Search Results : permasalahan tenaga kerja di jerman

Tanggal February 06, 2012 / 9:44 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro sedikit terkoreksi hari ini karena pasar semakin cemas dengan terkatung-katungnya proses penyelesaian masalah utang Yunani, seiring dekatnya tenggat waktu bagi negara itu untuk mendapatkan keputusan soal bailout kedua.
Euro rentan sebelum pemimpin Yunani menjawab tuntutan kreditor internasional soal langkah-langkah ekonomi. Koalisi Yunani harus mengatakan ke Uni Eropa hari ini apakah menerima persyaratan ketat dari bailout senilai 130 miliar euro dalam rangka menghindari default berantakan. Para pemimpin Yunani harus menyediakan jawaban atas tuntutan dari Uni Eropa, ECB dan IMF mengenai langkah-langkah penghematan, termasuk pemotongan upah.
Di sisi lain, negosiasi antara Yunani dan kreditor swasta mengenai restrukturisasi belum juga tuntas. Meski para pejabat Eropa mengatakan proses negosiasi berjalan baik dan kesepakatan hampir dicapai, belum ada keputusan resmi. Berita terakhir menyebutkan pemotongan utang bisa mencapai 70% dan bunga obligasi baru nantinya 3,6%.
Pada jam 09:15 WIB, euro bertengger di $1,3090, turun dari level penutupan New York akhir pekan lalu $1,3142. Terhadap yen, euro jatuh ke 100,23 dari 100,63.Tapi kejatuhan euro masih dapat diredam, indikasi pasar masih berharap kesepakatan akan tercapai. Oleh karena itu, euro masih mampu bertahan  di atas $1,30.
Faktor yang men-support euro adalah harapan deal dapat terwujud.  Bila kesepakatan tercapai, euro bisa rally. Tapi rally itu akan terhenti bila pasar nantinya melihat pelaksanaan deal itu tidak akan mulus dan mudah, atau ada permasalahan. Kekhawatiran mengenai Yunani cukup besar sampai data ketenagakerjaan AS yang bagus pun tidak mampu menutupinya.
Data itu memperlihatkan sebanyak 243.000 lapangan kerja tercipta selama Januari, yang membuat tingkat pengangguran turun ke 8,3% dari 8,5%. Data ini menjadi bukti baru ekonomi AS sedang melanjutkan pemulihannya. Karena itu, mengurangi kemungkinan the Fed melaksanakan Quantitative Easing (QE).   Data ini juga membantu dollar menguat terhadap yen hingga 76,74 akhir pekan lalu. Sedangkan indeks dollar bergerak di atas 79,00 dengan euro tertekan hari ini. 
Sembari menantikan hasil pertemuan Yunani dan troika (Uni Eropa, IMF dan ECB), pasar mencermati data factory orders Jerman dan sentimen investor zona euro hasil survei Sentix. Selama tidak ada perkembangan berarti dari Yunani, data yang bagus pun tidak akan membantu euro. Tapi euro bisa semakin tertekan bila data itu buruk sekali.
Mengenai mata uang lain, aussie terkoreksi hari ini setelah data penjualan ritel Australia turun 0,1% selama Desember. Selain itu, aussie juga terkoreksi menjelang keputusan suku bunga RBA besok. Meski kondisi ekonomi global membaik dalam dua bulan terakhir, indikator ekonomi Australia, termasuk lapangan kerja dan inflasi, turun. Maka dari itu, ada ekspektasi RBA akan memangkas suku bunganya besok sebesar 25 bps ke 4,0%.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-rentan-seiring-tenggat-waktu-yunani.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha