Search Results : perkembangan mata uang dollar

Strategydesk – Kondisi ekonomi global beragam tahun ini, diwarnai dengan pesatnya pemulihan ekonomi AS yang berhasil menutupi perlambatan di Eropa, Jepang dan China. Selanjutnya, bagaimana prospek ekonomi di 2015?

Fundamental positif diperkirakan masih menyertai momentum perbaikan ekonomi global di 2015. Menurut proyeksi dari IHS, pertumbuhan global akan naik menjadi 3% dari estimasi 2,7% untuk tahun ini. Seperti dikutip oleh CNBC, berikut 10 prediksi ekonomi dari IHS

US Economy1.    Ekonomi AS masih unggul
Ekonomi terbesar dunia ini akan terus mengungguli negara maju lainnya, didukung oleh permintaan domestik, terutama pembelanjaan konsumen. Faktor yang mendukung pembelanjaan konsumen, yang merupakan 70% aktivitas ekonomi, masih positif, termasuk pertumbuhan lapangan kerja dan harga energi rendah. IHS memprediksikan ekonomi akan tumbuh antara 2,5% dan 3,0% tahun depan.

2.    Eropa masih memprihatinkan
Ekonomi Eropa masih berjuang dengan rendahnya lapangan kerja. Tapi kombinasi penurunan harga minyak, depresiasi euro dan perbaikan fiskal, dan kebijakan moneter akomodatif mungkin bisa membantu pertumbuhan. Menurut IHS, ekonomi blok mata uang itu akan tumbuh 1,4% di 2015, perkembangan dari 0,8% tahun ini.

3.    Jepang pulih dari resesi
Setelah resesi keempat dalam enam tahun, ekonomi Jepang akan bangkit di 2015, meski hanya sekitar 1%. Menurut IHS, pelonggaran dari BOJ dan stimulus pemerintah, ditambah dengan harga energi rendah akan membawa pertumbuhan kembali positif.

4.    China masih melambat
Pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal kemungkinan belum cukup untuk mencegah pertumbuhan semakin melambat, dengan perkiraan HIS bisa menuju ke 6,5% tahun depan. Meski masih jauh di atas rata-rata negara dunia, tingkat pertumbuhan itu dianggap rendah dalam standar Beijing.

5.    Ekonomi Emerging Markets Variatif
Sebagian besar negara berkembang akan membaik di 2014, berkat harga minyak yang rndah, likuiditas global dan pertumbuhan di AS. Emerging market di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun khusus Rusia, ekonominya menderita karena sanksi, penurunan harga minyak dan arus modal keluar.

 

6.    Harga komoditas masih merosot
Minyak sudah anjlok 40% sejak musim panas lalu di tengah merosotnya permintaan dan berlimpahkan pasokan. Menurut HIS, China masih menjadi kunci permintaan, maksudnya bila ekonominya semakin melambat berarti harga terancam semakin turun. Lembaga itu memperkirakan harga komoditas akan turun 10% tahun depan.

7.    Ancaman disinflasi
Tekanan disinflasi lebih terlihat di negara maju, sebagai akibat penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi. Keculi di negara berkembang, seperti Rusia, yang nilai tukarnya anjlok, menyebabkan inflasi.

8.    The Fed yang pertama menaikkan suku bunga
The Fed, Bank of England (BOE) dan Bank of Canada (BOC) merupakan negara maju yang menaikkan suku bunganya di 2015. Tapi the Fed lebih dulu, dengan kemungkinan menaikkannya pada Juni.  Kemudian diikuti oleh BOE di Agustus dan BOE pada Oktober. Sebaliknya, ECB dan BOJ, PBOC justru melakukan pelonggaran lanjutan, melalui pemangkasan suku bunga atau menyediakan likuiditas melalui pembelian aset.

9.    Dollar masih raja
Dollar masih melanjutkan dominasinya yang didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga. Selain itu, antisipasi akan kemungkinan stimulus tambahan dari ECB dan BOE, berarti euro dan yen akan terus depresiasi di 2015. Menurut HIS, nilai tukar euro akan jatuh ke $1,15-1,20 pada musim gugur 2015, dengan dollar/yen diperdagangkan di kisaran 120-125.

10.    Berkurangnya risiko penurunan (downside risk)
Pemulihan ekonomi global selama ini terganggung oleh banyak kutukan, termasuk besarnya utang di sektor publik maupun swasta, yang memaksa banyak pemerintah dan perusahaan deleveraging. Tapi di beberapa negara masalah ini tidak lagi menghambat pertumbuhan, terutama di AS dan Inggris, tercermin dari angka PDB-nya.

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/10-prediksi-ekonomi-2015-apa-saja/

Jakarta, Strategydesk – Dollar terkoreksi kemarin setelah berhasil menyentuh level tertinggi dalam empat tahun atas rivalnya karena data ketenagakerjaan AS yang gemilang. Namun hal ini tidak mengubah posisi dollar, yang masih merajai pasar mata uang dengan keunggulan prospek kebijakan moneter the Fed.

Data payroll Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan 321.000, terbesar sejak Januari 2012. Dengan ini, maka sudah sepuluh bulan berturut-turut lapangan kerja tumbuh di atas 200 ribu, terpanjang sejak 1994. Bahkan data Nopember dan Oktober direvisi naik, mengindikasikan pesatnya pertumbuhan lapangan kerja.

Karena data ini, dollar langsung reli yang membawanya ke level tertinggi dalam beberapa tahun terhadap mata uang lain. Prospek dollar masih bullish meski koreksi kemarin, di tengah ekspektasi the Fed bisa menjadi bank sentral negara maju pertama yang menaikkan suku bunga. Investor sudah menunggu rapat the Fed minggu depan, berharap adanya perubahan gaya bahasa. Dalam rapat terakhirnya tahun ini, ada harapan the Fed lebih condong hawkish dalam pernyataannya, sembari mengakui perkembangan ekonomi yang terlihat.

Untuk saat ini, dollar lebih cenderung konsolidasi. Indeks dollar berada di 89,18 setelah melemah 0,2% kemarin. Indeks masih berpeluang untuk meraih level psikologis 90. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 120,86 setelah koreksi 0,3% kemarin. Support terdekat ada di 118,75 dan kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 118,00. Atas franc, dollar berada di 0,9772 setelah menyentuh 0,9818 kemarin.

Beralih ke euro, mata uang tunggal Eropa itu rebound tipis setelah sempat jatuh ke level terendah dalam 2,5 tahun. Di tengah prospek ECB harus mengeluarkan stimulus, euro diperkirakan masih bearish, dengan target jangka menengah $1,20. Untuk saat ini, euro diperdagangkan di $1,2300, dengan support $1,2200.

Sterling juga berhasil rebound kemarin, namun tren sepertinya belum berubah. Meski kondisi ekonomi dan kebijakan moneter Inggris tidaklah buruk, masih kalah dibandingkan AS. Dengan prospek seperti itu, target jangka menengah sterling adalah $1,5300. Hari ini, pound diperdagangkan di $1,5630 setelah menguat 0,4% kemarin.

Rekomendasi
EUR-USD
EUR SIGNAL 09-12-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 09-12-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 09-12-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 09-12-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 09-12-14

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/meski-koreksi-dollar-masih-merajai/

Tanggal January 11, 2013 / 11:42 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Emas mencetak penguatan terbesar harian untuk pertama kalinya di tahun ini. Logam mulia tersebut meroket hingga 1% pada penutupan perdagangan kemarin, terdorong sinyal bahwa European Central Bank tidak akan memangkas suku bunganya dalam waktu dekat ini.
Hasil rapat regular kemarin, ECB tetap mempertahankan suku bungan di 0,75%, sesuai dengan perkiraan. Namun yang mendorong sentimen adalah pernyataan Presiden ECB, Mario Draghi, yang mengatakan keputusan itu diambil secara bulat, tanpa adanya pembahasan mengenai pemangkasan suku bunga. Hal ini menandakan bahwa para anggota dewan belum melihat perlunya pelonggaran.
Pernyataan Draghi tersebut sekaligus mengisyaratkan bahwa ruang untuk kebijakan akomodatif masih terbuka, yang selama ini menjadi faktor pendorong kenaikan emas.
Draghi juga mengatakan pertumbuhan ekonomi zona euro akan pulih secara bertahap tahun ini, sembari memperingatkan risiko dan ketidakpastian masih membayangi prospek ke depan. Menurutnya, ekonomi zona euro belum sehat meski ada perkembangan signifikan dalam memperbaiki sistem finansial.
Faktor lain yang mendorong kenaikan emas adalah naiknya mata uang euro terhadap dollar serta melambungnya harga minyak dunia. Data ekspor China yang mengalami kenaikan menuju level tertinggi tujuh bulannya, juga turut mendongkrak sentimen.
Sementara itu, dalam perdagangannya hari ini di Asia, emas sedikit mengalami koreksi, namun masih mampu bertahan di atas support $1.664 – $1.665, yang sebelumnya menjadi resistance kuatnya. Trend jangka pendek emas yang sebelumnya flat, kini menjadi bullish seiring dengan penembusan resistance $1.664 tersebut.
Kami masih melihat ruang penguatan untuk menguji resistance di $1.679. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju area $1.683 – $1.687. Sedangkan sinyal negatif akan didapat jika harga bergerak kembali dibawah support $1.664.

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/emas-terangkat-oleh-pernyataan-draghi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/emas-terangkat-oleh-pernyataan-draghi.html

Tanggal November 09, 2012 / 10:04 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro masih terjebak dekat level terendah dalam dua bulan terakhir atas dollar hari ini setelah ECB mengatakan ekonomi zona euro masih jauh dari pulih.
Setelah mempertahankan suku bunga di 0,75%, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ekonomi beluam banyak menunjukkan tanda-tanda pemulihan meski kondisi pasar keuangan membaik. Menurutnya, aktivitas ekonomi blok mata uang itu tetap lemah, mengingat survei ekonomi terakhir tidak menunjukkan perbaikan sampai akhir tahun ini.
Draghi juga mengatakan inflasi akan jatuh ke bawah 2% tahun depan, indikasi ECB bersiap menghadapi memburuknya kondisi. Dalam kesempatan itu, Draghi juga mengatakan ECB sudah cukup membantu Yunani dengan beban utangnya dan tidak memberi jaminan ke Spanyol bahwa program pembelian obligasinya dalam menurunkan yield.
Menambah tekanan ke pasar, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeble mengatakan minggu depan masih terlalu dini untuk memutuskan kucuran dana untuk Yunani. Pernyataan itu semakin membuat pasar ragu menteri keuangan zona euro akan memberikan bailout ke Athena, yang akan kehabisan unang pada 16 Nopember nanti.
Menurut analis, pasar melihat masalah di Eropa dan pernyataan Draghi menegaskan buruknya masalah itu. Analis lain melihat pernyataan Draghi soal ekonomi dan inflasi membuka ruang untuk pemangkasan suku bunga meski ia mengatakan hal itu belum dibahas. Ekonomi Eropa butuh bantuan, kalau bukan dari ECB, siapa lagi.
Euro terancam terus melemah karena ekonomi Eropa terus memburuk. Data terbaru menunjukkan ekspor Jerman turun tajam, bukti krisis berdampak ke ekonomi terbesar Eropa itu.  Ditambah dengan ketidakpastian bailout Yunani dan Spanyol,  sulit bagi euro untuk bangkit. Suramnya prospek bisa membawa mata uang itu ke level $1,25-$1,24.
Euro kini berada di $2,767, setelah sempat jatuh sampai ke $1,2715, terendah sejak September. Support terdekat masih ada di $1,2695, kalau tembus akan mencoba ke $1,2634. Sedangkan resistance ada di $1,2817. Berdasarkan chart weekly, posisi euro saat ini telah menembus 38,2% retracement dari penguatan 22 Juli-9 September. Posisi 50% ada di $1,2603. Terhadap yen, euro bergerak di 101,54, setelah sempat jatuh ke 100,98, sedang menguji level 102. 
Berbeda dengan euro, sterling relatif stabil, setelah BOE mempertahankan kebijakannya, tidak menambah program pembelian obligasinya. Setelah data menunjukkan ekonomi Inggris keluar dari resesi, BOE sepertinya ingin duduk manis dulu mengamati perkembangan. Sterling berada di $1,5996, pulih dari $1,5926. Kalau berhasil ditutup di atas $1,60, target selanjutnya ke $1,6050.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tertekan-pasca-ecb.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tertekan-pasca-ecb.html

Tanggal November 07, 2012 / 10:15 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro terkoreksi lagi hari ini atas dollar menjelang voting parlemen Yunani untuk mengesahkan legislasi penghematan baru, setelah sempat berhasil rebound.
Pemerintah Yunani mengajukan proposal penghematan baru senilai 13,5 miliar euro yang dituntut oleh kreditor internasional. Persetujuan penghematan baru dalam APBN 2013 krusial untuk mendapatkan bailout 31,5 miliar euro dari IMF dan Uni Eropa yang ditahan sejak musim panas lalu. Tanpa dana itu, Yunani akan kehabisan dana pada 16 Nopember nanti dan semakin terancam keluar dari zona euro.
Tapi beberapa anggota koalisi tidak setuju dan ingin voting menolaknya. Di jalan, demonstran menggelar aksi protes menentang penghematan baru itu yang diambil dari gaji PNS dan tunjangan sosial lainnya. Di antaranya memperpanjang masa kerja 2 tahun sampai 67 tahun dan memotong tunjangan pensiun sebesar 15%.
Euro diperdagangkan di $1,2788, koreksi dari $1,2813. Support terdekat di $1,2736, atau 38,2% retracement penguatan Juli-September (chart weekly). Kalau tembus, akan mencoba ke 50%-nya di $1,2603.  Euro sempat jatuh ke $1,2761 atau terendah dalam dua bulan terakhir. Setelah menyentuh $1,3169, euro terus melandai.
Tidak ada faktor positif, outlook euro masih bearish. Dorongan dari rencana pembelian obligasi ECB sudah hilang, ini menekan euro. Tidak ada perkembangan berarti dari Spanyol, yang juga belum minta bailout. Kini ada masalah Yunani. Jadi bila voting gagal, euro akan jatuh. Kalaupun voting lolos, penguatan euro tidak akan lama.
Dollar menguat lagi atas rivalnya setelah sempat terkoreksi menyusul penguatan saham. Pasar sempat khawatir karena ketatnya persaingan, bisa terulangnya kasus pemilu 2000, di mana saat itu pemenangnya, antara George W. Bush dan Al Gore, harus ditentukan lewat Mahkamah Agung. Tapi masih sulit memperkirakan siapa yang menang pilpres ini dan bagaimana dampaknya terhadap pasar keuangan global.
Dengan Republik masih pegang kendali Kongres, kemenangan Obama dianggap bisa memperbesar kemungkinan jurang fiskal. Bila tidak ada kesepakatan, pemotongan anggaran dan kenaikan pajak otomatis senilai $600 miliar akan terjadi tahun depan. Bagi pasar mata uang, fokus utama jangka pendek adalah jurang fiskal. Tapi Romney dikenal anti QE dan tidak suka kebijakan Ben Bernanke. Sepertinya, pasar sendiri belum yakin mana yang bagus buat ekonomi, Obama atau Romney.
Indeks dollar kini stabil di 80,60, terus konsolidasi di level 80an selama tiga sesi terakhir. Dollar melemah tajam atas yen ke 79,88. Tapi level itu sudah dekat dengan 61,8% retracement penguatan 30 Oktober-5 Nopember. Support terdekat ada di 79,68, sedangkan resistance ada di 80,47. Terhadap franc, dollar stabil di 0,9430. Setelah tiga sesi terakhir, greenback bergerak di kisaran 0,9400-0,9460. 

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-dibayangi-voting-yunani.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-dibayangi-voting-yunani.html

Tanggal October 31, 2012 / 10:42 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro rebound atas dollar setelah Italia berhasil mengumpulkan banyak dana dalam lelang obligasi dengan yield yang lebih rendah. Tapi laju euro tetap terbatas di tengah ketidakjelasan bailout Yunani dan Spanyol.
Sentimen pasar membaik setelah permintaan solid dalam lelang Italia, yang menjual obligasi tenor lima dan sepuluh tahun dan yieldnya turun tajam. Roma mencapai target maksimum dalam penjualan itu, di mana menjual 3 miliar euro  obligasi tenor 10 tahun dengan yield 4,92%, terendah sejak Mei 2011, dan 4 miliar euro obligasi tenor 5 tahun dengan yield 3,80%.
Hasil lelang ini menunjukkan kekhawatiran investor sedang surut. Hasil ini juga menunjukkan bahwa kenaikan yield sebelumnya didorong oleh faktor eksternal dan terkait ketidakpastian di Yunani dan Spanyol. Politik domestik tidak banyak berdampak. Memang ada ketegangan antara Perdana Menteri Mario Monti dan kelompok oposisi yang dipimpin mantan PM Silvio Berlusconi soal kebijakan ekonomi.
Euro juga menguat berkat data PDB Spanyol,  yang menunjukkan hanya kontraksi 0,3% di kuartal ketiga, lebih rendah dari prediksi 0,4%. Data ketenagakerjaan Jerman, yang memperlihatkan pertumbuhan 20.000 di Oktober, juga mengangkat sentimen. Spanyol mengumumkan defisitnya berkurang selama September.
Yunani butuh kesepakatan komprehensif atas program penghematan baru untuk mendapat kucuran dana berikutnya sebelum kehabisan uang pada pertengahan Nopember. Sedangkan Spanyol sampai saat ini belum mengajukan bailout. Selama ini, ada spekulasi bailout Spanyol akan terjadi pada Nopember, bila sampai pertengahan bulan itu, belum jelas juga, euro akan kehilangan pijakan.
Tapi perdagangan kemarin lebih sepi karena ditutupnya bursa AS akibat Badai Sandy yang menerjang New York. Perdagangan kemungkinan akan dibuka kembali malam nanti.  Menteri Keuangan zona euro akan mengadakan konferensi pers hari ini untuk membahas perkembangan negosiasi bailout Yunani, namun tidak aka nada keputusan baru.
Euro diperdagangkan di $1,2963, menguji kembali level $1,30, yang menjadi resistance, sedangkan support minor ada di $1,2880. Selama sebulan terakhir, euro bergerak di $1,28-$,3165. Para analis melihat support kuat di Moving Average 200 hari ini $1,2830. Kegagalan bertahan di level itu, membuka jalan menuju perubahan tren.
Terhadap yen, euro bertengger di 103,08, bangkit dari level terendah dalam seminggu terakhir 102,13 kemarin, bertahan di atas Moving Average 200 harinya 102,00. Pelemahan kemarin membawanya ke 50% retracement dari penguatan 10-23 Oktober. Support ada di 102,33 dan resistance di 103,60, sebelum menuju 104.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/lelang-italia-angkat-euro.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/lelang-italia-angkat-euro.html

Tanggal October 25, 2012 / 10:17 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro mencoba bangkit hari ini setelah terpukul oleh serangkaian data ekonomi buruk dari Eropa. Namun, kesulitan karena kekurangan faktor pendukung.
Euro sempat jatuh ke level terendah dalam seminggu terakhir atas dollar menyusul serangkaian Eropa yang mengecewakan, di antaranya indeks manufaktur euro dan sentimen bisnis Jerman. Aktivitas manufaktur menunjukkan semakin dalamnya resesi, dengan pertumbuhan melambat di Jerman dan Perancis. PMI manufaktur Jerman anjlok ke 45,7 dari 48, sedangkan Perancis melorot ke 43,5 dari 44. Dengan ini, indeks PMI manufaktur zona euro turun k eke 45,3 dari 46,5.
Euro juga ditekan oleh data sentimen bisnis Jerman. Indeks iklim bisnis hasil survei Ifo itu turun ke 100 di Oktober, terendah dalam tiga tahun terakhir, dari 101,4 di September. Ini mengindikasikan pebisnis Jerman semakin pesimis dengan prospek ke depan. Data ini juga mengindikasikan ekspektasi ekonomi terbesar Eropa itu bisa kontraksi di kuartal keempat.
Menurut analis, semua data itu menjadi pengingat bagi pasar yang sepertinya lupa dengan begitu buruknya kondisi fundamental Eropa karena terlalu fokus pada manajemen krisis, seperti bailout dan rencana pembelian obligasi oleh ECB. Euro bisa mengurangi kejatuhan pasca pengumuman hasil rapat reguler the Fed oleh ketuanya Ben Bernanke.
Sayangnya, belum berita yang dapat dijadikan alasan untuk mengangkat euro lagi, yang kini bertengger di $1,2985, setelah anjlok ke $1,2918. Support terdekat ada di $1,2939, bila ditembus akan menguji $1,2900. Sedangkan resistance ada di $1,3000. Euro masih ditopang oleh ekspektasi Spanyol akan mengajukan bailout, yang dapat memulai program pembelian obligasi Spanyol.
Menguat terhadap euro, dollar ternyata melemah terhadap mata uang lainnya. Dollar melemah setelah the Fed mengatakan akan terus menjalankan program pembelian obligasinya dan tidak mengumumkan keputusan baru. Setelah mengambil tindakan agresif bulan lalu, mereka memilih wait-and-see dulu, bersantai sembari memantau perkembangan.
Sterling melesat sampai $1,6041, menjauhi level terendah dalam sebulan terakhir yang dicatat dua hari lalu. Data PDB Inggris kuartal ketiga akan diumumkan hari ini yang akan mempengaruhi pergerakan the cable. Target terdekat ada di $1,6080, yang harus ditembus untuk bisa menguji $1,61. Sedangkan support ada di $1,5990, selanjutnya di $1,5960.
Terhadap yen, dollar rebound setelah jatuh kemarin. Gagal menembus level 80,00 yen, dollar terkoreksi pada Selasa dan Rabu. Kini berusaha menguji lagi level itu, dan diperlukan katalis kuat untuk bsia menembusnya. Level itu masih menjadi resistance, dan support berada di 79,60. Setelah the Fed fokus utama pasar minggu ini adalah data PDB AS, yang akan diumumkan besok malam. Untuk hari ini, ada data durable goods orders dan pending home sales.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/pasca-data-buruk-euro-coba-bangkit.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pasca-data-buruk-euro-coba-bangkit.html

Tanggal October 19, 2012 / 2:11 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dolar AS kembali ditutup di kisaran 79.36 (indeks USD; reuters) kemarin. Setelah turun terhadap sebagian besar mata uang utama 2 hari yang lalu, mencapai tingkat terendah dalam hampir satu bulan berselang terhadap EUR, mengambil keuntungan dalam perdagangan saham yang mendorong investor untuk menyeberang ke dalam perdagangan mata uang berisiko. Dengan penutupan kemarin, pelemahan USD sedikit tertahan di dasar area psikologisnya yang selama ini sudah dipertahankan sejak pertengahan bulan lalu.
Koreksi yang telah mencapai level area 50% fibonacci chart daily (80.20 indeks USD;reuters) dan beberapa hari lalu kembali menyentuh area 78.94 memberikan sinyal kelanjutan dari pelemahan USD menuju sinyal area 78.60, sebaliknya sinyal untuk break tren bullish ada di area 79.79, apabila hari ini closing di bawah area 78.60 maka target konfirmasi pelemahan USD ke area 78.10, dimana euro kemungkinan akan kembali ke area 1.3480an.
Data pengangguran diharapkan memiliki dampak yang kuat pada mata uang AS. Hasilnya pun bisa menjadi kejutan. Dalam kasus apapun, para pelaku pasar tidak yakin bagaimana pasar akan bereaksi terhadap data tersebut (setidaknya data yang rilis sebelum pemilu). Sebuah laporan yang lemah bisa memberi dorongan pada risk aversion, meningkatkan Treasuries dan benar-benar membantu penguatan US Dollar. Kemudian lagi, hasil yang lebih baik dari yang diharapkan bisa dipandang sebagai tanda kekuatan ekonomi AS yang masih relatif, dan mengangkat Dollar. Atau bisa juga mendorong pengambilan risiko, pasar komoditas dan mata uang berimbal hasil lebih tinggi dibanding USD.
Tidak begitu signifikan-nya data yang akan keluar hari ini membuat teknikal akan berjalan untuk menutup pekan ini di wilayah area bottom pada pergerakan USD, tapi tekanan akan reaksi negatif masih akan terus diantisipasi para pelaku dalam melihat perkembangan katalis fundamental di ranah AS maupun Zona Euro dimana pada hari ini merupakan akhir dari EU Economic Summit yang hasilnya dapat menggerakkan pasar.

 
EUR-USD
P
enutupan hari ini dapat dilihat sebagai pijakan akan perkembangan dari pergerakan euro, strong resisten di area 1.3185 menjadi krusial apabila ada pergerakan dan menembus area tersebut, dan apabila ada closing daily di atas area tersebut maka konfirmasi akan kelanjutan tren bullish untuk euro akan berlanjut untuk testing ke area 1.3480 untuk jangka panjangnya, setidaknya sampai akhir tahun ini, sebaliknya area 1.2930 menjadi sinyal sideways dalam menunggu mengkonfirmasi katalis yang dapat menentukan arah ‘risk appetite’ pasar.
Dan apakah hasil dari EU Economic Summit membawa angin segar bagi perkembangan situasi di zona euro? Sangat tentatif dan perlu dilihat hasilnya.

Rekomendasi :
Buy                 : 1.2990, 1.2955    Sell             : 1.3175, 1.3190
TP                   : 1.3131                  TP               : 1.3003
Stoploss        : 1.2929                  Stoploss    : 1.3232

Resisten       : 1.3109, 1.3155
Support         : 1.3037, 1.3007
Range           : 1.3003 – 1.3131

 
GBP-USD
H
asil dari EU Economic Summit dapat menjadi salah satu katalis penggerak pound selain dari data Public Sector Net Borrowing yang diperkirakan mengalami penurunan menjadi £11.9B dari £12.4B.

Rekomendasi :
Buy                 : 1.6006, 1.5970    Sell             : 1.6111, 1.6141
TP                   : 1.6202                  TP                : 1.6030
Stoploss        : 1.5930                  Stoploss    : 1.6202

Resisten       : 1.6129, 1.6215
Support         : 1.5997, 1.5951
Range           : 1.5959 – 1.6111

 
AUD-USD
Rekomendasi :

Buy                : 1.0313, 1.0280    Sell             : 1.0414, 1.0444
TP                  : 1.0404                  TP               : 1.0303
Stoploss       : 1.0232                  Stoploss    : 1.0490

Resisten       : 1.0398, 1.0432
Support         : 1.0342, 1.0318
Range           : 1.0313 – 1.0444
 

USD-CHF
Rekomendasi :

Buy               : 0.9180, 0.9150    Sell             : 0.9280, 0.9310
TP                 : 0.9292                  TP                : 0.9191
Stoploss      : 0.9114                   Stoploss    : 0.9353

Resisten       : 0.9260, 0.9275
Support         : 0.9208, 0.9194
Range           : 0.9170 – 0.9292

USD-JPY
Rekomendasi :

Buy            : 79.20, 79.10        Sell            : 79.60, 79.80
TP              : 79.60                    TP              : 78.90
Stoploss   : 78.90                    Stoploss   : 80.00

Resisten    : 79.70, 79.96
Support      : 79.01, 78.76
Range        : 79.20 – 79.80                                                           

                                              

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-19-oktober-2012.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-19-oktober-2012.html

Tanggal October 19, 2012 / 10:13 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Yen jatuh ke level terendah dalam dua bulan terakhir atas dollar, bahkan enam bulan terhadap euro, hari ini di tengah ekspektasi BOJ akan melonggarkan kebijakan minggu depan.
Serangkaian laporan mengutip sumber mengatakan BOJ mempertimbangkan bertindak lagi dalam rapat regulernya pada 30 Oktober, mendorong pelaku pasar untuk menjual yen. Salah satunya dari Wall Street Journal (WSJ) yang menyebutkan BOJ diperkirakan mulai mempertimbangkan pelonggaran kebijakan lebih lanjut dalam rapat selanjutnya.
Dengan melonggarkan kebijakan, BOJ ingin berperan bersama pemerintah mencegah resesi. Dalam rapat nanti, BOJ diperkirakan menambah program pembelian asetnya sebesar 5-10 triliun yen. Dalam rapat itu, BOJ juga diperkirakan merevisi turun proyeksi ekonomi dan inflasi untuk tahun fiskal 2012-2013. Berita ini langsung mengangkat dollar dan euro atas mata uang Jepang itu. Kini pasar menunggu pidato Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa, yang diharapkan dapat memberi petunjuk lebih lanjut soal prospek kebijakan.
Nomura Foreign Exchange optimis BOJ akan mengambil tindakan, dan memprediksikan yen akan semakin melemah ke 80 bahkan bisa ke 82 per dollar pada akhir tahun. Dollar menguat sampai 79,44 yen kemarin, tertinggi sejak 21 Agustus, kini berada di 79,30. Resistance terdekat ada di 79,50, kalau tembus akan mencoba 79,70 dulu sebelum menguji 80,00. Sedangkan euro melesat hingga 104,12, tertinggi sejak 8 Mei, kini diperdagangkan di 103,72. Target selanjutnya ada di 104,30 kemudian baru ke 104,70.
Sementara itu, euro terkoreksi atas dollar setelah menyentuh level tertinggi dalam dua bulan terakhir dua hari lalu. Euro terkoreksi di tengah pertemuan Uni Eropa di Brussels. Namun pasar pesimis ada perkembangan berarti dalam pertemuan itu. Euro melepas penguatannya di saat KTT Uni Eropa dibuka, dengan Spanyol semakin dekat ke bailout, tapi Perancis dan Jerman masih berdebat soal wacana kesatuan fiskal dan perbankan.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pertemuan ini bukan saatnya pengambilan keputusan, tapi persiapan untuk ke sana pada Desember. Ini mengurangi ekspektasi akan adanya hasil kongkrit dalam waktu dekat. Maka itu, pertemuan tersebut kemungkinan hanya menghasilkan retorika. Tapi ekspektasi bailout Spanyol masih menjaga sentimen pasar.
Euro bertengger di $1,3072, turun dari $1,3120 kemarin. Posisi euro saat ini berada persis di 23,6% Fibonacci retracement penguatan 11-17 Oktober. Koreksi lanjutnya akan membawanya ke 38,2% di $1,3016, yang kini menjadi support terdekat. Kalau tembus, akan mencoba ke  50% di $1,2979. Resistance berada di $1,3137 (hi 17/10).

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/yen-tersungkur-euro-koreksi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/yen-tersungkur-euro-koreksi.html

Tanggal October 10, 2012 / 9:44 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar dan yen menjadi primadona karena pasar menjauhi risiko di tengah kecemasan mengenai perlambatan ekonomi global dan kinerja keuangan perusahaan.
Saham Asia mengikuti kejatuhan Wall Street semalam, dengan sektor teknologi Sektor teknologi dan komoditas menjadi sasaran utama setelah rating Intel diturunkan dan Rio Tinto menyampaikan peringatan akan prospek bisnis yang suram. Pelaku pasar pada dasarnya sedang menunggu laporan keuangan perusahaan AS untuk melihat gambaran mengenai dampak perlambatan ekonomi global terhadap laba.
Menurut analis, mata uang dipengaruhi oleh pergerakan saham. Bila saham berjatuhan, mata uang sepert euro dan sterling akan dijauhi. Apakah kondisi ini akan berubah tergantung pada reaksi pasar terhadap kinerja keuangan emiten. Ekspektasi akan kinerja keuangan rendah, jadi pasar akan menyambut baik kejutan positif, seperti laba lebih baik dari prediksi.
Namun, kalaupun ada dorongan positif, itu tidak akan besar karena masih ada kekhawatiran lain, yaitu perlambatan ekonomi dunia dan masalah Eropa. IMF kemarin memangkas proyeksi pertumbuhan global 2012 menjadi 3,3%, lebih rendah dari estimasi sebelumnya 3,5%. Angka terbaru merupakan yang terendah sejak 2009.
Di Eropa, belum ada perkembangan baru mengenai bailout untuk Spanyol. Eurogroup mengatakan Spanyol belum perlu dibantu. Rencana ECB membeli obligasi memang menjadi faktor yang menjaga euro dari kejatuhan lebih dalam, tapi bila Spanyol tidak mengajukan bailout, program itu takkan jalan, ini yang menghambat laju euro.
Kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi datang setelah beberapa lembaga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi  dunia, termasuk China. Di tengah ketidakpastian tinggi, pelaku pasar memutuskan untuk melepas aset berisiko dan beralih ke safe haven. Indeks Dollar menyentuh 80,26, tertinggi dalam sebulan terakhir. Terhadap yen, dollar stabil di 78,20. Greenback menguat atas euro, sterling, franc dan aussie.  Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,9424.
Euro diperdagangkan di $1,2841, setelah mencatat pelemahan terbesarnya dalam tiga minggu terakhir. Support kuat ada di level psikologis $1,2800, bila ini di tembus target selanjutnya ada di $1,2787. Terhadap yen, euro berada di 100,43.  Bila level psikologis 100 ditembus hari ini, target selanjutnya adalah support yang kuat di 99,50.
Sterling akhirnya jatuh ke bawah $1,60 untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir. Berada di $1,5983, pergerakan ke bawah akan membawanya ke $1,5930, sebelum menuju $1,59. Aussie berhasil stabil di $1,0196. Kisaran $1,0130-45 merupakan  support yang kuat untuknya, namun masih kesulitan menyentuh $1,0250.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/pasar-resah-dollar-yen-rally.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pasar-resah-dollar-yen-rally.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha