Search Results : laporan keuangan pt telkom 2012

Tanggal October 25, 2012 / 9:19 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Di tengah kondisi global yang stabil dan menjelang libur panjang, IHSG diprediksi bisa namun bergerak variatif dalam kisaran sempit.
Saham regional bergerak positif namun masih tipis dan rentan akan gejolak dengan kinerja keuangan masih menjadi faktor yang dapat menekan sentimen. Selain itu, dari panggung global, belum ada sentimen baru yang dapat dijadikan alasan membeli.  Pasca rapat semalam, ternyata tidak ada keputusan baru dari the Fed.
Apalagi besok lokal besok ditutup, alhasil banyak yang enggan bertransaksi secara aktif yang membuat volume perdagangan menyusut. Akhir pekan panjang bisa mendorong investor untuk mengamankan portofolio untuk mengantisipasi berita buruk selanjutnya. IHSG kemungkinan juga akan berkonsolidasi di saat pelaku pasar menunggu laporan keuangan emiten. Fokus selanjutnya antara lain Bank CIMB Niaga, Bank Panin, BPD Jabar dan Banten, BRI, dan Gudang Garam. Earning emiten menjadi salah satu faktor yang menjaga IHSG. 

Global Outlook
S
aham Asia stabil hari ini, namun masih rentan akan guncangan menjelang pengumuman laporan keuangan emiten penting, yang dikhawatirkan mengecewakan.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang flat, setelah jatuh di empat sesi sebelumnya. Indeks Neikkei menguat 0,42% dan indeks Hang Seng sedang menanjak 0,19%. Wall Street juga kurang meyakinkan, dengan indeks Dow Jones melemah 0,19% setelah the Fed mempertahankan kebijakan meski mengakui ada tanda-tanda perbaikan ekonomi.
Tapi kinerja keuangan dan proyeksi korporat yang buruk, serta pendapatan yang meleset dari target pada perusahaan besar AS, membuat investor cemas dengan prospek ekonomi. Selain itu, belum ada berita ekonomi bagus yang datang lagi, malah justru data manufaktur Eropa menunjukkan kontraksi yang semakin dalam.
Fokus selanjutnya di Asia adalah laporan keuangan Hyundai Motor. Di Eropa, pasar kini menunggu kejelasan mengenai prospek bailout untuk Spanyol dan Yunani. Di AS, ada data durable goods orders dan pending home sales. Untuk saham, Apple akan mengumumkan kinerja keuangan nanti malam.

IHSG Review
D
alam perdagangan Rabu (24/10), IHSG akhirnya berlabuh di zona hijau, meski hanya mencatat kenaikan tipis. Hasil ini diraih setelah sempat terkoreksi mengikuti arus regional.
Namun pengaruh regional pula yang membawa IHSG ke teritori positif, setelah data manufaktur China menunjukkan adanya perbaikan, yang dibaca oleh pasar sebagai indikasi pemulihan ekonomi terbesar kedua dunia itu. Selain itu, aksi beli saham lapis dua juga memberi dorongan ke indeks.
IHSG ditutup menguat 5,23 poin, atau 0,12%, di 4.335,38. Sedangkan indeks LQ-45 naik 0,42 poin ke 748,87. Penguatan ini juga ditopang oleh investor asing, yang mencatat pembelian bersih Rp. 52,5 miliar, sedangkan pemain domestik justru melakukan aksi ambil untung.
Top gainers antara lain PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) naik Rp500 ke Rp6.850, Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) naik Rp350 ke Rp5.400, Semen Gresik (SMGR) naik Rp200 ke Rp14.750, Telkom (TLKM) naik Rp150 ke Rp9.800, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp100 ke Rp8.050.
Sedangkan top losers di antaranya  Multi Prima (LPIN) turun Rp 850 ke Rp 9.300,  Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 50.050, dan Bank BRI (BBRI) turun Rp150 ke Rp7.500.

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend pada IHSG. Masih bergerak di atas support 4.300 serta MA 10 membuat trend bullish IHSG masih berlangsung. Hanya saja, kegagalan IHSG bertahan di atas resistance 4.362 bisa menjadi sinyal reversal. Kondisi ini kemudian didukung oleh indikator stochastic yang golden cross serta bearish divergence pada RSI. Level support masih kami tempatkan di area 4.292 – 4.300. Penembusan level support tersebut bisa membuat trend jangka pendek IHSG menjadi bearish, dengan target bearish di area 4.272 – 4.240. Sedangkan sinyal positif akan didapat jika indeks bertahan di atas level 4.262. Untuk hari ini, IHSG kami perkirakan masih akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.362.

R3 : 4.378
R2 : 4.360
R1 : 4.347

PIVOT : 4.328

S1 : 4.316
S2 : 4.297
S3 : 4.285

Stock Pick
ISAT

S
inyal penurunan yang dialami ISAT mulai terindikasi, setelah penembusan support 6.100. Ganjalan kuat support terdapat pada 6.000 merupakan level terendah harian sejak 18 – 22 Oktober lalu dan juga tertahan pada moving 13, bila ini ditembus membuka ruang bagi ISAT untuk ke 5.700. Dan ini didukung dari indikator stochastic yang sudah terlihat dead cross, RSI yang menunjukkan penurunan serta volume kenaikan relatif kecil. Tapi sebaliknya penembusan resisten 6.400, jadi momentum tren penguatan lanjutan.
Rekomendasi    : Sell on rally @6.200, Stop loss breakout 6.400, target 6.000. Bila break support 6.000, target berikutnya 5.700.
Support                : 6.000, 5.800
Resisten              : 6.200, 6.400

BBRI

H
arga BBRI yang bergerak di bawah moving average pertama, menjadikan tekanan yang dihadapi masih berlanjut, dimana berikutnya pengujian moving average kedua 7.500. Tahan kuat berada di area 7.400, bila gagal ditembusnya bisa melakukan akumulasi beli jangka pendek dengan melakukan taking profit di 7.600-7.700. Indikator stochastic sudah sedang menunjukkan tren penurunan, ditambah lagi MACD dan RSI juga bergerak bearish. Namun, selama masih bertahan di atas support 7.400, BBRI masih mempunyai dorongan untuk kembali tapaki resistance 7.700.
Rekomendasi :
Buy @7.400, Stoploss breakout 7.400
Support            :
7.300, 7.200
Resistance      :
7.600, 7.800

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-stagnan-jelang-libur-panjang.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-stagnan-jelang-libur-panjang.html

Tanggal February 02, 2012 / 9:14 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kenaikan indeks Dow Jones Industrial (DJI) sebenarnya hanya tipis, 0,66% dengan posisi penutupan masih dibawah kisaran resisten 12.750-12.850. Akan tetapi, kenaikan yang terjadi, telah mengubah trend turun jangka pendek setidaknya menjadi trend flat.
IHSG sendiri kemarin berhasil ditutup menembus resisten 3960. Penembusan ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali menguji resisten di 3992-4025.  Jika resisten di 3992 ditembus, trend jangka menengah IHSG bakal berubah dari turun menjadi flat.
Kenaikan BBM Subsidi, biasanya memiliki sentimen negatif pada pergerakan IHSG. Apakah IHSG lebih melihat pada sentimen regional dibandingkan dengan sentimen kenaikan BBM Subsidi? Apakah arah dari Bursa Regional memang sudah kembali menjadi naik? Itu yang harus kita lihat dalam beberapa hari kedepan.Resisten 3992 adalah resisten penting. Jika resisten ini ditembus, mulailah melakukan akumulasi, meski dengan strategi ‘Buy On Weakness’.

Global Outlook
P
enguatan yang ditorehkan bursa regional pada awal perdagangan kali ini tidak lepas dari sektor manufaktur baik di China, Jerman dan AS yang mengesankan. Data tersebut juga berhasil menghijaukan bursa saham global berkat. Data manufaktur mengesampingkan data ADP Employment Change, yang menunjukkan laporan kerja sektor swasta AS turun 170.000 selama Januari dari bulan sebelumnya 292.000 ribu.
Bursa saham yang diawal perdagangan Asia kemarin menguat karena terangkat karena indeks PMI manufaktur China versi pemerintah naik ke 50,5 di Januari dari 50,3 di Desember, mengindikasikan sektor itu stabil. Sedangkan di AS, ISM Manufacturing bulan Januari naik 54,1 dari data sebelumnya 53,9, hasil ini menandakan pertumbuhan tercepat dalam tujuh bulan terakhir. Dengan membaiknya data manufaktur menunjukkan bahwa tidak adanya kontraksi yang terjadi dan perekonomian telah mencatat pertumbuhan sehingga memicu risk appetite.
Pergerakan bursa regional termasuk indeks Nikkei menguat, meski mata uang yen terus menguat dan banyak emiten mengumumkan kinerja keuangan yang buruk, karena hal itu memang sudah diperkirakan. Indeks yang stabil mempertahankan posisinya. Optimisme mengenai saham Jepang dan harapan akan pemulihan ekonomi AS menjadi faktor yang mengangkat Nikkei 4,1% selama Januari. Hasil polling Reuters memperlihatkan manajer investasi Jepang memangkas bobot saham global dalam portofolio karena kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa, tapi mereka menambah bobot saham Jepang, karena dianggap bervaluasi menarik.
Di Korsel, masih maraknya aktifitas pembelian saham investor asing membuat indeks Kospi terus mencetak level tertingginya tahun ini. Sedangkan indeks Hang Seng yang kemarin sempat terkoreksi, kini berhasil rebound.

Review IHSG
D
i saat mayoritas bursa regional memerah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil mempertahankan penguatannya.
Perdagangan diwarnai dengan pergerakan yang cukup fluktuatif, dimana 156 saham berhasil naik, 72 saham turun, dan 83 saham lainnya flat. Kenaikan IHSG kali ini ditopang oleh penguatan tujuh sektor. Sektor konstruksi memimpin penguatan, naik sebesar 1,61%. Disusul, sektor perdagangan yang menguat 1,44%. Adapun, tiga sektor yang melemah, yaitu sektor aneka industri, sektor infrastruktur, dan perkebunan.
Menutup perdagangan Rabu (1/2/2012), IHSG menguat 23,283 poin (0,59%) ke level 3964,976. Indeks LQ 45 juga menguat 2,862 poin (0,42%) ke level 695,019.
Saham-saham yang naik antara lain United Tractor (UNTR), BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Astra International (ASII), Telkom (TLKM), PGN (PGAS), dan Astra Agro Lestari (AALI).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
ampu bertahan di atas resistance 3.950 seharusnya bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG, meski saat ini IHSG masih tertahan di area resistance di 3.975. Indikator stochastic pun terlihat masih mengarah downtrend. Jika terjadi breakout pada resistance tersebut IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannnya menuju area 3.997 – 4.030. Sementar level support IHSG kini bergeser ke area 3.936, jika ditembus, IHSG akan kembali bergerak menuju area 3.900 – 3.894. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.936 – 4.000.

R3    4,003
R2    3,984
R1    3,975
   
Pivot    3,956
   
S1    3,946
S2    3,927
S3    3,918

Stock Pick
BSDE

R
esistance BSDE di 1.070 terlah berhasil ditembus. Dengan ditembusnya resistance tersebut, maka hal tersebut sekaligus mengkonfirmasi bullish continuation. Indikator stochastic masih golden cross, sementara RSI mulai mendekati area overbought. Namun begitu, kami masih melihat adanya potensi kenaikan BSDE untuk meraih area 1.200 (resistance channel) hingga area 1.250 (FR 261.8%).
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 1.070, target 1.200
Support                : 1.070, 1.030
Resistance          : 1.200, 1.250

BUMI

M
oving average terlihat mulai bergerak uptrend, indikator stochastic dan RSI masih menunjukkan positif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa BUMI berpeluang uptrend. Namun, penguatan BUMI tersebut sepertinya akan mendapat halangan di resistance 2.625. Jika resistance gagal ditembus, harga kemungkinan akan kembali terkoreksi ke area 2.425 – 2.350,. Namun jika resistance tersebut ditembus, penguatan BUMI bisa berlanjut menuju area 2.800– 2.900.
Rekomendasi     : Hold, stop loss 2.400, target 2.625 – 2.900
Support                : 2.425, 2.350
Resistance          : 2.625, 2.800

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-tembus-3960-target-berikutnya-3992-4025.html

Tanggal February 01, 2012 / 9:13 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam ditutup dengan koreksi tipis 0,16%. Ini jelas agak mengecewakan karena kemarin sore indeks ini terlihat akan bergerak naik.
Minimnya sentimen regional membuat IHSG hari ini kami perkirakan bakal bergerak flat-naik pada kisaran 3890-3960. IHSG saat ini sedang berada dalam trend turun, untuk jangka pendek, maupun jangka menengah. Trend turun IHSG akan berubah menjadi flat hanya jika IHSG mampu ditutup diatas resisten 3992.
Kedepan, sentimen utama pergerakan IHSG diperkirakan akan berasal dari berita seputar kenaikan harga BBM, publikasi laporan keuangan perbankan, disamping juga dari kondisi bursa regional/krisis Eropa. Pemodal sebaiknya berhati-hati karena kedua sumber sentimen yang pertama, sentimennya cenderung negatif.

Global Outlook
B
ursa saham regional kendati sempat menguat diawal perdagangannya kali ini berkat data manufaktur China di Januari yang naik 50,5 dari prediksi 49,8, berhasil angkat sentimen pasar yang sebenarnya masih dibayangi kecemasan mengenai pertumbuhan ekonomi global.
Kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global dikarenakan laporan yang menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen AS di Januari mengalami kemerosotan dan juga pelemahan di sektor properti. Indeks kepercayaan konsumen turun pada bulan Januari 61,1 dari 64,8 sebelumnya, ini memberi sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi AS belum pulih sepenuhnya. Sementara indeks pada harga rumah, SP Case Shiller jatuh untuk kali kelima berturut-turut di Nopember. Selain data, laporan kuangan perusahan jasa internet Amazon.com Inc yang tidak lebih baik dari perkiraan dapat membebani pasar.
Sentimen Eropa yang belum bisa menopang pasar membuat investor kembali resah karena masalah Yunani yang masih terkatung – katung. Belum jelasnya hasil negosiasi antara Yunani dan kreditor, ditambah dengan pertemuan Uni Eropa yang mengecewakan. Upaya Yunani membujuk kreditor untuk mererima kerugian masih belum membuahkan hasil, di saat para pemimpin Eropa berkumpul di Brussel membahas aturan fiskal baru. Kekhawatiran negosiasi gagal membuat investor melepas euro dan saham dan mengalihkan dana mereka ke dollar dan yen.
Hasil pertemuan Uni Eropa ternyata tak mengesankan pasar. Meski para pemimpin menyepakati dana talangan permanen untuk zona euro, mereka berjuang untuk dapat menyelaraskan penghematan dengan pertumbuhan ekonomi. Pasar menilai tak ada kejutan dan perkembangan berarti dari pertemuan itu. Dengan selesainya pertemuan UE, negosiasi utang Yunani masih menjadi fokus utama pasar. Semakin lama terkatung-katung, semakin menipis pula optimisme deal dapat tercapai.
Data ekonomi AS yang menjadi fokus kali ini termasuk ADP Employment sebagai acuan dari data ketenagakerjaan yang bakal dirilis Jumat lusa. ADP di bulan kemarin diprediksi turun 185 ribu dari sebelumnya 325 ribu. Selain itu, AS juga akan merilis data ISM Manufacturing di Januari yang diperkirakan naik 54,5 dari 53,9.

Review IHSG
L
ama bertahan di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), akhirnya berhasil bangkit menjelang penutupan perdagangan.
Menghijaunya bursa regional turut membawa angin segar bagi pergerakan IHSG kemarin. Investor kembali mengoleksi saham-saham unggulan yang sebelumnya memang sudah mengalami koreksi.
Sebanyak sembilan sektor berhasil mengerek IHSG ke zona hijau. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi di antaranya adalah sektor aneka industri yang naik 1,98%, sektor industri dasar yang naik 1,44%, dan sektor manufaktur yang naik 1,39%. Sementara itu, satu-satunya sektor yang memerah yakni sektor agrikultur dengan penurunan 0,23%.
Menutup perdagangan Selasa (31/1/2012), IHSG menguat 26,533 poin (0,68%) ke level 3.941,693. Indeks LQ 45 naik 5,188 poin (0,76%) ke level 692,157.
Saham-saham yang naik harganya antara lain Astra International (ASII), United Tractor (UNTR), Bank Mandiri (BMRI), dan Semen Gresik (SMGR). sementara saham-saham yang turun harganya antara lain BRI (BBRI), Telkom (TLKM), PGN (PGAS), Indo Tambangraya (ITMG), dan Gema Grahasarana (GEMA).

Ulasan Teknikal
IHSG

I
ndikator stochastic serta MA 10 masih menunjukkan potensi downtrend bagi IHSG. Namun dengan bertahannya indeks di atas support atas support 3.894 dan membentuk pola bullish harami pada candlestick bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG.
Kami melihat bahwa IHSG saat ini akan kembali menguji resistance di 3.950, di mana jika ditembus, maka penguatan bisa berlanjut menuju area 3.975 – 4.000. Sedangkan trend turun akan terus berlanjut jika IHSG ditutup di bawah 3.894, untuk target bearish menuju area 3.875 – 3.850. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.915 – 3.975.

R3    3,994
R2    3,968
R1    3,955
   
Pivot    3,929
   
S1    3,915
S2    3,889
S3    3,876

Stock Pick
AALI

P
ergerakan AALI Saat ini mulai mendekati level support-nya di 20.500. Indikator stochastic yang mulai ovrsold bisa mendorong harga saham ini untuk rebound. Selain itu, pola inverted hammer yang terbentuk pada candlestick turut mendukung adanya rebound tersebut. Kami melihat jika support di 20.500 tersebut mampu dipertahankan. AALI mempunyai peluang rebound ke area 21.350 – 21.600.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 20.500, taregt 21.300
Support                : 20.500, 20.000
Resistance          : 21.350, 21.600

UNTR

M
ampu bertahan di atas garis support di 26.950, dan membentuk white marubozu bisa menjadi indikasi reversal setelah UNTR terkoreksi dari area resistance di 29.550. Indikator RSI masih positif, sementara stochastic mulai kembali berpeluang golden cross. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini UNTR akan berusaha untuk menguji resistance di 29.550. Jika resistance ditembus, maka kenaikan UNTR selanjutnya akan fokus di area 33.000 (FR 26.8%).
Rekomendasi     : Buy, stop 27.300, target 29.400
Support                : 27.350, 26.400
Resistance          : 28.650, 29.550

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-flat-naik-di-kisaran-3890-3960.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha