Search Results : pecahan uang euro terbesar

Tanggal June 29, 2012 / 9:24 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Koreksi tipis 0,2% pada indeks Dow Jones Industrial, telah memberikan signal bahwa  trend jangka pendek dari indeks tersebut adalah trend flat, bukan trend naik.
Kondisi ini kurang menguntungkan karena terjadi setelah IHSG kemarin ditutup dengan signal bearish, menembus suport pertama 3910. Signal bearish ini berawal dari koreksi yang terjadi pada saham GGRM pasca berita RPP tentang Rokok/Tembakau yang melarang perusahaan rokok untuk beriklan.
IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak flat-turun dengan suport pada kisaran 3825-3850 dan resisten di 3900-3950. Penutupan dibawah 3825 adalah signal negatif untuk jangka menengah dengan potensi koreksi hingga 3600-3700.

Global Outlook
B
ursa saham AS berhasil memangkas kerugian pada penutupan semalam setelah sempat tertekan diawal pembukaan perdagangan kemarin karena kekhawatiran adanya perpecahan mendalam dalam pertemuan Uni Eropa. Berkurangnya kejatuhan yang dialami ini tidak lepas dari harapan pasar dan investor bahwa pertemuan Uni Eropa yang berlangsung kemarin dan berakhir hari ini dapat menyepakati langkah-langkah untuk menanggulangi krisis di kawasan benua biru tersebut.
Kini pasar berharap orang satu di Jerman ini, dapat melunak. Karena Kanslier Jerman Angela Merkel adalah wanita yang harus diwaspadai, ditakuti, atau dihadapi, di Eropa minggu ini.
Para pemimpin Italia, Perancis dan Spanyol kemungkinan akan terus mendesak tetangga utaranya itu dalam pertemuan Uni Eropa hari ini agar bisa menyepakati langkah kongkrit yang dapat meredam efek krisis sebelum terlambat. Salah satu wacana yang dibahas adalah obligasi bersama, yang didukung oleh IMF.
Pasar dan investor, yang sering kecewa dengan janji-janji para pemimpin Eropa dan geram dengan terkatung-katungnya upaya pengentasan krisis, ingin adanya terobosan minggu ini untuk memastikan krisis utang tidak menyebar ke seluruh dunia. Tapi mereka tidak berharap banyak. Setiap keputusan akan tergantung dengan Merkel.
Merkel belum goyah, ia tetap menolak berulang kali, terakhir Rabu lalu, bahwa solusi jangka pendek seperti obligasi zona euro atau intervensi ECB tidak akan berguna kecuali pemerintah bisa membukti anggaran terkendali. Ia mau menwujudkan kesatuan politik dulu. Ia tetap membawa status ekonomi terbesar dan terkuat di Eropa dalam pertemuan itu.
Kalaupun 26 pemimpin Eropa berhasil menundukkan Merkel, itu tidak akan lama. Ia membutuhkan persetujuan parlemen Jerman terkait dana talangan permanen atau European Stability Mechanism (ESM), dan pakta disiplin anggaran Eropa. Semua langkah itu memerlukan perubahan konstitusi Jerman.

Review IHSG
G
agal bertahan di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan balik lagi ke area 3.800. pada penutupan perdagangan Kamis (28/6/2012), IHSG tergelincir 47,292 poin (1,21%) ke level 3.887,575.
Investor masih bersikap waspada menjelang hasil KTT Uni Eropa yang tengah berlansgung. Mereka mengambil langkah aman dengan melakukan profit taking menyusul kenaikan tajam yang telah dialaminya dalam dua hari terakhir.
Tidak ada satu sektor pun yang berhasil mendarat di zona hijau. Penurunan terparah dialami sektor sektor pertambangan yang turun 2,57%. Kemudian disusul sektor aneka industri yang melemah 2,13%, dan sektor perdagangan anjlok 1,7%.
Saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Indo Tambangraya (ITMG), United Tractor (UNTR), dan Bayan (BYAN).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Garda Tujuh (GTBO), Asahimas (AMFG), Indo Kordsa (BRAM), dan Bank Mega (MEGA).

Ulasan Teknikal
IHSG

G
agal bertahan di atas resistance 3.944, IHSG bahkan turun di bawah level support 3.909. Hal ini mengindikasikan adanya pola bearish reversal setelah terjadinya false break. Selain itu, candlestick yang membentuk bearish engulfing turut mendukung reversal tersebut. Indikator RSI dan stochastic masih netral, namun mulai menunjukkan potensi downtrend. Untuk itu, kami melihat bahwa IHSG saat ini akan kembali menguji level support 3.843. Jika ditembus, maka trend bullish jangka pendek akan selesai, dan IHSG berpeluang melanjutkan penurunannya menuju area 3.774 – 3.734. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.850 – 3.930.

R3    4,006
R2    3,979
R1    3,933
   
Pivot    3,907
   
S1    3,861
S2    3,835
S3    3,789

Stock Pick
ISAT

M
oving average 10 sudah terlihat uptrend, menunjukkan bahwa trend jangka pendek ISAT mulai bergerak bullish. Namun kenaikan ISAT masih terhadang oleh di resistance di 4.475, dengan kondisi indikator RSI dan stochastic yang sudah overbought. Jika harga kembali tertahan di resistance tersebut, maka ISAT berpotensi terkoreksi untuk kembali menjemput supportnya di 4.150 – 4.000. Sebaliknya, jika resistance ditembus, maka target penguatan ISAT akan fokus menuju area 4.600 – 4.900.
Rekomendasi     : Sell on strength @4.475
Support                : 4.150, 4.000
Resistance          : 4.475, 4.600

GGRM

C
andlestick membentuk pola bearish engulfing, indikasi bahwa harga akan mengalami bearish reversal. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh stochastic yang sudah dead cross di area overbought. Namun begitu, harga saat ini masih tertahan pada support trend line di 59.000. Konfirmasi penurunan selanjutnya akan ditentukan dengan ditembusnya support tersebut, dengan target penurunan berada di area 56.500 – 53.350.
Rekomendasi     : Sell breakout 59.000
Suppport             : 56.500, 53.350
Resistance         : 60.500, 62.650

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/koreksi-ihsg-berkurang.html

Tanggal September 30, 2011 / 11:04 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Parlemen Jerman atau Bundestag, akhirnya setuju menambah daya dan wewenang dana talangan Eropa (European Finansial Stability Facility), memberi kelegaan ke banyak pihak, terutama Kanselir Angela Merkel.

Langkah itu disetujui melalui hasil voting yang menunjukkan 523 anggota menyetujui, melawan 85 yang menentang, dengan tiga abstain. Ini merupakan kemenangan bagi Merkel yang memang membutuhkan suara mayoritas untuk menggolkannya.

Tapi dibalik itu, ada perpecahan di politik Jerman. Merkel berjuang keras membujuk sekutunya dan mempertahankan koalisinya. Satu hal yang berbahaya bagi zona euro adalah voting ini hanyalah satu dari banyak tantangan sebelum para pemimpin Eropa, termasuk Merkel, mengatakan dengan yakin mereka punya senjata untuk mengatasi krisis utang.

Hasil voting ini memang signifikan. Jerman adalah ekonomi terbesar Eropa, yang membuatnya kreditor terbesar. Legislasi ini merupakan langkah oenting untuk menambah dan memperluas EFSF. Voting itu menyetujui penambahan kapasitas dana EFSF dari 250 miliar euro menjadi 440 miliar euro. Dari dana itu, kontribusi Jerman naik menjadi 211 miliar euro dari 120 miliar euro. Parlemen juga setuju untuk memberi EFSF wewenang tambahan, seperti membeli obligasi negara terlilit utang dan tidak langsung mem-bailout bank bermasalah.

Krisis yang sedang berkecamuk telah mempengaruhi solidaritas Jerman terhadap tetangga Eropanya. Pandangan populer publik Jerman terhadap negara pengutang seperti Yunani, Portugal dan Irlandia adalah mereka ceroboh dan malas. Perlu diketahui, sekitar 66% penduduk Jerman menolak bailout, menurut hasil polling terbaru.

Tapi Merkel berjuang untuk menghapus persepsi itu, yang muncul dalam tubuh koalisinya, Christian Democrats (CDU/CSU) and liberal Free Democrats (FDP).Meski kubu oposisi Social Democrat (SPD) dan the Greens mendukung proposalnya, para pengamat mengatakan otoritas politik Merkel akan terancam bila lebih dari 19 anggota koalisi menolaknya. Pada akhirnya, hanya 15 anggota yang menentangnya.

Tapi perjuangan belum berakhir. Dana itu perlu mendapat persetujuan semua parlemen di 17 negara zona euro dan Jerman adalah negara ke 11 yang menyetujui perubahan EFSF. Masih ada negara yang vokal terhadap bailout, seperti Slovakia, di mana parlemenya akan mengadakan voting pada 17 Oktober nanti.

Bahkan tantangan lebih banyak lagi setelah melewati voting itu. Banyak kalangan yang meragukan dana EFSF cukup untuk mencegah masalah Yunani menyebar ke pasar obligasi Spanyol dan Italia. Bahkan, para pemimpin menghadapi rintangan ketika mereka ingin menambah dana EFSF menjadi 2 triliun euro untuk melindungi sistem finansial bila Yunani default.

Merkel mungkin bernapas lega setelah voting semalam, tapi tantangan ke depan, secara politik dan ekonomi, masihlah menumpuk.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/masih-banyak-pr-untuk-merkel.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha