Search Results : mata uang tertinggi dan terendah 2014

Tanggal January 22, 2013 / 3:51 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Yen sempat melemah atas dollar setelah BOJ mengejutkan pasar dengan mengumumkan program pembelian aset tak terbatas, tapi kemudian menguat karena ternyata baru dilakukan tahun depan.
Untuk mengeluarkan ekonomi dari jeratan deflasi, BOJ akhirnya menuruti keingingan pemerintah dengan menaikkan target inflasi ke 2% dan meluncurkan program pembelian aset tak terbatas (open ended). BOJ akan membeli 13 triliun yen aset setiap bulan mulai Januari 2014. Kebijakan itu mencakup pembelian 2 triliun yen obligasi pemerintah tiap bulan. 
Menurut analis, BOJ menyenangkan pasar dengan mengumumkan target inflasi baru dan program pembelian asetnya. Namun pasar kemudian agak kecewa bahwa program pembelian itu tidak dilakukan sebelum 2014. Mungkin tahun depan program itu bisa membawa manfaat, tapi untuk saat ini BOJ tidak akan melakukan lebih untuk melemahkan yen.
Padahal keputusan BOJ ini mengangkat mata uang lainnya. Keputusan BOJ itu mendorong risk appetite, namun hanya aussie yang mencatat penguatan besar. Euro dan sterling hanya naik terbatas. Pasar berharap mendapat katalis dari data sentimen investor Jerman dan penjualan rumah AS. Data sentimen investor Jerman mungkin bisa menjadi pendorong atau penekan.


EUR-USD
M
eski mendapat dorongan dari keputusan BOJ, EUR-USD tidak mampu melaju jauh, bahkan belum bisa kembali ke $1,34, yang masih menjadi resistance kuat.  Setelah menyentuh level tertinggi dalam 10 bulan di $1,3404, pair ini terus konsolidasi di kisaran $1,32-1,34. Bila indeks sentimen investor ZEW naik melebihi prediksi, pair ini mungkin bisa mencoba tembus resistance itu. Pertemuan menteri keuangan Uni Eropa juga mempengaruhinya.

Rekomendasi harian :
Pergerakan untuk EUR-USD masih stabil, dimana ruang untuk sell break di 1.3275 dengan target take profit 1.3230, dimana stop loss bila kembali lagi ke 1.3306. Sell 1.3397 dengan target take profit 1.3336, dimana stop loss 1.3428

Buy EUR-USD 1.3214 dengan target take profit 1.3382, dimana stop loss bila penutupan hari ini di bawah 1.3184.


USD-JPY
K
ekecewaan, ataupun aksi buy the rumor sell the news, menekan USD-JPY terkoreksi, meski sempat naik ke 90. Dalam perdagangan di Eropa, pair ini akhirnya jatuh ke bawah 89,00. Meski demikian, tren jangka menengah dan panjang belumlah berubah. Koreksi kemungkinan tidak akan berlangsung lama selama masih terlihat niat di para pejabat Jepang untuk tetap melemahkan yen. Menggunakan Fibonacci Retracement dari penguatan  9 Nopember-21 Januari,  koreksi mungkin coba bergerak menuju ke 23,6% di 87,50.

Rekomendasi harian :
Sell break pada USD-JPY 89.06 dengan target take profit 88.28, dimana stop loss 89.26. Sell 90.23 dengan target take profit 89.45, dimana stop loss 90.43.

Buy 88.28 dengan target take profit 89.16, dimana stop loss 88.09. Buy break bila kembali 89.45 dengan target take profit 90.13, dimana stop loss 89.21.

GBP-USD
T
umbang ke level terendah dalam 5 bulan terakhir, GBP-USD masih tetap dalam kondisi bearish. Setelah tembus ke bawah Moving Average 200 hari, pair ini menguji level psikologis $1,5800. Data utang publik (public sector net borrowing) akan mempengaruhi pergerakannya.

Rekomendasi harian :
Sell break GBP-USD di 1.5808 dengan target take profit 1.5747, dimana stop loss bila penutupan hari ini di atas 1.5808. Sebaliknya hold sell bilamana penutupan hari ini di bawah 1.5808. Sell di 1.5915-1.5923 dengan target take profit 1.5839, dimana stop loss 1.5945.

Buy break 1.5869 dengan target take profit 1.5921, dimana stop loss 1.5831.

USD-CHF
S
empat melaju sampai 0,347 berkat keputusan BOJ, USD-CHF kembali melanjutkan koreksinya. Volatilitas pair ini cukup tinggi, sempat jatuh ke 0,9110 dua minggu lalu, kemudian melonjak sampai 0,9387. Bila menarik retracement dari penguatan 11-18 Januari itu, pair itu sudah menembus 23,6%-nya.

Rekomendasi harian :
Peluang Buy USD-CHF di 0.9262 dengan target take profit 0.9312, dimana stop loss 0.9247. Buy break di 0.9354 dengan target take profit 0.9399, dimana stop loss 0.9323.

Sell 0.9399 dengan target take profit 0.9338, dimana stop loss 0.9425.


AUD-USD
B
erbeda dengan lainnya, AUD-USD mencatat penguatan substansial pasca keputusan BOJ. Dengan menguat sampai ke $1,0570, pair ini juga terangkat oleh ekspektasi data inflasi Australia besok akan menunjukkan kenaikan. Bila inflasi naik, tentunya mengurangi prospek pemangkasan rate. Namun, pair ini kemungkinan masih menemui resistance kuat di $1,0600. 

Rekomendasi harian :
Buy break AUD-USD di 1.0523 dengan target take profit 1.0559-1.0567, dimana stop loss bila penutupan hari ini di bawah 1.0498. Buy 1.0452 dengan target take profit 1.0513, dimana stop loss 1.0437.

Sell break di 1.0490 dengan target take profit 1.0452-1.0460, dimana stop loss 1.0513. Sell 1.0574 dengan take profit 1.0529, dimana stop loss 1.0590.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-22-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-22-januari-2013.html

Tanggal August 02, 2012 / 10:03 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar rally atas rivalnya dan mencapai level tertinggi dalam seminggu terakhir setelah the Fed tidak mengumumkan stimulus baru. Kini fokus tertuju ke ECB, yang lebih terbebankan untuk meluncurkan sesuatu.
Dollar menguat terhadap major currencies lainnya setelah the Fed tidak mengambil langkah baru. The Fed, melalui ketuanya Ben Bernake dalam jumpa pers, mengakui bahwa aktivitas ekonomi melambat selama semester pertama tahun ini. Ia juga mengatakan tingkat pengangguran masih tinggi dan pembelanjaan konsumen masih lesu.
The Fed masih enggan meluncurkan stimulus dan hanya mengulang retorika biasanya, yaitu siap mengambil langkah untuk merangsang pertumbuhan bila lapangan kerja tidak menunjukkan perbaikan. Pernyataan ini hampir sama dengan rapat sebelumnya, kecuali bagian pengakuan ekonomi melambat. The Fed juga mempertahankan masa suku bunga rendah sampai akhir 2014, tidak memperpanjangnya lagi. 
Para analis melihat dengan mengakui ekonomi melambat, the Fed sebenarnya membuka pintu untuk bertindak. Tapi keputusan mempertahankan kebijakan untuk saat ini mengecewakan pasar. Pasca keputusan itu, dollar melesat, dengan indeksnya menggapai 83,16, tertinggi sejak 26 Juli.  Euro jatuh lebih dari 1 sen dari high-nya di $1,2337 sampai ke $1,2218. Sterling juga anjlok, hingga ke level terendah dalam seminggu terakhir di $1,5529.
Setelah the Fed berlalu, perhatian pasar tertuju ke ECB, yang akan mengumumkan hasil rapat reguler hari ini. Pasar lebih mengharapkan stimulus dari ECB dibanding the Fed. Selain karena kondisi di Eropa lebih genting, ECB terbebani untuk meluncurkan stimulus setelah Presidennya Mario Draghi mengatakan siap melakukan apapun yang diperlukan untuk menyelamatkan euro.
Pasar, yang berharap adanya stimulus agresif berbentuk pembelian obligasi, akan kecewa berat bila Draghi tidak menepati janjinya itu. Sebagian analis memperkirakan Draghi akan mengecewakan pasar, dengan hanya mengatakan siap bertindak menggunakan alat yang tersedia. Tapi bila ECB membuat gebrakan, bisa memicu risk appetite, yang dapat mengangkat mata uang seperti aussie rally.
Selain ECB, BOE juga menggelar rapat reguler, tapi kemungkinan tidak akan memutuskan apapun karena bulan lalu baru menambah program pembelian asetnya sebesar 50 miliar pound menjadi 375 miliar pound. Meski ekonomi resesi, BOE akan bertahan sembari mengevaluasi dampak kebijakan stimulus sebelumnya.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-rally-pasca-the-fed-fokus-ke-ecb.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-rally-pasca-the-fed-fokus-ke-ecb.html

Tanggal July 12, 2012 / 9:46 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar bertahan di level tertinggi dalam 2 tahun terakhir atas rivalnya hari ini, setelah FOMC Minutes menunjukkan belum ada rencana meluncurkan stimulus moneter dalam waktu dekat.
Menurut laporan dari rapat the Fed 19-20 Juni itu, beberapa pejabat meyakini stimulus lanjutan dibutuhkan, tapi sebagian besar belum yakin. Sebagian kecil pejabat memandang stimulus lanjutan penting untuk mencapai pertumbuhan lapangan kerja yang memuaskan. Tapi sebagian besar lainnya berargumen hal itu bisa dibenarkan hanya bila pemulihan ekonomi kehilangan momentumnya atau inflasi merosot.
Intinya, ekonomi harus memburuk dulu sebelum the Fed mencetak uang lagi. The Fed juga menegaskan komitmen suku bunga akan tetap rendah sampai akhir 2014. Minutes itu juga menunjukkan beberapa pejabat ingin mengembangkan “alat baru” untuk membantu kondisi finansial.
Minutes itu tidak cukup untuk memuaskan pengharap QE yang ingin pernyataan eksplisit bahwa pembelian aset tambahan perlu dilakukan. Perkembangan ini memberi ruang bagi dollar untuk  bertahan dekat level tertinggi dalam dua tahun terakhir atas lawan-lawannya. Indeks dollar  berada di 83,48 hari ini, dekat level tertinggi sejak Juni 2010 di 83,76.
Dollar saat ini stabil atas mata uang utama dunia, kecuali yen. Di tengah minimnya sentimen positif, dollar berpeluang melanjutkan rally-nya, apalagi kalau pasar hanya mendapat berita ekonomi buruk. Salah satu berita buruk hari ini adalah data yang memperlihatkan lapangan kerja di Australia berkurang 27.000 bulan lalu yang membuat tingkat pengangguran naik ke 0,1% ke 5,2%. Aussie langsung amblas karena berita itu, ke $1,0194 dari $1,0251. Data PDB China besok kemungkinan akan menambah pilu mata uang itu.
Euro masih merana di tengah kurangnya katalis yang dapat dijadikan alasan untuk mengangkatnya. Euro kini diperdagangkan di $1,2230, dekat level terendah dalam dua tahun terakhi $1,2212. Alhasil, outlooknya tetap bearish, mata uang tunggal Eropa itu berpotensi jatuh ke $1,20. Bila itu ditembus, maka euro terancam melorot ke $1,1876.
Spanyol mengumumkan penghematan baru sebesar 65 miliar euro, indikasi pemerintah tunduk pada tekanan Uni Eropa. Masalahnya penghematan lebih hanya akan memperburuk resesi Spanyol apalagi pemerintah berencana menaikkan pajak pertambahan nilai sebesar 3% dari 18% ke 21%. Menambah ketidakpastian, Pengadilan Konstitusi Jerman menunda keputusan soal apakah dana talangan sesuai dengan hukum Jerman. Perdana Menteri Italia Mario Monti mengatakan negaranya mungkin perlu meminta bailout untuk meringankan beban biaya pinjaman.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-stabil-pasca-fomc-minutes.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-stabil-pasca-fomc-minutes.html

Tanggal February 24, 2012 / 2:37 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dalam pernyataan yang dirilis pada tanggal 25 Januari 2012, Komite Pasar Terbuka Federal AS mengumumkan keputusan untuk meninggalkan acuan suku bunga bank tidak berubah pada 0,25 persen dan mempertahankan target suku bunga pada 0 hingga 0,25 persen. Perubahan tingkat terakhir terjadi pada Desember 2008, ketika itu dipotong 1,00-0,25 persen. Pernyataan FOMC mengungkapkan bahwa ekonomi AS telah berkembang pada tingkat yang moderat, meskipun beberapa perlambatan dalam pertumbuhan kawasan ekonomi lain dan strain di pasar keuangan global.
Household spending terus meningkat, sedangkan pertumbuhan investasi tetap di dunia bisnis terus melambat dan sektor perumahan tetap tertekan. Meskipun indikator menunjuk beberapa perbaikan dalam kondisi kerja, tingkat pengangguran, sebesar 8,5 persen pada Desember, tetap masih terlihat tinggi. Inflasi dalam beberapa bulan terakhir ini sedikit turun, dan dalam jangka panjang ekspektasi inflasi tetap stabil. Dalam pernyataan jangka panjang, FOMC menawarkan target resmi untuk inflasi sebesar 2 persen, berbeda dengan indikasi sebelumnya sebesar 1,7 sampai 2 persen dapat diterima pasar.
Komite menurunkan prospek untuk pertumbuhan ekonomi AS untuk 2012, prediksi pertumbuhan antara 2,2 dan 2,7 persen, turun dari perkiraan bulan November antara 2,5 dan 2,9 persen. Namun, FOMC sedikit lebih optimis tentang pasar tenaga kerja dan mengharapkan pengangguran akan jatuh 8,2 persen. Pertemuan diakhiri dengan risiko penurunan yang signifikan terhadap ekonomi AS karena kekhawatiran yang sedang berlangsung pada sektor keuangan global.
Ke depan, tidak mungkin Federal Reserve akan menaikkan suku bunga federal fund hingga setidaknya akhir 2014, memperluas kerangka waktu dengan setidaknya setengah tahun dari pertemuan terakhir keputusan pada bulan Desember. Selama kuartal mendatang, FOMC mengharapkan untuk melihat perkembangan sederhana dari tingkat pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi bahwa inflasi akan berjalan pada tingkat konsistensi yang berdasar pada pada mandat ganda Komite.

EUR-USD
E
uro break ke area 1.33 dan area level 50% fibonacci daily dan weekly di area 1.3434 menjadi target penutupan untuk bulan Februari ini. Suatu konsolidasi teknikal yang nyaris sempurna apabila mencapai area 1.3444 yang merupakan weekly resisten, seperti halnya rali rebound daily yang akan mencapai level 50% fibonacci teknikal akan menerjemahkan akan dua hal; konfirmasi berbaliknya tren (bearish ke bullish) untuk medium dan long term-nya dan sideways daily untuk memberikan pijakan yang kuat dalam menunjang katalis fundamental yang sedang terjadi sekarang ini di zona euro……yang memang akan diakhiri dengan kelanjutan-nya tren bearish.

Rekomendasi :                                                       
Buy             : 1.3355, 1.3290    Sell             : 1.3370, 1.3434
TP              : 1.3444                   TP               : 1.3232
Stoploss   : 1.3200                   Stoploss    : 1.3500

Resisten Level  : 1.3420, 1.3470                    
Support Level    : 1.3272, 1.3177                    
Range Area        : 1.3262 – 1.3404
 

USD-JPY
A
pakah akan ada koreksi bagi yen? Prestasi yang cukup mengesankan diperlihatkan yen sampai sesi perdagangan kemarin yang mencapai 80.39, koreksi terjadi apabila closing hari ini di bawah area 79.90, dan sinyal koreksi ada di area 79.79……….sebaliknya apabila closing di area 80.20 maka pergerakan bullish yen akan sempurna bulan ini dan mencapai target teknikal-nya di area 80.55 yang merupakan level area 50% fibonacci chart weekly.

Rekomendasi :
Buy             : 80.10, 79.90        Sell             : 80.25, 80.45
TP              : 80.30                     TP               : 79.90
Stoploss   : 79.50                     Stoploss    : 81.00

Resisten Level  : 80.27, 80.55
Support Level    : 80.05, 79.79
Range Area        : 79.90 – 80.40

GBP-USD
T
he British Pound menguat ke posisi tertinggi 1,5745 semalam di tengah meningkatnya risk appetite, tetapi kurangnya momentum untuk mendorong kembali di atas fibonacci retracement 38,2% dari tahun 2009 di tingkat terendah ke tingkat tertinggi sekitar 1,5730-50 dapat memacu koreksi jangka pendek selama 24-jam sesi perdagangan berikutnya. Laporan 4Q GDP untuk Inggris diperkirakan menunjukkan kontraksi 0,2% dalam tingkat pertumbuhan-nya, dan dalam tingkat pertumbuhan yang seperti itu bisa menyeret kembali pound, dan kita mungkin melihat Bank of England mempertahankan nada dovish untuk kebijakan moneter karena kawasan ini terus menghadapi risiko resesi double-dip. Memang, anggota dewan BoE David Miles tetap mendukung program pelonggaran yang lebih kuantitatif untuk perekonomian Inggris di tengah pemulihan yang terus melambat, dan terus memegang pandangan yang hati-hati untuk wilayah tengah di slack yang sedang berlangsung dalam sektor swasta. Sebagai GBP / USD terus diperdagangkan antara Hari-200 (1,5912) dan SMA 50 hari (1,5621), pasangan dapat mengkonsolidasikan dalam kisaran sempit masuk ke Maret, tapi kita bisa melihat sterling memperpanjang rebound dari tahun sebelumnya dan hal ini seharusnya pertanda pemulihan dalam  map ekonomi yang lebih kuat di tahun 2012.

Rekomendasi :                                                        
Buy              : 1.5720, 1.5690    Sell             : 1.5777, 1.5808
TP               : 1.5808                   TP               : 1.5656
Stoploss    : 1.5600                   Stoploss    : 1.5888

Resisten Level    : 1.5777, 1.5808
Support Level      : 1.5676, 1.5614
Range Area         : 1.5690 – 1.5808
 

USD-CHF
L
evel 38% fibonacci chart daily di area 0.9255 sampai 0.9288 menjadi strong resisten yang sulit ditembus franc untuk closing di area tersebut dan krusial untuk dicermati dan apa yang diharapkan oleh SNB dalam program dipatoknya franc atas euro sebentar lagi akan diuji oleh pasar serta ketahanan franc untuk medium term dan memasuki long term kuartal terus dipantau pergerakannya sehingga korelasi safe havens tidak bergeser kembali ke franc dan menjadikan nilai franc kembali ke area 0.88, dan level 50% fibonacci chart daily (0.9070) menjadi sinyal penguatan dari franc. Dengan tembusnya euro ke area 1.33 maka konfirmasi penguatan franc terlihat pada sesi perdagangan kemarin yang mencapai 0.9008 dan target selanjutnya di area 0.8890.

Rekomendasi :
Buy             : 0.9000, 0.8960    Sell             : 0.9030, 0.9090
TP              : 0.9111                   TP               : 0.8919
Stoploss   : 0.8800                   Stoploss    : 0.9151

Resisten Level  : 0.9080, 0.9150
Support Level    : 0.8975, 0.8935
Range Area        : 0.8920 – 0.9090

AUD-USD
M
elihat hasil volatilitas pergerakan aussie dua hari belakang, dapat disimpulkan beberapa asumsi teknikal impact terhadap risk appetite pasar terhadap aussie di minggu depan; sideways antara 1.0600 sampai 1.0818 masih menjadi kisaran transaksi yang masih digunakan dalam kuartal pertama tahun 2012 dalam transaksi bisnis, maka volatilitas yang sedang dibangun oleh aussie untuk meningkatkan volume perdagangan-nya terutama terhadap mitra utama-nya……China.
Lalu tidak berubahnya tingkat suku bunga yang masih di kisaran 4.25% membuat aussie masih diminati pasar, dan memang dengan ditambah pula dengan perdagangan cross mata uang dimana terhadap euro dan pound aussie terus menguat, tapi secara teknikal sudah terlalu lam di bawah dan koreksi kemungkinan dapat terjadi di minggu depan.

Rekomendasi :
Buy             : 1.0707, 1.0676    Sell             : 1.0757, 1.0800
TP              : 1.0800                   TP               : 1.0666
Stoploss   : 1.0600                  Stoploss    : 1.0888

Resisten Level  : 1.0757, 1.0798
Support Level    : 1.0676, 1.0634
Range Area       : 1.0590 – 1.0797

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-24-februari-2012.html

Tanggal January 27, 2012 / 10:02 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar sedang menuju koreksi mingguan terhadap rivalnya menyusul rencana the Fed memberlakukan bunga rendah sampai 2014. Greenback juga rentan menjelang data PDB AS.
Dollar terjungkal setelah the Fed membuat kejutan dengan memperpanjang masa rate nol persen sampai tiga tahun lagi, sembari mengindikasikan peluang stimulus lanjutan terbuka. Setelah mendengar kebijakan moneter longgar AS akan lebih lama dari yang diperkirakan, ditambah pernyataan yang diinterpretasikan sebagai potensi pembelian obligasi lanjutan, sontak membuat pelaku pasar melepas dollar dan memburu mata uang lainnya.
Ini menjadi dorongan jelas untuk menggunakan dollar dalam carry trades dan memicu penguatan komoditas seperti emas dan perak. Ini berarti investor yang membeli mata uang seperti aussie atau kiwi dengan menggunakan dollar AS karena suku bunga Australia dan Selandia Baru lebih menarik, akan berlanjut selama itu.
Indeks dollar kini bergerak di 79,450, setelah kemarin tergelincir sampai 79,070, terendah dalam enam minggu terakhir. Euro berhasil menyentuh level $1,3184, tertinggi sejak 21 Desember lalu. Dollar telah melemah 1,3% terhada euro minggu ini. Sterling berhasil mencapai $1,5733, juga tertinggi sejak tanggal itu. Aussie lebih fantastis lagi, ke level tertinggi sejak Oktober lalu di $1,0686. Dollar juga melemah terhadap yen dan franc, sampai ke 77,26 yen dan 0,9155 franc.
Beberapa analis mengatakan penguatan euro juga didorong oleh data yang mengindikasikan pemulihan ekonomi AS.  Durable goods orders naik 3,0% selama Desember, lebih baik dari prediksi 2,0%. Tapi penguatan itu tergerus setelah saham AS jatuh dan new homes sales menunjukkan penurunan 2,2% selama Desember, melawan prediksi naik 1,9%.
Fokus pasar untuk hari ini adalah data PDB dan sentimen konsumen AS. Ekonomi AS diperkirakan tumbuh 3% selama kuartal keempat dari tahun lalu, lebih pesat dari kuartal sebelumnya yang 1,8%. Sedangkan sentimen konsumen hasil survei University of Michigan untuk Januari tetap di 74. Data yang lebih baik dari prediksi bisa melanjutkan risk appetite, yang dapat mengangkat aset berisiko.
Pasar juga tetap mewaspadai perkembangan di Yunani, di saat negosiasi restrukturisasi utang dengan kreditor berlanjut hari ini. Setaip resolusi untuk menghindari default berantakan bisa mengangkat euro. Media setempat melaporkan kreditor mungkin bersedia meneriman yield 3,75% atas obligasi baru, turun dari tuntutan sebelumnya yang 4%.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-rentan-jelang-pdb-as.html

Tanggal January 27, 2012 / 10:02 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar sedang menuju koreksi mingguan terhadap rivalnya menyusul rencana the Fed memberlakukan bunga rendah sampai 2014. Greenback juga rentan menjelang data PDB AS.
Dollar terjungkal setelah the Fed membuat kejutan dengan memperpanjang masa rate nol persen sampai tiga tahun lagi, sembari mengindikasikan peluang stimulus lanjutan terbuka. Setelah mendengar kebijakan moneter longgar AS akan lebih lama dari yang diperkirakan, ditambah pernyataan yang diinterpretasikan sebagai potensi pembelian obligasi lanjutan, sontak membuat pelaku pasar melepas dollar dan memburu mata uang lainnya.
Ini menjadi dorongan jelas untuk menggunakan dollar dalam carry trades dan memicu penguatan komoditas seperti emas dan perak. Ini berarti investor yang membeli mata uang seperti aussie atau kiwi dengan menggunakan dollar AS karena suku bunga Australia dan Selandia Baru lebih menarik, akan berlanjut selama itu.
Indeks dollar kini bergerak di 79,450, setelah kemarin tergelincir sampai 79,070, terendah dalam enam minggu terakhir. Euro berhasil menyentuh level $1,3184, tertinggi sejak 21 Desember lalu. Dollar telah melemah 1,3% terhada euro minggu ini. Sterling berhasil mencapai $1,5733, juga tertinggi sejak tanggal itu. Aussie lebih fantastis lagi, ke level tertinggi sejak Oktober lalu di $1,0686. Dollar juga melemah terhadap yen dan franc, sampai ke 77,26 yen dan 0,9155 franc.
Beberapa analis mengatakan penguatan euro juga didorong oleh data yang mengindikasikan pemulihan ekonomi AS.  Durable goods orders naik 3,0% selama Desember, lebih baik dari prediksi 2,0%. Tapi penguatan itu tergerus setelah saham AS jatuh dan new homes sales menunjukkan penurunan 2,2% selama Desember, melawan prediksi naik 1,9%.
Fokus pasar untuk hari ini adalah data PDB dan sentimen konsumen AS. Ekonomi AS diperkirakan tumbuh 3% selama kuartal keempat dari tahun lalu, lebih pesat dari kuartal sebelumnya yang 1,8%. Sedangkan sentimen konsumen hasil survei University of Michigan untuk Januari tetap di 74. Data yang lebih baik dari prediksi bisa melanjutkan risk appetite, yang dapat mengangkat aset berisiko.
Pasar juga tetap mewaspadai perkembangan di Yunani, di saat negosiasi restrukturisasi utang dengan kreditor berlanjut hari ini. Setaip resolusi untuk menghindari default berantakan bisa mengangkat euro. Media setempat melaporkan kreditor mungkin bersedia meneriman yield 3,75% atas obligasi baru, turun dari tuntutan sebelumnya yang 4%.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha