Search Results : laporan keuangan pt gudang garam 5 tahun terakhir

Tanggal November 02, 2012 / 9:13 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dengan adanya penguatan bursa regional, yang menyusul rally Wall Street, seharusnya IHSG berpeluang untuk rebound hari ini.
Dengan usainya musim laporan keuangan emiten, investor lokal akan mencari panduan baru dan kebetulan saham Asia bergerak positif.  Indeks regional melaju berkat Wall Street yang dipicu oleh data ekonomi AS. Serangkaian data itu mengindikasikan momentum pemulihan.
Setelah terkoreksi di sesi sebelumnya karena aksi ambil untung, IHSG akan coba bangkit hari ini. Data inflasi dan perdagangan yang cukup bagus ternyata tidak mampu menggugah minat beli. Banyak Investor yang lebih suka merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga selama musim laporan keuangan.
Namun kejatuhan indeks berhasil dikurangi menjelang akhir perdagangan. Ini bisa menjadi indikasi indeks mencapai bottom jangka pendek dan berpeluang untuk menanjak lagi. Kalau berpatokan pada sentimen global, IHSG bisa bergerak positif. Indeks Hang Seng sudah menguat 1% pagi ini. Namun, tidak tertutup kemungkinan masih ada aksi ambil untung. Kemarin, pemain asing melakukan net sell sebesar Rp. 445,20 miliar.

Global Outlook
Saham Asia rally hari ini, menyusul laju Wall Street, dipicu oleh data ekonomi AS  yang mengembalikan minat akan risiko.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,5%. Indeks Nikkei naik 11,2% dan indeks Hang Seng melesat 1%. Pergerakan ini mengikuti Wall Street, di mana indeks Dow Jones juga naik 1%.  Penguatan bursa AS terjadi setelah data menunjukkan stabilisasi dalam tren pemulihan global, terutama di dua ekonomi top dunia, AS dan China.
Setelah data manufaktur China, pasar menyambut serangkaian data AS, yang antara lain sentiment konsumen, ISM manufaktur dan ADP Employment Change. Data ADP menunjukkan lapangan kerja swasta bertambah 158 ribu di Oktober. ISM manufaktur stabil di 51. Survei bisnis dan data kemarin juga menunjukkan ekonomi besar Asia sedang pulih.
Data ADP menimbulkan ekspektasi angka payroll, yang diumumkan malam nanti, juga akan menunjukkan peningkatan yang substansial. Pertumbuhan lapangan kerja yang besar menjadi bukti penting akan pemulihan ekonomi. Payroll merupakan data terakhir menjelang pemilu presiden pada 6 Nopember nanti.
Namun sebelum itu, pasar akan mencermati data manufaktur dari Eropa, yang kemungkinan akan menunjukkan semakin dalam kontraksinya.

Review IHSG
K
oreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut ditengah penguatan bursa Asia lainnya. Pada penutupan perdagangan, Kamis (1/11/2012), IHSG turun 14,929 poin (0,34%) ke level 4.335,362.
Minimnya katalis menyusul berakhirnya masa laporan kinerja emiten membuat investor lebih memilih untuk melepas saham-saham. Selain itu, investor juga mengantisipasi data inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi di Oktober 2012 mencapai 0,16%. Secara tahunan alias year on year inflasi Oktober 2012 mencapai 4,61%, sedikit lebih tinggi dari prediksi pasar.
Sentimen dari regional sebenarnya cenderung positif setelah rilisan data manufaktur China yang mengalami pertumbuhan. Data tersebut membuat mayoritas bursa Asia menghijau. Hijaunya bursa Asia tersebut berhasil mendorong minat beli investor di penghujung perdagangan. Namun tetap saja aksi beli tersebut gagal mengangkat IHSG ke zona hijau.
Saham-saham yang naik diantaranya Indo Tambangraya (ITMG), Indocement (INTP), HM Sampoerna (HMSP), dan Indosat (ISAT).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Merck (MERK), Gudang Garam (GGRM), Multi Prima Sejahtera (LPIN), Excelcomindo Pratama (EXCL), Mayora (MYOR).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
ertahan di atas support 4.300 dengan membentuk pola hammer di candlestick bisa menjadi indikasi rebound bagi IHSG. Namun, secara keseluruhan trend masih flat, dengan kisaran support di 4.300 dan resistance 4.365. Kalaupun terjadi rebound, kemungkinan rebound tersebut akan terbatas pada area resistance tersebut. Hanya penutupan di atas 4.365 yang bisa membuka potensi bullish continuation menuju area 4.400. Sementara trend flat ini akan berbalik bearish jika support di 4.300 ditembus, dengan target koreksi yang lebih dalam menuju area 4.240 – 4.272. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.365.

R3    4,383
R2    4,360
R1    4,348
   
Pivot    4,324
   
S1    4,312
S2    4,289
S3    4,277

Stock Pick
ITMG

B
ertahan di atas fibonacci retracement 50% serta MA 55 dengan pembentukan pola hammer di candlestick. Bisa menjadi indikasi reversal bagi ITMG. Kondisi ini kemudian diperkuat dengan terbentuknya pola white marubozu setelah pembentukan pola hammer tersebut. Selain itu, harga kini sudah kembali berada di atas support 40.800 (sebelumnya resistance). Untuk itu, kami melihat adanya rebound lanjutan bagi ITMG, untuk meraih area gap di 42.300 – 43.350.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 40.800, target 43.000
Support                : 40.800, 40.000
Resistance          : 42.300, 43.350

PTBA

H
arga masih bertahan di atas support MA 55, menunjukkan bahwa trend jangka menengah PTBA masih terjaga. Candlestick yang membentuk white opening marubozu serta golden cross pada stochastic memberi potensi kenaikan lanjutan. Saat ini harga masih tertahan di resistance MA 10 di 16.100. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi kenaikan lanjutan menuju area 16.500 – 17.000.
Rekomendasi     : Buy breakout 16.100, stop loss 15.800, target 16.500
Support                : 15.800, 15.650
Resistance          : 16.500, 17.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ikuti-jejak-wall-streer-ihsg-rebound.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ikuti-jejak-wall-streer-ihsg-rebound.html

Tanggal July 13, 2012 / 8:01 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kekhawatiran bahwa bursa Amerika bakal terkoreksi dalam akibat banyaknya berita-berita negatif yang bermunculan, ternyata tidak terjadi.  Koreksi 0,25% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial semalam, sentimennya lebih cenderung positif. 
Sentimen positif ini, membuat IHSG hari ini cenderung bergerak flat naik pada kisaran 3960-4025.  Penembusan atas suport atau resisten tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan trend jangka menengah untuk IHSG.

Global Outlook
Para investor menantikan hasil rilisan data PDB China yang dijadwalkan rilis pukul 09.00 pagi ini.
Investor ragu mengambil posisi menjelang laporan tersebut yang diperkirakan akan menunjukkan ekonomi terbesar kedua dunia itu mencatat pertumbuhan terendahnya dalam tiga tahun terakhir. Prediksi adanya perlambatan 7,7% dari 8,1%.
Sejak awal perdagangan bursa saham Asia kali ini sempat mengalami recovery pasca kejatuhan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menepis kejatuhan yang dialami bursa saham AS semalam untuk keenam sesi berturut-turut.
Bayang-bayang kekhawatiran akan lemahnya pertumbuhan ekonomi global dan krisis utang Eropa membuat beberapa bank sentral melakukan pelonggaran melalui pemangkasan suku bunga. Tapi upaya pelonggaran moneter beberapa bank sentral gagal mengembalikan semangat pasar, yang lebih terfokus dengan isu perlambatan ekonomi global, para analis memperkirakan kelanjutan penurunan menjelang musim laporan keuangan. Pasar takut banyak perusahaan yang akan merevisi turun proyeksi laba dan pendapatannya.
Kabar tidak mengenakkan datang dari Eropa, dimana lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service kembali memangkas obligasi pemerintah Italia dua tingkat, yaitu dari “A3” menjadi “Baa2”. Moody juga memberikan outlook negatif untuk obligasi Italia tersebut.

Review IHSG
S
etelah mengalami kenaikan pada dua sesi perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi. Pada penutupan perdagangan Kamis (12/7/2012), IHSG ditutup merosot 35,013 poin (0,88%) ke level 3.984,120.
Suramnya prospek ekonomi global menyusul lemahnya data-data ekonomi di berbagai negara menjadi pemicu utama aksi profit taking tersebut. Sentimen negatif lainnya datang dari AS setelah tidak adanya sinyal The Fed untuk melakukan kebijakan quantitative easing (QE) pada FOMC minutes.
Hampir seluruh sektor saham mengalami penurunan, kecuali sektor infrastruktur, yang naik 0,06%.
Saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Gudang Garam (GGRM), Bukit Asam (PTBA), dan Mayora (MYOR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Taisho (SQBI), Sarana Menara (TOWR), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Surya Citra (SCMA).

Ulasan Teknikal
IHSG

Tr
end jangka pendek IHSG mulai bearish seiiring dengan ditembus-nya support trend-line, yang juga merupakan level psikologi di 4.000. IHSG bahkan ditutup dibawah support tersebut dengan membentuk pola long black candlestick. Pola tersebut mengindikasikan adanya bearish continuation, terlebih indikator stochastic pun masih bearish crossover. Support selanjutnya IHSG di 3.950 akan diuji. Jika ditutup di bawah support tersebut, IHSG berpeluang melemah lebih jauh ke area 3.850 – 3.800. Sementara itu, sinyal positif hanya akan didapat jika IHSG kembali bergerak di atas resistance 4.000 – 4.010. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.950 – 4.010.

R3    4,060
R2    4,037
R1    4,011
   
Pivot    3,987
   
S1    3,961
S2    3,937
S3    3,911

Stock Pick
BBCA

M
ulai bergerak bullish untuk trend jangka pendek, namun penguatan BBCA masih tertahan di area resistance 7.500. Indikator stochastic sudah golden cross, sementara RSI mulai masuk area positif. Kondisi tersebut memungkinkan BBCA untuk kembali melanjutkan kenaikannya untuk menguji resistance tersebut. Jika ditembus, maka akan mengkonfirmasi trend bullish jangka menengah untuk meraih target berikutnya di area 7.750– 8.000.
Rekomendasi     : Buy break 7.500, stop loss 7.300, target 7.750 – 7.900
Support                : 7.300, 7.150
Resistance          : 7.500, 7.750

BBRI

G
agal menembus resistance 6.800 dan membentuk bearish engulfing pada candlestick bisa menjadi sinyal reversal bagi BBRI. Indikator RSI pun sudah overbought, sementara stochastic dead cross. Pola bearish juga terlihat dari harga yang mulai bergerak di bawah MA 10. Dengan begitu, trend jangka pendek BBRI kini mulai bergerak bearish. Konfirmasi penurunan selanjutnya akan ditentukan dengan ditembusnya support di 6.500. Jika ditembus, penurunan bisa berlanjut menuju area 6.350 – 6.150.
Rekomendasi     : Sell breakout 6.500
Support                : 6.500, 6.350
Resistance          : 6.800, 7.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html

Tanggal May 29, 2012 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk -  IHSG berhasil mencetak rebound kemarin berkat membaiknya sentimen global. Namun, pengaruh eksternal masih begitu kuat, dan saat ini, masih jauh dari kondusif. Oleh karena itu, IHSG belumlah aman.
Peluang penguatan lanjutan tergantung dengan kondisi regional, dan bursa saham Asia terlihat bergerak negatif hari ini. Kekhawatiran mengenai krisis di Eropa dan perlambatan ekonomi China kemungkinan  masih membayangi bursa Asia.
Saham Asia dan euro tumbang lagi menyusul kenaikan yield obligasi Spanyol, yang menambah kekhawatiran akan kondisi finansial di negara itu. Yield naik ke 6,53%, tertinggi sejak Nopember 2011.  Kenaikan ini menambah beban pemerintah, di saat harus menyelamatkan sektor perbankan. 
Gejolak nilai tukar rupiah juga dapat mempengaruhi IHSG. Rupiah masih tertekan oleh beberapa faktor, selain karena kondisi global, lainnya adalah ketatnya likuiditas dollar. Rupiah kemarin sempat menembus level 9.400-an. 
IHSG saat ini akan kembali menguji resistance berikutnya di di 3.930. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan lanjutan menuju area 3.970 – 4.000. Sedangkan jika IHSG kembali bergerak di bawah level 3.907, alur bearish bisa kembali berlanjut untuk menjemput support berikutnya di 3.838.

Global Outlook
M
inimnya faktor penggerak dari AS karena libur nasional, membuat sentimen perdagangan Asia kali ini datang dari Eropa.
Kecemasan kembali mencuat setelah tingginya yield Spanyol memicu restrukturisasi utang zona euro makin banyak hambatannya. Yield obligasi Spanyol bertenor 10 tahun melonjak hingga 6,53%, kenaikan tertinggi sejak Nopember tahun lalu. Ini menandakan kesehatan sektor perbankan Spanyol mulai terkena gejala krisis.
Kekhawatiran memburuknya krisis di Spanyol membuat pasar kembali digoncang menyusul berita salah satu daerah otonomi Spanyol, Catalonia, meminta bantuan finansial kepada pemerintah pusat untuk membayar utang tahun ini. Menurut analis, laporan soal Catalonia ini berdampak besar karena mengindikasikan pemerintah Spanyol harus menyuntikkan dana lagi di saat sedang kehabisan uang.
Di saat yang sama, dimana Bankia, yang baru saja dinasionalisasi, butuh dana bailiout tambahan sebesar 15 miliar euro. Meski pemerintah mengumumkan rencana rekapitalisasi Bankia, belum menuntaskan krisis perbankan di Spanyol. Pasar cemas kasus Bankia ini hanya puncak gunung es.
Di tengah ketidakstabilan sektor keuangan Eropa, para pemimpin Eropa sedang mempersiapkan skema untuk mengatasi krisis perbankan, dengan membentuk dana yang dapat digunakan untuk menyelamatkan bank bermasalah. Negara Eropa kini mempertimbangkan dana penyelamatan untuk mencegah krisis memburuk. Menurut Sunday Times, skema akan dibiayai oleh pungutan dari bank, dan sedang dirancang bersama dengan proposal Perdana Menteri Italia Mario Monti untuk menjamin semua simpanan nasabah di seluruh Eropa.
Proposal ini akan dibentuk sebagai entitas terpisah, dan dijalankan olah pungutan tahunan yang diberlakukan kepada bank di seluruh Eropa. Pengaman finansial ini diharapkan dapat memitigasi krisis perbankan, memberikan kepastian kelancaran kredit dan menekan yield obligasi pemerintah. Proposal ini membutuhkan persetujuan Jerman, sesuatu yang akhir-akhir ini sulit karena publiknya semakin gerah harus membantu negara tetangga yang kesulitan uang. Selama ini, Jerman memegang porsi terbesar dana bailout karena ekonomi terbesar Eropa.

Review IHSG
S
empat terpuruk di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu berlabuh di zona hijau. Menutup perdagangan Senin (28/05/2012), IHSG naik 16,177 poin (0,41%) ke level 3.918,685.
Penguatan IHSG tak lepas dari positifnya bursa regional menyusul kabar baik yang datang Eropa setelah polling Yunani menunjukkan dukungan terhadap partai yang pro bailout. Kabar tersebut berhasil meredakan kekhawatiran investor akan krisis utang Eropa yang selama ini menghimpit mereka.
Ada delapan sektor yang menopang kenaikan IHSG kemarin. Sektor aneka industri dan infrastruktur mencatat kenaikan terbesar, yaitu masing-masing 0,81% dan 0,72%. Sedangkan, dua sektor yang masih tertekan adalah pertambangan dan barang konsumsi.
Saham-saham yang naik diantaranya Indomobil (IMAS), Astra Agro Lestari (AALI), Roda Vivatex (RDTX), dan XL Axiata (EXCL).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastika (DSSA), Goodyear (GDYR), Gudang Garam (GGRM), dan Asuransi Ramayana (ASRM).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
ertahan di atas garis support 3.850 dengan membentuk pola piercing line pada candlestick bisa menjadi sinyal reversal bagi IHSG. Selain itu, IHSG juga mampu ditutup di atas resistance 3.907, yang sebelumnya menjadi support kuatnya. Indikator stochastic yang sudah oversold dan berpeluang golden cross turut pula mendukung pola reversal tersebut. Kami melihat bahwa IHSG saat ini akan kembali menguji resistance berikutnya di di 3.930. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan lanjutan menuju area 3.970 – 4.000. Sedangkan jika IHSG kembali bergerak di bawah level 3.907, alur bearish bisa kembali berlanjut untuk menjemput support berikutnya di 3.838. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.870 – 3.970.

R3    4,025
R2    3,976
R1    3,948
   
Pivot    3,899
   
S1    3,870
S2    3,822
S3    3,793

Stock Pick
BBNI

M
oving average yang masih berada di atas harga menunjukkan bahwa secara trend BBNI masih bearish. Kondisi bearish juga terlihat dai indikator stochastic dan RSI yang masih berada di zona negatif. Namun pola belt hold pada candlestick bisa menjadi sinyal rebound setelah harga mampu mempertahankan support-nya di 3.550.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss, 3.550, target 3.570
Support                : 3.550, 3.540
Resistance          : 3.750, 4.000

BMRI

P
ergerakan BMRI dalam dua bulan terakhir terlihat masih flat dan bergerak di kisaran support 6.650, serta resistance di 7.450. Sementara itu, sinyal rebound kembali muncul kemarin setelah support di 6.650 mampu dipertahankan. Pola long white Candlestick menunjukkan aksi beli kembali muncul setelah support tersebut gagal ditembus. Dengan kondisi stochastic yang kembali bullish crossover, kami melihat potensi rebound bagi BMRI untuk kembali meraih resistance di 7.450.
Rekomendasi     : HOLD
Support                : 6.850, 6.650
Resistance          : 7.200, 7.450

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pengaruh-eksternal-ihsg-belum-aman.html

Tanggal February 17, 2012 / 9:26 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kenaikan 0,96% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) cukup untuk menegaskan bahwa trend dari indeks Dow Jones Industrial (DJI), saat ini memang masih belum berupa trend turun.  Meskipun demikian, kenaikan ini belum memberikan signal positif yang baru karena posisi terakhirnya masih berada pada kisaran flat 12750-12950 yang merupakan kisaran indeks DJI semenjak awal Februari.
Sentimen positif yang ada, diperkirakan akan menguji signal bearish yang kemarin muncul pada IHSG. Hanya penembusan kisaran resisten 3940-3955, yang akan membuat IHSG kembali dalam trend naik.
Kemarin, tidak kurang dari saham ASII, GGRM, MAPI, TINS, SMGR, INDF, UNTR, UNVR,AALI dan JSMR ditutup dibawah suport (signal negatif). Saham-saham perbankan (terutama BMRI dan BBNI) juga terlihat berada pada suport yang kuat. Hari ini, kita harus melihat apakah saham-saham tersebut mampu menembus resistennya. Posisi SpecBuy sebaiknya hanya dilakukan jika harga terlihat kuat diatas resisten.

Global Outlook
R
egional bergerak rally kali  ini berkat indeks utama di bursa AS yang melonjak tajam menyusul baiknya data ekonomi termasuk klaim pengangguran dan sektor perumahan. Selain itu, optimisme mengenai bailout kedua Yunani yang kemungkinan teralisasi pekan depan turut menambah sentimen.
Indeks SP 500 berhasil cetak level tertingginya dalam 9 bulan terakhir, sedangkan indeks Dow Jones raih level tertinggi sejak Mei 2008. Sinyal positif perekonomian AS terlihat dari laporan tunjangan klaim pengangguran mingguan diluar dugaan turun 348 ribu dari ekspektasi 364 ribu, angka terendah sejak Maret 2008. Sementara data pembangunan perumahan di Januari naik 700 ribu dari sebelumnya 690 ribu.
Kabar baik lainnya didapat dari Eropa, dimana pemerintah Eropa tengah mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga pinjaman darurat Yunani dan menggunakan kontribusi dari Bank Sentral Eropa. Ini memberi angin segar bagi Yunani dari kemungkinan default.
Sebagaimana kita ketahui, Yunani akan mendapatkan kucuran dana untuk membayar utang jatuh tempo pada 20 Maret nanti. Yunani harus membayar sekitar 14,5 miliar euro pada tanggal itu, itu sulit dilakukan bila tidak mendapat bailout. Masih belum jelas bagaimana Uni Eropa bisa menahan bailout tanpa membiarkan Yunani default.
Padahal Yunani telah memenuhi dua syarat lagi, yaitu memberikan pernyataan tertulis sanggup melaksanakan penghematan, dan menemukan pos-pos untuk pemangkasan 325 juta euro  yang belum sempat disebut dalam pemotongan anggaran 3,3 miliar euro tahun  ini. Tapi ternyata tidak serta merta bantuan dikucurkan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan koreksinya. Pada perdagangan kemarin, Kamis (16/2), IHSG turun 25,437 poin (0,64%) ke level 3.927,608. Sementara Indeks LQ 45 melemah 5,642 poin (0,82%) ke level 681,553.
Belum adanya sentimen baru ke bursa membuat investor memilih mengamankan portofolionya. Kecemasan masalah krisis utang Eropa masih menjadi pemberat utama pergerakan IHSG. Para pejabat Eropa menunda bailout kedua terhadap Yunani, sehingga mencuatkan kembali risk aversion.
Ada delapan sektor yang mencatatkan penurunan. Tiga sektor dengan penurunan paling dalam di antaranya: sektor aneka industri yang turun 1,77%, sektor konsumer yang turun 1,73%, dan sektor manufaktur yang turun 1,66%. Sementara, dua sektor yang naik adalah sektor keuangan dan konstruksi dengan kenaikan masing-masing 0,84% dan 0,55%.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Astra Internasional (ASII), Astra Agro (AALI), Unilever (UNVR), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Sepatu Bata (BATA), Merck (MERK), Surya Toto (TOTO), dan Fastfood (FAST).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
enurunan IHSG di bawah support 3.930 bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG. Kondisi ini didukung pula dengan indikator RSI dan stochastic yang masih bergerak di area negatif. Sedangkan candlestick yang membentuk black body masih menunjukkan potensi seller. Kami melihat bahwa saat ini IHSG akan kembali menguji level support-nya di 3.896, yang sekaligus akan mengakhiri pola flat-nya, untuk mengejar target bearish menuju area 3.875 – 3.750 jika support tersebut ditembus. Sebaliknya, jika support dipertahankan, maka hal ini akan memperpanjang pola flat IHSG di ksaran 3.896 – 4.040. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.896 – 3.950.

R3    3,987
R2    3,970
R1    3,949
   
Pivot    3,931
   
S1    3,910
S2    3,893
S3    3,872

Stock Pick
MAPI

M
oving average mulai terlihat downtrend, menunjukkan bahwa trend MAPI saat ini sedang bergerak bearish. Indikator RSI dan stochastic pun masih berada di zona negatif. Kondisi tersebut makin mendukung pola bearish tersebut. Kami melihat bahwa pergerakan MAPI selanjutnya akan mencoba menguji level support-nya di 5.00, sehingga akan terbentuk sebuah pola reversal rounding top. Jika support support ditembus, maka hal ini bisa mengkonfirmasi penurunan menuju area 3.800.
Rekomendasi     : Sell if breakout 5.000
Support                : 5.000, 4.625
Resistance          : 5.600, 6.150

BBCA

S
ecara keseluruhan trend BBCA masih bearish, ditunjukkan dengan pergerakan moving average yang masih downtrend. Namun sinyal-sinyal reversal mulai terlihat. Dimulai dengan terbentuknya pola hammer pada candlestick. Selain itu, indikator stochastic mulai terlihat divergence dan berpeluang golden cross, sementara RSI juga sudah mendekati oversold. Terlihat pula bahwa saat ini harga masih tertahan di area support 7.200. Jika support tersebut masih dipertahankan BBCA mempunyai potensi rebound ke area 7.600 – 7.700.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 7.200, target 7.600
Support                : 7.200, 7.050
Resistance          : 7.450, 7.600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/tembus-resisten-3940-3955-ihsg-rebound.html

Tanggal February 02, 2012 / 9:14 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kenaikan indeks Dow Jones Industrial (DJI) sebenarnya hanya tipis, 0,66% dengan posisi penutupan masih dibawah kisaran resisten 12.750-12.850. Akan tetapi, kenaikan yang terjadi, telah mengubah trend turun jangka pendek setidaknya menjadi trend flat.
IHSG sendiri kemarin berhasil ditutup menembus resisten 3960. Penembusan ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali menguji resisten di 3992-4025.  Jika resisten di 3992 ditembus, trend jangka menengah IHSG bakal berubah dari turun menjadi flat.
Kenaikan BBM Subsidi, biasanya memiliki sentimen negatif pada pergerakan IHSG. Apakah IHSG lebih melihat pada sentimen regional dibandingkan dengan sentimen kenaikan BBM Subsidi? Apakah arah dari Bursa Regional memang sudah kembali menjadi naik? Itu yang harus kita lihat dalam beberapa hari kedepan.Resisten 3992 adalah resisten penting. Jika resisten ini ditembus, mulailah melakukan akumulasi, meski dengan strategi ‘Buy On Weakness’.

Global Outlook
P
enguatan yang ditorehkan bursa regional pada awal perdagangan kali ini tidak lepas dari sektor manufaktur baik di China, Jerman dan AS yang mengesankan. Data tersebut juga berhasil menghijaukan bursa saham global berkat. Data manufaktur mengesampingkan data ADP Employment Change, yang menunjukkan laporan kerja sektor swasta AS turun 170.000 selama Januari dari bulan sebelumnya 292.000 ribu.
Bursa saham yang diawal perdagangan Asia kemarin menguat karena terangkat karena indeks PMI manufaktur China versi pemerintah naik ke 50,5 di Januari dari 50,3 di Desember, mengindikasikan sektor itu stabil. Sedangkan di AS, ISM Manufacturing bulan Januari naik 54,1 dari data sebelumnya 53,9, hasil ini menandakan pertumbuhan tercepat dalam tujuh bulan terakhir. Dengan membaiknya data manufaktur menunjukkan bahwa tidak adanya kontraksi yang terjadi dan perekonomian telah mencatat pertumbuhan sehingga memicu risk appetite.
Pergerakan bursa regional termasuk indeks Nikkei menguat, meski mata uang yen terus menguat dan banyak emiten mengumumkan kinerja keuangan yang buruk, karena hal itu memang sudah diperkirakan. Indeks yang stabil mempertahankan posisinya. Optimisme mengenai saham Jepang dan harapan akan pemulihan ekonomi AS menjadi faktor yang mengangkat Nikkei 4,1% selama Januari. Hasil polling Reuters memperlihatkan manajer investasi Jepang memangkas bobot saham global dalam portofolio karena kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa, tapi mereka menambah bobot saham Jepang, karena dianggap bervaluasi menarik.
Di Korsel, masih maraknya aktifitas pembelian saham investor asing membuat indeks Kospi terus mencetak level tertingginya tahun ini. Sedangkan indeks Hang Seng yang kemarin sempat terkoreksi, kini berhasil rebound.

Review IHSG
D
i saat mayoritas bursa regional memerah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil mempertahankan penguatannya.
Perdagangan diwarnai dengan pergerakan yang cukup fluktuatif, dimana 156 saham berhasil naik, 72 saham turun, dan 83 saham lainnya flat. Kenaikan IHSG kali ini ditopang oleh penguatan tujuh sektor. Sektor konstruksi memimpin penguatan, naik sebesar 1,61%. Disusul, sektor perdagangan yang menguat 1,44%. Adapun, tiga sektor yang melemah, yaitu sektor aneka industri, sektor infrastruktur, dan perkebunan.
Menutup perdagangan Rabu (1/2/2012), IHSG menguat 23,283 poin (0,59%) ke level 3964,976. Indeks LQ 45 juga menguat 2,862 poin (0,42%) ke level 695,019.
Saham-saham yang naik antara lain United Tractor (UNTR), BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Astra International (ASII), Telkom (TLKM), PGN (PGAS), dan Astra Agro Lestari (AALI).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
ampu bertahan di atas resistance 3.950 seharusnya bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG, meski saat ini IHSG masih tertahan di area resistance di 3.975. Indikator stochastic pun terlihat masih mengarah downtrend. Jika terjadi breakout pada resistance tersebut IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannnya menuju area 3.997 – 4.030. Sementar level support IHSG kini bergeser ke area 3.936, jika ditembus, IHSG akan kembali bergerak menuju area 3.900 – 3.894. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.936 – 4.000.

R3    4,003
R2    3,984
R1    3,975
   
Pivot    3,956
   
S1    3,946
S2    3,927
S3    3,918

Stock Pick
BSDE

R
esistance BSDE di 1.070 terlah berhasil ditembus. Dengan ditembusnya resistance tersebut, maka hal tersebut sekaligus mengkonfirmasi bullish continuation. Indikator stochastic masih golden cross, sementara RSI mulai mendekati area overbought. Namun begitu, kami masih melihat adanya potensi kenaikan BSDE untuk meraih area 1.200 (resistance channel) hingga area 1.250 (FR 261.8%).
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 1.070, target 1.200
Support                : 1.070, 1.030
Resistance          : 1.200, 1.250

BUMI

M
oving average terlihat mulai bergerak uptrend, indikator stochastic dan RSI masih menunjukkan positif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa BUMI berpeluang uptrend. Namun, penguatan BUMI tersebut sepertinya akan mendapat halangan di resistance 2.625. Jika resistance gagal ditembus, harga kemungkinan akan kembali terkoreksi ke area 2.425 – 2.350,. Namun jika resistance tersebut ditembus, penguatan BUMI bisa berlanjut menuju area 2.800– 2.900.
Rekomendasi     : Hold, stop loss 2.400, target 2.625 – 2.900
Support                : 2.425, 2.350
Resistance          : 2.625, 2.800

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-tembus-3960-target-berikutnya-3992-4025.html

Tanggal October 14, 2011 / 9:05 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Terkoreksi tipis (-0,35%), Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih belum mengakhiri trend turunnya. Akan tetapi, kita masih harus mewaspadai apakah sentimen negatifnya bisa membuat IHSG mengalami pembalikan arah trend. Level 3636 akan menjadi suport pertama untuk hari ini, jika suport ini gagal bertahan, IHSG memiliki potensi untuk menguji suport 3580, atau bahkan 3450-3500.
Saham-saham pilihan kami (ASII, GGRM, BMRI, BBRI, UNTR, PTBA, ITMG, GJTL, MAPI, CPIN) telah banyak mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Perhatikan posisi suportnya. Profit taking sebaiknya dilakukan jika suport pertama ditembus. Posisi BOW sebaiknya hanya dilakukan ketika harga berada di suport retracement 50%.
Sementara itu, trend penguatan bursa regional dalam perdagangan akhir pekan ini mengalami hambatan, menyusul kejatuhan indeks utama Dow Jones dan SP.
Koreksi kedua indeks utama AS tersebut dipicu laporan keuangan kuartal ketiga JPMorgan Chase Co yang tidak sesui dengan harapan. Selain itu, investor juga melakukan aksi pelepasan saham setelah data China yang melaporkan neraca perdagangannya yang menurun. Dan juga downgrade yang  dilakukan SP terhadap kredit jangka panjang Spanyol menjadi AA- dari AA dengan outlook negatif. Serangkaian faktor tersebut membuat investor kembali cemas karena perolehan laba dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Yang perlu diingat juga, penguatan yang ditorehkan bursa regional hampir dalam sepekan terakhir ini berkat meredanya situasi Eropa, bisa menjadi ancaman adanya aksi ambil untung jelang libur weekend. Ditambah lagi investor akan terfokus pada rilisan data inflasi China untuk tahun ke tahun di September yang diperkirakan turun 6,1% dari sebelumnya 6,1%.
Selain data China, investor juga akan disuguhkan inflasi zona Eropa di September untuk tahun ke tahun yang diperkirakan flat. Data retail sales AS yang dieskpektasikan naik 0,6% pada September dari sebelumnya 0%.
Patut yang jadi perhatian investor adalah rapat G-20, di mana para menteri keuangan dan gubernur bank sentral diperkirakan akan mendesak Eropa untuk menemukan solusi atas masalah krisis utangnya.

Review IHSG
P
enguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut. Pada perdaganan kemarin IHSG ditutup naik sebesar 39 poin.
Sentimen positif kembali datang dari kawasan Benua Biru, menysul meredanya kekhawatiran krsisi utang Eropa setelah para pejabat Eropa berupaya keras untuk menangani krisis tersebut.
Perkembangan terakhir dari Eropa, yaitu kemungkinan disetujuinya voting oleh parlemen slovakia mengenai rencana perubahan dana talangan untuk mengatasi krisis utang Eropa. Di hari sebelumnya parlemen menolak rencana tersebut.
Sentimen positif tersebut telah membangkitkan risk appetite, dan berhasil mengangkat bursa saham global. Ujungnya, IHSG mengekor pada penguatan bursa global.
Sembilan dari sepuluh sektor masih bertahan di jalur hijau. Sektor aneka industri menjadi penyokong terbesar kenaikan IHSG, dengan menguat sebesar 2,80%. Disusul sektor pertambangan yang menguat 2,17%.  Sementara sektor konsumer satu-satunya sektor yang melemah, sebesar 0,44%.
Menutup perdagangan, Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,546 poin (1,01%) ke level 652,052.
Saham-saham yang berhasil menguat diantaranya Astra Internasional (ASII), Bukit Asam (PTBA), Goodyear (GDYR), dan Bayan (BYAN).
Sementara saham-saham yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Mutifinance (ADMF), Unilever (UNVR), dan Chandra Asri (TPIA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski gagal bertahan di atas resistance 3.700 – 3.710, Indeks Harga Saham Gabungan masih memperlihatkan sinyal positif. Pola white body yang terbentuk pada candlestick masih menyisakan kekuatan buyer. Indikator RSI dan stochastic pun masih positif dan mendukung adanya penguatan. Kami masih melihat bahwa IHSG akan menguji kembali resistance di 3.700 – 3.710, yang akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju arera 3.800, jika ditembus. Sementara level support kini bergeser ke area 3.636. Jika ditembus, maka koreksi bisa berlanjut menuju support berikutnya di 3.579, yang akan memberikan sinyal bearish jika harga kembali ditutp di bawah support tersebut. Untuk har ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.640 – 3.710.

R3    3,773
R2    3,738
R1    3,707
   
Pivot    3,672
   
S1    3,640
S2    3,605
S3    3,574

Stock Pick
BBCA

M
oving average sudah menunjukkan potensi uptrend. Namun pola lower high dan lower low, yang terbentuk pada garis trend, menunjukkan bahwa trend masih bergerak bearish. Saat ini harga masih tertahan pada garis resistance 8.150. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk meraih target bullish selanjutnya di 8.850 – 9.500 (FR 161.8%).
Rekomendasi     : Buy break 8.150, stop loss breakout 7.950, target 8.500
Support                : 7.950, 7.750
Resistance          : 81.50, 8.500

CTRA

I
ndikator stochastic dan RSI masih menunjukkan potensi uptrend, namun harga masih tertahan pada garis resistance di 530. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk kembali meraih area 580 – 600. Sementara jika resistance gagal ditembus, CTRP berpeluang terkoreksi ke area 480 – 455.
Rekomendasi     : Buy break 530, stop loss 500, target 580
Support                : 495, 480
Resistance          : 530, 580

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-negatif-bisa-merubah-tren-ihsg.html

Tanggal October 14, 2011 / 9:05 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Terkoreksi tipis (-0,35%), Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih belum mengakhiri trend turunnya. Akan tetapi, kita masih harus mewaspadai apakah sentimen negatifnya bisa membuat IHSG mengalami pembalikan arah trend. Level 3636 akan menjadi suport pertama untuk hari ini, jika suport ini gagal bertahan, IHSG memiliki potensi untuk menguji suport 3580, atau bahkan 3450-3500.
Saham-saham pilihan kami (ASII, GGRM, BMRI, BBRI, UNTR, PTBA, ITMG, GJTL, MAPI, CPIN) telah banyak mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Perhatikan posisi suportnya. Profit taking sebaiknya dilakukan jika suport pertama ditembus. Posisi BOW sebaiknya hanya dilakukan ketika harga berada di suport retracement 50%.
Sementara itu, trend penguatan bursa regional dalam perdagangan akhir pekan ini mengalami hambatan, menyusul kejatuhan indeks utama Dow Jones dan SP.
Koreksi kedua indeks utama AS tersebut dipicu laporan keuangan kuartal ketiga JPMorgan Chase Co yang tidak sesui dengan harapan. Selain itu, investor juga melakukan aksi pelepasan saham setelah data China yang melaporkan neraca perdagangannya yang menurun. Dan juga downgrade yang  dilakukan SP terhadap kredit jangka panjang Spanyol menjadi AA- dari AA dengan outlook negatif. Serangkaian faktor tersebut membuat investor kembali cemas karena perolehan laba dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Yang perlu diingat juga, penguatan yang ditorehkan bursa regional hampir dalam sepekan terakhir ini berkat meredanya situasi Eropa, bisa menjadi ancaman adanya aksi ambil untung jelang libur weekend. Ditambah lagi investor akan terfokus pada rilisan data inflasi China untuk tahun ke tahun di September yang diperkirakan turun 6,1% dari sebelumnya 6,1%.
Selain data China, investor juga akan disuguhkan inflasi zona Eropa di September untuk tahun ke tahun yang diperkirakan flat. Data retail sales AS yang dieskpektasikan naik 0,6% pada September dari sebelumnya 0%.
Patut yang jadi perhatian investor adalah rapat G-20, di mana para menteri keuangan dan gubernur bank sentral diperkirakan akan mendesak Eropa untuk menemukan solusi atas masalah krisis utangnya.

Review IHSG
P
enguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut. Pada perdaganan kemarin IHSG ditutup naik sebesar 39 poin.
Sentimen positif kembali datang dari kawasan Benua Biru, menysul meredanya kekhawatiran krsisi utang Eropa setelah para pejabat Eropa berupaya keras untuk menangani krisis tersebut.
Perkembangan terakhir dari Eropa, yaitu kemungkinan disetujuinya voting oleh parlemen slovakia mengenai rencana perubahan dana talangan untuk mengatasi krisis utang Eropa. Di hari sebelumnya parlemen menolak rencana tersebut.
Sentimen positif tersebut telah membangkitkan risk appetite, dan berhasil mengangkat bursa saham global. Ujungnya, IHSG mengekor pada penguatan bursa global.
Sembilan dari sepuluh sektor masih bertahan di jalur hijau. Sektor aneka industri menjadi penyokong terbesar kenaikan IHSG, dengan menguat sebesar 2,80%. Disusul sektor pertambangan yang menguat 2,17%.  Sementara sektor konsumer satu-satunya sektor yang melemah, sebesar 0,44%.
Menutup perdagangan, Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,546 poin (1,01%) ke level 652,052.
Saham-saham yang berhasil menguat diantaranya Astra Internasional (ASII), Bukit Asam (PTBA), Goodyear (GDYR), dan Bayan (BYAN).
Sementara saham-saham yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Mutifinance (ADMF), Unilever (UNVR), dan Chandra Asri (TPIA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski gagal bertahan di atas resistance 3.700 – 3.710, Indeks Harga Saham Gabungan masih memperlihatkan sinyal positif. Pola white body yang terbentuk pada candlestick masih menyisakan kekuatan buyer. Indikator RSI dan stochastic pun masih positif dan mendukung adanya penguatan. Kami masih melihat bahwa IHSG akan menguji kembali resistance di 3.700 – 3.710, yang akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju arera 3.800, jika ditembus. Sementara level support kini bergeser ke area 3.636. Jika ditembus, maka koreksi bisa berlanjut menuju support berikutnya di 3.579, yang akan memberikan sinyal bearish jika harga kembali ditutp di bawah support tersebut. Untuk har ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.640 – 3.710.

R3    3,773
R2    3,738
R1    3,707
   
Pivot    3,672
   
S1    3,640
S2    3,605
S3    3,574

Stock Pick
BBCA

M
oving average sudah menunjukkan potensi uptrend. Namun pola lower high dan lower low, yang terbentuk pada garis trend, menunjukkan bahwa trend masih bergerak bearish. Saat ini harga masih tertahan pada garis resistance 8.150. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk meraih target bullish selanjutnya di 8.850 – 9.500 (FR 161.8%).
Rekomendasi     : Buy break 8.150, stop loss breakout 7.950, target 8.500
Support                : 7.950, 7.750
Resistance          : 81.50, 8.500

CTRA

I
ndikator stochastic dan RSI masih menunjukkan potensi uptrend, namun harga masih tertahan pada garis resistance di 530. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk kembali meraih area 580 – 600. Sementara jika resistance gagal ditembus, CTRP berpeluang terkoreksi ke area 480 – 455.
Rekomendasi     : Buy break 530, stop loss 500, target 580
Support                : 495, 480
Resistance          : 530, 580

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha