Search Results : negara yang paling buruk ekonominya

Strategydesk – ECB sudah berulang kali menegaskan siap melakukan kebijakan agresif kalau memang diperlukan, termasuk pembelian obligasi pemerintah atau Quantitative Easing (QE).
Draghi

Meski kondisi ekonomi terus memburuk yang membuat zona euro diambang resesi,  dan desakan semakin besar agar ada tindakan, sejauh ini ECB hanya mengulang kata-kata yang sama.  Dalam surat untuk anggota Parlemen Eropa, Presiden Mario Draghi menegaskan komitmen menerapkan kebijakan non konvensional.

Seperti yang pernah diterapkan di AS, dan kini masih dilakukan oleh Jepang, pada prinsipnya bank sentral mencetak uang yang digunakan untuk membeli obligasi, pemerintah atau swasta, supaya menambah likuiditas dalam sistem keuangan. Berlimpahnya likuiditas diharapkan dapat menekan bunga dan mendorong perkreditan, yang kemudian menggerakkan roda perekonomian.

The Fed beberapa kali melakukan QE, yaitu sampai tiga kali, berakhir pada Oktober lalu. Bila mengacu pada kinerja ekonomi AS, di mana tumbuh 5% di kuartal ketiga, QE yang membuat neraca the Fed mencapai $4 triliun itu sepertinya membuahkan hasil. Tidak sampai di sana, lapangan kerja tumbuh 200 ribu selama 10 bulan berturut-turut.

Pertanyaannya, kenapa baru sekarang ECB mau QE? Kalau memang ekonominya sudah sejak lama diterpa krisis, mengapa tidak dari dulu saja langkah itu ditempuh? Bahkan QE sempat diharamkan oleh pejabat ECB, karena dianggap tidak sesuai mandatnya. Kini para pejabatnya mulai terbuka soal itu, meski masih sebatas retorika.

Rupanya, salah satu hambatan utama bagi ECB untuk menerapkan kebijakan non konvensional itu, lebih bersifat politis. Jerman merupakan negara yang paling vokal menentang QE, karena dianggap bisa membuatnya tekor. Kanselir Jerman Angela Merkel dkk khawatir merekalah yang harus menanggung beban terbesar pembiayaan QE.

Hambatan lainnya adalah karakteristik zona euro yang berbeda dengan AS. Zona euro adalah blok mata uang yang terdiri dari beberapa negara. Meski menjalin kesatuan finansial dan moneter, pemerintah tetap berjalan sendiri-sendiri. Alhasil, mereka menerbitkan obligasi masing-masing, yang kualitasnya juga berbeda. Contohnya obligasi Jerman tentu lebih tinggi dibanding obligasi Yunani atau Portugal, dua negara yang dilanda krisis berat.

Dalam laporan Bloomberg Kamis lalu, ECB disebutkan punya beberapa alternatif stimulus, salah satunya membeli hingga 500 miliar euro aset berperingkat investment grade. Saham Eropa sering kali naik ketika ada berita soal QE dari ECB. Ada harapan ECB akan mengumumkannya pada 22 Januari nanti, tapi penantian yang berlarut-larut bisa menambah ketidakpastian.

Bisa terlihat apa yang terjadi pada saham AS ketika the Fed mengumumkan QE jilid ketiga pada 2012, dan menambahnya jadi $85 miliar per bulan pada Desember 2012. Begitu juga setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meluncurkan stimulus fiskal dan moneter besar yang dikenal dengan Abenomics.

Jadi, tidak mengherankan pasar dunia menunggu pengumumkan dari ECB dengan ekspektasi tinggi. Keputusan positif dari ECB pada 22 Januari nanti bisa berdampak sama seperti pengumuman stimulus di AS dan Jepang. Namun, rapat tanpa menghasilkan keputusan, dan hanya mengulang janji “bila diperlukan”, bisa menghancurkan karena pasar sudah kehilangan kesabaran.

http://www.strategydesk.co.id/2015/01/tarik-ulur-qe-ecb/

Tanggal August 27, 2012 / 4:10 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – AUD/USD jatuh ke level terendah dalam sebulan terakhir karena mencuatnya kekhawatiran mengenai ekonomi global yang mengurangi permintaan aset berisiko.

Aussie tergelincir terhadap 16 mata uang dunia setelah ada laporan yang menyebutkan laba perusahaan industri China, mitra dagang terbesar Australia, turun 5,4% selama Juli dari tahun lalu. Penurunan ini merupakan yang keempat kalinya berturut-turut, dianggap oleh pasar sebagai pertanda semakin suramnya prospek bisnis.

Selain itu, HSBC menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China tahun ini. Dalam catatannya hari ini, HSBC  mengatakan data terakhir mengindikasikan efek global terhadap ekonomi China ternyata lebih besar dari dugaan, yang memaksanya memangkas proyeksi PDB tahun ini menjadi 8,0% dari 8,4%. Oleh karena itu bank tersebut mengimbau perlunya penyesuaian kebijakan moneter.

Sentimen pasar juga jatuh karena perkembangan di Eropa. Indeks iklim bisnis Jerman hasil survey Ifo, indikator paling berpengaruh di negara itu, ternyata lebih buruk dari prediksi. indeks itu berada di 102,3 di Agustus lebih rendah dari angka Juli 103,3 dan prediksi 102,7.

Kanselir Jerman Angela Merkel menolak permohonan Yunani untuk memperpanjang waktu penghematan angggaran dan reformasi ekonominya. Harapan stimulus juga sedang menyusut karena Bundesbank kembali menolak opsi itu. Pasar menantikan pidato anggota dewan ECB Joerg Asmussen hari ini. Aktivitas perdagangan akan berkurang akibat ditutupnya pasar London karena libur bank.

Pada jam 15:45 WIB, AUD/USD diperdagangkan di $1,0385, melemah dari level penutupan akhir pekan lalu $1,0400. Pair ini sempat menyentuh low di $1,0371, atau level terendah dalam sebulan terakhir. Secara teknikal, beberapa indikator menunjukkan kondisi bearish,  Harga sudah bergerak di bawah Moving Average (25). Stochastic (14,3,3) semakin turun menembus ke bawah 20, yang merupakan titik oversold. RSI (14) juga memperlihatkan penurunan, berada di 45.

Tapi harga hampir menyentuh batas bawah Bollinger Bands (14) di $1,0365., yang menjadi support terdekat. Kalau tembus, support berikutnya ada di $1,0341, atau 61,8% retracement pergerakan  25 Juli-9 Agustus. Kalau mampu rebound, resistance terdekat ada di $1,0443, atau high 24 Agustus dan $1,0486, atau atau garis tengah Bollinger.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-bearish-audusd-ke-1-month-low.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-bearish-audusd-ke-1-month-low.html

Tanggal February 22, 2012 / 9:19 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Sentimen positif dari tercapainya persetujuan bailout atas Yunani, ternyata tidak mampu membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) bergerak menembus level psikologis 13.000. Sempat mencapai level tertinggi di 13.004, indeks DJI akhirnya hanya ditutup naik tipis 0,12% di 12.965.
Minimnya sentimen ini membuat IHSG diperkirakan akan kembali bergerak flat pada kisaran 3980-4025. Potensi penguatan memang masih terlihat pada saham-saham perbankan (BMRI, BBRI, BBCA) dan saham-saham berbasis Nickel (ANTM, INCO). Meskipun demikian, dengan market yang diperkirakan bakal bergerak dengan kisaran sempit, positioning hendaknya dilakukan dalam mode trading. Exit posisi trading kami sarankan jika IHSG gagal ditutup diatas 3980.

Global Outlook
P
ara menteri keuangan zona euro akhirnya mencapai kesepakatan untuk memberikan Yunani bailout kedua sebesar 130 miliar euro kemarin. Tapi pasar tidak begitu menyambut begitu atunsias karena sudah memperkirakan sebelumnya.
Mereka menyetujui program bailout kedua Yunani yang mencakup pembiayaan sebesar 130 miliar euro dan target mengurangi utang yunani menjadi 121% PDB pada 2020. Kesepakatan paket dengan syarat ketat itu akan membantu mengurangi ketidakpastian yang sempat mengguncang pasar keuangan. Kesepakatan itu juga meliputi penghapusan sebagian utang Yunani. Kreditor swasta diperkirakan akan menderita kerugian 53,5% dari nilai nominal obligasi Yunani yang dapat mengurangi utang Yunani sebesar 100 miliar euro.  Jumlah itu lebih besar dari yang disepakati sebelumnya 50%.
Laporan yang disiapkan oleh Uni Eropa, ECB dan IMF menyebutkan Yunani perlu bantuan ekstra untuk bisa mengurangi utangnya ke target resmi pada 2020 mengingat kondisi ekonominya yang terus memburuk. Bila Athena gagal menjalani perbaikan dan penghematan, utang tetap sebesar 160% pada saat itu. Para skeptis mempertanyakan apakah pemerintahan baru Yunani tetap menjalani program penghematan setelah pemilu April nanti. Mereka justru khawatir Athena tidak akan mampu melaksanakan sepenuhnya program itu.
Bursa saham di AS yang kembali buka kemarin setelah sehari sebelumnya libur nasional, berakhir flat. Naiknya harga komoditas global termasuk minyak ke $105/barel dan emas $1750/ounce, memberikan dorongan bagi saham-saham terkait, dan kemungkinan juga berimbas ke bursa regional hari ini.
Serangkaian data ekonomi yang dijadwalkan dirilis hari ini akan menjadi penggerak pasar, termasuk data manufaktur PMI dari China, Jerman, zona Eropa dan Inggris. Selain itu, data exiting home sales AS.  

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mepertahankan gain-nya. Pada perdagangan kemarin, Selasa (21/2/2012), IHSG ditutup menguat 22,698 poin (0,57%) ke level 4.002,951. Indeks LQ 45 ditutup naik 2,404 poin (0,35%) ke level 696,427.
Kabar baik dari Yunani yang akan mendapatkan bailout sebesar 130 miliar euro dari Uni Eropa, menjadi amunisi IHSG pada hari itu. Kabar tersebut untuk seementara bisa menghapuskan kekhawatiran krisis utang di negara tersebut. Rasa percaya diri investor kembali tumbuh atas adanya berita tersebut.
Sebanyak enam sektor mampu menopang kenaikan indeks. Sektor dengan kenaikan tertinggi di antaranya sektor perdagangan yang naik 2,41%, sektor keuangan naik 0,93%, dan sektor pertambangan naik 0,81%. Sementara, sektor industri dasar mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 0,44%.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya Hero Supermarket (HERO), Dian Swastatika (DSSA), Petrosea (PTRO), dan Elang Mahkota (EMTK).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indocement (INTP), Indo Tambangraya (ITMG), Unilever (UNVR), dan Multi Prima (LPIN).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
ampu bertahan di atas level psikologis 4.000 dengan indikator stochastic yang golden cross, masih menjadi sinyal positif bagi IHSG. Moving average pun terlihat masih uptrend. Kami masih melihat adanya potensi penguatan bagi IHSG untuk kembali menguji resistance di 4.040. Jika ditemus, maka target penguatan selanjutnya akan fokus di area 4.130 – 4.195. Sementara sinyal turun jangka pendek akan terjadi jika IHSG bergerak di bawah support 3.980, dengan proyeksi bearish menuju area 3.950 – 3.896. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.980 – 4.040.

R3    4,042
R2    4,025
R1    4,014
   
Pivot    3,997
   
S1    3,986
S2    3,969
S3    3,958

Stock Pick
INTP

H
arga mulai bergerak di bawah moving average 10 dan 55, indikasi bahwa trend INTP sudah mulai bergerak bearish. Pola bearish INTP juga terlihat dari stochastic yang mulai dead crsoss, serta RSI yang bergerak ke area negatif. Untuk itu, kami melihat adanya potensi INTP untuk kembali menguji level support-nya di 16.500 (FR 50%). Jika ditembus, koreksi bisa berlanjut menuju area 15.950 – 15.100.
Rekomendasi     : Sell (best price entry @ 17.150)
Support                : 16.500, 15.950
Resistance          : 17.150, 17.900

AALI

D
alam 3 bulan terakhir ini pergerakan AALI masih terlihat flat di kisaran support 20.300 dan resistance 22.900. saat ini, harga tengah mendekati area resistance-nya. Beberapa indikator pun mulai menunjukkan sinyal reversal, seperti stochastic yang mulai overbought, serta MA 10 yang mulai bergerak downtrend. Kami melihat bahwa saat ini AALI akan kembali menguji level support-nya di 21.600 (FR 50%  dan MA 55). Jika support ditembus, maka harga akan kembali menjemput support kuatnya di 20.300.
Rekomendasi     : Sell (best price entry 22.500).
Support                : 22.000, 21.600
Resistance          : 22.500, 22.900

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha