Search Results : pergerakan nikkei pada akhir tahun

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal December 28, 2012 / 11:00 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya. Pada penutupan perdagangan Kamis (27/12/2012), IHSG menguat 6,767 poin (0,16%) ke level 4.281,861.
Aksi bargain hunting terhadap saham-saham perkebunan berhasil meng-counter koreksi dari saham-saham konsumer dan banking. Selain itu, trend positif dari beberapa bursa Asia juga turut mendorong laju indeks. Setelah dua hari mengalami net sell, posisi investor asing kini mencatatkan net buy sebesar Rp 105,05 miliar di seluruh pasar.
Sebanyak enam sektor menghijau, dimana sektor perkebunan memimpin penguatan, dengan kenaikan sebesar 2,84. Sementara sektor properti menjadi salah satu pemberat indeks, yang melemah sebesar 0,79.
Saham-saham yang naik diantaranya Sarana Menara (TOWR), Mandom (TCID), Astra Agro (AALI), dan Chandra Asri (TPIA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Finance (ADMF), Sorini Agro (SOBI), dan Indocement (INTP).

IHSG Outlook
Hari ini adalah hari terakhir perdagangan di tahun 2012 ini untuk Bursa Efek Indonesia.  Dengan IHSG kemarin yang berhasil ditutup menembus resisten di 4276 dan indeks Dow Jones Industrial yang hanya turun tipis 0,14 persen, IHSG hari ini sepertinya masih bisa bergerak dalam teritori positif.  Harapan kami, IHSG masih bisa ditutup di wilayah atas dari kisaran 4225 – 4350 yang merupakan kisaran pergerakan IHSG hari ini.  Akan tetapi, masih adanya beberapa hal yang mengganjal, sepertinya harus membuat kita tetap realistis.
Perundingan yang membahas kebijakan fiskal Amerika, masih berlanjut hingga hari Minggu.  Artinya: meski pergerakan harga di negara mereka masih bisa memberikan respon pada perdagangan di hari Senin, perdagangan di BEI akan berakhir masih dengan tanda tanya besar mengenai permasalahan ini.  Selain itu, adanya kenaikan TDL per 1 Januari 2012 juga membuat kita sebaiknya tetap waspada, karena berita ini, telah membuat saham-saham perbankan mengalami tekanan jual yang cukup besar dalam dua-tiga hari terakhir.  BMRI bahkan kemarin sore mengalami tekanan jual yang cukup besar yang menyebabkan saham ini menembus suport pentingnya, penembusan suport yang membuka potensi koreksi hingga 5 persen atau lebih.
Window dressing telah berjalan dalam beberapa hari terakhir, terlihat hanya berlangsung pada counter-counter tertentu.  Adanya berita kenaikan TDL, bahkan membuat beberapa saham (terutama saham-saham sektor properti) yang pada hari Rabu sempat memberikan signal positif, kemarin kembali memberikan signal negatif.  Kondisi ini membuat kami menyarankan anda untuk tidak melakukan positioning secara agresif menjelang liburan panjang ini. 
Kami masih percaya bahwa IHSG di tahun 2013 bakal mencapai level 5000.  Akan tetapi, ketidakpastian yang ada untuk jangka pendek, sebaiknya tetap membuat anda berhati-hati.

Global Outlook
Saham Asia bergerak positif hari ini, namun terhambat oleh kekhawatiran para politisi AS akan kehabisan waktu mencegah jurang fiskal.
Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,3% ke 128,88 hari ini, didukung oleh saham  Jepang yang naik 0,7% berkat data inflasi yang memperkuat ekspektasi BOJ akan meluncurkan stimulus bulan depan. Indeks Hang Seng dibuka menanjak 0,38% terkena efek isu stimulus moneter Jepang. Saham Eropa berakhir flat semalam dan Wall Street jatuh untuk empat sesi berturut-turut.
Prospek BOJ akan mengerahkan stimulus agresif masih menopang indeks Nikkei dan melemahkan yen. Namun pergerakan saham regional tertahan oleh lesunya aktivitas perdagangan menjelang akhir tahun dan ketidakpastian prospek anggaran AS. Selain itu, beberapa indeks sudah mencapai level yang cukup tinggi dan menemui resistance yang kuat. Indeks Nikkei menyentuh level tertingginya dalam 21 bulan dan indeks Hang Seng sudah berada di level tertinggi dalam 17 bulan.
Kompromi penuh sulit dicapai akhir tahun, tapi saham tidak akan jatuh tajam karena mungkin ada kesepakatan parsial. Presiden Obama akan mengadakan pertemuan malam nanti dengan empat pemimpin Kongres, sebagai upaya terakhir mematahkan kebuntuhan sebelum tenggat waktu akhir tahun. Bila tidak ada deal, maka kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis akan berlaku di Januari 2013, menjadikan tahun baru suram di AS.

IHSG Tchnical
IHSG kembali menunjukkan sinyal positif dengan bertahannya di area resistance 4.275. Indikator stochastic juga sudah menunjukkan bullish crossover. Namun, IHSG masih tertahan di area resistance 4.295. Dengan begitu, trend IHSG masih flat-naik. Penutupan IHSG di atas 4.295 akan mengakhir pola flat tersebut, yang bisa membawa potensi kenaikan menuju area 4.330  -  4.340. Sementara sinyal negatif akan muncul jika IHSG ditutup dibawah level 4.264. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.260 – 4.300.

R3    4,319
R2    4,304
R1    4,293
   
Pivot    4,279
   
S1    4,268
S2    4,253
S3    4,242

Stock Picks
LSIP
LSIP telah mengakhiri trend bearish jangka pendeknya dengan penembusan resistance di 2.150. Ternd bullish jangka pendek kemudian dikonfirmasi dengan pergerakan MA 10 yang uptrend. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal positif. Untuk itu, kami masih melihat potensi kenaikan LSIP untuk meraih resistance di 2.400 – 2.450.
Rekomendasi : Buy (best price entry@2.200), stop loss breakout 2.150, target 2.400
Support     : 2.150, 2.075
Resistance     : 2.325, 2.400

TBIG
Harga kembali bergerak di atas MA 10, pertanda trend jangka pendek kembali bullish, dimana sebelumnya sempat terkoreksi dan menemukan support barunya di 5.250. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal uptrend. Untuk itu, kami melihat potensi penguatan lanjutan bagi TBIG untuk kembali menguji resistance di 6.150.
Rekomendasi : Trading buy, stop loss breakout 5.550, target 6.00.
Support     : 5.550, 5.250
Resistance     : 5.800, 6.100

Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html

Tanggal December 11, 2012 / 4:25 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Penurunan tipis di alami indeks Nikkei hari ini. Kendati turun indeks berhasil bertahan di atas 9.500 yang merupakan level psikolgis, karena penutupan di bawah level tersebut membuka ruang indeks koreksi 9.300-an. Terbatasnya pergerakan indeks tidak lepas perhatian investor terhadap indikasi pergerakan indeks yang sudah jenuh beli setelah reli sebesar hampir 10% selama bulan lalu.

Sebagaimana kita ketahui, indeks Nikkei telah menguat 9,9% bulan lalu menyusul pelemahan yen yang dipicu pemimpin partai oposisi (Partai Demokratik Liberal) Shinzo Abe diperkirakan akan memenangkan pemilu 16 Desember nanti. Kemenangan Abe akan menyerukan kebijakan agresif kepada Bank Sentral Jepang, termasuk pelonggaran tidak terbatas.

Indeks Nikkei ditutup turun tipis 8,43 poin, atau 0,09%, ke posisi 9.525,32, dimana selama lima sesi perdagangan indeks bertahan di moving average 9.520,09. Sedangkan indeks Topix turun 0,3% ke 786,07.

Saham ekspor masih menjadi penggerak utama indeks, dimana investor dalam beberapa hari terakhir sudah memulai merilis keuntungan mereka terhadap sektor tersebut. Honda Motor Co, Nissan Motor Co, Sony Corp dan Daikin Industries, yang turun 0,7% sampai 1,5%.

Sementara di Korsel, indeks Kospi berhasil menguat hari ini dimana bertengger di level penutupan tertinggi dalam dua bulan karena harapan pemulihan ekonomi di Cina. Cina merupakan pasar ekspor Korsel terbesar termasuk produsen kapal dan konstruksi.

Pertumbuhan fiskal Cina mengalami kenaikan tahun ini selama bulan Nopember, dimana melonjak 22% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini merupakan sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi bergerak dengan cepat. Fokus pasar kini juga tertuju pada rapat bulanan the Fed selama dua hari, yang dimulai hari ini. Jika the Fed akan kembali menelurkan kebijakan-kebijakan yang pro pemulihan ekonomi, tidak menutup kemungkinan sentimen makin membaik.

Saham STX Offshore Shipbuilding melonjak 7,2% menyusul laporan media setempat yang mengatakan indeks perusahaan tersebut yakni STX Corporation mendekati kesepakatan untuk menjual kepemilikannya pada unit STX OSV Holdings di Singapura.

Saham kontruksi, Daewoo Engineering Contruction naik 3,1% dan GS Engineering Contruction menguat 3,4%.

Sementara saham unggulan, Samsung Electronic terkoreksi 1% setelah catat rekor pada perdagangan sebelumnya.

Indeks Kospi ditutup naik 7,20 poin, atau 0,37%,  ke posisi 1.964,62, penutupan tertinggi sejak 9 Oktober, dimana kenaikan ini melanjutkan rebound dari level rendahnya yang tercatat pertengahan Nopember lalu.

Sedangkan indeks Hang Seng berhasil menguat hari ini dimana kinerja saham AIA berhasil menahan kejatuhan indeks yang ditenggarai bursa saham Cina yang tengah dilanda aksi profit taking setelah menorehkan level tertinggi dalam satu bulan.

Indeks Hang Seng ditutup naik 35,19 poin, atau 0,16%, ke posisi 22.311,91. Sementara indeks H-shares berakhir flat. sedangkan indeks Shangahi turun 0,4% ke 2.074,7.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/penutupan-regional-hari-ini-mixed.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/penutupan-regional-hari-ini-mixed.html

Tanggal November 02, 2012 / 9:13 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dengan adanya penguatan bursa regional, yang menyusul rally Wall Street, seharusnya IHSG berpeluang untuk rebound hari ini.
Dengan usainya musim laporan keuangan emiten, investor lokal akan mencari panduan baru dan kebetulan saham Asia bergerak positif.  Indeks regional melaju berkat Wall Street yang dipicu oleh data ekonomi AS. Serangkaian data itu mengindikasikan momentum pemulihan.
Setelah terkoreksi di sesi sebelumnya karena aksi ambil untung, IHSG akan coba bangkit hari ini. Data inflasi dan perdagangan yang cukup bagus ternyata tidak mampu menggugah minat beli. Banyak Investor yang lebih suka merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga selama musim laporan keuangan.
Namun kejatuhan indeks berhasil dikurangi menjelang akhir perdagangan. Ini bisa menjadi indikasi indeks mencapai bottom jangka pendek dan berpeluang untuk menanjak lagi. Kalau berpatokan pada sentimen global, IHSG bisa bergerak positif. Indeks Hang Seng sudah menguat 1% pagi ini. Namun, tidak tertutup kemungkinan masih ada aksi ambil untung. Kemarin, pemain asing melakukan net sell sebesar Rp. 445,20 miliar.

Global Outlook
Saham Asia rally hari ini, menyusul laju Wall Street, dipicu oleh data ekonomi AS  yang mengembalikan minat akan risiko.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,5%. Indeks Nikkei naik 11,2% dan indeks Hang Seng melesat 1%. Pergerakan ini mengikuti Wall Street, di mana indeks Dow Jones juga naik 1%.  Penguatan bursa AS terjadi setelah data menunjukkan stabilisasi dalam tren pemulihan global, terutama di dua ekonomi top dunia, AS dan China.
Setelah data manufaktur China, pasar menyambut serangkaian data AS, yang antara lain sentiment konsumen, ISM manufaktur dan ADP Employment Change. Data ADP menunjukkan lapangan kerja swasta bertambah 158 ribu di Oktober. ISM manufaktur stabil di 51. Survei bisnis dan data kemarin juga menunjukkan ekonomi besar Asia sedang pulih.
Data ADP menimbulkan ekspektasi angka payroll, yang diumumkan malam nanti, juga akan menunjukkan peningkatan yang substansial. Pertumbuhan lapangan kerja yang besar menjadi bukti penting akan pemulihan ekonomi. Payroll merupakan data terakhir menjelang pemilu presiden pada 6 Nopember nanti.
Namun sebelum itu, pasar akan mencermati data manufaktur dari Eropa, yang kemungkinan akan menunjukkan semakin dalam kontraksinya.

Review IHSG
K
oreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut ditengah penguatan bursa Asia lainnya. Pada penutupan perdagangan, Kamis (1/11/2012), IHSG turun 14,929 poin (0,34%) ke level 4.335,362.
Minimnya katalis menyusul berakhirnya masa laporan kinerja emiten membuat investor lebih memilih untuk melepas saham-saham. Selain itu, investor juga mengantisipasi data inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi di Oktober 2012 mencapai 0,16%. Secara tahunan alias year on year inflasi Oktober 2012 mencapai 4,61%, sedikit lebih tinggi dari prediksi pasar.
Sentimen dari regional sebenarnya cenderung positif setelah rilisan data manufaktur China yang mengalami pertumbuhan. Data tersebut membuat mayoritas bursa Asia menghijau. Hijaunya bursa Asia tersebut berhasil mendorong minat beli investor di penghujung perdagangan. Namun tetap saja aksi beli tersebut gagal mengangkat IHSG ke zona hijau.
Saham-saham yang naik diantaranya Indo Tambangraya (ITMG), Indocement (INTP), HM Sampoerna (HMSP), dan Indosat (ISAT).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Merck (MERK), Gudang Garam (GGRM), Multi Prima Sejahtera (LPIN), Excelcomindo Pratama (EXCL), Mayora (MYOR).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
ertahan di atas support 4.300 dengan membentuk pola hammer di candlestick bisa menjadi indikasi rebound bagi IHSG. Namun, secara keseluruhan trend masih flat, dengan kisaran support di 4.300 dan resistance 4.365. Kalaupun terjadi rebound, kemungkinan rebound tersebut akan terbatas pada area resistance tersebut. Hanya penutupan di atas 4.365 yang bisa membuka potensi bullish continuation menuju area 4.400. Sementara trend flat ini akan berbalik bearish jika support di 4.300 ditembus, dengan target koreksi yang lebih dalam menuju area 4.240 – 4.272. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.365.

R3    4,383
R2    4,360
R1    4,348
   
Pivot    4,324
   
S1    4,312
S2    4,289
S3    4,277

Stock Pick
ITMG

B
ertahan di atas fibonacci retracement 50% serta MA 55 dengan pembentukan pola hammer di candlestick. Bisa menjadi indikasi reversal bagi ITMG. Kondisi ini kemudian diperkuat dengan terbentuknya pola white marubozu setelah pembentukan pola hammer tersebut. Selain itu, harga kini sudah kembali berada di atas support 40.800 (sebelumnya resistance). Untuk itu, kami melihat adanya rebound lanjutan bagi ITMG, untuk meraih area gap di 42.300 – 43.350.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 40.800, target 43.000
Support                : 40.800, 40.000
Resistance          : 42.300, 43.350

PTBA

H
arga masih bertahan di atas support MA 55, menunjukkan bahwa trend jangka menengah PTBA masih terjaga. Candlestick yang membentuk white opening marubozu serta golden cross pada stochastic memberi potensi kenaikan lanjutan. Saat ini harga masih tertahan di resistance MA 10 di 16.100. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi kenaikan lanjutan menuju area 16.500 – 17.000.
Rekomendasi     : Buy breakout 16.100, stop loss 15.800, target 16.500
Support                : 15.800, 15.650
Resistance          : 16.500, 17.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ikuti-jejak-wall-streer-ihsg-rebound.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ikuti-jejak-wall-streer-ihsg-rebound.html

Tanggal October 05, 2012 / 4:14 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei berhasil torehkan level penutupan tertingginya dalam sepekan terakhir hari ini berkat saham-saham terkait dengan perkembangan ekonomi global. Tapi laju indeks tertahan karena kecemasan akan perusahaan-perusahaan yang memangkas proyeksi pendapatan mereka.

Dalam rapat bulannya hari ini, bank sentral Jepang masih mempertahankan suku bunga rendah 0-0,1%, sembari melihat kondisi ekonomi global dan juga laju pertumbuhan dalam negeri dengan mempertimbangkan pergerakan currency, khususnya yen.

Indeks Nikkei ditutup naik 38,71 poin, atau 0,44%, ke posisi 8.863,30. Indeks dalam sepekan turun 7 poin setelah dalam sesi perdagangan terakhir bergerak dalam range yang sempit.

Ditengah mencuatnya kembali kecemasan terhadap beberapa perusahaan di Jepang yang memangkas proyeksi labanya jelang musim laporan keuangan perkuartal. Saham Nikon Corp jatuh 4,8% melanjutkan kejatuhan sebelumnya 3,6% setelah harian Nikei mengatakan laba perusahaan tahun ini akan turun 43%.

Seven I Holding Co, perusahaan ritel terbesar Jepang, merosot 4,2% setelah proyeksi tahunan turun 2,5% menyusul jatuhnya penjualan. Sementara itu, Toyota Motor Corp melemah 1,6% setelah sebuah sumber mengatakan penjualan di CHina anjlok 40% di September. Sedangkan saham Honda Motor Co turun 0,5% dan Nissan Motor Co turun 1,5%.

Di Korsel, indeks Kospi yang sempat diawal pembukaan perdagangan hari ini sempat menguat berkat ekspektasi laba Samsung Electronics yang diperkirakan mencapai 8,1 triliun won ($7,3 miliar) diatas ekspektasi 7,6 triliun won. Tidak bisa bertahan lama karena minimnya katalis besar yang mampu menggerakkan sentimen lebih jauh di tengah perhatian investor jelang data ketenagakerjaan AS.  

Kabar dari Eropa juga tidak banyak memberi pengaruh besar, dimana ECB menegaskan kembali kesiapan untuk menjalankan program pembelian obligasi, memberi kelegaan ke pasar.
Dalam jumpa pers pasca keputusan mempertahankan suku bunga di 0,75%, Presiden ECB Draghi mengatakan siap melaksanakan pembelian obligasi pemerintah, atau yang disebut dengan Outright Monetary Transaction (OMT), ketika persyaratan sudah dipenuhi, mengacu pada Spanyol harus minta bailout.

Indeks Kospi ditutup naik tipis 2,49 poin, atau 0,12%, ke posisi 1.995,17.

Saham Samsung naik 0,2% ke posisi 1.370.000 won. Hyundai Mobis menguat 1,15 menjadi 310.000 won. Hyundai Motor turun 0,8% ke 242.500 won dan SK Innovation turun 0,6% menjadi 162.500 won.

Indeks Hang Seng mengikuti jejak kenaikan bursa regional, dimana indeks tutup di atas 21.000 hari ini sekaligus mencatat penguatan lima sesi perdagangan. Rebound-nya saham-saham energi menyusul kenaikan harga minyak global jadi penyumbang kenaikan indeks. Ditambah lagi saham otomotif yang melonjak setelah penjualan BMW di China catat hasil positif bulan lalu.

Indeks Hang Seng naik 104,43 poin, atau 0,50% di 21.012,38. Sedangkan indeks H-shares naik 1,2%.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/jelang-rilis-data-payroll-regional-menguat-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/jelang-rilis-data-payroll-regional-menguat-terbatas.html

Tanggal September 28, 2012 / 8:41 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Sentimen positif dari pengumuman rencana reformasi ekonomi Spanyol, telah membuat indeks Dow Jones Industrial naik 0,54 persen. Kenaikan ini membuat indeks dari bursa di kawasan Asia terlihat masih cenderung menguat di pagi hari ini.
Sentimen positif yang ada, diperkirakan bakal membuat IHSG melanjutkan signal positif yang kemarin muncul, menjadi trend naik. IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak flat-naik, pada kisaran 4205-4272. Selain dari regional, aksi window dressing juga bisa menjadi penyebab IHSG bergerak naik.
Salah satu point yang kami sampaikan dalam acara Market Outlook bulan Oktober semalam, adalah bahwa IHSG bakal berada dalam trend naik, hingga akhir tahun. Target IHSG kami untuk tahun ini di 4400-4800, hingga hari ini masih belum tersentuh. Harapan kami, kondisi ekonomi yang lebih kondusif pasca QE3, dan paket stimulus lain yang terus digelontorkan di seluruh dunia, bakal terus mendorong naik harga saham di pasar ekuitas.
Konsumsi dalam negeri, perbankan, properti dan infrastruktur tetap akan menjadi pendorong utama. Disamping itu, saham-saham komoditas juga masih akan bergerak naik, mengikuti rebound yang terjadi pada saham komoditas, sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.

Global Outlook
S
aham Asia bergerak positif hari ini, namun masih tipis, setelah Spanyol mengumumkan RAPBN 2013 dan reformasi ekonomi, yang dianggap sebagai indikasi persiapan mengajukan bantuan finansial. 
Wall Street, euro dan komoditas menguat sedangkan dollar jatuh setelah Spanyol mengumumkan waktu detil untuk reformasi ekonomi, dan rencana anggaran 2013 yang berfokus pada pemotongan belanja bukannya kenaikan pajak. Pasar keuangan menyambut baik rencana anggaran itu yang karena lebih mementingkan penghematan pengeluaran dari pada kenaikan pendapatan. Selain itu, rancangan tersebut dipandang sebagai pertanda Spanyol semakin dekat dengan bailout.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2% setelah rally kemarin karena penguatan saham China yang dipicu oleh isu stimulus. Indeks Nikkei naik 0,4% setelah menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir kemarin. Tapi indeks Hang Seng dibuka melemah 0,1%. Wall Street juga menanjak, dengan indeks Dow Jones naik 0,5%.
Namun, penguatan tersendat karena data ekonomi AS yang buruk. PDB AS kuartal kedua ternyata di revisi turun menjadi 1,3% dari sebelumnya 1,7%. Durable goods orders anjlok 13,2% di Agustus, lebih besar dari prediksi 5,0%, setelah tumbuh 3,3% di Juli.
Pergerakan saham juga masih terbatas karena meski pengumuman Spanyol memberi efek positif, masih ada rintangan yang menjadi persoalan. Faktor yang penting bagi pasar adalah Spanyol mengajukan bailout, karena inilah yang ditunggu. Selama belum jelas ke sana, penguatan yang dicatat hari ini tidak akan banyak dan berlangsung lama.
Fokus hari ini, pemerintah Spanyol akan mengumumkan hasil stress test dan estimasi final kebutuhan rekapitalisasi perbankan, yang merupakan syarat dari bantuan finansial 100 miliar euro yang diterimanya beberapa bulan lalu. Jumlah rekapitalisasi itu diperkirakan sekitar 60 miliar euro.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di area 4.200. Pada penutupan perdagangan, Kamis (27/9/2012), IHSG menguat 44,861 poin (1,07%) ke level 4.225,024.
Sentimen positif dari China berhasil menepis kegalauan pasar akibat mencuatnya kembali krisis utang Eropa menyusul aksi protes di Spanyol menolak program pengetatan anggaran.
Sentimen positif tersebut disulut oleh aksi Bank Sentral China (PBOC) yang melakukan langkah untuk merangsang likuiditas yang belakangan ini diterpa perlambatan ekonomi.
Bank sentral China menyuntikkan total 365 miliar yuan ke pasar uang minggu ini sebagai bagian upaya menjaga arus likuiditas tanpa memicu inflasi. Penyuntikan ini juga ditujukan untuk mencegah potensi kelangkaan likuiditas di bank komersial.
Langkah PBOC tersebut kemudian direspon positif oleh mayoritas bursa regional, dimana bursa domestik pun turut terdongkrak.
Seluruh indeks seektoral kompak menghijau, dimana sektor barang konsumsi memimpin penguatan dengan kenaikannya sebesar 1,36%.
Saham-saham yang naik diantaranya Unilever (UNVR), Garda Tujuh (GBTO), Mayora (MYOR), dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Jasa Prima (KARW), Gudang Garam (GGRM), Surya Toto (TOTO), dan Indocement (INTP).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
ola bullish engulfing yang terbentuk di candlestick bisa menjadi indikasi reversal setelah IHSG mengalami koreksi di perdagangan sebelumnya. Indeks pun berhasil menutup gap yang terjadi di kisaran 4.170 – 4.185, kemudian ditutup di atas level tersebut. Indikator stochastic memang masih bearish, namun kini mulai berpeluang bullish cross over. Untuk itu, kami masih melihat adanya potensi penguatan bagi IHSG untuk menguji resistance di 4.250. Penembusan resistance tersebut akan mengakhiri trend jangka pendek yang saat ini terbentuk, untuk fokus pada kenaikan berikutnya di area 4.273 – 4.310. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.190 – 4.270.

R3    4,304
R2    4,270
R1    4,247
   
Pivot    4,213
   
S1    4,191
S2    4,157
S3    4,134

Stock Pick
ELSA

M
A 10 dan 55 sudah golden cross, indikasi trend mulai berbalik bullish. Dukungan bullish juga terlihat dari candlestick yang membentuk white marubozu, demikian pula dengan indikator stochastic dan RSI. Untuk itu, kami melihat bahwa ELSA berpeluang kembali melanjutkan rebound-nya untuk meraih target FR 50% di area 180 – 184 (FR 61.8%).
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss 172, target 180
Support                : 172, 168
Resistance          : 180, 184

GTBO

T
ertahan pada FR 50% dan membentuk pola piercing line di candlestick, bisa menjadi simyal reversal bagi GTBO. Stochastic pun kini sudah oversold dan hampir membentuk pola golden cross. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound lanjutan bagi GTBO untuk meraih area resistance-nya di 4.950 – 5.500.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss, 4.075, target 4.900
Support                : 4.075, 3.700
Resistance          : 4.950, 5.500

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-positif-global-dukung-sinyal-naik-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-positif-global-dukung-sinyal-naik-ihsg.html

Tanggal August 29, 2012 / 3:04 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei berhasil terangkat kali ini, dipicu melonjaknya saham Renesas Electronics Corp sebesar 35% setelah sebuah sumber memberitakan bahwa perusahaan dari AS, KKR Co berencana akan menginvestasikan $1,3 miliar ke perusahaan pembuat chip tersebut.

Secara keseluruhan pergerakan masih flat, dimana fokus investor tercurah kepada pertemuan penting akhir pekan ini di Jackson Hole. Dalam pertemuan ini investor mengharapkan adanya sinyal akan langkah-langkah stimulus lanjutan dari Federal Reserve.

Produsen televisi Sharp Corp juga melonjak 7% setelah adanya paket penawaran pesangon kepada 2000 karyawannya yang bekerja di Jepang. Saham Sharp telah menguat 27,7% sejak 22 Agustus lalu, kendati sepanjang tahun ini masih turun 66%.

Investor juga menyambut baik laporan yield obligasi Spanyol dan Italia turun dalam lelang kemarin, hasil yang melegakan Italia yang berencana menggelar lelang lagi besok. Namun tidak semua berita dari Eropa bagus, data terbaru menunjukkan ekonomi Spanyol semakin terjerumus dalam resesi dan salah satu daerah penting negara itu, Catalonia mengakui butuh bantuan dari Madrid.

Indeks Nikkei ditutup naik 36,52 poin, atau 0,40%, ke posisi 9.069,81. Sedangkan naik 0,4% menjadi 750,03. Sementara itu, Nikkei kontrak berjangka berakhir pada 9080 atau naik 30 poin, dengan posisi tertinggi 9080 dan terendah 9035.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/renesas-angkat-nikkei.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/renesas-angkat-nikkei.html

Tanggal July 17, 2012 / 2:19 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei ditutup menguat hari ini setelah adanya peringatan dari Menteri Keuangan Jun Azumi  yang siap turun tangan dalam menyikapi pergerakan pasar mata uang, khususnya yen. Dengan menguatnya yen dikhawatirkan makin membebani kinerja saham ekspor di tengah perlambatan ekonomi global.

Dollar melemah karena kekhawatiran perlambatan ekonomi akan memaksa the Fed melonggarkan kebijakannya atau meluncurkan stimulus. Dollar melemah tajam atas yen, jatuh ke level terendah dalam sebulan terakhir. 

Indeks Nikkei ditutup menguat 30,88 poin, atau 0,35%, ke posisi 8.755,00. Sedangkan indeks Topix turun 0,4% di posisi 743,38. Sementara Nikkei kontrak berjangka ditutup pada 8740 atau turun 20 poin, dengan posisi tertinggi 8810 dan terendah 8710.

Saham Fast Retailing Co Ltd jadi penopang laju indeks Nikkei, dimana saham ritel tersebut melonjak 4,8% berkat Nomura Securities yang menetapkan rating “neutral” setelah Fast berhasil melakukan langkah strategi pemasaran melalui diskon harga pada pertokoan Uniqlo. Nomura juga akan meninjau ulang rating Fast bila nantinya mengalami peningkatan penjualan.

Saham Softbank juga menguat 1% ke posisi tertingginya dalam satu tahun terakhir setelah Goldman Sach menaikkan target harga saham Softbank menjadi 3.550 yen dari 3.000 yen.

Sementara saham-saham eksportir dan konsumer elektronik terpukul karena kekhawatiran terhadap penguatan yen. Sharp anjlok 5,7%, ke posisi terendahnya dalam 34 tahun. Sony jatuh 3,4% ke posisi terendahnya dalam tiga dekade.
“Dengan menguatnya yen, membuat saham Jepang terbebani. Sedangkan bursa global beranjak naik, karena harapan investor adanya stimulus lanjutan guna membangkitkan sentimen”, menurut Shun Maruyama, ketua strategis dari BNP Paribas.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/menkeu-jepang-siap-intervensi-nikkei-menguat.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha