Search Results : pertumbuhan ekonomi indonesia 5 tahun terakhir

Wall Street 002Dengan volume transaksi yang kecil dan pergerakan yang lambat, para pelaku pasar di Wall Street akan cenderung “wait and see” pada minggu ini, dan juga para pelaku pasar akan berprilaku sangat sensitif terhadap berita-berita negatif.

Saham pada minggu lalu ditutup dengan alami kenaikan walapun pasar masih di bayangi oleh kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi China. Kebijakan devaluasi mata uang China dan masih cenderung terjadinya sentimen jual pada produk komoditi ditambah juga dengan kekhawatiran akan terjadinya deflasi dan perlambatan ekonomi global berikan pengaruh negatif. Walaupun demikian ada indikasi yang cukup besar bahwa kondisi-kondisi tersebut belum mampu untuk membuat Fed lakukan penundaan kenaikan tingkat suku bunga acuannya yang diperkirakan akan dilakukan pada awal September mendatang.

Keputusan mengenai kapan waktu yang tepat bagi bank sentral Amerika untuk menaikkan tingkat suku bunga acuannya, yang merupakan kenaikan untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir masih terus menjadi perdebatan hangat, sehingga yang dapat dijadikan acuan bagi para pelaku pasar untuk saat ini hanyalah data ekonomi dan pertemuan Fed pada September mendatang.

Laporan FOMC minutes Fed untuk periode Juli di jadwalkan akan dirilis pada hari Rabu mendatang, dan ada kemungkinan yang cukup besar laporan tersebut akan berikan pengaruh besar terhadap pemikiran para pelaku pasar mengenai kebijakan suku bunga.

Selain dirilisnya laporan FOMC minutes, pada minggu ini juga akan ada dua orang petinggi Fed yang akan sampaikan testimoninya. Pertama dari Presiden Fed Minneapolis Narayana Kocherlakota pada hari Kamis di Kores Selatan, dan yang kedua dari presiden Fed San Francisco John Williams yang disampaikan pada hari yang sama, yaitu Kamis di Indonesia.

Ada indikasi yang cukup besar pernyataan Fed tersebut dan laporan FOMC minutes akan cenderung memicu sentimen jual saham, karena kondisi ekonomi global yang alami perlambatan pertumbuhan serta ketidak pastian kebijakan pengetatan moneter Fed. Volatilitas pergerakan yang tinggi juga sangat mungkin untuk terjadi.

Selain laporan-laporan berita dari Fed, pada minggu ini juga dijadwalkan akan dirilisnya sejumlah data-data ekonomi penting, termasuk diantaranya adalah data housing starts dan home sales pada hari Selasa. Data CPI akan dirilis pada hari Rabu dan data mingguan tenaga kerja jobless claims serta Philadelphia Fed survei akan dirilis pada hari Kamis.

Pada minggu ini juga akan ada sejumlah laporan keuangan perusahaan, seperti Wal-Mart, Home Depot, Lowe’s, Target dan GAP.

Kejatuhan harga minyak mentah menjadi topik perbincangan utama pada minggu lalu, setelah terjadinya kejatuhan harga kontrak minyak minyak mentah West Texas Intermediate sebesar 3,1 persen dan mencapai level harga terendahnya dalam enam tahun. Walaupun demikian, saham perusahaan-perusahaan sektor energi pada minggu lalu menjadi saham dengan kinerja pergerakan terbaik diantara sektor-sektor saham kapitalisasi besar SP.

Saham-saham sektor energi secara keseluruhan pada saat ini telah alami penurunan sebesar 30 persen dibandingkan tahun lalu.

Secara keseluruhan pada minggu lalu, sektor energi alami kenaikan sebesar 3,2 persen, sektor industrial naik 1,2 persen, dan sektor material naik 1 persen. SP 500 alami kenaikan sebesar 0,7 persen pada minggu lalu menjadi berada pada level harga 2.091, sedangkan Nasdaq cenderung bergerak flat dengan kenaikan kurang dari 0,1 persen.

Komoditi minyak mentah dan produk pertaninan pada minggu lalu ditutup dengan alami penurunan tetapi komoditi logam alami pemulihan, dengan emas yang berhasil naik sebesar 1,7 persen.

Indek nilai tukar dollar Amerika alami penurunan sebesar 1 persen pada minggu lalu, tetapi nilainya masih terlihat naik jika dibandingkan dengan mata uang negara-negara berkembang dan negara-negara penghasil komoditi seperti New Zealand.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk seminggu kedepan, yaitu:

Senin

Earning: Estee Lauder, Urban Outfitters, Agilent, Anglogold Ashanti

19:30 WIB: Empire State survey

21:00 WIB: NAHB survey

Selasa

3:00 WIB: TIC data

Earning: Wal-Mart, Home Depot, Medtronic, TJX Cos., Hain Celestial, Analog Devices, Dick’s Sporting Goods, La-Z-Boy

19:30 WIB: Housing starts

Rabu

Earning: Lowe’s, American Eagle Outfitters, Target, Staples, Hormel Foods, L Brands, NetApp, Synopsys

19:30 WIB: CPI

Kamis

1:00 WIB: FOMC minutes

Earning: Gap, Hewlett-Packard, Salesforce.com, Brocade, Mentor Graphics, Royal Ahold, Buckle, Madison Square Garden, Toro, Intuit

19:30 WIB: Initial claims

21:00 WIB: Existing home sales

21:00 WIB: Philadelphia Fed survey

Jum’at

Earning: Deere, Foot Locker, Ann

http://www.strategydesk.co.id/2015/08/weekly-outlook-china-commoditi-dan-pergerakan-dollar-amerika/

Strategydesk – Rupiah melemah atas dollar hari ini menjelang data pertumbuhan RI besok yang diperkirakan menunjukkan kelesuan ekonomi.

Rupiah 2PDB selama kuartal pertama diperkirakan tumbuh di bawah 5%, terendah dalam lima tahun. Prediksi beragam, mulai dari 4,6% sampai 4,9%. Tekanan atas rupiah selama beberapa hari terakhir memang datang dari ekspektasi angka PDB RI bakal rendah. Banyak kalangan yang memperkirakan kinerja pertumbuhan selama periode Januari-Maret mengecewakan akibat perlambatan global.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pertumbuhan di kuartal pertama mungkin di bawah 5% bila melihat kinerja laba emiten selama periode itu. Menurutnya, pertumbuhan baru bisa membaik di semester kedua. Ia memandang perlambatan tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di China.

Rupiah juga tertekan akibat rebound dollar yang dipicu oleh pernyataan dua pejabat the Fed. Loretta Master, Presiden distrik Cleveland, dan John Williams, presiden distrik San Fransisco, mengatakan bahwa kenaikan suku bunga pada Juni masih terbuka. Menurut mereka, data ekonomi dua bulan ke depan menjadi krusial dalam menentukan arah kebijakan.

Data yang paling menjadi sorotan adalah payroll, bila dua bulan ke depan bagus, kenaikan rate bisa dipertimbangkan.
Berdasarkan data Bloomberg rupiah melemah 0,30% ke Rp12.986 per dollar, dengan level terlemah di Rp13.030 dan terkuat di Rp12.941. Untuk besok, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp12.950-13.050.

http://www.strategydesk.co.id/2015/05/rupiah-terkapar-jelang-data-pdb/

Tanggal October 11, 2012 / 3:18 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunganya di 5,75% untuk ke delapan bulan berturut-turut, sesuai prediksi, di saat pertumbuhan domestik yang masih stabil meski terjadi perlambatan ekonomi global.

BI juga melakukannya di tengah pelemahan rupiah yang mengurangi ruang bagi BI untuk melonggarkan kebijakan meski di saat inflasi melambat. Keputusan ini diambil untuk mengimbangi kondisi eksternal sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi.

BI memperkirakan pertumbuhan domestik masih cukup walau tidak setinggi prediksi karena perlambatan ekonomi global. Oleh karena itu BI akan terus memantau perkembangan eksternal dan melakukan evaluasi mengenai dampak kebijakannya yang telah diambilnya serta melakukan penyesuaian lagi bila diperlukan.

Beberapa ekonom memperkirakan BI baru akan memperketat kebijakannya pada akhir tahun,  dengan menaikkan suku bunga simpanannya sebesar 25 atau 50 bps dari saat ini yang 4%. Hal ini bisa mengangkat nilai rupiah, yang telah melemah 5,5% atas dollar tahun ini. Kenaikan bunga fasilitas simpanan di BI, atau alat kebijakan lainnya, akan ditujukan untuk menstabilkan nilai tukar dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

Inflasi tahunan melambat jadi 4,31% pada September lalu, terendah dalam enam bulan terakhir, berkat penurunan permintaan pasca hari raya. BI menetapkan target inflasi di 3,5% sampai 5,5% untuk tahun ini. Ekspor Indonesia anjlok 24,3% pada Agustus dari tahun lalu, kontraksi terbesar sejak Juni 2009. Sedangan impor turun 8%, yang membuat neraca perdagangan surplus $249 juta.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/bi-masih-tahan-rate-di-575.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/bi-masih-tahan-rate-di-575.html

Tanggal January 20, 2012 / 2:51 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Setelah dua lembaga rating menaikkan peringkat Indonesia ke investment grade, diperkirakan semakin banyak dana asing yang mengalir.

Menteri Perdagangan sekaligus Ketua BKPM Gita Wiryawan mengatakan realisasi investasi total, uang yang benar-benar diinvestasikan oleh investor asing maupun domestik, diperkirakan meningkat 13% menjadi Rp. 285,5 triliun tahun ini.

Dalam pengumumannya kemarin, BKPM mengatakan investasi bisa meningkat selama beberapa tahun ke depan, dengan investasi asing dan domestik diperkirakan mencapai Rp. 400-500 triliun pada 2014. Selama 2011 saja, investasi asing langsung (FDI) melonjak 18,4% menjadi $19,28 miliar, sedangkan realisasi investasi naik 20,5% menjadi Rp. 251,3 triliun. Penanaman modal dari investor lokal meningkat 25,6% menjadi Rp. 76 triliun selama 2011, atau 30% dari totoal investasi selama tahun ini.

Pengumuman itu datang sehari setelah Moody’s Investor Service menaikkan rating Indonesia ke investment grade, sebulan setelah mendapat status itu dari Fitch Ratings.  Lembaga rating lainnya, Standard Poor’s (SP), diperkirakan akan segera menyusul.

Gita mengatakan kinerja ini terwujud berkat perbaikan iklim investasi baik di pemerintah baik di pusat maupun daerah, ditambah dengan upaya promosi yang gencar. Menurutnya, angka realisasi investasi selama 2011 berhasil melebihi target Rp. 240 triliun.

Singapura menempati tempat pertama, dengan menanamkan $5,1 miliar, atau 26,3% dari total investasi. Diikuti oleh Jepang dan AS, yang masing-masing mengucurkan $1,5 miliar. Untuk pertama kalinya Korsel masuk di lima besar, dengan menginvestasikan $1,2 miliar.  Gita memperkirakan invetasi dari Korsel bisa meningkat lagi.

Meski naik rating dan berbagai prestasi, pemerintah tidak mengubah target investasi tahun ini dari Rp.290 triliun, atau kenaikan 15,4% dari tahun lalu, sebagai antisipasi memburuknya prospek ekonomi global.

DI Indonesia, investasi mengkontribusi sekitar 20% Produk Domestik Bruto, sedangkan konsumsi mencapai 60%.  Para ekonom memang mengakui pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir ditopang oleh konsumsi domestik. Dalam rangka menarik investor asing, mereka menyebut Indonesia perlu menghapus beberapa hambatan, di antara kondisi infrastruktur yang buruk dan birokrasi yang rumit.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/naik-rating-dana-asing-makin-deras.html

Tanggal December 30, 2011 / 9:29 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Aksi window dressing yang terjadi mulai kemarin, diharapkan akan ‘mengantarkan’ IHSG untuk menguji kisaran resisten 3800-3825 pada perdagangan di hari terakhir pada tahun 2011 ini. Penutupan diatas kisaran resisten tersebut, akan membuka adanya harapan bahwa pada minggu-minggu pertama di tahun 2012 nanti, IHSG masih akan terus bergerak naik.
Tahun 2011 adalah tahun yang porak-poranda akibat krisis Eropa.  Untuk menatap kedepan, kita memang punya bekal yang lebih baik dibandingkan dengan banyak negara lain. Pertumbuhan Ekonomi yang kuat serta pertumbuhan fundamental emiten yang tetap solid adalah dua diantaranya. Akan tetapi, besarnya skala dari krisis Eropa, tetap menjadi penentu apakah kedepan pasar masih bisa kembali melesat, naik tinggi menembus level 4195, rekor tertinggi IHSG tahun ini, ataupun tidak.  Mari kita berharap bahwa solusi atas krisis Eropa, segera tercapai pada tahun 2012 nanti, agar IHSG terus bergerak naik, menuju kisaran resisten 4500-4800.
Kondisi bursa regional memang masih menjadi penentu. Dari posisi terakhir dari indeks Dow Jones Industrial, Indeks ini memang masih harus bisa ditutup diatas resisten 12303 dulu untuk bisa memberikan signal bahwa trend naik masih akan berlanjut. Mari kita berharap malam ini resisten tersebut bisa ditembus.

Global Outlook
J
elang tutup tahun, bursa AS berhasil mencatat hasil positif semalam berkat data ekonomi yang menunjukkan perbaikan di AS.Di tengah perdagangan di AS yang sepi karena menjelang akhir tahun, pembelian dollar oleh perusahaan AS menjadi salah satu faktor yang turut membenamkan euro dan menguatkan bursa saham. Selain itu, spekulasi satu atau lebih negara Eropa akan kehilangan rating topnya menambah derita euro.
Ditambah dengan adanya tanda-tanda bank Eropa masih enggan menggunakan pinjaman yang didapat dari ECB. Pelaku pasar sempat berharap bank akan menyalurkan dana itu untuk membeli surat utang pemeritah zona euro. Tapi kemarin ECB melaporkan jumlah dana yang diparkir oleh institusi keuangan di bank itu mencapai 452 miliar euro, rekor baru yang mengindikasikan bank ternyata justru menyimpan dana bukannya mengucurkan kredit atau membeli aset. 
Banyak investor yang keluar dari pasar dan pergi berlibur, yang kemungkinan akan membuat pergerakan bursa terjebak dalam range sempit akhir minggu ini.

Review IHSG
S
empat  terpuruk di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya rebound dan berhasil bertengger di atas area 3.800.
Investor masih diliputi kekhawatiran masalah Eropa, yang menghempaskan bursa Wall Street pada hari Rabu. Sentimen negatif dari bursa AS kemudian menjalar ke bursa regional, yang kemudian menyeret penurunan IHSG di awal sesi.
Namun, penurunan IHSG tersebut membuat kondisi indeks menjadi oversold, dan menarik minat investor untuk melakukan bargain hunting. Aksi tersebut kemudian berhasil mengangkat IHSG ke zona hijau.
Seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menghijau. Sektor-sektor  yang mencatatkan kenaikan tertinggi di antaranya: sektor infrastruktur yang naik 1,53%, sektor perdagangan yang naik 1,29%, dan sektor konstruksi yang naik 1,28%.
Menutup perdagangan, Kamis (29/12/2011), IHSG menguat  39,558 poin (1,05%) ke level 3.808,772. Sementara Indeks LQ 45 ditutup naik 7,415 poin (1,12%) ke level 671,107.
Saham-saham yang naik diantaranya Gudang Garam (GGRM), Astra Internasional (ASII), Indo Tambangraya (ITMG), dan United Tractor (UNTR).
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multibreeder (MBAI), Adira Finance (ADMF), Ace Hardware (ACES), dan Inti Agri (IIKP).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
embentukan white body pada candlestick  menunjukkan bahwa buyer kembali menguasai perdagangan. Pola tersebut juga menjadi sinyal positif bagi IHSG, yang didukung pula oleh indikator lainnya. RSI bergerak di area positif, sementara stochastic kembali berpeluang golden cross. Moving average pun masih terlihat uptrend. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini akan kembali menguji resistance kuatnya di 3.811, yang akan memberikan potensi kenaikan lanjutan menuju area 3.875. sementara itu, hanya penurupan IHSG di bawah 3.750 yang akan mengakhiri trend naik tersebut, yang bisa menghantarkan koreksi IHSG menuju area 3.700 – 3.666. Untuk hari ni, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.760 – 3.850.

R3    3913
R2    3863
R1    3836
   
Pivot    3786
   
S1    3759
S2    3709
S3    3682

Stock Pick
EXCL

S
ecara keseluruhan EXCL masih dalam trend bearish. Namun potensi rebound mulai terbentuk setelah harga mampu bertahan di atas support 4.150. Indikator RSI pun mulai bergerak uptrend sementara stochastic bullish crossover. Selain  itu, harga kini telah berada di atas MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek mulai berbalik naik. Harga saat ini masih tertahan di area 4.550. Penembusan resistance tersebut akan memberikan potensi kenaikan lanjutan menuju area 4.750 – 4.850.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 4.350, target 4.750
Support                : 4.350, 4.150
Resistance          : 4.750, 4.850

Rekomendasi
Stock Screener

“Selamat tinggal tahun 2011, semoga tahun 2012 nanti bisa lebih baik”

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-siap-uji-3800-3825.html

Tanggal September 14, 2011 / 5:38 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Rupiah terjungkal ke level terendah dalam 19 bulan terakhir karena meningkatnya keresahan pasar soal krisis utang Eropa akan memburuk, mengurangi permintaan mata uang emerging markets.

Defisit anggaran Yunani membengkak jadi 22% selama delapan bulan pertama tahun ini, meningkatkan spekyasi negara itu akan gagal memenuhi persyaratan yang dituntut untuk mendapat bailout.  Berita ini menambah kekhawatiran pasar yang sudah cemas dengan ancaman default di negara itu.

Rupiah juga tertekan setelah Bank Pembangunan Asia (ADB) menurunkan proyeksi pertumbuhan Asia. Menurut lembaga itu, PDB Asia di luar Jepang tumbuh masing 7,5%  di 2011 dan 2012 , lebih rendah dari proyeksi sebelumnya di April yaitu 7,8% dan 7,7%. Penurunan proyeksi ini mencerminkan dampak kelesuan ekonomi AS dan Eropa terhadap kawasan Asia.

Menambah tekanan ke rupiah, Bank Indonesia (BI) hari ini memberikan sinyal kemungkinan menurunkan suku bunganya karena ancaman perlambatan ekonomi dunia. Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warijiwo mengatakan pihaknya siap menyesuaikan suku bunga dan kebijakan moneter ke arah pelonggaran bila inflasi melambat dan ekonomi tumbuh lebih rendah dari proyeksi karena perlambatan global.

BI melakukan intervensi di pasar uang dan obligasi hari ini untuk meredam kejatuhan rupiah yang mencapai 2,6%. Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengakui intervensi itu agar rupiah tidak jatuh lebih dalam lagi. 
Dalam perdagangan hari ini, rupiah ditutup di Rp. 8.725 per dollar AS, melemah dari level penutupan kemarin Rp. 8.638.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rupiah-pun-terkena-imbas-eropa.html

Incoming search terms:

  • uang rupiah
  • rupiah
© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha