Search Results : pergerakan harga saham bank bri tahun terakhir

Tanggal July 13, 2012 / 8:01 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kekhawatiran bahwa bursa Amerika bakal terkoreksi dalam akibat banyaknya berita-berita negatif yang bermunculan, ternyata tidak terjadi.  Koreksi 0,25% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial semalam, sentimennya lebih cenderung positif. 
Sentimen positif ini, membuat IHSG hari ini cenderung bergerak flat naik pada kisaran 3960-4025.  Penembusan atas suport atau resisten tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan trend jangka menengah untuk IHSG.

Global Outlook
Para investor menantikan hasil rilisan data PDB China yang dijadwalkan rilis pukul 09.00 pagi ini.
Investor ragu mengambil posisi menjelang laporan tersebut yang diperkirakan akan menunjukkan ekonomi terbesar kedua dunia itu mencatat pertumbuhan terendahnya dalam tiga tahun terakhir. Prediksi adanya perlambatan 7,7% dari 8,1%.
Sejak awal perdagangan bursa saham Asia kali ini sempat mengalami recovery pasca kejatuhan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menepis kejatuhan yang dialami bursa saham AS semalam untuk keenam sesi berturut-turut.
Bayang-bayang kekhawatiran akan lemahnya pertumbuhan ekonomi global dan krisis utang Eropa membuat beberapa bank sentral melakukan pelonggaran melalui pemangkasan suku bunga. Tapi upaya pelonggaran moneter beberapa bank sentral gagal mengembalikan semangat pasar, yang lebih terfokus dengan isu perlambatan ekonomi global, para analis memperkirakan kelanjutan penurunan menjelang musim laporan keuangan. Pasar takut banyak perusahaan yang akan merevisi turun proyeksi laba dan pendapatannya.
Kabar tidak mengenakkan datang dari Eropa, dimana lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service kembali memangkas obligasi pemerintah Italia dua tingkat, yaitu dari “A3” menjadi “Baa2”. Moody juga memberikan outlook negatif untuk obligasi Italia tersebut.

Review IHSG
S
etelah mengalami kenaikan pada dua sesi perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi. Pada penutupan perdagangan Kamis (12/7/2012), IHSG ditutup merosot 35,013 poin (0,88%) ke level 3.984,120.
Suramnya prospek ekonomi global menyusul lemahnya data-data ekonomi di berbagai negara menjadi pemicu utama aksi profit taking tersebut. Sentimen negatif lainnya datang dari AS setelah tidak adanya sinyal The Fed untuk melakukan kebijakan quantitative easing (QE) pada FOMC minutes.
Hampir seluruh sektor saham mengalami penurunan, kecuali sektor infrastruktur, yang naik 0,06%.
Saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Gudang Garam (GGRM), Bukit Asam (PTBA), dan Mayora (MYOR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Taisho (SQBI), Sarana Menara (TOWR), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Surya Citra (SCMA).

Ulasan Teknikal
IHSG

Tr
end jangka pendek IHSG mulai bearish seiiring dengan ditembus-nya support trend-line, yang juga merupakan level psikologi di 4.000. IHSG bahkan ditutup dibawah support tersebut dengan membentuk pola long black candlestick. Pola tersebut mengindikasikan adanya bearish continuation, terlebih indikator stochastic pun masih bearish crossover. Support selanjutnya IHSG di 3.950 akan diuji. Jika ditutup di bawah support tersebut, IHSG berpeluang melemah lebih jauh ke area 3.850 – 3.800. Sementara itu, sinyal positif hanya akan didapat jika IHSG kembali bergerak di atas resistance 4.000 – 4.010. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.950 – 4.010.

R3    4,060
R2    4,037
R1    4,011
   
Pivot    3,987
   
S1    3,961
S2    3,937
S3    3,911

Stock Pick
BBCA

M
ulai bergerak bullish untuk trend jangka pendek, namun penguatan BBCA masih tertahan di area resistance 7.500. Indikator stochastic sudah golden cross, sementara RSI mulai masuk area positif. Kondisi tersebut memungkinkan BBCA untuk kembali melanjutkan kenaikannya untuk menguji resistance tersebut. Jika ditembus, maka akan mengkonfirmasi trend bullish jangka menengah untuk meraih target berikutnya di area 7.750– 8.000.
Rekomendasi     : Buy break 7.500, stop loss 7.300, target 7.750 – 7.900
Support                : 7.300, 7.150
Resistance          : 7.500, 7.750

BBRI

G
agal menembus resistance 6.800 dan membentuk bearish engulfing pada candlestick bisa menjadi sinyal reversal bagi BBRI. Indikator RSI pun sudah overbought, sementara stochastic dead cross. Pola bearish juga terlihat dari harga yang mulai bergerak di bawah MA 10. Dengan begitu, trend jangka pendek BBRI kini mulai bergerak bearish. Konfirmasi penurunan selanjutnya akan ditentukan dengan ditembusnya support di 6.500. Jika ditembus, penurunan bisa berlanjut menuju area 6.350 – 6.150.
Rekomendasi     : Sell breakout 6.500
Support                : 6.500, 6.350
Resistance          : 6.800, 7.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html

Tanggal April 13, 2012 / 8:59 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kenaikan 1,41% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) telah membuat indeks ini menembus resisten kuat 12973 dan mengakhiri trend turun jangka menengah yang tengah terjadi.
Sentimennya, diharapkan bisa membawa IHSG menembus resisten 4150, mengakhiri trend turun yang sudah berlangsung beberapa hari. Resisten di 4175 akan menjadi resisten kedua, yang jika ditembus, berarti IHSG bakal memiliki potensi untuk kembali testing rekor.
Jika trend jangka menengah kembali berubah menjadi naik, saham sektor perbankan, diperkirakan akan menjadi motornya.

Global Outlook
B
ursa regional terus mendapatkan sentimen positif pagi hari ini, dimana penguatan yang cukup tajam dari bursa saham di AS membuat investor kembali memburu asset-asset berisiko di tengah meredanya kecemasan mengenai krisis utang Eropa, khususnya Spanyol. Selain itu, pernyataan dovish dari William Dudley, Presiden Federal Reserve Bank of New York saat berbicara di Syracuse dan di Buffalo. Dudley mengatakan bahwa terlalu dini bila ekonomi AS sudah keluar dari “hutan”. Hal ini berguna memperkuat the Fed untuk mengambil kebijakan “ultra akomodatif”.
Permasalahan mengenai upaya pemulihan ekonomi AS dan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) dalam mengatasi krisis utang di Spanyol ternyata begitu besar antusias investor, dimana mereka mengesampingkan data initial jobless claims (klaim tunjangan pengangguran) pekan lalu yang ternyata tidak lebih baik dari prediksi. Initial jobless claims pekan lalu, diluar dugaan naik 380.000 ribu, dimana ekspektasi menunjukkan adanya penurunan sebesar 355.000 dari pekan sebelumnya yang naik 367.000. Naiknya angka tersebut menandakan pasar tenaga kerja AS belum menunjukkan perbaikan. Sementara neraca perdagangan AS masih mengalami defisit terbesar mendekati tiga tahun terakhir untuk bulan Februari, kendati defisit yang terjadi mulai mengecil. Neraca perdagangan international AS bulan Februari defisit $46 miliar, menyusut dari ekspektasi yang defisit $51,9 miliar, dimana data bulan Januari mengalami defisit $52,5 miliar.
Selain bursa saham di AS yang menorehkan hasil positif, begitu juga dengan bursa Eropa. Penguatan bursa Eropa tidak lepas hasil lelang obligasi Italia yang sesuai harapan memberi sentimen positif investor. Ditambah lagi data industrial production zona euro di Februari mengalami kenaikan 0,5%, jika dibandingkan dari ekspektasi yang turun 0,2%.
Kabar dari Beijing perlu dicermati, dimana penguatan bisa berlanjut hari ini karena setelah penutupan bursa kemarin data menunjukkan kredit perbankan selama Maret mencapai 1,01 triliun yuan, lebih besar dari prediksi 800 miliar yuan. Ini menjadi indikasi bahwa upaya Beijing melonggarkan kebijakan moneter dan menggenjot kredit membuahkan hasil. Tapi, pasar juga mencermati serangkaian data China lainnya, termasuk PDB, yang bila buruk, penguatan bisa terhempas. 

Review IHSG
D
i menit-menit terakhir perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu berlabuh di area positif. Pada perdagangan, Kamis (12/4/2012), IHSG ditutup menguat tipis 9,527 poin (0,23%) ke level 4.139,540. Sementara Indeks LQ 45 ditutup naik 1,049 poin (0,14%) ke level 709,257.
Perdagangan berjalan cukup fluktuatif, pada pembukaan perdagangan IHSG rebound. Namun penguatan IHSG perlahan mulai terkikis seiring dengan aksi profit taking. Memasuki sesi ke 2, aksi profit taking semakin deras, bahkan mampu menyeret IHSG ke zona merah. Untungnya, IHSG terselamatkan oleh aksi beli di akhir perdagangan.
Sebanyak enam sektor menghijau, dipimpin oleh sektor konstruksi yang naik sebesar 2,54%. Sementara, empat sektor lainnya tertekan, dengan koreksi terbesar pada sektor pertambangan yaitu sebesar 1,34%.
Saham-saham yang naik diantaranya Indomobil (IMAS), Indocement (INTP), Mayora (MYOR), dan Astra Internasional (ASII).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Multibreeder (MBAI), Hero Supermarket (HERO), Unilever (UNVR), dan Indo Tambangraya (ITMG).

Ulasan Teknikal
IHSG

I
HSG kembali mampu mempertahankan support-nya di 4.110, dan bergerak di atas MA 10. Secara keseluruhan trend memang masih flat dengan resistance 4.170 dan support di 4.110. Namun dengan terdapatnya white body pada candlestick, menunjukkan bahwa buyer kembali dominan. Hal ini bisa memacu IHSG rebound untuk kembali meraih resistance di 4.170. Sementara itu, level support masih kami tempatkan di 4.110. jika ditutup di bawah support IHSG berpeluang terkoreksi lebih jauh menuju area 4.065. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisarean 4.110 – 4.170.
 
R3    4,182
R2    4,166
R1    4,153
   
Pivot    4,137
   
S1    4,123
S2    4,107
S3    4,094

Stock Pick
BBRI

S
etelah terkoreksi dari area resistance 7.150, BBRI akhirnya menemukan support barunya di 6.800. candlestick masih mencerminkan pola bullish, sementara stochastic berpeluang bullish crossover. Untuk itu, kami melihat bahwa BBRI akan kembali mnguji resistance berikutnya di 7.150 – 7.250.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 6.800, target 7.250
Support                : 6.900, 6.800
Resistance          : 7.150, 7.250

JPFA

P
embentukan pola triangle menunjukkan bahwa saat ini JPFA sedang mencari arah trend yang sebenarnya. Namun jika dilihat dari indikator RSI yang mulai uptrend, serta stochastic yang golden cross, kami meliha bahwa arah pergerakan JPFA dalam waktu dekat sedang membidik resistance di 4.525. Jika mampu bertahan di atas reistance tersebut, maka bullish continuation akan terkonfirmasi, dan JPFA berpeluang untuk meraih target jangka menengah di area 5.800.
Rekomendasi     : Buy (best price entry@4.000 ), stop loss breakout 3.850, target 4.525.
Support                : 4.000, 3.850
Resistance          : 4.525, 4.725

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-positif-global-angkat-ihsg-ke-4150.html

Tanggal March 02, 2012 / 9:20 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones Industrial ternyata masih bergerak naik. Meski sempat berada di teritori negatif setelah harga minyak sempat melonjak, indeks DJI akhirnya ditutup naik 0,22%.
Kenaikan ini membuat indeks di kawasan Asia pagi hari ini kembali bergerak naik. Sentimen positifnya diperkirakan akan membuat IHSG bergerak flat naik pada kisaran 3950-4010. Hanya penutupan diatas 4010 yang mengubah trend turun jangka menengah IHSG menjadi trend naik.
Sentimen bearish yang terdapat pada bursa regional kemarin sore, telah membuat beberapa saham (seperti ASII, BMRI, dan BBRI) kembali mengalami tekanan jual dan ditutup dibawah suportnya. IHSG hanya bisa melanjutkan trend naiknya apabila saham-saham big caps tersebut, kembali dalam trend naiknya.

Global Outlook
P
erdagangan hari terakhir pekan ini pergerakan bursa regional cenderung menguat setelah tersirat kabar bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali mengucurkan dana untuk meredakan kecemasan akan krisis utang di kawasan zona euro. Kabar tersebut juga berhasil meredam kejatuhan bursa saham AS yang sempat tertekan karena sejumlah data AS termasuk Personal Income yang turun 0,3% Januari dari 0,5% dan ISM Manufacturing yang juga di Februari turun 52,4 dari 54,1 bulan sebelumnya. Tapi tidak pada data Jobless Claims yang diluar dugaan turun 351 ribu dari prediksi 355 ribu, hasil ini penurunan terendah sejak 4 tahun terakhir.
Euro dan mata uang komoditas mulai pulih karena sikap investor yang pelan-pelan menyambut positif pasca even penting termasuk operasi likuiditas ECB. Dalam aksi “buy the rumor sell the news” euro yang sempat anjlok dari level tertinggi dalam tiga minggu terakhir setelah ECB mengucurkan 530 miliar euro pinjaman murah tiga tahun. Sebenarnya, jumlah pinjaman itu masih sesuai dengan kisaran yang diperkirakan banyak kalangan. Tapi pasar sempat terkejut dengan jumlah bank yang mengajukan pinjaman, yaitu lebih dari 800. Ini mengindikasikan banyak bank yang dalam posisi rentan, atau minimal was-was, khawatir kondisi finansial memburuk.
Tapi yang perlu diperhatikan juga, fluktuasi harga minyak dunia. Minyak naik dari level terendah dalam seminggu terakhir karena spekulasi permintaan akan meningkat di tengah membaiknya ekonomi global. Selain itu, faktor Iran masih mendukung harga. kekhawatiran ketegangan dengan Iran mengancam pasokan minyak global. Iran pernah mengancam akan memblok Selat Hormuz, jalur distribusi 20% output minyak dunia, sebagai respon atas embargo. Eropa dan AS telah memberlakukan sanksi ke Iran atas program nuklirnya, karena dianggap untuk mengembangkan senjata.

Review IHSG
T
erjegal aksi profit taking, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa harus masuk zona merah pada perdagangan kemarin.
Sejak dibukanya perdagangan, aksi profit taking setelah IHSG menanjak di sesi-sesi sebelumnya terus berlangsung. Pelaku pasar bahkan tidak menggubris rilisan data inflasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang terendah sejak 2007, yaitu sebesar 0,05%.
Sebanyak tujuh sektor memerah, dipimpin oleh sektor konsumer yang turun 1,56%. Disusul sektor anekan industri yang turn 1,36%, dan sektor manufaktur turun 1,14%. Sedangkan sektor perdagangan merupakan sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,75%.
Menutup perdagangan, Kamis (29/2/2012), IHSG melemah 22,924 poin (0,58%) ke level 3.962,286. Sementara Indeks LQ 45 turun 6,35 poin (0,92%) ke level 686,421.
Saham-saham yang turun antara lain Astra Internasional (ASII), Unilever (UNVR), Delta Jakarta (DLTA), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya United Tractor (UNTR), Indo Kordsa (BRAM), Petrosea (PTRO), dan Mayora (MYOR).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski mengalami penurunan, namun pergerakan IHSG belum mengalami perubahan yang signifikan. Candlestick memang menunjukkan sinyal negatif, namun indikator RSI dan stochastic masih menunjukkan potensi uptrend. Selain itu, harga masih tetap bertahan di atas support 3.950. Untuk itu kami masih melihat adanya potensi kenaikan IHSG untuk meraih kembali resistance di 4.008, yang sekaligus akan memberikan konfirmasi kenaikan menuju area 4.027 – 4.040 jika resistance tersebut ditembus. Sementara itu, penutupan IHSG di bawah level 3.950, akan memberikan sinyal bearish untuk kembali meraih area 3.896 – 3.850. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.950 – 4.008.

R3    4,016
R2    4,000
R1    3,981
   
Pivot    3,966
   
S1    3,947
S2    3,932
S3    3,913

Stock Pick
MNCN

P
enembusan resistance 1.640 telah memberikan konfirmasi bullish continuation bagi MNCN. Sementara itu, indikator RSI dan stochastic juga masih positif, meski keduanya sudah berada di area oversold. Target kenaikan MNCN selanjutnya kemungkinan akan mencoba meraih FR 161.8% di area 1.790. Namun dengan kondisi yang overbought tersebut, ruang koreksi kemungkinan bisa terjadi.
Rekomendasi    : Buy on weakness @ 1.650, stop loss 1.610, target 1.790
Support               : 1.640, 1.610
Resistance         : 1.720, 1.790

ASGR

M
A 55 dan 10 sudah menunjukkan potensi downtrend, demikian pula dengan indikator RSI dan stochastic yang berada di area negatif, menunjukkan bahwa seller masih dominan. Namun begitu, ASGR masih mampu berada di atas support trend channel. Dengan begitu, potensi rebound masih tetap ada selama harga masih bertahan di support tersebut di area 990.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss breakout 990, taregt 1.070
Support                : 1.000, 990
Resistance          : 1.070, 1.100

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/bursa-as-positif-ihsg-flat-naik.html

Tanggal February 02, 2012 / 9:14 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kenaikan indeks Dow Jones Industrial (DJI) sebenarnya hanya tipis, 0,66% dengan posisi penutupan masih dibawah kisaran resisten 12.750-12.850. Akan tetapi, kenaikan yang terjadi, telah mengubah trend turun jangka pendek setidaknya menjadi trend flat.
IHSG sendiri kemarin berhasil ditutup menembus resisten 3960. Penembusan ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali menguji resisten di 3992-4025.  Jika resisten di 3992 ditembus, trend jangka menengah IHSG bakal berubah dari turun menjadi flat.
Kenaikan BBM Subsidi, biasanya memiliki sentimen negatif pada pergerakan IHSG. Apakah IHSG lebih melihat pada sentimen regional dibandingkan dengan sentimen kenaikan BBM Subsidi? Apakah arah dari Bursa Regional memang sudah kembali menjadi naik? Itu yang harus kita lihat dalam beberapa hari kedepan.Resisten 3992 adalah resisten penting. Jika resisten ini ditembus, mulailah melakukan akumulasi, meski dengan strategi ‘Buy On Weakness’.

Global Outlook
P
enguatan yang ditorehkan bursa regional pada awal perdagangan kali ini tidak lepas dari sektor manufaktur baik di China, Jerman dan AS yang mengesankan. Data tersebut juga berhasil menghijaukan bursa saham global berkat. Data manufaktur mengesampingkan data ADP Employment Change, yang menunjukkan laporan kerja sektor swasta AS turun 170.000 selama Januari dari bulan sebelumnya 292.000 ribu.
Bursa saham yang diawal perdagangan Asia kemarin menguat karena terangkat karena indeks PMI manufaktur China versi pemerintah naik ke 50,5 di Januari dari 50,3 di Desember, mengindikasikan sektor itu stabil. Sedangkan di AS, ISM Manufacturing bulan Januari naik 54,1 dari data sebelumnya 53,9, hasil ini menandakan pertumbuhan tercepat dalam tujuh bulan terakhir. Dengan membaiknya data manufaktur menunjukkan bahwa tidak adanya kontraksi yang terjadi dan perekonomian telah mencatat pertumbuhan sehingga memicu risk appetite.
Pergerakan bursa regional termasuk indeks Nikkei menguat, meski mata uang yen terus menguat dan banyak emiten mengumumkan kinerja keuangan yang buruk, karena hal itu memang sudah diperkirakan. Indeks yang stabil mempertahankan posisinya. Optimisme mengenai saham Jepang dan harapan akan pemulihan ekonomi AS menjadi faktor yang mengangkat Nikkei 4,1% selama Januari. Hasil polling Reuters memperlihatkan manajer investasi Jepang memangkas bobot saham global dalam portofolio karena kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa, tapi mereka menambah bobot saham Jepang, karena dianggap bervaluasi menarik.
Di Korsel, masih maraknya aktifitas pembelian saham investor asing membuat indeks Kospi terus mencetak level tertingginya tahun ini. Sedangkan indeks Hang Seng yang kemarin sempat terkoreksi, kini berhasil rebound.

Review IHSG
D
i saat mayoritas bursa regional memerah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil mempertahankan penguatannya.
Perdagangan diwarnai dengan pergerakan yang cukup fluktuatif, dimana 156 saham berhasil naik, 72 saham turun, dan 83 saham lainnya flat. Kenaikan IHSG kali ini ditopang oleh penguatan tujuh sektor. Sektor konstruksi memimpin penguatan, naik sebesar 1,61%. Disusul, sektor perdagangan yang menguat 1,44%. Adapun, tiga sektor yang melemah, yaitu sektor aneka industri, sektor infrastruktur, dan perkebunan.
Menutup perdagangan Rabu (1/2/2012), IHSG menguat 23,283 poin (0,59%) ke level 3964,976. Indeks LQ 45 juga menguat 2,862 poin (0,42%) ke level 695,019.
Saham-saham yang naik antara lain United Tractor (UNTR), BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Astra International (ASII), Telkom (TLKM), PGN (PGAS), dan Astra Agro Lestari (AALI).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
ampu bertahan di atas resistance 3.950 seharusnya bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG, meski saat ini IHSG masih tertahan di area resistance di 3.975. Indikator stochastic pun terlihat masih mengarah downtrend. Jika terjadi breakout pada resistance tersebut IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannnya menuju area 3.997 – 4.030. Sementar level support IHSG kini bergeser ke area 3.936, jika ditembus, IHSG akan kembali bergerak menuju area 3.900 – 3.894. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.936 – 4.000.

R3    4,003
R2    3,984
R1    3,975
   
Pivot    3,956
   
S1    3,946
S2    3,927
S3    3,918

Stock Pick
BSDE

R
esistance BSDE di 1.070 terlah berhasil ditembus. Dengan ditembusnya resistance tersebut, maka hal tersebut sekaligus mengkonfirmasi bullish continuation. Indikator stochastic masih golden cross, sementara RSI mulai mendekati area overbought. Namun begitu, kami masih melihat adanya potensi kenaikan BSDE untuk meraih area 1.200 (resistance channel) hingga area 1.250 (FR 261.8%).
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 1.070, target 1.200
Support                : 1.070, 1.030
Resistance          : 1.200, 1.250

BUMI

M
oving average terlihat mulai bergerak uptrend, indikator stochastic dan RSI masih menunjukkan positif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa BUMI berpeluang uptrend. Namun, penguatan BUMI tersebut sepertinya akan mendapat halangan di resistance 2.625. Jika resistance gagal ditembus, harga kemungkinan akan kembali terkoreksi ke area 2.425 – 2.350,. Namun jika resistance tersebut ditembus, penguatan BUMI bisa berlanjut menuju area 2.800– 2.900.
Rekomendasi     : Hold, stop loss 2.400, target 2.625 – 2.900
Support                : 2.425, 2.350
Resistance          : 2.625, 2.800

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-tembus-3960-target-berikutnya-3992-4025.html

Tanggal September 09, 2011 / 2:23 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Jean-Claude Trichet mengatakan dalam sebuah pernyataannya setelah inflasi cenderung menurun. Ada kemungkinan bahwa Bank Sentral Eropa akan menaikkan suku bunga untuk beberapa waktu untuk memerangi inflasi lebih moderat dibandingkan sebelumnya, dan siap untuk menyediakan langkah langkah likuiditas untuk menekankan risiko downside ekonomi zona euro serta merancang kebijakan moneter untuk merangsang kondisi pertumbuhan ekonomi. Prospek pasar diperkirakan akan menghadapi lebih banyak tekanan jual euro. Dia mengharapkan tingkat inflasi 2012 akan jatuh di bawah 2%. Trichet mengatakan risiko keseluruhan ada pada pertengahan harga ekuilibrium. Trichet mengatakan: “Perkembangan terakhir tampaknya telah merusak momentum pertumbuhan ekonomi dasar di wilayah euro, termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi global, penurunan pasar saham, kemunduran pada kepercayaan bisnis, serta ketegangan pada  beberapa anggota zona euro yang disebabkan oleh efek samping dari perlambatan tersebut. Jadi, setengah dari GDP riil diharapkan dapat mempercepat proses tersebut secara sangat moderat”.
Selain itu, Trichet mengatakan: diharapkan, pada akhir kwartal 2011 ini PDB riil akan tumbuh 1,4% -1,8% pada tahun 2012 naik 0,4% menjadi 2,2%. Ia juga mengatakan: ” indeks harga konsumen akan meningkatkan 2,5% -2,7%, dan 2012 akan ada antara 1,2-2,2 persen. Dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya, inflasi ECB harapan untuk 2011 tidak mengubah, tapi sedikit mempersempit kisaran perkiraan inflasi 2012″.
Pemerintah telah mengumumkan serangkaian langkah-langkah lebih lanjut dari fiskal untuk memastikan penyelesaian target konsolidasi fiskal, dan untuk memperkuat dasar hukum aturan fiskal regional, terutama aturan aturan dalam hal sisi pengeluaran-nya. Bicara dari QE3 yang telah merajalela dan kekhawatiran pun telah menyebar, bank sentral mungkin akan dipaksa untuk menenangkan investor dalam beberapa bentuk atau lain-nya dalam menghindari pandangan alternatif lain yang dapat membentuk sentimen pasar yang negatif.
Pada perdagangan sesi akhir minggu ini mencerminkan bagaimana USD diposisikan ke arah yang lebih beresiko. Greenback terikat ke dalam tema-tema utama yang lebih besar (makro). Dengan demikian, Ketua Fed Bernanke kemungkinan (perlu?) Stimulus, satu kejutan dalam klaim pengangguran dan sentimen konsumen memburuk dengan cepat tidak akan begitu mempengaruhi pasar mata uang.
 
 
Rekomendasi
EUR-USD

Euro terpukul setelah ECB melakukan proyeksi langkah langkah untuk kebijakan moneter dan orientasi untuk fiskal regional. Dan secara fundamental ECB akan terus menerapkan sikap aturan yang lebih ketat untuk jangka waktu yang belum pasti. Secara teknikal tekanan terhadap euro akan sedikit berkurang, kemungkinan koreksi sampai ke level 1.40-1.41 kemungkinan terjadi untuk minggu depannya dimana area 1.39-an favorite untuk dibeli.
Rekomendasi :
Buy            : 1.3910, 1.3875    Sell             : 1.3970, 1.4020
TP              : 1.4017                  TP               : 1.3900
Stoploss   : 1.3800                  Stoploss    : 1.4141

Resisten Level  : 1.4028, 1.4172                    
Support Level    : 1.3808, 1.3726                    
Range Area        : 1.3871 – 1.4114

USD-JPY

Teknikal pembentukan wave pada pergerakan Yen di hourly, yang meski masih terbatas tetapi pembentukan area buy di area 77.20-77.40 akan berakhir sampai dengan minggu depan, dengan syarat apabila ada closing daily di atas area 77.80 maka target 78.00 akan terpenuhi minggu depan, otomatis area buy akan bergeser, dan sinyal bullish konfirm apabila pergerakan sudah di atas level resisten III daily di area 78.13.
Rekomendasi :
Buy             : 77.40, 77.30          Sell            : 77.62, 78.00
TP              : 77.62                       TP              : 77.35
Stoploss        : 77.00                  Stoploss   : 7850

Resisten Level  : 77.67, 77.90
Support Level   : 77.20, 76.77
Range Area      : 77.28 – 78.02

  
GBP-USD

GBPUSD pada akhir sesi kemarin hampir tidak berubah sementara crossnya EURGBP terjadi penurunan tajam. Secara teknikal pergerakan pound memang sedikit jauh lebih terpengaruh ke dollar dibanding euro, tapi ada kesamaan pergerakan teknikal dengan euro, kemungkinan koreksi untuk daily-nya pekan depan akan terjadi sampai ke level 1.6080 (23% fibonacci daily) sampai 1.6180 (38% fibonacci daily). Apabila pertengahan pekan depan penutupan daily-nya di area 1.5800 kemungkinan target 1.57 (support III daily dan weekly) akan dikejar.
Rekomendasi :
Buy             : 1.5959, 1.5890        Sell            : 1.6030, 1.6090
TP              : 1.6100                       TP                 : 1.5930
Stoploss   : 1.5700                Stoploss    : 1.6200

Resisten Level  : 1.6060, 1.6161
Support Level    : 1.5888, 1.5814
Range Area       : 1.5940 – 1.6180  

 
USD-CHF

Kejadian beresiko Kamis adalah tes yang luar biasa dari ekspektasi baru bagi franc Swiss. Target SNB terhadap EURCHF akhirnya  sampai ke level 1.20, berita dari ECB telah membuat jatuh seperti EURUSD dan EURGBP. Tidak untuk EURCHF dan merupakan suatu beban yang jelas bagi para spekulan. Secara teknikal memang sinyal bullish sudah terlihat, meski terlalu cepat tapi ini merupakan hasil gebrakan SNB dimana level CHF sudah terlalu lama di bawah area 0.9, yang dikhawatirkan pasar hanya cepat bullish dan cepat pula berubahnya (reversal) menjadi bearish.
Rekomendasi :
Buy             : 0.8686, 0.8600    Sell            : 0.8733,  0.8760
TP              : 0.8888                   TP              : 0.8686
Stoploss   : 0.8400                   Stoploss   : 0.8888

Resisten Level  : 0.8818, 0.8888
Support Level    : 0.8625, 0.8500
Range Area       : 0.8690-0.8760

 
AUD-USD

Data tingkat pengangguran sedikit menekan Aussie, tapi secara teknikal pergerakan sideways telah terlihat setelah koreksi ke level 1.0600 an. Pasar lebih melihat tingkat resiko-nya apabila pergerakan Aussie lepas dan rally ke area 1.0700 an kembali. Pergerakan yang teratur di antara area level 1.0545 (23% fibonacci daily) sampai 1.0657 (61% fibonacci dailynya).
Rekomendasi :
Buy             : 1.0550, 1.0505        Sell            : 1.0650, 1.0700
TP               : 1.0650                      TP              : 1.0500
Stoploss    : 1.0400                      Stoploss   : 1.0800

Resisten Level  : 1.0640, 1.0700
Support Level    : 1.0542, 1.0500
Range Area        : 1.0495 – 1.0655
 

Rilis data 09/09 :
Jam 15.30,
Inggris dijadwalkan akan merilis data PPI Input (persentase perubahan input harga produsen) bulanan yang diperkirakan akan dirilis turun menjadi -1,5 persen dari data sebelumnya 0,6 persen, maka akan berdampak negatif atau melemahkan pound dalam jangka panjang. Jika rilis data aktual lebih kecil dari perkiraan, maka akan berdampak melemahkan pound dan sebaliknya.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pembahasan-data-dan-peluang-trading-forex-eropa-as-09-september-2011.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha