Search Results : perkembangan bursa efek indonesia saat ini

Tanggal January 27, 2012 / 9:20 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah kemarin menguji resisten 3975-3985, IHSG hari ini dihadapkan dengan bursa regional yang kurang tenaga.  Koreksi 0,18% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial sebenarnya belum merupakan signal yang bearish. Akan tetapi, bursa regional Asia yang hanya bergerak bervariasi pada kisaran sempit, IHSG sepertinya bakalan mengalami hal yang sama.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi di kisaran 3950-4000. Pasar sepertinya masih akan wait and see sambil menunggu perkembangan dari bursa regional. Jika terdapat signal negatif di bursa regional, kita sebaiknya waspada untuk munculnya trend turun pada bursa regional.

Global Outlook
B
ursa saham Asia cenderung kurang bertenaga hari ini karena koreksi yang dialami bursa saham di AS karena rendahnya data penjualan rumah dan klaim tunjangan pengangguran yang bertambah. Selain itu, laporan keuangan perusahaan AS yang beragam memicu investor menahan melakukan pembelian.
Kendati diawal perdagangan investor menyambut baik bahwa the Fed memperpanjang periode suku bunga rendah, sampai 2014. Proyeksi itu datang dalam pernyataan setelah berakhirnya rapat reguler. Dengan itu, berarti the Fed baru bisa menaikkan rate-nya secepatnya tahun itu, atau 18 bulan lebih lama dari yang the Fed proyeksikan tahun lalu. Menurutnya, pemulihan penuh ekonomi memerlukan waktu 3 tahun lagi.
Berbicara dalam jumpa pers, Ketua the Fed Ben Bernanke tidak terlalu antusias dengan perkembangan ekonomi AS, dengan memangkas proyeksi PDB AS tahun ini dan depan. Tidak hanya itu, ia membuka ruang untuk stimulus lanjutan. Ia mengatakan pihaknya mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut melalui pembelian obligasi, atau yang dikenal Quantitative Easing (QE).
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama.
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama. Prospek bunga rendah sampai 2014 tentu akan berdampak pada kinerja dollar. Efek rencana seperti ini bisa terasa paling tidak selama minggu ini. Tapi, masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi sentimen pasar, salah satunya Eropa, dalam hal ini Yunani. Masalah negosiasi utang yang belum tuntas masih membayangi pasar.
Setelah berminggu-minggu negosiasi, Kedua belah pihak kembali melakukan pembicaraan, yang diharapkan bisa tuntas minggu ini. Selama ini pasar berharap kesepakatan tercapai, tapi sentimen bisa berubah bila semua gagal.
Akhir pekan ini, data PDB AS jadi fokus dimana ekspektasi PDB Q4 tumbuh 3,0% dari 1,8%.

Review IHSG
B
ergerak labil, dan sempat bertahan lama di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir terselematkan oleh aksi beli menjelang penutupan.
Di awal perdagangan, IHSG sempat mendapat sentimen positif dari pergerakan bursa Wall Street pada hari sebelumnya menyusul kebijakan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga rendahnya.
Namun, kenaikan IHSG tersebut surut oleh aksi profit taking, bahkan IHSG sempat lama berada di area negatif. Namun, aksi beli menjelang penutupan akhirnya membawa kembali IHSG ke zona hijau, dan ditutup pada level 3.983,434, atau naik 0,5%
Ada delapan sektor yang berhasil menopang kenaikan IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar di antaranya: sektor infrastruktur yang naik 1,10%, sektor pertambangan naik 1,02%, dan sektor keuangan naik 0,74%. Sedangkan dua sektor yang memerah adalah sektor industri dasar dan perdagangan dengan penurunan masing-masing 0,32% dan 0,13%.
Saham-saham yang  naik antara lain: PT Garuda Indonesia (GIAA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Bentoel International Tbk (RMBA).
Sementara saham-saham yang turun di zona merah diantaranya: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS), dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).

Ulasan Teknikal
IHSG

S
upport IHSG di 3.950 masih mampu dipertahankan, dan pembentukan pola bullish harami pada candlestick bisa menjadi indikasi reversal setelah support tersebut gagal ditembus. Moving average pun terlihat masih uptrend. Untuk itu, kami melihat adanya potensi IHSG untuk kembali melanjutkan kenaikannya menuju area resistance di 4.000 – 4.027.  Sementara itu, level support masih kami tepmatkan di area 3.950. Penembusan support tersebut akan membawa potensi koreksi lanjutan menuju area 3.900 – 3.875. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.960 – 4.027.

R3    4,027
R2    4,005
R1    3,994
   
Pivot    3,973
   
S1    3,962
S2    3,940
S3    3,929

Stock Pick
CFIN

S
ebuah pola ascending triangle terlihat pada pergerakan CFIN dalam lima bulan terakhir ini. Pola tersebut bisa menjadi indikasi reversal setelah harga turun tajam tajam dan membuat support di 375. Untuk jangka pendek, terlihat bahwa MA pun sudah mulai bergerak uptrend. Indikator stochastic yang berpeluang golden cross juga menunjukkan hal yang sama. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini CFIN akan kembali menguji resistance-nya di 500. Jika mampu diptembus, maka penguatan bisa berlanjut menuju area 580 (FR 161.8%) hingga area 650 (target triangle)
Rekomendasi    : Trading Buy, stop loss breakout 465, target 500.
Support               : 465, 450
Resistance         : 500, 580

JSMR

U
ntuk jangka menengah, garis trend, serta MA 55 masih menunjukkan potensi bullish bagi JSMR. Sementara untuk jangka pendek terlihat bahwa harga suda mulai bergerak bearish, ditunjukkan dengan MA 10 yang sudah downtrend. Namun begitu, penurunan JSMR sepertinya saat ini mulai terbatas. Terlihat dari indikator stochastic yang mlai oversold dan berpeluang golden cross. Sementara pola hammer yang terbentuk bisa menjadi indikasi reversal. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound bagi JSMR, untuk kembali meraih area 4.300 – 4.400.
Rekomendasi     : Buy, stop loss break out 4.100, target 4.300 – 4.400
Support                : 4.100, 3.950
Resistance          : 4.300, 4.400

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/regional-tidak-bertenaga-ihsg-kembali-meredup.html

Tanggal November 30, 2011 / 9:03 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam hanya naik tipis, 0,28%, dan ditutup tipis dibawah resisten 11562, setelah sebelumnya sempat berada diatas resisten tersebut.  Ada dua signal yang kami dapat dari penutupan tersebut. Pertama, kemampuan indeks ini untuk berada diatas resisten 11562 adalah sebuah signal bullish untuk jangka menengah; Kedua, posisi penutupan yang dibawah resisten membuka peluang untuk terjadinya pengujian atas suport di 11350-11500 sebelum indeks ini kembali bergerak naik.
Minimnya sentimen, membuat IHSG sepertinya masih akan sulit untuk menembus resisten di 3700-3750. IHSG diperkirakan hanya akan bergerak flat-naik pada kisaran 3650-3750. Posisi akumulasi sebaiknya tetap dilakukan dengan strategi Buy On Weakness sambil melihn_wahyu80: at perkembangan. Perhatikan pergerakan saham-saham perbankan dan batubara, karena trend naik pada IHSG hanya akan muncul jika saham-saham tersebut mampu kembali dalam trend naik.
Sementara itu,  indeks Dow dan SP mencatat penguatan untuk kali kedua secara berturut-turut semalam berkat data consumer confidence yang lebih baik dari perkiraan. Selain itu, investor juga menyambut positif atas perkembangan zona euro mengenai solusi penyelamatan di sektor keuangan.
Tapi pelemahan yang dialami saham-saham keuangan AS dapat membatasi laju indeks secara keseluruhan dan kemungkinan akan berimbas pada pergerakan regional hari ini.
Sinyal positif dari zona euro terlihat dari menurunnya yield obligasi Italia dari level tertingginya. Dalam lelang bond, pemerintah Italia berhasil menjual 7,5 miliar euro untuk tenor 3 dan 10 tahunan. Sedangkan dalam pertemuan Menteri Keuangan Uni Eropa menyetujui dua opsi guna memperluas penggunaan dana talangan. Opsi pertama, pemegang obligasi mendapatkan resiko parsial 20%-30% dengan didukung oleh Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF). Opsi kedua, dana investasi bersaman baik dari swasta dan publik yang digunakan untuk membeli obligasi di pasar primer dan sekunder. Kedua opsi ini diperkirakan akan siap digunakan pada awal 2012 nanti.
Kabar baik dari AS, setelah indeks consumer confidence melonjak ke angka 56,0 di Nopember, angka ini tertingginya sejak bulan Juli, angka ini lebih besar dari prediksi 44,0 dari bulan sebelumnya 40,9. Dengan membaiknya data tersebut sekaligus membuat investor optimis jelang musim libur akhir tahun dengan mengacu pada laporan pada penjualan Black Friday melonjak.
Sedangkan laju pergerakan regional kali ini sedikit mengalami hambatan setelah Standard Poor’s memangkas peringkat kredit lembaga keuangan seperti Bank of America Corp, Goldman Sachs Group Inc dan Citigroup Inc.
Menurut kalangan analis, pasar hari ini lebih digerakkan oleh sentimen, bukan berita aktual. Masih perlu diketahui apakah poin spesifik pertemuan Eropa dan apakah ada yang dapat mendukung sentimen ini.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan kenaikannya. Pada perdagangan kemarin, IHSG naik sebesar 40 poin.
Aksi bargain hunting atas saham-saham yang sudah terdiskon menjadi pendorong kenaikan IHSG pada hari itu. Selain itu, membaiknya kinerja bursa regional setelah adanya harapan bahwa para pejabat Eropa akan mengatasi krisis utang, menambah daya dorong bagi IHSG.
Dana Asing pun kini kembali mampir di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 250,327 miliar di seluruh pasar.
Mayoritas indeks sektoral di BEI menghijau. Ada Tiga sektor yang naik secara signifikan yaitu: sektor aneka industri yang naik sebesar sebesar 2,2%, sektor agrikultur naik 1,86%, dan sektor manufaktur sebesar 1,76%.
Menutup perdagangan, Selasa (29/11/2011), IHSG menguat 40,720 poin (1,11%) ke level 3.687,769. Sementara Indeks LQ 45 naik 9,439 poin (1,46%) ke level 652,584.
Saham-saham yang naik tajam diantaranya Astra Internasional (ASII), Sampoerna (HMSP), Gudang Garam (GGRM), dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Tembaga Mulia (TBMS), Indo Kordsa (BRAM), Indosiar (IDKM), dan Sumi Indo (IKBI).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
ola white opening marubozu yang terbentuk pada candlestick masih menunjukkan potensi buyer yang kuat. Pola tersebut didukung pula dengan indikator stochastic yang oversold dan berpeluang golden cross. Sementara RSI kini mulai beranjak uptrend. Namun begitu, untuk naik lebih jauh IHSG harus mampu melewati resistance MA 10 di 3.710. Jika resistance ditembus, maka IHSG berpeluang untuk kembali menguji area 3.750. Sedangkan level support IHSG kini bergeser ke area 3.676. Penembusan kembali support tersebut akan memberi potensi penurunan lanjutan menuju area 3620 – 3.580. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.650 – 3.750.

R3    3,781
R2    3,746
R1    3,717
    
Pivot    3,682
    
S1    3,653
S2    3,618
S3    3,589

Stock Pick
SMGR

I
ndikator stochastic mulai golden cross di area oversold. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi SMGR. Sementara pola bullish engulfimg yang terbentuk menjadi indikasi reversal setelah harga mengalami koreksi di sesi-sesi sebelumnya. Saat ini harga masih tertahan di area resistance 9.100. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi penguatan untuk kembali menguji resistance kuatnya di area 9.500 – 9.550.
Rekomendasi     : Buy break 9.100, stop loss breakout 9.000, taregt 9.500
Support                : 8.850, 8.650
Resistance          : 9.100, 9.550

SMCB

M
oving average serta indikator stochastic yang mulai golden cross, bisa menjadi sinyal bullish bagi SMCB. Kondisi ini didukung pula oleh candlestick yang membentuk white opening marubozu dengan volume yang naik. Namun, saat ini harga masih tertahan di resistance triangle di 1.920. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk meraih area 2.075 – 2.250 (target triangle dan FR 261.8%).
Rekomendasi     : Buy break 1.920, stop loss 1.850, target 2.025 – 2.075
Support                : 1.860, 1.780
Resistance          : 1.920, 2.025

Stock Screener

 

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-sideway-up-di-level-3650-3750.html

Tanggal November 18, 2011 / 8:54 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Bursa Amerika terus memperoleh alasan untuk bergerak turun. Kali ini, alasannya adalah alasan teknikal karena SP500 menembus suport 1225. Suport tersebut memang suport penting bagi SP500 karena penembusan atas suport tersebut, bisa membuka potensi pelemahan hingga 1170-1180. Meskipun demikian, SP500 masih ditutup diatas suport level psikologis 1200.
Ketika trend turun tengah berlangsung, posisi akumulasi hendaknya dilakukan dengan smart agar kita bisa mendapatkan harga rata-rata yang rendah. Setelah suport di 3800 kemarin gagal bertahan, suport kedua untuk IHSG ada di 3725-3750, dan suport ketiga ada di 3600-3650.
Karena trend jangka menengah masih berupa trend naik, kami tetap merekomendasikan posisi buy on weakness atas saham ASII, GGRM, BMRI, BBRI, BBCA, UNTR, ITMG, UNVR, dan INTP.   
Sementara itu, untuk kali keempat bursa saham AS mencatat penurunan yaang signifikan, masalah Eropa menjadi pemicu utama. Pergerakan bursa global berjuang untuk bangkit meski sudah tumbang selama empat sesi berturut-turut, di tengah memuncaknya keresahan soal krisis utang.
Kenaikan yield obligasi beberapa negara Eropa menambah kekhawatiran krisis semakin menyebar. Yield obligasi Italia tenor 10 tahun turun ke 6,89% setelah sempat menembus 7,1%. Yield Spanyol turun 4 bps ke 6,29%. Penurunan ini terjadi menyusul pengumuman pemerintahan baru Italia dan adanya pembelian obligasi Italia oleh ECB.
Tapi, yield Italia masih rentan, sewaktu-waktu bisa kembali ke 7%, level yang membawa Yunani, Irlandia dan Portugal menjadi pasien IMF. Perubahan pemerintahan di negara itu, dan Yunani, tidaklah cukup, mengingat beratnya tantangan yang dihadapi kedua negara.
Yield Perancis, Belgia, dan Austria turut terangkat di tengah kegelisahan pasar. Kenaikan yield ini menambah desakan agar ECB turun tangan, lebih aktif berperan memberikan ketenangan ke pasar. ECB masih enggan melakukannya karena itu sama saja memoneterisasi utang pemerintah. Tapi banyak kalangan yang memperkirakan cepat atau lambat ECB akan terpaksa melakukannya.
Sentimen pasar juga tertekan setelah Moody’s Investor Service menurunkan rating 10 bank Jerman. Menambah tekanan, ada indikasi berkurangnya likuiditas di pasar uang, karena bank zona euro semakin sulit mendapatkan pembiayaan dollar.
Menurut analis, tidak ada penjelasan rasional dari penguatan yang kemungkinan ada kecuali didorong oleh pembelian ritel menyusul kejatuhan substansial sebelumnya. Faktor eksternal masih tidak pasti dan pergerakan jangka panjang masih tergantung dengan bagaimana perkembangan di Eropa.

Review IHSG
K
risis Eropa yang tak kunjung usai kembali menyeret penurunan bursa global. Imbas dari melemahnya bursa global, Indeks Harga Saham Gabngan (IHSG) ikut terseret penurunan tersebut.
Kemarin, IHSG kembali masuk ke zona merah dan gagal bertahan di atas level 3.800. Penurunan delapan indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat IHSG turun sebesar 21 poin dan ditutup di level di level 3.792,253.
Tiga sektor dengan penurunan tertinggi antara lain: sektor aneka industri sebesar 2,21%, sektor keuangan sebesar 0,87%, dan sektor manufaktur sebesar 0,77%. Sementara, sektor konsumer dan sektor perkebunan berhasil naik dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,07% dan 0,87%.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Astra Internasional (ASII), Dian Swastatika (DSSA), Gudang Garam (GGRM), dan Indo Tambangraya (ITMG).
Sementara saham-saham yang berhasil naik diantaranya HM Sampoerna (HMSP), Succaco (SCCO), Asahimas (AMFG), dan Adira Finance (ADMF).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
ergerakan IHSG dalam waktu dekat ini sepertinya masih akan terjebak di area support 3.780 dan Resistance 3.830. Keduanya akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Penembusan support di 3.780 akan membawa potensi penurunan lanjutan menuju area 3.750, kemudian 3.680. Sementara jika resistance yang ditembus, maka kenaikan selanjutnya akan fokus menuju area 3.875. Untuk hari ini, IHSG masih kami perkiraan bergerak di area sempit antara 3.780 – 3.830.

R3    3,843
R2    3,828
R1    3,810
   
Pivot    3,796
   
S1    3,778
S2    3,763
S3    3,746

Stock Pick
DOID

M
asih berada dalam trend bearish, namun sinyal-sinyal reversal mulai terlihat, ditandai dengan RSI yang bergerak naik ke area positif, selain itu, stochastic pun mulai melakukan bullish crossover. Untuk jangka pendek, terlihat MA 10 mulai terlihat uptrend. Kami melihat bahwa saat ini DOID akan menguji resistance di 690, yang sekaligus akan memberikan konfirmas reversal, untuk target bullish menuju area 825 – 850 jika berhasil ditembus.
Rekomendasi     : Hold, and buy break 690, stop loss 620, target 825 – 850.
Support                : 620, 570
Resistance          : 690, 720

BIPI

I
ndikator RSI dan stochastic yang bergerak uptrend menunjukkan bahwa BIPI berpeluang bullish. Kondisi ini didukung pula dengan terbentuknya pola long white candlestick yang disertai dengan volume yang besar. Harga saat ini masih tertahan di area resistance 105. Jika kembali bergerak di atas resistance tersebut, BIPI berpeluang melanjutkan kenaikannya menuju area 120.
Rekomendasi     : Buy break 105, stop loss 100, target 120
Support                : 100, 95
Resistance          : 111, 120

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/bursa-as-terus-tertekan-ihsg-merana.html

Tanggal October 21, 2011 / 8:56 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Menjelang European Summit di hari minggu, sentimen positif dan negatif datang silih berganti. Ini membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI)bergerak bervariasi di kisaran lebar, sebelum akhirnya ditutup naik tipis, 0.32%.  Kenaikan ini tetap saja belum mengembalikan arah trend jangka pendek DJI ke dalam trend naiknya. Kita masih harus melihat perkembangan di bursa Asia untuk memastikan arah dari trend dari bursa global.
IHSG kemarin gagal bertahan diatas suport pertama 3650. Sentimen negatif dari kemungkinan penghapusan BBM subsidi mulai April tahun depan, telah mendorong munculnya tekanan jual dari pemodal asing. Meskipun demikian, keberhasilan IHSG untuk ditutup diatas suport kedua 3622 tetap membuka peluang bagi IHSG untuk bergerak bersama-sama dengan bursa di kawasan regional Asia. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran 3580-3685. Kisaran sekuder di 3525-3730.
Sementara itu, pergerakan regional kini terjebak dalam kisaran sempit setelah bursa saham di Wall Street berakhir mixed. Investor lebih memilih wait and see jelang pertemuan pemimpin Uni Eropa pada 23 Oktober nanti. Hasil pertemuan itulah yang menjadi penentu arah selanjutnya. Bila ternyata mengecewakan, sentimen kembali bisa terjungkal.
Kini merebak perbedaan pendapat antara Perancis dan Jerman kembali mencuat dalam membahas strategi komprehensif. Rencana untuk mengatasi krisis mandek setelah Paris dan Berlin berdebat mengenai bagaimana menambah dana talangan atau EFSF.
Pasar juga dibingungkan dengan munculnya opsi menjadikan EFSF sebagai obligasi jaminan. Rencana baru itu menyebutkan EFSF, dana talangan Eropa, menerbitkan obligasi untuk negara pengutang besar seperti Spanyol dan Italia. Kedua negara itu lalu menggunakan obligasi EFSF sebagai jaminan obligasi terbitan mereka.
Selain itu, rencana baru tersebut dikritik oleh pengacara di Uni Eropa, yang mengatakan itu melanggar larangan menggunakan dana talangan sebagai jaminan langsung.
Kini, para pejabat Eropa menawarkan penggunaan dana itu sebagai jaminan ketika negara bermasalah perlu pinjaman. Tapi, pengumumkan rencana yang ditujukan untuk membantu Italia, Spanyol dan negara pengutang lainnya hanya menambah ketidakpastian.
Menurut analis, salah satu faktor yang begitu terlihat minggu ini, menjelang pertemuan Uni Eropa, adalah banyaknya komentar dan cerita, ini hanya mengganggu proses. Kita ketahui sebelumnya, ada spekulasi Jerman dan Perancis sepakat menambah dana talangan menjadi 2 triliun euro, yang dibantah oleh Menteri Keuangan Jerman. Sebelum itu, Jerman mengindikasikan agar pasar jangan terlalu berharap pada pertemuan nanti untuk menghasilkan solusi definitif. Komentar dan spekulasi itulah yang membuat pasar jadi bingung.

Review IHSG
T
ekanan jual kembali melanda lantai bursa. Pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (HSG) melorot sebesar 62 poin.
Minimnya katalis menyebabkan para investor mengambil langkah antisipasi untuk melakukan aksi profit taking.
IHSG kembali mengekor bursa Asia, yang pada hari itu juga memerah. Belum redanya kekhawatiran krisis utang Eropa menjadi penyebab anjloknya bursa regional, yang ujungnya menyeret indeks domestik.
Semua indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah. Ada tiga sektor yang menjadi pemberat kinerja indeks, yaitu sektor industri dasar turun yang turun 3%, sektor pertambangan turun 2,89%, dan sektor aneka industri turun 2,05%.
Mentup perdagangan, Kamis (20/10/2011), IHSG turun 62,530 poin (1,70%) ke level 3.622,776. Indeks LQ 45 ditutup melemah 12,739 poin (1,94%) ke level 641,276.
Saham-saham yang mengalami peurunan antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Astra Internasional (ASII), Century Textile (CNTX), dan Sepatu Bata (BATA).
Sementara saham-saham yang berhasil naik diantaranya Goodyear (GDYR), Multibreeder (MBAI), Jasa Marga (JSMR), dan BFI Finance (BFIN).

Ulasan teknikal
IHSG


Meski melemah, IHSG masih mampu bertahan di atas support-nya di 3.580. Indikator RSI masih berada di area netral, sementara stochastic sudah menunjukkan dead cross. Pendapat kami masih belum berubah bahwa saat ini harga masih bergerak flat di area support 3.580, dan resistance di 3.730. Kedua level tersebut akan menjadi penentu arah selanjutnya. Penembusan support akan membawa potensi penurunan menuju area 3.450 – 3.400. Sementara jika resistance ditembus, maka alur bullish IHSG bisa berlanjut menuju area 3.800 -  3.900. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.580 – 3.675.

R3    3,765
R2    3,725
R1    3,674
   
Pivot    3,634
   
S1    3,583
S2    3,543
S3    3,491

Stock Pick
INTP


Garis trend menunjukkan bahwa INTP masih bearish. Sementara pola black opening marubozu menunjukkan bahwa seller kembali kuat setelah harga gagal menembus resistance trend line di 14.950. Indikator RSI pun mulai bergerak downtrend, sementara stochastic berpeluang dead cross di area overbought. Saat ini harga masih tertahan di support 14.250 – 14.000. Penembusan support tersebut akan memberi konfirmasi bearish continuation menuju area 13.600 – 12.600. Sedangka pembalikan trend hanya akan didapat jika harga mampu menembus resistance di 14.950, dan bertahan di atas level tersebut, untuk target bullish menuju area 17.000.
Rekomendasi    : Sell breakout 14.000
Support               : 14.000, 13.600
Resistance         : 14.950, 15.900

BKSL

Moving average yang bergerak di bawah harga menunjukkan bahwa trend BKSL masih bullish. Namun untuk jangka BKSL berpeluang terkoreksi. Hal ini terlihat dari pola black body, yang sebelumnya terbentuk pola doji, menunjukkan bahwa seler mulai masuk pasar. Selain itu, stochastic berpeluang dead cross di area overbought. Kami melihat bahwa koreksi BKSL akan berlanjut untuk menjemputnya support-nya di area 260 – 230, di mana pullback buying kemungkinan akan terjadi di area tersebut.
Rekomendasi     : Buy on weakness@260, stop loss 230, target 320
Support                : 260, 230
Resistance          : 295, 320

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/wall-street-mixed-ihsg-masih-rentan.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha