Search Results : laporan keuangan bank bca 2012

Tanggal July 13, 2012 / 8:01 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kekhawatiran bahwa bursa Amerika bakal terkoreksi dalam akibat banyaknya berita-berita negatif yang bermunculan, ternyata tidak terjadi.  Koreksi 0,25% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial semalam, sentimennya lebih cenderung positif. 
Sentimen positif ini, membuat IHSG hari ini cenderung bergerak flat naik pada kisaran 3960-4025.  Penembusan atas suport atau resisten tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan trend jangka menengah untuk IHSG.

Global Outlook
Para investor menantikan hasil rilisan data PDB China yang dijadwalkan rilis pukul 09.00 pagi ini.
Investor ragu mengambil posisi menjelang laporan tersebut yang diperkirakan akan menunjukkan ekonomi terbesar kedua dunia itu mencatat pertumbuhan terendahnya dalam tiga tahun terakhir. Prediksi adanya perlambatan 7,7% dari 8,1%.
Sejak awal perdagangan bursa saham Asia kali ini sempat mengalami recovery pasca kejatuhan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menepis kejatuhan yang dialami bursa saham AS semalam untuk keenam sesi berturut-turut.
Bayang-bayang kekhawatiran akan lemahnya pertumbuhan ekonomi global dan krisis utang Eropa membuat beberapa bank sentral melakukan pelonggaran melalui pemangkasan suku bunga. Tapi upaya pelonggaran moneter beberapa bank sentral gagal mengembalikan semangat pasar, yang lebih terfokus dengan isu perlambatan ekonomi global, para analis memperkirakan kelanjutan penurunan menjelang musim laporan keuangan. Pasar takut banyak perusahaan yang akan merevisi turun proyeksi laba dan pendapatannya.
Kabar tidak mengenakkan datang dari Eropa, dimana lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service kembali memangkas obligasi pemerintah Italia dua tingkat, yaitu dari “A3” menjadi “Baa2”. Moody juga memberikan outlook negatif untuk obligasi Italia tersebut.

Review IHSG
S
etelah mengalami kenaikan pada dua sesi perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi. Pada penutupan perdagangan Kamis (12/7/2012), IHSG ditutup merosot 35,013 poin (0,88%) ke level 3.984,120.
Suramnya prospek ekonomi global menyusul lemahnya data-data ekonomi di berbagai negara menjadi pemicu utama aksi profit taking tersebut. Sentimen negatif lainnya datang dari AS setelah tidak adanya sinyal The Fed untuk melakukan kebijakan quantitative easing (QE) pada FOMC minutes.
Hampir seluruh sektor saham mengalami penurunan, kecuali sektor infrastruktur, yang naik 0,06%.
Saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Gudang Garam (GGRM), Bukit Asam (PTBA), dan Mayora (MYOR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Taisho (SQBI), Sarana Menara (TOWR), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Surya Citra (SCMA).

Ulasan Teknikal
IHSG

Tr
end jangka pendek IHSG mulai bearish seiiring dengan ditembus-nya support trend-line, yang juga merupakan level psikologi di 4.000. IHSG bahkan ditutup dibawah support tersebut dengan membentuk pola long black candlestick. Pola tersebut mengindikasikan adanya bearish continuation, terlebih indikator stochastic pun masih bearish crossover. Support selanjutnya IHSG di 3.950 akan diuji. Jika ditutup di bawah support tersebut, IHSG berpeluang melemah lebih jauh ke area 3.850 – 3.800. Sementara itu, sinyal positif hanya akan didapat jika IHSG kembali bergerak di atas resistance 4.000 – 4.010. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.950 – 4.010.

R3    4,060
R2    4,037
R1    4,011
   
Pivot    3,987
   
S1    3,961
S2    3,937
S3    3,911

Stock Pick
BBCA

M
ulai bergerak bullish untuk trend jangka pendek, namun penguatan BBCA masih tertahan di area resistance 7.500. Indikator stochastic sudah golden cross, sementara RSI mulai masuk area positif. Kondisi tersebut memungkinkan BBCA untuk kembali melanjutkan kenaikannya untuk menguji resistance tersebut. Jika ditembus, maka akan mengkonfirmasi trend bullish jangka menengah untuk meraih target berikutnya di area 7.750– 8.000.
Rekomendasi     : Buy break 7.500, stop loss 7.300, target 7.750 – 7.900
Support                : 7.300, 7.150
Resistance          : 7.500, 7.750

BBRI

G
agal menembus resistance 6.800 dan membentuk bearish engulfing pada candlestick bisa menjadi sinyal reversal bagi BBRI. Indikator RSI pun sudah overbought, sementara stochastic dead cross. Pola bearish juga terlihat dari harga yang mulai bergerak di bawah MA 10. Dengan begitu, trend jangka pendek BBRI kini mulai bergerak bearish. Konfirmasi penurunan selanjutnya akan ditentukan dengan ditembusnya support di 6.500. Jika ditembus, penurunan bisa berlanjut menuju area 6.350 – 6.150.
Rekomendasi     : Sell breakout 6.500
Support                : 6.500, 6.350
Resistance          : 6.800, 7.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html

Tanggal April 27, 2012 / 8:54 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kinerja keuangan beberapa emiten unggulan yang cukup mengesankan bisa menjadi penopang IHSG untuk tetap di jalur positif hari ini.
Kemarin Bank BCA (BBCA) mengumumkan meraih laba bersih Rp. 2,3 triliun selama kuartal pertama 2012. Bank CIMB Niaga (BNGA) berhasil mencatat kenaikan laba bersih 29% menjadi Rp. 937 miliar. Bank Pertama (BNLI) mencatat laba Rp. 331 miliar dip erode yang sama. Adira Finance mencatat laba Rp. 1,5 triliun, dan berencana membagi dividen 50%. Di sektor lain, Aneka Kimia Raya Corporindo (AKRA) mencatat penjualan Rp 5,1 triliun.
Kinerja keuangan yang memuaskan dan nilai penjualan yang tinggi menjadi bukti bahwa prospek bisnis domestik tetap cerah. Hal ini juga menimbulkan ekspektasi positif kinerja keuangan emiten lainnya juga turut bagus.
Untuk hari ini, emiten yang mengumumkan laporan keuangan antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Panin (PNBN), Lippo Karawaci (LPKR), Medco International (MEDC).
Dari sisi eksternal, Wall Street berhasil mencatat penguatan signifikan berkat data perumahan AS yang cukup bagus. Sayangnya ada berita buruk, yaitu penurunan rating kredit Spanyol, ini menjadi faktror yang menghambat laju bursa regional.

Global Outlook
B
ursa regional bergerak positif awal perdagangannya kali ini, meski ada pemberitaan bahwa peringkat utang Spanyol diturunkan dari “A” menjadi “BBB+” oleh lembaga pemeringkat SP. Positifnya bursa regional juga didorong dari rally yang ditorehkan bursa saham di AS setelah data pending home sales yang naik dari perkiraan. Selain itu, harapan pasar terhadap kesiapan Federal Reserve untuk mengambil langkah dalam rangka merangsang ekonomi dan mengurangi pengangguran.
Sebagaimana kita ketahui, dalam rapatnya kemarin Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya takkan ragu untuk menambah stimulus moneter bila diperlukan. “Kami siap untuk melakukan lebih bila diperlukan untuk memastikan pemulihan berlanjut dan inflasi tetap dekat dengan target,” katanya sembari menegaskan opsi pembelian aset lanjutan tetap terbuka. Namun ia menambahkan untuk saat ini, kebijakan kurang lebih masih tepat.
Kini pasar tertuju pada rapat Bank Sentral Jepang (BOJ), dalam rapatnya kali ini BOJ diperkirakan akan menambah stimulus moneternya sekitar 5 sampai 10 triliun yen. Menurut analis, pasar sudah memfaktorkan kemungkinan stimulus itu. Tapi masih belum jelas bagaimana pasar bereaksi karena tergantung juga dengan respon mata uang. Satu hal yang jelas, saham akan didera aksi jual besar-besaran bila ternyata BOJ mengecewakan pasar dengan tidak mengimplementasikan stimulus lagi.
Data PDB dan sentimen bisnis Michigan akan jadi perhatian pasar malam harinya.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 16 poin kemarin. Pada perdagangan Kamis (25/4/2012), IHSG ditutup naik 16,663 poin (0,40%) ke level 4.180,306.
Sentimen utama kenaikan IHSG dipengaruhi oleh global menyusul menguatnya bursa Wall Street setelah The Fed menyatakan siap melakukan stimulus bila diperlukan guna merangsang ekonomi. Sentimen positif dari Wall Street tersebut kemudian menyebar ke bursa regional dan domestik.
Sebanyak enam sektor berhasil menguat, dipimpin sektor keuangan yang naik 1,26%, kemudian sektor industri dasar yang naik 1,18%, dan konsumer yang naik 0,76%. Sedangkan salah satu sektor yang mencatatkan penurunan terdalam adalah sektor agrikultur sebesar 1,03%.
Saham-saham yang naik diantaranya Semen Gresik (SMGR), Bank Mandiri (BMRI), Indo Tambangraya (ITMG), dan Elang Mahkota (EMTK).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastatika (DSSA), Astra Agro (AALI), Bukit Asam (PTBA), dan Bank Mayapada (MAYA).

Ulasan Teknikal
IHSG

R
esistance di 4.175 mampu dilewati, bahkan mampu ditutup di atas level tersebut. Hal ini ini bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh indikator stochastic yang mulai golden cross serta candlestick yang membentuk bullish engulfing. Dengan begitu, kami masih melihat bahwa IHSG masih bisa melanjutkan kenaikannya untuk menguji kembali resistance “all time high” di 4.232. Sementara itu, hanya penutupan IHSG di bawah 4.150 yang akan membuat trend menjadi bearish, dengan target di area 4.110 – 4.100. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisarab 4.160 – 4.220.

R3    4,237
R2    4,219
R1    4,200
   
Pivot    4,182
   
S1    4,162
S2    4,144
S3    4,125

Stock Pick
INAF

D
itembusnya resistance di 225 telah mengkonfirmasi bullish continuation bagi INAF. Beberapa indikator seperti RSI dan stochastic juga masih mendukung adanya kenaikan. Namun begitu, kedua indikator tersebut mulai memasuki area overbought. Selain itu, harga kini mulai mendekati area resistance di 280 – 300. Dengan begitu, kenaikan INAF kini mulai terbatas dan rawan terjadi profit taking.
Rekomendasi     : Take profit @280 – 300. Buy back @225, stop loss 210, target 260
Support                : 225, 205
Resistance          : 280, 300

MDLN

T
rend keseluruhan MDLN bullish, ditunjukkan dengan MA yang bergerak uptrend. Saat ini harga masih bergerak flat di area support 465 dan resistance 510. Namun begitu, terlihat indikator stochastic mulai golden cross serta RSI uptrend. Kedua indikator tersebut mengindikasikan adanya potensi kenaikan dalam jangka pendek ini. Kami melihat bahwa MDLN akan kembali menguji resistance di 510, yang akan memberikan konfirmasi kenaikan menuju area 600 (FR 261.1%)
Rekomendasi     : Buy, stop loss 465, target 600
Support                : 465, 435
Resistance          : 510, 600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/earning-lokal-siap-topang-ihsg.html

Tanggal April 27, 2012 / 8:54 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kinerja keuangan beberapa emiten unggulan yang cukup mengesankan bisa menjadi penopang IHSG untuk tetap di jalur positif hari ini.
Kemarin Bank BCA (BBCA) mengumumkan meraih laba bersih Rp. 2,3 triliun selama kuartal pertama 2012. Bank CIMB Niaga (BNGA) berhasil mencatat kenaikan laba bersih 29% menjadi Rp. 937 miliar. Bank Pertama (BNLI) mencatat laba Rp. 331 miliar dip erode yang sama. Adira Finance mencatat laba Rp. 1,5 triliun, dan berencana membagi dividen 50%. Di sektor lain, Aneka Kimia Raya Corporindo (AKRA) mencatat penjualan Rp 5,1 triliun.
Kinerja keuangan yang memuaskan dan nilai penjualan yang tinggi menjadi bukti bahwa prospek bisnis domestik tetap cerah. Hal ini juga menimbulkan ekspektasi positif kinerja keuangan emiten lainnya juga turut bagus.
Untuk hari ini, emiten yang mengumumkan laporan keuangan antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Panin (PNBN), Lippo Karawaci (LPKR), Medco International (MEDC).
Dari sisi eksternal, Wall Street berhasil mencatat penguatan signifikan berkat data perumahan AS yang cukup bagus. Sayangnya ada berita buruk, yaitu penurunan rating kredit Spanyol, ini menjadi faktror yang menghambat laju bursa regional.

Global Outlook
B
ursa regional bergerak positif awal perdagangannya kali ini, meski ada pemberitaan bahwa peringkat utang Spanyol diturunkan dari “A” menjadi “BBB+” oleh lembaga pemeringkat SP. Positifnya bursa regional juga didorong dari rally yang ditorehkan bursa saham di AS setelah data pending home sales yang naik dari perkiraan. Selain itu, harapan pasar terhadap kesiapan Federal Reserve untuk mengambil langkah dalam rangka merangsang ekonomi dan mengurangi pengangguran.
Sebagaimana kita ketahui, dalam rapatnya kemarin Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya takkan ragu untuk menambah stimulus moneter bila diperlukan. “Kami siap untuk melakukan lebih bila diperlukan untuk memastikan pemulihan berlanjut dan inflasi tetap dekat dengan target,” katanya sembari menegaskan opsi pembelian aset lanjutan tetap terbuka. Namun ia menambahkan untuk saat ini, kebijakan kurang lebih masih tepat.
Kini pasar tertuju pada rapat Bank Sentral Jepang (BOJ), dalam rapatnya kali ini BOJ diperkirakan akan menambah stimulus moneternya sekitar 5 sampai 10 triliun yen. Menurut analis, pasar sudah memfaktorkan kemungkinan stimulus itu. Tapi masih belum jelas bagaimana pasar bereaksi karena tergantung juga dengan respon mata uang. Satu hal yang jelas, saham akan didera aksi jual besar-besaran bila ternyata BOJ mengecewakan pasar dengan tidak mengimplementasikan stimulus lagi.
Data PDB dan sentimen bisnis Michigan akan jadi perhatian pasar malam harinya.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 16 poin kemarin. Pada perdagangan Kamis (25/4/2012), IHSG ditutup naik 16,663 poin (0,40%) ke level 4.180,306.
Sentimen utama kenaikan IHSG dipengaruhi oleh global menyusul menguatnya bursa Wall Street setelah The Fed menyatakan siap melakukan stimulus bila diperlukan guna merangsang ekonomi. Sentimen positif dari Wall Street tersebut kemudian menyebar ke bursa regional dan domestik.
Sebanyak enam sektor berhasil menguat, dipimpin sektor keuangan yang naik 1,26%, kemudian sektor industri dasar yang naik 1,18%, dan konsumer yang naik 0,76%. Sedangkan salah satu sektor yang mencatatkan penurunan terdalam adalah sektor agrikultur sebesar 1,03%.
Saham-saham yang naik diantaranya Semen Gresik (SMGR), Bank Mandiri (BMRI), Indo Tambangraya (ITMG), dan Elang Mahkota (EMTK).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastatika (DSSA), Astra Agro (AALI), Bukit Asam (PTBA), dan Bank Mayapada (MAYA).

Ulasan Teknikal
IHSG

R
esistance di 4.175 mampu dilewati, bahkan mampu ditutup di atas level tersebut. Hal ini ini bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh indikator stochastic yang mulai golden cross serta candlestick yang membentuk bullish engulfing. Dengan begitu, kami masih melihat bahwa IHSG masih bisa melanjutkan kenaikannya untuk menguji kembali resistance “all time high” di 4.232. Sementara itu, hanya penutupan IHSG di bawah 4.150 yang akan membuat trend menjadi bearish, dengan target di area 4.110 – 4.100. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisarab 4.160 – 4.220.

R3    4,237
R2    4,219
R1    4,200
   
Pivot    4,182
   
S1    4,162
S2    4,144
S3    4,125

Stock Pick
INAF

D
itembusnya resistance di 225 telah mengkonfirmasi bullish continuation bagi INAF. Beberapa indikator seperti RSI dan stochastic juga masih mendukung adanya kenaikan. Namun begitu, kedua indikator tersebut mulai memasuki area overbought. Selain itu, harga kini mulai mendekati area resistance di 280 – 300. Dengan begitu, kenaikan INAF kini mulai terbatas dan rawan terjadi profit taking.
Rekomendasi     : Take profit @280 – 300. Buy back @225, stop loss 210, target 260
Support                : 225, 205
Resistance          : 280, 300

MDLN

T
rend keseluruhan MDLN bullish, ditunjukkan dengan MA yang bergerak uptrend. Saat ini harga masih bergerak flat di area support 465 dan resistance 510. Namun begitu, terlihat indikator stochastic mulai golden cross serta RSI uptrend. Kedua indikator tersebut mengindikasikan adanya potensi kenaikan dalam jangka pendek ini. Kami melihat bahwa MDLN akan kembali menguji resistance di 510, yang akan memberikan konfirmasi kenaikan menuju area 600 (FR 261.1%)
Rekomendasi     : Buy, stop loss 465, target 600
Support                : 465, 435
Resistance          : 510, 600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Tanggal February 22, 2012 / 9:19 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Sentimen positif dari tercapainya persetujuan bailout atas Yunani, ternyata tidak mampu membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) bergerak menembus level psikologis 13.000. Sempat mencapai level tertinggi di 13.004, indeks DJI akhirnya hanya ditutup naik tipis 0,12% di 12.965.
Minimnya sentimen ini membuat IHSG diperkirakan akan kembali bergerak flat pada kisaran 3980-4025. Potensi penguatan memang masih terlihat pada saham-saham perbankan (BMRI, BBRI, BBCA) dan saham-saham berbasis Nickel (ANTM, INCO). Meskipun demikian, dengan market yang diperkirakan bakal bergerak dengan kisaran sempit, positioning hendaknya dilakukan dalam mode trading. Exit posisi trading kami sarankan jika IHSG gagal ditutup diatas 3980.

Global Outlook
P
ara menteri keuangan zona euro akhirnya mencapai kesepakatan untuk memberikan Yunani bailout kedua sebesar 130 miliar euro kemarin. Tapi pasar tidak begitu menyambut begitu atunsias karena sudah memperkirakan sebelumnya.
Mereka menyetujui program bailout kedua Yunani yang mencakup pembiayaan sebesar 130 miliar euro dan target mengurangi utang yunani menjadi 121% PDB pada 2020. Kesepakatan paket dengan syarat ketat itu akan membantu mengurangi ketidakpastian yang sempat mengguncang pasar keuangan. Kesepakatan itu juga meliputi penghapusan sebagian utang Yunani. Kreditor swasta diperkirakan akan menderita kerugian 53,5% dari nilai nominal obligasi Yunani yang dapat mengurangi utang Yunani sebesar 100 miliar euro.  Jumlah itu lebih besar dari yang disepakati sebelumnya 50%.
Laporan yang disiapkan oleh Uni Eropa, ECB dan IMF menyebutkan Yunani perlu bantuan ekstra untuk bisa mengurangi utangnya ke target resmi pada 2020 mengingat kondisi ekonominya yang terus memburuk. Bila Athena gagal menjalani perbaikan dan penghematan, utang tetap sebesar 160% pada saat itu. Para skeptis mempertanyakan apakah pemerintahan baru Yunani tetap menjalani program penghematan setelah pemilu April nanti. Mereka justru khawatir Athena tidak akan mampu melaksanakan sepenuhnya program itu.
Bursa saham di AS yang kembali buka kemarin setelah sehari sebelumnya libur nasional, berakhir flat. Naiknya harga komoditas global termasuk minyak ke $105/barel dan emas $1750/ounce, memberikan dorongan bagi saham-saham terkait, dan kemungkinan juga berimbas ke bursa regional hari ini.
Serangkaian data ekonomi yang dijadwalkan dirilis hari ini akan menjadi penggerak pasar, termasuk data manufaktur PMI dari China, Jerman, zona Eropa dan Inggris. Selain itu, data exiting home sales AS.  

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mepertahankan gain-nya. Pada perdagangan kemarin, Selasa (21/2/2012), IHSG ditutup menguat 22,698 poin (0,57%) ke level 4.002,951. Indeks LQ 45 ditutup naik 2,404 poin (0,35%) ke level 696,427.
Kabar baik dari Yunani yang akan mendapatkan bailout sebesar 130 miliar euro dari Uni Eropa, menjadi amunisi IHSG pada hari itu. Kabar tersebut untuk seementara bisa menghapuskan kekhawatiran krisis utang di negara tersebut. Rasa percaya diri investor kembali tumbuh atas adanya berita tersebut.
Sebanyak enam sektor mampu menopang kenaikan indeks. Sektor dengan kenaikan tertinggi di antaranya sektor perdagangan yang naik 2,41%, sektor keuangan naik 0,93%, dan sektor pertambangan naik 0,81%. Sementara, sektor industri dasar mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 0,44%.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya Hero Supermarket (HERO), Dian Swastatika (DSSA), Petrosea (PTRO), dan Elang Mahkota (EMTK).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indocement (INTP), Indo Tambangraya (ITMG), Unilever (UNVR), dan Multi Prima (LPIN).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
ampu bertahan di atas level psikologis 4.000 dengan indikator stochastic yang golden cross, masih menjadi sinyal positif bagi IHSG. Moving average pun terlihat masih uptrend. Kami masih melihat adanya potensi penguatan bagi IHSG untuk kembali menguji resistance di 4.040. Jika ditemus, maka target penguatan selanjutnya akan fokus di area 4.130 – 4.195. Sementara sinyal turun jangka pendek akan terjadi jika IHSG bergerak di bawah support 3.980, dengan proyeksi bearish menuju area 3.950 – 3.896. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.980 – 4.040.

R3    4,042
R2    4,025
R1    4,014
   
Pivot    3,997
   
S1    3,986
S2    3,969
S3    3,958

Stock Pick
INTP

H
arga mulai bergerak di bawah moving average 10 dan 55, indikasi bahwa trend INTP sudah mulai bergerak bearish. Pola bearish INTP juga terlihat dari stochastic yang mulai dead crsoss, serta RSI yang bergerak ke area negatif. Untuk itu, kami melihat adanya potensi INTP untuk kembali menguji level support-nya di 16.500 (FR 50%). Jika ditembus, koreksi bisa berlanjut menuju area 15.950 – 15.100.
Rekomendasi     : Sell (best price entry @ 17.150)
Support                : 16.500, 15.950
Resistance          : 17.150, 17.900

AALI

D
alam 3 bulan terakhir ini pergerakan AALI masih terlihat flat di kisaran support 20.300 dan resistance 22.900. saat ini, harga tengah mendekati area resistance-nya. Beberapa indikator pun mulai menunjukkan sinyal reversal, seperti stochastic yang mulai overbought, serta MA 10 yang mulai bergerak downtrend. Kami melihat bahwa saat ini AALI akan kembali menguji level support-nya di 21.600 (FR 50%  dan MA 55). Jika support ditembus, maka harga akan kembali menjemput support kuatnya di 20.300.
Rekomendasi     : Sell (best price entry 22.500).
Support                : 22.000, 21.600
Resistance          : 22.500, 22.900

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Tanggal February 17, 2012 / 9:26 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kenaikan 0,96% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) cukup untuk menegaskan bahwa trend dari indeks Dow Jones Industrial (DJI), saat ini memang masih belum berupa trend turun.  Meskipun demikian, kenaikan ini belum memberikan signal positif yang baru karena posisi terakhirnya masih berada pada kisaran flat 12750-12950 yang merupakan kisaran indeks DJI semenjak awal Februari.
Sentimen positif yang ada, diperkirakan akan menguji signal bearish yang kemarin muncul pada IHSG. Hanya penembusan kisaran resisten 3940-3955, yang akan membuat IHSG kembali dalam trend naik.
Kemarin, tidak kurang dari saham ASII, GGRM, MAPI, TINS, SMGR, INDF, UNTR, UNVR,AALI dan JSMR ditutup dibawah suport (signal negatif). Saham-saham perbankan (terutama BMRI dan BBNI) juga terlihat berada pada suport yang kuat. Hari ini, kita harus melihat apakah saham-saham tersebut mampu menembus resistennya. Posisi SpecBuy sebaiknya hanya dilakukan jika harga terlihat kuat diatas resisten.

Global Outlook
R
egional bergerak rally kali  ini berkat indeks utama di bursa AS yang melonjak tajam menyusul baiknya data ekonomi termasuk klaim pengangguran dan sektor perumahan. Selain itu, optimisme mengenai bailout kedua Yunani yang kemungkinan teralisasi pekan depan turut menambah sentimen.
Indeks SP 500 berhasil cetak level tertingginya dalam 9 bulan terakhir, sedangkan indeks Dow Jones raih level tertinggi sejak Mei 2008. Sinyal positif perekonomian AS terlihat dari laporan tunjangan klaim pengangguran mingguan diluar dugaan turun 348 ribu dari ekspektasi 364 ribu, angka terendah sejak Maret 2008. Sementara data pembangunan perumahan di Januari naik 700 ribu dari sebelumnya 690 ribu.
Kabar baik lainnya didapat dari Eropa, dimana pemerintah Eropa tengah mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga pinjaman darurat Yunani dan menggunakan kontribusi dari Bank Sentral Eropa. Ini memberi angin segar bagi Yunani dari kemungkinan default.
Sebagaimana kita ketahui, Yunani akan mendapatkan kucuran dana untuk membayar utang jatuh tempo pada 20 Maret nanti. Yunani harus membayar sekitar 14,5 miliar euro pada tanggal itu, itu sulit dilakukan bila tidak mendapat bailout. Masih belum jelas bagaimana Uni Eropa bisa menahan bailout tanpa membiarkan Yunani default.
Padahal Yunani telah memenuhi dua syarat lagi, yaitu memberikan pernyataan tertulis sanggup melaksanakan penghematan, dan menemukan pos-pos untuk pemangkasan 325 juta euro  yang belum sempat disebut dalam pemotongan anggaran 3,3 miliar euro tahun  ini. Tapi ternyata tidak serta merta bantuan dikucurkan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan koreksinya. Pada perdagangan kemarin, Kamis (16/2), IHSG turun 25,437 poin (0,64%) ke level 3.927,608. Sementara Indeks LQ 45 melemah 5,642 poin (0,82%) ke level 681,553.
Belum adanya sentimen baru ke bursa membuat investor memilih mengamankan portofolionya. Kecemasan masalah krisis utang Eropa masih menjadi pemberat utama pergerakan IHSG. Para pejabat Eropa menunda bailout kedua terhadap Yunani, sehingga mencuatkan kembali risk aversion.
Ada delapan sektor yang mencatatkan penurunan. Tiga sektor dengan penurunan paling dalam di antaranya: sektor aneka industri yang turun 1,77%, sektor konsumer yang turun 1,73%, dan sektor manufaktur yang turun 1,66%. Sementara, dua sektor yang naik adalah sektor keuangan dan konstruksi dengan kenaikan masing-masing 0,84% dan 0,55%.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Astra Internasional (ASII), Astra Agro (AALI), Unilever (UNVR), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Sepatu Bata (BATA), Merck (MERK), Surya Toto (TOTO), dan Fastfood (FAST).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
enurunan IHSG di bawah support 3.930 bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG. Kondisi ini didukung pula dengan indikator RSI dan stochastic yang masih bergerak di area negatif. Sedangkan candlestick yang membentuk black body masih menunjukkan potensi seller. Kami melihat bahwa saat ini IHSG akan kembali menguji level support-nya di 3.896, yang sekaligus akan mengakhiri pola flat-nya, untuk mengejar target bearish menuju area 3.875 – 3.750 jika support tersebut ditembus. Sebaliknya, jika support dipertahankan, maka hal ini akan memperpanjang pola flat IHSG di ksaran 3.896 – 4.040. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.896 – 3.950.

R3    3,987
R2    3,970
R1    3,949
   
Pivot    3,931
   
S1    3,910
S2    3,893
S3    3,872

Stock Pick
MAPI

M
oving average mulai terlihat downtrend, menunjukkan bahwa trend MAPI saat ini sedang bergerak bearish. Indikator RSI dan stochastic pun masih berada di zona negatif. Kondisi tersebut makin mendukung pola bearish tersebut. Kami melihat bahwa pergerakan MAPI selanjutnya akan mencoba menguji level support-nya di 5.00, sehingga akan terbentuk sebuah pola reversal rounding top. Jika support support ditembus, maka hal ini bisa mengkonfirmasi penurunan menuju area 3.800.
Rekomendasi     : Sell if breakout 5.000
Support                : 5.000, 4.625
Resistance          : 5.600, 6.150

BBCA

S
ecara keseluruhan trend BBCA masih bearish, ditunjukkan dengan pergerakan moving average yang masih downtrend. Namun sinyal-sinyal reversal mulai terlihat. Dimulai dengan terbentuknya pola hammer pada candlestick. Selain itu, indikator stochastic mulai terlihat divergence dan berpeluang golden cross, sementara RSI juga sudah mendekati oversold. Terlihat pula bahwa saat ini harga masih tertahan di area support 7.200. Jika support tersebut masih dipertahankan BBCA mempunyai potensi rebound ke area 7.600 – 7.700.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 7.200, target 7.600
Support                : 7.200, 7.050
Resistance          : 7.450, 7.600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/tembus-resisten-3940-3955-ihsg-rebound.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha