Search Results : perkembangan inflasi 3 tahun terakhir

Tanggal December 14, 2012 / 8:33 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Perundingan fiskal yang lambat antara Presiden Obama dengan wakil dari Partai Republik, telah membuat indeks Dow Jones Industrial turun 0,54 persen dan ditutup signal bearish, dibawah suport pertama di 13200.
Kondisi ini sangatlah tidak menguntungkan karena kemarin, IHSG juga ditutup dengan signal bearish, setelah gagal bertahan diatas suport 4232 – 4333.  Meskipun semenjak pagi aliran dana asing yang masuk ke bursa terlihat sedemikian kuat, melanjutkan aksi beli yang sudah mulai dilakukan pada hari Rabu, akan tetapi, tekanan jual yang sangat kuat pada saham UNVR, telah berhasil memancing pemodal untuk melakukan aksi profit taking pada counter-counter saham yang lain, sehingga IHSG akhirnya ditutup dibawah suport tersebut.  
IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak flat-turun dengan kisaran utama diantara level 4300-4340.  Jika suport di 4300 gagal bertahan, kisaran suport 4250 – 4275 akan menjadi suport kedua.  Potensi koreksi hingga kisaran gap 4103 – 4126 hanya terbuka jika suport 4250 gagal bertahan.
Sentimen negatif dari kenaikan setoran royalti pada perusahaan induk yang dilakukan oleh manajemen UNVR, telah membuat harga saham ini tertekan hebat.  Dalam dua hari terakhir (Rabu-Kamis), kami juga mengamati data pada konsensus analis di Bloomberg, dimana terdapat setidaknya 5 sekuritas yang menerbitkan laporan baru tentang emiten ini, dengan target rata-rata di sekitar level 19250.  Melihat koreksi yang terjadi, posisi-posisi spekulatif memang menarik dilakukan ketika harga sudah mencapai suport di 19500, dengan mengharapkan adanya dead cat bounce dalam waktu dekat.  Akan tetapi, pemodal juga sebaiknya extra hati-hati jika ternyata tekanan jual pemodal asing masih terjadi dengan hebat.

Global Outlook
S
aham Asia terkoreksi hari ini, mengikuti arah global, karena kecemasan para politisi AS masih belum mencapai kesepakatan untuk mencegah jurang fiskal, padahal mendekati akhir tahun.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang koreksi 0,2% setelah menyentuh level tertinggi dalam 16 bulan terakhir sejak 5 Desember sampai kemarin. Rally tujuh hari saham global terhenti dan harga komoditas berjatuhan kemarin setelah negosiasi anggaran AS menemui jalan buntu lagi.  Wall Street tumbang, dengan indeks Dow Jones melemah 0,54%, karena kekhawatiran soal jurang fiskal, meski ada data ekonomi AS yang bagus.
Presiden Obama dan Ketua Kongres John Boehner bertemu semalam untuk membicarakan masalah jurang fiskal, namun masih belum ada titik temu. Minimnya perkembangan berarti dalam negosiasi mencegah jurang fiskal membuat pasar semakin resah karena tenggat waktu akhir tahun semakin dekat. Bila gagal dicegah, kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis akan diberlakukan pada 1 Januari nanti.
Efek stimulus the Fed ke sentimen pasar ternyata tidak lama, karena fokus langsung tertuju kembali ke isu jurang fiskal. Apalagi Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan kebijakan moneter belum tentu cukup untuk memitigasi dampak jurang fiskal ke ekonomi.  Isu jurang fiskal akan terus membayangi pasar kecuali kesepakatan tercapai, tapi banyak kalangan masih ragu itu bisa terjadi sebelum Natal.
Selain itu, beberapa indeks sudah mencapai titik jenuh beli, dan berita negatif berpotensi dijadikan alas an untuk profit taking.  Di Jepang, indeks Nikkei, yang menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, dibuka negatif menyusul hasil survei Tankan yang lebih buruk dari prediksi. Indeks sentimen perusahaan besar Jepang itu turun ke -10 di kuartal keempat dari -3 di kuartal sebelumnya, prediksi -9. Tapi data ini dapat memperkuat ekspektasi BOJ harus melonggarkan kebijakannya dalam pertemuan minggu depan.
Sembari menantikan perkembangan soal negosiasi anggaran AS, pasar akan disuguhi beberapa data, seperti inflasi dan ketenagakerjaan dari Eropa, serta inflasi dan produksi industrial di AS. 


Review IHSG
S
etelah  menguat dalam empat  hari berturut-turut , Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi. Pada penutupan perdagangan, Kamis (13/12/2012), IHSG melemah 17,339 poin (0,40%) ke level 4.320,189.
Kenaikan Indeks yang terjadi dalam emapt hari berturut-turut itu membuat investor tergiur untuk melakukan aksi profit taking. Adapun saham-saham blue chip, khususnya di sektor konsumer masih menjadi target profit taking tersebut. Saham Unilver (UNVR)menjadi bulan-bulanan aksi jual menyusul berita yang menyebutkan bahwa induk perusahaan ini menginginkan adanya penambahan royalty. Saham tersebut anjlok hingga 12% lebih.
Meski marak dengan aksi jual, posisi investor asing justru mencatakan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 648,62 miliar di seluruh pasar. Sebanyak enam sektor memerah, dipimpin oleh sektor konsumer yang turun sebesar 3,97%. Sedangkan sektor pertambangan menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikannya sebesar 1,90%.
Saham-saham yang diantaranya Delta Jakarta (DLTA), Indocement (INTP), United Tractor (UNTR), dan Harum Energy (HRUM).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Unilever (UNVR), Bukit Asam (PTBA), Mayora (MYOR), dan Gudang Garam (GGRM).

Ulasan Teknikal
IHSG

C
andlestick mulai menunjukkan sinyal negatif, namun beberapa indikator lainnya masih mendukung pola uptrend. Hal ini terlihat dari MA 10 yang bergerak uptrend serta stochastic yang masih bullish cross over. Untuk itu, kami masih melihat adanya potensi penguatan bagi untuk kembali menguji resistance di  4.337, dimana jika kembali ditembus, penguatan bisa berlanjut menuju area 4.366 – 4.381. Sedangkan sinyal bearish bisa didapat jika IHSG ditutup di bawah 4.300. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.337.
R3    4374
R2    4355
R1    4338
    
Pivot    4319
    
S1    4301
S2    4282
S3    4265

Stock Pick
HRUM

H
RUM telah mengakhiri trend bearish jangka pendeknya dengan ditembusnya resistance 5.550. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh MA 10 yang mulai bergerak uptrend. Candlestick yang membentuk pola white opening marubozu turut mengkonfirmasih pola reversal tersebut. Namun, penguatan tajam yang sudah berlangsung dalam 2 hari terakhir  ini membuat indikator RSI dan stochastic memasuki area overbought. Hal ini kemungkinan akan membatasi kenaikan HRUM, terlebih harga kini mulai mendekati resistance di 6.000.
Rekomendasi     : Trading Buy@5.700, stop loss 5.500, target 6.000
Support                : 5.700, 5.550
Resistance          : 6.000, 6.350

ADRO

T
rend bearish jangka pendek ADRO telah berakhir ketika terjadi penembusan resistance 1.430. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh MA 10 yang juga sudah bergerak uptrend. Namun, saat ini ini harga masih tertahan di area reistance 1.610. Beberapa indikator pun mulai menunjukkan sinyal overbought. Untuk itu, koreksi kemungkinan bisa terjadi sebelum ADRO melanjutkan  penguatannya. Adapun target jika harga mampu bertahan di atas resistance 1.610 berada di area 1.800 – 1.900.
Rekomendasi     : Hold
Support                : 1.560, 1.500
Resistance          : 1.720, 1.800

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-akhir-pekan-flat-turun-di-kisaran-4300-4340.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-akhir-pekan-flat-turun-di-kisaran-4300-4340.html

Tanggal November 09, 2012 / 10:04 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro masih terjebak dekat level terendah dalam dua bulan terakhir atas dollar hari ini setelah ECB mengatakan ekonomi zona euro masih jauh dari pulih.
Setelah mempertahankan suku bunga di 0,75%, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ekonomi beluam banyak menunjukkan tanda-tanda pemulihan meski kondisi pasar keuangan membaik. Menurutnya, aktivitas ekonomi blok mata uang itu tetap lemah, mengingat survei ekonomi terakhir tidak menunjukkan perbaikan sampai akhir tahun ini.
Draghi juga mengatakan inflasi akan jatuh ke bawah 2% tahun depan, indikasi ECB bersiap menghadapi memburuknya kondisi. Dalam kesempatan itu, Draghi juga mengatakan ECB sudah cukup membantu Yunani dengan beban utangnya dan tidak memberi jaminan ke Spanyol bahwa program pembelian obligasinya dalam menurunkan yield.
Menambah tekanan ke pasar, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeble mengatakan minggu depan masih terlalu dini untuk memutuskan kucuran dana untuk Yunani. Pernyataan itu semakin membuat pasar ragu menteri keuangan zona euro akan memberikan bailout ke Athena, yang akan kehabisan unang pada 16 Nopember nanti.
Menurut analis, pasar melihat masalah di Eropa dan pernyataan Draghi menegaskan buruknya masalah itu. Analis lain melihat pernyataan Draghi soal ekonomi dan inflasi membuka ruang untuk pemangkasan suku bunga meski ia mengatakan hal itu belum dibahas. Ekonomi Eropa butuh bantuan, kalau bukan dari ECB, siapa lagi.
Euro terancam terus melemah karena ekonomi Eropa terus memburuk. Data terbaru menunjukkan ekspor Jerman turun tajam, bukti krisis berdampak ke ekonomi terbesar Eropa itu.  Ditambah dengan ketidakpastian bailout Yunani dan Spanyol,  sulit bagi euro untuk bangkit. Suramnya prospek bisa membawa mata uang itu ke level $1,25-$1,24.
Euro kini berada di $2,767, setelah sempat jatuh sampai ke $1,2715, terendah sejak September. Support terdekat masih ada di $1,2695, kalau tembus akan mencoba ke $1,2634. Sedangkan resistance ada di $1,2817. Berdasarkan chart weekly, posisi euro saat ini telah menembus 38,2% retracement dari penguatan 22 Juli-9 September. Posisi 50% ada di $1,2603. Terhadap yen, euro bergerak di 101,54, setelah sempat jatuh ke 100,98, sedang menguji level 102. 
Berbeda dengan euro, sterling relatif stabil, setelah BOE mempertahankan kebijakannya, tidak menambah program pembelian obligasinya. Setelah data menunjukkan ekonomi Inggris keluar dari resesi, BOE sepertinya ingin duduk manis dulu mengamati perkembangan. Sterling berada di $1,5996, pulih dari $1,5926. Kalau berhasil ditutup di atas $1,60, target selanjutnya ke $1,6050.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tertekan-pasca-ecb.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tertekan-pasca-ecb.html

Tanggal November 09, 2012 / 10:55 am. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – ECB memproyeksikan ekonomi zona euro tetap buruk, Presiden Mario Draghi mengatakan setelah bank sentral Eropa itu mempertahankan suku bunganya kemarin.

“Aktivitas ekonomi di zona euro diperkirakan tetap lemah,” katanya dalam jumpa pers setelah ECB mempertahankan rate-nya di 0,75%. Ia menyebut survei ekonomi terakhir tidak menunjukkan adanya perbaikan sampai akhir tahun. “Namun masih terbantu oleh kebijakan moneter dan kondisi pasar keuangan membaik menyusul keputusan kami terkait Outright Monetary Transactions (OMT).”

Ketika ditanyakan apakah perkembangan ekonomi ini berarti proyeksi PDB akan direvisi,  Draghi mengatakan semua itu akan tercakup dalam proyeksi terbaru pada Desember. “Tentu kami terus memantau semua perkembangan dalam ekonomi dan memasukkannya dalam proyeksi Desember. Adanya gambaran ekonomi lebih lemah, tentu ini mempengaruhi proyeksi kami,” ujarnya.

Data buruk minggu ini mengindikasikan ekonomi zona euro akan kontraksi di kuartal keempat, situasi yang dapat memaksa ECB memangkas suku bunganya. Hasil polling Reuters menunjukkan sebagian besar dari 73 analis yang disurvei, memperkirakan ECB akan memangkas rate ke 0,5% dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam jumpa pers, Draghi hanya mengatakan pihaknya belum membahas apa yang akan dilakukan tahun depan, tapi dengan menyebut inflasi akan dibawah 2% nanti, ia sepertinya membuka ruang untuk itu. Sebelum membuat keputusan untuk memangkas rate, ECB akan berfokus untuk memastikan kebijakan longgarnya dirasakan oleh konsumen dan bisnis, mekanisme yang rusak karena krisis utang.

Mengenai program pembelian obligasinya, atau OMT, ia mengatakan siap menjalankannya untuk mencegah skenario ekstrim, maka mengurangi kemungkinan peristiwa destruktif.  OMT adalah alat yang dipersiapkan, tapi hanya bisa dijalankan ketika negara zona euro mengajukan bailout dan meneriman persyaratan dan pengawasan ketat. Ketika ditanyatakan apakah ia membayangkan skenario ekstrim di mana ECB membeli obligasi tanpa persyaratan, ia menjawab tidak.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/draghi-prospek-ekonomi-suram-tak-membaik.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/draghi-prospek-ekonomi-suram-tak-membaik.html

Tanggal October 19, 2012 / 10:13 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Yen jatuh ke level terendah dalam dua bulan terakhir atas dollar, bahkan enam bulan terhadap euro, hari ini di tengah ekspektasi BOJ akan melonggarkan kebijakan minggu depan.
Serangkaian laporan mengutip sumber mengatakan BOJ mempertimbangkan bertindak lagi dalam rapat regulernya pada 30 Oktober, mendorong pelaku pasar untuk menjual yen. Salah satunya dari Wall Street Journal (WSJ) yang menyebutkan BOJ diperkirakan mulai mempertimbangkan pelonggaran kebijakan lebih lanjut dalam rapat selanjutnya.
Dengan melonggarkan kebijakan, BOJ ingin berperan bersama pemerintah mencegah resesi. Dalam rapat nanti, BOJ diperkirakan menambah program pembelian asetnya sebesar 5-10 triliun yen. Dalam rapat itu, BOJ juga diperkirakan merevisi turun proyeksi ekonomi dan inflasi untuk tahun fiskal 2012-2013. Berita ini langsung mengangkat dollar dan euro atas mata uang Jepang itu. Kini pasar menunggu pidato Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa, yang diharapkan dapat memberi petunjuk lebih lanjut soal prospek kebijakan.
Nomura Foreign Exchange optimis BOJ akan mengambil tindakan, dan memprediksikan yen akan semakin melemah ke 80 bahkan bisa ke 82 per dollar pada akhir tahun. Dollar menguat sampai 79,44 yen kemarin, tertinggi sejak 21 Agustus, kini berada di 79,30. Resistance terdekat ada di 79,50, kalau tembus akan mencoba 79,70 dulu sebelum menguji 80,00. Sedangkan euro melesat hingga 104,12, tertinggi sejak 8 Mei, kini diperdagangkan di 103,72. Target selanjutnya ada di 104,30 kemudian baru ke 104,70.
Sementara itu, euro terkoreksi atas dollar setelah menyentuh level tertinggi dalam dua bulan terakhir dua hari lalu. Euro terkoreksi di tengah pertemuan Uni Eropa di Brussels. Namun pasar pesimis ada perkembangan berarti dalam pertemuan itu. Euro melepas penguatannya di saat KTT Uni Eropa dibuka, dengan Spanyol semakin dekat ke bailout, tapi Perancis dan Jerman masih berdebat soal wacana kesatuan fiskal dan perbankan.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pertemuan ini bukan saatnya pengambilan keputusan, tapi persiapan untuk ke sana pada Desember. Ini mengurangi ekspektasi akan adanya hasil kongkrit dalam waktu dekat. Maka itu, pertemuan tersebut kemungkinan hanya menghasilkan retorika. Tapi ekspektasi bailout Spanyol masih menjaga sentimen pasar.
Euro bertengger di $1,3072, turun dari $1,3120 kemarin. Posisi euro saat ini berada persis di 23,6% Fibonacci retracement penguatan 11-17 Oktober. Koreksi lanjutnya akan membawanya ke 38,2% di $1,3016, yang kini menjadi support terdekat. Kalau tembus, akan mencoba ke  50% di $1,2979. Resistance berada di $1,3137 (hi 17/10).

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/yen-tersungkur-euro-koreksi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/yen-tersungkur-euro-koreksi.html

Tanggal October 11, 2012 / 3:18 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunganya di 5,75% untuk ke delapan bulan berturut-turut, sesuai prediksi, di saat pertumbuhan domestik yang masih stabil meski terjadi perlambatan ekonomi global.

BI juga melakukannya di tengah pelemahan rupiah yang mengurangi ruang bagi BI untuk melonggarkan kebijakan meski di saat inflasi melambat. Keputusan ini diambil untuk mengimbangi kondisi eksternal sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi.

BI memperkirakan pertumbuhan domestik masih cukup walau tidak setinggi prediksi karena perlambatan ekonomi global. Oleh karena itu BI akan terus memantau perkembangan eksternal dan melakukan evaluasi mengenai dampak kebijakannya yang telah diambilnya serta melakukan penyesuaian lagi bila diperlukan.

Beberapa ekonom memperkirakan BI baru akan memperketat kebijakannya pada akhir tahun,  dengan menaikkan suku bunga simpanannya sebesar 25 atau 50 bps dari saat ini yang 4%. Hal ini bisa mengangkat nilai rupiah, yang telah melemah 5,5% atas dollar tahun ini. Kenaikan bunga fasilitas simpanan di BI, atau alat kebijakan lainnya, akan ditujukan untuk menstabilkan nilai tukar dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

Inflasi tahunan melambat jadi 4,31% pada September lalu, terendah dalam enam bulan terakhir, berkat penurunan permintaan pasca hari raya. BI menetapkan target inflasi di 3,5% sampai 5,5% untuk tahun ini. Ekspor Indonesia anjlok 24,3% pada Agustus dari tahun lalu, kontraksi terbesar sejak Juni 2009. Sedangan impor turun 8%, yang membuat neraca perdagangan surplus $249 juta.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/bi-masih-tahan-rate-di-575.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/bi-masih-tahan-rate-di-575.html

Tanggal September 24, 2012 / 11:22 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Perlambatan pertumbuhan ekonomi China akan berkurang di kuartal keempat tahun ini seiring dengan kebijakan yang diambil pemerintah. Tapi ketidakpastian masih menyelimuti perkembangan di masa depan, menurut lembaga pemikir negara itu kemarin.

Ekonomi diperkirakan tumbuh 7,7% di sembilan bulan pertama 2012, sedangkan untuk satu tahun penuh, tingkat pertumbuhan kemungkinan bisa 7,8%, Center for China in the World Economy (CCWE) menyebutkan dalam laporannya.
Ekonomi China melambat ke 7,6% di kuartal kedua, terendah dalam tiga tahun terakhir. CCWE mengatakan perlambatan pertumbuhan di tiga kuartal pertama tahun ini akibat merosotnya investasi aset tetap, terutama di properti, yang bisa menggeliat kembali setelah pemerintah mempercepat persetujuan proyek infrastruktur.

National Development and Reform Commission (NDRC) menyetujui serangkaian proyek infrastruktur yang bernilai total lebih dari 1 triliun yuan, untuk membangun jalan, pelabuhan, rel,  dan fasilitas publik lainnya seperti saluran pembuangan dan pengelolaan limbah di seluruh negeri.

Menurut CCWE, China masih punya potensi untuk tumbuh pesat dalam jangka menengah dan panjang, urbanisasi akan menjadi salah satu kunci pembangunan di masa depan. Lembaga di bawah naungan Tsinghua University itu memproyeksikan PDB China akan tumbuh 8,2% di kuartal pertama tahun depan, sedangkan selama 2013 bisa mencapai 8%.

Namun CCWE mengatakan ekonomi China juga menghadapi risiko besar, termasuk gejolak politik global dan terbatasnya pilihan dalam kebijakan moneter. CCWE menyebut masa depan hubungan China-Jepang menjadi salah satu elemen krusial yang dapat mempengaruhi ekonomi China. Sementara itu, para pembuat kebijakan punya ruang terbatas untuk melakukan penyesuaian kebijakan moneter, karena potensi tekanan inflasi yang meningkat karena program stimulus moneter di negara maju.

Selain itu, rencana stimulus domestik dan kenaikan harga pangan juga dapat mendorong inflasi.  Kenaikan harga properti juga menyulitkan pemerintah mengambil kebijakan baru di bidang moneter.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ekonomi-china-akan-stabil-di-q4.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ekonomi-china-akan-stabil-di-q4.html

Tanggal August 29, 2012 / 3:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Untuk data AS, Prelim Gross Domestic Product (GDP), kemungkinan naik dari 0,2% sampai dengan 1,7% dari kuartal terakhir. Sementara pada Prelim GDP Price Index tidak ada perubahan tetap 1,6%.
Pending Home Sales, naik dari -1.4% pada bulan Juli sampai dengan 1,1% sekarang.
Crude Oil Inventories, 5.4M sama dengan laporan bulan lalu.
Beige Book yang diterbitkan 8 kali per tahun, 2 minggu sebelum Federal Open Market Committee (FOMC) meeting.
Euro kembali kuat di pasar Asia pada hari Rabu, yang telah tersapu oleh gelombang tinggi dari short-covering, sementara Aussie terus tertekan  dalam sebulan ini di tengah kekhawatiran terus-menerus tentang pertumbuhan China.
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi terlalu sibuk untuk mempersiapkan pertemuan Jackson hole Jumat esok dan pasar berharap ia bisa mengumumkan kebijakan rencana lama yang ditunggu-tunggu dalam mengatasi krisis utang pada pertemuan ECB 6 September.
“Short Covering adalah katalis utama di balik pergerakan harga euro menargetkan $ 1,28 dan EURJPY menargetkan 101,63 ¥,” tulis analis di BNP Paribas.
Yang kedua juga datang dari Italia dan Spanyol pasar melihat biaya pinjaman mereka jatuh pada lelang obligasi pada hari Selasa lalu, sebuah tanda yang menggembirakan dan lebih menantang terutama untuk sesi lelang di Milan Esok.
Tapi apapun berita yang keluar di zona euro belum dapat membuat ‘risk appetite’ pasar berubah dalam asumsi jangka panjang untuk menentukan ekspektasi jangka panjangnya.

EUR-USD
G
erman Prelim Consumer Price Index (CPI) perubahan harga konsumen barang dan jasa, kemungkinan turun dari 0,2% dari 0,4% pada bulan Juli.
Antisipasi atau memang dampak stimulus dan pelemahan USD akan menjadi konfirmasi reversal jangka panjang untuk euro?
Secara teknikal sinyal untuk tren bullish ada di area 1.2727 dan konfirmasi ada di area 1.3100, secara fundamental zona euro sedang mempersiapkan instrumen untuk kembali mendorong laju ekonomi kawasan tersebut dan lepas dari krisis utang.
Jackson Hole dan ECB meeting 6 september dapat menjadi acuan dalam pergerakan euro dan sangat ditunggu oleh pasar.

Rekomendasi :
Buy            : 1.2494, 1.2460    Sell            : 1.2610, 1.2666
TP              : 1.2600                  TP              : 1.2444
Stoploss   : 1.2400                  Stoploss   : 1.2700

Resisten   : 1.2603, 1.2643
Support     : 1.2491, 1.2422
Range       : 1.2465 – 1.2615

GBP-USD
N
ationwide House Price Index (HPI), harga jual rumah berdasar pada hipotek Nationwide, diperkirakan naik dari -0,7% hingga 0,2% saat ini.
Apakah high di pekan lalu (1.5910) dapat dijadikan sinyal dalam penentuan reversal pergerakan pound?
Ya…..apabila ada closing weekly di atas area tersebut maka ekspektasi pergerakan bullish akan menargetkan sampai ke area 1.6161, dan sifatnya masih rentan akan isu negatif kawasan dan terms-nya masih sangat sempit.
Sebaliknya apabila dalam 2 pekan ini ada closing di bawah 1.5656 maka tekanan bearish masih mendominasi pergerakan pound.

Rekomendasi :
Buy            : 1.5757, 1.5730    Sell            : 1.5840, 1.5870
TP              : 1.5888                  TP              : 1.5690
Stoploss   : 1.5690                  Stoploss   : 1.5910

Resisten    : 1.5848, 1.5883
Support      : 1.5764, 1.5716
Range         : 1.5690 – 1.5850
 

AUD-USD
U
ntuk data Australia, Construction Work Done, indikator penting di sektor industri konstruksi yang mengukur semua inflasi nilai yang disesuaikan dengan proyek konstruksi yang telah selesai, diperkirakan turun dari 5,5% pada kuartal terakhir menjadi 1,1% saat ini.
‘A confluence of factors’ telah bersekongkol untuk menjatuhkan Aussie lebih rendah dalam beberapa hari terakhir termasuk perlambatan di China, yang merupakan pasar ekspor tunggal dan terbesar Australia, dan kekhawatiran tentang ekspektasi jangka panjang dari booming investasi negara pertambangan tersebut.
Secara teknikal area 1.0222 sangat krusial untuk pergerakan Aussie, tekanan bearish akan terus berlanjut apabila ada closing daily di area tersebut.
Sinyal pelemahan tersebut ada di area 1.0350, apabila minggu ini closing di bawah area tersebut maka target berikutnya ke area 1.0222 itu.
Secara umum memang pergerakan Hangseng dan isu fundamental ekonomi China masih mendominasi pergerakan Aussie……dan segala analisa sifatnya masih sangat sempit dalam ekspektasinya.

Rekomendasi :
Buy            : 1.0313, 1.0285    Sell            : 1.0380, 1.0410
TP              : 1.0424                  TP              : 1.0300
Stoploss   : 1.0260                  Stoploss   : 1.0475

Resisten   : 1.0385, 1.0407
Support     : 1.0340, 1.0318
Range        : 1.0280 – 1.0414 
 

USD-CHF
U
ntuk data Swiss, KOF Economic Barometer,  indeks komposit yang didasarkan pada 12 indikator keuangan, cenderung meningkat dari 1,43 poin pada bulan Juli menjadi 1,52 sekarang.
Situasi yang hampir sama berimbas pada pihak otoritas keuangan Swiss, seluruh perkembangan mengenai krisis di Eropa sangat berpengaruh pada pergerakan franc, karena franc menjadi salah satu penopang likuiditas dari euro.
Dan komitmen SNB dalam mempertahankan nilai franc terus dipegang dalam menjaga rally-nya.
Dan closing pekan ini dapat menjadi titik balik konfirmasi pelemahan franc dan melanjutkan korelasi pergerakannya dengan euro.

Rekomendasi :
Buy            : 0.9550, 0.9515    Sell            : 0.9595, 0.9630
TP              : 0.9616                  TP              : 0.9494
Stoploss   : 0.9470                  Stoploss   : 0.9688

Resisten   : 0.9611, 0.9666
Support     : 0.9524, 0.9494
Range        : 0.9515 – 0.9610
 

USD-JPY
U
ntuk data Jepang, Retail Sales, total nilai penjualan di tingkat ritel, turun dari 0,2% dari terakhir kali dihitung.
Pergerakan antisipatif atau memang Yen sangat sulit untuk lepas dari status ‘safe haven’ sebagai suatu alternatif resiko dari pergerakan mata uang utama lainnya.
Harga psikologis Yen sangat sulit untuk bertahan di atas area 79.00 sebelum ‘risk appetite’ pasar berubah terhadap krisis di Eropa dan “tanggapan” The Fed terhadap krisis tersebut serta konfirmasi akan stimulus yang akan disampaikan Bernanke pada pertemuan Jackson Hole Jumat pekan ini.

Rekomendasi :
Buy                : 78.30, 78.10     Sell            : 78.66, 78.90
TP                  : 79.78                 TP              : 78.10
Stoploss       : 77.77                 Stoploss   : 79.20

Resisten       : 78.70, 78.89
Support         : 78.38, 78.24
Range           : 78.08 – 78.90                                                                                 

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-29-agustus-2012.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-29-agustus-2012.html

Tanggal August 16, 2012 / 3:41 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Perdana Menteri China Wen Jiabao mengatakan negaranya masih mampu mencapai target pertumbuhan tahun ini, tapi memperingatkan masa sulit bisa berlanjut dan kondisi perdagangan lesu.

“Kita punya kondisi dan kapabilitas, dan optimis untuk mencapai target perkembangan ekonomi dan sosial tahun ini,” katanya mengacu pada target PDB 7,5% yang ditetapkan tahun ini. Ia menyampaikan hal itu ketika berkunjung di Propinsi Zhejiang, dilaporkan oleh Kantor Berita Xinhua kemarin.

Ia juga mengatakan berkurangnya tekanan inflasi memberi ruang untuk penyesuaian kebijakan moneter dan meski tanda-tanda positif terlihat pada ekonomi, perlambatan masih berlanjut untuk sementara waktu.

Pernyataannya datang setelah serangkaian data ekonomi yang mempertegas perlambatan ekonomi China. Kredit perbankan, ekspor, impor dan produksi industrial semua rendah dan lebih buruk dari proyeksi. Bahkan Inflasi melambat ke level terendah dalam 30 bulan terakhir. Pernyataan itu juga dapat meningkatkan spekulasi China akan memangkas suku bunga atau Giro Wajib Minimum (GWM) lagi.

Beijing telah memangkas suku bunga dua kali sejak awal Juni dan mempercepat proses proyek infrastruktur, serta insentif lainnya dalam rangka menggenjot pertumbuhan ekonomi. Namun pemerintah masih enggan meluncurkan kebijakan agresif setelah program stimulus besar pada 2008 lalu mendorong inflasi dan pembangunan properti berlebihan.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/china-masih-bisa-capai-target-pertumbuhan.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/china-masih-bisa-capai-target-pertumbuhan.html

Tanggal July 12, 2012 / 9:46 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar bertahan di level tertinggi dalam 2 tahun terakhir atas rivalnya hari ini, setelah FOMC Minutes menunjukkan belum ada rencana meluncurkan stimulus moneter dalam waktu dekat.
Menurut laporan dari rapat the Fed 19-20 Juni itu, beberapa pejabat meyakini stimulus lanjutan dibutuhkan, tapi sebagian besar belum yakin. Sebagian kecil pejabat memandang stimulus lanjutan penting untuk mencapai pertumbuhan lapangan kerja yang memuaskan. Tapi sebagian besar lainnya berargumen hal itu bisa dibenarkan hanya bila pemulihan ekonomi kehilangan momentumnya atau inflasi merosot.
Intinya, ekonomi harus memburuk dulu sebelum the Fed mencetak uang lagi. The Fed juga menegaskan komitmen suku bunga akan tetap rendah sampai akhir 2014. Minutes itu juga menunjukkan beberapa pejabat ingin mengembangkan “alat baru” untuk membantu kondisi finansial.
Minutes itu tidak cukup untuk memuaskan pengharap QE yang ingin pernyataan eksplisit bahwa pembelian aset tambahan perlu dilakukan. Perkembangan ini memberi ruang bagi dollar untuk  bertahan dekat level tertinggi dalam dua tahun terakhir atas lawan-lawannya. Indeks dollar  berada di 83,48 hari ini, dekat level tertinggi sejak Juni 2010 di 83,76.
Dollar saat ini stabil atas mata uang utama dunia, kecuali yen. Di tengah minimnya sentimen positif, dollar berpeluang melanjutkan rally-nya, apalagi kalau pasar hanya mendapat berita ekonomi buruk. Salah satu berita buruk hari ini adalah data yang memperlihatkan lapangan kerja di Australia berkurang 27.000 bulan lalu yang membuat tingkat pengangguran naik ke 0,1% ke 5,2%. Aussie langsung amblas karena berita itu, ke $1,0194 dari $1,0251. Data PDB China besok kemungkinan akan menambah pilu mata uang itu.
Euro masih merana di tengah kurangnya katalis yang dapat dijadikan alasan untuk mengangkatnya. Euro kini diperdagangkan di $1,2230, dekat level terendah dalam dua tahun terakhi $1,2212. Alhasil, outlooknya tetap bearish, mata uang tunggal Eropa itu berpotensi jatuh ke $1,20. Bila itu ditembus, maka euro terancam melorot ke $1,1876.
Spanyol mengumumkan penghematan baru sebesar 65 miliar euro, indikasi pemerintah tunduk pada tekanan Uni Eropa. Masalahnya penghematan lebih hanya akan memperburuk resesi Spanyol apalagi pemerintah berencana menaikkan pajak pertambahan nilai sebesar 3% dari 18% ke 21%. Menambah ketidakpastian, Pengadilan Konstitusi Jerman menunda keputusan soal apakah dana talangan sesuai dengan hukum Jerman. Perdana Menteri Italia Mario Monti mengatakan negaranya mungkin perlu meminta bailout untuk meringankan beban biaya pinjaman.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-stabil-pasca-fomc-minutes.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-stabil-pasca-fomc-minutes.html

Tanggal June 29, 2012 / 9:49 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro tergelincir ke level terendah dalam tiga minggu terakhir hari ini karena pasar menunggu berita dari KTT Uni Eropa meski diragukan akan menghasilkan perkembangan berarti.
Di hari pertama pertemuan dua hari itu, belum ada hasil yang bisa memuaskan pasar. Presiden Komisi Eropa Herman Van Rompuy mengumumkan rencana untuk merangsang investasi infrastruktur dan memberi tambahan modal ke unit kredit Uni Eropa, atau Bank Investasi Eropa. Sayangnya, belum ada detil lebih lanjut mengeani wacana ini. 
Fokus utamanya adakah integrasi finansial dan dana talangan permanen, atau ESM. Memang, salah satu agenda KTT adalah wacana kesatuan perbankan. Tapi dibelakang layar, disebutkan bahwa Italia dan Spanyol menolak menandatangani paket pertumbuhan 120 miliar euro sampai Jerman menyetujui langkah jangka pendek untuk menekan biaya pinjaman.
Soal obligasi bersama, Jerman masih menentangnya. Jerman tidak ingin menggunakan rating kredit topnya untuk membantu negara lemah kecuali integrasi pengendalian APBN. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan pihaknya bisa saja menyetujui obligasi bersama asalkan negara zona euro menyerahkan kedaulatannya dalam merancang anggaran. Namun masih ada harapan Jerman mau melunak.
Euro diperdagangkan di $1,2438 dalam perdagangan di Asia, setelah sempat jatuh ke $1,2404 kemarin, terendah sejak 4 Juni lalu. Euro akan mencoba menembus $1,2460, bila tembus akan mencoba $1,2490 dan $1,2530. Pelemahan lebih lanjut akan membawa euro ke $1,2400. Bila tembus itu maka euro berpotensi ke $1,2360 dan $1,2330. Terhadap yen, euro juga anjlok ke level terendah dalam tiga minggu terakhir di 98,34, sebelum pulih ke 98,75.
Mata uang komoditas seperti aussie, yang menikmati rally kemarin, juga terkena imbas pesimisme, jatuh sampai $0,9993. Kini bertengger di $1,0043. Tidak mengejutkan safe haven dollar dan yen berjaya. Indeks dollar menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu terakhir di 82,87. Dollar melemah atas yen ke level terendah dalam 1,5 minggu terakhir di 79,22.
Pasar tetap ragu para pemimpin Eropa akan menghasilkan langkah kongkrit yang dapat memberikan efek berarti dalam mengentaskan krisis yang sudah berlangsung selama dua tahun. Tapi andai Jerman melunak, akan disambut positif oleh pasar. Meski demikian, sentimen positif  kemungkinan hanya sementara karena kondisi fundamental belum berubah.
Sembari mengamati pertemuan itu, pasar akan mencermati serangkaian data seperti estimasi inflasi zona euro, PDB Perancis, dan PCE AS. Setelah pertemuan, China akan mengumumkan data manufaktur Minggu nanti, yang diperkirakan akan menunjukkan perlambatan untuk tujuh bulan berturut-turut. Data yang buruk bisa mengurangi sentimen positif yang mungkin timbul dari hasil pertemuan Eropa.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tergelincir-lagi.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha