Search Results : pergerakan nikkei pada akhir tahun

Premarket 4Indek acuan saham berjangka Amerika terlihat alami kenaikan pada sore hari ini, dan bursa saham di seluruh dunia pada hari ini terlihat alami kenaikan setelah kekhawatiran terhadap kejatuhan bursa saham di China mereda.

Bursa-bursa saham di seluruh dunia pada hari ini terlihat alami pemulihan setelah sehari sebelumnya terjadi kegilaan pasar. Indek acuan saham China, Shanghai Composite alami kenaikan sebesar 5,3 persen dan indek acuan saham Jepang, Nikkei ditutup dengan kenaikan sebesar 1,5 persen. Bursa saham di Eropa pada hari ini juga diawali dengan kenaikan.

Kekhawatiran para pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekonomi China dan kejatuhan yang cukup besar pada bursa sahamnya menjadi pemicu bagi sentimen jual di seluruh dunia pada minggu ini, tetapi kepanikan tersebut pada hari ini mulai mereda, didukung oleh pernyataan dari bank sentral China yang berikan dukungan bagi pemulihan.

China pada minggu ini keluarkan kebijakan moneter berupa penurunan tingkat suku bunga acauannya, sehingga memberikan sebuah harapan besar akan adanya peluang yang cukup besar terhadap kesetabilan ekonomi dunia dan membuat kekhawatiran terhadap penurunan ekonomi besar-besaran di China ikut mereda.

Sentimen positip juga berikan pengaruh yang cukup baik bagi pasar minyak mentah. Harga acuan minyak mentah berhasil alami kenaikan sebesar 4 persen dan kembali diperdagangkan pada harga diatas $40 per barrel. Adanya kekhawatiran terhadap permintaan yang lebih kecil dibandingkan suplai membuat harga minyak mentah alami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, dan secara keseluruhan sejak awal tahun ini, komoditi minyak mentah alami penurunan kurang lebih sebesar 25 persen.

Pada malam hari ini, akan ada sejumlah perusahaan Amerika yang dijadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya. Termasuk diantaranya adalah Tiffany Co (TIF), Dollar General (DG), Burlington Stores (BURL) dan Michaels (MIK), yang akan merilis laporan keuangan kuartalannya sebelum pasar dibuka. Sedangkan setelah pasar tutup pada esok pagi akan ada laporan keuangan dari Gamestop (GME), Ulta (ULTA), dan Aeropostale (ARO).

Pembuat kebijakan moneter Amerika, Federal Reserve, pada hari ini akan memulai pertemuan rutin tahunannya di Jackson Hole, Wyoming. Para pelaku pasar akan sangat memperhatikan pernyataan-pernyataan yang akan disampaikan dalam pertemuan tersebut, karena akan berikan gambaran yang cukup besar bagi kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga acuan Amerika. Presiden Fed New York William Dudley sebelumnya pada hari Rabu kemarin telah berikan pernyataan mengenai adanya kemungkinan ditundanya kenaikan tingkat suku bunga acuan.

Data ekonomi yang harus diperhatikan untuk hari ini termasuk diantaranya adalah data GDP kuartal kedua Amerika yang dirilis pada pukul 19:30 WIB dan data Jobless Claims yang rilis pada jam yang sama.

Transocean akan menjadi salah satu saham yang perlu diperhatikan pada malam hari ini. Akibat adanya kenaikan harga acuan minyak mentah, harga saham perusahaan jasa minyak ini alami kenaikan sebesar 4 persen pada premarket. Perusahaan streaming online Netflix pada premarket sore hari ini juga terlihat alami kenaikan sebesar 4 persen.

Bursa saham Eropa pada sore hari ini terlihat alami kenaikan, terpengaruh oleh pergerakan bursa saham dunia lainnya, dimana indek Dax Jerman alami kenaikan sebesar 2,8 persen dan indek CAC Prancis alami kenaikan sebesar 2,4 persen.

Perusahaan raksasa minuman Pernord Ricard (PDRDF) perlu untuk menjadi perhatian. Saham perusahaan pemilik usaha Absolut Vodka dan Chivas Regal alami koreksi sebesar 2,6 persen di Paris setelah keluarnya laporan keuangan perusahaan yang mengecewakan.

Ekonomi Spanyol kembali berikan kejutan, dimana data ekonomi berikan konfirmasi akan adanya percepatan pertumbuhan ekonomi menjadi 3,1 persen pada kuartal kedua tahun ini. Indek acuan saham setempat IBEX diperdagangkan dengan kenaikan sebesar 2,4 persen.

Kenaikan yang terjadi pada bursa-bursa saham dunia terjadi setelah sebelumnya pada hari Rabu Wall Street alami kenaikan. Dow Jones industrial average alami kenaikan sebesar 4 persen, sedangkan SP 500 alami kenaikan 3,9 persen dan Nasdaq ditutup naik sebesar 4,2 persen.

http://www.strategydesk.co.id/2015/08/bursa-saham-amerika-bersiap-untuk-kembali-naik-setelah-seluruh-bursa-saham-dunia-alami-pemulihan/

Market Close 002Wall Street terlihat lebih tenang menjelang laporan earning perusahaan raksasa Amerika dan berita-berita ekonomi.

Pada malam hari ini, Fiat-Chrysler, MasterCard, dan Time Warner di jadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya sebelum bursa saham Amerika di buka.

Sedangkan Baidu, dan Yelp di jadwalkan akan sampaikan laporan keuangan setelah bursa saham ditutup pada esok pagi.

Twitter berikan kejutan bagi pasar dengan sampaikan laporan keuangannya lebih awal dari yang dijadwalkan pada hari Selasa kemarin. Penjualan perusahaan tersebut tunjukkan penurunan, tetapi laporan earning perusahaan berhasil lampaui perkiraan Wall Street. Harga saham perusahaan tersebut cenderung flat pada premarket sore hari ini setelah sebelumnya alami penurunan sehabis dirilisnya laporan keuangan perusahaan.

Pada malam hari ini, pemerintah Amerika akan merilis data gross domestic product pada pukul 7:30 malam. Para ekonom perkirakan data GDP akan tunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika untuk kuartal pertama tahun ini.

Pada dini hari nanti, pukul 1 pagi hari Kamis, pertemuan rutin bulanan Fed yang berlangsung selama dua hari akan ditutup dan Fed akan keluarkan kesimpulan dari hasil pertemuan tersebut. Seluruh pelaku pasar akan perhatikan pernyataan yang akan disampaikan Jenet Yellen guna mengetahui petunjuk-petunjuk penting mengenai rencana Bank Sentral untuk naikkan tingkat suku bunga acuannya.

Pada hari Selasa kemarin dimana pertemuan Fed dimulai, terlihat nilai tukar dollar Amerika alami penurunan terhadap euro dan poundsterling. Nilai tukar dollar Amerika dalam beberapa minggu terakhir alami penurunan akibat kenaikan tingkat suku bunga diperkirakan tidak secepat perkiraan sebelumnya. Data-data ekonomi Amerika yang akhir-akhir ini tunjukkan pelemahan mendukung analisa tersebut.

Bursa saham di Eropa pada awal perdagangan sore hari ini alami penurunan, walaupun demikian perusahaan pembuat barang-barang mewah Hermes alami kenaikan hampir 3 persen di Prancis setelah dirilisnya laporan keuangan perusahaan yang tunjukkan peningkatan penjualan.

Bursa saham di Asia pada hari ini ditutup pada zona negatif. Sedangkan Nikkei Jepang pada hari ini ditutup, hari libur.

Saham Samsung alami kenaikan sebesar 1,4 persen di bursa saham Korea Selatan didukung oleh update laporan earning yang berikan indikasi pemulihan pada perusahaan produsen peralatan elektronik tersebut.

Pada hari Selasa kemarin, Wall Street ditutup dengan pergerakan Mix, dimana Dow Jones industrial average alami kenaikan sebesar 72 poin, sedangkan SP 500 naik 0,3 persen dan Nasdaq turun 0,1 persen.

 

http://www.strategydesk.co.id/2015/04/premarket-us-fomc-meeting-akan-berikan-petunjuk-penting-mengenai-rencana-kenaikan-tingkat-suku-bunga/

Jakarta, Strategydesk
Nikkei
Indeks Nikkei catat kenaikan keempat kalinya secara beruntun Senin kemarin. Saham-saham energi jadi penyumbang kenaikan indeks menyusul kenaikan harga minyak mentah dunia 1,4% menjadi $57,88/barel. Showa Shell Sekiyu melonjak 27,7% karena pemberitaan adanya pembicaraan akuisisi oleh Idemitsu Kosan Co Ltd senilai 500 miliar yen. Indeks Nikkei ditutup menguat 13,74 poin, atau 0,08%, ke posisi 17.635,14.

Bursa Jepang yang kembali dibuka hari ini berhasil menguat, dimana indeks mengapai level tertingginya dalam dua minggu. Kenaikan indeks tidak lepas dari membaiknya ekonomi AS, dimana kuartal ketiga PDB AS tumbh 5,0%.  Sementara itu, kembali menurunnya harga minyak mentah dunia diharapkan mampu mengangkat daya beli konsumen. Sentimen positif ini diperkirakan berlangsung hingga besok, kendati sebagian bursa global tutup.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 24-12-14

Kospi
Indeks Kospi sedikit terkoreksi setelah menyentuh level tertingginya dalam dua minggu terakhir. Meski melemah sentiment global masih positif seiring dengan serangkaian data ekonomi AS yang menandakan proses pemulihan terus membaik. Namun pergerakan cenderung berkurang karena pasar yang mulai mengurangi posisi jelang musim liburan.  Indeks Kospi ditutup turun 4,10 poin, atau 0,21%, ke posisi 1.939,02.

Indeks Kospi bergerak positif hari ini menyusul penguatan Wall Street dalam tiga sesi beruntun minggu ini. Laju indeks Kospi dapat tersendat karena cemaskan pelemahan yen dan juga jelang libur Natal. Rencana kenaikan suku bunga Fed dan prospek kebijakan bank sentral Eropa yang semakin longgar menjadi pemicu sentimen pasar di sisa tahun ini.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 24-12-14

Hang Seng
Indeks Hang Seng akhirnya melemah kemarin meski sempat menguat pada awal pembukaan. Jatuhnya sektor keuangan jadi pemicunya. Kendati terkoreksi, sentiment dari Wall Street yang terus menorehkan penguatan masih menjadi penopang sentimen, karena ekspektasi bank sentral tetap menjalankan kebijakan akomodatif untuk waktu yang masih lama. Indeks Hang Seng ditutup turun 74,88 poin, atau 0,32%, ke posisi 23.333,69.

Indeks Hang Seng diperkirakan bergerak flat karena minimnya partisipan pasar menjelang libur Natal. Hal ini yang membuat saham Asia bergerak variatif hari ini, kehilangan daya dorongnya menjelang liburan akhir tahun, meski setelah Wall Street mencetak rekor baru. Bursa Hong Kong dibuka hanya satu sesi hari ini, dan dua hari ke depan tutup , semakin mengurangi aktivitas perdagangan. Dan kembali dibuka Senin minggu depan.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 24-12-14

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/besok-natal-asia-mixed/

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal December 28, 2012 / 11:00 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya. Pada penutupan perdagangan Kamis (27/12/2012), IHSG menguat 6,767 poin (0,16%) ke level 4.281,861.
Aksi bargain hunting terhadap saham-saham perkebunan berhasil meng-counter koreksi dari saham-saham konsumer dan banking. Selain itu, trend positif dari beberapa bursa Asia juga turut mendorong laju indeks. Setelah dua hari mengalami net sell, posisi investor asing kini mencatatkan net buy sebesar Rp 105,05 miliar di seluruh pasar.
Sebanyak enam sektor menghijau, dimana sektor perkebunan memimpin penguatan, dengan kenaikan sebesar 2,84. Sementara sektor properti menjadi salah satu pemberat indeks, yang melemah sebesar 0,79.
Saham-saham yang naik diantaranya Sarana Menara (TOWR), Mandom (TCID), Astra Agro (AALI), dan Chandra Asri (TPIA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Finance (ADMF), Sorini Agro (SOBI), dan Indocement (INTP).

IHSG Outlook
Hari ini adalah hari terakhir perdagangan di tahun 2012 ini untuk Bursa Efek Indonesia.  Dengan IHSG kemarin yang berhasil ditutup menembus resisten di 4276 dan indeks Dow Jones Industrial yang hanya turun tipis 0,14 persen, IHSG hari ini sepertinya masih bisa bergerak dalam teritori positif.  Harapan kami, IHSG masih bisa ditutup di wilayah atas dari kisaran 4225 – 4350 yang merupakan kisaran pergerakan IHSG hari ini.  Akan tetapi, masih adanya beberapa hal yang mengganjal, sepertinya harus membuat kita tetap realistis.
Perundingan yang membahas kebijakan fiskal Amerika, masih berlanjut hingga hari Minggu.  Artinya: meski pergerakan harga di negara mereka masih bisa memberikan respon pada perdagangan di hari Senin, perdagangan di BEI akan berakhir masih dengan tanda tanya besar mengenai permasalahan ini.  Selain itu, adanya kenaikan TDL per 1 Januari 2012 juga membuat kita sebaiknya tetap waspada, karena berita ini, telah membuat saham-saham perbankan mengalami tekanan jual yang cukup besar dalam dua-tiga hari terakhir.  BMRI bahkan kemarin sore mengalami tekanan jual yang cukup besar yang menyebabkan saham ini menembus suport pentingnya, penembusan suport yang membuka potensi koreksi hingga 5 persen atau lebih.
Window dressing telah berjalan dalam beberapa hari terakhir, terlihat hanya berlangsung pada counter-counter tertentu.  Adanya berita kenaikan TDL, bahkan membuat beberapa saham (terutama saham-saham sektor properti) yang pada hari Rabu sempat memberikan signal positif, kemarin kembali memberikan signal negatif.  Kondisi ini membuat kami menyarankan anda untuk tidak melakukan positioning secara agresif menjelang liburan panjang ini. 
Kami masih percaya bahwa IHSG di tahun 2013 bakal mencapai level 5000.  Akan tetapi, ketidakpastian yang ada untuk jangka pendek, sebaiknya tetap membuat anda berhati-hati.

Global Outlook
Saham Asia bergerak positif hari ini, namun terhambat oleh kekhawatiran para politisi AS akan kehabisan waktu mencegah jurang fiskal.
Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,3% ke 128,88 hari ini, didukung oleh saham  Jepang yang naik 0,7% berkat data inflasi yang memperkuat ekspektasi BOJ akan meluncurkan stimulus bulan depan. Indeks Hang Seng dibuka menanjak 0,38% terkena efek isu stimulus moneter Jepang. Saham Eropa berakhir flat semalam dan Wall Street jatuh untuk empat sesi berturut-turut.
Prospek BOJ akan mengerahkan stimulus agresif masih menopang indeks Nikkei dan melemahkan yen. Namun pergerakan saham regional tertahan oleh lesunya aktivitas perdagangan menjelang akhir tahun dan ketidakpastian prospek anggaran AS. Selain itu, beberapa indeks sudah mencapai level yang cukup tinggi dan menemui resistance yang kuat. Indeks Nikkei menyentuh level tertingginya dalam 21 bulan dan indeks Hang Seng sudah berada di level tertinggi dalam 17 bulan.
Kompromi penuh sulit dicapai akhir tahun, tapi saham tidak akan jatuh tajam karena mungkin ada kesepakatan parsial. Presiden Obama akan mengadakan pertemuan malam nanti dengan empat pemimpin Kongres, sebagai upaya terakhir mematahkan kebuntuhan sebelum tenggat waktu akhir tahun. Bila tidak ada deal, maka kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis akan berlaku di Januari 2013, menjadikan tahun baru suram di AS.

IHSG Tchnical
IHSG kembali menunjukkan sinyal positif dengan bertahannya di area resistance 4.275. Indikator stochastic juga sudah menunjukkan bullish crossover. Namun, IHSG masih tertahan di area resistance 4.295. Dengan begitu, trend IHSG masih flat-naik. Penutupan IHSG di atas 4.295 akan mengakhir pola flat tersebut, yang bisa membawa potensi kenaikan menuju area 4.330  -  4.340. Sementara sinyal negatif akan muncul jika IHSG ditutup dibawah level 4.264. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.260 – 4.300.

R3    4,319
R2    4,304
R1    4,293
   
Pivot    4,279
   
S1    4,268
S2    4,253
S3    4,242

Stock Picks
LSIP
LSIP telah mengakhiri trend bearish jangka pendeknya dengan penembusan resistance di 2.150. Ternd bullish jangka pendek kemudian dikonfirmasi dengan pergerakan MA 10 yang uptrend. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal positif. Untuk itu, kami masih melihat potensi kenaikan LSIP untuk meraih resistance di 2.400 – 2.450.
Rekomendasi : Buy (best price entry@2.200), stop loss breakout 2.150, target 2.400
Support     : 2.150, 2.075
Resistance     : 2.325, 2.400

TBIG
Harga kembali bergerak di atas MA 10, pertanda trend jangka pendek kembali bullish, dimana sebelumnya sempat terkoreksi dan menemukan support barunya di 5.250. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal uptrend. Untuk itu, kami melihat potensi penguatan lanjutan bagi TBIG untuk kembali menguji resistance di 6.150.
Rekomendasi : Trading buy, stop loss breakout 5.550, target 6.00.
Support     : 5.550, 5.250
Resistance     : 5.800, 6.100

Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html

Tanggal December 11, 2012 / 4:25 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Penurunan tipis di alami indeks Nikkei hari ini. Kendati turun indeks berhasil bertahan di atas 9.500 yang merupakan level psikolgis, karena penutupan di bawah level tersebut membuka ruang indeks koreksi 9.300-an. Terbatasnya pergerakan indeks tidak lepas perhatian investor terhadap indikasi pergerakan indeks yang sudah jenuh beli setelah reli sebesar hampir 10% selama bulan lalu.

Sebagaimana kita ketahui, indeks Nikkei telah menguat 9,9% bulan lalu menyusul pelemahan yen yang dipicu pemimpin partai oposisi (Partai Demokratik Liberal) Shinzo Abe diperkirakan akan memenangkan pemilu 16 Desember nanti. Kemenangan Abe akan menyerukan kebijakan agresif kepada Bank Sentral Jepang, termasuk pelonggaran tidak terbatas.

Indeks Nikkei ditutup turun tipis 8,43 poin, atau 0,09%, ke posisi 9.525,32, dimana selama lima sesi perdagangan indeks bertahan di moving average 9.520,09. Sedangkan indeks Topix turun 0,3% ke 786,07.

Saham ekspor masih menjadi penggerak utama indeks, dimana investor dalam beberapa hari terakhir sudah memulai merilis keuntungan mereka terhadap sektor tersebut. Honda Motor Co, Nissan Motor Co, Sony Corp dan Daikin Industries, yang turun 0,7% sampai 1,5%.

Sementara di Korsel, indeks Kospi berhasil menguat hari ini dimana bertengger di level penutupan tertinggi dalam dua bulan karena harapan pemulihan ekonomi di Cina. Cina merupakan pasar ekspor Korsel terbesar termasuk produsen kapal dan konstruksi.

Pertumbuhan fiskal Cina mengalami kenaikan tahun ini selama bulan Nopember, dimana melonjak 22% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini merupakan sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi bergerak dengan cepat. Fokus pasar kini juga tertuju pada rapat bulanan the Fed selama dua hari, yang dimulai hari ini. Jika the Fed akan kembali menelurkan kebijakan-kebijakan yang pro pemulihan ekonomi, tidak menutup kemungkinan sentimen makin membaik.

Saham STX Offshore Shipbuilding melonjak 7,2% menyusul laporan media setempat yang mengatakan indeks perusahaan tersebut yakni STX Corporation mendekati kesepakatan untuk menjual kepemilikannya pada unit STX OSV Holdings di Singapura.

Saham kontruksi, Daewoo Engineering Contruction naik 3,1% dan GS Engineering Contruction menguat 3,4%.

Sementara saham unggulan, Samsung Electronic terkoreksi 1% setelah catat rekor pada perdagangan sebelumnya.

Indeks Kospi ditutup naik 7,20 poin, atau 0,37%,  ke posisi 1.964,62, penutupan tertinggi sejak 9 Oktober, dimana kenaikan ini melanjutkan rebound dari level rendahnya yang tercatat pertengahan Nopember lalu.

Sedangkan indeks Hang Seng berhasil menguat hari ini dimana kinerja saham AIA berhasil menahan kejatuhan indeks yang ditenggarai bursa saham Cina yang tengah dilanda aksi profit taking setelah menorehkan level tertinggi dalam satu bulan.

Indeks Hang Seng ditutup naik 35,19 poin, atau 0,16%, ke posisi 22.311,91. Sementara indeks H-shares berakhir flat. sedangkan indeks Shangahi turun 0,4% ke 2.074,7.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/penutupan-regional-hari-ini-mixed.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/penutupan-regional-hari-ini-mixed.html

Tanggal November 02, 2012 / 9:13 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dengan adanya penguatan bursa regional, yang menyusul rally Wall Street, seharusnya IHSG berpeluang untuk rebound hari ini.
Dengan usainya musim laporan keuangan emiten, investor lokal akan mencari panduan baru dan kebetulan saham Asia bergerak positif.  Indeks regional melaju berkat Wall Street yang dipicu oleh data ekonomi AS. Serangkaian data itu mengindikasikan momentum pemulihan.
Setelah terkoreksi di sesi sebelumnya karena aksi ambil untung, IHSG akan coba bangkit hari ini. Data inflasi dan perdagangan yang cukup bagus ternyata tidak mampu menggugah minat beli. Banyak Investor yang lebih suka merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga selama musim laporan keuangan.
Namun kejatuhan indeks berhasil dikurangi menjelang akhir perdagangan. Ini bisa menjadi indikasi indeks mencapai bottom jangka pendek dan berpeluang untuk menanjak lagi. Kalau berpatokan pada sentimen global, IHSG bisa bergerak positif. Indeks Hang Seng sudah menguat 1% pagi ini. Namun, tidak tertutup kemungkinan masih ada aksi ambil untung. Kemarin, pemain asing melakukan net sell sebesar Rp. 445,20 miliar.

Global Outlook
Saham Asia rally hari ini, menyusul laju Wall Street, dipicu oleh data ekonomi AS  yang mengembalikan minat akan risiko.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,5%. Indeks Nikkei naik 11,2% dan indeks Hang Seng melesat 1%. Pergerakan ini mengikuti Wall Street, di mana indeks Dow Jones juga naik 1%.  Penguatan bursa AS terjadi setelah data menunjukkan stabilisasi dalam tren pemulihan global, terutama di dua ekonomi top dunia, AS dan China.
Setelah data manufaktur China, pasar menyambut serangkaian data AS, yang antara lain sentiment konsumen, ISM manufaktur dan ADP Employment Change. Data ADP menunjukkan lapangan kerja swasta bertambah 158 ribu di Oktober. ISM manufaktur stabil di 51. Survei bisnis dan data kemarin juga menunjukkan ekonomi besar Asia sedang pulih.
Data ADP menimbulkan ekspektasi angka payroll, yang diumumkan malam nanti, juga akan menunjukkan peningkatan yang substansial. Pertumbuhan lapangan kerja yang besar menjadi bukti penting akan pemulihan ekonomi. Payroll merupakan data terakhir menjelang pemilu presiden pada 6 Nopember nanti.
Namun sebelum itu, pasar akan mencermati data manufaktur dari Eropa, yang kemungkinan akan menunjukkan semakin dalam kontraksinya.

Review IHSG
K
oreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut ditengah penguatan bursa Asia lainnya. Pada penutupan perdagangan, Kamis (1/11/2012), IHSG turun 14,929 poin (0,34%) ke level 4.335,362.
Minimnya katalis menyusul berakhirnya masa laporan kinerja emiten membuat investor lebih memilih untuk melepas saham-saham. Selain itu, investor juga mengantisipasi data inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi di Oktober 2012 mencapai 0,16%. Secara tahunan alias year on year inflasi Oktober 2012 mencapai 4,61%, sedikit lebih tinggi dari prediksi pasar.
Sentimen dari regional sebenarnya cenderung positif setelah rilisan data manufaktur China yang mengalami pertumbuhan. Data tersebut membuat mayoritas bursa Asia menghijau. Hijaunya bursa Asia tersebut berhasil mendorong minat beli investor di penghujung perdagangan. Namun tetap saja aksi beli tersebut gagal mengangkat IHSG ke zona hijau.
Saham-saham yang naik diantaranya Indo Tambangraya (ITMG), Indocement (INTP), HM Sampoerna (HMSP), dan Indosat (ISAT).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Merck (MERK), Gudang Garam (GGRM), Multi Prima Sejahtera (LPIN), Excelcomindo Pratama (EXCL), Mayora (MYOR).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
ertahan di atas support 4.300 dengan membentuk pola hammer di candlestick bisa menjadi indikasi rebound bagi IHSG. Namun, secara keseluruhan trend masih flat, dengan kisaran support di 4.300 dan resistance 4.365. Kalaupun terjadi rebound, kemungkinan rebound tersebut akan terbatas pada area resistance tersebut. Hanya penutupan di atas 4.365 yang bisa membuka potensi bullish continuation menuju area 4.400. Sementara trend flat ini akan berbalik bearish jika support di 4.300 ditembus, dengan target koreksi yang lebih dalam menuju area 4.240 – 4.272. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.365.

R3    4,383
R2    4,360
R1    4,348
   
Pivot    4,324
   
S1    4,312
S2    4,289
S3    4,277

Stock Pick
ITMG

B
ertahan di atas fibonacci retracement 50% serta MA 55 dengan pembentukan pola hammer di candlestick. Bisa menjadi indikasi reversal bagi ITMG. Kondisi ini kemudian diperkuat dengan terbentuknya pola white marubozu setelah pembentukan pola hammer tersebut. Selain itu, harga kini sudah kembali berada di atas support 40.800 (sebelumnya resistance). Untuk itu, kami melihat adanya rebound lanjutan bagi ITMG, untuk meraih area gap di 42.300 – 43.350.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 40.800, target 43.000
Support                : 40.800, 40.000
Resistance          : 42.300, 43.350

PTBA

H
arga masih bertahan di atas support MA 55, menunjukkan bahwa trend jangka menengah PTBA masih terjaga. Candlestick yang membentuk white opening marubozu serta golden cross pada stochastic memberi potensi kenaikan lanjutan. Saat ini harga masih tertahan di resistance MA 10 di 16.100. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi kenaikan lanjutan menuju area 16.500 – 17.000.
Rekomendasi     : Buy breakout 16.100, stop loss 15.800, target 16.500
Support                : 15.800, 15.650
Resistance          : 16.500, 17.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ikuti-jejak-wall-streer-ihsg-rebound.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ikuti-jejak-wall-streer-ihsg-rebound.html

Tanggal October 05, 2012 / 4:14 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei berhasil torehkan level penutupan tertingginya dalam sepekan terakhir hari ini berkat saham-saham terkait dengan perkembangan ekonomi global. Tapi laju indeks tertahan karena kecemasan akan perusahaan-perusahaan yang memangkas proyeksi pendapatan mereka.

Dalam rapat bulannya hari ini, bank sentral Jepang masih mempertahankan suku bunga rendah 0-0,1%, sembari melihat kondisi ekonomi global dan juga laju pertumbuhan dalam negeri dengan mempertimbangkan pergerakan currency, khususnya yen.

Indeks Nikkei ditutup naik 38,71 poin, atau 0,44%, ke posisi 8.863,30. Indeks dalam sepekan turun 7 poin setelah dalam sesi perdagangan terakhir bergerak dalam range yang sempit.

Ditengah mencuatnya kembali kecemasan terhadap beberapa perusahaan di Jepang yang memangkas proyeksi labanya jelang musim laporan keuangan perkuartal. Saham Nikon Corp jatuh 4,8% melanjutkan kejatuhan sebelumnya 3,6% setelah harian Nikei mengatakan laba perusahaan tahun ini akan turun 43%.

Seven I Holding Co, perusahaan ritel terbesar Jepang, merosot 4,2% setelah proyeksi tahunan turun 2,5% menyusul jatuhnya penjualan. Sementara itu, Toyota Motor Corp melemah 1,6% setelah sebuah sumber mengatakan penjualan di CHina anjlok 40% di September. Sedangkan saham Honda Motor Co turun 0,5% dan Nissan Motor Co turun 1,5%.

Di Korsel, indeks Kospi yang sempat diawal pembukaan perdagangan hari ini sempat menguat berkat ekspektasi laba Samsung Electronics yang diperkirakan mencapai 8,1 triliun won ($7,3 miliar) diatas ekspektasi 7,6 triliun won. Tidak bisa bertahan lama karena minimnya katalis besar yang mampu menggerakkan sentimen lebih jauh di tengah perhatian investor jelang data ketenagakerjaan AS.  

Kabar dari Eropa juga tidak banyak memberi pengaruh besar, dimana ECB menegaskan kembali kesiapan untuk menjalankan program pembelian obligasi, memberi kelegaan ke pasar.
Dalam jumpa pers pasca keputusan mempertahankan suku bunga di 0,75%, Presiden ECB Draghi mengatakan siap melaksanakan pembelian obligasi pemerintah, atau yang disebut dengan Outright Monetary Transaction (OMT), ketika persyaratan sudah dipenuhi, mengacu pada Spanyol harus minta bailout.

Indeks Kospi ditutup naik tipis 2,49 poin, atau 0,12%, ke posisi 1.995,17.

Saham Samsung naik 0,2% ke posisi 1.370.000 won. Hyundai Mobis menguat 1,15 menjadi 310.000 won. Hyundai Motor turun 0,8% ke 242.500 won dan SK Innovation turun 0,6% menjadi 162.500 won.

Indeks Hang Seng mengikuti jejak kenaikan bursa regional, dimana indeks tutup di atas 21.000 hari ini sekaligus mencatat penguatan lima sesi perdagangan. Rebound-nya saham-saham energi menyusul kenaikan harga minyak global jadi penyumbang kenaikan indeks. Ditambah lagi saham otomotif yang melonjak setelah penjualan BMW di China catat hasil positif bulan lalu.

Indeks Hang Seng naik 104,43 poin, atau 0,50% di 21.012,38. Sedangkan indeks H-shares naik 1,2%.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/jelang-rilis-data-payroll-regional-menguat-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/jelang-rilis-data-payroll-regional-menguat-terbatas.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha