Search Results : perkembangan mata uang dollar

Strategdesk – Rupiah melanjutkan penguatannya hari ini, meski masih tipis, berkat perkembangan terkait Yunani. Namun

Rupiah 3Yunani mengajukan proposal ke kreditor kemarin dalam upayanya mendapat bailout dan mencegah malapetaka ekonomi menjelang tenggat waktu Minggu. Sebagai imbalannya, Yunani ingin mendapatkan bailout sebesar 53 miliar euro selama tiga tahun. Zona euro akan mempertimbangan proposal ini dalam pertemuan besok dan Minggu. Pasar kini menunggu resolusi untuk mengatasi krisis Yunani, yang mungkin dapat menghilangkan ketidakpastian yang menyelimuti ekonomi global.

Rupiah masih dibayangi oleh persepsi buruknya kondisi ekonomi RI. Agar rupiah bisa mengubah tren penurunannya diperlukan perbaikan kondisi fundamental. Pemulihan rupiah jangka panjang bergantung pada upaya pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi, termasuk mengurangi defisit transaksi berjalan, menjalankan proyek infrastrukturnya dan meningkatkan investasi.

Gubernur BI Agus Martowardjojo hari ini mengatakan permintaan dollar ternyata masih tinggi sampai bulan ini. Menurutnya, periode permintaan tinggi itu biasanya terjadi pada Mei-Juni. Ternyata sampai Juli pun permintaan masih tinggi, terutama untuk keperluan domestik. Oleh karena itu, ia menegaskan kebijakan BI kewajiban penggunaan rupiah perlu diterapkan untuk menjaga stabilitas mata uang RI.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 0,16% ke 13.312,50 per dollar, setelah bergerak dalam range Rp13.294-13.327. Untuk Senin, rupiha diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp13.280-13.380.

http://www.strategydesk.co.id/2015/07/isu-proposal-yunani-bantu-rupiah/

Strategdesk – Rupiah melanjutkan penguatannya hari ini, meski masih tipis, berkat perkembangan terkait Yunani. Namun

Rupiah 3Yunani mengajukan proposal ke kreditor kemarin dalam upayanya mendapat bailout dan mencegah malapetaka ekonomi menjelang tenggat waktu Minggu. Sebagai imbalannya, Yunani ingin mendapatkan bailout sebesar 53 miliar euro selama tiga tahun. Zona euro akan mempertimbangan proposal ini dalam pertemuan besok dan Minggu. Pasar kini menunggu resolusi untuk mengatasi krisis Yunani, yang mungkin dapat menghilangkan ketidakpastian yang menyelimuti ekonomi global.

Rupiah masih dibayangi oleh persepsi buruknya kondisi ekonomi RI. Agar rupiah bisa mengubah tren penurunannya diperlukan perbaikan kondisi fundamental. Pemulihan rupiah jangka panjang bergantung pada upaya pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi, termasuk mengurangi defisit transaksi berjalan, menjalankan proyek infrastrukturnya dan meningkatkan investasi.

Gubernur BI Agus Martowardjojo hari ini mengatakan permintaan dollar ternyata masih tinggi sampai bulan ini. Menurutnya, periode permintaan tinggi itu biasanya terjadi pada Mei-Juni. Ternyata sampai Juli pun permintaan masih tinggi, terutama untuk keperluan domestik. Oleh karena itu, ia menegaskan kebijakan BI kewajiban penggunaan rupiah perlu diterapkan untuk menjaga stabilitas mata uang RI.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 0,16% ke 13.312,50 per dollar, setelah bergerak dalam range Rp13.294-13.327. Untuk Senin, rupiha diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp13.280-13.380.

http://www.strategydesk.co.id/2015/07/isu-proposal-yunani-bantu-rupiah/

Strategydesk – Rupiah berhasil mencatat penguatan hari ini didukung oleh lelang Surat Utang Negara (SUN) yang kembali mendapat animo besar dari investor. Namun, tren rupiah tetap sama karena belum ada perubahan fundamental.

Rupiah 2Dalam lelang hari ini, pemerintah menjual obligasi hingga Rp15 triliun, di atas target Rp10 triliun. SUN dengan tenor 11 tahun dijual dengan imbal hasil rata-rata 8,118%. Sedangkan surat utang jangka pendek, yaitu tenor 3 bulan, ber-yield rata-rata 6,202%. Total penawaran atau bid mencapai Rp26,42 triliun, lebih rendah dari lelang sebelumnya pada 23 Juni yang mencapai Rp40 triliun.

Pemerintah RI telah melelang obligasi rupiah konvensional dan sukuk dengan total nilai Rp181,135 triliun selama kuartal pertama dan kedua. Sejauh ini, hasil lelang obligasi RI cukup memuaskan dan masalah Yunani belum mempengaruhi permintaan. Untuk lelang di kuartal ketiga, pemerintah mentargetkan Rp63 triliun.

Namun efek lelang SUN biasanya tidak lama, karena pasar masih terfokus dengan isu yang lebih mengkhawatirkan. Masalah Yunani masih membayangi sentimen pasar. Meski belum ada kejadian mengguncangkan lagi selain hasil referendum, pasar diliputi ketidakpastian, yang biasa memicu permintaan safe haven. Dalam kondisi risk aversion, mata uang seperti rupiah biasanya menjadi korban. Apalagi kondisi fundamental ekonomi RI belum menunjukkan perkembangan berarti. Dengan ruang kebijakan moneter yang sudah sangat sempit, kebijakan fiskal menjadi andalan untuk bisa mengubah keadaan. Pasar menunggu realisasi program pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 0,13% ke Rp13.330 per dollar, dengan sempat menyentuh Rp13.281 dan melemah sampai Rp13.332. Untuk besok, rupiah diperkirakan masih bergerak dalam rentang Rp13.300-13.400.

http://www.strategydesk.co.id/2015/07/berkat-sun-rupiah-berhasil-rebound/

Jakarta, Strategydesk – Sepanjang tujuh bulan terakhir, dollar menikmati reli yang membawanya sampai ke level tertinggi dalam 11 tahun. Meski sudah mencapai posisi yang begitu tinggi, mata uang AS itu belum menunjukkan tanda-tanda perubahan arah. Bahkan dengan keunggulan fundamental AS, tren dollar diperkirakan masih berlanjut.  EUR 30-01-15

Performa yang terlihat pada dollar merupakan cerminan akan prestasi ekonomi yang diraih AS. Hingga saat ini, pertumbuhan AS masih di atas negara maju lainnya, dengan angka 5%, yang merupakan terpesat dalam satu dekade. Pertumbuhan lapangan kerja juga mengesankan, dengan bertambah hampir 3 juta sepanjang tahun lalu, terbesar dalam 15 tahun.

Namun pasar ingin mengetahui bagaimana performa ekonomi AS di akhir tahun lalu, atau tepatnya kuartal keempat. Menurut konsensus, PDB selama periode itu diperkirakan tumbuh 3%, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang 5% itu. Bagaimana reaksi pasar bila angkanya ternyata lebih rendah dari prediksi? Apakah langsung menyesuaikan posisi dollar yang sudah tinggi?

Kalaupun data PDB itu nantinya memicu koreksi pada dollar, patut dipertanyakan seberapa jauh koreksi itu bisa berjalan mengingat kondisi bearish masih menghinggapi mata uang lain. Contohnya, euro yang masih dibayangi oleh ketidakpastian di Yunani. Agar fase rebound euro berjalan lebih lama, kalau itu terjadi, harus ada perkembangan positif di Yunani.

EUR-USD
Tak banyak perubahan terlihat pada EUR-USD, yang masih flat di $1,1330. Selama empat sesi terakhir, pair ini bergerak dalam range $1,1230 dan $1,1450, membentuk pola konsolidasi. Harga masih belum menembus MA 10 yang saat ini ada di $1,1390. Penutupan di atas itu bisa membuka peluang menuju $1,1475-1,150.

Rekomendasi harian
Untuk EUR-USD diperkirakan mengalami penguatan untuk kali kedua nya hari ini. Dengan begitu, peluang untuk buy ada di 1.1291 dengan target take profit 1.1366 dan 1.1383, dimana stop loss 1.1260. Sedangkan peluang buy break ada penembusan kembali 1.1352 dengan target take profit 1.1372 dan 1.1383, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali 1.1322.

Sell break 1.1260 dengan target take profit 1.1230, dimana stop loss 1.1290. Sell 1.1419 dengan target take profit 1.1383 dan 1.1368, dimana stop loss 1.1449.

USD-JPY
Pola konsolidasi juga terlihat pada USD-JPY, yang bergerak dalam range 117-119 selama sembila sesi terakhir. Ini mencerminkan kesamaan kekuatan beli dan jual. Mungkinkah data PDB yang buruk bisa memicu koreksi? Bila ditutup di bawah 117,00, target selanjutnya adalah 116-115,50.

Rekomendasi harian
Terlihat USD-JPY terjebak dalam range 117.19 dan 118.45, sinyal kenaikan lebih lanjut USD-JPY tengah berlangsung bila menembus resisten yang terbentuk dari posisi tertinggi minggu ini sebelumnya 118.75. Dengan begitu peluang untuk buy terbuka di area 117.19 dengan target take profit 117.77 dan 118.05, dimana stop loss 116.89. Sedangkan buy break ada pembalikan harga kembali di 118.40 dengan target take profit 118.75 dan 118.84, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali 118.10.

Sementara itu, sell bisa dilakukan 118.95 dengan target take profit 118.45, dimana stop loss 119.25.

GBP-USD
Pergerakan GBP-USD selama beberapa sesi terakhir cukup fluktuatif. Sempat menyentuh level terendah dalam 1,5 tahun di $1,4950 minggu lalu, kemudian menyentuh high di $1,5223 awal pekan ini. Kini posisinya di $1,5053 dan bila ditutup di bawah low itu, pair ini terancam menuju $1,4890. Ke atas, peluang rebound terbuka bila ditutup di atas $1,5150.

Rekomendasi harian
Sinyal support GBP-USD berada di 1.5033, dan diperkirakan masih akan terjaga. Namun bila gagal dipertahankan ruang penurunan jangka pendek terjadi dimana target 1.4953. Peluang buy di 1.5033 dengan target profit taking 1.5075 dan 1.5105, dimana stop loss 1.4996. Penembusan area 1.5136 buy break dan pada penutupan di atas area tersebut dapat hold/tahan buy dengan target 1.5197, dimana stop loss bila ada pembalikan harga 1.5101.

Sell 1.5197 dengan target take profit 1.5151, dimana stop loss 1.5227. Sell break 1.5014 dengan target take profit 1.4989 dan 1.4968, dimana stop loss 1.5048.

USD-CHF
Mencoba pulih dari kejatuhan dua minggu lalu, USD-CHF terus menanjak, dengan penguatan signifikan terlihat sepekan ini. Posisinya kini di 0,9247, dengan bergerak menuju 0,9300. Bullísh continuation terbentuk bila ditutup di atas itu dengan target selanjutnya 0,9400-0,9500.

Rekomendasi harian
Peluang untuk USD-CHF buy 0.9155 dengan target take profit 0.9216 dan 0.9231, dimana stop loss 0.9123. Area 0.9094 kembali di tembus, dapat dilakukan aksi buy dengan target 0.9125 dan 0.9140, dimana stop loss 0.9064.

Untuk sell-nya 0.9338 dengan target take profit 0.9277, dimana stop loss 0.9268. Sell selanjutnya 0.9399 dengan target take profit 0.9338, dimana stop loss 0.9429. Perlu di waspadai penutupan di atas 0.9399 membuka ruang ke depan untuk menguji 0.9521.

AUD-USD
Kejatuhan dalam yang dicatat kemarin membawa AUD-USD ke level terendah dalam 5 tahun di $0,7720. Posisinya kini di $0,7785, bila ditutup di bawah low itu, pair ini terancam bergerak menuju $0,7700-0,7600. Kalaupun berhasil ditutup di atas $0,7900, ada hambatan yang cukup kuat di  $0,8000

Rekomendasi harian
Buy 0.7751 dapat dilakukan AUD-USD dengan target take profit 0.7812, dimana stop loss 0.7720. Buy break 0.7812 dengan target take profit 0.7843 dan 0.7856, dimana stop loss 0.7782.

Sell 0.7873 dengan target take profit 0.7835, dimana stop loss 0.7903. Sell break 0.7720 dengan target take profit 0.7690 dan 0.7675, dimana stop loss 0.7750.

http://www.strategydesk.co.id/2015/01/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-30-januari-2015/

Strategydesk – Kondisi ekonomi global beragam tahun ini, diwarnai dengan pesatnya pemulihan ekonomi AS yang berhasil menutupi perlambatan di Eropa, Jepang dan China. Selanjutnya, bagaimana prospek ekonomi di 2015?

Fundamental positif diperkirakan masih menyertai momentum perbaikan ekonomi global di 2015. Menurut proyeksi dari IHS, pertumbuhan global akan naik menjadi 3% dari estimasi 2,7% untuk tahun ini. Seperti dikutip oleh CNBC, berikut 10 prediksi ekonomi dari IHS

US Economy1.    Ekonomi AS masih unggul
Ekonomi terbesar dunia ini akan terus mengungguli negara maju lainnya, didukung oleh permintaan domestik, terutama pembelanjaan konsumen. Faktor yang mendukung pembelanjaan konsumen, yang merupakan 70% aktivitas ekonomi, masih positif, termasuk pertumbuhan lapangan kerja dan harga energi rendah. IHS memprediksikan ekonomi akan tumbuh antara 2,5% dan 3,0% tahun depan.

2.    Eropa masih memprihatinkan
Ekonomi Eropa masih berjuang dengan rendahnya lapangan kerja. Tapi kombinasi penurunan harga minyak, depresiasi euro dan perbaikan fiskal, dan kebijakan moneter akomodatif mungkin bisa membantu pertumbuhan. Menurut IHS, ekonomi blok mata uang itu akan tumbuh 1,4% di 2015, perkembangan dari 0,8% tahun ini.

3.    Jepang pulih dari resesi
Setelah resesi keempat dalam enam tahun, ekonomi Jepang akan bangkit di 2015, meski hanya sekitar 1%. Menurut IHS, pelonggaran dari BOJ dan stimulus pemerintah, ditambah dengan harga energi rendah akan membawa pertumbuhan kembali positif.

4.    China masih melambat
Pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal kemungkinan belum cukup untuk mencegah pertumbuhan semakin melambat, dengan perkiraan HIS bisa menuju ke 6,5% tahun depan. Meski masih jauh di atas rata-rata negara dunia, tingkat pertumbuhan itu dianggap rendah dalam standar Beijing.

5.    Ekonomi Emerging Markets Variatif
Sebagian besar negara berkembang akan membaik di 2014, berkat harga minyak yang rndah, likuiditas global dan pertumbuhan di AS. Emerging market di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun khusus Rusia, ekonominya menderita karena sanksi, penurunan harga minyak dan arus modal keluar.

 

6.    Harga komoditas masih merosot
Minyak sudah anjlok 40% sejak musim panas lalu di tengah merosotnya permintaan dan berlimpahkan pasokan. Menurut HIS, China masih menjadi kunci permintaan, maksudnya bila ekonominya semakin melambat berarti harga terancam semakin turun. Lembaga itu memperkirakan harga komoditas akan turun 10% tahun depan.

7.    Ancaman disinflasi
Tekanan disinflasi lebih terlihat di negara maju, sebagai akibat penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi. Keculi di negara berkembang, seperti Rusia, yang nilai tukarnya anjlok, menyebabkan inflasi.

8.    The Fed yang pertama menaikkan suku bunga
The Fed, Bank of England (BOE) dan Bank of Canada (BOC) merupakan negara maju yang menaikkan suku bunganya di 2015. Tapi the Fed lebih dulu, dengan kemungkinan menaikkannya pada Juni.  Kemudian diikuti oleh BOE di Agustus dan BOE pada Oktober. Sebaliknya, ECB dan BOJ, PBOC justru melakukan pelonggaran lanjutan, melalui pemangkasan suku bunga atau menyediakan likuiditas melalui pembelian aset.

9.    Dollar masih raja
Dollar masih melanjutkan dominasinya yang didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga. Selain itu, antisipasi akan kemungkinan stimulus tambahan dari ECB dan BOE, berarti euro dan yen akan terus depresiasi di 2015. Menurut HIS, nilai tukar euro akan jatuh ke $1,15-1,20 pada musim gugur 2015, dengan dollar/yen diperdagangkan di kisaran 120-125.

10.    Berkurangnya risiko penurunan (downside risk)
Pemulihan ekonomi global selama ini terganggung oleh banyak kutukan, termasuk besarnya utang di sektor publik maupun swasta, yang memaksa banyak pemerintah dan perusahaan deleveraging. Tapi di beberapa negara masalah ini tidak lagi menghambat pertumbuhan, terutama di AS dan Inggris, tercermin dari angka PDB-nya.

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/10-prediksi-ekonomi-2015-apa-saja/

Jakarta, Strategydesk – Dollar terkoreksi kemarin setelah berhasil menyentuh level tertinggi dalam empat tahun atas rivalnya karena data ketenagakerjaan AS yang gemilang. Namun hal ini tidak mengubah posisi dollar, yang masih merajai pasar mata uang dengan keunggulan prospek kebijakan moneter the Fed.

Data payroll Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan 321.000, terbesar sejak Januari 2012. Dengan ini, maka sudah sepuluh bulan berturut-turut lapangan kerja tumbuh di atas 200 ribu, terpanjang sejak 1994. Bahkan data Nopember dan Oktober direvisi naik, mengindikasikan pesatnya pertumbuhan lapangan kerja.

Karena data ini, dollar langsung reli yang membawanya ke level tertinggi dalam beberapa tahun terhadap mata uang lain. Prospek dollar masih bullish meski koreksi kemarin, di tengah ekspektasi the Fed bisa menjadi bank sentral negara maju pertama yang menaikkan suku bunga. Investor sudah menunggu rapat the Fed minggu depan, berharap adanya perubahan gaya bahasa. Dalam rapat terakhirnya tahun ini, ada harapan the Fed lebih condong hawkish dalam pernyataannya, sembari mengakui perkembangan ekonomi yang terlihat.

Untuk saat ini, dollar lebih cenderung konsolidasi. Indeks dollar berada di 89,18 setelah melemah 0,2% kemarin. Indeks masih berpeluang untuk meraih level psikologis 90. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 120,86 setelah koreksi 0,3% kemarin. Support terdekat ada di 118,75 dan kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 118,00. Atas franc, dollar berada di 0,9772 setelah menyentuh 0,9818 kemarin.

Beralih ke euro, mata uang tunggal Eropa itu rebound tipis setelah sempat jatuh ke level terendah dalam 2,5 tahun. Di tengah prospek ECB harus mengeluarkan stimulus, euro diperkirakan masih bearish, dengan target jangka menengah $1,20. Untuk saat ini, euro diperdagangkan di $1,2300, dengan support $1,2200.

Sterling juga berhasil rebound kemarin, namun tren sepertinya belum berubah. Meski kondisi ekonomi dan kebijakan moneter Inggris tidaklah buruk, masih kalah dibandingkan AS. Dengan prospek seperti itu, target jangka menengah sterling adalah $1,5300. Hari ini, pound diperdagangkan di $1,5630 setelah menguat 0,4% kemarin.

Rekomendasi
EUR-USD
EUR SIGNAL 09-12-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 09-12-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 09-12-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 09-12-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 09-12-14

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/meski-koreksi-dollar-masih-merajai/

Tanggal January 11, 2013 / 11:42 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Emas mencetak penguatan terbesar harian untuk pertama kalinya di tahun ini. Logam mulia tersebut meroket hingga 1% pada penutupan perdagangan kemarin, terdorong sinyal bahwa European Central Bank tidak akan memangkas suku bunganya dalam waktu dekat ini.
Hasil rapat regular kemarin, ECB tetap mempertahankan suku bungan di 0,75%, sesuai dengan perkiraan. Namun yang mendorong sentimen adalah pernyataan Presiden ECB, Mario Draghi, yang mengatakan keputusan itu diambil secara bulat, tanpa adanya pembahasan mengenai pemangkasan suku bunga. Hal ini menandakan bahwa para anggota dewan belum melihat perlunya pelonggaran.
Pernyataan Draghi tersebut sekaligus mengisyaratkan bahwa ruang untuk kebijakan akomodatif masih terbuka, yang selama ini menjadi faktor pendorong kenaikan emas.
Draghi juga mengatakan pertumbuhan ekonomi zona euro akan pulih secara bertahap tahun ini, sembari memperingatkan risiko dan ketidakpastian masih membayangi prospek ke depan. Menurutnya, ekonomi zona euro belum sehat meski ada perkembangan signifikan dalam memperbaiki sistem finansial.
Faktor lain yang mendorong kenaikan emas adalah naiknya mata uang euro terhadap dollar serta melambungnya harga minyak dunia. Data ekspor China yang mengalami kenaikan menuju level tertinggi tujuh bulannya, juga turut mendongkrak sentimen.
Sementara itu, dalam perdagangannya hari ini di Asia, emas sedikit mengalami koreksi, namun masih mampu bertahan di atas support $1.664 – $1.665, yang sebelumnya menjadi resistance kuatnya. Trend jangka pendek emas yang sebelumnya flat, kini menjadi bullish seiring dengan penembusan resistance $1.664 tersebut.
Kami masih melihat ruang penguatan untuk menguji resistance di $1.679. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju area $1.683 – $1.687. Sedangkan sinyal negatif akan didapat jika harga bergerak kembali dibawah support $1.664.

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/emas-terangkat-oleh-pernyataan-draghi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/emas-terangkat-oleh-pernyataan-draghi.html

Tanggal November 09, 2012 / 10:04 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro masih terjebak dekat level terendah dalam dua bulan terakhir atas dollar hari ini setelah ECB mengatakan ekonomi zona euro masih jauh dari pulih.
Setelah mempertahankan suku bunga di 0,75%, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ekonomi beluam banyak menunjukkan tanda-tanda pemulihan meski kondisi pasar keuangan membaik. Menurutnya, aktivitas ekonomi blok mata uang itu tetap lemah, mengingat survei ekonomi terakhir tidak menunjukkan perbaikan sampai akhir tahun ini.
Draghi juga mengatakan inflasi akan jatuh ke bawah 2% tahun depan, indikasi ECB bersiap menghadapi memburuknya kondisi. Dalam kesempatan itu, Draghi juga mengatakan ECB sudah cukup membantu Yunani dengan beban utangnya dan tidak memberi jaminan ke Spanyol bahwa program pembelian obligasinya dalam menurunkan yield.
Menambah tekanan ke pasar, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeble mengatakan minggu depan masih terlalu dini untuk memutuskan kucuran dana untuk Yunani. Pernyataan itu semakin membuat pasar ragu menteri keuangan zona euro akan memberikan bailout ke Athena, yang akan kehabisan unang pada 16 Nopember nanti.
Menurut analis, pasar melihat masalah di Eropa dan pernyataan Draghi menegaskan buruknya masalah itu. Analis lain melihat pernyataan Draghi soal ekonomi dan inflasi membuka ruang untuk pemangkasan suku bunga meski ia mengatakan hal itu belum dibahas. Ekonomi Eropa butuh bantuan, kalau bukan dari ECB, siapa lagi.
Euro terancam terus melemah karena ekonomi Eropa terus memburuk. Data terbaru menunjukkan ekspor Jerman turun tajam, bukti krisis berdampak ke ekonomi terbesar Eropa itu.  Ditambah dengan ketidakpastian bailout Yunani dan Spanyol,  sulit bagi euro untuk bangkit. Suramnya prospek bisa membawa mata uang itu ke level $1,25-$1,24.
Euro kini berada di $2,767, setelah sempat jatuh sampai ke $1,2715, terendah sejak September. Support terdekat masih ada di $1,2695, kalau tembus akan mencoba ke $1,2634. Sedangkan resistance ada di $1,2817. Berdasarkan chart weekly, posisi euro saat ini telah menembus 38,2% retracement dari penguatan 22 Juli-9 September. Posisi 50% ada di $1,2603. Terhadap yen, euro bergerak di 101,54, setelah sempat jatuh ke 100,98, sedang menguji level 102. 
Berbeda dengan euro, sterling relatif stabil, setelah BOE mempertahankan kebijakannya, tidak menambah program pembelian obligasinya. Setelah data menunjukkan ekonomi Inggris keluar dari resesi, BOE sepertinya ingin duduk manis dulu mengamati perkembangan. Sterling berada di $1,5996, pulih dari $1,5926. Kalau berhasil ditutup di atas $1,60, target selanjutnya ke $1,6050.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tertekan-pasca-ecb.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tertekan-pasca-ecb.html

Tanggal November 07, 2012 / 10:15 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro terkoreksi lagi hari ini atas dollar menjelang voting parlemen Yunani untuk mengesahkan legislasi penghematan baru, setelah sempat berhasil rebound.
Pemerintah Yunani mengajukan proposal penghematan baru senilai 13,5 miliar euro yang dituntut oleh kreditor internasional. Persetujuan penghematan baru dalam APBN 2013 krusial untuk mendapatkan bailout 31,5 miliar euro dari IMF dan Uni Eropa yang ditahan sejak musim panas lalu. Tanpa dana itu, Yunani akan kehabisan dana pada 16 Nopember nanti dan semakin terancam keluar dari zona euro.
Tapi beberapa anggota koalisi tidak setuju dan ingin voting menolaknya. Di jalan, demonstran menggelar aksi protes menentang penghematan baru itu yang diambil dari gaji PNS dan tunjangan sosial lainnya. Di antaranya memperpanjang masa kerja 2 tahun sampai 67 tahun dan memotong tunjangan pensiun sebesar 15%.
Euro diperdagangkan di $1,2788, koreksi dari $1,2813. Support terdekat di $1,2736, atau 38,2% retracement penguatan Juli-September (chart weekly). Kalau tembus, akan mencoba ke 50%-nya di $1,2603.  Euro sempat jatuh ke $1,2761 atau terendah dalam dua bulan terakhir. Setelah menyentuh $1,3169, euro terus melandai.
Tidak ada faktor positif, outlook euro masih bearish. Dorongan dari rencana pembelian obligasi ECB sudah hilang, ini menekan euro. Tidak ada perkembangan berarti dari Spanyol, yang juga belum minta bailout. Kini ada masalah Yunani. Jadi bila voting gagal, euro akan jatuh. Kalaupun voting lolos, penguatan euro tidak akan lama.
Dollar menguat lagi atas rivalnya setelah sempat terkoreksi menyusul penguatan saham. Pasar sempat khawatir karena ketatnya persaingan, bisa terulangnya kasus pemilu 2000, di mana saat itu pemenangnya, antara George W. Bush dan Al Gore, harus ditentukan lewat Mahkamah Agung. Tapi masih sulit memperkirakan siapa yang menang pilpres ini dan bagaimana dampaknya terhadap pasar keuangan global.
Dengan Republik masih pegang kendali Kongres, kemenangan Obama dianggap bisa memperbesar kemungkinan jurang fiskal. Bila tidak ada kesepakatan, pemotongan anggaran dan kenaikan pajak otomatis senilai $600 miliar akan terjadi tahun depan. Bagi pasar mata uang, fokus utama jangka pendek adalah jurang fiskal. Tapi Romney dikenal anti QE dan tidak suka kebijakan Ben Bernanke. Sepertinya, pasar sendiri belum yakin mana yang bagus buat ekonomi, Obama atau Romney.
Indeks dollar kini stabil di 80,60, terus konsolidasi di level 80an selama tiga sesi terakhir. Dollar melemah tajam atas yen ke 79,88. Tapi level itu sudah dekat dengan 61,8% retracement penguatan 30 Oktober-5 Nopember. Support terdekat ada di 79,68, sedangkan resistance ada di 80,47. Terhadap franc, dollar stabil di 0,9430. Setelah tiga sesi terakhir, greenback bergerak di kisaran 0,9400-0,9460. 

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-dibayangi-voting-yunani.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-dibayangi-voting-yunani.html

Tanggal October 31, 2012 / 10:42 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro rebound atas dollar setelah Italia berhasil mengumpulkan banyak dana dalam lelang obligasi dengan yield yang lebih rendah. Tapi laju euro tetap terbatas di tengah ketidakjelasan bailout Yunani dan Spanyol.
Sentimen pasar membaik setelah permintaan solid dalam lelang Italia, yang menjual obligasi tenor lima dan sepuluh tahun dan yieldnya turun tajam. Roma mencapai target maksimum dalam penjualan itu, di mana menjual 3 miliar euro  obligasi tenor 10 tahun dengan yield 4,92%, terendah sejak Mei 2011, dan 4 miliar euro obligasi tenor 5 tahun dengan yield 3,80%.
Hasil lelang ini menunjukkan kekhawatiran investor sedang surut. Hasil ini juga menunjukkan bahwa kenaikan yield sebelumnya didorong oleh faktor eksternal dan terkait ketidakpastian di Yunani dan Spanyol. Politik domestik tidak banyak berdampak. Memang ada ketegangan antara Perdana Menteri Mario Monti dan kelompok oposisi yang dipimpin mantan PM Silvio Berlusconi soal kebijakan ekonomi.
Euro juga menguat berkat data PDB Spanyol,  yang menunjukkan hanya kontraksi 0,3% di kuartal ketiga, lebih rendah dari prediksi 0,4%. Data ketenagakerjaan Jerman, yang memperlihatkan pertumbuhan 20.000 di Oktober, juga mengangkat sentimen. Spanyol mengumumkan defisitnya berkurang selama September.
Yunani butuh kesepakatan komprehensif atas program penghematan baru untuk mendapat kucuran dana berikutnya sebelum kehabisan uang pada pertengahan Nopember. Sedangkan Spanyol sampai saat ini belum mengajukan bailout. Selama ini, ada spekulasi bailout Spanyol akan terjadi pada Nopember, bila sampai pertengahan bulan itu, belum jelas juga, euro akan kehilangan pijakan.
Tapi perdagangan kemarin lebih sepi karena ditutupnya bursa AS akibat Badai Sandy yang menerjang New York. Perdagangan kemungkinan akan dibuka kembali malam nanti.  Menteri Keuangan zona euro akan mengadakan konferensi pers hari ini untuk membahas perkembangan negosiasi bailout Yunani, namun tidak aka nada keputusan baru.
Euro diperdagangkan di $1,2963, menguji kembali level $1,30, yang menjadi resistance, sedangkan support minor ada di $1,2880. Selama sebulan terakhir, euro bergerak di $1,28-$,3165. Para analis melihat support kuat di Moving Average 200 hari ini $1,2830. Kegagalan bertahan di level itu, membuka jalan menuju perubahan tren.
Terhadap yen, euro bertengger di 103,08, bangkit dari level terendah dalam seminggu terakhir 102,13 kemarin, bertahan di atas Moving Average 200 harinya 102,00. Pelemahan kemarin membawanya ke 50% retracement dari penguatan 10-23 Oktober. Support ada di 102,33 dan resistance di 103,60, sebelum menuju 104.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/lelang-italia-angkat-euro.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/lelang-italia-angkat-euro.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha