Search Results : laporan keuangan bank bca tahun 2011

Tanggal October 14, 2011 / 9:05 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Terkoreksi tipis (-0,35%), Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih belum mengakhiri trend turunnya. Akan tetapi, kita masih harus mewaspadai apakah sentimen negatifnya bisa membuat IHSG mengalami pembalikan arah trend. Level 3636 akan menjadi suport pertama untuk hari ini, jika suport ini gagal bertahan, IHSG memiliki potensi untuk menguji suport 3580, atau bahkan 3450-3500.
Saham-saham pilihan kami (ASII, GGRM, BMRI, BBRI, UNTR, PTBA, ITMG, GJTL, MAPI, CPIN) telah banyak mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Perhatikan posisi suportnya. Profit taking sebaiknya dilakukan jika suport pertama ditembus. Posisi BOW sebaiknya hanya dilakukan ketika harga berada di suport retracement 50%.
Sementara itu, trend penguatan bursa regional dalam perdagangan akhir pekan ini mengalami hambatan, menyusul kejatuhan indeks utama Dow Jones dan SP.
Koreksi kedua indeks utama AS tersebut dipicu laporan keuangan kuartal ketiga JPMorgan Chase Co yang tidak sesui dengan harapan. Selain itu, investor juga melakukan aksi pelepasan saham setelah data China yang melaporkan neraca perdagangannya yang menurun. Dan juga downgrade yang  dilakukan SP terhadap kredit jangka panjang Spanyol menjadi AA- dari AA dengan outlook negatif. Serangkaian faktor tersebut membuat investor kembali cemas karena perolehan laba dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Yang perlu diingat juga, penguatan yang ditorehkan bursa regional hampir dalam sepekan terakhir ini berkat meredanya situasi Eropa, bisa menjadi ancaman adanya aksi ambil untung jelang libur weekend. Ditambah lagi investor akan terfokus pada rilisan data inflasi China untuk tahun ke tahun di September yang diperkirakan turun 6,1% dari sebelumnya 6,1%.
Selain data China, investor juga akan disuguhkan inflasi zona Eropa di September untuk tahun ke tahun yang diperkirakan flat. Data retail sales AS yang dieskpektasikan naik 0,6% pada September dari sebelumnya 0%.
Patut yang jadi perhatian investor adalah rapat G-20, di mana para menteri keuangan dan gubernur bank sentral diperkirakan akan mendesak Eropa untuk menemukan solusi atas masalah krisis utangnya.

Review IHSG
P
enguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut. Pada perdaganan kemarin IHSG ditutup naik sebesar 39 poin.
Sentimen positif kembali datang dari kawasan Benua Biru, menysul meredanya kekhawatiran krsisi utang Eropa setelah para pejabat Eropa berupaya keras untuk menangani krisis tersebut.
Perkembangan terakhir dari Eropa, yaitu kemungkinan disetujuinya voting oleh parlemen slovakia mengenai rencana perubahan dana talangan untuk mengatasi krisis utang Eropa. Di hari sebelumnya parlemen menolak rencana tersebut.
Sentimen positif tersebut telah membangkitkan risk appetite, dan berhasil mengangkat bursa saham global. Ujungnya, IHSG mengekor pada penguatan bursa global.
Sembilan dari sepuluh sektor masih bertahan di jalur hijau. Sektor aneka industri menjadi penyokong terbesar kenaikan IHSG, dengan menguat sebesar 2,80%. Disusul sektor pertambangan yang menguat 2,17%.  Sementara sektor konsumer satu-satunya sektor yang melemah, sebesar 0,44%.
Menutup perdagangan, Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,546 poin (1,01%) ke level 652,052.
Saham-saham yang berhasil menguat diantaranya Astra Internasional (ASII), Bukit Asam (PTBA), Goodyear (GDYR), dan Bayan (BYAN).
Sementara saham-saham yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Mutifinance (ADMF), Unilever (UNVR), dan Chandra Asri (TPIA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski gagal bertahan di atas resistance 3.700 – 3.710, Indeks Harga Saham Gabungan masih memperlihatkan sinyal positif. Pola white body yang terbentuk pada candlestick masih menyisakan kekuatan buyer. Indikator RSI dan stochastic pun masih positif dan mendukung adanya penguatan. Kami masih melihat bahwa IHSG akan menguji kembali resistance di 3.700 – 3.710, yang akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju arera 3.800, jika ditembus. Sementara level support kini bergeser ke area 3.636. Jika ditembus, maka koreksi bisa berlanjut menuju support berikutnya di 3.579, yang akan memberikan sinyal bearish jika harga kembali ditutp di bawah support tersebut. Untuk har ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.640 – 3.710.

R3    3,773
R2    3,738
R1    3,707
   
Pivot    3,672
   
S1    3,640
S2    3,605
S3    3,574

Stock Pick
BBCA

M
oving average sudah menunjukkan potensi uptrend. Namun pola lower high dan lower low, yang terbentuk pada garis trend, menunjukkan bahwa trend masih bergerak bearish. Saat ini harga masih tertahan pada garis resistance 8.150. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk meraih target bullish selanjutnya di 8.850 – 9.500 (FR 161.8%).
Rekomendasi     : Buy break 8.150, stop loss breakout 7.950, target 8.500
Support                : 7.950, 7.750
Resistance          : 81.50, 8.500

CTRA

I
ndikator stochastic dan RSI masih menunjukkan potensi uptrend, namun harga masih tertahan pada garis resistance di 530. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk kembali meraih area 580 – 600. Sementara jika resistance gagal ditembus, CTRP berpeluang terkoreksi ke area 480 – 455.
Rekomendasi     : Buy break 530, stop loss 500, target 580
Support                : 495, 480
Resistance          : 530, 580

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-negatif-bisa-merubah-tren-ihsg.html

Tanggal October 14, 2011 / 9:05 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Terkoreksi tipis (-0,35%), Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih belum mengakhiri trend turunnya. Akan tetapi, kita masih harus mewaspadai apakah sentimen negatifnya bisa membuat IHSG mengalami pembalikan arah trend. Level 3636 akan menjadi suport pertama untuk hari ini, jika suport ini gagal bertahan, IHSG memiliki potensi untuk menguji suport 3580, atau bahkan 3450-3500.
Saham-saham pilihan kami (ASII, GGRM, BMRI, BBRI, UNTR, PTBA, ITMG, GJTL, MAPI, CPIN) telah banyak mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Perhatikan posisi suportnya. Profit taking sebaiknya dilakukan jika suport pertama ditembus. Posisi BOW sebaiknya hanya dilakukan ketika harga berada di suport retracement 50%.
Sementara itu, trend penguatan bursa regional dalam perdagangan akhir pekan ini mengalami hambatan, menyusul kejatuhan indeks utama Dow Jones dan SP.
Koreksi kedua indeks utama AS tersebut dipicu laporan keuangan kuartal ketiga JPMorgan Chase Co yang tidak sesui dengan harapan. Selain itu, investor juga melakukan aksi pelepasan saham setelah data China yang melaporkan neraca perdagangannya yang menurun. Dan juga downgrade yang  dilakukan SP terhadap kredit jangka panjang Spanyol menjadi AA- dari AA dengan outlook negatif. Serangkaian faktor tersebut membuat investor kembali cemas karena perolehan laba dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Yang perlu diingat juga, penguatan yang ditorehkan bursa regional hampir dalam sepekan terakhir ini berkat meredanya situasi Eropa, bisa menjadi ancaman adanya aksi ambil untung jelang libur weekend. Ditambah lagi investor akan terfokus pada rilisan data inflasi China untuk tahun ke tahun di September yang diperkirakan turun 6,1% dari sebelumnya 6,1%.
Selain data China, investor juga akan disuguhkan inflasi zona Eropa di September untuk tahun ke tahun yang diperkirakan flat. Data retail sales AS yang dieskpektasikan naik 0,6% pada September dari sebelumnya 0%.
Patut yang jadi perhatian investor adalah rapat G-20, di mana para menteri keuangan dan gubernur bank sentral diperkirakan akan mendesak Eropa untuk menemukan solusi atas masalah krisis utangnya.

Review IHSG
P
enguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut. Pada perdaganan kemarin IHSG ditutup naik sebesar 39 poin.
Sentimen positif kembali datang dari kawasan Benua Biru, menysul meredanya kekhawatiran krsisi utang Eropa setelah para pejabat Eropa berupaya keras untuk menangani krisis tersebut.
Perkembangan terakhir dari Eropa, yaitu kemungkinan disetujuinya voting oleh parlemen slovakia mengenai rencana perubahan dana talangan untuk mengatasi krisis utang Eropa. Di hari sebelumnya parlemen menolak rencana tersebut.
Sentimen positif tersebut telah membangkitkan risk appetite, dan berhasil mengangkat bursa saham global. Ujungnya, IHSG mengekor pada penguatan bursa global.
Sembilan dari sepuluh sektor masih bertahan di jalur hijau. Sektor aneka industri menjadi penyokong terbesar kenaikan IHSG, dengan menguat sebesar 2,80%. Disusul sektor pertambangan yang menguat 2,17%.  Sementara sektor konsumer satu-satunya sektor yang melemah, sebesar 0,44%.
Menutup perdagangan, Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,546 poin (1,01%) ke level 652,052.
Saham-saham yang berhasil menguat diantaranya Astra Internasional (ASII), Bukit Asam (PTBA), Goodyear (GDYR), dan Bayan (BYAN).
Sementara saham-saham yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Mutifinance (ADMF), Unilever (UNVR), dan Chandra Asri (TPIA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski gagal bertahan di atas resistance 3.700 – 3.710, Indeks Harga Saham Gabungan masih memperlihatkan sinyal positif. Pola white body yang terbentuk pada candlestick masih menyisakan kekuatan buyer. Indikator RSI dan stochastic pun masih positif dan mendukung adanya penguatan. Kami masih melihat bahwa IHSG akan menguji kembali resistance di 3.700 – 3.710, yang akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju arera 3.800, jika ditembus. Sementara level support kini bergeser ke area 3.636. Jika ditembus, maka koreksi bisa berlanjut menuju support berikutnya di 3.579, yang akan memberikan sinyal bearish jika harga kembali ditutp di bawah support tersebut. Untuk har ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.640 – 3.710.

R3    3,773
R2    3,738
R1    3,707
   
Pivot    3,672
   
S1    3,640
S2    3,605
S3    3,574

Stock Pick
BBCA

M
oving average sudah menunjukkan potensi uptrend. Namun pola lower high dan lower low, yang terbentuk pada garis trend, menunjukkan bahwa trend masih bergerak bearish. Saat ini harga masih tertahan pada garis resistance 8.150. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk meraih target bullish selanjutnya di 8.850 – 9.500 (FR 161.8%).
Rekomendasi     : Buy break 8.150, stop loss breakout 7.950, target 8.500
Support                : 7.950, 7.750
Resistance          : 81.50, 8.500

CTRA

I
ndikator stochastic dan RSI masih menunjukkan potensi uptrend, namun harga masih tertahan pada garis resistance di 530. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk kembali meraih area 580 – 600. Sementara jika resistance gagal ditembus, CTRP berpeluang terkoreksi ke area 480 – 455.
Rekomendasi     : Buy break 530, stop loss 500, target 580
Support                : 495, 480
Resistance          : 530, 580

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha