Search Results : laporan keuangan pt mayora 5 tahun terakhir

Tanggal November 02, 2012 / 9:13 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dengan adanya penguatan bursa regional, yang menyusul rally Wall Street, seharusnya IHSG berpeluang untuk rebound hari ini.
Dengan usainya musim laporan keuangan emiten, investor lokal akan mencari panduan baru dan kebetulan saham Asia bergerak positif.  Indeks regional melaju berkat Wall Street yang dipicu oleh data ekonomi AS. Serangkaian data itu mengindikasikan momentum pemulihan.
Setelah terkoreksi di sesi sebelumnya karena aksi ambil untung, IHSG akan coba bangkit hari ini. Data inflasi dan perdagangan yang cukup bagus ternyata tidak mampu menggugah minat beli. Banyak Investor yang lebih suka merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga selama musim laporan keuangan.
Namun kejatuhan indeks berhasil dikurangi menjelang akhir perdagangan. Ini bisa menjadi indikasi indeks mencapai bottom jangka pendek dan berpeluang untuk menanjak lagi. Kalau berpatokan pada sentimen global, IHSG bisa bergerak positif. Indeks Hang Seng sudah menguat 1% pagi ini. Namun, tidak tertutup kemungkinan masih ada aksi ambil untung. Kemarin, pemain asing melakukan net sell sebesar Rp. 445,20 miliar.

Global Outlook
Saham Asia rally hari ini, menyusul laju Wall Street, dipicu oleh data ekonomi AS  yang mengembalikan minat akan risiko.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,5%. Indeks Nikkei naik 11,2% dan indeks Hang Seng melesat 1%. Pergerakan ini mengikuti Wall Street, di mana indeks Dow Jones juga naik 1%.  Penguatan bursa AS terjadi setelah data menunjukkan stabilisasi dalam tren pemulihan global, terutama di dua ekonomi top dunia, AS dan China.
Setelah data manufaktur China, pasar menyambut serangkaian data AS, yang antara lain sentiment konsumen, ISM manufaktur dan ADP Employment Change. Data ADP menunjukkan lapangan kerja swasta bertambah 158 ribu di Oktober. ISM manufaktur stabil di 51. Survei bisnis dan data kemarin juga menunjukkan ekonomi besar Asia sedang pulih.
Data ADP menimbulkan ekspektasi angka payroll, yang diumumkan malam nanti, juga akan menunjukkan peningkatan yang substansial. Pertumbuhan lapangan kerja yang besar menjadi bukti penting akan pemulihan ekonomi. Payroll merupakan data terakhir menjelang pemilu presiden pada 6 Nopember nanti.
Namun sebelum itu, pasar akan mencermati data manufaktur dari Eropa, yang kemungkinan akan menunjukkan semakin dalam kontraksinya.

Review IHSG
K
oreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut ditengah penguatan bursa Asia lainnya. Pada penutupan perdagangan, Kamis (1/11/2012), IHSG turun 14,929 poin (0,34%) ke level 4.335,362.
Minimnya katalis menyusul berakhirnya masa laporan kinerja emiten membuat investor lebih memilih untuk melepas saham-saham. Selain itu, investor juga mengantisipasi data inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi di Oktober 2012 mencapai 0,16%. Secara tahunan alias year on year inflasi Oktober 2012 mencapai 4,61%, sedikit lebih tinggi dari prediksi pasar.
Sentimen dari regional sebenarnya cenderung positif setelah rilisan data manufaktur China yang mengalami pertumbuhan. Data tersebut membuat mayoritas bursa Asia menghijau. Hijaunya bursa Asia tersebut berhasil mendorong minat beli investor di penghujung perdagangan. Namun tetap saja aksi beli tersebut gagal mengangkat IHSG ke zona hijau.
Saham-saham yang naik diantaranya Indo Tambangraya (ITMG), Indocement (INTP), HM Sampoerna (HMSP), dan Indosat (ISAT).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Merck (MERK), Gudang Garam (GGRM), Multi Prima Sejahtera (LPIN), Excelcomindo Pratama (EXCL), Mayora (MYOR).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
ertahan di atas support 4.300 dengan membentuk pola hammer di candlestick bisa menjadi indikasi rebound bagi IHSG. Namun, secara keseluruhan trend masih flat, dengan kisaran support di 4.300 dan resistance 4.365. Kalaupun terjadi rebound, kemungkinan rebound tersebut akan terbatas pada area resistance tersebut. Hanya penutupan di atas 4.365 yang bisa membuka potensi bullish continuation menuju area 4.400. Sementara trend flat ini akan berbalik bearish jika support di 4.300 ditembus, dengan target koreksi yang lebih dalam menuju area 4.240 – 4.272. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.365.

R3    4,383
R2    4,360
R1    4,348
   
Pivot    4,324
   
S1    4,312
S2    4,289
S3    4,277

Stock Pick
ITMG

B
ertahan di atas fibonacci retracement 50% serta MA 55 dengan pembentukan pola hammer di candlestick. Bisa menjadi indikasi reversal bagi ITMG. Kondisi ini kemudian diperkuat dengan terbentuknya pola white marubozu setelah pembentukan pola hammer tersebut. Selain itu, harga kini sudah kembali berada di atas support 40.800 (sebelumnya resistance). Untuk itu, kami melihat adanya rebound lanjutan bagi ITMG, untuk meraih area gap di 42.300 – 43.350.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 40.800, target 43.000
Support                : 40.800, 40.000
Resistance          : 42.300, 43.350

PTBA

H
arga masih bertahan di atas support MA 55, menunjukkan bahwa trend jangka menengah PTBA masih terjaga. Candlestick yang membentuk white opening marubozu serta golden cross pada stochastic memberi potensi kenaikan lanjutan. Saat ini harga masih tertahan di resistance MA 10 di 16.100. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi kenaikan lanjutan menuju area 16.500 – 17.000.
Rekomendasi     : Buy breakout 16.100, stop loss 15.800, target 16.500
Support                : 15.800, 15.650
Resistance          : 16.500, 17.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ikuti-jejak-wall-streer-ihsg-rebound.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ikuti-jejak-wall-streer-ihsg-rebound.html

Tanggal July 13, 2012 / 8:01 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kekhawatiran bahwa bursa Amerika bakal terkoreksi dalam akibat banyaknya berita-berita negatif yang bermunculan, ternyata tidak terjadi.  Koreksi 0,25% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial semalam, sentimennya lebih cenderung positif. 
Sentimen positif ini, membuat IHSG hari ini cenderung bergerak flat naik pada kisaran 3960-4025.  Penembusan atas suport atau resisten tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan trend jangka menengah untuk IHSG.

Global Outlook
Para investor menantikan hasil rilisan data PDB China yang dijadwalkan rilis pukul 09.00 pagi ini.
Investor ragu mengambil posisi menjelang laporan tersebut yang diperkirakan akan menunjukkan ekonomi terbesar kedua dunia itu mencatat pertumbuhan terendahnya dalam tiga tahun terakhir. Prediksi adanya perlambatan 7,7% dari 8,1%.
Sejak awal perdagangan bursa saham Asia kali ini sempat mengalami recovery pasca kejatuhan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menepis kejatuhan yang dialami bursa saham AS semalam untuk keenam sesi berturut-turut.
Bayang-bayang kekhawatiran akan lemahnya pertumbuhan ekonomi global dan krisis utang Eropa membuat beberapa bank sentral melakukan pelonggaran melalui pemangkasan suku bunga. Tapi upaya pelonggaran moneter beberapa bank sentral gagal mengembalikan semangat pasar, yang lebih terfokus dengan isu perlambatan ekonomi global, para analis memperkirakan kelanjutan penurunan menjelang musim laporan keuangan. Pasar takut banyak perusahaan yang akan merevisi turun proyeksi laba dan pendapatannya.
Kabar tidak mengenakkan datang dari Eropa, dimana lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service kembali memangkas obligasi pemerintah Italia dua tingkat, yaitu dari “A3” menjadi “Baa2”. Moody juga memberikan outlook negatif untuk obligasi Italia tersebut.

Review IHSG
S
etelah mengalami kenaikan pada dua sesi perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi. Pada penutupan perdagangan Kamis (12/7/2012), IHSG ditutup merosot 35,013 poin (0,88%) ke level 3.984,120.
Suramnya prospek ekonomi global menyusul lemahnya data-data ekonomi di berbagai negara menjadi pemicu utama aksi profit taking tersebut. Sentimen negatif lainnya datang dari AS setelah tidak adanya sinyal The Fed untuk melakukan kebijakan quantitative easing (QE) pada FOMC minutes.
Hampir seluruh sektor saham mengalami penurunan, kecuali sektor infrastruktur, yang naik 0,06%.
Saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Gudang Garam (GGRM), Bukit Asam (PTBA), dan Mayora (MYOR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Taisho (SQBI), Sarana Menara (TOWR), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Surya Citra (SCMA).

Ulasan Teknikal
IHSG

Tr
end jangka pendek IHSG mulai bearish seiiring dengan ditembus-nya support trend-line, yang juga merupakan level psikologi di 4.000. IHSG bahkan ditutup dibawah support tersebut dengan membentuk pola long black candlestick. Pola tersebut mengindikasikan adanya bearish continuation, terlebih indikator stochastic pun masih bearish crossover. Support selanjutnya IHSG di 3.950 akan diuji. Jika ditutup di bawah support tersebut, IHSG berpeluang melemah lebih jauh ke area 3.850 – 3.800. Sementara itu, sinyal positif hanya akan didapat jika IHSG kembali bergerak di atas resistance 4.000 – 4.010. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.950 – 4.010.

R3    4,060
R2    4,037
R1    4,011
   
Pivot    3,987
   
S1    3,961
S2    3,937
S3    3,911

Stock Pick
BBCA

M
ulai bergerak bullish untuk trend jangka pendek, namun penguatan BBCA masih tertahan di area resistance 7.500. Indikator stochastic sudah golden cross, sementara RSI mulai masuk area positif. Kondisi tersebut memungkinkan BBCA untuk kembali melanjutkan kenaikannya untuk menguji resistance tersebut. Jika ditembus, maka akan mengkonfirmasi trend bullish jangka menengah untuk meraih target berikutnya di area 7.750– 8.000.
Rekomendasi     : Buy break 7.500, stop loss 7.300, target 7.750 – 7.900
Support                : 7.300, 7.150
Resistance          : 7.500, 7.750

BBRI

G
agal menembus resistance 6.800 dan membentuk bearish engulfing pada candlestick bisa menjadi sinyal reversal bagi BBRI. Indikator RSI pun sudah overbought, sementara stochastic dead cross. Pola bearish juga terlihat dari harga yang mulai bergerak di bawah MA 10. Dengan begitu, trend jangka pendek BBRI kini mulai bergerak bearish. Konfirmasi penurunan selanjutnya akan ditentukan dengan ditembusnya support di 6.500. Jika ditembus, penurunan bisa berlanjut menuju area 6.350 – 6.150.
Rekomendasi     : Sell breakout 6.500
Support                : 6.500, 6.350
Resistance          : 6.800, 7.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html

Tanggal June 26, 2012 / 8:15 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Tidak adanya perkembangan baru dalam krisis Eropa membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam bergerak turun 1,09% dan ditutup diatas level psikologis 12500.
Sentimen negatif ini, masih ditambah dengan harga batubara yang masih masih meluncur turun 0,78%, dari US$83.75 menjadi US$83.1.
Dengan sentimen bearish yang ada, IHSG bakal menguji suport kuat di gap 3827-3849. Posisi IHSG dan DJI yang berada diatas suport, membuat posisi Buy on Weakness menjadi menarik. Meskipun demikian, pemodal sebaiknya sadar resiko, karena Jika suport 3827-3849 gagal bertahan, IHSG bakal memiliki potensi koreksi hingga 3600-3700.

Global Outlook
P
enutupan bursa saham Eropa dan AS kemarin yang negatif, membuat pergerakan bursa regional pagi ini masih sulit untuk bergerak positif. Hal ini karena sikap investor yang skeptis jelang pertemuan para pemimpin Eropa pekan ini.
Para pemimpin Eropa akan mengadakan pertemuan lagi pada 28-29 Juni nanti. Seperti biasa, setiap pertemuan resmi selalu diharapkan menghasilkan langkah kongkrit. Tapi tetap ada kemungkinan pasar akan kecewa lagi. Alhasil, masih sulit lepas dari tekanan bila pertemuan itu tidak menghasilkan perkembangan berarti.
Para analis memandang pertemuan itu hanya akan menghasilkan retorika soal komitmen menuju integrasi fiskal, tidak ada gebrakan baru. Isu yang kemungkinan dibahas dalam pertemuan itu antara lain surat berharga zona euro, yang berbentuk Eurobonds atau T-bils, dan European Redemption Pact (ERP). Tapi Jerman masih enggan menyetujuinya sampai ada kejelasan soal pengendalian kebijakan fiskal.  Dalam pertemuan itu juga, Yunani akan mengajukan pelonggaran persyaratan bailout. Tapi masih kecil kemungkinan akan langsung dikabulkan.
Jadi… apalagi yang mesti dilakukan para pemimpin Eropa di tengah kondisi perlambatan ekonomi global. Sedangkan Kemampuan dan amunisi bank sentral negara maju semakin terbatas dalam membantu pemulihan ekonomi di saat upaya pemerintah memperkuat keuangannya tak kunjung berhasil.
Hal itu disampaikan oleh Bank for International Settlements (BIS) dalam laporan tahunannya yang dipublikasikan kemarin. “Bank sentral didesak untuk memperpanjang stimulus moneter di saat pemerintah terkatung-katungdan pembenahan tertunda,” kata BIS, yang merupakan banknya para bank sentral. “Baik kebijakan moneter akomodatif yang konvensional maupun non konvensional punya batasnya,” tambahnya.
The Fed memperpanjang Operation Twist minggu lalu dan menukar sekitar $267 miliar obligasi jangka pendek dengan jangka panjang. Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya perlu melihat kondisi lapangan kerja sebelum memutuskan pelonggaran lebih lanjut. ECB telah mengucurkan dana sekitar 1 triliun euro ke sistem finansial. Presiden ECB Mario Draghi pernah mengindikasikan bahwa ECB sudah hampir menggunakan semua alatnya setelah memangkas suku bunga dan menyuntikkan likuiditas.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tergelincir pada perdagangan awal minggu ini. Mengakhiri perdagangan, Senin (24/6/2012), IHSG ditutup turun 31,934 poin (0,83%) ke level 3.857,589.
Pelemahan IHSG ini mengikuti mayoritas bursa regional lainnya menyusul adanya sinyal pelambatan ekonomi global. Selain itu, pasar juga masih mengkhawatirkan krisis utang Eropa menjelang pertemuan pejabat Uni Eropa minggu ini.
Sebanyak sembilan sektor menjadi pemberat IHSG, dengan sektor pertambangan menjadi penyumbang penurunan terbesar  yaitu 2,17%. Sementara sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang berhasil menguat yaitu sebesar 0,23%.
Saham-saham yang turun antara lain Astra Agro (AALI), United Tractor (UNTR), Bukit Asam (PTBA), dan Unilever (UNVR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Mayora (MYOR), Lion Metal (LION), Multi Prima (LPIN), dan Surya Citra (SCMA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
embentuk pola bearish engulfing pada candlestick dengan indikator stochastic yang dead cross bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG. Pola bearish juga terlihat dari pergerakan MA 10 dan 55 yang sudah downtrend. Namun begitu, konfirmasi bearish sebenarnya masih akan ditentukan dengan ditembusnya support di 3.843. Selama support bertahan, IHSG masih mempunyai potensi rebound untuk meraih resistance di area 3.909 – 3.925. Sebaliknya jika support ditembus, maka trend bearish akan kembali terbentuk, dengan target di area 3.800 – 3.770. Untuk hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.800 -  3.900.

R3    3,929
R2    3,911
R1    3,884
   
Pivot    3,867
   
S1    3,840
S2    3,822
S3    3,795

Stock Pick
PGAS

M
oving average 10 dan 55 masih menunjukkan sinyal bearish, begitu pula dengan indikator stochastic dan RSI yang masih berada di area negatif. Namun harga masih bertahan di area support 3.300. Hal ini bisa menjadi sinyal reversal bagi PGAS. Konfirmasi reversal tersebut akan didapat jika harga bergerak di atas resistance 3.575, dengan target kenaikan berikutnya di area 3.650 – 3.725.
Rekomendasi     : Hold
Suport                  : 3.300, 3.225
Resistance          : 3.575, 3.650

SCMA

D
alam enam bulan terakhir ini, pergerakan SCMA seperinya telah membentuk pola cup and handle, dengan area support di 8.000, serta resistance di 9.500. Kini, resistance tersebut telah berhasil ditembus. Untuk itu, kami melihat pola bullish continuation bagi SCMA untuk meraih target kenaikan berikutnya di area 11.000.
Rekomendasi     : Buy ( best price entry@9.600), stop loss 9.200 target 10.500
Support                : 9.500,  9.200
Resistance          : 10.800, 12.500

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eropa-masih-menghantui-sentimen-ihsg-bearish.html

Tanggal June 15, 2012 / 8:58 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Pemilu ulang di Yunani, akan dilangsungkan pada hari Minggu. Pada saat yang hampir bersamaan, pasar juga berspekulasi bahwa para pemimpin negara-negara G20 yang bakal bertemu di Mexico minggu depan, bakal melakukan langkah-langkah untuk menstabilkan pasar finansial dengan menjaga ketersediaan likuiditas.
Semua perkembangan ini, pagi ini disikapi pasar Asia dengan sangat berhati-hati. Meskipun indeks Dow Jones Industrial (DJI) naik 1,24 persen, indeks Nikkei dan Kospi pagi ini hanya relatif bergerak flat.
IHSG kemarin ditutup dengan signal bearish setelah suport di 3825 gagal bertahan. Meskipun demikian, kenaikan yang terjadi pada indeks DJI diperkirakan bakal membawa IHSG untuk mengalami resisten testing. IHSG hari ini bakal bergerak bervariasi pada kisaran lebar 3750-3825. Hanya penutupan diatas 3825 yang akan memberikan signal positif.

Global Outlook
K
inerja bursa saham regional masih terhambat awal pembukaan perdagangan kali ini, di tengah masih adanya kekhawatiran mengenai Spanyol dan Italia, serta menjelang pemilu Yunani.
Meski terhambat, sentimen positif masih muncul dari AS yang semalam indeks utamanya mencatat kenaikan yang cukup tajam. Kenaikan indeks utama AS tidak lepas sambutan baik investor terhadap upaya pemimpin dunia akan mengambil langkah strategis secara koordinasi untuk mengatasi permasalah keuangan global.
Langkah tersebut diambil pada saat yang hampir bersamaan,  para pemimpin negara-negara G20 yang bakal bertemu di Mexico minggu depan.
Selain itu, laporan klaim tunjangan pengangguran naik sebesar 6.000 menjadi 386.000 pada pekan lalu dan inflasi harga konsumen pada bulan Mei turun 0,3%, angka terendah dalam dua tahun terakhir. Dengan mempertimbangkan serangkaian data ekonomi AS yang tidak baik ini, menuai harapan investor akan langkah lebih lanjut Federal Reserve pada rapat regularnya pekan depan dalam upaya meningkatkan perekonomian melalui pelonggaran moneter lanjutan.
Investor sebenarnya masih diselimuti keresahan menjelang pemilu Yunani akhir pekan ini. Pasar takut kalau yang menang dalam pemilu itu adalah partai anti bailout, berpotensi membawa Yunani keluar dari euro.  Dalam skenario terburuk, keluarnya Yunani bisa memicu instabilitas di kawasan Eropa.
Sempat ada spekulasi Uni Eropa bersedia melonggarkan persyaratan bailout Yunani siapapun yang menang pemilu, ini menjadi salah satu faktor yang mengangkat euro. Tapi, ini baru sekedar rumor, belum dikonfirmasi, lagi pula tanpa persetujuan Jerman, tidak mungkin itu bisa terwujud.

Review IHSG
T
urun semakin dalam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di area 3.700. Pada penutupan perdagangan, Kamis (14/6/2012), IHSG anjlok 68,843 poin (1,79%) ke level 3.791,618.
Kekhawatiran krisis Eropa kembali mencuat menyusul diturunkannya peringkat kredit Spanyol dan Siprus. Selain itu, pasar juga mengantipasi hasil pemilu Yunani yang akan berlangsung di minggu mendatang.
Kecemasan akan krisis utang Eropa terseut telah membuat mayoritas bursa regional bertumbangan. Penurunan IHSG pada hari itu merupakan koreksi terbesar diantara bursa regional lainnya.
Tidak ada satu sektor pun yang berhasil mendarat di zona merah. Tiga sektor dengan penurunan paling besar yaitu sektor aneka industri yang turun 2,94%, sektor konstruksi yang turun 2,89%, dan sektor perdagangan yang turun 2,15%.
Saham-saham yang turun antara lain United Tractor (UNTR), Sona Topas (SONA), Surya Esa (ESSA), dan Indomobil (IMAS).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Mayora (MYOR), Indo Tambangraya (ITMG), Citra Turbindo(CTBN), dan Tiga Raksa (TGKA).

Ulasan Teknikal
IHSG

D
i tutup di bawah support 3.800, serta MA 10 kembali membuat trend IHSG menjadi bearish. Indikator stochastic serta terbentuknya pola long black candlestick makin mempertegas pola bearish tersebut. Kami melihat bahwa penurunan IHSG selanjutnya akan fokus menuju area support di 3.734. jika berhasil ditembus, maka penurunan bisa berlanjut ke area 3.635 – 3.600. Sementara sinyal positif akan muncul jika IHSG mampu bertahan di atas resistance saat ini di 3.840, untuk fokus pada rebound berikutnya menuju area 3.879 – 3.909. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.750 – 3.830.

R3    3,925
R2    3,893
R1    3,842
   
Pivot    3,810
   
S1    3,759
S2    3,727
S3    3,677

Stock Pick
PGAS

G
aris trend serta MA 10 dan 55 sudah menunjukkan pola downtrend. Demikian pula dengan indikator RSI dan stochastic yang berada di area negatif. Harga saat ini masih tertahan di area support 3.300. jika ditembus, maka penurunan PGAS selanjutnya akan fokus menuju area 3.075 (FR 50%)  – 2.825 (FR 61.8%).
Rekomendasi     : Sell breakout 3.300
Support                : 3.300, 3.075
Resistance          : 3.550, 3.625

MYOR

T
rend bullish, terlihat dari MA 10 dan 55 yang masih uptrend. Trend bullish tersebut kemudian dipertegas dengan ditembusnya resistance di 22.100 (kini menjadi support). Namun perlu diwaspadai bahwa indikator RSI sudah mulai membentuk bearish divergence, sementara stochastic mulai dead cross di area overbought. Selain itu, target FR 161.8%  dari MYOR sudah tercapai. Untuk itu, kami melihat adanya potensi koreksi bagi MYOR untuk kembali menguji level supportnya di 22.100 tersebut.
Rekomendasi     : Buy on weakness @22.100, stop loss 21.300, target 23.900 – 25.000
Support                : 22.100, 21.500
Resistance          : 23.900, 25.000

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sinyal-positif-dji-redam-kejatuhan-ihsg.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha