Search Results : prediksi harga emas dunia kedepan

Tanggal August 16, 2012 / 9:04 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Menjelang liburan panjang, bursa regional masih tetap belum memberikan arah yang jelas, setelah indeks Dow Jones Indusatrial (DJI) semalam hanya ditutup flat, turun tipis 7.36 poin (-0.06 persen).
Minimnya sentimen ini, diperkirakan akan membuat IHSG melanjutkan usahanya untuk bergerak naik, menuju resisten dari kisaran flat 4075-4150.
Adanya libur Lebaran yang cukup panjang, menjadikan pemodal, terutama pada trader, perlu melihat lebih jauh kedepan. Sejauh ini, dengan trend flat yang ada pada IHSG, setidaknya posisi hold masih aman untuk dilakukan, terutama pada saham-saham blue chip. Kemampuan ASII menembus resisten di level 7200, menunjukkan bahwa trend jangka menengah setelah Lebaran, kemungkinan besar akan tetap berada dalam trend naik, karena penembusan tersebut, membuka potensi kenaikan hingga kisaran 7500-8000.
Untuk sementara, hindari dulu saham-saham yang masih berada dalam trend turun, seperti saham-saham Bakrie yang harganya belum mencapai Rp 50. 

Global Outlook
S
aham Asia stabil hari ini di saat pelaku pasar menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai waktu stimulus untuk mengentaskan krisis Eropa dan membantu pemulihan ekonomi global.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang tidak banyak berubah setelah melemah 0,5% kemarin. Indeks Nikkei dibuka menguat 0,5%, sedangkan indeks Hang Seng dibuka naik 0,34%. %. Saham Asia juga membaik setelah Perdana Menteri Chian Wen Jiabao mengatakan turunnya inflasi membuka ruang untuk menyesuaikan kebijakan moneter.
Saham AS, dollar dan komoditas menguat kemarin, sedangkan euro jatuh setelah data menunjukkan output industri AS naik 0,6% di Juli. Data ini menyusul laporan penjualan ritel yang bagus kemarin. Ta;pi data inflasi dan indeks manufaktur New York tidak sebaik prediksi. Menurut analis, meski data ekonomi mixed, tanda-tanda stabilisasi mulai terlihat.
Data penjualan ritel dan output sedikit mengurangi kecemasan mengenai prospek ekonomi dunia. Tapi, pasar masih belum yakin untuk mendorong harga lebih jauh.  Meski harapan stimulus masih ada, pasar menunggu detil lebih lanjut.

Review
D
itengah pelemahan mayoritas bursa regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mampu mempertahankan kenaikannya. Pada penutupan perdagangan perdagangan, Rabu (15/8/2012), IHSG menguat 20,430 poin (0,50%) ke level 4.141,986.
Di awal sesi indeks sempat mendapat tekanan seiring dengan anjloknya bursa Asia lainnya karena pupusnya harapan stimulus The Fed. Antisipasi menjelang libur panjang membuat pergerakan IHSG sangat terbatas.
Aksi beli pemodal asing terlihat masih kuat. Investor asing masih memburu saham sehingga posisinya net buy Rp315,6 miliar.
Delapan sektor berhasil memerah, dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 1,69%. Sedangkan sektor pertambangan dan perkebunan masih berada di zona merah, masing-masing turun sebesar 1,05% dan 0,70%.
Saham-saham yang naik diantaranya Astra Internasional Sarana Menara (TOWR), Surya Toto (TOTO), Fastfood (FAST), dan Telkom (TLKM).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Mayora (MYOR), Indomobil (IMAS), Astra Agro (AALI), dan Supreme Cable (SCCO).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada sinyal negatif, kecuali saat ini IHSG tengah berada di area resistance 4.150. Jika resistance terbut kembali gagal ditembus, maka hal tersebut hanya akan memperpanjang pola flat-nya di kisaran support 4.059 dan resistance 4.150. Sebaliknya, jika resistance ditembus, maka hal itu akan kemngkonfirmasi bullish continuation menuju area 4.200 – 4.232. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.110 – 4.160.

R3    4,194
R2    4,168
R1    4,155
   
Pivot    4,129
   
S1    4,116
S2    4,090
S3    4,077

Stock Pick
JPFA

M
A 10 dan 55 masih menunjukkan potensi bearish, namun sinyal reversal mulai terlihat setelah JPFA mampu bertahan support trend line-nya di 4.050. Selain itu, indikator stochastic oversold dan berpeluang golden cross. Sementara candlestick yang membentuk bullish engulfing turut mendukung pola rebound tersebut. Kami melihat adanya potensi rebound bagi JPFA untuk menguji resistance di 4.275. Jika resistance tersbut ditembus, maka rebound selanjutnya akan fokus menuju area 4.450.
Rekomendasi    : Buy, stop loss breakout 4.050, target 4.375
Support               : 4.050, 3.900
Resistance        : 4.275, 4.450

MNCN

M
asih dalam trend bullish, pergerakan MNCN sepertinya sedang membentuk pola bull flag, sebuah pola yang mengindikasikan bullish continuation. Harga saat ini sudah berada di atas garis resistance dengan kondisi stochastic yang golden cross. Untuk itu, kami melihat bahwa trend bullish baru sedang terbentuk, dan MNCN berpeluang meeraih target bull flag tersebut di area 2.800.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 2.125, target 2.600 – 2.800
Support                : 2.225, 2.125
Resistance          : 2.400, 2.600

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/jelang-long-weekend-ihsg-bisa-flat.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/jelang-long-weekend-ihsg-bisa-flat.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha