Search Results : masalah negara inggris

Strategydesk – Kondisi ekonomi global beragam tahun ini, diwarnai dengan pesatnya pemulihan ekonomi AS yang berhasil menutupi perlambatan di Eropa, Jepang dan China. Selanjutnya, bagaimana prospek ekonomi di 2015?

Fundamental positif diperkirakan masih menyertai momentum perbaikan ekonomi global di 2015. Menurut proyeksi dari IHS, pertumbuhan global akan naik menjadi 3% dari estimasi 2,7% untuk tahun ini. Seperti dikutip oleh CNBC, berikut 10 prediksi ekonomi dari IHS

US Economy1.    Ekonomi AS masih unggul
Ekonomi terbesar dunia ini akan terus mengungguli negara maju lainnya, didukung oleh permintaan domestik, terutama pembelanjaan konsumen. Faktor yang mendukung pembelanjaan konsumen, yang merupakan 70% aktivitas ekonomi, masih positif, termasuk pertumbuhan lapangan kerja dan harga energi rendah. IHS memprediksikan ekonomi akan tumbuh antara 2,5% dan 3,0% tahun depan.

2.    Eropa masih memprihatinkan
Ekonomi Eropa masih berjuang dengan rendahnya lapangan kerja. Tapi kombinasi penurunan harga minyak, depresiasi euro dan perbaikan fiskal, dan kebijakan moneter akomodatif mungkin bisa membantu pertumbuhan. Menurut IHS, ekonomi blok mata uang itu akan tumbuh 1,4% di 2015, perkembangan dari 0,8% tahun ini.

3.    Jepang pulih dari resesi
Setelah resesi keempat dalam enam tahun, ekonomi Jepang akan bangkit di 2015, meski hanya sekitar 1%. Menurut IHS, pelonggaran dari BOJ dan stimulus pemerintah, ditambah dengan harga energi rendah akan membawa pertumbuhan kembali positif.

4.    China masih melambat
Pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal kemungkinan belum cukup untuk mencegah pertumbuhan semakin melambat, dengan perkiraan HIS bisa menuju ke 6,5% tahun depan. Meski masih jauh di atas rata-rata negara dunia, tingkat pertumbuhan itu dianggap rendah dalam standar Beijing.

5.    Ekonomi Emerging Markets Variatif
Sebagian besar negara berkembang akan membaik di 2014, berkat harga minyak yang rndah, likuiditas global dan pertumbuhan di AS. Emerging market di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun khusus Rusia, ekonominya menderita karena sanksi, penurunan harga minyak dan arus modal keluar.

 

6.    Harga komoditas masih merosot
Minyak sudah anjlok 40% sejak musim panas lalu di tengah merosotnya permintaan dan berlimpahkan pasokan. Menurut HIS, China masih menjadi kunci permintaan, maksudnya bila ekonominya semakin melambat berarti harga terancam semakin turun. Lembaga itu memperkirakan harga komoditas akan turun 10% tahun depan.

7.    Ancaman disinflasi
Tekanan disinflasi lebih terlihat di negara maju, sebagai akibat penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi. Keculi di negara berkembang, seperti Rusia, yang nilai tukarnya anjlok, menyebabkan inflasi.

8.    The Fed yang pertama menaikkan suku bunga
The Fed, Bank of England (BOE) dan Bank of Canada (BOC) merupakan negara maju yang menaikkan suku bunganya di 2015. Tapi the Fed lebih dulu, dengan kemungkinan menaikkannya pada Juni.  Kemudian diikuti oleh BOE di Agustus dan BOE pada Oktober. Sebaliknya, ECB dan BOJ, PBOC justru melakukan pelonggaran lanjutan, melalui pemangkasan suku bunga atau menyediakan likuiditas melalui pembelian aset.

9.    Dollar masih raja
Dollar masih melanjutkan dominasinya yang didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga. Selain itu, antisipasi akan kemungkinan stimulus tambahan dari ECB dan BOE, berarti euro dan yen akan terus depresiasi di 2015. Menurut HIS, nilai tukar euro akan jatuh ke $1,15-1,20 pada musim gugur 2015, dengan dollar/yen diperdagangkan di kisaran 120-125.

10.    Berkurangnya risiko penurunan (downside risk)
Pemulihan ekonomi global selama ini terganggung oleh banyak kutukan, termasuk besarnya utang di sektor publik maupun swasta, yang memaksa banyak pemerintah dan perusahaan deleveraging. Tapi di beberapa negara masalah ini tidak lagi menghambat pertumbuhan, terutama di AS dan Inggris, tercermin dari angka PDB-nya.

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/10-prediksi-ekonomi-2015-apa-saja/

Tanggal January 28, 2013 / 3:52 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Belum terlihat adanya pergerakan seragam di pasar mata uang, meski di saat situasi mendukung dengan datangnya berita-berita positif yang menimbulkan optimisme pada prospek ekonomi global.
Mulai dari data sampai pembayaran kembali pinjaman ECB menimbulkan harapan tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu. Jumat lalu, bank Eropa membayar sebagian pinjaman dari ECB dalam program Long-Term Refinancing Operation (LTRO) 1 triliun euro. Jumlah yang terbayar cukup melegakan yaitu 132 miliar euro, lebih besar dari prediksi 100 miliar euro.
Pasar melihat pembayaran kembali pinjaman itu sebagai bentuk stabilisasi perbankan Eropa. Pasar juga melihat pembayaran ini sebagai bentuk pengetatan dan penyerapan likuiditas yang dilakukan oleh ECB. Hal ini berbeda dengan bank sentral lain seperti the Fed dan BOJ, yang justru menjalankan  kebijakan moneter longgar dengan meluncurkan stimulus yang menambah likuiditas di pasar.
Serangkaian data dan kinerja keuangan korporat dunia turut mengangkat optimisme mengenai prospek ekonomi global. Data ekonomi, termasuk indeks manufaktur, mengindikasikan adanya perbaikan kondisi.  Semua data itu menjadi bukti kondisi terburuk krisis sudah terlewati, dan ini mengangkat saham global. Namun pernyataannya, mengapa semua faktor itu tidak menimbulkan risk appetite yang menggerakkan mata uang berisiko dalam satu arah.
Sejak awal tahun, pasar mata uang terlihat bergerak variatif, dengan masing-masing punya faktor yang menggerakkannya. Sepertinya, pasar tidak lagi terpaku pada satu berita untuk dijadikan acuan.  pasar mempertimbangkan kondisi yang berlaku di suatu negara untuk menggerakan mata uang bersangkutan. Contohnya, perbaikan kondisi di Eropa memang memangkat euro, tapi tidak sterling karena pasar bearish terhadap Inggris, dengan ekonominya yang terancam resesi. Namun masih perlu dibuktikan apakah kondisi ini berlanjut atau hanya sementara.

EUR-USD
S
empat menyentuh $1,3470 di sesi Asia, tertinggi dalam 11 bulan terakhir, EUR-USD kini sedikit terkoreksi sampai pembukaaan sesi Eropa. Pasar kini bernyata seberapa jauh pair ini bisa menanjak. Dari sisi teknikal, level $1,35 menjadi target berikutnya dan bila tidak ada berita buruk, pair ini berpeluang besar ke sana. Dari sisi fundamental, pejabat ECB Luc Coene mengatakan level EUR tidaklah masalah dan belum perlu pelonggaran.

Rekomendasi harian :
Sell break pada EUR-USD di 1.3428 dengan target take profit 1.3375, dimana stop loss 1.3458. Sell 1.3489 dengan target take profit 1.3413, dimana stop loss 1.3519.

Buy 1.3367 dengan target take profit 1.3420, dimana stop loss 1.3336.


USD-JPY
M
elanjutkan tren penguatannya, USD-JPY berhasil menyentuh 91,25, atau tertinggi sejak Juni 2010. Penguatan ini tidak lepas dari ekspektasi BOJ bakal melonggarkan kebijakannya lagi. Tapi dalam jangka pendek, pasar kemungkinan akan menggunakan data ekonomi AS sebagai faktor penggerak, mulai durable goods orders malam nanti, rapat reguler the Fed pada Rabu dan payroll Jumat nanti. Kecuali data buruk dan ada pernyataan dovish dari the Fed, pair ini tetap bullish, kalaupun koreksi mungkin terbatas.

Rekomendasi harian :
Peluang USD-JPY melakukan sell break di 90.63 dengan target take profit 90.23-90.04, dimana stop loss 90.92. Sell 91.45 dengan target take profit 90.73, dimana stop loss bila penutupan di atas 91.22.

Buy 90.00 dengan target take profit 90.86, dimana stop loss 89.84.

GBP-USD
T
ekanan jual terus mendera GBP-USD yang hari jatuh ke low di $1,5716, terendah sejak Agustus 2012 dan menguji level psikologis $1,5700. Pasar masih bearish terhadap GBP setelah data PDB yang mengecewakan, kontraksi ekonomi menimbulkan spekulasi BOE harus turun tangan lagi dengan stimulusnya. Apalagi muncul  wacana soal referendum keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Dengan masih bearish-nya pasar, pair ini terancam jatuh ke bawah $1,57.

Rekomendasi harian :
Penembusan 1.5717 pada GBP-USD menjadi sinyal sell break untuk kembali bearish dengan target take profit ke 1.5656, dimana stop loss bila kembali bergerak dan tutup di atas 1.5747. Sell 1.5808 dengan target take profi 1.5747, dimana stop loss 1.5839.

Buy 1.5656 dengan target take profit 1.5Buy break di 1.5747 setelah .5625.

USD-CHF
T
ertekan ke bawah 0,9300 akhir pekan lalu, USD-CHF menembus low 0,9222 namun mendapat dorongan beli dan berhasil ke 0,9280. Ada penguatan hari ini, meski masih terbatas. Dengan minimnya even penting dari Eropa, pair ini masih konsolidasi, dan pasar menggunakan menggunakan data durable goods sebagai acuan. Agar tetap kembali bullish pair ini harus menembus ke atas Moving Average 100 di 0,9306.

Rekomendasi harian :
Buy break pada USD-CHF berada di 0.9293 dengan target take profit 0.9323-0.9338, dimana stop loss 0.9277. Sedangkan 0.9247 jadi buy berikutnya bilamana ada penurunan lebih lanjut, dengan target take profit 0.9283-0.9293, dimana stop loss penutupan hari ini di bawah 0.9247.

Sell 0.9338 dengan target take profit 0.9297, dimana stop loss 0.9354.

AUD-USD
D
ata ekonomi China yang bagus dan kenaikan harga komoditas ternyata tidak membantu AUD-USD, yang kini jatuh ke bawah $1,04. Tekanan besar datang setelah data inflasi Australia yang menimbulkan ekspektasi RBA bakal pangkas rate lagi bulan depan. Selain itu, kejatuhan tajam ini datang setelah pair ini gagal menembus $1,06. Kondisi bearish akan berlanjut bila pair ini gagal ditutup di atas $1,04.

Rekomendasi harian :
Buy pada AUD-USD 1.0376 dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss penutupan hari ini dibawah 1.0376. Buy break 1.0437 dengan target profit 1.0483, dimana stop loss penutupan di bawah 1.0437.

1.0483 jadi ruang melakukan sell pada AUD-USD dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss 1.0498.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-28-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-28-januari-2013.html

Tanggal November 14, 2012 / 4:21 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Era pertumbuhan ekonomi pesat yang selama ini dipegang oleh China, India, dan Brazil mulai berakhir yang kemudian diikuti dengan perlambatan selama satu dekade ke depan, menurut proyeksi salah satu lembaga ternama AS.

Prospek ekonomi global hasil karya Conference Board itu mempertanyakan keajaiban BRIC (Brazil, Rusia, India, China), dengan berargumen “buah” dari buruh murah dan alih teknologi sudah habis dipetik.Pertumbuhan ekonomi dua digit China akan segera menjadi kenangan. Pertumbuhan ekonomi terbesar kedua dunia itu akan melambat ke 6,9% tahun depan, kemudian 5,5% selama 2014-2018, dan ke 3,7% pada 2019-2025, seiring menuanya populasi dan investasi merosot tajam.

Pertumbuhan India, di mana agenda tak berjalan mulus, akan melambat ke 4,7% pada 2018 kemudian ke 3,9% di 2025. Ekonomi Brazil  tumbuh 3% dan 2,7%. Tingkat pertumbuhan yang rendah akan membuat semua negara itu terjebak dalam middle income trap, situasi yang bisa mengubur harapan menjadi negara maju. “Ketika China, India, Brazil dan lainnya jenuh dari pertumbuhan pesat dan padat investasi, batas kecepatan ekonomi mereka akan turun,” kata Board.

Kondisi emerging markets yang melempem adalah penyebab utama Barat kambuh lagi tahun ini. Dunia kini menghadapi penurunan dari semua front, dengan sempitnya ruang untuk stimulus fiskal dan moneter. “Ekonomi maju masih menyembuhkan diri dari krisis 2008. Tapi tidak seperti 2010 dan 2011, negara berkembang tidak banyak membantu tahun ini, begitupun tahun depan,” katanya.

Prospek Eropa jauh lebih buruk, karena krisis demografi dan rendahnya produktivitas. Perancis terjerumus ke dalam depresi dengan pertumbuhan hampir stagnan sampai 2025 dan Inggris terjebak dalam pertumbuhan lesu 1% untuk tiga parlemen berikutnya. Masalah Perancis timbul dari investasi rendah serta penundaan penghematan dan reformasi.

Proyeksi Conference Board ini bertolak belakang dengan laporan OECD minggu lalu yang memyebutkan China akan tetap tumbuh 6,6% sampai 2030 dan India 6,7%, yang membuat keduanya muncul sebagai dua kekuatan ekonomi dominan.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/era-keemasan-bric-berakhir.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/era-keemasan-bric-berakhir.html

Tanggal October 12, 2012 / 2:57 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Masalah Yunani, Spanyol dan kemajuan yang lambat zona euro menuju reformasi utang sebagai tema utama pada pertemuan IMF Jumat ini.
Dana Moneter Internasional merekomendasikan bahwa beberapa negara anggota yang terbebani utang dapat mengambil waktu sedikit lebih banyak untuk mengurangi defisit anggaran mereka, dengan alasan bahwa terlalu cepat bergerak dapat menjadi kontra-produktif karena perekonomian masih sakit.
Untuk data AS, Producer Price Index (PPI),  nilai perubahan harga barang jadi dan jasa di tingkat produsen, diperkirakan 0,8% sekarang dari 1,7% pada September. Sementara pada PPI Core (tanpa sektor makanan dan energi), akan tetap 0,2% sama seperti pada laporan terakhir.
Prelim University of Michigan (UoM) Consumer Sentiment, Survei untuk menilai kondisi keuangan saat ini dan masa depan 77,9 dihitung sekarang dari 78,3 pada September. The Prelim UoM Inflation Expectations diperkirakan 3,3% sama dengan laporan terakhir.
Jeffrey Lacker, Presiden Federal Reserve Bank of Richmond dijadwalkan menyampaikan pidato di Charlottesville.

EUR-USD
U
ntuk data Eropa, Industrial Production, mengukur perubahan produksi output pabrik, sektor tambang, dan utilitas, diperkirakan -0,5% sekarang dari 0,5% pada laporan bulan lalu.
Setelah menyentuh level area 38% fibonacci chart daily kemarin (1.2820), euro kembali tembus ke area 1.2900an pada penutupan perdagangan kemarin (1.2929).
Efek jangka menengah dari pelemahan USD akibat QE3 sepertinya masih mendominasi pergerakan euro. Closing pekan ini dapat dijadikan suatu proyeksi sempit arah euro di pekan depan…….apabila closing hari ini di atas area 1.2960 diperkirakan penguatan euro akan testing ke area 1.3131 kembali di pekan depan.
Sebaliknya apabila closing weekly di bawah area 1.2888 kemungkinan sideways bearish untuk kembali testing ke area 1.2777 akan terus dicoba.

Rekomendasi :
Buy                 : 1.2888, 1.2828    Sell             : 1.2990, 1.3020
TP                  : 1.3003                   TP               : 1.2910
Stoploss       : 1.2790                   Stoploss    : 1.3075

Resisten       : 1.2978, 1.3028
Support         : 1.2848, 1.2770
Range           : 1.2888 – 1.3010

 
GBP DAILY
U
ntuk data Inggris, The Conference Board (CB) Leading Index diperkirakan akan tetap 0,1% seperti pada laporan terakhir.
Sepertinya pound sulit untuk menembus area 1.5970, dan area 1.5959 merupakan level 38% fibonacci chart weekly, juga merupakan area strong support yang apabila ada closing daily di bawah area tersebut maka pergerakan rally untuk testing ke area 1.5838 (50% fibonacci chart weekly) dapat tercapai.
Sebaliknya apabila closing pekan ini di atas area 1.6060 maka testing penguatan pound ke area 1.6210.

Rekomendasi :

Buy                 : 1.6006, 1.5959    Sell             : 1.6040, 1.6090
TP                  : 1.6111                    TP               : 1.5965
Stoploss       : 1.5909                   Stoploss    : 1.6130

Resisten       : 1.6071, 1.6096
Support         : 1.6001, 1.5957
Range           : 1.5960 – 1.6090

 
AUD-USD
A
pakah pergerakan antisipatif akan dilakukan pasar untuk menghadapi putusan lanjutan RBA mengenai kebijakan suku bunga? Apabila pasar mendapatkan konfirmasi awal mengenai isu cut rate di bulan depan kemungkinan aussie kembali ke area 1.0400an akan dilakukan pasar.
Fokus RBA tetap pada suku bunga dan data ekspor mereka bukan pada QE, berbeda dengan bank sentral di Eropa, AS ataupun China.
Dan low beberapa hari lalu di area 1.0147 mensinyalkan bahwa pelemahan aussie membutuhkan pondasi untuk mencapai target 1.0100 dalam long terms-nya.
Dan apabila pekan ini closing di bawah area 1.0222 maka kelanjutan untuk testing break area 1.0135 akan terus dicoba di pekan depan, sebaliknya apabila closing pekan ini di area 1.0313 kemungkinan merupakan awal pergerakan antisipatif terhadap isu cut rate di atas.

Rekomendasi :
Buy                 : 1.0202, 1.0165    Sell             : 1.0270, 1.0313
TP                  : 1.0313                   TP                : 1.0155
Stoploss       : 1.0111                    Stoploss    : 1.0373

Resisten       : 1.0300, 1.0338
Support         : 1.0216, 1.0170
Range           : 1.0175 – 1.0313

 
USD-CHF
P
ergerakan franc berkorelasi dengan pergerakan euro, sebagai penunjang dari alternate likuiditas zona euro maka pergerakan franc sangat berpengaruh pada pergerakan euro.
Maka dari itu terlihat secara teknikal franc sulit untuk closing di atas area 0.9444 yang merupakan area konsolidasi dalam kelanjutan pelemahan franc, apabila pekan ini closing di atas area tersebut maka pelemahan franc akan testing ke area 0.9505, sebaliknya apabila closing di bawah area 0.9320 franc akan sideways untuk menguat ke testing area 0.9242.

Rekomendasi :
Buy                  : 0.9323, 0.9292    Sell             : 0.9404, 0.9444
TP                   : 0.9444                   TP               : 0.9323
Stoploss        : 0.9242                   Stoploss    : 0.9494

Resisten        : 0.9395, 0.9449
Support          : 0.9315, 0.9284
Range            : 0.9292 – 0.9404

 
USD-JPY
B
oJ akan bertemu dengan Bernanke dan ECB hari ini untuk membahas ekonomi global, pihak BoJ tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah ekonomi menyusut..
Pemerintah akan bekerja sama dengan BOJ untuk mengalahkan deflasi,  tagihan defisit obligasi segera.
Harus waspada terhadap perlambatan di luar Jepang, pasar bergerak karena mereka melakukan  tekanan pada ekonomi Jepang dengan cara menguatkan Yen.
Pemerintah akan terus meminta BOJ untuk mengejar pelonggaran moneter yang kuat, mencapai target inflasi 1%.
PM Noda telah berjanji untuk menarik Jepang keluar dari deflasi dalam setahun, BOJ memiliki peran penting untuk bermain dalam mencapai hal ini.

Rekomendasi :
Buy                  : 78.20, 78.00        Sell             : 78.60, 78.78
TP                    : 78.78                    TP               : 78.00
Stoploss         : 77.77                    Stoploss    : 78.98

Resisten        : 78.65, 78.93
Support          : 78.01, 77.65
Range            : 78.00 – 78.78                                                                       

                                               

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-12-oktober-2012.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-12-oktober-2012.html

Tanggal July 25, 2012 / 9:36 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro semakin tenggelam di level terendah dalam dua tahun terakhir atas dollar, tertekan oleh data Jerman yang buruk dan mencuatnya masalah Yunani.
Aktivitas manufaktur Jerman, ekonomi terbesar Eropa, mengalami kontraksi ke level terendah dalam tiga tahun terakhir. Indeks PMI manufaktur turun ke 43,3 di Juli dari 45 di Juni. Aktivitas jasanya juga kontraksi. Di Perancis, Sektor manufakturnya turun ke level terendah sejak 2009. Semua data itu datang sehari setelah Moody’s merevisi outlook Jerman, Belanda dan Luksemburg, sembari memperingatkan ketiga negara itu akan terpaksa menambah bantuan untuk negara bermasalah seperti Spanyol dan Italia.
Masalah keuangan Yunani memberi tekanan tambahan ke euro. Dalam evaluasi troika (ECB, Uni Eropa, IMF), disimpulkan Yunani gagal mencapai target pengurangan defisit, yang bisa menyebabkan gagal mendapat kucuran bailout. Bahkan pejabat Eropa menyebutkan Yunani kemungkinan masih belum bisa membayar utangnya dan restrukturisasi harus dilakukan lagi.
Semua itu terjadi di saat pasar masih cemas dengan Spanyol. Risiko Spanyol membutuhkan bantuan finansial untuk untuk membantu daerahnya dan perbankannya, menimbulkan kecemasan akan penyebaran ke negara lain. Yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun naik ke 7,6%, semakin jauh di atas level psikologis 7%, situasi yang menambah beban biaya pemerintah Spanyol.
Dengan mencuatnya masalah Yunani, melengkapi buruknya kondisi di Eropa, yang masih menjadi faktor negatif di pasar.  Menurut analis, ada kekhawatiran negara kuat sudah tidak punya lagi keinginan atau kemampuan negara bermasalah. Euro jatuh sampai ke $1,2040, terendah sejak Juni 2010. Para analis melihat euro terancam jatuh ke bawah $1,20. Bila tembus level itu, kejatuhan bisa berlanjut ke $1,876, terendah sejak Maret 2006. Jerman akan mengumumkan data sentiment investor hari ini. Indeks iklim bisnis Ifo, baromenter kesehatan ekonomi Jerman, diperkirakan turun ke 104,5 di Juli dari 105,3 di Juni.
Mengenai mata uang lain, dollar menguat meski indeks manufaktur Richmond turun ke level terendah sejak akhir 2010. Tapi penguatan dollar atas euro tergerus setelah Wall Street Journal menyebutkan para pejabat the Fed semakin dekat meluncurkan langkah baru untuk membantu ekonomi. Dollar hanya bisa melemah bila muncul wacana Quantitative Easing (QE) dari the Fed.
Di saat pasar menekan euro, sterling mampu bertahan di $1,5505. Namun posisinya bisa goyah bila data PDB Inggris yang diumumkan hari ini menunjukkan kontraksi lebih dalam. PDB kuartal kedua diperkirakan kontraksi 0,3%. Kontraksi ekonomi dapat memaksa BOE melonggarkan kebijakan moneternya.


Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/data-yunani-lengkapi-derita-euro.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/data-yunani-lengkapi-derita-euro.html

Tanggal July 10, 2012 / 9:57 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro berhasil rebound dari level terendah dalam dua tahun terakhir atas dollar namun sentimen pasar masih rentan akan gejolak yang mungkin timbul dari kekhawatiran mengenai ekonomi global dan krisis Eropa.
Para trader mengatakan dorongan ke euro datang dari short covering, menyusul beberapa berita positif yang datang dari Eropa. Menteri keuangan zona euro kemarin sepakat memberi tambahan satu tahun ke Spanyol sampai 2014 untuk mencapai target defisit sesuai aturan Uni Eropa. Mereka juga sepakat menyiapkan dana siaga untuk Spanyol sebesar 30 miliar euro yang tersedia akhir bulan ini.
Namun, para menteri belum mencapai perkembangan berarti soal penyelamatan perbankan dan pembelian obligasi darurat, dua masalah yang menjadi kekhawatiran utama pasar. Sementara itu, Parlemen Jerman lewat voting menyetujui dana talangan permanen atau European Stability Mechanisim (ESM). Meski telah disetujui parlemen, ESM harus didukung oleh pengadilan Konstitusi Jerman dan kepala negara bagian sebagai bagian proses ratifikasi.
Outlook euro masih negatif, dibayangi tingginya yield obligasi Spanyol dan Italia, serta belum jelasnya detil mengenai penyehatan perbankan dan pelonggaran syarat bailout. Yield obligasi Spanyol kembali tembus 7% kemarin, bila tetap tinggi maka bisa menyulitkan euro. Belum lagi data ekonomi yang dapat menambah bukti perlambatan global.
Dalam perdagangan di Asia,  euro berada di $1,2292, sedikit melemah dari penutupan New York $1,2312. Namun masih di atas level terendah sejak Juni 2010 $1,2253, yang dicatat kemarin. Bila rebound berlanjut, euro akan menguji $1,2358 (23,6% retracement kejatuhan 2-5 Juli), sebelum bisa meraih $1,2400. Namun bila bearish masih mendominasi, kejatuhan berlanjut dengan support di $1,2285 dan $1,2250.
Mengenai mata uang lain, aussie terkoreksi menyusul data perdagangan China yang meski memperlihatkan peningkatan surplus, pertumbuhan impornya tidak sesuai harapan. Pertumbuhan impor China dianggap penting untuk kesehatan  ekonomi mitra dagangnya, dan China adalah pasar ekspor terbesar Australia. Aussie melemah sampai $1,0170, setelah sempat bertahan di $1,0205.
Dollar menguat atas rivalnya berkat data China itu, dengan indeksnya naik 0,16% ke 83,42 hari ini. Sterling juga turut melemah, turun 0,11% aatas dollar di $1,5509. Serangkaian data Inggris dapat mempengaruhi pergerakan the cable, yaitu data kinerja perdagangan dan produksi industrial.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-rebound-sentimen-pasar-masih-rentan.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-rebound-sentimen-pasar-masih-rentan.html

Tanggal June 15, 2012 / 1:34 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Untuk data AS,  Prelim UoM Consumer Sentiment. Reuters/University of Michigan Consumer Sentiment survey direvisi naik pada bulan April menjadi 79.3 dari 76,4 lebih tinggi dari yang diperkirakan para analis sebesar 76,4. Penurunan kecil sebesar 77,5 diperkirakan sekarang.
Empire State Manufacturing Index,  mengukur tingkat sentimen para produsen di bulan Mei mencapai 17,1 dari 6.6 pada bulan April. diantisipasi terjadi penurunan menjadi 13,6 saat ini.
TIC Long-Term Purchases The value of US domestic securities meningkat di Maret sebesar $36,2 miliar dari $10,1 miliar  pada bulan sebelumnya, diprediksi jauh lebih tinggi dari $19,4 miliar. Diperkirakan meningkat menjadi $45,3 miliar sekarang.
Capacity Utilization Rate. Kapasitas output AS meningkat pada bulan April sampai 79,2% dari 78,4% pada bulan sebelumnya, di atas 78,96% yang diperkirakan sebelumnya menunjukkan perbaikan di sektor manufaktur. Tingkat yang sama diharapkan akan dipertahankan.
Industrial Production, melompat pada bulan April sebesar 1,1% dari penurunan 0.6% di bulan Maret lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan 0,6% yang diperkirakan oleh analis. Kenaikan kecil dari 0,1% diperkirakan saat ini.
Prelim UoM Inflation Expectations, mengukur ekspektasi konsumen pada perubahan harga dalam 12 bulan ke depan, direvisi turun pada bulan Mei menjadi 3,0% dari 3,2% pada bulan April.
 
EUR-USD
M
ario Draghi kepala ECB dijadwalkan untuk berbicara di Konferensi XIV yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Keuangan, di Frankfurt. Kata-katanya dapat menyebabkan volatilitas di pasar di masa Uni Eropa yang sedang bermasalah.
Italian Trade Balance membalik surplus 2,06 miliar di bulan Maret setelah defisit sebesar 1,14 miliar pada Februari. Ekonom mengantisipasi defisit meningkat menjadi 1,35 miliar. diperkirakan penurunan kecil pada surplus sebesar 1,34 miliar.
Employment Change, mengukur jumlah orang yang dipekerjakan di Euro-Zone turun 0,2% pada kuartal keempat sejalan dengan prediksi. Lain penurunan 0,2% diantisipasi saat ini.
Akhirnya di Eropa, Trade Balance, terjadi peningkatan pada surplus menjadi 4,3 miliar pada Maret dari 4,0 miliar pada Februari. Peningkatan ini sejalan dengan prediksi. diperkirakan terjadi penurunan kecil sebesar 4,2 miliar.
Pergerakan antisipatif atau memang pondasi dalam reversal jangka menengah untuk euro? Menjelang pemilu Yunani dan tanggapan para politisi Yunani akan nasib negara mereka untuk tetap di zona euro atau keluar, berdasarkan pada putusan mendukung atau tidak dari program penghematan yang ditawarkan para politisi dan para pemimpin zona euro serta ECB, sinyal putusan di hari Minggu besok.

Rekomendasi :
Buy             : 1.2600, 1.2580    Sell             : 1.2710, 1.2777
TP              : 1.2707                   TP               : 1.2616
Stoploss    : 1.2525                  Stoploss    : 1.2808

Resisten       : 1.2661, 1.2694
Support         : 1.2566, 1.2505
Range           : 1.2580 – 1.2720
 
GBP DAILY
U
ntuk data Inggris, Trade Balance Deficit dipertahankan pada bulan Maret sebesar 8,6 miliar sementara ekonom memprediksi defisit menyusut menjadi 8,4 miliar. Defisit diharapkan untuk lebih di persempit sebesar 8,5 miliar saat ini.
Sideways di area 1.55 apakah akan terus di pertahankan? Secara teknikal sinyal reversal ada di area 1.5666 dan sinyal keluar dari tren koreksi ada di area 1.5300, maka dalam sisa sesi perdagangan di bulan Juni ini apabila ada closing daily di salah satu area tersebut maka pergerakan volatilitas dari pound akan terus melebar.

Rekomendasi :
Buy            : 1.5515, 1.5470    Sell             : 1.5590, 1.5626
TP              : 1.5666                   TP               : 1.5480
Stoploss   : 1.5424                   Stoploss    : 1.5690

Resisten       : 1.5585, 1.5619
Support         : 1.5493, 1.5436
Range           : 1.5490- 1.5626
 

AUD-USD
A
ussie tertahan di area 0,9860, dimana  sinyal kelanjutan pelemahan Aussie di area 0,9780. Dan area tersebut merupakan pijakan dalam memberikan perlawanan terhadap tekanan bearish pekan lalu, setelah kemerosotan tajam dengan AUD / USD (sampai ke 0.9578). Dan support selanjutnya ada di area 0,9668. Di bawah ini, target selanjutnya di 0,9541. Berikutnya, ada support kuat tepat di atas tingkat 0,94, pada 0,9405. Akhirnya support kami yang terakhir untuk saat ini adalah garis di 0,9294, yang telah dipegang teguh sejak September 2011.
Sebaliknya sinyal koreksi jangka menengah ada di area 1.0050, target selanjutnya ada pada area 50% fibonacci chart weekly di area 1.0202.

Rekomendasi :
Buy            : 0.9960, 0.9920    Sell            : 1.0020, 1.0060
TP              : 1.0060                  TP              : 0.9920
Stoploss   : 0.9888                  Stoploss    : 1.0110

Resisten       : 1.0059, 1.0100
Support         : 0.9948, 0.9878
Range           : 0.9920 – 1.0090

 
USD-CHF
K
orelasi dengan pergerakan euro diperkirakan masih akan terus berlangsung, dan secara teknikal memang area 0.9606 menjadi resisten kuat yang sepertinya sulit untuk di tembus.
Apabila closing daily hari ini di atas area 0.9595 maka target berikutnya di area 0.9626 (50% fibonacci chart 4 jam) untuk ekspektasi jangka pendeknya, dan apabila di sisa hari dalam bulan ini ada closing daily di atas area 0.9626 maka akan testing ke area 0.9720.
Sebaliknya apabila ada closing daily di bawah area 0.9510 maka penguatan franc akan testing ke area 0.9430.

Rekomendasi :
Buy             : 0.9444, 0.9414    Sell            : 0.9515, 0.9555
TP              : 0.9555                   TP               : 0.9404
Stoploss   : 0.9377                   Stoploss    : 0.9600

Resisten    : 0.9553, 0.9598
Support      : 0.9482, 0.9456
Range        : 0.9404 – 0.9535
 

USD-JPY
R
ate decision. BOJ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga rendah minimum 0% – 0,10% dan melanjutkan program pembelian aset. Konferensi pers BOJ dan pernyataan kebijakan Moneter merupakan peristiwa penting yang dapat menyebabkan volatilitas di pasar.
Sideways…..itu yang terlihat sekarang di chart daily untuk yen, range area masih di sekitar 79.10 sampai 79.90.
Secara teknikal dalam jangka menengah break area 79.90 dan ada closing daily di atas area tersebut dapat diasumsikan rally pelemahan yen akan berlanjut ke testing area 80.40, hati-hati akan break area 79.04 dan 78.78, apabila closing di antara area tersebut maka penguatan yen akan masif meski ekspektasinya tidak terlalu jauh di 78.20

Rekomendasi :
Buy            : 79.05, 78.78        Sell             : 79.40, 79.79
TP              : 79.40                    TP               : 78.78
Stoploss   : 78.50                    Stoploss    : 79.99

Resisten       : 79.47, 79.67
Support         : 79.04, 78.78
Range           : 78.60 – 79.60                     

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-15-juni-2012.html

Tanggal April 20, 2012 / 9:56 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro terlihat stabil hari ini setelah mencatat penguatan tipis atas menyusul suksesnya lelang obligasi Spanyol kemarin, yang mendorong aksi beli institusional.
Lelang obligasi Spanyol mendapat permintaan yang tinggi, meski yield-nya naik dari lelang sebelumnya. Spanyol berhasil mencapai target dalam lelang obligasi hari ini, dengan permintaan tercatat cukup besar. Spanyol mengumpulkan 2,54 miliar, dengan obligasi tenor 10 tahun ber-yield rata-rata 5,743%, naik dari lelang Januari 5,403%. Tapi paling tidak lebih rendah dari yang dicapai Senin lalu 6%.
Selain mendapat dorongan dari lelang Spanyol, euro juga terangkat oleh prospek penambahan sumber daya IMF. Lembaga donatur itu telah mendapatkan komitmen pembiayaan sekitar $320 miliar dari beberapa negara anggota untuk memperkuat perisai dari krisis utang Eropa, mendekati target $400 miliar. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde kemarin mengatakan dana lembaga itu berpotensi meningkat signifikan minggu ini.
Para analis juga menyebut aksi repatriasi euro oleh beberapa bank Eropa untuk menambah modal, yang memberi dorongan ke mata uang itu. Namun masih ada skeptisme di pasar mengenai stabilitas zona euro ke depan, inilah yang membatasi laju mata uangnya. Spanyol belum terbebas dari masalah inti, yaitu jumlah utang yang besar, dan harus melakukan penghematan di tengah resesi dan pengangguran tinggi. Masih ada kecemasan Spanyol tidak akan mampu mencapai target defisit.
Euro hari ini mencapai high di $1,3154. Euro memang bertahan di atas $1,30 selama empat sesi terakhir, setelah sempat jatuh ke $1,2993 Senin lalu. Tapi banyak kalangan yang memperkirakan euro akan tetap melemah dalam jangka menengah mengingat risiko masalah anggaran dan utang Spanyol berpotensi memburuk. Mereka juga menyebut ketidakpastian hasil pemilu Perancis, yang hasil polling memperlihatkan kemungkinan perubahan kepemimpinan.
Bahkan sebagian memproyeksikan euro bisa jatuh ke kisaran $1,25 dalam enam bulan ke depan. Alasannya, pertama adalah program likuiditas ECB belum sepenuhnya beredar dalam sistem, dan ketika nantinya benar-benar masuk, semakin banyak euro dalam sirkulasi.  Apalagi bila nantinya the Fed, dalam enam bulan itu, tidak melaksanakan program pembelian aset lagi, atau Quantitative Easing (QE).
Untuk hari ini, pasar akan mencermati data sentimen bisnis Jerman hasil survei Ifo. Menurut prediksi, indeks itu sedikit turun ke 10,95 di April dari 109,8 di Maret. Kenaikan signifikan tentu bisa mengangkat euro. Data lainnya adalah penjualan ritel Inggris, yang bisa mempengaruhi pergerakan sterling.
IMF dan Bank Dunia menggelar pertemuan musim semi dari kemarin sampai Minggu di Washington. Para menteri keuangan dan pejabat bank sentral G-20 juga bertemu di ibukota AS itu dari kemarin sampai hari ini.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-stabil-pasar-cermati-imf.html

Tanggal April 20, 2012 / 11:26 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Emas masih bergerak flat pada perdagangan har ini di Asia. Namun dalam sepakan emas saat ini sedang menuju penurunan 1%-nya, dipicu oleh kekhawatiran Spanyol dan lemahnya data ekonomi yang mendukung
Spanyol berhasil mencapai target dalam lelang obligasi hari ini, dengan permintaan tercatat cukup besar. Spanyol mengumpulkan 2,54 miliar, dengan obligasi tenor 10 tahun ber-yield rata-rata 5,743%, naik dari lelang Januari 5,403%. Tapi paling tidak lebih rendah dari yang dicapai Senin lalu 6%.
Menurut polling para ekonom Reuters, Spanyol dan Italia mungkin tidak memerlukan bailout selama mereka berjuang untuk mengatasi krisis utangnya, meski kondisi perekomiannya yang tidak sehat mungkin akan membawa zona euro ke arah resesi di pertengahan tahun.
Sementara itu, masalah krisis utang yang terjadi di kawasan zona euro sepertinya masih akan berlarut-larut. Rumor yang berkembang saat ini adalah bahwa rating Perancis kemungkinan akan diturunkan, hal ini menyebabkan yield Perancis mengalami kenaikan, sebelum dimulainya pemilu pada hari minggu.
Melemahnya permintaan pisik dari beberapa negara juga turut membebani sentimen. Beberapa data juga akan dinanti oleh pelaku pasar, seperti sentimen bisnis Jerman hasil survei Ifo. Menurut prediksi, indeks itu sedikit turun ke 10,95 di April dari 109,8 di Maret. Kenaikan signifikan tentu bisa mengangkat sentimen. Data lainnya adalah penjualan ritel Inggris, yang bisa mempengaruhi pergerakan sterling.
IMF dan Bank Dunia menggelar pertemuan musim semi dari kemarin sampai Minggu di Washington. Para menteri keuangan dan pejabat bank sentral G-20 juga bertemu di ibukota AS itu dari kemarin sampai hari ini.

Rekomendasi

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pasca-lelang-spanyol-emas-flat-sentimen-masih-lemah.html

Tanggal April 13, 2012 / 9:58 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro dan aussie terkoreksi hari ini menyusul data pertumbuhan ekonomi China yang tidak sesuai harapan,  menambah kecemasan soal ekonomi global.
PDB China tumbuh 8,1% selama kuartal pertama tahun ini, lebih rendah dari prediksi 8,4% dan melambat dari tahun lalu yang 8,9%. Bahkan angka terbaru ini adalah yang terendah dalam tiga tahun terakhir. Dengan Eropa berjuang dan pemulihan AS sedang terhambat, tanda-tanda bagus dari ekonomi China, bisa mengurangi kekhawatrian soal ekonomi dunia.
Meski data lainnya, seperti produksi industrial, penjualan ritel dan investasi aset tetap, terlihat baik, data PDB-lah yang menjadi andalan. Selama satu dekade terakhir, ekonomi China ditopang oleh dua mesin, ekspor dan investasi modal, kini keduanya lesu. Ekspor merosot karena efek krisis di Eropa.
Sebelum data itu diumumkan, sentimen pasar positif, terlihat dari penguatan saham dan aset berisiko lainnya.  Koreksi yang terjadi saat ini mungkin karena pasar sedang mencerna data China tersebut.  Reaksi awal memang negatif, tapi bila seiring waktu bila pasar menerimannya. Ini terbukti dengan koreksinya yang masih dalam tahap wajar.  Tapi tetap perlu diwaspadai berita buruk yang mungkin datang, terutama terkait Eropa.
Euro hari ini terkoreksi sampai $1,3164, setelah menanjak ke high $1,3200. Dalam perdagangan kemarin, euro stabil karena hasil lelang Italia tidak buruk. Italia berhasil menjual 4,8 miliar euro dengan yield 3,89%, naik 1% dari lelang sebelumnya. Aussie melemah sampai $1,0388 dari $1,0450. Data China itu lebih berdampak ke aussie karena China adalah mitra dagang terbesar Australia.
Dollar sempat jatuh karena data initial jobless claims yang menimbulkan ekspektasi the Fed akan melanjutkan stimulusnya. Di tengah perdebatan mengenai apakah the Fed akan meluncurkan lagi program pembelian aset, data semalam memperlihatkan tunjangan pengangguran baru naik 380.000 klaim, tertinggi dalam setahun terakhir.
Seiring dengan perbaikan ekonomi, yang mendorong yield Treasury, dollar menarik lagi dari segi. Karena kini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, dollar tertekan selama seminggu terakhir menyusul data payroll yang rendah dan beberapa pejabat the Fed yang memandang stimulus masih dibutuhkan.
Data lainnya terjadwal hari ini adalah data inflasi Jerman dan indeks PPI Inggris. Di AS, ada data inflasi dan sentimen konsumen versi Univ. of Michigan. Setelah serangkaian berita buruk selama seminggu terakhir, seperti masalah Spanyol, berita butuh angin segar. Bila data ternyata masih buruk, pernyataan pejabat negara atau bank sentral-lah yang mungkin dapat mengangkat pasar.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-aussie-koreksi-pasca-data-china.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha