Search Results : laporan keuangan perusahaan periode 2 tahun

DDDuPont yang pada bulan lalu diberitakan sedang lakukan kesepakatan untuk merger dengan Dow Chemical bukukan kerugian untuk periode laporan keuangan kuartal keempat 2015 akibat penurunan penjualan diseluruh segmen bisnisnya khususnya akibat penguatan nilai tukar dollar Amerika.
Secara keseluruhan, DuPont bukukan kerugian untuk periode kuartal keempat sebesar $2,53 juta atau $0,29 per lembar saham, alami penurunan dibandingkan tahun lalu dimana perusahaan bukukan laba sebesar $683 juta atau $0,74 sen per lembar saham. Jika tidak perhitungkan item spesial maka earning perusahaan alami penurunan dibandingkan tahun lalu, dari $0,57 menjadi $0,27 per lembar saham.
Revenue perusahaan alami penurunan sebesar 9,4 persen menjadi $5,3 milliar.
Sebelum laporan tersebut dirilis analis perkirakan perusahaan akan bukukan adjusted earning sebesar $0,26 per lembar saham dengan revenue $5,53 milliar.
Harga saham perusahaan dalam tiga bulan terakhir hingga hari Senin kemarin alami penurunan sebesar 12 persen. Harga saham perusahaan terlihat tidak alami pergerakan pada premarket sore hari ini

http://www.strategydesk.co.id/2016/01/dupont-alami-kerugian-akibat-penguatan-nilai-tukar-dollar-amerika/

Traders work on the floor of the New York Stock ExchangeWall Street kembali alami tekanan jual pada hari Senin kemarin, akibat harga minyak mentah yang alami pelemahan sehingga memicu sentimen jual pada saham-saham sektor energi, dan membuat indek acuan utama saham alami penurunan setelah pada minggu lalu terlihat mulai alami penguatan.

Harga acuan minyak mentah alami penurunan sebesar 6 persen akibat kekhawatiran terhadap kondisi “over supplay” setelah keluarnya berita yang menyebutkan output minyak mentah Iraq untuk periode bulan lalu mencapai level tertingginya.

Indek acuan saham energi SP (.SPNY) alami penurunan sebesar 4,5 persen, dan menjadi sektor dengan kinerja harian terburuk untuk hari Senin kemarin. Saham Exxon (XOM.N) dan Chevron (CVX.N) masing-masing alami penurunan lebih dari 3 persen, sedangkan saham Conoco Phillips (COP.N) alami penurunan hingga mencapai 9 persen setelah Barclays menyatakan bahwa perusahaan ini sebaiknya lakukan penurunan dividen paling tidak sebesar 75 persen.

Indek acuan saham utama Amerika masing-masing alami penurunan sebesar lebih dari 1 persen, alami pembalikan arah setelah selama dua sesi perdagangan terakhir alami kenaikan yang mana sempat membuat Wall Street bukukan kinerja mingguan dengan kenaikan untuk pertama kalinya pada tahun ini. 10 Sektor SP  seluruhnya ditutup dengan alami penurunan.

Kinerja saham-saham Amerika yang terlihat terus alami penurunan sejak awal tahun ini seccara berkelanjutan memiliki korelasi yang tinggi terhadap pergerakan harga minyak mentah. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global telah memicu penurunan terhadap produk komoditi dalam satu setengah tahun terakhir.

Dow Jones industrial average (.DJI) alami penurunan sebesar 208,29 poin atau 1,29 persen menjadi 15.885,22. SP 500 (.SPX) turun 29,82 poin atau 1,56 persen menjadi 1.877,08 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 72,69 poin atau 1,58 persen menjadi 4.518,49.

Harapan positip saat ini terhadap kinerja pergerakan saham kedepannya hanya bergantung dari laporan keuangan perusahaan, khususnya terkait musim earning perusahaan-perusahaan raksasa Amerika yang sedang berlangsung saat ini.

Pada minggu ini, FED di jadwalkan akan lakukan pertemuan rutin mereka yang akan berlangsung selam dua hari dimulai hari Selasa, dan merupakan pertemuan bulanan FED untuk pertama kalinya sejak kebijakan kenaikan tingkat suku bunga.

Secara keseluruhan pada hari Senin kemarin ada sebanyak 7,9 milliar lembar saham yang ditransaksikan, dibawah rata-rata transaksi selama 20 hari perdagangan terakhir, yaitu 8,1 milliar lembar saham.

http://www.strategydesk.co.id/2016/01/wall-street-kembali-lanjutkan-tren-penurunannya-akibat-penurunan-harga-minyak-mentah/

JP MorganJP Morgan Chase Co, menyatakan bahwa laba perusahaan untuk kuartal keempat 2015 lampaui perkiraan analis. Keberhasilan perusahaan dalam lakukan penghematan biaya dan tingginya pendapatan perusahaan dari divisi perbankan investasi menjadi kunci keberhasilan perusahaan bukukan laba dan penjualan yang lebih tinggi dari perkiraan.

JP Morgan untuk kuartal keempat tahun 2015 bukukan laba senilai $5,43 milliar atau $1,32 per lembar saham. Nilai tersebut alami kenaikan sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dimana saat itu perusahaan bukukan laba $4,93 milliar atau $1,19 per lembar saham. Sebelumnya berdasarkan data Thomson Reuters, diperkirakan perusahaan akan bukukan earning sebesar $1,25 per lembar saham.

Revenue perusahaan untuk kuartal tersebut besarnya adalah $23,75 milliar, juga berhasil lampaui perkiraan analis, yaitu $22,89 milliar.

Setelah dirilisnya laporan keuangan tersebut, harga saham JP Morgan pada Premarket sore hari ini alami kenaikan sebesar 0,5 persen. Harga saham perusahaan berhasil lampaui harga tertingginya diatas $70 pada bulan Juli tahun lalu tetapi kemudian alami penurunan sebesar 19 persen sejak saat itu. Sejak awal tahun ini, harga saham perusahaan telah alami penurunan sebesar 13 persen, lebih besar dibandingkan penurunan indek saham perbankan KBW Nasdaq sebesar 11 persen. Saham-saham perusahaan perbankan alami tekanan yang cukup besar pada tahun ini akibat kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi China dan penurunan harga minyak mentah dimana kondisi tersebut dinilai akan dapat membuat earning perusahaan alami penurunan.

Untuk saat ini para investor sedang menantikan pernyataan resmi yang akan disampaika oleh Chairman dan CEO James Dimon atau Chief Financial Officer Marianne Lake yang akan disampaikan pada hari ini dengan perrbincangan utama mengenai pengaruh dari harga minyak mentah yang saat ini berada pada level harga $30 dan pengaruh nerca keuangan perusahaan terkait rencana kenaikan tingkat suku bunga Fed serta pengaruh China dan pasar saham Asia yang terus alami tekanan.

http://www.strategydesk.co.id/2016/01/earning-report-laba-dan-penjualan-jp-morgan-lampaui-perkiraan-analis/

Wall Street 001Pada hari Rabu kemarin saham-saham di Amerika kembali alami penurunan dan membuat hingga SP 500 ditutup dibawah level harga 1900 untuk pertama kalinya sejak September tahun lalu akibat kekhawatiran para investor terhadap harga energi kembali alami peningkatan, dan ditambah juga kekhawatiran terhadap laporan earning perusahaan serta kondisi ekonomi global.

Seluruh sektor SP 500 yang berjumlah 10 ditutup dengan alami penurunan, dengan penurunan paling besar dialami oleh saham-saham pada sektor Consumer Discretionary, Health Care dan Technology. Sentimen jual terlihat meluas, dimana perbandingan antara saham yang naik dan turun untuk NYSE adalah 1:7, sedangkan di Nasdaq 1:6.

Seluruh indek acuan saham utama Amerika ditutup dengan alami penurunan. Saat ini SP 500 terhitung telah alami penurunan sebesar 11,3 persen dari level rekor harga tertingginya yang terbentuk pada 21 Mei 2015.

Pada saat yang sama, Russell 2000 yang merupakan indek acuan saham dengan kapitalisasi kecil (.RUT) alami penurunan sebesar 3,3 persen, sehingga membuat indek ini alami penurunan sebesar 22 persen dari level rekor harga tertingginya yang terbentuk pada Juni 2015.

Saham pada awal pembukaan hari Rabu kemarin sebenarnya sempat alami kenaikan, tetapi kemudian sentimen berbalik arah menjadi negatif akibat penurunan harga minyak mentah. Berdasarkan laporan data, terlihat adanya kenaikan jumlah cadangan minyak mentah Amerika, sehingga memicu kekhawatiran akan permintaan pasar terhadap minyak mentah yang semakin melemah.

Data Crude Inventories tunjukkan hasil adanya penambahan cadangan minyak mentah sebesar 0,234 juta barrel, bandingkan data minggu lalu yang tunjukkan adanya pengurangan sebesar 5,085 juta barrel.

Dow Jones industrial average (.DJI) ditutup dengan penurunan sebesar 364,81 poin atau 2,21 persen menjadi 16.151,41. SP 500 (.SPX) turun 48,4 poin atau 2,5 persen menjadi 1.890,28 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 159,85 poin atau 3,41 persen menjadi 4.526,07.

Analis menyatakan bahwa kekhawatiran terhadap laporan earning kuartal keempat telah menambah pengaruh sentimen negatif. CSX (CSX.O) terlihat alami penurunan harga saham sebesar 5,7 persen menjadi $22,35 setelah perusahaan tersebut la[porkan laba bersih kuartalan yang alami penurunan, dan menyatakan bahwa pelemahan ekonomi global dan pasar industri Amerika akan membebani bisnis perusahaan.

Perkiraan terhadap laporan earning SP 500 telah alami penurunan sebesar 4,8 persen pada kuartal keempat tahun 2015 dibandingkan periode tahun sebelumnya, dan secara keseluruhan penurunan perkiraan ini merupakan yang kedua kalinya berturut-turut sejak penurunan perkiraan terjadi pada kuartal ketiga. Kesimpulan tersebut di tunjukkan oleh data Thomson Reuters.

JP Morgan Chase (JPM.N) dan Intel (INTC.O) akan merilis laporan keuangannya pada hari Kamis (waktu Amerika). Citigroup (C.N) dan Wells Fargo (WFC.N) di jadwalkan akan merilis laporannya pada Jum’at.

Amazon (AMZN.O) alami penurunan 5,8 persen menjadi $581,81 dan menjadi salah satu penyumbang besar penurunan baik bagi SP 500 maupun Nasdaq.

Secara keseluruhan pada hari Rabu kemarin ada sebanyak 9,9 milliar lembar saham yang ditransaksikan, diatas transaksi rata-rata harian selama 20 hari terakhir, yaitu sebesar 7,5 milliar lembar saham.

http://www.strategydesk.co.id/2016/01/us-market-wall-street-kembali-turun-kekhawatiran-akibat-penurunan-harga-minyak-laporan-earning-dan-ekonomi-global/

Wall Street 002Terjadinya pemulihan harga saham pada sektor energi dan bioteknologi membantu mendorong kenaikan SP 500 dalam dua hari berturut-turut pada Selasa kemarin, sedangkan Apple dan saham teknologi lainnya yang pada hari-hari sebelumnya alami penurunan mulai terlihat alami pemulihan dan ikut menyumbang kenaikan.

Nasdaq mengakhiri periode delapan hari penurunannya, sedangkan Indek bioteknologi Nasdaq (.NBI) alami pemulihan menjelang penutupan pasar, yang mana juga mengakhiri penurunan selama delapan sesi perdagangan terakhir. Indek bioteknologi yang alami tekanan jual besar pada tahun ini, hari Selasa kemarin ditutup dengan kenaikan sebesar 1,5 persen.

Harga acuan minyak mentah ditutup dengan alami penurunan setelah sempat bergerak naik turun tidak beraturan sepanjang sesi perdagangan, tetapi walaupun demikian indek energi SP 500 (.SPNY) berhasil ditutup dengan alami kenaikan sebesar 0,4 persen, dimana saham Exxon Mobil (XOM.N) alami kenaikan sebesar 2 persen menjadi $75,20 dan Chevron (CVX.N) naik 1,7 persen menjadi $82,15.

Analis menilai bahwa dari sudut pandang teknikal kenaikan sangat mungki untuk terjadi, walaupun hal tersebut hanya akan berlangsung dalam jangka pendek.

Bursa saham pada lima hari perdagangan pertama tahun ini alami penurunan akibat kepanikan para investor terhadap penurunan harga acuan minyak mentah dan perlambatan ekonomi China yang dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Dow Jones industrial average (.DJI) pada hari Selasa kemarin alami kenaikan sebesar 117,65 poin atau 0,72 persen menjadi 16.516,22. SP 500 naik 15,01 poin atau 0,78 persen menjadi 1.9386,68 dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 47,93 poin atau 1,03 persen menjadi 4.685,92.

Apple (AAPL.O) ditutup dengan kenaikan 1,5 persen menjadi $99,96 setelah analis Bank of America Merril Lynch naikkan rating investasi perusahaab ini, sedangkan Intel (INTC.O) naik 1,9 persen menjadi $32,68 setelah JP Morgan berikan komentar positip terhadap saham tersebut.

Saham Alcoa (AA.N) turun 9 persen menjadi $7,28 sehari setelah perusahaan tersebut bukukan laporan keuangan dengan alami kerugian.

Setelah bursa ditutup saham Ford Motor (F.N) turun 3,1 persen menjadi $12,45 setelah dirilisnya hasil perkiraan bisnis perusahaan sedangkan Metlife (MET.N) naik 7,6 persen menjadi $45,19 setelah perusahaan tersebut menyatakan sedang persiapkan rencana untuk pisahkan bagian penting untuk bisnis retail mereka di Amerika.

Perkiraan earning bagi seluruh komponen SP 500 alami penurunan sebesar 4,7 persen untuk kuartal keempat tahun ini dibandingkan tahun lalu, berdasarkan data Thomson Reuters. Dan perkiraan turun tersebut merupakan untuk kedua kalinya sejak kuartal ketiga dimana perkiraan laba SP 500 alami penurunan.

Volume transaksi secara keseluruhan pada hari Selasa kemarin terlihat cukup besar, dimana ada sebanyak 9 milliar lembar saham yang ditransaksikan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata transaksi dalam 20 hari terakhir, yaitu 7,5 milliar lembar saham.

http://www.strategydesk.co.id/2016/01/sektor-energi-dan-bioteknologi-mendorong-kenaikan-wall-street/

China MobileDeutsche Bank menyatakan bahwa China Mobile (00941.HK) laporkan laba kuartal ketiga 2015 dengan hasil yang sangat memuaskan dimana laba bersih dan EBITDA alami kenaikan sebesar 13 persen dibandingkan tahun lalu. Walaupun demikian, kualitas earning perusahaan tersebut dinilai tidak terlalu memuaskan, karena pertumbuhan perusahaan ini sebenarnya lebih disebabkan oleh adanya keberhasilan perusahaan dalam menekan biaya penjualan dan pemasaran.

Untuk kuartal ketiga tahun ini, ARPU alami penurunan sebesar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Deutsche Bank perkirakan revenue dari penjualan jasa hanya akan alami pertumbuhan sebesar 1 persen.

Pertumbuhan jumlah pelanggan 4G terlihat masih cukup kuat dan seharusnya kondisi tersebut masih akan terus berlanjut pada 2016 yang akan datang.

Deutsche Bank dalam laporannya juga mengingatkan akan adanya pengaruh musiman terhadap performa China Mobile pada kuartal keempat tahun ini, yang biasanya merupakan periode dimana perusahaan-perusahaan telekomunikasi China alami pelemahan terpengaruh oleh belanja modal yang tinggi. Penjualan iPhone 6S yang dilakukan oleh China Mobile terlihat cukup kuat, yang dikombinasikan juga dengan pengaruh penuh satu periode “carry-over” yang dimulai sejak Oktober, diperkirakan akan berikan tekanan bagi ARPU.

Deutsche Bank berikan rating investasi Hold dengan target harga saham HK$105

 

http://www.strategydesk.co.id/2015/10/deutsche-china-mobile-sampaikan-laporan-keuangan-dengan-hasil-yang-sangat-memuaskan/

Market Close 002Saham-saham di Amerika alami penurunan pada hari Selasa kemarin, mengakhiri periode kenaikannya yang berlangsung dalam lima hari terakhir. Para pelaku pasar terlihat lakukan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya penurunan earning.

Kenaikan harga saham DuPont’s (DD.N) pada hari Selasa kemarin mempu pertahankan agar Dow Jones industrial average tetap berada pada zona positipnya, tetapi baik SP 500 maupun Nasdaq, keduanyaa ditutup dengan alami penurunan, dengan penurunan paling besar dialami oleh sektor bioteknologi.

Indek SP health (.SPXHCI) alami penurunan sebesar 2,33 persen, dan merupakan performa pergerakan terburuk diantara 10 sektor SP. Sektor tersebut alami tekanan akibat kekhawatiran terkait kebijakan terhadap harga obat-obatan.

Indek bioteknologi Nasdaq (.NBI) ditutup dengan alami penurunan sebesar 3,77 persen, pulih dari penurunan yang sempat mencapai angka 6,6 persen.

Sebelumnya dalam lima sesi perdagangan, indek SP 500 alami kenaikan sebesar 5,6 persen, dan merupakan performa pergerakan 5 hari terbaik sejak 2011. Lemahnya penyerapan tenaga kerja seharusnya berikan tekanan bagi investasi di Amerika, tetapi adanya perkiraan bahwa Fed akan pertahankan kebijakan tingkat suku bunganya dalam waktu yang lebih panjang berikan pengaruh positip terhadap pasar saham.

International Monetary Fund lakukan pemotongan perkiraan ekonomi global untuk kedua kalinya tahun ini, akibat pelemahan harga komoditi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi China.

Berdasarkan data Thomson Reuters, terkait kondisi ekonomi dunia yang tidak terlalu baik, perusahaan komponen SP 500 diperkirakan akan sampaikan penurunan earning sebesar 4,2 persen pada kuartal ketiga tahun ini, yang mana persentase tersebut merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Dow Jones industrial average (.DJI) alami kenaikan sebesar 0,08 persen dan ditutup pada 16.790,19 poin.

SP 500 (.SPX) alami penurunan sebesar 0,36 persen menjadi 1.979,92 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,79 persen menjadi 4.748,36.

Sebanyak tujuh dari 10 sektor SP ditutup dengan alami penurunan. Indek energi (.SPNY) telah alami kenaikan sebesar 2,23 persen, dan memimpin kenaikan, didukung kenaikan harga minyak mentah.

DuPont alami kenaikan sebesar 7,67 persen setelah CEO Ellen Kullman menyatakan bahwa ia akan undur diri.

Pfizer (PFE.N) dan Merck (MRK.N) alami penurunan sebesar 2,06 persen dan 2,79 persen. Kedua saham tersebut berikan sumbangan penurunan terbesar bagi index health care SP.

Pepsi (PEP.N) alami kenaikan sebesar 1,31 persen setelah perusahaan tersebut sampaikan laporan keuangan periode kuartalan dengan hasil yang lebih baik dari yang diperkirakan dan menaikkan perkiraan kinerja keuangannya untuk keseluruhan tahun ini.

Setelah pasar tutup, saham Yum! Brands (YUM.N) alami penurunan sebesar 16 persen. Perusahaan operator restauran tersebut sampaikan laporan earning kuartal ketiga dengan tunjukkan masih bermasalahnya bisnis mereka di China, sehingga berikan kekecewaan bagi investor.

Jumlah transaksi saham pada Selasa kemarin mencapai angka 7,6 milliar lembar saham, diatas rata-rata transaksi selama 20 sesi perdagangan terakhir, yaitu 7,4 milliar lembar saham.

http://www.strategydesk.co.id/2015/10/wall-street-alami-penurunan-menjelang-memasuki-musim-earning/

swireSwire Pacific Limited pada hari ini keluarkan pengumuman laporan keuangannya untuk periode laporan keuangan semianual atau semester pertama tahun ini. Revenue perusahaan untuk semester pertama 2015 alami kenaikan sebesar 5,05 persen dibandingkan tahun lalu menjadi HK$31,633 milliar. Laba bersih perusahaan jika tidak perhitungkan valuasi dari investasi properti alami kenaikan sebesar 12 persen menjadi HK$4.833 juta. Laba bersih alami kenaikan sebesar 23,03 persen dibandingkan tahun lalu menjadi HK$7.977 juta.

Swire Pacific A (00019.HK) bukukan earning sebesar HK$5,3 per lembar saham dan perusahaan ini umumkan pembagian dividen sebesar 112 sen dollar Hong Kong.

Swire Pacific B (00087.HK) bukukan earning sebesar HK$1,06, dengan besar pembagian dividen naik 0,4 sen dollar Hong Kong menjadi 22,4 sen dollar Hong Kong.

Dalam laporannya, Swire menyatakan bahwa kenaikan laba perusahaan pada semester pertama tahun ini sebagian besar didukung oleh laba yang cukup tinggi dari divisi properti, aviasi dan makanan, serta laba dari penjualan dua unit properti di Opus Hong Kong sehingga dapat menutupi adanya kerugian dari divisi jasa pelayaran dan rendahnya laba dari divisi perdagangan dan industri.

 

http://www.strategydesk.co.id/2015/08/swire-pacific-laba-semianual-hk7-977-juta-dividen-112-sen-dollar-hk/

swireSwire Pacific Limited pada hari ini keluarkan pengumuman laporan keuangannya untuk periode laporan keuangan semianual atau semester pertama tahun ini. Revenue perusahaan untuk semester pertama 2015 alami kenaikan sebesar 5,05 persen dibandingkan tahun lalu menjadi HK$31,633 milliar. Laba bersih perusahaan jika tidak perhitungkan valuasi dari investasi properti alami kenaikan sebesar 12 persen menjadi HK$4.833 juta. Laba bersih alami kenaikan sebesar 23,03 persen dibandingkan tahun lalu menjadi HK$7.977 juta.

Swire Pacific A (00019.HK) bukukan earning sebesar HK$5,3 per lembar saham dan perusahaan ini umumkan pembagian dividen sebesar 112 sen dollar Hong Kong.

Swire Pacific B (00087.HK) bukukan earning sebesar HK$1,06, dengan besar pembagian dividen naik 0,4 sen dollar Hong Kong menjadi 22,4 sen dollar Hong Kong.

Dalam laporannya, Swire menyatakan bahwa kenaikan laba perusahaan pada semester pertama tahun ini sebagian besar didukung oleh laba yang cukup tinggi dari divisi properti, aviasi dan makanan, serta laba dari penjualan dua unit properti di Opus Hong Kong sehingga dapat menutupi adanya kerugian dari divisi jasa pelayaran dan rendahnya laba dari divisi perdagangan dan industri.

 

http://www.strategydesk.co.id/2015/08/swire-pacific-laba-semianual-hk7-977-juta-dividen-112-sen-dollar-hk/

Wall Street 002Dengan volume transaksi yang kecil dan pergerakan yang lambat, para pelaku pasar di Wall Street akan cenderung “wait and see” pada minggu ini, dan juga para pelaku pasar akan berprilaku sangat sensitif terhadap berita-berita negatif.

Saham pada minggu lalu ditutup dengan alami kenaikan walapun pasar masih di bayangi oleh kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi China. Kebijakan devaluasi mata uang China dan masih cenderung terjadinya sentimen jual pada produk komoditi ditambah juga dengan kekhawatiran akan terjadinya deflasi dan perlambatan ekonomi global berikan pengaruh negatif. Walaupun demikian ada indikasi yang cukup besar bahwa kondisi-kondisi tersebut belum mampu untuk membuat Fed lakukan penundaan kenaikan tingkat suku bunga acuannya yang diperkirakan akan dilakukan pada awal September mendatang.

Keputusan mengenai kapan waktu yang tepat bagi bank sentral Amerika untuk menaikkan tingkat suku bunga acuannya, yang merupakan kenaikan untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir masih terus menjadi perdebatan hangat, sehingga yang dapat dijadikan acuan bagi para pelaku pasar untuk saat ini hanyalah data ekonomi dan pertemuan Fed pada September mendatang.

Laporan FOMC minutes Fed untuk periode Juli di jadwalkan akan dirilis pada hari Rabu mendatang, dan ada kemungkinan yang cukup besar laporan tersebut akan berikan pengaruh besar terhadap pemikiran para pelaku pasar mengenai kebijakan suku bunga.

Selain dirilisnya laporan FOMC minutes, pada minggu ini juga akan ada dua orang petinggi Fed yang akan sampaikan testimoninya. Pertama dari Presiden Fed Minneapolis Narayana Kocherlakota pada hari Kamis di Kores Selatan, dan yang kedua dari presiden Fed San Francisco John Williams yang disampaikan pada hari yang sama, yaitu Kamis di Indonesia.

Ada indikasi yang cukup besar pernyataan Fed tersebut dan laporan FOMC minutes akan cenderung memicu sentimen jual saham, karena kondisi ekonomi global yang alami perlambatan pertumbuhan serta ketidak pastian kebijakan pengetatan moneter Fed. Volatilitas pergerakan yang tinggi juga sangat mungkin untuk terjadi.

Selain laporan-laporan berita dari Fed, pada minggu ini juga dijadwalkan akan dirilisnya sejumlah data-data ekonomi penting, termasuk diantaranya adalah data housing starts dan home sales pada hari Selasa. Data CPI akan dirilis pada hari Rabu dan data mingguan tenaga kerja jobless claims serta Philadelphia Fed survei akan dirilis pada hari Kamis.

Pada minggu ini juga akan ada sejumlah laporan keuangan perusahaan, seperti Wal-Mart, Home Depot, Lowe’s, Target dan GAP.

Kejatuhan harga minyak mentah menjadi topik perbincangan utama pada minggu lalu, setelah terjadinya kejatuhan harga kontrak minyak minyak mentah West Texas Intermediate sebesar 3,1 persen dan mencapai level harga terendahnya dalam enam tahun. Walaupun demikian, saham perusahaan-perusahaan sektor energi pada minggu lalu menjadi saham dengan kinerja pergerakan terbaik diantara sektor-sektor saham kapitalisasi besar SP.

Saham-saham sektor energi secara keseluruhan pada saat ini telah alami penurunan sebesar 30 persen dibandingkan tahun lalu.

Secara keseluruhan pada minggu lalu, sektor energi alami kenaikan sebesar 3,2 persen, sektor industrial naik 1,2 persen, dan sektor material naik 1 persen. SP 500 alami kenaikan sebesar 0,7 persen pada minggu lalu menjadi berada pada level harga 2.091, sedangkan Nasdaq cenderung bergerak flat dengan kenaikan kurang dari 0,1 persen.

Komoditi minyak mentah dan produk pertaninan pada minggu lalu ditutup dengan alami penurunan tetapi komoditi logam alami pemulihan, dengan emas yang berhasil naik sebesar 1,7 persen.

Indek nilai tukar dollar Amerika alami penurunan sebesar 1 persen pada minggu lalu, tetapi nilainya masih terlihat naik jika dibandingkan dengan mata uang negara-negara berkembang dan negara-negara penghasil komoditi seperti New Zealand.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk seminggu kedepan, yaitu:

Senin

Earning: Estee Lauder, Urban Outfitters, Agilent, Anglogold Ashanti

19:30 WIB: Empire State survey

21:00 WIB: NAHB survey

Selasa

3:00 WIB: TIC data

Earning: Wal-Mart, Home Depot, Medtronic, TJX Cos., Hain Celestial, Analog Devices, Dick’s Sporting Goods, La-Z-Boy

19:30 WIB: Housing starts

Rabu

Earning: Lowe’s, American Eagle Outfitters, Target, Staples, Hormel Foods, L Brands, NetApp, Synopsys

19:30 WIB: CPI

Kamis

1:00 WIB: FOMC minutes

Earning: Gap, Hewlett-Packard, Salesforce.com, Brocade, Mentor Graphics, Royal Ahold, Buckle, Madison Square Garden, Toro, Intuit

19:30 WIB: Initial claims

21:00 WIB: Existing home sales

21:00 WIB: Philadelphia Fed survey

Jum’at

Earning: Deere, Foot Locker, Ann

http://www.strategydesk.co.id/2015/08/weekly-outlook-china-commoditi-dan-pergerakan-dollar-amerika/

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha