Search Results : penduduk negara spanyol

Tanggal September 30, 2011 / 11:04 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Parlemen Jerman atau Bundestag, akhirnya setuju menambah daya dan wewenang dana talangan Eropa (European Finansial Stability Facility), memberi kelegaan ke banyak pihak, terutama Kanselir Angela Merkel.

Langkah itu disetujui melalui hasil voting yang menunjukkan 523 anggota menyetujui, melawan 85 yang menentang, dengan tiga abstain. Ini merupakan kemenangan bagi Merkel yang memang membutuhkan suara mayoritas untuk menggolkannya.

Tapi dibalik itu, ada perpecahan di politik Jerman. Merkel berjuang keras membujuk sekutunya dan mempertahankan koalisinya. Satu hal yang berbahaya bagi zona euro adalah voting ini hanyalah satu dari banyak tantangan sebelum para pemimpin Eropa, termasuk Merkel, mengatakan dengan yakin mereka punya senjata untuk mengatasi krisis utang.

Hasil voting ini memang signifikan. Jerman adalah ekonomi terbesar Eropa, yang membuatnya kreditor terbesar. Legislasi ini merupakan langkah oenting untuk menambah dan memperluas EFSF. Voting itu menyetujui penambahan kapasitas dana EFSF dari 250 miliar euro menjadi 440 miliar euro. Dari dana itu, kontribusi Jerman naik menjadi 211 miliar euro dari 120 miliar euro. Parlemen juga setuju untuk memberi EFSF wewenang tambahan, seperti membeli obligasi negara terlilit utang dan tidak langsung mem-bailout bank bermasalah.

Krisis yang sedang berkecamuk telah mempengaruhi solidaritas Jerman terhadap tetangga Eropanya. Pandangan populer publik Jerman terhadap negara pengutang seperti Yunani, Portugal dan Irlandia adalah mereka ceroboh dan malas. Perlu diketahui, sekitar 66% penduduk Jerman menolak bailout, menurut hasil polling terbaru.

Tapi Merkel berjuang untuk menghapus persepsi itu, yang muncul dalam tubuh koalisinya, Christian Democrats (CDU/CSU) and liberal Free Democrats (FDP).Meski kubu oposisi Social Democrat (SPD) dan the Greens mendukung proposalnya, para pengamat mengatakan otoritas politik Merkel akan terancam bila lebih dari 19 anggota koalisi menolaknya. Pada akhirnya, hanya 15 anggota yang menentangnya.

Tapi perjuangan belum berakhir. Dana itu perlu mendapat persetujuan semua parlemen di 17 negara zona euro dan Jerman adalah negara ke 11 yang menyetujui perubahan EFSF. Masih ada negara yang vokal terhadap bailout, seperti Slovakia, di mana parlemenya akan mengadakan voting pada 17 Oktober nanti.

Bahkan tantangan lebih banyak lagi setelah melewati voting itu. Banyak kalangan yang meragukan dana EFSF cukup untuk mencegah masalah Yunani menyebar ke pasar obligasi Spanyol dan Italia. Bahkan, para pemimpin menghadapi rintangan ketika mereka ingin menambah dana EFSF menjadi 2 triliun euro untuk melindungi sistem finansial bila Yunani default.

Merkel mungkin bernapas lega setelah voting semalam, tapi tantangan ke depan, secara politik dan ekonomi, masihlah menumpuk.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/masih-banyak-pr-untuk-merkel.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha