Search Results : laporan keuangan perusahaan periode 2 tahun

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal October 18, 2012 / 3:23 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei hari ini mencatat hasil yang mengesankan dengan menguat 2,0% sekaligus mengkokohkan level tertinggi dalam tiga pekan. Pelemahan yan serta PDB China yang sesuai dengan ekspektasi jadi kepercayaan diri investor melakukan pembelian di tengah membaiknya serangkaian data ekonomi AS.

Indeks yang menguat 2,0% atau 176,31 poin ke posisi 8.982,86 dengan volume perdagangan yang besar dan membawa bertengger diatas moving average 25 harian. Yen yang kembali bertengger di 79 terhadap dollar memberi angin segar terhadap saham-saham berbasis ekspor.

Ekonomi China melambat untuk tujuh kuartal berturut-turut di periode Juli-September ke tingkat terendah sejak awal 2009. Tapi data lain mengindikasikan adanya perbaikan di akhir tahun.

Indeks yang pekan lalu tertekan 3,7% karena kecemasan akan perolehan laba perkuartal menjadikan penurunan mingguan terbesar sejak Mei lalu. Tapi dengan sudah dimulainya serangkaian laporan keuangan perusahaan AS awal pekan ini telah menunjukkan hasil yang tidak begitu buruk.

Saham otomotif Honda Motor Co melonjak 4%. Toyota Motor Co bertambah 2,5% meski adanya laporan adanya pemangkasan produksi mencapai 200.000 kendaraan tahun ini karena lesunya permintaan di China.

Sementara itu, Nissin Electric Co Ltd menguat 4,4% setelah JPMorgan meng-upgrade produsen layar LCD itu menjadi “overweight” dari “neutral”, berkat prospek laba tahun depan yang begitu cerah.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/yen-dan-pdb-china-angkat-nikkei-20.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/yen-dan-pdb-china-angkat-nikkei-20.html

Tanggal August 13, 2012 / 3:04 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategdyesk – Indeks Nikkei mengalami penurunan tipis hari ini, dimana investor terlihat mengabaikan data PDB kuartal kedua yang memperlihatkan perlambatan. Investor tidak melakukan aksi jual secara agresif karena besar harapan adanya tambahan stimulus untuk mendorong pertumbuhan.

Pertumbuhan ekonomi Jepang melambat pada kuartal kedua  karena efek lesunya permintaan global yang berdampak pada kinerja ekspor. Sementara permintaan domestik, yang sempat membantu Jepang tumbuh pesat, tampaknya mulai kehilangan momentum. PDB tumbuh 1,4% selama periode April-Juni dibandingkan periode sama tahun lalu, menurut laporan Kantor Kabinet hari ini. Angka itu lebih rendah dari prediksi 2,3% dan kinerja kuartal pertama yang mencapai 5,5%. Secara per kuartal, PDB hanya tumbuh 0,3%, di bawah prediksi 0,6% dan kuartal sebelumnya yang 1,3%.

Indeks Nikkei ditutup turun tipis 6,29 poin, atau 0,07%, ke posisi 8.885,15. Indeks Topix ditutup flat pada 746,95. Sedangkan Nikkei kontrak berjangka ditutup pada 8875 atau turun 5 poin, dengan posisi tertinggi 890 dan terendah 8860.

Perdagangan kali ini, beberapa emiten berhasil mempertahankan penguatannya termasuk perusahaan game online DeNA Co Ltd yang menguat 2,1% setelah melonjak 22,1% akhir pekan lalu berkat solidnya kinerja keuangan.

Saham Sony Corp ditutup naik 0,2%. Nippon Sheet Ltd melonjak 10,7%  setelah ada rencana perusahaan akan melanjutkan pembangunan pabrik yang sempat berhenti bulan Februari lalu dalam memproduksi panel touch screen di Vietnam. Sedangkan saham Sharp Corp melanjutkan kejatuhannya hari ini sebesar 4,3%. Kejatuhan Sharp dipicu pemangkasan proyeksi tahun ini, kendati harian bisnis Nikkei melaporkan perusahaan tengah mempertimbangkan penjualan LCD ke Hon Hai Precision Industry perusahaan Taiwan.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-turun-tipis-investor-abaikan-pdb.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-turun-tipis-investor-abaikan-pdb.html

Tanggal January 27, 2012 / 9:20 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah kemarin menguji resisten 3975-3985, IHSG hari ini dihadapkan dengan bursa regional yang kurang tenaga.  Koreksi 0,18% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial sebenarnya belum merupakan signal yang bearish. Akan tetapi, bursa regional Asia yang hanya bergerak bervariasi pada kisaran sempit, IHSG sepertinya bakalan mengalami hal yang sama.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi di kisaran 3950-4000. Pasar sepertinya masih akan wait and see sambil menunggu perkembangan dari bursa regional. Jika terdapat signal negatif di bursa regional, kita sebaiknya waspada untuk munculnya trend turun pada bursa regional.

Global Outlook
B
ursa saham Asia cenderung kurang bertenaga hari ini karena koreksi yang dialami bursa saham di AS karena rendahnya data penjualan rumah dan klaim tunjangan pengangguran yang bertambah. Selain itu, laporan keuangan perusahaan AS yang beragam memicu investor menahan melakukan pembelian.
Kendati diawal perdagangan investor menyambut baik bahwa the Fed memperpanjang periode suku bunga rendah, sampai 2014. Proyeksi itu datang dalam pernyataan setelah berakhirnya rapat reguler. Dengan itu, berarti the Fed baru bisa menaikkan rate-nya secepatnya tahun itu, atau 18 bulan lebih lama dari yang the Fed proyeksikan tahun lalu. Menurutnya, pemulihan penuh ekonomi memerlukan waktu 3 tahun lagi.
Berbicara dalam jumpa pers, Ketua the Fed Ben Bernanke tidak terlalu antusias dengan perkembangan ekonomi AS, dengan memangkas proyeksi PDB AS tahun ini dan depan. Tidak hanya itu, ia membuka ruang untuk stimulus lanjutan. Ia mengatakan pihaknya mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut melalui pembelian obligasi, atau yang dikenal Quantitative Easing (QE).
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama.
Para analis melihat the Fed sangat jelas dengan rencananya memberlakukan suku bunga rendah untuk waktu yang lama. Prospek bunga rendah sampai 2014 tentu akan berdampak pada kinerja dollar. Efek rencana seperti ini bisa terasa paling tidak selama minggu ini. Tapi, masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi sentimen pasar, salah satunya Eropa, dalam hal ini Yunani. Masalah negosiasi utang yang belum tuntas masih membayangi pasar.
Setelah berminggu-minggu negosiasi, Kedua belah pihak kembali melakukan pembicaraan, yang diharapkan bisa tuntas minggu ini. Selama ini pasar berharap kesepakatan tercapai, tapi sentimen bisa berubah bila semua gagal.
Akhir pekan ini, data PDB AS jadi fokus dimana ekspektasi PDB Q4 tumbuh 3,0% dari 1,8%.

Review IHSG
B
ergerak labil, dan sempat bertahan lama di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir terselematkan oleh aksi beli menjelang penutupan.
Di awal perdagangan, IHSG sempat mendapat sentimen positif dari pergerakan bursa Wall Street pada hari sebelumnya menyusul kebijakan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga rendahnya.
Namun, kenaikan IHSG tersebut surut oleh aksi profit taking, bahkan IHSG sempat lama berada di area negatif. Namun, aksi beli menjelang penutupan akhirnya membawa kembali IHSG ke zona hijau, dan ditutup pada level 3.983,434, atau naik 0,5%
Ada delapan sektor yang berhasil menopang kenaikan IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar di antaranya: sektor infrastruktur yang naik 1,10%, sektor pertambangan naik 1,02%, dan sektor keuangan naik 0,74%. Sedangkan dua sektor yang memerah adalah sektor industri dasar dan perdagangan dengan penurunan masing-masing 0,32% dan 0,13%.
Saham-saham yang  naik antara lain: PT Garuda Indonesia (GIAA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Bentoel International Tbk (RMBA).
Sementara saham-saham yang turun di zona merah diantaranya: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS), dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).

Ulasan Teknikal
IHSG

S
upport IHSG di 3.950 masih mampu dipertahankan, dan pembentukan pola bullish harami pada candlestick bisa menjadi indikasi reversal setelah support tersebut gagal ditembus. Moving average pun terlihat masih uptrend. Untuk itu, kami melihat adanya potensi IHSG untuk kembali melanjutkan kenaikannya menuju area resistance di 4.000 – 4.027.  Sementara itu, level support masih kami tepmatkan di area 3.950. Penembusan support tersebut akan membawa potensi koreksi lanjutan menuju area 3.900 – 3.875. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.960 – 4.027.

R3    4,027
R2    4,005
R1    3,994
   
Pivot    3,973
   
S1    3,962
S2    3,940
S3    3,929

Stock Pick
CFIN

S
ebuah pola ascending triangle terlihat pada pergerakan CFIN dalam lima bulan terakhir ini. Pola tersebut bisa menjadi indikasi reversal setelah harga turun tajam tajam dan membuat support di 375. Untuk jangka pendek, terlihat bahwa MA pun sudah mulai bergerak uptrend. Indikator stochastic yang berpeluang golden cross juga menunjukkan hal yang sama. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini CFIN akan kembali menguji resistance-nya di 500. Jika mampu diptembus, maka penguatan bisa berlanjut menuju area 580 (FR 161.8%) hingga area 650 (target triangle)
Rekomendasi    : Trading Buy, stop loss breakout 465, target 500.
Support               : 465, 450
Resistance         : 500, 580

JSMR

U
ntuk jangka menengah, garis trend, serta MA 55 masih menunjukkan potensi bullish bagi JSMR. Sementara untuk jangka pendek terlihat bahwa harga suda mulai bergerak bearish, ditunjukkan dengan MA 10 yang sudah downtrend. Namun begitu, penurunan JSMR sepertinya saat ini mulai terbatas. Terlihat dari indikator stochastic yang mlai oversold dan berpeluang golden cross. Sementara pola hammer yang terbentuk bisa menjadi indikasi reversal. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound bagi JSMR, untuk kembali meraih area 4.300 – 4.400.
Rekomendasi     : Buy, stop loss break out 4.100, target 4.300 – 4.400
Support                : 4.100, 3.950
Resistance          : 4.300, 4.400

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/regional-tidak-bertenaga-ihsg-kembali-meredup.html

Tanggal January 27, 2012 / 3:09 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei berakhir hampir flat hari ini, mulai goyah dari level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, setelah proyeksi kerugian besar dari beberapa emiten unggulan. Selain itu, penguatan yen memberi tekanan ekstra.

Nintendo melaporkan penurunan laba yang tajam selama kuartal keempat dan memperkirakan rugi tahunan karena konsol 3DS dan Wii-nya gagal bersinar sebab banyak konsumen beralih ke iPhone dan iPad. Saham Nintendo turun 4,1%, setelah sempat merosot 7,8%.

NEC anjlok 71,% setelah memperingatkan akan memangkas 10.000 tenaga kerja dan mencatat rugi 100 miliar yen selama tahun lalu karena lesunya permintaan akan produk di tengah popularitas iPhone di Jepang. Sukses Apple telah menggeser produsk teknologi dan elektronik Jepang, yang mendominasi pasar selama era 1980-90an.

Setelah Nintendo dan NEC, Nippon Steel menurunkan proyeksi labanya sampai sepertiga, karena merosotnya ekspor. Dari 13 perusahaan Jepang yang mengumumkan kinerja keuangan, hampir 70% ternyata di bawah ekspektasi, menurut data Thomson Reuters.

Penguatan yen semakin mengurangi minat investor masuk ke bursa. Selain karena rencan the Fed memberlakukan suku bunga rendah sampai 2014, yen menguat karena eksportir merepatriasi uang mereka. Indeks Nikkei ditutup melemah 0,09% di 8.841,22, dalam sesi perdagangan yang fluktuatif. Selama minggu ini, indeks itu menguat 0,9%. SEdangkan indeks Topix turun 0,5% ke 761,13.

Sementara itu di Seoul, berhasil menggapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir hari ini, meski terjadi aksi ambil untung dan investor enggan mengambil posisi angresif menjelang pengumuman laporan keuangan emiten.

Menurut analis, aksi penarikan dana dilakukan investor lokal, yang mengantisipasi periode earnings dan merasa pasar sudah mencapai puncak jangka pendeknya. Tapi investor asing tetap melakukan pembelian, mencapai 466 miliar won, Indeks Kospi ditutup menguat 0,39% ke 1.964,83.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/proyeksi-suram-emitem-besar-tekan-nikkei.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha