Search Results : laporan keuangan 3 tahun terakhir pt bukit asam

Tanggal July 13, 2012 / 8:01 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kekhawatiran bahwa bursa Amerika bakal terkoreksi dalam akibat banyaknya berita-berita negatif yang bermunculan, ternyata tidak terjadi.  Koreksi 0,25% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial semalam, sentimennya lebih cenderung positif. 
Sentimen positif ini, membuat IHSG hari ini cenderung bergerak flat naik pada kisaran 3960-4025.  Penembusan atas suport atau resisten tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan trend jangka menengah untuk IHSG.

Global Outlook
Para investor menantikan hasil rilisan data PDB China yang dijadwalkan rilis pukul 09.00 pagi ini.
Investor ragu mengambil posisi menjelang laporan tersebut yang diperkirakan akan menunjukkan ekonomi terbesar kedua dunia itu mencatat pertumbuhan terendahnya dalam tiga tahun terakhir. Prediksi adanya perlambatan 7,7% dari 8,1%.
Sejak awal perdagangan bursa saham Asia kali ini sempat mengalami recovery pasca kejatuhan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menepis kejatuhan yang dialami bursa saham AS semalam untuk keenam sesi berturut-turut.
Bayang-bayang kekhawatiran akan lemahnya pertumbuhan ekonomi global dan krisis utang Eropa membuat beberapa bank sentral melakukan pelonggaran melalui pemangkasan suku bunga. Tapi upaya pelonggaran moneter beberapa bank sentral gagal mengembalikan semangat pasar, yang lebih terfokus dengan isu perlambatan ekonomi global, para analis memperkirakan kelanjutan penurunan menjelang musim laporan keuangan. Pasar takut banyak perusahaan yang akan merevisi turun proyeksi laba dan pendapatannya.
Kabar tidak mengenakkan datang dari Eropa, dimana lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service kembali memangkas obligasi pemerintah Italia dua tingkat, yaitu dari “A3” menjadi “Baa2”. Moody juga memberikan outlook negatif untuk obligasi Italia tersebut.

Review IHSG
S
etelah mengalami kenaikan pada dua sesi perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi. Pada penutupan perdagangan Kamis (12/7/2012), IHSG ditutup merosot 35,013 poin (0,88%) ke level 3.984,120.
Suramnya prospek ekonomi global menyusul lemahnya data-data ekonomi di berbagai negara menjadi pemicu utama aksi profit taking tersebut. Sentimen negatif lainnya datang dari AS setelah tidak adanya sinyal The Fed untuk melakukan kebijakan quantitative easing (QE) pada FOMC minutes.
Hampir seluruh sektor saham mengalami penurunan, kecuali sektor infrastruktur, yang naik 0,06%.
Saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Gudang Garam (GGRM), Bukit Asam (PTBA), dan Mayora (MYOR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Taisho (SQBI), Sarana Menara (TOWR), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Surya Citra (SCMA).

Ulasan Teknikal
IHSG

Tr
end jangka pendek IHSG mulai bearish seiiring dengan ditembus-nya support trend-line, yang juga merupakan level psikologi di 4.000. IHSG bahkan ditutup dibawah support tersebut dengan membentuk pola long black candlestick. Pola tersebut mengindikasikan adanya bearish continuation, terlebih indikator stochastic pun masih bearish crossover. Support selanjutnya IHSG di 3.950 akan diuji. Jika ditutup di bawah support tersebut, IHSG berpeluang melemah lebih jauh ke area 3.850 – 3.800. Sementara itu, sinyal positif hanya akan didapat jika IHSG kembali bergerak di atas resistance 4.000 – 4.010. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.950 – 4.010.

R3    4,060
R2    4,037
R1    4,011
   
Pivot    3,987
   
S1    3,961
S2    3,937
S3    3,911

Stock Pick
BBCA

M
ulai bergerak bullish untuk trend jangka pendek, namun penguatan BBCA masih tertahan di area resistance 7.500. Indikator stochastic sudah golden cross, sementara RSI mulai masuk area positif. Kondisi tersebut memungkinkan BBCA untuk kembali melanjutkan kenaikannya untuk menguji resistance tersebut. Jika ditembus, maka akan mengkonfirmasi trend bullish jangka menengah untuk meraih target berikutnya di area 7.750– 8.000.
Rekomendasi     : Buy break 7.500, stop loss 7.300, target 7.750 – 7.900
Support                : 7.300, 7.150
Resistance          : 7.500, 7.750

BBRI

G
agal menembus resistance 6.800 dan membentuk bearish engulfing pada candlestick bisa menjadi sinyal reversal bagi BBRI. Indikator RSI pun sudah overbought, sementara stochastic dead cross. Pola bearish juga terlihat dari harga yang mulai bergerak di bawah MA 10. Dengan begitu, trend jangka pendek BBRI kini mulai bergerak bearish. Konfirmasi penurunan selanjutnya akan ditentukan dengan ditembusnya support di 6.500. Jika ditembus, penurunan bisa berlanjut menuju area 6.350 – 6.150.
Rekomendasi     : Sell breakout 6.500
Support                : 6.500, 6.350
Resistance          : 6.800, 7.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/data-ekonomi-global-masih-bebani-ihsg.html

Tanggal June 26, 2012 / 8:15 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Tidak adanya perkembangan baru dalam krisis Eropa membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam bergerak turun 1,09% dan ditutup diatas level psikologis 12500.
Sentimen negatif ini, masih ditambah dengan harga batubara yang masih masih meluncur turun 0,78%, dari US$83.75 menjadi US$83.1.
Dengan sentimen bearish yang ada, IHSG bakal menguji suport kuat di gap 3827-3849. Posisi IHSG dan DJI yang berada diatas suport, membuat posisi Buy on Weakness menjadi menarik. Meskipun demikian, pemodal sebaiknya sadar resiko, karena Jika suport 3827-3849 gagal bertahan, IHSG bakal memiliki potensi koreksi hingga 3600-3700.

Global Outlook
P
enutupan bursa saham Eropa dan AS kemarin yang negatif, membuat pergerakan bursa regional pagi ini masih sulit untuk bergerak positif. Hal ini karena sikap investor yang skeptis jelang pertemuan para pemimpin Eropa pekan ini.
Para pemimpin Eropa akan mengadakan pertemuan lagi pada 28-29 Juni nanti. Seperti biasa, setiap pertemuan resmi selalu diharapkan menghasilkan langkah kongkrit. Tapi tetap ada kemungkinan pasar akan kecewa lagi. Alhasil, masih sulit lepas dari tekanan bila pertemuan itu tidak menghasilkan perkembangan berarti.
Para analis memandang pertemuan itu hanya akan menghasilkan retorika soal komitmen menuju integrasi fiskal, tidak ada gebrakan baru. Isu yang kemungkinan dibahas dalam pertemuan itu antara lain surat berharga zona euro, yang berbentuk Eurobonds atau T-bils, dan European Redemption Pact (ERP). Tapi Jerman masih enggan menyetujuinya sampai ada kejelasan soal pengendalian kebijakan fiskal.  Dalam pertemuan itu juga, Yunani akan mengajukan pelonggaran persyaratan bailout. Tapi masih kecil kemungkinan akan langsung dikabulkan.
Jadi… apalagi yang mesti dilakukan para pemimpin Eropa di tengah kondisi perlambatan ekonomi global. Sedangkan Kemampuan dan amunisi bank sentral negara maju semakin terbatas dalam membantu pemulihan ekonomi di saat upaya pemerintah memperkuat keuangannya tak kunjung berhasil.
Hal itu disampaikan oleh Bank for International Settlements (BIS) dalam laporan tahunannya yang dipublikasikan kemarin. “Bank sentral didesak untuk memperpanjang stimulus moneter di saat pemerintah terkatung-katungdan pembenahan tertunda,” kata BIS, yang merupakan banknya para bank sentral. “Baik kebijakan moneter akomodatif yang konvensional maupun non konvensional punya batasnya,” tambahnya.
The Fed memperpanjang Operation Twist minggu lalu dan menukar sekitar $267 miliar obligasi jangka pendek dengan jangka panjang. Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya perlu melihat kondisi lapangan kerja sebelum memutuskan pelonggaran lebih lanjut. ECB telah mengucurkan dana sekitar 1 triliun euro ke sistem finansial. Presiden ECB Mario Draghi pernah mengindikasikan bahwa ECB sudah hampir menggunakan semua alatnya setelah memangkas suku bunga dan menyuntikkan likuiditas.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tergelincir pada perdagangan awal minggu ini. Mengakhiri perdagangan, Senin (24/6/2012), IHSG ditutup turun 31,934 poin (0,83%) ke level 3.857,589.
Pelemahan IHSG ini mengikuti mayoritas bursa regional lainnya menyusul adanya sinyal pelambatan ekonomi global. Selain itu, pasar juga masih mengkhawatirkan krisis utang Eropa menjelang pertemuan pejabat Uni Eropa minggu ini.
Sebanyak sembilan sektor menjadi pemberat IHSG, dengan sektor pertambangan menjadi penyumbang penurunan terbesar  yaitu 2,17%. Sementara sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang berhasil menguat yaitu sebesar 0,23%.
Saham-saham yang turun antara lain Astra Agro (AALI), United Tractor (UNTR), Bukit Asam (PTBA), dan Unilever (UNVR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Mayora (MYOR), Lion Metal (LION), Multi Prima (LPIN), dan Surya Citra (SCMA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
embentuk pola bearish engulfing pada candlestick dengan indikator stochastic yang dead cross bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG. Pola bearish juga terlihat dari pergerakan MA 10 dan 55 yang sudah downtrend. Namun begitu, konfirmasi bearish sebenarnya masih akan ditentukan dengan ditembusnya support di 3.843. Selama support bertahan, IHSG masih mempunyai potensi rebound untuk meraih resistance di area 3.909 – 3.925. Sebaliknya jika support ditembus, maka trend bearish akan kembali terbentuk, dengan target di area 3.800 – 3.770. Untuk hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.800 -  3.900.

R3    3,929
R2    3,911
R1    3,884
   
Pivot    3,867
   
S1    3,840
S2    3,822
S3    3,795

Stock Pick
PGAS

M
oving average 10 dan 55 masih menunjukkan sinyal bearish, begitu pula dengan indikator stochastic dan RSI yang masih berada di area negatif. Namun harga masih bertahan di area support 3.300. Hal ini bisa menjadi sinyal reversal bagi PGAS. Konfirmasi reversal tersebut akan didapat jika harga bergerak di atas resistance 3.575, dengan target kenaikan berikutnya di area 3.650 – 3.725.
Rekomendasi     : Hold
Suport                  : 3.300, 3.225
Resistance          : 3.575, 3.650

SCMA

D
alam enam bulan terakhir ini, pergerakan SCMA seperinya telah membentuk pola cup and handle, dengan area support di 8.000, serta resistance di 9.500. Kini, resistance tersebut telah berhasil ditembus. Untuk itu, kami melihat pola bullish continuation bagi SCMA untuk meraih target kenaikan berikutnya di area 11.000.
Rekomendasi     : Buy ( best price entry@9.600), stop loss 9.200 target 10.500
Support                : 9.500,  9.200
Resistance          : 10.800, 12.500

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eropa-masih-menghantui-sentimen-ihsg-bearish.html

Tanggal October 14, 2011 / 9:05 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Terkoreksi tipis (-0,35%), Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih belum mengakhiri trend turunnya. Akan tetapi, kita masih harus mewaspadai apakah sentimen negatifnya bisa membuat IHSG mengalami pembalikan arah trend. Level 3636 akan menjadi suport pertama untuk hari ini, jika suport ini gagal bertahan, IHSG memiliki potensi untuk menguji suport 3580, atau bahkan 3450-3500.
Saham-saham pilihan kami (ASII, GGRM, BMRI, BBRI, UNTR, PTBA, ITMG, GJTL, MAPI, CPIN) telah banyak mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Perhatikan posisi suportnya. Profit taking sebaiknya dilakukan jika suport pertama ditembus. Posisi BOW sebaiknya hanya dilakukan ketika harga berada di suport retracement 50%.
Sementara itu, trend penguatan bursa regional dalam perdagangan akhir pekan ini mengalami hambatan, menyusul kejatuhan indeks utama Dow Jones dan SP.
Koreksi kedua indeks utama AS tersebut dipicu laporan keuangan kuartal ketiga JPMorgan Chase Co yang tidak sesui dengan harapan. Selain itu, investor juga melakukan aksi pelepasan saham setelah data China yang melaporkan neraca perdagangannya yang menurun. Dan juga downgrade yang  dilakukan SP terhadap kredit jangka panjang Spanyol menjadi AA- dari AA dengan outlook negatif. Serangkaian faktor tersebut membuat investor kembali cemas karena perolehan laba dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Yang perlu diingat juga, penguatan yang ditorehkan bursa regional hampir dalam sepekan terakhir ini berkat meredanya situasi Eropa, bisa menjadi ancaman adanya aksi ambil untung jelang libur weekend. Ditambah lagi investor akan terfokus pada rilisan data inflasi China untuk tahun ke tahun di September yang diperkirakan turun 6,1% dari sebelumnya 6,1%.
Selain data China, investor juga akan disuguhkan inflasi zona Eropa di September untuk tahun ke tahun yang diperkirakan flat. Data retail sales AS yang dieskpektasikan naik 0,6% pada September dari sebelumnya 0%.
Patut yang jadi perhatian investor adalah rapat G-20, di mana para menteri keuangan dan gubernur bank sentral diperkirakan akan mendesak Eropa untuk menemukan solusi atas masalah krisis utangnya.

Review IHSG
P
enguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut. Pada perdaganan kemarin IHSG ditutup naik sebesar 39 poin.
Sentimen positif kembali datang dari kawasan Benua Biru, menysul meredanya kekhawatiran krsisi utang Eropa setelah para pejabat Eropa berupaya keras untuk menangani krisis tersebut.
Perkembangan terakhir dari Eropa, yaitu kemungkinan disetujuinya voting oleh parlemen slovakia mengenai rencana perubahan dana talangan untuk mengatasi krisis utang Eropa. Di hari sebelumnya parlemen menolak rencana tersebut.
Sentimen positif tersebut telah membangkitkan risk appetite, dan berhasil mengangkat bursa saham global. Ujungnya, IHSG mengekor pada penguatan bursa global.
Sembilan dari sepuluh sektor masih bertahan di jalur hijau. Sektor aneka industri menjadi penyokong terbesar kenaikan IHSG, dengan menguat sebesar 2,80%. Disusul sektor pertambangan yang menguat 2,17%.  Sementara sektor konsumer satu-satunya sektor yang melemah, sebesar 0,44%.
Menutup perdagangan, Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,546 poin (1,01%) ke level 652,052.
Saham-saham yang berhasil menguat diantaranya Astra Internasional (ASII), Bukit Asam (PTBA), Goodyear (GDYR), dan Bayan (BYAN).
Sementara saham-saham yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Mutifinance (ADMF), Unilever (UNVR), dan Chandra Asri (TPIA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski gagal bertahan di atas resistance 3.700 – 3.710, Indeks Harga Saham Gabungan masih memperlihatkan sinyal positif. Pola white body yang terbentuk pada candlestick masih menyisakan kekuatan buyer. Indikator RSI dan stochastic pun masih positif dan mendukung adanya penguatan. Kami masih melihat bahwa IHSG akan menguji kembali resistance di 3.700 – 3.710, yang akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju arera 3.800, jika ditembus. Sementara level support kini bergeser ke area 3.636. Jika ditembus, maka koreksi bisa berlanjut menuju support berikutnya di 3.579, yang akan memberikan sinyal bearish jika harga kembali ditutp di bawah support tersebut. Untuk har ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.640 – 3.710.

R3    3,773
R2    3,738
R1    3,707
   
Pivot    3,672
   
S1    3,640
S2    3,605
S3    3,574

Stock Pick
BBCA

M
oving average sudah menunjukkan potensi uptrend. Namun pola lower high dan lower low, yang terbentuk pada garis trend, menunjukkan bahwa trend masih bergerak bearish. Saat ini harga masih tertahan pada garis resistance 8.150. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk meraih target bullish selanjutnya di 8.850 – 9.500 (FR 161.8%).
Rekomendasi     : Buy break 8.150, stop loss breakout 7.950, target 8.500
Support                : 7.950, 7.750
Resistance          : 81.50, 8.500

CTRA

I
ndikator stochastic dan RSI masih menunjukkan potensi uptrend, namun harga masih tertahan pada garis resistance di 530. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk kembali meraih area 580 – 600. Sementara jika resistance gagal ditembus, CTRP berpeluang terkoreksi ke area 480 – 455.
Rekomendasi     : Buy break 530, stop loss 500, target 580
Support                : 495, 480
Resistance          : 530, 580

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-negatif-bisa-merubah-tren-ihsg.html

Tanggal October 14, 2011 / 9:05 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Terkoreksi tipis (-0,35%), Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih belum mengakhiri trend turunnya. Akan tetapi, kita masih harus mewaspadai apakah sentimen negatifnya bisa membuat IHSG mengalami pembalikan arah trend. Level 3636 akan menjadi suport pertama untuk hari ini, jika suport ini gagal bertahan, IHSG memiliki potensi untuk menguji suport 3580, atau bahkan 3450-3500.
Saham-saham pilihan kami (ASII, GGRM, BMRI, BBRI, UNTR, PTBA, ITMG, GJTL, MAPI, CPIN) telah banyak mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Perhatikan posisi suportnya. Profit taking sebaiknya dilakukan jika suport pertama ditembus. Posisi BOW sebaiknya hanya dilakukan ketika harga berada di suport retracement 50%.
Sementara itu, trend penguatan bursa regional dalam perdagangan akhir pekan ini mengalami hambatan, menyusul kejatuhan indeks utama Dow Jones dan SP.
Koreksi kedua indeks utama AS tersebut dipicu laporan keuangan kuartal ketiga JPMorgan Chase Co yang tidak sesui dengan harapan. Selain itu, investor juga melakukan aksi pelepasan saham setelah data China yang melaporkan neraca perdagangannya yang menurun. Dan juga downgrade yang  dilakukan SP terhadap kredit jangka panjang Spanyol menjadi AA- dari AA dengan outlook negatif. Serangkaian faktor tersebut membuat investor kembali cemas karena perolehan laba dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Yang perlu diingat juga, penguatan yang ditorehkan bursa regional hampir dalam sepekan terakhir ini berkat meredanya situasi Eropa, bisa menjadi ancaman adanya aksi ambil untung jelang libur weekend. Ditambah lagi investor akan terfokus pada rilisan data inflasi China untuk tahun ke tahun di September yang diperkirakan turun 6,1% dari sebelumnya 6,1%.
Selain data China, investor juga akan disuguhkan inflasi zona Eropa di September untuk tahun ke tahun yang diperkirakan flat. Data retail sales AS yang dieskpektasikan naik 0,6% pada September dari sebelumnya 0%.
Patut yang jadi perhatian investor adalah rapat G-20, di mana para menteri keuangan dan gubernur bank sentral diperkirakan akan mendesak Eropa untuk menemukan solusi atas masalah krisis utangnya.

Review IHSG
P
enguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut. Pada perdaganan kemarin IHSG ditutup naik sebesar 39 poin.
Sentimen positif kembali datang dari kawasan Benua Biru, menysul meredanya kekhawatiran krsisi utang Eropa setelah para pejabat Eropa berupaya keras untuk menangani krisis tersebut.
Perkembangan terakhir dari Eropa, yaitu kemungkinan disetujuinya voting oleh parlemen slovakia mengenai rencana perubahan dana talangan untuk mengatasi krisis utang Eropa. Di hari sebelumnya parlemen menolak rencana tersebut.
Sentimen positif tersebut telah membangkitkan risk appetite, dan berhasil mengangkat bursa saham global. Ujungnya, IHSG mengekor pada penguatan bursa global.
Sembilan dari sepuluh sektor masih bertahan di jalur hijau. Sektor aneka industri menjadi penyokong terbesar kenaikan IHSG, dengan menguat sebesar 2,80%. Disusul sektor pertambangan yang menguat 2,17%.  Sementara sektor konsumer satu-satunya sektor yang melemah, sebesar 0,44%.
Menutup perdagangan, Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,546 poin (1,01%) ke level 652,052.
Saham-saham yang berhasil menguat diantaranya Astra Internasional (ASII), Bukit Asam (PTBA), Goodyear (GDYR), dan Bayan (BYAN).
Sementara saham-saham yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Mutifinance (ADMF), Unilever (UNVR), dan Chandra Asri (TPIA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski gagal bertahan di atas resistance 3.700 – 3.710, Indeks Harga Saham Gabungan masih memperlihatkan sinyal positif. Pola white body yang terbentuk pada candlestick masih menyisakan kekuatan buyer. Indikator RSI dan stochastic pun masih positif dan mendukung adanya penguatan. Kami masih melihat bahwa IHSG akan menguji kembali resistance di 3.700 – 3.710, yang akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju arera 3.800, jika ditembus. Sementara level support kini bergeser ke area 3.636. Jika ditembus, maka koreksi bisa berlanjut menuju support berikutnya di 3.579, yang akan memberikan sinyal bearish jika harga kembali ditutp di bawah support tersebut. Untuk har ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.640 – 3.710.

R3    3,773
R2    3,738
R1    3,707
   
Pivot    3,672
   
S1    3,640
S2    3,605
S3    3,574

Stock Pick
BBCA

M
oving average sudah menunjukkan potensi uptrend. Namun pola lower high dan lower low, yang terbentuk pada garis trend, menunjukkan bahwa trend masih bergerak bearish. Saat ini harga masih tertahan pada garis resistance 8.150. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk meraih target bullish selanjutnya di 8.850 – 9.500 (FR 161.8%).
Rekomendasi     : Buy break 8.150, stop loss breakout 7.950, target 8.500
Support                : 7.950, 7.750
Resistance          : 81.50, 8.500

CTRA

I
ndikator stochastic dan RSI masih menunjukkan potensi uptrend, namun harga masih tertahan pada garis resistance di 530. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk kembali meraih area 580 – 600. Sementara jika resistance gagal ditembus, CTRP berpeluang terkoreksi ke area 480 – 455.
Rekomendasi     : Buy break 530, stop loss 500, target 580
Support                : 495, 480
Resistance          : 530, 580

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha