Search Results : negara negara yang ada di benua amerika

Tanggal May 08, 2012 / 1:35 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Sebuah reaksi politik sedang berlangsung di Eropa dan program penghematan menjadi semakin tidak populer. Di buktikan dengan jatuhnya pemerintahan kabinet Belanda karena paket penghematan tersebut. Kampanye pemilihan presiden Perancis dibayangi perdebatan langkah-langkah penghematan. Pemerintahan konservatif Spanyol terus berjuang dalam mengantisipasi kontraksi ekonomi yang parah.
Akhirnya, zona euro mungkin akan meninggalkan penghematan dan mendukung stimulus. Tapi itu alternatif yang akan mengakibatkan bencana yang lebih besar untuk negara-negara anggota zona euro yang sedang menderita krisis utang.
Sebuah alternatif yang terpisah oleh seorang ekonom Amerika menyarankan; ‘menstimulasi pertumbuhan adalah resep yang tepat untuk Eropa’.
Tentu saja, itu berarti meminjam lebih untuk dibelanjakan dan memperluas defisit fiskal. Namun pertumbuhan, menurut teori ini, akan dihidupkan kembali dan membawa pendapatan fiskal tepat di jalan-nya. Jika pasar obligasi percaya akan teori ini, maka harus dengan senang hati untuk meminjamkan lagi.
Keadaan di Eropa telah menakutkan pasar obligasi karena benua tersebut tidak kompetitif, dan tidak ada trik makro yang tersedia untuk menghidupkan kembali pertumbuhan. Tingkat utang Eropa mungkin bukan tertinggi di dunia, tapi kemampuan untuk membayar sangat lemah. Oleh karena itu, investor obligasi akan meninggalkan asumsi positif mereka ketika negara-negara seperti Perancis dan Spanyol mencoba untuk merangsang pertumbuhan dengan defisit yang lebih besar.
Bank Sentral Eropa dapat membantu pasar obligasi mereka dengan cara yang sama dengan Federal Reserve AS punggung pasar untuk obligasi AS. Sayangnya, ECB tidak memiliki cadangan USD yang cukup. Jadi jika ECB memberikan skala besar untuk dukungan pasar, dapat dipastikan pemegang obligasi swasta akan menjual secara massal. Euro akan runtuh dan akan memicu inflasi. Situasi seperti ini tidak baik bagi Amerika Serikat dan perekonomian dunia.
Jeffrey Lacker, Presiden Federal Reserve Bank Richmond; direncanakan akan berpidato di Greensboro.
Investor’s Business Daily (IBD) / TechnoMetrica Institute of Policy and Politics (TIPP) Economic Optimism, Survey Konsumen untuk menilai kondisi keuangan dan prospek ekonomi dalam enam bulan terakhir, serta kepercayaan dalam kebijakan moneter federal; diperkirakan terjadi kenaikan 1 poin menjadi 50,3 dari bulan April.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Tanggal November 17, 2011 / 9:10 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Bursa Amerika kembali menemukan alasan untuk turun. Dengan krisis Eropa yang sudah berkepanjangan, rasa-rasanya memang aneh kalau Indeks Dow Jones Industrial (DJI) terkoreksi karena pasar belum mengantisipasi kerugian perbankan Amerika sebagai akibat dari krisis Eropa. Tapi itu yang terjadi semalam. Indeks Dow Jones Industrial (DJI) terkoreksi 1,58% dan ditutup dibawah level psikologis 12000. Signal dari candlesticknya memang terlihat berarish. Akan tetapi, karena posisi penutupannya masih diatas suport dari triangle di 11750-11850, potensi penurunan lanjutan sepertinya juga masih terbatas.
Merespon koreksi ini, IHSG hari ini kembali akan menguji suport 3800. Jika suport ini gagal bertahan, posisi Buy On Weakness sepertinya baru bisa dilakukan jika IHSG sudah berada di kisaran 3600-3750.
Sementara itu, bursa Asia dalam perdagangannya kali ini mengalami kejatuhan untuk ketiga kalinya berturut-turut. Dan ini imbas dari merosotnya bursa saham di AS semalam karena kekhawatiran terhadap penyebaran krisis utang Eropa. Kondisi ini juga diperparah pernyataan Fitch Rating bahwa sektor perbankan AS terkena dampaknya bilamana krisis di kawasan benua biru itu makin buruk.
Permasalahan krisis utang Eropa masih menjadi pemicu utamanya. Kenaikan yield obligasi beberapa negara Eropa memicu kecemasan krisis utang semakin menyebar. Obligasi Italia bertenor 10 tahun naik ke 7,089%, menembus 7% untuk pertama kalinya sejak Jumat lalu. Yield obligasi Spanyol juga menanjak, meski belum mencapai 7%. Tapi kenaikan itu menambah ketakutan akan semakin banyak negara Eropa terjerat krisis utang. Yield obligasi Perancis, Belgia, dan Austria ikut naik, mengindikasikan ketakutan pasar akan kemampuan pemerintah membayar utangnya.
Kemarin, Bank Sentral Jepang (BOJ) menurunkan penilaian ekonominya seiring perlambatan ekonomi global dan krisis utang Eropa, yang berpotensi menggerus ekspornya. BOJ mempertahankan suku bunganya di kisaran 0-0,1%, tapi bersikap pesimis dalam dan memperingatkan semakin luasnya efek krisis utang Eropa. Hal ini mengindikasikan kesiapannya untuk memperlonggar kebijakan lagi bila pemulihan ekonomi semakin terancam.
BOJ juga memperingatkan bahwa krisis utang Eropa bisa memukul ekonomi global, dan lebih berhati-hati dengan prospek ekspor dan output. Di bulan sebelumnya, BOJ mengatakan ekonomi Jepang terus tumbuh dengan ekspor dan output terus meningkat sebagai tren. Banyak anggota BOJ yang semakin cemas mengenai efek krisis utang Eropa, yang tidak hanya menghambat pertumbuhan di kawasan itu tapi juga dunia.
Pasar kini menantikan lelang obligasi Spanyol dan Perancis. Spanyol akan menjual hingga 4 miliar euro obligasi tenor 10 tahun. Sedangkan Perancis melelang obligasi tenor 4 dan 6 tahun.

Review IHSG
D
iwarnai dengan perdagangan yang cukup fluktuatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu bertahan di zona hijau di tengah minimnya sentimen positif.
Peerhatian pasar masih tertuju pada Eropa, dimana krisis utang yang tak kunjung usai membuat perdagangan di lantai bursa menjadi kurang bergairah.
Mengawali perdagangannya, IHSG langsung terporosok ke zona merah. Indeks baru bisa bangkit menjalng penutupan pasar atas aksi beli terhadap saham-saham industri dasar.
Empat sektor menjadi pemberat kinerja IHSG, dimana sektor keuangan mennyumbang penurunan terbesar pada hari itu, yaitu sebesar 0,52%. Sementara, enam sektor lainnya berhasil menguat, dipimpin sektor industri dasar yang reli 1,11%.
Menutup perdagangan, Rabu (16/11/2011), IHSG naik tipis 0,248 poin (0,01%) ke level 3.814,090. Indeks LQ 45 0,330 menguat tipis 0,330 poin (0,04%) ke level 678,516.
Saham-saham yang naik diantaranya Surya Toto (TOTO), Surya Citra (SCMA), Gudang Garam (GGRM) dan Multi Prima (LPIN).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastatika (DSSA), Roda Vivatex (RDTX), Indo Tambangraya (ITMG), dan Mayora (MYOR).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
asih bertahan di atas level support 3.750 – 3.780 dan membentuk pola dragonfly doji. Kondisi ini masih memungkinkan IHSG untuk kembali bergerak bullish. Kami masih melihat adanya potensi IHSG untuk menguji kembali resistance di 3.875, yang sekaligus akan memberikan konfirmasi bullish continuation menuju area 3.950 – 4.050. Sementara trend akan berbalik bearish jika IHSG bergerak di bawah level 3.750, untuk target bearish menuju area 3.680 – 3.624. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.780 – 3.830.

R3    3,880
R2    3,849
R1    3,831
   
Pivot    3,800
   
S1    3,783
S2    3,751
S3    3,734

Stock Pick
GJTL

G
aris trend menunujukkan bahwa trend GJTL masih bearish. Sementara dari moving average terlihat bahwa harga saat ini sedang berada di bawah MA 10. Kondisi ini menunjukkan bahwa untuk jangka pendek GJTL masih berpeluang bearish. Indikator RSI serta stochastic masih berada di area netral, meski mulai menunjukkan potensi downtrend. Kami melihat bahwa saat ini GJTL berpeluang untuk menguji kembali support di 2.625. Jika ditembus, maka support berikutnya akan muncul di area 2.550.
Rekomendasi     : Buy on weakness @ 2.550, stop loss 2.400, target 2.750
Support                : 2.625, 2.550
Resistance          : 2.750, 2.850

ISAT

M
oving average yang bergerak di bawah harga menunjukkan bahwa trend ISAT mulai beranjak bullish. Kondisi ini didukung pula oelh indikator RSI serta stochastic yang bergerak uptrend. Selain itu, harga kini telah berada di atas support FR 61.8%. Kami melihat bahwa saat ini ISAT akan menguji resistance di 5.450, yang sekaligus akan memberikan konfirmasi bullish continuation menuju area 5.750 – 6.000 jika resistance tersebut ditembus.
Rekomendasi     : Hold, and buy break 5.450, stop losss 5.300, target 5. 750.
Support                : 5.250, 5.100
Resistance          : 5.450, 5.750

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Pasar global terus bergejolak dalam beberapa pekan terakhir. Ketidakpastian mengenai situasi krisis utang di Eropa terus menerus disorot. Namun, ada satu hal lagi yang tentunya tak kalah penting dibanding krisis Eropa, yakni kondisi perekonomian Amerika. Beberapa pendapat bahkan menyebutkan situasi di Amerika saat ini lebih serius dibandingkan Eropa. Negara-negara bagian di Amerika juga memiliki masalah utang yang tidak kalah besar dibanding negara-negara di benua Eropa. Menyorot masalah utang yang dihadapi Eropa dan Amerika, analis berpendapat bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan saat ini masih belumlah tepat, mencari utang baru untuk menutupi utang lama bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah ini. (tsr)

http://www.surabayaforex.com/berita-ekonomi/masalah-di-amerika-mungkin-lebih-buruk-dari-eropa/

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha