Search Results : laporan keuangan dua periode

002Bursa saham dunia terlihat kembali menghangat pada hari Kamis ini. Tetapi perlu diperhatikan pengaruh dari laporan earning kuartalan Amerika, karena informasi dari laporan earning berpeluang untuk merubah sentimen pasar.

Laporan earning perusahaan Amerika yang akan meramaikan berita-berita pasar pada malam hari ini termasuk diantaranya adalah Cigna (CI), T-Mobile (TMUS), Time Warner Cable (TWC), dan Virgin America (VA) yang dirilis sebelum pasar dibuka.

Sedangkan setelah pasar tutup, akan ada laporan keuangan dari Fiat Chrysler Automobiles (FCAM).

Pada premarket sore hari ini, terlihat harga saham Facebook (FB) alami penurunan kurang lebih sebesar 2,5 persen, yang merupakan pengaruh dari laporan keuangan perusahaan ini yang dirilis pada hari Rabu kemarin (waktu Amerika).

Sebelum laporan keuangan Facebook dirilis, ada sejumlah perkiraan tinggi terhadap perusahaan tersebut dan hasilnya Facebook mampu tunjukkan hasil laporan keuangan dengan earning dan pertumbuhan bisnis lampaui perkiraan.

Tetapi para pelaku pasar melihat adanya kenaikan harga saham perusahaan ini sebesar 24 persen sejak awal tahun ini menjadikan harga saat ini merupakan harga yang bijaksana bagi mereka untuk lakukan aksi “profit taking”.

Whole Foods (WFM) alami penurunan harga saham sebesar 11 persen yang terjadi pada perdagangan reguler setelah laporan keuangan perusahaan tunjukkan hasil dibawah perkiraan.

Indek acuan saham berjangka Amerika pada sore hari ini terlihat alami penurunan menjelang pembukaannya.

Penurunan tersebut terjadi setelah sebelumnya pada hari Rabu Dow Jones industrial average dan SP 500 masing-masing alami kenaikan sebesar 0,7 persen dan Nasdaq alami kenaikan sebesar 0,4 persen.

Bursa saham Eropa sebagian besar pada sore hari ini tunjukkan kenaikan, sedangkan di Asia pergerakan bursa saham terlihat cenderung mix.

Pada malam hari ini, Departemen Tenaga Kerja Amerika dijadwalkan akan sampaikan laporan data tenaga kerja mingguan, yaitu Jobless Claims pada pukul 19:30 WIB.

Jumlah klaim pengangguran dalam beberapa minggu terakhir tunjukkan kenaikan, tetapi pada periode mingguan yang berakhir pada 18 Juli terlihat jumlah klaim hanya sebesar 225.000 orang. Dan merupakan jumlah klaim pengangguran terkecil sejak tahun 1973.

Pada pukul 19:30 WIB Departemen Statistik Analisa Ekonomi Amerika dijadwalkan juga akan laporkan data GDP untuk kuartal kedua tahun ini.

 

http://www.strategydesk.co.id/2015/07/premarket-laporan-earning-dan-laporan-data-tenaga-kerja-mingguan-amerika-berpeluang-pengaruhi-pasar/

MasterCardMasterCard Inc pada hari Rabu ini sampaikan laporan keuangannya, dengan adjusted profit kuartal kedua sesuai perkiraaan, tetapi revenue perusahaan tunjukkan hasil sedikit dibawah perkiraan Wall Street.

Setelah dirilisnya laporan keuangan tersebut harga saham MasterCard pada premarket alami penurunan sebesar 2,8 persen.

MasterCard berikan penjelasan mengenai turunnya revenue perusahaan tersebut. Dalam penjelasannya, MasterCard menyatakan adanya penguatan nilai tukar dollar Amerika dan melemahnya mata uang seperti euro dan real Brazil menjadi penyebab utamanya. Rendahnya harga gasoline ternyata juga tidak mampu untuk mendongkrak daya beli masyarakat, karena sebagian besar konsumen lebih memilih untuk lakukan penyimpanan uang dan mengurangi jumlah hutang mereka.

Untuk periode kuartalan yang berakhir pada 30 Juni, MasterCard laporkan earning sebesar $921 juta atau 81 sen per lembar saham, bandingkan dengan earning senilai $931 juta atau 80 sen pada periode yang sama tahun lalu.

Jika tidak perhitungkan special item, maka earning MasterCard untuk kuartal ini adalah 85 sen per lembar saham.

Revenue perusahaan untuk kuartal ini alami kenaikan sebesar 1 persen menjadi $2,39 milliar.

Sebelum laporan keuangan tersebut dirilis, analis perkirakan perusahaan akan bukukan earning sebesar 85 sen per lembar saham dengan revenue sebesar $2,41 milliar

http://www.strategydesk.co.id/2015/07/revenue-mastercard-tunjukkan-hasil-dibawah-perkiraan/

001Pada hari Kamis ini akan ada sejuta alasan yang dapat dijadikan sebagai alasan bagi pergerak harga saham.

Hari Kamis ini merupakan hari pertama bagi saham Fitbit, yang merupakan perusahaan peralatan fitnes, untuk mulai diperdagangkan di bursa saham. Nilai IPO (initial public offering) saham Fitbit adalah $20 per lembar saham, dengan valuasi total berada pada kisaran $4 milliar. Saham Fitbit akan mulai diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan menggunakan simbol “FIT”.

Sentimen pasar secara garis besar untuk hari Kamis ini dapat dikatakan kurang bersahabat, dimana kekhawatiran para pelaku pasar kembali tertuju pada kesepakatan yang akan dibuat oleh Yunani dan pihak pemberi kredit. Yunani saat ini hanya berjarak seminggu dari jatuh tempo hutang mereka yang lainnya dan hari Kamis ini dapat dikatakan merupakan hari kritis bagi para pemimpin politik Yunani untuk dapat membuat keputusan dengan pihak kreditur.

Kondisi Yunani tersebut membuat bursa saham Eropa pada sore hari ini terlihat alami kecenderungan bergerak turun.

Sedangkan indek saham berjangka Amerika terlihat bergerak cenderung stabil dengan kecenderungan bergerak turun.

Pada hari ini, sebagian besar bursa saham Asia ditutup dengan alami penurunan, dengan penurunan Indek Shanghai Composite dan Shenzen sebesar kurang lebih 3,6 persen. Walaupun alami penurunan, tetapi secara keseluruhan kedua indek acuan saham tersebut masih cenderung alami kenaikan. Indek Shenzen masih tetap naik 106 persen sejak awal tahun 2015.

Saham perusahaan perangkat lunak Amerika, Oracle (ORCL) alami penurunan hingga sebesar 7,5 persen pada premarket setelah laporan keuangan perusahaan tunjukkan hasil dibawah perkiraan. Perusahaan ini laporkan revenue alami penurunan sebesar 5 persen akibat dollar Amerika yang terus menerus alami penguatan sehingga mengikis pendapatan perusahaan yang mayoritas didominasi oleh mata uang diluar dollar Amerika.

Rite Aid (RAD) dan Kroger (KR) dijadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya sebelum pasar buka pada malam hari ini.

Kroger merupakan salah satu perusahaan jaringan supermarket terbesar di dunia, dan saham perusahaan ini telah alami kenaikan sebesar 55 persen dalam 12 bulan terakhir. Ada kekhawatiran dimana terjadinya inflasi biaya makanan dan rendahnya revenue dari penjualan bahan bakar akan berikan pukulan bagi revenue perusahaan secara keseluruhan.

Untuk data ekonominya, pada malam hari ini, U.S. Bureau of Labor Statistics akan merilis data inflasi untuk periode Mei yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB. Sebelumnya pada bulan April inflasi tunjukkan kenaikan sebesar 0,1 persen setelah pada periode Maret sebelumnya tumbuh sebesar 0,2 persen, dan inflasi tersebut jauh dibawah target Fed.

Pada waktu yang sama, Departemen tenaga kerja juga akan merilis laporan data tenaga kerja mingguan, yaitu jobless claims.

Sebelumnya pada hari Rabu kemarin, bursa saham di Amerika terlihat cenderung bergerak flat. Dow Jones industrial average, SP 500 dan Nasdaq masing-masing alami kenaikan sebesar 0,2 persen.

http://www.strategydesk.co.id/2015/06/premarket-us-pasar-indikasikan-kecenderungan-untuk-alami-penurunan/

Premarket 4Indek acuan saham berjangka Amerika pada sore hari ini tunjukkan kecenderungan alami penurunan, bursa saham Eropa sebagian besar berada pada zona negatif, dan saham-saham di China pada hari ini sebagian besar ditutup dengan alami penurunan.

Kedua bursa saham di China pada hari ini, baik Shanghai Composite maupun Shenzen alami penurunan lebih dari 5 persen, dan penurunan tersebut sebenarnya merupakan buntut dari kenaikan saham sebelumnya. Sebagai catatan tambahan Shenzen telah alami kenaikan paling tidak sebesar 100 persen sejak awal tahun 2015, sehingga menjadikan bursa saham tersebut sebagai top performa dunia.

Secara keseluruhan, “Suasana hati” pasar yang pada hari ini terlihat buruk terjadi setelah sebelumnya pada hari Rabu bursa saham alami kenaikan dimana Dow Jones industrial average juga terlihat alami kenaikan 121 poin, SP 500 naik 0,9 persen dan Nasdaq ditutup naik sebesar 1,5 persen. Dan kenaikan tersebut membuat indek-indek acuan saham utama Amerika diperdagangkan pada level harga yang sangat dekat dengan rekor harga tertingginya.

Pada malam hari ini, saham-saham yang dijadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya sebelum pasar dibuka, termasuk diantaranya adalah Retailers Abercrombie Fitch (ANF) dan Express (EXPR). Sedangkan setelah pasar ditutup akan ada laporan keuangan dari Gamestop (GME).

Berita lainnya datang dari FIFA, dimana ada sebagian besar sponsor raksasa olah raga bola dunia dibawah naungan FIFA yang berikan ancaman penarikan diri dari sponsor akibat adanya dugaan korupsi para petinggi FIFA. Visa (V) sebagai salah satu dari perusahaan sponsor bola tersebut telah sampaikan pernyataan kepada pihak berwenang untuk lakukan aksi pembersihan atau industri bola dunia akan kehilangan Visa sebagai sponsor mereka.

Untuk data ekonominya, pada malam hari ini pemerintah Amerika akan merilis data mingguan tenaga kerja jobless claims pada pukul 19:30 WIB. Pemerintah juga pada hari ini akan merilis data pending home sales untuk periode April, yang akan dirilis pada pukul 21:00 WIB.

Dan pada hari ini, Wall Street juga akan peroleh informasi data inventori natural gas dan minyak mentah Amerika.

Google pada hari ini juga dijadwalkan akan memulai acara tahunan conference developer selama dua hari, dimana dalam acara tersebut perusahaan ini akan perkenalkan inovasi teknologi terbaru mereka. Diperkirakan dalam acara tersebut, Google akan perkenalkan inovasi terbaru mereka pada sistem operasi Android.

 

http://www.strategydesk.co.id/2015/05/premarket-us-adakah-kemungkinan-bursa-saham-akan-alami-penurunan-pada-hari-ini/

Indek acuan saham berjangka Amerika tunjukkan kenaikan pada sore hari ini, kondisi tersebut berikan harapan positip bagi para investor akan adanya kemungkinan DOw Jones industrial average dan SP 500 untuk bukukan rekor harga tertinggi baru.

Sebelumnya pada hari Senin kemarin kedua indek acuan saham Amerika, baik Dow Jones maupun SP 500 ditutup pada harga tertinggi baru. Nasdaq pada hari Senin kemarin juga terlihat alami kenaikan, dengan kenaikan sebesar 0,6 persen.

Pada hari ini ada cukup banyak pergerakan yang terjadi pada pasar investasi di Eropa. Bursa saham di Eropa alami kenaikan pada awal perdagangan, dimana baik CAC 40 di Perancis dan Dax di Jerman, keduanya alami kenaikan sekitar 2 persen.

Surat hutang pemerintah Eropa juga terlihat cenderung menguat, dan nilai tukar euro hanya alami penurunan sebesar 1 persen terhadap dollar Amerika.

Para investor bereaksi terhadap komentar yang disampaikan oleh pejabat senior European Central Bank, yang dilaporkan oleh CNBC, dimana pejabat tersebut menyatakan bahwa ECB sedang berencana untuk keluarkan kembali kebijakan pembelian surat hutang pada Mei dan Juni sebelum likuiditas alami permasalhan pada musim panas mendatang. Kebijakan pembelian asset tersebut merupakan bagian dari program stimulus ECB untuk membunuh deflasi diwilayah zona-euro dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Bursa saham Asia pada hari ini sebagian besar ditutup dengan alami kenaikan. Shanghai Composite menjadi pemimpin kenaikan dengan kenaikan sebesar 3,1 persen.

Saham Urban Outfitters (URBN) alami penurunan yang cukup besar sepanjang perdagangan hari Senin kemarin, setelah laporan keuangan perusahaan yang dirilis hari Senin kemarin gagal penuhi harapan Wall Street. Harga saham perusahaan tersebut alami penurunan sebesar 15 persen.

Pada malam hari ini, dijadwalkan akan ada sejumlah perusahaan retail yang akan sampaikan laporan keuangannya.

Sebelum bursa saham dibuka malam hari ini, Walmart (WMT), Home Depot (HD), Dick’s Sporting Goods (DKS) dan TJX (TJX) di jadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya.

Sedangkan setelah pasar tutup, Etsy yang merupakan saham anggota baru Wall Street dijadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya. Harga saham perusahaan tersebut alami kenaikan hampir 90 persen setelah perusahaan IPO di bulan April, tetapi saat ini harga saham perusahaan alami penurunan dari harga tertingginya sebesar kurang lebih 30 persen.

Data ekonomi Amerika yang akan dirilis pada malam hari ini, yaitu data bulan housing starts dan building permits pada pukul 19:30 WIB.

Sedangkan untuk data ekonomi di luar Amerika, data inflasi Inggris tunjukkan inflasi harga disisi konsumen alami penurunan sebesar 0,1 persen untuk periode April. Data tersebut menjadi data deflasi pertama yang tercatat sejak data tersebut pertama kali dipublikasikan pada tahun 1996. Walaupun demikian, sebagian besar ekonom menilai data tersebut tidak dapat dijadikan acuan bahwa deflasi akan terjadi berkelanjutan.

http://www.strategydesk.co.id/2015/05/premarket-amerika-dow-jones-dan-sp-500-berpeluang-alami-kenaikan-dan-membentuk-rekor-harga-baru/

Wall Street 001Malam hari ini laporan earning dari perusahaan-perusahaan raksasa Amerika akan kembali mewarnai pergerakan pasr.

Laporan earning yang akan menghiasi pergerakan pasar pada malam hari ini, termasuk diantaranya adalah PepsiCo (PEP), Domino Pizza (DPUKY), Dunkin Brands (DNKN), Dr. Pepper Snapple (DPS), Hershey (HSY), PG (PG), General Motors (GM), United Continental (UAL) dan Southwest Air (LUV), yang akan sampaikan sebelum bursa saham di Amerika di buka.

Sedangkan setelah bursa saham ditutup, akan ada laporan dari perusahaan-perusahaan seperti Amazon (AMZN), Google (GOOG), Microsoft (MSFT) dan Starbucks (SBUX).

Saham eBay pada malam hari ini diperkirakan akan alami loncatan kenaikan padaa pembukaannnya, sebelumnya setelah pasar tutup pada pagi hari ini, eBay sampaikan laporan keuangannya dengan hasil diatas perkiraan Wall Street.

Selaini eBay, saham-saham lainnya yang juga diperkirakan akan alami pergerakan yang cukup menarik termasuk diantaranya adalah Facebook (FB), Qualcomm (QCOM), Las Vegas Sands (LVS) dan Texas Instrument (TXN). Saham-saham tersebut sebelumnya pada hari Rabu kemarin alami penurunan akibat kekecewaan para investor terhadap laporan keuangannya.

Ericsson (ERIC) alami penurunan harga saham sebesar 8 persen di bursa saham Eropa setelah perusahaan produsen peralatan telekomunikasi tersebut laporkan penurunan laba yang cukup besar.

Sedangkan saham perusahaan perbankan Deutsche Bank (DB) berpeluang untuk alami penurunan yang cukup besar setelah adanya laporan yang menyebutkan bahwa pihak otoritas Amerika dan Inggris kemungkinan besar akan mengenakan denda lebih dari $2 milliar terkait manipulasi LIBOR (London Interbank Offered Rate). Sebelumnya pada tahun 2013, perusahaan perbankan tersebut telah lakukan pembayaran denda senilai lebih dari 700 juta euro untuk selesaikan masalah serupa di Eropa.

Saham perusahaan raksasa minyak Brazil, Petrobras (PBR) berpeluang alami pergerakan besar setelah perusahaan sampaikan laporan keuangan dengan kerugian tahunan sebesar $7,2 milliar. Berita tersebut keluar setelah adanya pemeriksaan yang dilakukan terkait adanya tindakan suap senilai multimilliar dollar pada perusahaan BUMN Brazil tersebut. Petrobras sudah tidak lagi sampaikan laporan keuangan sejak Agustus karena pihak auditor tidak memberikan izin.

Pada malam hari ini, departemen tenaga kerja Amerika dijadwalkan akan merilis data jobless claims pada pukul 7:30 malam. Dan pada pukul 9 malam ini, departemen statistik dijadwalkan akan merilis data new home sales untuk periode Maret.

Jika memperhatikan data-data ekonomi dunia yang ada saat ini, data-data terbaru untuk manufaktur tidak tunjukkan adanya perkiraan peningkatan di Eropa dan China. Data terbaru, Indek HSBC flash PMI tunjukkan bahwa aktivitas manufaktur China alami penurunan mencapai level terendahnya dalam 12 bulan, yang mana indikasikan bahwa ekonomi negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut alami pelemahan.

Di zona euro, indek PMI dari markit tunjukkan bahwa manufaktur zona euro alami pertumbuhan, tetapi pertumbuhan tersebut gagal penuhi harapan, dengan hasil dibawah perkiraan.

Indek acuan saham berjangka Amerika pada sore hari ini cenderung alami penurunan.

Sebagian besar indek acuan saham-saham utama Eropa alami penurunan kurang lebih 1 persen pada awal perdagangan.

Bursa saham di Asia pada hari ini ditutup dengan kecenderungan bergerak mix.

Sebelumnya pada hari Rabu kemarin saham-saham di Amerika ditutup dengan alami kenaikan. Dow Jones industrial average alami kenaikan sebesar 89 poin, sedangkan SP 500 alami kenaikan sebesar 0,5 persen dan Nasdaq naik 0,4 persen.

http://www.strategydesk.co.id/2015/04/premarket-us-manufaktur-china-yang-melemah-vs-laporan-earning-amerika/

Tanggal April 15, 2013 / 5:06 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – EUR/JPY terus melemah hari ini, sampai ke bawah level psikologis 128 menyusul serangkaian data ekonomi dunia yang buruk.

Mata uang Jepang itu, yang dianggap safe haven dan cenderung menguat ketika ada gejolak ekonomi global meski kini semakin likuid, terangkat oleh data PDB China yang mengecewakan. Ekonomi terbesar kedua dunia itu tumbuh 7,7% di kuartal pertama dari periode sama tahun lalu, di bawah periode sebelumnya 7,9% dan prediksi 8,0%. Data itu menyusul data penjualan ritel dan sentimen konsumen AS yang juga buruk.

Yen juga menguat karena laporan Departemen Keuangan AS yang menyebutkan pihaknya akan mengawasi kebijakan Jepang untuk memastikan mereka tidak mendevaluasi mata uang untuk mengangkat daya saing. Pernyataan eksplisit AS itu datang menjelang pertemuan G-20 Kamis nanti. Pasa mulai khawatir negara lain juga akan mengeluh atau mengkritik kebijakan moneter Jepang.

Pada jam 17:00 WIB, EUR/JPY diperdagangkan di 128,00, setelah sempat jatuh ke low di 127,53. Dengan itu, pair ini suda di bawah 23,6% retracement penguatan 4-11 April di 128,12. Bila ditutup di bawah itu akan mencoba bergerak ke 38,2% di 126,54, kalau lanjut,  menuju 50% di 125,00.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/eurjpy-ke-bawah-128.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eurjpy-ke-bawah-128.html

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal August 13, 2012 / 3:04 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategdyesk – Indeks Nikkei mengalami penurunan tipis hari ini, dimana investor terlihat mengabaikan data PDB kuartal kedua yang memperlihatkan perlambatan. Investor tidak melakukan aksi jual secara agresif karena besar harapan adanya tambahan stimulus untuk mendorong pertumbuhan.

Pertumbuhan ekonomi Jepang melambat pada kuartal kedua  karena efek lesunya permintaan global yang berdampak pada kinerja ekspor. Sementara permintaan domestik, yang sempat membantu Jepang tumbuh pesat, tampaknya mulai kehilangan momentum. PDB tumbuh 1,4% selama periode April-Juni dibandingkan periode sama tahun lalu, menurut laporan Kantor Kabinet hari ini. Angka itu lebih rendah dari prediksi 2,3% dan kinerja kuartal pertama yang mencapai 5,5%. Secara per kuartal, PDB hanya tumbuh 0,3%, di bawah prediksi 0,6% dan kuartal sebelumnya yang 1,3%.

Indeks Nikkei ditutup turun tipis 6,29 poin, atau 0,07%, ke posisi 8.885,15. Indeks Topix ditutup flat pada 746,95. Sedangkan Nikkei kontrak berjangka ditutup pada 8875 atau turun 5 poin, dengan posisi tertinggi 890 dan terendah 8860.

Perdagangan kali ini, beberapa emiten berhasil mempertahankan penguatannya termasuk perusahaan game online DeNA Co Ltd yang menguat 2,1% setelah melonjak 22,1% akhir pekan lalu berkat solidnya kinerja keuangan.

Saham Sony Corp ditutup naik 0,2%. Nippon Sheet Ltd melonjak 10,7%  setelah ada rencana perusahaan akan melanjutkan pembangunan pabrik yang sempat berhenti bulan Februari lalu dalam memproduksi panel touch screen di Vietnam. Sedangkan saham Sharp Corp melanjutkan kejatuhannya hari ini sebesar 4,3%. Kejatuhan Sharp dipicu pemangkasan proyeksi tahun ini, kendati harian bisnis Nikkei melaporkan perusahaan tengah mempertimbangkan penjualan LCD ke Hon Hai Precision Industry perusahaan Taiwan.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-turun-tipis-investor-abaikan-pdb.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-turun-tipis-investor-abaikan-pdb.html

Tanggal July 23, 2012 / 3:31 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak jatuh tajam hari ini karena kekhawatiran mengenai krisis di Eropa dan perlambatan ekonomi China, yang dapat mengurangi permintaan energi.

Dua pemerintah daerah Spanyol, Valencia dan Murcia, mempertimbangkan untuk mengajukan bantuan finansial ke pusat untuk membayar kreditor dan utang.  Situasi ini dapat menambah beban keuangan Madrid, yang di saat yang sama memprediksikan resesi akan berlanjut sampai tahun depan.

Di saat berita Spanyol belum reda, pasar mendapatkan berita dari majalah Jerman Der Spiegel bahwa IMF kemungkinan tidak akan ambil bagian dalam bailout tanbahan untuk Yunani. Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras mengatakan kini negaranya dalam Depresi Besar seperti AS pada 1930an.

Prospek ekonomi global bertambah suram oleh laporan bahwa penasihat bank sentral China memprediksikan ekonomi terbesar kedua dunia itu akan semakin melambat di kuartal ketiga. Di periode itu PDB diperkirakan hanya tumbuh 7,4%,  menurut Song Gouing, anggota akademis PBOC.

Menurut analis, di saat krisis Eropa memburuk, masalah perlambatan China semakin mencuat. Dengan melihat faktor pasokan yang kini tergolong berlebih, analis memperkirakan kalaupun terjadi kenaikan harga, akan terbatas. Pada jam 15:17 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September anjlok $2,67 ke $89,16 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama merosot $2,99 jadi $103,84 per barel.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/isu-eropa-china-hantam-minyak.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/isu-eropa-china-hantam-minyak.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha