area 0.9575…..

Rekomendasi :
Buy            : 0.9590, 0.9555    Sell             : 0.9730, 0.9787
TP              : 0.9707                  TP               : 0.9555
Stoploss   : 0.9500                  Stoploss    : 0.9830

Resisten       : 0.9721, 0.9770
Support         : 0.9623, 0.9575
Range           : 0.9555 – 0.9777
 

USD-CHF
R
etail Sales, nilai total penjualan di tingkat ritel (terlepas dari produk automotif dan pompa bensin), turun sebesar 0,6% dari April menjadi 3,6% saat ini.
Schweizerischer Verband fur Materialwirtschaft und Einkauf (SVME), Purchasing Managers’ Index (PMI);  survei bulanan manajer dalam menilai kondisi bisnis termasuk, production, prices, supplier deliveries dll, kenaikan diperkirakan dari 46,9 poin hingga 47,0 poin.
50% fibonacci monthly di area 1.0160 apakah dapat di asumsikan target long term buat franc? Faktor pendorong pelemahan franc tetap pada korelasi pergerakan euro, dimana secara ‘klasik’ pergerakan franc berbalik dari euro, dan belum ada katalis fundamental dari zona euro yang dapat menguatkan asumsi untuk franc menjadi save haven kembali.
Area 0.9740 untuk hari ini dapat di jadikan sinyal dalam kelanjutan tren bullish franc, apabila closing hari ini (juga merupakan closing candle monthly) di atas area tersebut maka target area untuk jangka menengah ada di area 0.9925, apakah dapat di jadikan pijakan untuk koreksi?
Sinyal koreksi ada di area 0.9640…..dalam pekan awal bulan Juni esok ada closing daily di bawah area tersebut maka target koreksi di area 0.9404.

Rekomendasi :
Buy            : 0.9680, 0.9616    Sell             : 0.9810, 0.9838
TP              : 0.9777                  TP               : 0.9555
Stoploss   : 0.9565                  Stoploss    : 0.9888

Resisten       : 0.9745, 0.9777
Support         : 0.9675, 0.9635
Range           : 0.9696 – 0.9820

USD-JPY
W
eekly support di area 78.08 merupakan tahanan kuat, maka dapat dijadikan sinyal untuk reversal atau kalau tembus dan closing daily ada di bawah area tersebut target selanjutnya ada di area 77.50 untuk jangka menengah.
Sinyal koreksi ada di area 79.05, sulit untuk yen dapat kembali ke area 80.00 dimana pasar kembali menjadikan yen sebagai alternate investasi FX atau safe haven, indikasi BoJ dalam menyikapi ini masih belum ada tanda-tanda, tapi biasanya aksi intervensi dilakukan di awal pekan.

Rekomendasi :

Buy            : 78.50, 78.25        Sell              : 78.60, 78.90
TP              : 79.90                    TP                : 78.10
Stoploss   : 78.00                    Stoploss     : 79.30

Resisten        : 78.91, 79.48
Support         : 77.99, 77.63
Range           : 77.90 – 78.78

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-01-juni-2012.html

Tanggal June 01, 2012 / 8:59 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah gagal bertahan diatas suport 3838 pada pergerakan kemarin, hari ini IHSG masih dihadapkan dengan minimnya sentimen positif, setelah Indeks Dow Jones Industrial semalam terkoreksi tipis -0.21%. Dari dalam negeri, yang ada malah sentimen negatif dari rencana penerapan pajak atas bunga obligasi. Kondisi ini membuat IHSG masih akan cenderung bergerak flat turun pada kisaran 3800-3955. Kisaran suport di 3700-3750 akan menjadi suport yang kedua.
Kita sudah memasuki bulan Juni. Sejauh ini, masih belum terlihat adanya tanda-tanda bahwa trend turun bakal segera berakhir. Indeks Dow Jones Industrial masih memiliki potensi koreksi hingga 12.100-12.250. Aliran dana asing yang terjadi semenjak Maret, masih tersisa net buy sekitar Rp 4T – Rp 5T. Harga batubara sepertinya juga masih cenderung mengalami tekanan setelah pertumbuhan ekonomi India masih menunjukkan perlambatan.  Satu hal yang memberikan harapan bahwa suport IHSG di 3700-3750 akan menahan koreksi, adalah jumlah net buy asing sebenarnya sudah relatif sedikit, potensi koreksi DJI yang sudah relatif kecil, dan harga saham yang sudah terlihat murah.  Akan tetapi, dimana bottom dari trend turun ini, baru akan terlihat, setelah IHSG setidaknya bisa ditutup melewati satu resisten. Dan sebelum terjadinya penembusan resisten, pemodal sebaiknya tetap ekstra hati-hati dan cermat dalam melakukan akumulasi.

Global Outlook
B
ursa saham Asia mengalami tekanan yang hebat awal perdagangan kali ini, bersamaan dengan merosotnya bursa saham AS semalam. Sentimen masih bearish dimana data AS yang mengecewakan makin membenamkan sentimen.
Gelombang risk aversion, yang dipicu oleh kekhawatiran mengenai krisis utang dan perbankan di Eropa, mengangkat permintaan akan safe haven, yang membuat dollar dan yen perkasa.
Dollar dan yen rally atas rivalnya setelah aksi lepas aset berisiko menyusul kenaikan yield obligasi Spanyol dan Italia ke level bahaya, yang ditakutkan semakin mengancam kondisi financial kedua negara itu. Lelang obligasi di Italia telah mengecewakan, yang mendorong biaya pinjaman. Pemerintah terpaksa memberikan imbalan lebih dari 6%. Yield obligasi tenor 10 tahun Italia naik hingga 6,15% karena kekhawatiran potensi penyebaran krisis.
Yield obligasi Spanyol juga merangkak naik, ke level 6,67%,  semakin mendekati 7%, level yang membawa Yunani, Portugal dan Irlandia bertekuk lutut dan minta bailout. Kenaikan ini disebabkan oleh pernyataan pejabat bank sentral Spanyol bahwa semakin sulit mencapai target defisit tahun ini.
Spanyol tidak hanya dirundung krisis utang, tapi juga krisis perbankan. Di saat kondisi keuangannya amburadul, pemerintah Spanyol harus menyelamatkan sektor perbankannya, dengan menyuntikkan dana ke Bankia, bank terbesar keempat negara itu yang hampir kolaps karena penggelembungan di sektor properti.
Di tengah banyaknya berita negatif, dollar menjadi primadona. Perkembangan saat ini membuat pasar melihat kondisi di AS masih lebih baik disbanding Eropa.
Kini investor makin dicemaskan masalah perlambatan ekonomi China, dimana data terbaru menunjukkan PMI Manufacturing bulan Mei turun 50.4 dari bulan sebelumnya 53,3, hasil tersebut juga lebih rendah dari prediksi 52,1. Bila sektor tersebut terus mengalami penurunan, lambat laun China bisa saja mempersiapkan langkah stimulus ekonomi.
Data ekonomi penting selanjutnya yang dinanti investor data ketenagakerjaan, dimana mengacu pada data ADP Employment yang dirilis semalam menunjukkan kenaikan 133 ribu selama Mei dari sebelumnya 113 ribu. ADP yang mengalami kenaikan, tidak menutup berimbas data ketenagakerjaan nanti malam, dimana ekspektasi bertambah menjadi 150 ribu di Mei dari sebelumnya 115 ribu. Dampak besar ke sentimen bilamana angka rilis mencapai 200 ribuan, seandainya masih dibawah tidak memberi dampak yang berarti. Sedangkan angka pengangguran bulan Mei diperkirakan tetap 8,1%. Sementara itu, ISM Manufacturing diperkirakan mengalami penurunan menjadi 54,0 dari 54,8. Bila data AS tidak sesuai harapan makin memperlihatkan ekonomi global mengalami perlambatan. Bila ada penguatan kemungkinan itu bersifat temporeri.

Review IHSG
T
ekanan jual semakin deras menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun semakin dalam. Pada penutuoan perdagangan, Kamis (31/5/2012), IHSG anjlok 85,092 poin (2,17%) ke level 3.832,824.
Krisis utang Eropa yang semakin memburuk membuat goncang bursa global. Kekhawatiran akan krisis tersebut membuat investor miris dan lari dari asset beresiko. Kekhawatiran ini dipicu oleh naiknya yield obligasi Itralia dan Spanyol yang mulai mendekati level 7%, level yang telah membawa Portugal, Yunani, dan Irlandia menjadi pasen IMF.
Tekanan jual dimulai sejak dibukanya perdagangan. Tidak ada satupun sektor yang mampu menahan tekana jual tersebut. Sektor pertambangan dan dan konstruksi merupakan sektor yang mengalami tekanan paling parah dengan penurunan masing-masing sebesar 4,14% dan 3,41%.
Saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Astra Internasional (ASII), Bukit Asam (PTBA), dan Indomobil (IMAS).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Mayora (MYOR), Sarana Menara (TOWR), Golden Energy Mines (GEMS), dan Bank Mayapada (MAYA).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
elemahan IHSG hingga menembus level support 3.838 merupakan sinyal adanya bearish continuation. Kondisi ini kemudian didukung dengan terbentuknya pola black opening marubozu pada candlestick, mengindikasikan bahwa seller masih dominan. Kondisi tersebut masih memungkinkan bagi IHSG untuk kembali menguji level psikologi-nya di 3.800. Penembusan support tersebut akan membuka potensi penurunan lanjutan menuju area 3.750 – 3.728. Sedangkan jika terjadi rebound kemungkinan akan terjadi di area 3.870 – 3.890. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.800– 3.870.

R3    3,944
R2    3,913
R1    3,873
   
Pivot    3,842
   
S1    3,802
S2    3,770
S3    3,731

Stock Pick
CTRP

P
ergerakan CTRP dalam tiga bulan terakhir ini sepertinya sedang membentuk pola head and shoulder (HS), dengan garis neckline berada pada area support 700. Penembusan support terssebut akan mengkonfirmasi pola HS tersebut, yang bisa memberi potensi penurunan menuju area 550 – 530.
Rekomendasi     : Sell on breakout 700.
Support                : 700, 610
Resistance          : 760, 800

MNCN

M
oving average 55 dan 10 terlihat dead cross, menunjukkan bahwa trend MNCN sedang mengarah bearish. Namun indikator RSI dan stochastic sudah oversold, indikasi bahwa harga akan terlebih dahulu rebound sebelum melanjutkan penurunannya.
Rekomendasi     : Sell On strenght @1.950
Suppport             : 1.760, 1.650
Resistance          : 1.950, 2.125

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-terus-bearish-ihsg-makin-terseok-seok.html

Tanggal May 11, 2012 / 5:01 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak anjlok lagi ke bawah $96 per barel hari ini di tengah kekhawatiran permintaan minyak global tidak akan tumbuh sesuai harapan tahun ini.

Perlambatan ekonomi AS dan China, ditambah dengan ketidakpastian di Eropa menjadi penyebab munculnya kekhawatiran itu. Krisis politik di Yunani dan perbankan di Spanyol menambah suram situasi di Eropa, yang sudah dirundung krisis utang dan terancam resesi lagi.

Pemerintah baru belum terbentuk di Yunani, ini semakin membuka kemungkinan harus digelarnya pemilu ulang. Krisis politik di Yunani semakin meresahkan investor, yang sudah cemas dengan masa depan Yunani di zona euro. Uni Eropa memang memperingatkan keanggotaan Yunani dalam euro menjadi taruhannya.

Krisis perbankan Spanyol dan data produksi industrial China yang buruk menambah sentimen negatif. Output industri China hanya tumbuh 0,3% selama April dari tahun lalu, lebih rendah dari prediksi 12,2% dan terendah dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan penjualan ritel juga melambat jadi 14,1% dari 15,2%. Kedua data ini menambah bukti perlambatan ekonomi terbesar kedua dunia itu.

Pada jam 16:44 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Juni anjlok $1,08 ke $96,00 per barel. Kontrak itu sempat melorot sampai $95,74 hari ini. Minyak sudah merosot 10% dari $106 minggu lalu karena pertanda ekonomi AS, Eropa dan China semakin melambat. Bertambahnya cadangan minyak AS, yang mencapai level tertinggi dalam 22 tahun terakhir, juga turut menekan harga. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama terjun $1,09 jadi $111,64 per barel.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-anjlok-lagi-ditekan-eropa-data-china.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha