Search Results : prediksi emas juni 2012

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal February 08, 2013 / 5:08 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – AUD/USD berhasil meraih kembali posisi $1,0300 dari level terendah dalam tiga bulan terakhir, terangkat oleh data ekonomi China, yang mengindikasikan  pemulihan.

Data hari ini menunjukkan Ekspor China selama Januari tumbuh 25% dari tahun lalu menjadi $187,4 miliar. Pertumbuhan itu lebih tinggi dari prediksi 17%. Sedangkan impor meningkat 28,8% menjadi $158,2 miliar, juga lebih besar dari prediksi 23%. Kinerja perdagangan ini dianggap sebagai bukti terbaru pemulihan ekonomi China. Sebagai mitra dagang terbesar Australia, berita ekonomi China memang sering mempengaruhi pergerakan mata uang aussie.

Padahal mata uang itu sempat dihantam setelah RBA memangkas proyeksi PDB dan inflasi untuk tahun ini. RBA memproyeksikan PDB tumbuh 2,5% selama 2013, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 2,75%. Sedangkan inflasi diprediksikan naik 3% sampai Juni 2013, turun dibandingkan prediksi tiga bulan lalu 3,25%. Revisi turun ini menimbulkan ekspektasi RBA bakal pangkas rate di waktu mendatang.

Secara tren, pair ini bisa dikatakan masih dalam penurunan. Karena kejatuhan untuk saat ini dianggap sudah tajam, maka pair ini memasuki fase koreksi dulu, yang dibantu oleh data China. Tapi mengingat adanya peluang RBA memangkas rate, sulit bagi pair ini untuk bisa mengubah trennya.

Pada jam 16:30 WIB, AUD/USD diperdagangkan di $1,0320, menguat 0,3% dari penutupan sebelumnya. Pair ini sempat jatuh ke low di $1,0252, terendah sejak Oktober 2012.   Posisi pair saat ini berada di atas Moving Average 200 hari, $1,0308. Kalau ditutup di atas itu, fase koreksi diperkirakan bisa lanjut.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/data-china-angkat-audusd.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/data-china-angkat-audusd.html

Tanggal July 27, 2012 / 11:28 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Stratgeydesk – Komentar presiden European Central Bank (ECB) yang dikombinasi dengan spekulasi stimulus AS berhasil mendorong kenaikan emas pada penutupan perdagangan kemarin.
Presiden ECB, Mario Draghi mengatakan bahwa pihaknya akan berbuat apapun sesuai mandatnya untuk menjaga stabilitas mata uang euro.
”Sesuai mandat kami, ECB siap melakukan apapun yang diperlukan untuk menjaga euro, dan percayalah, itu akan cukup,” katanya dalam sebuah konferensi di London. “Kalau sampai biaya pinjaman yang tinggi menganggu fungsi kebijakan moneter, itu masih dalam mandat kami.”
Pernyataan Itu menimbulkan harapan akan adanya tindakan untuk membantu negara yang sedang menghadapi biaya pinjaman tinggi.  Para analis mengatakan pernyataan Draghi ini, yang datang menjelang rapat reguler ECB minggu depan, bisa menjadi sinyal akan kelanjutan program pembelian obligasi yang disebut dengan Securities Market Program (SMP). Selain itu, muncul juga ekspektasi adanya pemangkasan suku bunga lagi.
Komentar presiden ECB itu juga berhasil menurunkan yield obligasi Spanyol di bawah 7%., yang sebelumnya mengalami kenaikan hingga 7,6%.
Amunisi kenaikan emas bertambah menyusul buruknya data durable goods AS yang jatuh 1,1% di bulan Juni, Buruknya data tersebut makin mencuatkan spekulasi stimulus moneter The Fed untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Fokus pasar selanjutnya adalah data PDB AS, yang diperkirakan tumbuh 1,5% di kuartal kedua, melambat dari 1,9% di kuartal pertama. Angka yang lebih rendah dari prediksi bisa menekan dollar karena menambah ekspektasi perlunya stimulus dari the Fed.

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/komentar-draghi-isu-stimulus-as-angkat-emas-lebih-tinggi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/komentar-draghi-isu-stimulus-as-angkat-emas-lebih-tinggi.html

Tanggal July 25, 2012 / 5:16 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak naik tipis hari ini berkat koreksinya dollar atas rivalnya, namun penguatannya masih rentan di tengah kecemasan soal Eropa dan menjelang data cadangan energi AS.

Euro berhasil rebound atas dollar dan saham Eropa menguat setelah anggota dewan ECB mengatakan ada alasan untuk menambah daya dana talangan permanen. Anggota dewan Ewald Nowotny mengatakan ada wacana untuk memberi dana talangan permanen (ESM) izin bank yang dapat memberinya untuk keleluasan meminjam dana tak terbatas pada ECB.

Gagasan ini selalu ditolak oleh ECB. Tapi pasar semakin takut dana talangan yang tersedia saat ini tidak akan cukup bila digunakan untuk mem-bailout Spanyol. Meski demikian, analis memandang pasar saat ini sedang putus ada dan langsung melahap apapun yang terlihat positif. Oleh karena itu, penguatan ini akan sirna dan harga akan bergerak turun lagi.

Apalagi data dari Jerman dan Inggris memperkuat pandangan kondisi ekonomi AS memang memburuk. Data hari ini menunjukkan indeks sentimen investor Ifo turun ke 103,3 di Juli dari 105,2 di Juni. Indeks iklim bisnis Ifo, yang merupakan baromenter kesehatan ekonomi Jerman itu ternyata lebih buruk dari prediksi 104,5.

Penguatan juga bisa tergerus bila data Energy Information Administration (EIA) hari ini menunjukkan cadangan minyak AS bertambah. Data veris American Petroleum Institute (API) semalam menunjukkan stok minyak AS naik 1,3 juta barel. Pada jam 17:00 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September naik 20 sen ke $88,70 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 27 sen jadi $103,69 per barel.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-naik-tipis-ditopang-koreksi-dollar.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-naik-tipis-ditopang-koreksi-dollar.html

Tanggal July 20, 2012 / 2:56 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei di akhir perdagangan pekan ini mengalami penurunan menyusul aksi ambil untung yang dilakukan investor setelah diawal pembukaan mendapat support dari laporan keuangan korporasi AS.

Masalah perlambatan ekonomi global kembali membayangi karena kekhawatiran mengenai Spanyol dan kejatuhan tingkat bunga di kawasan zona euro. Permintaan yang rendah dalam lelang kemarin mendorong yield obligasi Spanyol kembali ke atas 7%, meningkatkan keraguan apakah Madrid bisa menghindari bailout besar. Dalam lelang obligasi tenor tiga, lima dan tujuh tahun, Spanyol berhasil mengumpulkan 2,98 miliar euro, dekat target 3 miliar euro. Tapi yield ketiganya naik tajam, mencerminkan investor menuntut return lebih tinggi karena faktor risiko.

Selain itu,  data ekonomi AS yang kurang menggembirakan.  Existing home sales turun 5,4%, melawan prediksi naik 1,5%. Data lainnya, seperti initial jobless claims, Philadelphia Fed dan Leading Indicator juga mempertegas perlambatan ekonomi AS. Serangkaian data ekonomi AS yang makin memperlihatan perlambatan, membuat sentimen positif terhadap indeks utama Wall Street tidak terlalu agresif kendati salah satu komponen indeks, seperti SP 500 menorehkan level tertingginya dalam 2,5 bulan berkat kinerja keuangan korporasi,

Indeks Nikkei ditutup jatuh 125,68 poin, atau 1,43%, ke posisi 8.669,87, dimana dalam minggu ini telah turun 0,6%. Sementara indesk Topix merosot 1,8% ke posisi 733,82, merupakan penurunan terbesar sejak 28 tahun terakhir yang sempat dicatatkannya 4 Juni lalu. Sedangkan Nikkei kontrak berjangka ditutup pada 8670 atau turun 115 poin, dengan posisi tertinggi 8790 dan terendah 8650.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/cemaskan-ekonomi-global-nikkei-tumbang.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/cemaskan-ekonomi-global-nikkei-tumbang.html

Tanggal July 13, 2012 / 2:00 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Pertumbuhan ekonomi China melambat substansial di kuartal kedua akibat merosotnya aktivitas perdagangan dan manufaktur di tengah lesunya ekonomi global. Situasi tersebut semakin memaksa Beijing untuk meluncurkan stimulus dalam rangka mengamankan kinerja ekonomi di paruh waktu kedua tahun ini.

PDB selama kuartal kedua tumbuh 7,6% dari periode sama tahun lalu, dilaporkan oleh Biro Stastistik (NBS) hari ini di Beijing. Angka itu lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang 8,1% dan terendah dalam tiga tahun terakhir. Dengan ini, maka sudah enam kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi China melambat. Tapi secara per kuartal, PDB tumbih 1,8%, lebih tinggi dari prediksi 1,6%. Selama semester pertama 2012, PDB tumbuh 7,8%, lebih rendah dari periode sama tahun lalu yang 9,6%.

Data ini krusial bagi pasar karena sebagai ekonomi terbesar kedua dunia, China memainkan peran penting dalam pemulihan ekonomi global. Perlambatan tidak hanya terjadi di China, tapi juga di emerging markets lainnya seperti Brazil, Rusia dan India. Laporan ini disambut baik oleh pasar karena tidak mengindikasikan hard landing. Tapi memperkuat ekspektasi  pemerintah perlu melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter dan fiskalnya dalam rangka mencegah perlambatan lebih dalam.

“Menurut saya, kinerja itu sudah masih sesuai prediksi pasar dan mengurangi kecemasan ekonomi akan jatuh ke bawah 7%,” kata Jiang Chao, analis dari Guotai Junan Securities di kutip Reuters. “Tapi angka itu dekat dengan target minimum pemerintah 7,5%, ini berarti Beijing harus melonggarkan kebijakan lebih lanjut untuk merangsang pertumbuhan. “Pemimpin China kemungkinan akan terbuka untuk meluncurkan kebijakan fiskal dan moneter dalam rangka menggenjot pertumbuhan di semester kedua tahun ini,” kata Eswar Prasad, pengamat dari Brookings Institution dikutip oleh Dow Jones Newswire. “Menjelang peralihan kepemimpinan, mencapai target pertumbuhan tentunya menjadi prioritas,” tambahnya.

Sementara itu data lainnya yang dirilis bersamaan dengan PDB, menunjukkan penjualan ritel tumbuh 13,7% selama Juni dari tahun lalu, di atas  prediksi  13,5%. Aset investasi tetap meningkat 20,4% di bulan itu, lebih tinggi dari prediksi 20,0%. Sayangnya produksi industrial hanya naik 9,5%, lebih rendah dari prediksi 9,8%.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/pdb-china-tumbuh-76-terendah-sejak-2009.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pdb-china-tumbuh-76-terendah-sejak-2009.html

Tanggal July 09, 2012 / 3:07 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei mencatat kejatuhan terbesarnya dalam sebulan terakhir hari ini setelah data machinery orders Jepang menambah kecemasan soal ekonomi global yang dipicu laporan ketenagakerjaan AS.

Meski data machinery orders Jepang berfluktuasi, penurunan sebesar 14,8% selama Mei dari bulan sebelumnya, terbesar sejak April 2005, mengejutkan pelaku pasar. Menurut analis, data itu menambah kecemasan akan dampak krisis utang Eropa terhadap ekonomi Jepang. Selama ini perusahaan Jepang memperkirakan pertumbuhan laba antara 10-15%, dengan penurunan tajam orders itu, proyeksi tersebut kemungkinan harus berubah.

Sentimen pasar juga jatuh karena data yang menunjukkan inflasi China melambat ke 22,% selama Juni, terendah dalam 29 bulan terakhir, dari 3% di Mei.  Data ini datang menyusul laporan payroll AS yang memperlihatkan pertumbuhan lapangan kerja hanya sebesar 80.000. Semua data itu dijadikan bukti terbaru ekonomi dunia semakin melambat.

Indeks Nikkei ditutup melemah 1,4% di 8.896,88, mencatat kejatuhan harian terbesar sejak 8 Juni dan berada di zona merah untuk tiga sesi berturut-turut. Meski beberapa pelaku pasar memandang kejatuhan indeks Nikkei sebagai fase koreksi setelah penguatan selama lima minggu berturut-turut, pertanda ekonomi global memburuk bisa menghapus rally sejak Juni itu. Sedangkan indeks Topix turun 1,0% ke 763,93.

Sementara itu di Seoul, indeks Kospi juga berakhir negatif hari ini, tergelincir ke level terendah dalam seminggu terakhir, menyusul data ketenagakerjaan AS yang menambah kecemasan soal ekonomi global. Data yang lebih buruk dari prediksi itu memicu aksi jual pada saham musiman dan sentisif dengan pertumbuhan. Indeks Kospi ditutup melemah 1,2% ke 1.836,13.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-anjlok-141.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-anjlok-141.html

Tanggal July 06, 2012 / 10:32 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Harga emas kembali tumbang pada penutupan New York Kemarin. Rally dollar yang dikombinasi dengan kecewanaya pasar terhadap bank sentral AS yang tidak memberi sinyal akan adanya stimulus secara agresif menjadi pemicu utama penurunan.
Sebelumnya, harga emas sempat naik ke level tertingginya di 1,623.80 setelah secara tak terduga China menurunkan suku bunganya ke 6%. Namun rally emas terhenti setelah investor khawatir bahwa data ketenagakerjaan AS yang bagus akan memupuskan harapan adanya stimulus.
Lapangan kerja sektor swasta tumbuh lebih besar dari yang diperkirakan, yaitu sebesar 176.000. Survei sebelumnya memperkirakan bahwa kenaikan hanya sebesar 108.000 untuk bulan Juni.Rilisan data tersebut sekaligus mampu meredam kekhawatiran buruknya lapangan kerja di AS.
Sentimen emas makin diperberat dengan menguatnya mata uang dollar setelah ECB memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%. ECB memangkas rate-nya sebesar 25 bps menjadi 0,75%, sesuai prediksi. Ini pertama kalinya dalam sejarah ECB menetapkan rate di bawah 1%.  Tapi pasar terkejut dengan keputusannya menurunkan bunga simpanan menjadi nol persen. Para analis memandang pemangkasan itu juga berarti ke depan akan ada penurunan bunga acuan lanjutan. Apalagi Presiden ECB Mario Draghi menyampaikan pernyataan yang dovish, memberi tekanan ekstra ke euro. Draghi mengatakan ancaman terhadap pertumbuhan semakin terlihat, mengindikasikan pihaknya akan melanjutkan siklus pelonggaran pada semester kedua tahun ini.
Fokus pasar kini tertuju ke data ketenagakerjaan AS yangakan diumumkan malam nanti. Data payroll diperkirakanakan menunjukkan lapangan kerja tumbuh 95.000 selama
Juni. Angka di bawah 100 ribu selalu dianggap buruk.
Data payroll tersebut akan menentukan arah pergerakan emas. Hasil buruk dari data ketenagakerjaan tersebut bisa mencuatkan spekulasi akan adanya isu stimulus tersebut.
Sementara dari sisi teknikal terlihat bahwa emas sangat sulit menembus pertahanan resistance di $1.625. Pola long black candlestick yang dipadu dengan stochastic yang dead cross di area overbought, telah memunculkan sinyal negatif bagi emas.
Kami melihat bawah saat ini emas akan kembali menguji support-nya di $1.587. Jika ditutup di bawah level tersebut, maka penurunan bisa berlanjut untuk meraih kembali area %.1.558 – $1.547.
Sementara trend bullish hanya akan didapat jika emas kembali mampu bergerak di atas level $1.625, untuk fokus pada kenaikan menuju area $1.632 – $1.640.50

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/harapan-stimulus-menipis-emas-ambruk.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/harapan-stimulus-menipis-emas-ambruk.html

Tanggal July 04, 2012 / 4:50 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Ada tiga data yang akan keluar di hari Kamis yang berhubungan dengan data Jobless Jumat. Pertama, ADP’s private-sector employment yang dilepaskan pada 08:15 ET dan diperkirakan bertambah 108.000 pekerjaan di sektor swasta. Ada juga data mingguan jobless claims pada pukul 8:30 am, di perkirakan 385.000, hampir sama dengan pekan lalu. Jumlah ADP ini dipandang sebagai semacam preview untuk data Jobless hari Jumat, meskipun sering tidak berkorelasi.
Klaim tersebut akan diawasi pasar karena dalam beberapa pekan terakhir, pasar menganggap sebagai tanda-tanda perlambatan ekonomi telah sedikit demi sedikit berlalu. Bagian akhir dari informasi hari Kamis adalah data ISM non manufaktur, keluar pukul 10 pagi, dan data ini harus menunjukkan peningkatan aktivitas pekerjaan di sektor jasa.
 
“Klaim telah merangkak naik. Jika angka klaim hasilnya mengejutkan dari sisi negatifnya, dan lebih rendah dari yang diharapkan, maka pasar akan lebih cenderung untuk berasumsi bahwa  secara umum ekonomi masih dalam fase perlambatan, “kata Joseph LaVorgna, kepala ekonom di Deutsche Bank.
Para ekonom memperkirakan laporan data jobless Juni dari pemerintah di hari Jumat menunjukkan hanya 95.000 pekerjaan baru yang ditambahkan, peningkatan yang masih lamban  tapi lebih baik daripada data payroll May sebesar 69.000.
“Saya kira kabar baiknya adalah kita semakin dekat ke titik di mana pasar akan menjadi terkejut dengan data yang lebih baik dari yang diharapkan. Kita melihat kejutan dalam indeks ekonomi, “kata LaVorgna, yang menambahkan bahwa hal itu mungkin mendekati titik perubahan.
“Saya rasa banyak data ekonomi yang dipengaruhi oleh pasar keuangan yang pada gilirannya telah dipengaruhi oleh kejadian di Eropa,” katanya.

LaVorgna tidak begitu optimis tentang data jobless Jumat esok dan forecast nonfarm payrolls hanya sebesar 75.000. Ia mengatakan dalam waktu dekat dan tidak akan terkejut melihat payroll yang  lebih rendah karena pola musiman. Dia mencatat penurunan serupa dalam dua musim panas lalu, tetapi ia mengatakan bahwa perkembangan di Eropa pekan lalu akhirnya dapat membantu perekonomian karena mereka harus meningkatkan kinerja pasar saham.
Data yang lemah juga mendukung pandangan bahwa The Fed mungkin akan memutuskan untuk melaksanakan program baru dari pelonggaran kuantitatif [CNBC menjelaskan] jika segala sesuatunya menjadi lebih buruk, dan pedagang melihat data jobless sebagai katalis potensial yang terbesar.
Hasil yang tidak begitu baik untuk KTT Uni Eropa pekan lalu, tapi pasar menanggapinya secara positif, ini merupakan sesuatu yang mengejutkan.Sikap yang spekulatif yang sifatnya hanya sesaat, koreksi pergerakan apabila dilihat dari teknikalnya atau memang ada sinyal reversal besar-besaran yang akan mendorong ke titik perbaikan?
 
EUR-USD
Untuk data Eropa, Final Services Purchasing Managers’ Index (PMI); Survei Bulanan untuk menilai kondisi bisnis seperti pekerjaan, order baru, pengiriman pemasok dan persediaan; 46,8 poin sama dengan survei bulan Juni.
Retail Sales menunjukkan nilai total penjualan di tingkat ritel, -1.0% pada bulan Juni menjadi 0,2% saat ini.
Final Gross Domestic Product (GDP), tidak ada perubahan dari kuartal terakhir.
Dapat terlihat dari teknikalnya dalam pergerakan candle monthly, bahwa dengan penutupan di area 1.2642 tidak menembus area 38% fibonacci chart monthly-nya (area 1.2696) dapat di simpulkan bahwa bulan Juni kemarin memang bulan koreksi, target untuk menembus area 1.2690 an masih ada dan kemungkinan target lanjutan dari koreksi ini ada di area 1.2806 (50% fibonacci chart monthly).
Analisa yang dapat ditarik dari hasil pergerakan bulan lalu adalah; apabila ada closing candle daily di antara area 38% – 50% pada 2 pekan di bulan July ini maka testing untuk reversal konfirmasinya ada di closing daily area 1.2860.
Sebaliknya apabila memang trem bearish yang telah terbentuk dan menguasai ‘risk appetite’ pasar akan berlanjut, break area 1.2470 merupakan sinyal dari kelanjutan tren bearish tersebut, kebalikan dari yang di atas bahwa kalau ada pergerakan rally ke arah area tersebut dalam 2 pekan di awal bulan July ini maka target selanjutnya di area 1.2121.
Prediksi Hari Ini dan Besok :
Buy                 : 1.2525, 1.2505                                  Sell              : 1.2626, 1.2666
TP                  : 1.2666                                          TP                : 1.2525
Stoploss            : 1.2450                                          Stoploss          : 1.2707
Resisten            : 1.2634, 1.2663
Support             : 1.2566, 1.2528
Range               : 1.2525 – 1.2666  

USD-JPY
Safe haven masih terus melekat pada yen, dan area 79.30 sangat krusial bagi yen dalam rally penguatannya.
Target penguatan yen dapat masif ke area 78.20, sebaliknya area 79.90 merupakan sinyal pelemahan yen, apabila ada closing di salah satu area tersebut maka sinyal pergerakan yen akan menentukan tren-nya setidaknya untuk jangka menengahnya.
Prediksi Hari ini :
Buy                 : 79.66, 79.25                                     Sell              : 80.10, 80.35
TP                  : 80.10                                            TP                : 79.50
Stoploss            : 79.00                                            Stoploss          : 80.80
Resisten            : 80.02, 80.22
Support             : 79.50, 79.19
Range               : 79.50 – 80.20      
 
GBP-USD
Untuk data Inggris, Services Purchasing Managers’ Index (PMI);  53,3 poin berkurang 0,3 poin dari bulan Juni.
Housing Equity Withdrawal, naik dari-8.5B pada kuartal terakhir ke-7.9B sekarang.
Tidak jauh berbeda dengan pergerakan euro, pound pun mengalami pergerakan koreksi selama bulan Juni, dan closing di area 1.5666, Secara teknikal terlihat apabila kita tarik fibonacci di bulan Juni bahwa area 1.5461 (61% fibonacci chart monthly) sangat krusial apabila tekanan bearish akan di pertahankan oleh pasar, apabila dalam 2 pekan di awal bulan July ini ada closing daily di dekat area tersebut maka target selanjutnya di area 1.5303 yang merupakan konfirmasi long term untuk tekanan bearis buat pound.
Sebaliknya apabila dalam 2 pekan di awal bulan ini ada closing di area 1.5808 maka target selanjutnya di area 1.6006….konfirmasi untuk reversal?
Prediksi Hari Ini :
Buy                 : 1.5630, 1.5590                                  Sell              : 1.5686, 1.5717
TP                  : 1.5707                                          TP                : 1.5555
Stoploss            : 1.5555                                          Stoploss          : 1.5777
Resisten            : 1.5712, 1.5739
Support             : 1.5656, 1.5629
Range               : 1.5616 – 1.5747  

USD-CHF DAILY
Korelasi dengan pergerakan euro diperkirakan masih akan terus berlangsung, dan secara teknikal memang area 0.9666 menjadi resisten kuat yang sepertinya sulit untuk di tembus. Sebaliknya area 0.9422 (38% fibonacci chart monthly) sangat kuat sebagai area support.
Low kemarin di area 0.9431 dan closing di area 0.9461….apakah hari ini akan mencoba untuk break ke area 0.9365? dan closing di bawah area 0.9400?
Prediksi Hari Ini :
Buy                 : 0.9544, 0.9484                                  Sell              : 0.9606, 0.9666
TP                  : 0.9626                                          TP                : 0.9504
Stoploss            : 0.9444                                          Stoploss          : 0.9696
Resisten            : 0.9555, 0.9584
Support             : 0.9504, 0.9482
Range               : 0.9505 – 0.9666

AUD-USD
Untuk data Australia, Retail Sales, nilai dari seluruh penjualan di tingkat ritel, kemungkinan naik dari -0,2% pada bulan Juni menjadi 0,3% saat ini.
Suatu prestasi tersendiri buat Aussie di awal pekan bulan July ini dimana sinyal break area 1.03 sudah dimulai sejak pekan-pekan akhir di bulan Juni dimana 1.0030 di break. Pertanyaannya, dengan unchange di tingkat suku bunga Aussie apakah bulan July ini merupakan ‘uji coba’ direct cross mata uang antara Yuan dengan Aussie?
Area krusial ada di area 1.0333 dimana apabila dalam minggu ini ada closing daily di atas area tersebut maka target jangka menengah untuk Aussie di area 1.0444, sebaliknya tekanan Aussie akan kembali apabila 1.0150 kembali di break, hati-hati akan kedua area tersebut, karena belum ada katalis regional yang dapat menjadi penentu “risk appetite” jangka menengah untuk pergerakan Aussie.
Prediksi Hari ini :
Buy                 : 1.0190, 1.0152                                  Sell              : 1.0290, 1.0333
TP                  : 1.0303                                          TP                : 1.0151
Stoploss            : 1.0100                                          Stoploss          : 1.0393
Resisten            : 1.0307, 1.0334
Support             : 1.0239, 1.0199
Range               : 1.0150 – 1.0318

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-4-juli-2012.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-4-juli-2012.html

Tanggal June 01, 2012 / 1:30 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Untuk data  AS, Institute for Supply (ISM) Manufaktur Manajemen Purchasing Manager Index (PMI); Survei untuk menilai kondisi bisnis pada bulan lalu seperti employment, new orders, supplier deliveries dan sebagainya, di perkirakan sama dengan bulan lalu 54,1 poin, 0,7 poin lebih sedikit dari pada bulan April.
Non-Farm Employment Change, mengukur jumlah orang yang dipekerjakan selama bulan sebelumnya (di luar dari industri pertanian), kemungkinan naik dari 115K pada April menjadi 152K.
Unemployment Rate, total angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan (dalam prosentase), diperkirakan tidak ada perubahan dari bulan lalu dan akan tetap 8,1%.
Average Hourly Earnings, biaya untuk tenaga kerja di sektor bisnis (tidak termasuk industri pertanian), diperkirakan terjadi kenaikan sebesar 0,2% saat ini.
Core PCE Price Index, perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen (di luar produk makanan dan energi), tetap seperti pada April 0,2%.
Personal Spending, nilai seluruh pengeluaran konsumen pada bulan lalu, kemungkinan tidak ada perubahan sebesar 0,3%.
 
Pertumbuhan sektor lapangan kerja di AS pada bulan Mei ini cenderung lamban dan jauh di bawah ekspektasi percepatan pada kuartal pertama ini.
Itu bukan pertanda baik bagi perekonomian yang menunjukkan tanda-tanda ‘ketegangan’ di kalangan pelaku pasar dan sifatnya sangat tak terduga dalam aplikasinya di pasar, pada saat yang sama krisis utang Eropa [CNBC menjelaskan] mengancam pasar keuangan dan kepercayaan diri dari para investor.
Laporan dari sektor lapangan kerja di bulan Mei, pada pukul 8:30 am ET Jumat, diperkirakan menunjukkan sekitar 150.000 pekerjaan bertambah pada bulan Mei, di atas itu 115.000 di bulan April, namun masih di bawah 200.000 di tambah dilaporkan awal tahun ini. Tingkat pengangguran [CNBC menjelaskan] diperkirakan akan terus stabil pada 8,1 persen.
Laporan pekerjaan di bulan Mei telah diantisipasi sebagai bagian yang penting dari informasi pertumbuhan ekonomi AS, yang dipandang lebih kuat dari Eropa dan bagian lain di dunia. Namun, serangkaian data telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan China terus melambat dan lebih mengkhawatirkan lagi adalah Eropa menempatkan perekonomian AS di jalur lambat.

Kesimpulan pertama, bahwa data Non-Farm employment dan unemployment rate menjadi sangat krusial buat pergerakan pasar FX, pergerakan indeks USD sampai saat ini telah mencapai 83.31 (indeks reuters) ada dua asumsi; pertama, apakah itu merupakan pergerakan antisipasi? Yang kedua, atau memang suatu refleksi keadaan dari stabilnya kedua data tersebut semenjak awal tahun 2012?
Secara teknikal sangat sulit untuk dapat di prediksi ke arah mana USD akan bergerak bila di tinjau dari perkembangan dari kedua data tersebut, yang dapat di antisipasi adalah; dari hasil yang keluar nanti malam maka proyeksi pergerakan FX dalam jangka menengah akan terlihat.

Kesimpulan kedua, bahwa data tersebut apakah dapat merefleksikan secara nyata tingkat pertumbuhan ekonomi AS? Bila di singkronkan dengan fluktuasi pasar saham AS dan mata uang? Atau hanya politisasi pasar menjelang pemilu?

Rekomendasi
EUR-USD
U
nemployment Rate, nilai persentase total angkatan kerja yang mencari pekerjaan, kenaikan sebesar 0,1% dari April hingga 11%.
Closing area yang terus turun sebesar lebih dari 25% sampai 50% tiap pekan-nya merefleksikan ‘risk appetite’ pasar terhadap situasi keuangan di zona euro, Secara teknikal bottom area untuk memastikan pergerakan koreksi masih jauh dikarenakan belum adanya alasan pasar untuk itu dan di perparah oleh belum adanya katalis fundamental yang dapat mendorong euro untuk memasuki “season correction”, apakah bulan Juni nanti?
Apakah low di bulan July 2010 (1.2192) menjadi target selanjutnya di bulan Juni? Atau menjadi target area ‘bumping’ untuk koreksi di pekan pertama bulan Juni?
Dapat di asumsikan bahwa data Non-Farm employment dan unemployment rate AS hari ini merupakan sinyal dari kelanjutan atau awal dari pergerakan koreksi euro.
Target hari ini apabila penguatan USD testing ke area 83.83 maka euro dapat kembali tertekan ke area 1.2280. Sebaliknya area 1.2410 menjadi sinyal koreksi ke target area 1.2555.

Rekomendasi :
Buy            : 1.2275, 1.2222    Sell             : 1.2360, 1.2460
TP              : 1.2555                  TP               : 1.2190
Stoploss   : 1.2160                  Stoploss    : 1.2490

Resisten       : 1.2411, 1.2465
Support         : 1.2279, 1.2223
Range           : 1.2202 – 1.2404

 
GBP-USD
M
anufacturing Purchasing Manager Index (PMI); Survei Bulanan untuk mengukur kondisi bisnis, turun 0,8 poin dari April menjadi ke 49,7 poin sekarang.
Halifax House Price Index (HPI), Halifax Bank of Scotland (HBOS)  perubahan harga di sektor perumahan selama satu bulan terakhir kemungkinan akan tetap sama dengan laporan terakhir.
Closing untuk candle untuk bulan Mei di area 1.5358 menjadi krusial bagi pound dalam kelanjutan tekanan tren bearish-nya, dan dalam ekspektasi jangka menengahnya di area 1.5252 dan sebaliknya sinyal koreksi di area 1.5565.
Hati-hati juga pada area 50% fibonacci monthly di area 1.5274, apakah menjadi target jangka menengah buat pound?

Rekomendasi :
Buy             : 1.5290, 1.5252    Sell             : 1.5404, 1.5444
TP              : 1.5555                   TP               : 1.5270
Stoploss   : 1.5200                   Stoploss    : 1.5500

Resisten       : 1.5428, 1.5497
Support         : 1.5333, 1.5260
Range           : 1.5222- 1.5420
 

AUD-USD
P
royeksi pergerakan Aussie apakah sudah mencapai ‘monthly projection’? Dimana 50% fibonacci monthly ada di area 0.8850…..terlalu jauh memang tetapi apabila dilihat dari situasi dan katalis fundamental secara global dapat dimungkinkan, apalagi situasi perkembangan dari laporan pertumbuhan ekonomi china terus memburuk.
Untuk jangka menengahnya proyeksi koreksi ada di area 0.9850, area tersebut merupakan sinyal koreksi setidaknya dalam pekan pertama bulan Juni, apabila ada closing daily di atas area tersebut koreksi penuh meski sempit ke area 0.9990 sampai 1.0050.
Sebaliknya apabila hari ini closing di bawah area 0.9648 maka target area untuk jangka menengah di area 0.9575…..

Rekomendasi :
Buy            : 0.9590, 0.9555    Sell             : 0.9730, 0.9787
TP              : 0.9707                  TP               : 0.9555
Stoploss   : 0.9500                  Stoploss    : 0.9830

Resisten       : 0.9721, 0.9770
Support         : 0.9623, 0.9575
Range           : 0.9555 – 0.9777
 

USD-CHF
R
etail Sales, nilai total penjualan di tingkat ritel (terlepas dari produk automotif dan pompa bensin), turun sebesar 0,6% dari April menjadi 3,6% saat ini.
Schweizerischer Verband fur Materialwirtschaft und Einkauf (SVME), Purchasing Managers’ Index (PMI);  survei bulanan manajer dalam menilai kondisi bisnis termasuk, production, prices, supplier deliveries dll, kenaikan diperkirakan dari 46,9 poin hingga 47,0 poin.
50% fibonacci monthly di area 1.0160 apakah dapat di asumsikan target long term buat franc? Faktor pendorong pelemahan franc tetap pada korelasi pergerakan euro, dimana secara ‘klasik’ pergerakan franc berbalik dari euro, dan belum ada katalis fundamental dari zona euro yang dapat menguatkan asumsi untuk franc menjadi save haven kembali.
Area 0.9740 untuk hari ini dapat di jadikan sinyal dalam kelanjutan tren bullish franc, apabila closing hari ini (juga merupakan closing candle monthly) di atas area tersebut maka target area untuk jangka menengah ada di area 0.9925, apakah dapat di jadikan pijakan untuk koreksi?
Sinyal koreksi ada di area 0.9640…..dalam pekan awal bulan Juni esok ada closing daily di bawah area tersebut maka target koreksi di area 0.9404.

Rekomendasi :
Buy            : 0.9680, 0.9616    Sell             : 0.9810, 0.9838
TP              : 0.9777                  TP               : 0.9555
Stoploss   : 0.9565                  Stoploss    : 0.9888

Resisten       : 0.9745, 0.9777
Support         : 0.9675, 0.9635
Range           : 0.9696 – 0.9820

USD-JPY
W
eekly support di area 78.08 merupakan tahanan kuat, maka dapat dijadikan sinyal untuk reversal atau kalau tembus dan closing daily ada di bawah area tersebut target selanjutnya ada di area 77.50 untuk jangka menengah.
Sinyal koreksi ada di area 79.05, sulit untuk yen dapat kembali ke area 80.00 dimana pasar kembali menjadikan yen sebagai alternate investasi FX atau safe haven, indikasi BoJ dalam menyikapi ini masih belum ada tanda-tanda, tapi biasanya aksi intervensi dilakukan di awal pekan.

Rekomendasi :

Buy            : 78.50, 78.25        Sell              : 78.60, 78.90
TP              : 79.90                    TP                : 78.10
Stoploss   : 78.00                    Stoploss     : 79.30

Resisten        : 78.91, 79.48
Support         : 77.99, 77.63
Range           : 77.90 – 78.78

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-01-juni-2012.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha