Search Results : laporan keuangan pt gudang garam selama 3 tahun terakhir

Tanggal November 02, 2012 / 9:13 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dengan adanya penguatan bursa regional, yang menyusul rally Wall Street, seharusnya IHSG berpeluang untuk rebound hari ini.
Dengan usainya musim laporan keuangan emiten, investor lokal akan mencari panduan baru dan kebetulan saham Asia bergerak positif.  Indeks regional melaju berkat Wall Street yang dipicu oleh data ekonomi AS. Serangkaian data itu mengindikasikan momentum pemulihan.
Setelah terkoreksi di sesi sebelumnya karena aksi ambil untung, IHSG akan coba bangkit hari ini. Data inflasi dan perdagangan yang cukup bagus ternyata tidak mampu menggugah minat beli. Banyak Investor yang lebih suka merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga selama musim laporan keuangan.
Namun kejatuhan indeks berhasil dikurangi menjelang akhir perdagangan. Ini bisa menjadi indikasi indeks mencapai bottom jangka pendek dan berpeluang untuk menanjak lagi. Kalau berpatokan pada sentimen global, IHSG bisa bergerak positif. Indeks Hang Seng sudah menguat 1% pagi ini. Namun, tidak tertutup kemungkinan masih ada aksi ambil untung. Kemarin, pemain asing melakukan net sell sebesar Rp. 445,20 miliar.

Global Outlook
Saham Asia rally hari ini, menyusul laju Wall Street, dipicu oleh data ekonomi AS  yang mengembalikan minat akan risiko.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,5%. Indeks Nikkei naik 11,2% dan indeks Hang Seng melesat 1%. Pergerakan ini mengikuti Wall Street, di mana indeks Dow Jones juga naik 1%.  Penguatan bursa AS terjadi setelah data menunjukkan stabilisasi dalam tren pemulihan global, terutama di dua ekonomi top dunia, AS dan China.
Setelah data manufaktur China, pasar menyambut serangkaian data AS, yang antara lain sentiment konsumen, ISM manufaktur dan ADP Employment Change. Data ADP menunjukkan lapangan kerja swasta bertambah 158 ribu di Oktober. ISM manufaktur stabil di 51. Survei bisnis dan data kemarin juga menunjukkan ekonomi besar Asia sedang pulih.
Data ADP menimbulkan ekspektasi angka payroll, yang diumumkan malam nanti, juga akan menunjukkan peningkatan yang substansial. Pertumbuhan lapangan kerja yang besar menjadi bukti penting akan pemulihan ekonomi. Payroll merupakan data terakhir menjelang pemilu presiden pada 6 Nopember nanti.
Namun sebelum itu, pasar akan mencermati data manufaktur dari Eropa, yang kemungkinan akan menunjukkan semakin dalam kontraksinya.

Review IHSG
K
oreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut ditengah penguatan bursa Asia lainnya. Pada penutupan perdagangan, Kamis (1/11/2012), IHSG turun 14,929 poin (0,34%) ke level 4.335,362.
Minimnya katalis menyusul berakhirnya masa laporan kinerja emiten membuat investor lebih memilih untuk melepas saham-saham. Selain itu, investor juga mengantisipasi data inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi di Oktober 2012 mencapai 0,16%. Secara tahunan alias year on year inflasi Oktober 2012 mencapai 4,61%, sedikit lebih tinggi dari prediksi pasar.
Sentimen dari regional sebenarnya cenderung positif setelah rilisan data manufaktur China yang mengalami pertumbuhan. Data tersebut membuat mayoritas bursa Asia menghijau. Hijaunya bursa Asia tersebut berhasil mendorong minat beli investor di penghujung perdagangan. Namun tetap saja aksi beli tersebut gagal mengangkat IHSG ke zona hijau.
Saham-saham yang naik diantaranya Indo Tambangraya (ITMG), Indocement (INTP), HM Sampoerna (HMSP), dan Indosat (ISAT).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Merck (MERK), Gudang Garam (GGRM), Multi Prima Sejahtera (LPIN), Excelcomindo Pratama (EXCL), Mayora (MYOR).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
ertahan di atas support 4.300 dengan membentuk pola hammer di candlestick bisa menjadi indikasi rebound bagi IHSG. Namun, secara keseluruhan trend masih flat, dengan kisaran support di 4.300 dan resistance 4.365. Kalaupun terjadi rebound, kemungkinan rebound tersebut akan terbatas pada area resistance tersebut. Hanya penutupan di atas 4.365 yang bisa membuka potensi bullish continuation menuju area 4.400. Sementara trend flat ini akan berbalik bearish jika support di 4.300 ditembus, dengan target koreksi yang lebih dalam menuju area 4.240 – 4.272. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.365.

R3    4,383
R2    4,360
R1    4,348
   
Pivot    4,324
   
S1    4,312
S2    4,289
S3    4,277

Stock Pick
ITMG

B
ertahan di atas fibonacci retracement 50% serta MA 55 dengan pembentukan pola hammer di candlestick. Bisa menjadi indikasi reversal bagi ITMG. Kondisi ini kemudian diperkuat dengan terbentuknya pola white marubozu setelah pembentukan pola hammer tersebut. Selain itu, harga kini sudah kembali berada di atas support 40.800 (sebelumnya resistance). Untuk itu, kami melihat adanya rebound lanjutan bagi ITMG, untuk meraih area gap di 42.300 – 43.350.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 40.800, target 43.000
Support                : 40.800, 40.000
Resistance          : 42.300, 43.350

PTBA

H
arga masih bertahan di atas support MA 55, menunjukkan bahwa trend jangka menengah PTBA masih terjaga. Candlestick yang membentuk white opening marubozu serta golden cross pada stochastic memberi potensi kenaikan lanjutan. Saat ini harga masih tertahan di resistance MA 10 di 16.100. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi kenaikan lanjutan menuju area 16.500 – 17.000.
Rekomendasi     : Buy breakout 16.100, stop loss 15.800, target 16.500
Support                : 15.800, 15.650
Resistance          : 16.500, 17.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ikuti-jejak-wall-streer-ihsg-rebound.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ikuti-jejak-wall-streer-ihsg-rebound.html

Tanggal May 29, 2012 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk -  IHSG berhasil mencetak rebound kemarin berkat membaiknya sentimen global. Namun, pengaruh eksternal masih begitu kuat, dan saat ini, masih jauh dari kondusif. Oleh karena itu, IHSG belumlah aman.
Peluang penguatan lanjutan tergantung dengan kondisi regional, dan bursa saham Asia terlihat bergerak negatif hari ini. Kekhawatiran mengenai krisis di Eropa dan perlambatan ekonomi China kemungkinan  masih membayangi bursa Asia.
Saham Asia dan euro tumbang lagi menyusul kenaikan yield obligasi Spanyol, yang menambah kekhawatiran akan kondisi finansial di negara itu. Yield naik ke 6,53%, tertinggi sejak Nopember 2011.  Kenaikan ini menambah beban pemerintah, di saat harus menyelamatkan sektor perbankan. 
Gejolak nilai tukar rupiah juga dapat mempengaruhi IHSG. Rupiah masih tertekan oleh beberapa faktor, selain karena kondisi global, lainnya adalah ketatnya likuiditas dollar. Rupiah kemarin sempat menembus level 9.400-an. 
IHSG saat ini akan kembali menguji resistance berikutnya di di 3.930. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan lanjutan menuju area 3.970 – 4.000. Sedangkan jika IHSG kembali bergerak di bawah level 3.907, alur bearish bisa kembali berlanjut untuk menjemput support berikutnya di 3.838.

Global Outlook
M
inimnya faktor penggerak dari AS karena libur nasional, membuat sentimen perdagangan Asia kali ini datang dari Eropa.
Kecemasan kembali mencuat setelah tingginya yield Spanyol memicu restrukturisasi utang zona euro makin banyak hambatannya. Yield obligasi Spanyol bertenor 10 tahun melonjak hingga 6,53%, kenaikan tertinggi sejak Nopember tahun lalu. Ini menandakan kesehatan sektor perbankan Spanyol mulai terkena gejala krisis.
Kekhawatiran memburuknya krisis di Spanyol membuat pasar kembali digoncang menyusul berita salah satu daerah otonomi Spanyol, Catalonia, meminta bantuan finansial kepada pemerintah pusat untuk membayar utang tahun ini. Menurut analis, laporan soal Catalonia ini berdampak besar karena mengindikasikan pemerintah Spanyol harus menyuntikkan dana lagi di saat sedang kehabisan uang.
Di saat yang sama, dimana Bankia, yang baru saja dinasionalisasi, butuh dana bailiout tambahan sebesar 15 miliar euro. Meski pemerintah mengumumkan rencana rekapitalisasi Bankia, belum menuntaskan krisis perbankan di Spanyol. Pasar cemas kasus Bankia ini hanya puncak gunung es.
Di tengah ketidakstabilan sektor keuangan Eropa, para pemimpin Eropa sedang mempersiapkan skema untuk mengatasi krisis perbankan, dengan membentuk dana yang dapat digunakan untuk menyelamatkan bank bermasalah. Negara Eropa kini mempertimbangkan dana penyelamatan untuk mencegah krisis memburuk. Menurut Sunday Times, skema akan dibiayai oleh pungutan dari bank, dan sedang dirancang bersama dengan proposal Perdana Menteri Italia Mario Monti untuk menjamin semua simpanan nasabah di seluruh Eropa.
Proposal ini akan dibentuk sebagai entitas terpisah, dan dijalankan olah pungutan tahunan yang diberlakukan kepada bank di seluruh Eropa. Pengaman finansial ini diharapkan dapat memitigasi krisis perbankan, memberikan kepastian kelancaran kredit dan menekan yield obligasi pemerintah. Proposal ini membutuhkan persetujuan Jerman, sesuatu yang akhir-akhir ini sulit karena publiknya semakin gerah harus membantu negara tetangga yang kesulitan uang. Selama ini, Jerman memegang porsi terbesar dana bailout karena ekonomi terbesar Eropa.

Review IHSG
S
empat terpuruk di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu berlabuh di zona hijau. Menutup perdagangan Senin (28/05/2012), IHSG naik 16,177 poin (0,41%) ke level 3.918,685.
Penguatan IHSG tak lepas dari positifnya bursa regional menyusul kabar baik yang datang Eropa setelah polling Yunani menunjukkan dukungan terhadap partai yang pro bailout. Kabar tersebut berhasil meredakan kekhawatiran investor akan krisis utang Eropa yang selama ini menghimpit mereka.
Ada delapan sektor yang menopang kenaikan IHSG kemarin. Sektor aneka industri dan infrastruktur mencatat kenaikan terbesar, yaitu masing-masing 0,81% dan 0,72%. Sedangkan, dua sektor yang masih tertekan adalah pertambangan dan barang konsumsi.
Saham-saham yang naik diantaranya Indomobil (IMAS), Astra Agro Lestari (AALI), Roda Vivatex (RDTX), dan XL Axiata (EXCL).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastika (DSSA), Goodyear (GDYR), Gudang Garam (GGRM), dan Asuransi Ramayana (ASRM).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
ertahan di atas garis support 3.850 dengan membentuk pola piercing line pada candlestick bisa menjadi sinyal reversal bagi IHSG. Selain itu, IHSG juga mampu ditutup di atas resistance 3.907, yang sebelumnya menjadi support kuatnya. Indikator stochastic yang sudah oversold dan berpeluang golden cross turut pula mendukung pola reversal tersebut. Kami melihat bahwa IHSG saat ini akan kembali menguji resistance berikutnya di di 3.930. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan lanjutan menuju area 3.970 – 4.000. Sedangkan jika IHSG kembali bergerak di bawah level 3.907, alur bearish bisa kembali berlanjut untuk menjemput support berikutnya di 3.838. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.870 – 3.970.

R3    4,025
R2    3,976
R1    3,948
   
Pivot    3,899
   
S1    3,870
S2    3,822
S3    3,793

Stock Pick
BBNI

M
oving average yang masih berada di atas harga menunjukkan bahwa secara trend BBNI masih bearish. Kondisi bearish juga terlihat dai indikator stochastic dan RSI yang masih berada di zona negatif. Namun pola belt hold pada candlestick bisa menjadi sinyal rebound setelah harga mampu mempertahankan support-nya di 3.550.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss, 3.550, target 3.570
Support                : 3.550, 3.540
Resistance          : 3.750, 4.000

BMRI

P
ergerakan BMRI dalam dua bulan terakhir terlihat masih flat dan bergerak di kisaran support 6.650, serta resistance di 7.450. Sementara itu, sinyal rebound kembali muncul kemarin setelah support di 6.650 mampu dipertahankan. Pola long white Candlestick menunjukkan aksi beli kembali muncul setelah support tersebut gagal ditembus. Dengan kondisi stochastic yang kembali bullish crossover, kami melihat potensi rebound bagi BMRI untuk kembali meraih resistance di 7.450.
Rekomendasi     : HOLD
Support                : 6.850, 6.650
Resistance          : 7.200, 7.450

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pengaruh-eksternal-ihsg-belum-aman.html

Tanggal February 02, 2012 / 9:14 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kenaikan indeks Dow Jones Industrial (DJI) sebenarnya hanya tipis, 0,66% dengan posisi penutupan masih dibawah kisaran resisten 12.750-12.850. Akan tetapi, kenaikan yang terjadi, telah mengubah trend turun jangka pendek setidaknya menjadi trend flat.
IHSG sendiri kemarin berhasil ditutup menembus resisten 3960. Penembusan ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali menguji resisten di 3992-4025.  Jika resisten di 3992 ditembus, trend jangka menengah IHSG bakal berubah dari turun menjadi flat.
Kenaikan BBM Subsidi, biasanya memiliki sentimen negatif pada pergerakan IHSG. Apakah IHSG lebih melihat pada sentimen regional dibandingkan dengan sentimen kenaikan BBM Subsidi? Apakah arah dari Bursa Regional memang sudah kembali menjadi naik? Itu yang harus kita lihat dalam beberapa hari kedepan.Resisten 3992 adalah resisten penting. Jika resisten ini ditembus, mulailah melakukan akumulasi, meski dengan strategi ‘Buy On Weakness’.

Global Outlook
P
enguatan yang ditorehkan bursa regional pada awal perdagangan kali ini tidak lepas dari sektor manufaktur baik di China, Jerman dan AS yang mengesankan. Data tersebut juga berhasil menghijaukan bursa saham global berkat. Data manufaktur mengesampingkan data ADP Employment Change, yang menunjukkan laporan kerja sektor swasta AS turun 170.000 selama Januari dari bulan sebelumnya 292.000 ribu.
Bursa saham yang diawal perdagangan Asia kemarin menguat karena terangkat karena indeks PMI manufaktur China versi pemerintah naik ke 50,5 di Januari dari 50,3 di Desember, mengindikasikan sektor itu stabil. Sedangkan di AS, ISM Manufacturing bulan Januari naik 54,1 dari data sebelumnya 53,9, hasil ini menandakan pertumbuhan tercepat dalam tujuh bulan terakhir. Dengan membaiknya data manufaktur menunjukkan bahwa tidak adanya kontraksi yang terjadi dan perekonomian telah mencatat pertumbuhan sehingga memicu risk appetite.
Pergerakan bursa regional termasuk indeks Nikkei menguat, meski mata uang yen terus menguat dan banyak emiten mengumumkan kinerja keuangan yang buruk, karena hal itu memang sudah diperkirakan. Indeks yang stabil mempertahankan posisinya. Optimisme mengenai saham Jepang dan harapan akan pemulihan ekonomi AS menjadi faktor yang mengangkat Nikkei 4,1% selama Januari. Hasil polling Reuters memperlihatkan manajer investasi Jepang memangkas bobot saham global dalam portofolio karena kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa, tapi mereka menambah bobot saham Jepang, karena dianggap bervaluasi menarik.
Di Korsel, masih maraknya aktifitas pembelian saham investor asing membuat indeks Kospi terus mencetak level tertingginya tahun ini. Sedangkan indeks Hang Seng yang kemarin sempat terkoreksi, kini berhasil rebound.

Review IHSG
D
i saat mayoritas bursa regional memerah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil mempertahankan penguatannya.
Perdagangan diwarnai dengan pergerakan yang cukup fluktuatif, dimana 156 saham berhasil naik, 72 saham turun, dan 83 saham lainnya flat. Kenaikan IHSG kali ini ditopang oleh penguatan tujuh sektor. Sektor konstruksi memimpin penguatan, naik sebesar 1,61%. Disusul, sektor perdagangan yang menguat 1,44%. Adapun, tiga sektor yang melemah, yaitu sektor aneka industri, sektor infrastruktur, dan perkebunan.
Menutup perdagangan Rabu (1/2/2012), IHSG menguat 23,283 poin (0,59%) ke level 3964,976. Indeks LQ 45 juga menguat 2,862 poin (0,42%) ke level 695,019.
Saham-saham yang naik antara lain United Tractor (UNTR), BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Astra International (ASII), Telkom (TLKM), PGN (PGAS), dan Astra Agro Lestari (AALI).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
ampu bertahan di atas resistance 3.950 seharusnya bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG, meski saat ini IHSG masih tertahan di area resistance di 3.975. Indikator stochastic pun terlihat masih mengarah downtrend. Jika terjadi breakout pada resistance tersebut IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannnya menuju area 3.997 – 4.030. Sementar level support IHSG kini bergeser ke area 3.936, jika ditembus, IHSG akan kembali bergerak menuju area 3.900 – 3.894. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.936 – 4.000.

R3    4,003
R2    3,984
R1    3,975
   
Pivot    3,956
   
S1    3,946
S2    3,927
S3    3,918

Stock Pick
BSDE

R
esistance BSDE di 1.070 terlah berhasil ditembus. Dengan ditembusnya resistance tersebut, maka hal tersebut sekaligus mengkonfirmasi bullish continuation. Indikator stochastic masih golden cross, sementara RSI mulai mendekati area overbought. Namun begitu, kami masih melihat adanya potensi kenaikan BSDE untuk meraih area 1.200 (resistance channel) hingga area 1.250 (FR 261.8%).
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 1.070, target 1.200
Support                : 1.070, 1.030
Resistance          : 1.200, 1.250

BUMI

M
oving average terlihat mulai bergerak uptrend, indikator stochastic dan RSI masih menunjukkan positif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa BUMI berpeluang uptrend. Namun, penguatan BUMI tersebut sepertinya akan mendapat halangan di resistance 2.625. Jika resistance gagal ditembus, harga kemungkinan akan kembali terkoreksi ke area 2.425 – 2.350,. Namun jika resistance tersebut ditembus, penguatan BUMI bisa berlanjut menuju area 2.800– 2.900.
Rekomendasi     : Hold, stop loss 2.400, target 2.625 – 2.900
Support                : 2.425, 2.350
Resistance          : 2.625, 2.800

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-tembus-3960-target-berikutnya-3992-4025.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha