Search Results : mata uang jerman adalah

Strategydesk – Yunani dan para kreditor mengambil langkah-langkah yang dapat menjembatani perbedaan mengenai keberlanjutan program bailout, namun untuk mencapai kesepakatan masih perlu waktu.

tsipras-merkelMenyusul perdebatan selama berminggu-minggu, kedua pihak menyampaikan pernyataan positif dan setuju untuk memulai diskusi teknis dalam kelanjutan pertemuan menteri keuangan zona euro Senin nanti. Yunani dan Jerman menyatakan bersedia mencari titik temu soal persyaratan bailout dan siap berkompromi.

“Eropa selalu berusaha mencapai kompromi,” kata Kanselir Jerman Angela Merkel. “Kompromi terjadi ketika keuntungan melebihi kerugian, dan Jerman siap untuk itu, namun kredibilitas Eropa bergantung pada kemampuan kita menjalankan aturan dan menyelesaikan masalah dengan bijak,” tambahnya.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras berharap kesepakatan bisa dicapai minggu depan.  “Delegasi kami akan mengambil bagian dalam pertemuan dengan proposal yang jelas dan kami akan meyakinkan, bukan memeras, mitra kami. Program kami akan tetap menghormati aturan Uni Eropa,  yaitu anggaran yang seimbang, kami tidak ingin kembali ke era defisit” tegasnya.

Yunani dan para kreditor mencari solusi untuk mendapatkan pembiayaan setelah masa berlaku program bailout berakhir pada Februari. Pada dasarnya, Yunani tidak ingin memperpanjang bailout dan program penghematannya, ingin menegosiasikan program baru yang  bisa memberinya ruang fiskal agar ekonomi bisa tumbuh.

Dalam kesempatan itu, Tsipras menjelaskan bahwa transisi menuju program baru adalah inti dari negosiasi tersebut. Tanpa ada program baru, Yunani terancam bangkrut dan keluar dari zona euro, skenario yang ditakutkan dapat menambah guncangan pada ekonomi zona euro, yang sudah dilanda resesi.

http://www.strategydesk.co.id/2015/02/yunani-kreditor-coba-jembatani-perbedaan/

Strategydesk – Pemerintahan baru Yunani mengancam akan mencari uang dari Rusia dan China untuk menghindari krisis finansial dari pada tunduk dengan tuntutan penghematan dari Uni Eropa.

Greece“Kami ingin kompromi, tapi bila tidak tercapai dan kami lihat Jerman tetap bersikeras dan ingin menghancurkan Eropa, maka kami terpaksa mengeluarkan Rencana B,” kata Menteri Pertahanan Panos Kammenos yang juga menjabat sebagai ketua partai Independen, salah satu rekan koalisi Partai Syriza.

“Kami punya alternatif dalam mencari uang. Bisa saja ke AS, tapi bisa juga ke Rusia, China atau negara lainnya,” katanya. Panos mengatakan Yunani lebih baik keluar dari zona euro kalau keanggotaannya berarti tunduk dengan apa yang disebutnya “Eropa di bawah dominasi Jerman.”

Ancaman implisit untuk meminta bantuan ke Rusia datang di saat momen kritis, di mana para pemimpin Jerman dan Perancis berupaya menegosiasikan kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Seperti diketahui, Uni Eropa memberlakukan sanksi atas Rusia karena membantu pemberontak di Ukraina.

Nikos Chountis, deputi menteri luar negeri, kemarin mengatakan bahwa Rusia dan China sudah menawarkan bantuan finansial. ”Sudah ada proposal, atau tawaran, dari Rusia setelah pemilu, untuk bantuan ekonomi, juga dari China, soal bantuan, peluang investasi,” katanya. Ia mengklaim pihaknya tidak meminta tapi ditawarkan, sembari menegaskan prioritas utama adalah menyiapkan semua opsi dalam mencapai kesepakatan dengan zona euro.

Masih belum jelas apakah Rusia mampu membantu Yunani, mengingat sedang diterpa krisis ekonomi akibat sanksi yang diterapkan Uni Eropa dan AS. Selain itu, kejatuhan harga minyak dan mata uangnya rouble menguras cadangan devisanya. Sedangkan China, meski punya cadangan devisa berlimpah, mereka tetap berhati-hati bila berurusan dengan negara lain. ”Sudah bertahun-tahun orang menunggu China menyelamatkan Eropa, tapi tak pernah terjadi. Tidak akan ada yang namanya kesatria penolong dari China,” kata Ashoka Mody, mantan pejabat IMF.

http://www.strategydesk.co.id/2015/02/bila-tak-dibantu-yunani-ancam-berpaling-ke-rusia-atau-china/

Strategydesk – ECB sudah berulang kali menegaskan siap melakukan kebijakan agresif kalau memang diperlukan, termasuk pembelian obligasi pemerintah atau Quantitative Easing (QE).
Draghi

Meski kondisi ekonomi terus memburuk yang membuat zona euro diambang resesi,  dan desakan semakin besar agar ada tindakan, sejauh ini ECB hanya mengulang kata-kata yang sama.  Dalam surat untuk anggota Parlemen Eropa, Presiden Mario Draghi menegaskan komitmen menerapkan kebijakan non konvensional.

Seperti yang pernah diterapkan di AS, dan kini masih dilakukan oleh Jepang, pada prinsipnya bank sentral mencetak uang yang digunakan untuk membeli obligasi, pemerintah atau swasta, supaya menambah likuiditas dalam sistem keuangan. Berlimpahnya likuiditas diharapkan dapat menekan bunga dan mendorong perkreditan, yang kemudian menggerakkan roda perekonomian.

The Fed beberapa kali melakukan QE, yaitu sampai tiga kali, berakhir pada Oktober lalu. Bila mengacu pada kinerja ekonomi AS, di mana tumbuh 5% di kuartal ketiga, QE yang membuat neraca the Fed mencapai $4 triliun itu sepertinya membuahkan hasil. Tidak sampai di sana, lapangan kerja tumbuh 200 ribu selama 10 bulan berturut-turut.

Pertanyaannya, kenapa baru sekarang ECB mau QE? Kalau memang ekonominya sudah sejak lama diterpa krisis, mengapa tidak dari dulu saja langkah itu ditempuh? Bahkan QE sempat diharamkan oleh pejabat ECB, karena dianggap tidak sesuai mandatnya. Kini para pejabatnya mulai terbuka soal itu, meski masih sebatas retorika.

Rupanya, salah satu hambatan utama bagi ECB untuk menerapkan kebijakan non konvensional itu, lebih bersifat politis. Jerman merupakan negara yang paling vokal menentang QE, karena dianggap bisa membuatnya tekor. Kanselir Jerman Angela Merkel dkk khawatir merekalah yang harus menanggung beban terbesar pembiayaan QE.

Hambatan lainnya adalah karakteristik zona euro yang berbeda dengan AS. Zona euro adalah blok mata uang yang terdiri dari beberapa negara. Meski menjalin kesatuan finansial dan moneter, pemerintah tetap berjalan sendiri-sendiri. Alhasil, mereka menerbitkan obligasi masing-masing, yang kualitasnya juga berbeda. Contohnya obligasi Jerman tentu lebih tinggi dibanding obligasi Yunani atau Portugal, dua negara yang dilanda krisis berat.

Dalam laporan Bloomberg Kamis lalu, ECB disebutkan punya beberapa alternatif stimulus, salah satunya membeli hingga 500 miliar euro aset berperingkat investment grade. Saham Eropa sering kali naik ketika ada berita soal QE dari ECB. Ada harapan ECB akan mengumumkannya pada 22 Januari nanti, tapi penantian yang berlarut-larut bisa menambah ketidakpastian.

Bisa terlihat apa yang terjadi pada saham AS ketika the Fed mengumumkan QE jilid ketiga pada 2012, dan menambahnya jadi $85 miliar per bulan pada Desember 2012. Begitu juga setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meluncurkan stimulus fiskal dan moneter besar yang dikenal dengan Abenomics.

Jadi, tidak mengherankan pasar dunia menunggu pengumumkan dari ECB dengan ekspektasi tinggi. Keputusan positif dari ECB pada 22 Januari nanti bisa berdampak sama seperti pengumuman stimulus di AS dan Jepang. Namun, rapat tanpa menghasilkan keputusan, dan hanya mengulang janji “bila diperlukan”, bisa menghancurkan karena pasar sudah kehilangan kesabaran.

http://www.strategydesk.co.id/2015/01/tarik-ulur-qe-ecb/

Strategydesk – Ekonomi AS terus menunjukkan performa yang mengesankan, seperti ditunjukkan lewat serangkaian indikator. Di saat yang sama, ekonomi China dan Eropa justru semakin menunjukkan perlambatan.

US EconomyAktivitas manufaktur kawasan Midwest semakin menggeliat, bahkan tumbuh pesat. Indeks manufaktur dari the Fed distrik Philadelphia naik ke 40,8 di Nopember, tertinggi sejak Desember 1993, dari 20,7 di Oktober. Sub-indeks permintaan baru mencapai rekor tertinggi dan komponen lapangan kerja meraih kinerja terbaik dalam tiga tahun.

Data sektor perumahan juga memperlihatkan pemulihan yang solid.  Penjualan rumah bekas atau existing home sales naik 1,5% di Oktober menjadi 5,26 juta unit. Ini merupakan kenaikan keenam dalam tujuh bulan terakhir, ke level tertinggi sejak September 2013.

Data lainnnya adalah Leading Indicators Index, yang tumbuh 0,9% di Oktober, di atas prediksi 0,6%. Indeks yang merupakan kumpulan 10 indikator utama itu digunakan untuk mengukur prospek kekuatan ekonomi ke depan. Angka yang tinggi mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang substansial ke depan. Menurut pengamat, indeks ini menunjukkan pertumbuhan cukup baik, atau minimal stabil, sampai musim belanja akhir tahun dan awal 2015.

Bila prospek AS terlihat cerah, kondisi sebaliknya justru terlihat di China dan Eropa. Data kemarin menunjukkan aktivitas manufaktur China berada di level terendah dalam enam bulan selama Nopember. Indeks PMI manufaktur versi HSBC turun ke 50,0 di Nopember dari 50,4 di Oktober. Angka terbaru itu lebih rendah dari prediksi 50,2 dan yang terendah dalam enam bulan. HSBC mengatakan penurunan permintaan ekspor menyebabkan output kontraksi untuk pertama kali dalam enam bulan, sedangkan tekanan deflasi mengindikasikan permintaan domestik tetap rendah.

Di Eropa, aktivitas bisnis kembali memburuk karena merosotnya permintaan meski harga turun. Indeks PMI manufaktur zona euro turun ke 50,4 di Nopember dari 50,8 di Oktober. Di Jerman, indeks PMI sektor yang sama turun tajam ke 50,0 dari 51,5. Para ekonom memandang ini pertanda ekonomi blok mata uang itu bakal terus stagnan, bahkan ada potensi kontraksi. Laporan ini tentu menambah desakan agar ECB segera mengambil tindakan, dalam hal ini pembelian obligasi pemerintah dan aset lainnya.

http://www.strategydesk.co.id/2014/11/ekonomi-as-melesat-china-eropa-melambat/

Strategydesk – Presiden ECB Mario Draghi mungkin telah menemukan alat kebijakan moneter baru, yaitu Quantitattive Easing (QE) verbal.

DraghiDengan kata-kata yang lugas, Draghi mengumumkan pesan kuat bahwa kebijakan agresif sedang dirancang, yang nantinya berbentuk program pembelian obligasi skala besar. “Dewan Gubernur secara bulat berkomitmen menggunakan instrumen non konvensional dalam mandatnya,” katanya pasca rapat reguler semalam.

Dua tahun lalu, Draghi berhasil mengubah keadaan dengan hanya berjanji melakukan apapun (whatever it takes) untuk menyelamatkan blok mata uang. Kini, ia kembali memberi angin segar ke pasar dengan janji resep ekonomi yang mujarab. Pertanyaannya, sampai kapan Draghi mampu menyenangkan pasar hanya dengan retorika? Sejauh ini, pada dasarnya pasar hanya disuguhi dengan wacana.

Kalaupun pasar tetap tenang, permasalahannya adalah apakah ECB mampu mencegah deflasi yang mengancam ekonomi. Draghi tidak memberi kejelasan mengenai bagaimana ECB menyuntikkan stimulus ke ekonomi. Program pembelian obligasi besar, seperti yang dijalankan the Fed selama enam tahun, menghadapi tantangan legal dan politik.

Dengan kata lain, program ini mendapat penolakan keras dari politisi, terutama Jerman. Pasalnya. ada kekhawatiran program itu sama saja pengalihan uang dari negara kaya ke negara miskin. Banyak orang Jerman takut harus menanggung beban bila beberapa negara nantinya default pada obligasi yang dibeli ECB. Mantan ketua the Fed Ben Bernanke pun mengatakan unsur politis, bukan ekonomi, yang menyebabkan program QE sampai saat ini sulit dilaksanakan oleh ECB.

Dalam konferensi pers semalam, Draghi memang secara tegas mengatakan neraca ECB akan terus bertambah. Ia pun mengungkapkan neraca bisa mencapai 3 triliun euro dalam dua tahun. Dengan saat ini neraca sudah 2 triliun euro, berarti bakal ada penyuntikan likuiditas sebesar 1 triliun euro.

Ini bisa dibilang sinyal terjelas dari Draghi akan kemungkinan kebijakan agresif. Untuk melihat buktinya, pasar harus menunggu satu bulan lagi, yaitu dalam rapat reguler bulan depan. Beberapa pengamat memang memperkirakan QE a la ECB mungkin diluncurkan Desember nanti. Mungkinkah nanti Draghi akhirnya membuat gebrakan? Sepertinya harus, karena bila janji lagi, maka bisa hancur kredibilitasnya.

http://www.strategydesk.co.id/2014/11/untuk-draghi-retorika-masih-jadi-senjata-utama/

Jakarta, Strategydesk – Sembari mencerna pernyataan the Fed, pasar mata uang menunggu data penting yang juga dapat memberi gambaran mengenai prospek kebijakan moneter, yaitu PDB.  JPY 30-10-14

Angka pertumbuhan kuartal ketiga ini dapat menambah laju dollar, bila lebih baik dari prediksi, tapi dollar sepertinya juga tidak akan terlalu tertekan kalaupun angkanya di bawah prediksi.

Menurut proyeksi, PDB AS selama periode Juli-September tumbuh 3% dari tahun lalu. Ini berarti perlambatan dari angka tahunan 4,6% yang dicatat pada kuartal sebelumnya. Namun, selama angkanya tidak lebih rendah dari rata-rata pasca krisis yang 2,2%, kemungkinan tidak akan memberi tekanan besar ke dollar.

Terutama dengan optimisme the Fed mengenai prospek ekonomi yang baru saja mengakhiri program pembelian obligasinya. The Fed menyampaikan pandangan positif soal penciptaan lapangan kerja, dengan mengatakan utilisasi sumber daya manusia menunjukkan peningkatan.

Selain PDB, data AS lainnya yang terjadwal malam nanti adalah initial jobless claims, yang bila menunjukkan penurunan besar, mendukung laju dollar.  Kalaupun dollar mengalami tekanan yang menghapus penguatan kemarin, dalam jangka menengah dan panjang, selama performa ekonomi dan kebijakan moneter AS masih unggul dari lainnya, tren dollar belum berubah.

Di Eropa, data terjadwal adalah ketenagakerjaan dan inflasi Jerman. Tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 6,7% dan inflasi naik menjadi 0,9% selama Oktober. Tapi kedua data itu kemungkinan tidak akan mengubah prospek kebijakan ECB, alhasil takkan berpengaruh ke euro.

EUR-USD
Melemah 0,2% ke $1,2590, EUR-USD melanjutkan kejatuhan tajam kemarin, mencerminkan masih adanya dampak the Fed. Kejatuhan ini semakin mendekatkan pair ini ke support $1,2570. Penutupan di bawah itu menjadi bearish continuation dengan target $1,2500.

Rekomendasi harian
Posisi sell pada EUR-USD 1.2675 dengan target take profit 1.2598, dimana stop loss 1.2705. Sell berikutnya 1.2726 dengan target take profit 1.2661, dimana stop loss 1.2756.

Sedangkan buy 1.2573 dengan target take profit 1.2627, dimana stop loss 1.2543. Sementara 1.2519 dengan target take profit 1.2573, dimana stop loss 1.2489.

USD-JPY
Melanjutkan penguatan, USD-JPY berada di 109,17 setelah reli 0,5% kemarin. Penguatan ini mendekatkannya ke resistance 109,40. Penutupan di atas itu menjadi bullish continuation dengan target berikutnya di 110.

Rekomendasi harian
Peluang pada USD-JPY buy 108.40 dengan target take profit 108.98, dimana stop loss 108.10. Buy selanjutnya 107.90 dengan target take profit 108.38, dimana stop loss 107.60.

Sell 109.38 dengan target take profit 108.81, dimana stop loss 108.68. Sell 109.87 dengan target take profit 109.38, dimana stop loss 110.17.

GBP-USD
Pair ini sudah menembus support $1,6000 karena melemah 0,2% setelah anjlok hampir 1% kemarin. Penutupan di bawah level itu, pair ini semakin dekat dengan $1,5930, dan tidak tertutup kemungkinan lanjut ke $1,5900.

Rekomendasi harian
GBP-USD memiliki ruang sell 1.6022 dengan target take profit 1.5930, dimana stop loss 1.6062. Selanjutnya 1.6083 jadi area sell berikutnya dengan target take profit 1.6016, dimana stop loss 1.6123.

Buy 1.5915 dengan target take profit 1.5976, dimana stop loss 1.5875. Buy 1.5857 dengan target take profit 1.5909, dimana stop loss 1.5817.

USD-CHF
Menanjak 0,3% ke 0,9580, USD-CHF melanjutkan reli sebelumnya, ketika mendulang kenaikan 0,8%. Bullish continuation terbentuk bila ditutup di atas 0,9600, dengan target selanjutnya 0,9640. Kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 0,9430.

Rekomendasi harian
Untuk USD-CHF sell 0.9598 dengan target take profit 0.9545, dimana stop loss 0.9628. Sell 0.9644 dimana stop loss 0.9601, dengan target profit 0.9674.

Posisi buy 0.9491 dengan target take profit 0.9575, dimana stop loss 0.9461. Buy 0.9453 dengan target take profit 0.9506, dimana stop loss 0.9423.

AUD-USD
Tekanan belum lepas dari AUD-USD, yang melemah 0,3% ke $0,8770 setelah jatuh dari high $0,8913 kemarin. Penutupan di bawah $0,8730 menjadi bearish continuation dengan target $0,8670.

Rekomendasi harian
0.8721 menjadi area buy pada AUD-USD dengan target take profit 0.8763, dimana stop loss 0.8691. 0.8669 jadi area buy dengan target take profit 0.8713, dimana stop loss 0.8639.

Area sell-nya 0.8805 dengan target take profit 0.8742, dimana stop loss 0.8835. 0.8850 jadi sell berikutnya dengan target take profit 0.8805, dimana stop loss 0.8880.

http://www.strategydesk.co.id/2014/10/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-30-oktober-2014/

premarket 3Berikut adalah lima hal yang harus diketahui sebelum pasar saham Amerika New York Stock Exchange dibuka pada malam hari ini:

1. Masalah Twitter

Saham Twitter menjadi perhatian para pelaku pasar, setelah pada sesi perdagangan premarket alami penurunan sekitar 11 persen setelah perusahaan sampaikan perkiraannya bahwa revenue mereka pada kuartal final tahun ini akan tunjukkan hasil dibawah perkiraan pasar. Walaupun demikian, laporan keuangan perusahaan terbaru untuk kuartal ini tunjukkan hasil sesuai dengan perkiraan, dan berdasarkan laporan tersebut, jumlah pengguna Twitter juga masih alami pertumbuhan, walaupun dengan pertumbuhan yang cenderung tidak terlalu besar.

2. Laporan Keuangan Perusahaan

Para pelaku pasar pada malam hari ini juga akan dihadapkan pada laporan keuangan dari sejumlah perusahaan-perusahaan raksasa Amerika, dimana sebelum pasar dibuka pada malam hari ini akan ada laporan keuangan dari Pfizer (PFE.N), DuPont (DD.N) 1-800-Flowers (FLWS), dan Coach (COH).

Dan setelah pasar tutup pada esok pagi akan ada laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan Amerika termasuk diantaranya adalah Facebook (FB), Electronics Arts (EA) dan Marriott (MAR).

3. Pergerakan Pasar yang Cenderung Flat

Indek acuan saham berjangka Amerika pada sore hari ini cenderung bergerak flat, karena para pelaku pasar lebih cenderung ambil sikap “wait and see” menantikan pertemuan rutin Federal Reserve yang akan dimulai pada malam hari ini dan akan berlangsung selama dua hari kedepan.

Pada hari Kamis dini hari atau pada hari Rabu mendekati tengah malam diperkirakan Fed akan umumkan mengenai kesimpulan mereka terhadap nasip dari program QE. Seperti yang diketahui sejauh ini program tersebut merupakan motor penggerak bagi bursa saham di Amerika, yang menyebabkan saham-saham alami kenaikan yang luar biasa besar.

4. Sentimen dari pasar Global

Pasar saham di Eropa seluruhnya alami kenaikan pada sore hari ini. Dax Jerman terlihat mulai tunjukkan performa positip setelah alami kenaikan sebesar 1,3 persen.

Walaupun demikian, saham dua perbankan raksasa Inggris terlihat alami penurunan diluar kebiasaan. Standard Chartered, harga sahamnya alami penurunan sebesar 8 persen setelah perusahaan perbankan tersebut sampaikan laporan keuangan dibawah harapan dan berikan kekecewaan dimata investor. Lloyds banking Group, harga sahamnya juga alami penurunan, dengan besar penurunan 2,5 persen setelah perusahaan konfirmasi kebijakan pengurangan karyawan sebanyak 9000 orang tenaga kerja.

Saham BP terlihat cenderung bergerak flat setelah perusahaan minyak tersebut sampaikan laporan keuangannya.

Pasar saham di Asia pada hari ini ditutup dengan kecenderungan bergerak flat. Indek acauan saham China alami kenaikan sekitar 2 persen, walaupun disisi lain saham-saham di India alami penurunan.

5. Data Ekonomi Amerika

Pada malam hari ini data ekonomi SP/Chase-Shiller home price indek akan dirilis pada pukul 9 a.m. ET. Data consumer confidence akan dirilis pada pukul 10 a.m. ET.

http://www.strategydesk.co.id/2014/10/outlook-us-market-5-hal-yang-harus-diketahui-sebelum-pasar-buka-malam-ini/

Tanggal April 16, 2013 / 4:15 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Strategydesk – Rentetan peristiwa yang terjadi selama dua hari terjadi memicu aksi jual panik di pasar keuangan dunia, yang mempengaruhi pergerakan sebagian mata uang.
Dimulai dari data ekonomi China, yang menunjukkan perlambatan, menambah keraguan akan tingkat pemulihan ekonomi global. Data ini menyusul data ekonomi AS, dimana juga buruk. Kemudian aksi jual komoditas, di mana emas mencapai level terendahnya dalam dua tahun terakhir.
Sentimen pasar semakin jatuh menyusul ledakan bom di Boston. Kepolisian setempat menyebut ledakan itu menewaskan dua orang dan melukai 23 lainnya. Penyebab ledakan itu belum jelas, tapi memicu kekhawatiran itu tindakan terorisme, inilah faktor yang menambah aksi jual panik.
Seiring dengan mulai tenangnya pasar, ada sedikit pergerakan naik di beberapa mata uang. Namun, sentiment pasar masih bearish, jadi masih rentan akan gejolak lanjutan. Bila 1-2 hari ke depan absen berita buruk, pasar minimal bisa stabil, atau paling tidak berkurang kejatuhannya. Namun beberapa mata uang masih dihinggapi sentiment bearish, terkait dengan kondisi fundamental terkait.

 

EUR-USD

Berhasil menyentuh high di $1,3083, EUR-USD melorot lagi, terlihat masih bearish. Pair ini masih bergerak di kisaran $1,30. Data sentimen investor Jerman menjadi penentu apakah bisa pair ini bertahan di kisaran itu. Selain itu, Presiden ECB Mario Draghi akan berpidato malam nanti. Posisi pair ini ada di 23,6% retracement  penguatan 4-11 April di $1,3043. Bila gagal bertahan di $1,30, akan mencoba menuju ke 38,2% di $1,2987.

Rekomendasi harian :

Peluang buy EUR-USD di 1.3031 dengan target take profit 1.3122, dimana stop loss 1.3005. Peluang buy berikutnya 1.2970 dengan target take profit 1.3061, dimana stop loss bila penutupan harian dibawah 1.3000. Buy break 1.3122 dengan target take profit 1.3199, dimana stop loss 1.3092.

Sell bila di 1.3214 dengan target take profit 1.3122, dimana stop loss 1.3244. Sell break 1.2939 dengan target take profit 1.2878, dimana stop loss 1.2970.

USD-JPY
Pasca mengalami kejatuhan tajam karena aksi jual panik, USd-JPY berhasil menanjak kembali. Namun rebound ini rentan menjelang pertemuan G-20, di mana bisa menjadi forum untuk mengkritik Jepang atas kebijakannya. Bila ternyata Jepang lolos dari kritik, tren penguatan bisa berlanjut, untuk target jangka pendek di 98-99.

Rekomendasi harian :
Peluang buy USD-JPY di 96.87 dengan target take profit 97.65, dimana stop loss 96.60. Peluang buy kembali 96.48 dengan target take profit 97.35, dimana stop loss 96.09.

Peluang untuk sell 98.04 dengan target take profit 97.26, dimana stop loss bila penembusan 98.43. Gagal tembus 98.88 bisa dilakukan aksi sell dengan kisaran bawahnya 98.63, dimana take profit 97.94, stop loss penutupan harian diatas 98.88.

GBP-USD
GBP-USD masih stabil hari ini menyusul data inflasi Inggris yang menunjukan stabilitas harga. mengindikasikan pasar masih ragu mengangkatnya ke atas, tapi juga belum ada alasan baru untuk menjatuhkannya lagi. Pair ini bertengger di $1,5296, berusaha kembali ke $1,5300. Pair ini sedang berada di 23,6% retracement 10 Maret-7 April di $1,5272, bila ditutup di bawah itu akan mencoba ke  38,2% di $1,5183.

Rekomendasi harian :
GBP-USD ada peluang buy di 1.5258 dengan target take profit 1.5350, dimana stop loss 1.5230. Buy break 1.5380 dengan target take profit 1.5456, dimana stop loss penutupan harian dibawah 1.5380.

Sell break 1.5212 dengan target take profit 1.5136, dimana stop loss 1.5243. Sell 1.5365 dengan target take profit 1.5289, dimana stop loss bila ada penembusan 1.5380-nya.

USD-CHF
Berhasil kembali ke atas 0,9300, USD-CHF melanjutkan rebound-nya dari level terendah dalam 2 bulan. Namun, rebound ini masih rentan, terlihat dari kegagalannya mempertahankan high 0,9327. Belum ada faktor yang cukup kuat untuk mengangkatnya. Target terdekat adalah level 0,9340.

Rekomendasi harian :
Peluang buy di USD-CHF 0.9248 dengan target take profit 0.9307, dimana stop loss 0.9224. Buy 0.9216 dengan target take profit 0.9277, dimana stop loss 0.9185.

Sell 0.9338 dengan target take profit 0.9285, dimana stop loss 0.9361.Sell 0.9384 dengan target take profit 0.9338, dimana stop loss 0.9414.

AUD-USD
Berusaha bangkit dari kejatuhan dalam, AUD-USD menyentuh high di $1,0378, tapi sayang melorot lagi di sesi Eropa ke $1,0352. Ada beberapa faktor yang membenamkannya, satu-satunya RBA Minutes yang buka peluang pangkas rate. Penting bagi pair ini untuk bisa ditutup di atas Moving Average 200 hari $1,0394 untuk bisa melanjutkan rebound-nya.

Rekomendasi harian :
Peluang buy 1.0299 dengan target take profit 1.0376, dimana stop loss penutupan dibawah 1.0284. Buy break 1.0376 dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss 1.0345.

Sell 1.0437 dengan target take profit 1.0376, dimana stop loss penutupan diatas 1.0437.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-april-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-april-2013.html

Tanggal January 15, 2013 / 3:47 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah performa mengesankan mulai awal tahun baru,  pasar mata uang kini mulai menemui hambatan untuk melaju.
Hal ini mengingat rally yang sudah cukup tajam dan belum datangnya berita baru yang dapat dijadikan alasan kuat untuk melanjutkan rally. Wajar bila harga harus terkonsolidasi dulu sebelum pasar bisa memutuskan apakah melanjutkan tren atau mengkoreksinya.  Rally yang didorong oleh deal fiskal, pemulihan ekonomi AS dan China, dan perbaikan kondisi di Eropa, sudah mencapai puncaknya.
Salah satu even yang sedang dinantikan pasar adalah laporan keuangan korporat AS. Memang, tidak ada pengaruh langsung ke pasar mata uang, tapi laporan keuangan bisa dijadikan pedoman untuk menunjukkan gambaran kondisi ekonomi.
Kinerja keuangan korporat penting bagi pergerakan saham, yang turut mempengaruhi performa mata uang. Selain mengumumkan laba, emiten juga menyampaikan proyeksi ke depan. Bila para emiten penting mengumumkan kinerja yang memuaskan dan prospek yang cerah, tentu bisa mengangkat saham. Dari sinilah bisa datang risk appetite.

EUR-USD
B
erkurangnya prospek pemangkasan menjadi faktor yang melambungkan EUR-USD ke $1,34. Gagal bertahan di level itu, EUR-USD terkoreksi hari ini.  Namun kejatuhan berhasil ditahan berkat data PDB Jerman yang sesuai prediksi. Untuk saat ini, pair tersebut masih mampu bertahan di kisaran $1,33. Data neraca perdagangan zona euro sepertinya tidak akan banyak berdampak ke pair ini, tapi sentimen bisa terpengaruh oleh data penjualan ritel AS nanti malam.

Rekomendasi harian :
Penembusan low kemarin EUR-USD di 1.3336 yang terjadi hari ini, memberi sinyal untuk menguji sekaligus koreksi minor euro setelah bertengger di 1.34. Sell break di 1.3306 dengan target take profit 1.3245, dimana stop loss 1.1.3336. Sell berikutnya di 1.3428 dengan target take profit 1.3367, dimana stop loss bila penutupan hari ini diatas 1.34.

Peluang buy di 1.3214-1.3230 dengan target take profit 1.3306, dimana stop loss 1.3190.

USD-JPY
USD-JPY jatuh 90 poin sampai ke 88,62 setelah Menteri Ekonomi Jepang Akino Amari memperingatkan pelemahan eksesif yen dapat mendorong harga impor. Padahal pair itu sempat terangkat oleh pernyataan Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa bahwa kondisi ekonomi masih memerlukan kebijakan longgar. Dengan pernyataan itu, maka semaikin besarnya peluang BOJ meluncurkan stimulus. Maka, tren penguatan USD-JPY belum berubah,  ini hanya sekedar fase koreksi.

Rekomendasi harian :
Sell break USD-JPY 89.06 dengan target take profit 88.67, dimana stop loss 1.8945. Hold sell bilamana penutupan hari ini dibawah 88.28.

Aksi buy break di 89.45 dengan target take profit 89.84, dimana stop loss 89.16.

GBP-USD
S
ejak ditutup turun 0,3% kemarin, GBP-USD bergerak dalam range sempit di kisaran $1,60. Pair ini berkonsolidasi menjelang pidato Gubernur BOE Mervyn King dan data inflasi Inggris. Pernyataan King dapat menentukan arah pair ini. Ujian bagi pair ini adalah apakah mampu bertahan di atas $1,60. Bila gagal, maka mengkonfirmasi kondisi bearish.

Rekomendasi harian :
GBP-USD yang penutupan di bawah 1.6083, menjadi sinyal bearish jangka pendek, dimana ruang sell di kisaran 1.6190-1.6106 dengan target take profit 1.6022, dimana stop loss 1.6137. Sell break lanjutan bila ada the cable bergerak di bawah 1.6022 dengan target take profit 1.5976, dimana stop loss 1.6052.

Ruang buy ada di 1.5961 dengan target take profit 1.6006-1.6022, dimana stop loss 1.5930.

USD-CHF
B
erhasil mencatat rebound signifikan kemarin, sekitar 100 poin, USD-CHF kini kesulitan melanjutkan gain-nya dan menemui hambatan di 0,9262. Dengan absennya even dari Swiss, pasar mengandalkan data penjualan ritel sebagai penentu pergerakan. Dengan posisi saat ini di 0,9237, kegagalan bertahan di 0,9200, akan membuka potensi bearish.

Rekomendasi harian :
Buy break USD-CHF bila menembus 0.9277 dengan target take profit 0.9308, dimana stop loss bila tutup dibawah 0.9277. Sedangkan buy ada di 0.9186 dengan target take profit 0.9232, dimana stop loss di 0.9163.

AUD-USD
B
erusaha meraih kembali poin yang hilang dalam kejatuhan akhir pekan lalu, AUD-USD menguat dengan berhasil menyentuh $1,0578. Setelah gagal meraih $1,0600, pair ini mendapat tekanan. Tapi pair ini masih mampu bertahan di $1,0550. Pair ini juga dengan dalam fase konsolidasi di tengah minimnya faktor penggerak. Pasar menuggu katalis untuk bisa mengangkatnya ke $1,06. 

Rekomendasi harian :
Aksi sell AUD-USD di kisaran 1.590-1.605, dengan target take profit 1.0559-1.0544, dimana stop loss tutup diatas 1.0620.

Buy di 1.0518-1.0529 dengan target take profit 1.0580-1.0590, dimana stop loss bila tutup di bawah 1.0529.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-januari-2013.html

Tanggal January 09, 2013 / 4:16 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar berhasil menguat atas rival utama, namun penguatannya tidaklah besar. Pasar sepertinya sedang menunggu sesuatu yang dapat dijadikan alasan untuk mengangkat atau menjatuhkan harga.
Indeks Dow Jones Futures sempat bergerak negatif, mengancam koreksi tajam pasca rally resolusi fiskal AS. Tapi itu tidak terjadi, mengingat belum ada katalis yang dapat memicunya.  Tidak ada data penting dari AS malam nanti, menyebabkan kurangnya faktor untuk mempengaruhi sentimen. Peluang besar terjadinya pergerakan fluktuatif bisa datang dari musim laporan keuangan AS. 
Musim dimulai oleh Alcoa, perusahaan aluminium terbesar AS, yang mencatat kinerja sesuai prediksi. Namun kemungkinan belum ada lagi laporan perusahaan besar sampai Jumat, yaitu Wells Fargo. Minggu depan  barulah banyak perusahaan ternama AS yang mengumumkan kinerjanya. Laporan keuangan dapat dijadikan acuan pergerakan mata uang dengan pertama mempengaruhi pergerakan saham. Selain itu, laporan keuangan dapat dijadikan panduan gambaran kondisi ekonomi. 
Untuk minggu ini, salah satu fokus pasar adalah rapat reguler ECB. Banyak kalangan di pasar mata uang yang meyakini ECB akan mempertahankan suku bunganya, namun mengingat kondisi ekonomi yang masih suram, prospek pelonggaran tetap ada. Dengan sedikitnya yang memperkirakan pemangkasan, pasar akan sensitif dengan perubahan sikap atau pertimbangan soal perlunya pelonggaran kebijakan di masa mendatang.

EUR-USD
B
elum banyak gerak sampai sesi perdagangan Eropa, EUR-USD terjebak di $1,3065-3080. Pair ini tertekan menyusul serangkaian data buruk dari Eropa kemarin, yang mencerminkan suramnya kondisi ekonomi. Satu-satunya data Eropa hari ini adalah produksi industrial Jerman, yang diperkirakan akan menunjukkan output kontraksi untuk empat bulan berturut-turut. Satu-satnya faktor yang menopang euro adalah ekspektasi ECB akan mempertahankan rate besok.

Rekomendasi harian :
A
ksi sell break pada EUR-USD di area 1.3055 dengan target take profit 1.3000-1.3016, dimana stop loss 1.3083. Penutupan hari ini dibawah 1.3000 bisa dilakukan hold sell dengan peluang penurunan lebih jauh 1.2946.

Aksi buy break bilamana terjadi penembusan 1.3095 dengan target take profit 1.3153, dimana stop loss 1.3062.

USD-JPY
T
erkoreksi selama dua sesi, USD-JPY berhasil rebound hari ini setelah kejatuhan ke bawah 87,00 dijadikan peluang untuk membeli lagi. Pembelian dollar datang dari bergerai kalangan, termasuk importer dan ritel, meski belum ada petunjuk baru. Hal ini karena prospek stimulus BOJ dapat melemahkan yen kembali, bahkan tidak menutup kemungkinan menuju level 90. Pair ini sudah menguat sejak Oktober dan semakin tajam karena desakan stimulus dari shinzo Abe. Dengan masih santernya isu stimulus itu, tren belumlah berubah. 

Rekomendasi harian :
U
SD-JPY mempunyai peluang aksi sell break menembus support 87.22 dengan target take profit di 86.72, dimana stop loss di 87.50. Sell berikutnya bilamana ada kenaikan ke 88.09 dengan target take profit 87.50, dimana stop loss 88.28.

Aksi beli di 86.72 dengan target take profit di 87.31, dimana stop loss 86.53. Buy break di 87.50 dengan target take profit 87.99, dimana stop loss bila bergerak di bawah 87.22.

GBP-USD
GBP/USD juga bergerak dalam range sempit antara $1,6034 dan $1,6068 setelah mengalami kejatuhan signifikan di sesi sebelumnya. Minimnya katalis membuat pair ini stagnan. Data perdagangan Inggris mungkin bisa menjadi faktor penggerak. Defisit diperkirakan berkurang jadi 3 miliar pound dari 3,6 miliar. Bila jatuh ke bawah $1,5990, maka pair ini akan menguji $1,5940. Kalau ke atas, target terdekat adalah $1,6100.

Rekomendasi harian :
U
ntuk GBP-USD ada ruang melakukan buy break bila menembus 1.6083 dengan target take profit 1.6129, dimana stop loss 1.6052. Buy lanjutan bila kembali break/tembus 1.6129 dan ditutup hariannya di kisaran tersebut, dengan target take profit di 1.6174, dimana stop loss 1.6113.

Sell break bila tembus 1.6022 dengan target take profit 1.5961-1.5976, dimana stop loss kembali break 1.6052-nya.

USD-CHF
D
engan tidak adanya data Swiss terjadwal hari ini, pergerakan USD-CHF akan bergantung pada sentimen. Pair ini berkonsolidasi setelah gagal bertahan di 0,93. Tapi pair ini masih mampu bertahan di atas Moving Average 25 hari. (0,9206). Meski demikian, bila ditembus juga, pair ini terancam jatuh ke 0,9150, yang dapat melanjutkan tren penurunannya.

Rekomendasi harian :
U
SD-CHF bergerak terbatas, dimana ini membuka ruang untuk bergerak di 0.9220-9250. Sinyal sell break di 0.9216 dengan target take profit di 0.9171, dimana stop loss 0.9232.

Aksi beli di kisaran 0.9155-0.9163 dengan target take profit 0.9209, dimana stop loss 0.9135.

AUD-USD
S
empat anjlok karena data penjualan ritel Australia yang buruk, AUD-USD mampu bangkit dari kembali ke kisaran $1,05. Dibandingkan mata uang lainnya, Aussie masih punya keunggulan selisih rate (3,0%), dibandingkan negara maju lainnya yang di kisaran 0%. Namun pair ini masih kesulitan bertahan lama di kisaran $1,05. Resistance terdekat adalah $1,0528 (hi 3/1), sedangkan support $1,0466 (lo 8/1).
 
Rekomendasi harian :
A
ksi buy break AUD-USD di 1.0513 dengan target take profit di 1.0559, dimana stop loss 1.0483. Buy berikutnya ada di 1.0437 dengan target take profit 1.0498, dimana stop loss di bawah 1.0422.

Peluang Sell ada di 1.0559 dengan target take profit di 1.0483, dimana stop loss bila penutupan hari ini di atas 1.0574.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-09-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-09-januari-2013.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha