Search Results : kondisi perekonomian indonesia dalam 5 tahun terakhir

Tanggal December 16, 2011 / 9:07 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Fitch Rating akhirnya memberikan rating Investment Grade (BBB-) pada surat hutang Indonesia.  Ini adalah berita positif karena membuat long term outlook perekonomian Indonesia menjadi lebih baik, ditengah krisis yang terjadi di benua Eropa.
Berbicara kenaikan credit rating, adalah berbicara aliran dana asing.  Dengan aliran dana asing keluar (jual)selama seminggu terakhir sekitar Rp2Tr, kita harus mensikapi kenaikan credit rating ini dengan berhati-hati. Jika ternyata membuat aliran dana asing kembali masuk, maka IHSG bisa bergerak naik.  Disisi lain, dengan aliran dana asing yang sudah masuk ke Indonesia sejak 2008 sekitar Rp40Tr, bisa juga momentum ini dipakai pemodal asing tersebut untuk melakukan profit taking.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak flat-naik pada kisaran 3625-3750. Hanya penembusan resisten kedua di 3800 yang akan membuka potensi penguatan hingga akhir tahun.  Pemodal sebaiknya berhati-hati karena indeks dari bursa di regional masih berada dalam trend turun.

Global Outlook
B
ursa saham Asia bergerak menguat kali ini berkat sinyal penguatan ekonomi AS untuk sementara waktu ditengah keprihatinan akan krisis utang zona euro.
Menguatnya bursa saham AS semalam tidak lepas dari membaiknya data ekonomi, dimana klaim pengangguran tercatat turun menjadi 366.000 dari sebelumnya 385.000, angka aktual itu terendah sejak 3 tahun terakhir. Dengan membaiknya data tersebut berhasil memberi harapan bahwa pasar tenaga kerja mulai banyak yang tercipta dari lapangan kerja. Selain data, rebound-nya bursa AS karena laporan keuangan dari FedEx Corp yang melebihi ekspektasi.
Bursa saham Eropa juga menguat semalam, setelah Spanyol berhasil mejual obligasi senilai 6 miliar euro ($7,8 miliar), hampir dua kali lipat dari target 3,5 miliar euro. Lakunya obligasi Spanyol yang akan jatuh tempo pada 2016,2020 dan 2021, sedikit memberi angin segar.
Tapi sulit bagi saham Asia untuk bangkit signifikan bila dikelilingi berita negatif dan absen berita positif. Bila dalam waktu dekat ada penurunan rating, maka semakin mahal biaya pinjaman untuk negara Eropa. Bila rating seperti Jerman dan Perancis diturunkan dari AAA, peringkat dana talangan (EFSF) juga bisa terancam. Hal ini juga mempersulit upaya pengentasan krisis.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maih belum mampu bangkit dari keterpurukannya. Pada perdagangan kemarin IHSG kembali merosot sebesar 50 poin.
Investor masih dihantui oleh kekhawatiran krisis utang Eropa menyusul tingginya yield obligasi Italia setelah diadakannya lelang pada hari Rabu.
Masih tingginya yield tersebut menandakan bahwa investor masih belum percaya akan upaya para pejabat Eropa dalam menangani krisis tersebut.
Sembilan indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia memerah. Penurunan terparah dialami oleh sektor aneka industri , yang turun sebesar 3,66%. Disusul, sektor manufaktur yang anjlok 2,145, dan sektor perdagangan yang tumbang 1,99%. Sednagkan, satu-satunya sektor yang bertahan di zona hijau, yaitu sektor perkebunan dengan kenaikan 0,80
Pada perdagangan Kamis (15/12/2011), IHSG ditutup melemah 50,064 poin (1,33%) ke level 3.701,540. Indeks LQ 45 juga terkoreksi 10,654 poin (1,61%) ke level 650,075..
Saham-saham yang turun harganya antara lain Astra International (ASII), BRI (BBRI), Indo Tambangraya (ITMG), United Tractor (UNTR).
Sementara saham-saham yang naik harganya antara lain Bumi Resources (BUMI), Telkom (TLKM), Borneo Lumbung Energi (BORN).

Ulasan Teknikal
IHSG

S
inyal bearish kembali terlihat pada indikator stochastic yang dead cross serta RSI yang bergerak downtrend. Selain itu, support IHSG di 3.730 telah berahasil ditembus. Saat ini IHSG akan dihadapkan pada support selanjutnya di 3.618. Penembusan level support tersebut akan mengakhiri pola flat yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini, untuk menuju target congestion di area 3.3360. Sedangkan sinyal positif IHSG akan kembali didapat jika IHSG mampu bergerak kembali di atas resistance 3.730 (Sebelumnya resistance) untuk target bullish menuju area 3.765 – 3.800.  Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.650 – 3.765.

R3    3,831
R2    3,791
R1    3,746
   
Pivot    3,706
   
S1    3,661
S2    3,621
S3    3,577

Stock Pick
BUMI

M
oving average yang mulai golden cross bisa menjadi indikasi bahwa trend mulai bergerak bullish. Namun secara keseluruhan terlihat bahwa harga masih bergerak flat di kisaran support 1.980 dan resistance di 2.500. Indikator RSI terlihat masih positif, namun stochastic mulai menunjukkan jenuh beli. Kondisi tesebut bisa membatasi kenaikan BUMI. Untuk jangka pendek, kami meluihat adanya potensi kenaikan BUMI untuk menguji kembali resistance di 2.500.
Rekomendasi    : Trading buy, stop loss breakout 2.125, target 2.400
Support               : 2.125, 1.980
Resistance         : 2.325, 2.500

TOTL

S
etelah terkoreksi menysul terjadinya rally setelah harga menembus level 280 (kini menjadi support), TOTL kini kembali mendekati level support-nya tersebut. Indikator RSI masih positif, namun stochastic terlihat dead cross. Trend bullish TOTL masih terjaga oleh moving average yang  masih bergerak uptrend. Dengan begitu, kami melihat bahwa koreksi saat ini bisa menjadi pullback bagi TOTL untuk kembali naik.
Rekomendasi     : Buy @ 280, stop loss 270, target 300
Support                : 280, 270
Resistance          : 300, 330

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/credit-rating-menopang-ihsg.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha