Search Results : laporan keuangan pt surya toto tahun 2008

Tanggal February 17, 2012 / 9:26 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kenaikan 0,96% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) cukup untuk menegaskan bahwa trend dari indeks Dow Jones Industrial (DJI), saat ini memang masih belum berupa trend turun.  Meskipun demikian, kenaikan ini belum memberikan signal positif yang baru karena posisi terakhirnya masih berada pada kisaran flat 12750-12950 yang merupakan kisaran indeks DJI semenjak awal Februari.
Sentimen positif yang ada, diperkirakan akan menguji signal bearish yang kemarin muncul pada IHSG. Hanya penembusan kisaran resisten 3940-3955, yang akan membuat IHSG kembali dalam trend naik.
Kemarin, tidak kurang dari saham ASII, GGRM, MAPI, TINS, SMGR, INDF, UNTR, UNVR,AALI dan JSMR ditutup dibawah suport (signal negatif). Saham-saham perbankan (terutama BMRI dan BBNI) juga terlihat berada pada suport yang kuat. Hari ini, kita harus melihat apakah saham-saham tersebut mampu menembus resistennya. Posisi SpecBuy sebaiknya hanya dilakukan jika harga terlihat kuat diatas resisten.

Global Outlook
R
egional bergerak rally kali  ini berkat indeks utama di bursa AS yang melonjak tajam menyusul baiknya data ekonomi termasuk klaim pengangguran dan sektor perumahan. Selain itu, optimisme mengenai bailout kedua Yunani yang kemungkinan teralisasi pekan depan turut menambah sentimen.
Indeks SP 500 berhasil cetak level tertingginya dalam 9 bulan terakhir, sedangkan indeks Dow Jones raih level tertinggi sejak Mei 2008. Sinyal positif perekonomian AS terlihat dari laporan tunjangan klaim pengangguran mingguan diluar dugaan turun 348 ribu dari ekspektasi 364 ribu, angka terendah sejak Maret 2008. Sementara data pembangunan perumahan di Januari naik 700 ribu dari sebelumnya 690 ribu.
Kabar baik lainnya didapat dari Eropa, dimana pemerintah Eropa tengah mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga pinjaman darurat Yunani dan menggunakan kontribusi dari Bank Sentral Eropa. Ini memberi angin segar bagi Yunani dari kemungkinan default.
Sebagaimana kita ketahui, Yunani akan mendapatkan kucuran dana untuk membayar utang jatuh tempo pada 20 Maret nanti. Yunani harus membayar sekitar 14,5 miliar euro pada tanggal itu, itu sulit dilakukan bila tidak mendapat bailout. Masih belum jelas bagaimana Uni Eropa bisa menahan bailout tanpa membiarkan Yunani default.
Padahal Yunani telah memenuhi dua syarat lagi, yaitu memberikan pernyataan tertulis sanggup melaksanakan penghematan, dan menemukan pos-pos untuk pemangkasan 325 juta euro  yang belum sempat disebut dalam pemotongan anggaran 3,3 miliar euro tahun  ini. Tapi ternyata tidak serta merta bantuan dikucurkan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan koreksinya. Pada perdagangan kemarin, Kamis (16/2), IHSG turun 25,437 poin (0,64%) ke level 3.927,608. Sementara Indeks LQ 45 melemah 5,642 poin (0,82%) ke level 681,553.
Belum adanya sentimen baru ke bursa membuat investor memilih mengamankan portofolionya. Kecemasan masalah krisis utang Eropa masih menjadi pemberat utama pergerakan IHSG. Para pejabat Eropa menunda bailout kedua terhadap Yunani, sehingga mencuatkan kembali risk aversion.
Ada delapan sektor yang mencatatkan penurunan. Tiga sektor dengan penurunan paling dalam di antaranya: sektor aneka industri yang turun 1,77%, sektor konsumer yang turun 1,73%, dan sektor manufaktur yang turun 1,66%. Sementara, dua sektor yang naik adalah sektor keuangan dan konstruksi dengan kenaikan masing-masing 0,84% dan 0,55%.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Astra Internasional (ASII), Astra Agro (AALI), Unilever (UNVR), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Sepatu Bata (BATA), Merck (MERK), Surya Toto (TOTO), dan Fastfood (FAST).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
enurunan IHSG di bawah support 3.930 bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG. Kondisi ini didukung pula dengan indikator RSI dan stochastic yang masih bergerak di area negatif. Sedangkan candlestick yang membentuk black body masih menunjukkan potensi seller. Kami melihat bahwa saat ini IHSG akan kembali menguji level support-nya di 3.896, yang sekaligus akan mengakhiri pola flat-nya, untuk mengejar target bearish menuju area 3.875 – 3.750 jika support tersebut ditembus. Sebaliknya, jika support dipertahankan, maka hal ini akan memperpanjang pola flat IHSG di ksaran 3.896 – 4.040. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.896 – 3.950.

R3    3,987
R2    3,970
R1    3,949
   
Pivot    3,931
   
S1    3,910
S2    3,893
S3    3,872

Stock Pick
MAPI

M
oving average mulai terlihat downtrend, menunjukkan bahwa trend MAPI saat ini sedang bergerak bearish. Indikator RSI dan stochastic pun masih berada di zona negatif. Kondisi tersebut makin mendukung pola bearish tersebut. Kami melihat bahwa pergerakan MAPI selanjutnya akan mencoba menguji level support-nya di 5.00, sehingga akan terbentuk sebuah pola reversal rounding top. Jika support support ditembus, maka hal ini bisa mengkonfirmasi penurunan menuju area 3.800.
Rekomendasi     : Sell if breakout 5.000
Support                : 5.000, 4.625
Resistance          : 5.600, 6.150

BBCA

S
ecara keseluruhan trend BBCA masih bearish, ditunjukkan dengan pergerakan moving average yang masih downtrend. Namun sinyal-sinyal reversal mulai terlihat. Dimulai dengan terbentuknya pola hammer pada candlestick. Selain itu, indikator stochastic mulai terlihat divergence dan berpeluang golden cross, sementara RSI juga sudah mendekati oversold. Terlihat pula bahwa saat ini harga masih tertahan di area support 7.200. Jika support tersebut masih dipertahankan BBCA mempunyai potensi rebound ke area 7.600 – 7.700.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 7.200, target 7.600
Support                : 7.200, 7.050
Resistance          : 7.450, 7.600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/tembus-resisten-3940-3955-ihsg-rebound.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha