Search Results : kondisi perdagangan indonesia

Tanggal December 28, 2012 / 11:00 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya. Pada penutupan perdagangan Kamis (27/12/2012), IHSG menguat 6,767 poin (0,16%) ke level 4.281,861.
Aksi bargain hunting terhadap saham-saham perkebunan berhasil meng-counter koreksi dari saham-saham konsumer dan banking. Selain itu, trend positif dari beberapa bursa Asia juga turut mendorong laju indeks. Setelah dua hari mengalami net sell, posisi investor asing kini mencatatkan net buy sebesar Rp 105,05 miliar di seluruh pasar.
Sebanyak enam sektor menghijau, dimana sektor perkebunan memimpin penguatan, dengan kenaikan sebesar 2,84. Sementara sektor properti menjadi salah satu pemberat indeks, yang melemah sebesar 0,79.
Saham-saham yang naik diantaranya Sarana Menara (TOWR), Mandom (TCID), Astra Agro (AALI), dan Chandra Asri (TPIA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Finance (ADMF), Sorini Agro (SOBI), dan Indocement (INTP).

IHSG Outlook
Hari ini adalah hari terakhir perdagangan di tahun 2012 ini untuk Bursa Efek Indonesia.  Dengan IHSG kemarin yang berhasil ditutup menembus resisten di 4276 dan indeks Dow Jones Industrial yang hanya turun tipis 0,14 persen, IHSG hari ini sepertinya masih bisa bergerak dalam teritori positif.  Harapan kami, IHSG masih bisa ditutup di wilayah atas dari kisaran 4225 – 4350 yang merupakan kisaran pergerakan IHSG hari ini.  Akan tetapi, masih adanya beberapa hal yang mengganjal, sepertinya harus membuat kita tetap realistis.
Perundingan yang membahas kebijakan fiskal Amerika, masih berlanjut hingga hari Minggu.  Artinya: meski pergerakan harga di negara mereka masih bisa memberikan respon pada perdagangan di hari Senin, perdagangan di BEI akan berakhir masih dengan tanda tanya besar mengenai permasalahan ini.  Selain itu, adanya kenaikan TDL per 1 Januari 2012 juga membuat kita sebaiknya tetap waspada, karena berita ini, telah membuat saham-saham perbankan mengalami tekanan jual yang cukup besar dalam dua-tiga hari terakhir.  BMRI bahkan kemarin sore mengalami tekanan jual yang cukup besar yang menyebabkan saham ini menembus suport pentingnya, penembusan suport yang membuka potensi koreksi hingga 5 persen atau lebih.
Window dressing telah berjalan dalam beberapa hari terakhir, terlihat hanya berlangsung pada counter-counter tertentu.  Adanya berita kenaikan TDL, bahkan membuat beberapa saham (terutama saham-saham sektor properti) yang pada hari Rabu sempat memberikan signal positif, kemarin kembali memberikan signal negatif.  Kondisi ini membuat kami menyarankan anda untuk tidak melakukan positioning secara agresif menjelang liburan panjang ini. 
Kami masih percaya bahwa IHSG di tahun 2013 bakal mencapai level 5000.  Akan tetapi, ketidakpastian yang ada untuk jangka pendek, sebaiknya tetap membuat anda berhati-hati.

Global Outlook
Saham Asia bergerak positif hari ini, namun terhambat oleh kekhawatiran para politisi AS akan kehabisan waktu mencegah jurang fiskal.
Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,3% ke 128,88 hari ini, didukung oleh saham  Jepang yang naik 0,7% berkat data inflasi yang memperkuat ekspektasi BOJ akan meluncurkan stimulus bulan depan. Indeks Hang Seng dibuka menanjak 0,38% terkena efek isu stimulus moneter Jepang. Saham Eropa berakhir flat semalam dan Wall Street jatuh untuk empat sesi berturut-turut.
Prospek BOJ akan mengerahkan stimulus agresif masih menopang indeks Nikkei dan melemahkan yen. Namun pergerakan saham regional tertahan oleh lesunya aktivitas perdagangan menjelang akhir tahun dan ketidakpastian prospek anggaran AS. Selain itu, beberapa indeks sudah mencapai level yang cukup tinggi dan menemui resistance yang kuat. Indeks Nikkei menyentuh level tertingginya dalam 21 bulan dan indeks Hang Seng sudah berada di level tertinggi dalam 17 bulan.
Kompromi penuh sulit dicapai akhir tahun, tapi saham tidak akan jatuh tajam karena mungkin ada kesepakatan parsial. Presiden Obama akan mengadakan pertemuan malam nanti dengan empat pemimpin Kongres, sebagai upaya terakhir mematahkan kebuntuhan sebelum tenggat waktu akhir tahun. Bila tidak ada deal, maka kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis akan berlaku di Januari 2013, menjadikan tahun baru suram di AS.

IHSG Tchnical
IHSG kembali menunjukkan sinyal positif dengan bertahannya di area resistance 4.275. Indikator stochastic juga sudah menunjukkan bullish crossover. Namun, IHSG masih tertahan di area resistance 4.295. Dengan begitu, trend IHSG masih flat-naik. Penutupan IHSG di atas 4.295 akan mengakhir pola flat tersebut, yang bisa membawa potensi kenaikan menuju area 4.330  -  4.340. Sementara sinyal negatif akan muncul jika IHSG ditutup dibawah level 4.264. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.260 – 4.300.

R3    4,319
R2    4,304
R1    4,293
   
Pivot    4,279
   
S1    4,268
S2    4,253
S3    4,242

Stock Picks
LSIP
LSIP telah mengakhiri trend bearish jangka pendeknya dengan penembusan resistance di 2.150. Ternd bullish jangka pendek kemudian dikonfirmasi dengan pergerakan MA 10 yang uptrend. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal positif. Untuk itu, kami masih melihat potensi kenaikan LSIP untuk meraih resistance di 2.400 – 2.450.
Rekomendasi : Buy (best price entry@2.200), stop loss breakout 2.150, target 2.400
Support     : 2.150, 2.075
Resistance     : 2.325, 2.400

TBIG
Harga kembali bergerak di atas MA 10, pertanda trend jangka pendek kembali bullish, dimana sebelumnya sempat terkoreksi dan menemukan support barunya di 5.250. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal uptrend. Untuk itu, kami melihat potensi penguatan lanjutan bagi TBIG untuk kembali menguji resistance di 6.150.
Rekomendasi : Trading buy, stop loss breakout 5.550, target 6.00.
Support     : 5.550, 5.250
Resistance     : 5.800, 6.100

Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html

Tanggal November 23, 2012 / 1:32 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk
Selamat Siang…

Pelaku pasar asing yang kemarin sempat memborong saham GGRM, hari ini kembali menghilang.  Aksi beli memang masih terlihat pada saham-saham sektor konstruksi.  Akan tetapi, karena aktifitasnya juga terlihat lebih berkurang, IHSG terlihat hanya bergerak flat. 

Pada perdagangan di pasar reguler, pemodal asing malah mencatatkan posisi net sell tipis, sebesar Rp 24,6 miliar hingga siang hari ini.  Secara keseluruhan, pemodal asing memang terlihat melakukan aksi beli senilai Rp 310,6 miliar.  Akan tetapi, besarnya aksi beli tersebut, disebabkan adanya transaksi di pasar negosiasi, atas saham BBTN. 

Akibat hilangnya pembeli asing tersebut, IHSG hingga siang hari ini hanya bergerak bervariasi pada kisaran sempit, 4325 – 4342.  Hingga sore hari nanti, pergerakan IHSG diperkirakan juga masih berada dalam kisaran yang sama.  Setidaknya, kalaupun melebar, IHSG masih akan berada pada kisaran trend flat jangka menengah 4285 – 4366 yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga minggu.

Pada bursa regional, sebenarnya tidak terlihat adanya signal negatif.  Indeks Nikkei, Hang Seng, dan Nikkei, rata-rata masih mengalami kenaikan sekitar 0,5 persen.  Pelaku pasar terlihat masih cenderung memberikan respon positif menjelang Black Friday nanti malam.

Lemahnya kondisi pasar, membuat positioning atas saham-saham konsumer dan konstruksi, lebih menarik untuk dilakukan dengan menggunakan strategi Buy On Weakness.  Dilain sisi, saham-saham TLKM, ASII, dan SMGR terlihat sudah mencapai suport dari mid point double topnya.  Jika saham-saham tersebut masih terus meluncur turun hari ini, bisa jadi itu menjadikan signal bahwa IHSG minggu depan, sepertinya masih rawan penembusan suport.

SpecBuy : ADHI, WIKA, PTPP.

BuyOnWeakness : GGRM, SMGR, INTP, TLKM, MAIN, JPFA, MAPI.

Kami menyarankan entry level GGRM di kisaran 49500 – 50000.

Dibuat :
Satrio Utomo
Head of Research Universal Broker Indonesia

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ketika-pembeli-menghilang-lunch-break-ihsg-23-11-12.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ketika-pembeli-menghilang-lunch-break-ihsg-23-11-12.html

Tanggal November 09, 2012 / 9:06 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Awan mendung sepertinya masih menyelimuti bursa lokal, mengingat kondisi eksternal yang masih belum kondusif, tercermin dari kejatuhan bursa saham dunia.
Pasca pemilu AS, fokus pasar keuangan global  tertuju ke Isu jurang fiskal. Ancaman kenaikan pajak dan pemotongan anggaran AS, yang bisa membawa ekonomi resesi, rupanya menakutkan investor. Hal itu terlihat dari penurunan indeks-indeks penting dunia yang cukup tajam. Ditambah lagi dengan berita buruk yang datang terkait ekonomi Eropa.
Kemarin, IHSG berhasil mengurangi kejatuhannya menjelang akhir sesi. Sempat anjlok 1% ke hingga ke 4291, IHSG akhirnya berhasil ditutup di 4.327. Level 4.300 masih menjadi support yang kuat. Tapi kali ini, di tengah absennya  katalis baru, investor sulit menemukan alasan untuk membeli atau mendorong harga.
Karena vakumnya sentimen baru dari dalam negeri, faktor eksternal menjadi barometer utama. Alhasil, IHSG kemungkinan akan terseret arus global lagi dan dalam perdagangan hari ini, menjadi pengujian apakah IHSG masih mampu bertahan di level support kuat itu. Kegagalan bertahan di sana, menjadi indikasi bearish, IHSG akan berlanjut menuju support-support berikutnya. 

Global Outlook
S
aham Asia melanjutkan kejatuhannya hari ini, masih ditekan oleh isu jurang fiskal AS, yang berpotensi menjerumuskan ekonomi ke dalam resesi.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,5%, setelah tumbang 1,3% kemarin, terbesar dalam dua bulan terakhir. Indeks Nikkei turun 0,9% dan indeks Hang Seng melorot 0,5%. Pergerakan ini menyusul ambruknya Wall Street, dengan indeks Dow Jones  tergelincir 0,94%.
Pasar global khawatir dengan jurang fiskal, atau kenaikan pajak dan pemotongan anggaran yang berlaku secara otomatis pada Januari 2013, bila pemerintah AS dan Kongres tidak mencapai kesepakatan soal pos-pos yang harus dipangkas.
Bila ekonomi AS, yang akhir-akhir ini melawan tren di belahan dunia lain dengan menunjukkan pemulihan moderat, ternyata kembali didera resesi, akan memberi efek domino ke dunia, terutama negara-negara yang ekonominya masih rapuh.
Di seberang Atlantik, pasar juga melihat kondisi belum membaik. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ekonomi zona euro berisiko semakin tertekan. Sembari menantikan perkembangan soal jurang fiskal, pasar mencermati data ekonomi China. Data seperti penjualan ritel dan produksi industrial, bila lebih baik dari prediksi, mungkin bisa mengurangi kejatuhan indeks di Asia. Data inflasi China sudah diumumkan, melambat ke 1,7% dari 1,9% di Oktober.

Review IHSG
M
engekor pergerakan bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi sebesar 22,5 poin (0,5%0  ke level 4.327,87 pada penutupan perdagangan Kamis (8/11/2012).
Isu fiscal cliff (jurang fiskal) menjadi sentimen utama pasar pada hari itu. Isu tersebut sebelumnya telah membuat indeks Dow Jones rontok lebuh dari 2% .
Sentimen negatif lainnya adalah pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang mengatakan pihaknya memperkirakan ekonomi zona euro tetap lemah dalam jangka pendek dan krisis mulai mempengaruhi Jerman. Selain itu, pasar juga menunggu proses suksesi kepemimpinan di China pada Kongres Partai Komunis pekan ini.
Maraknya sentimen negatif tersebut membuat rontok mayoritas bursa Asia, yang kemudian menular pada domestik. Sentimen negatif tersebut telah berhasil merontokkan sembilan indeks sektor di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya satu sektor saja yang berhasil menguat, yaitu, sektor aneka industri yang naik 0,53%.
Saham-saham yang naik diantaranya Multi Prima (LPIN), Pudjiadi (PNSE), Akasha Wira (ADES), dan Bank Mayapada (MAYA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Mayora (MYOR), United Tractor (UNTR), dan Goodyear (GDYR).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski melemah, IHSG justru menunjukkan sinyal positif setelah harga bertahan di atas support 4.300. Terlihat dengan terbentuknya pola hammer di candlestick serta stochastic yang golden cross. Kami melihat bahwa IHSG akan kembali menguji area resistance di 4.350 – 4.366 untuk kali ini. Jika resistance ditembus, maka hal tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan menuju area 4.400 – 4.500. Sedangkan sinyal negatif akan kembali didadapt jika IHSG kembali bergerak di bawah support 4.300. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.366.

R3    4,377
R2    4,353
R1    4,340
   
Pivot    4,316
   
S1    4,303
S2    4,279
S3    4,266

Stock Pick
LPCK

B
ertahan di atas support 3.525 dan membentuk pola piercing line bisa menjadi siyal reversal bagi LPCK. Kondisi ini kemudian diperkuat oleh indikator stochastic yang berpeluang golden cross di area oversold. Untuk itu, kami melihat bahwa pergerakan LPCK selanjutkan akan menguji resistance terdekatnya di 3.700, penembusan resistance tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 3.925 – 3.975.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 3.525, target 3.700. Add buy if breakout 3.700, stop loss 3.600, target 3.900.
Support                : 3.525, 3.400
Resistance          : 3.700, 3.925

TLKM

M
A 10 dan 55 masih downtrend, namun beberapa indikator mulai menunjukkan sinyal rebound. Antara lain candlestick yang membentuk pola belt holt serta indikator stochastic yang oversold dan berpeluang golden cross. Selain itu, harga kini mulai mendekati level support-nya di 9.250. Untuk itu, jika support tersebut kembali bertahan, TLKM mempunyai potensi rebound ke area 9.450 – 9.550.
ReKomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 9.250, target 9.500.
Support                : 9.250, 9.150
Resistance          : 9.450, 9.550

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/awan-mendung-selimuti-bursa-lokal.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/awan-mendung-selimuti-bursa-lokal.html

Tanggal October 12, 2012 / 9:22 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Ditengah koreksi tipis, 0,14 persen yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI), spekulasi akan adanya stimulus China, telah membuat bursa regional Asia masih cenderung menguat. Ditambah pasar yang tengah menantikan serangkaian data penting China yang dijadwalkan pada pekan depan, termasuk inflasi dan PDB. Data trade balance China juga dijadwalkan besok. Disamping itu, jelang earnings AS yang dirilis hari ini yakni JPMorgan Chase Co.
Kondisi ini diperkirakan bakal membuat IHSG masih cenderung kuat untuk hari ini. IHSG yang kemarin memberikan sentimen positif setelah ditutup diatas resisten 4283. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak flat naik pada kisaran 4250-4234.

Global Outlook
S
aham Asia dan euro stabil hari ini, namun masih rentan di tengah kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global dan kinerja keuangan korporat.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1%, dengan sub-indeks material menguat 0,4%. Indeks Nikkei menanjak 0,18% setelah ditutup di level terendah dalam dua bulan terakhir kemarin. Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,33%. Wall Street berakhir mixed, dengan indeks Dow Jones melemah 0,14% dan indeks SP 500 hanya naik 0,02%. Saham sempat terangkat oleh data initial jobless claims yang bagus, tapi tergerus karena kejatuhan saham Apple yang kalah di pengadilan dengan Samsung dalam perang hak paten. 
Menurut analis, pasar sedang berkonsolidasi. Setelah tumbang sampai pertengahan minggu ini, saham mencatat rebound teknikal kemarin dan berlanjut hari ini. Namun tanpa didukung katalis baru, penguatan ini tidak akan lama. Kejatuhan tajam di minggu ini terjadi setelah beberapa lembaga memangkas proyeksi pertumbuhan dan proyeksi suram dari beberapa perusahaan. Pasar juga kecewa ternyata Spanyol belum juga mengajukan  bailout.
Fokus pasar selanjutnya adalah data sentimen konsumen AS dan hasil pertemuan G-7.  JP Morgan akan mengumumkan kinerja keuangannya. Laporan keuangan ini dapat mempengaruhi pergerakan saham keuangan di Asia minggu depan. Pasar pesimis laporan keuangan emiten untuk kuartal ketiga akan bagus. Bila hasilnya mengecewakan, aksi jual akan berlanjut.  

Review IHSG
D
itengah range perdagangan yang relative sempit, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu ditutup di zona hijau. Pada penutupan perdagangan, Kamis (11/10/2012) IHSG naik tirpis 4,957 poin ke 4.284,967 (0,12%).
Investor masih dibayangi oleh kecemasan melambatnya ekonomi global menyusul dipangkasnya pertumbuhan ekonmi oleh IMF. Selain itu, kekhawatiran krisis utang Eropa masih memperberat sentimen menyusul diturunkannya peringkat utang Spanyol menjadi BBB-Minus oleh Satandar poor’s.
Dari dalam negeri, Bank Indonesian (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2012 diperkirakan sebesar 6,3%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya akibat penurunan kinerja sektor eksternal.
Kinerja IHSG akhirnya terdongkrak oleh aksi beli menjelang penutupan. Sebanyak tujuh sektorr menghijau. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah sektor pertambangan yang naik 0,72%, sektor infrastruktur yang naik 0,59%, dan sektor konsumer yang naik 0,59%.
Saham-saham yang naik diantaranya (MYOR), (ITMG), (ICBP)  dan (GGRM).
Sementara saham-saham yang antara lain (BMRI), (AALI) dan (ROTI).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
asih bergerak diatas MA 10 menunjukkan bahwa IHSG masih dalam trend bullish untuk jangka pendek ini. Selain itu, IHSG juga masih mampu bergerak di atas level support di 4.272. Candlestick serta RSI masih menunjukkan sinyal positif. Sementara stochastic kini mulai berpotensi bullish crossover. Untuk itu, kami masih melihat bahwa selama masih bergerak di atas level 4.272 tersebut, IHSG mempunyai potensi penguatan untuk meraih target bull flagnya di area 4.500, dengan resistance terdekatnya saat ini di area 4.310. Sedangkan sinyal negatif baru didapat jika IHSG ditutup di bawah 4.246. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.260 – 4.310.

R3    4,317
R2    4,301
R1    4,293
   
Pivot    4,277
   
S1    4,269
S2    4,253
S3    4,245

Stock Pick
MYOR

P
ergerakan MYOR sepertinya telah mengakhiri masa konsolidasinya. Hal ini ditunjukkan dengan ditembusnya resistance triangle di 22.500. Pola white marubozu setelah sebelumnya terdapat inverted hammer turut mendukung pola bullish MYOR, demikian pula dengan MA 10 dan 55 yang sudah bergerak uptrend. Untuk itu, kami melihat adanya potensi kenaikan bagi MYOR untuk meraih target di area 24.500 (FR 161.8%) hingga area 26.000 (target triangle).
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 22.250, target 24.000
Support                : 22.500, 21.900
Resistance          : 24.000, 26.000

BKSL

M
asih dalam trend turun, namun sinyal-sinyal rebound mulai terlihat. Dimulai dengan pembentukan pola bullish engulfing di candlestick pada area support 194. Indikator stochastic berpotensi membentuk golden cross di area oversold. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound bagi BKSL untuk meraih resistance di 205 – 220.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss breakout 194, target 205 – 210
Support                : 194, 186
Resistance          : 205, 220

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/regional-cenderung-menguat-ihsg-bertahan-positif.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/regional-cenderung-menguat-ihsg-bertahan-positif.html

Tanggal October 11, 2012 / 3:18 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunganya di 5,75% untuk ke delapan bulan berturut-turut, sesuai prediksi, di saat pertumbuhan domestik yang masih stabil meski terjadi perlambatan ekonomi global.

BI juga melakukannya di tengah pelemahan rupiah yang mengurangi ruang bagi BI untuk melonggarkan kebijakan meski di saat inflasi melambat. Keputusan ini diambil untuk mengimbangi kondisi eksternal sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi.

BI memperkirakan pertumbuhan domestik masih cukup walau tidak setinggi prediksi karena perlambatan ekonomi global. Oleh karena itu BI akan terus memantau perkembangan eksternal dan melakukan evaluasi mengenai dampak kebijakannya yang telah diambilnya serta melakukan penyesuaian lagi bila diperlukan.

Beberapa ekonom memperkirakan BI baru akan memperketat kebijakannya pada akhir tahun,  dengan menaikkan suku bunga simpanannya sebesar 25 atau 50 bps dari saat ini yang 4%. Hal ini bisa mengangkat nilai rupiah, yang telah melemah 5,5% atas dollar tahun ini. Kenaikan bunga fasilitas simpanan di BI, atau alat kebijakan lainnya, akan ditujukan untuk menstabilkan nilai tukar dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

Inflasi tahunan melambat jadi 4,31% pada September lalu, terendah dalam enam bulan terakhir, berkat penurunan permintaan pasca hari raya. BI menetapkan target inflasi di 3,5% sampai 5,5% untuk tahun ini. Ekspor Indonesia anjlok 24,3% pada Agustus dari tahun lalu, kontraksi terbesar sejak Juni 2009. Sedangan impor turun 8%, yang membuat neraca perdagangan surplus $249 juta.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/bi-masih-tahan-rate-di-575.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/bi-masih-tahan-rate-di-575.html

Tanggal September 28, 2012 / 2:22 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk
Selamat siang…

Hingga siang hari ini, IHSG berhasil terus bertahan pada teritori positif, dengan kisaran pergerakan yang sempit, 4.233,03 – 4.248,81. Pelaku pasar terlihat menunggu sentimen lanjutan dari usaha penyelesaian krisis dari negara-negara Eropa.  Pasar terlihat cenderung beraksi positif terhadap pengumuman budget Spanyol dan Prancis yang dilaksanakan pada siang hari ini.

Pemodal asing juga terlihat terus melakukan aksi beli.  Hingga siang hari ini, aksi beli terlihat masih dilakukan dengan cukup bersemangat, dengan posisi pembelian di pasar reguler sudah melewati angka Rp 170 miliar pada pada perdagangan pagi.  Kondisi ini memperlihatkan bahwa aliran dana asing masih terus mengalir deras ke Bursa Efek Indonesia.

Meskipun demikian, pelaku pasar terlihat agak ragu-ragu.  Hingga siang hari ini, resisten pertama di 4250 masih belum juga berhasil ditembus.  Saham-saham big caps (seperti ASII, UNTR, BMRI, BBRI) yang pada posisi pembukaan sempat menguat cukup signifikan, akhirnya kembali pada harga penutupan kemarin.  Pelaku pasar terlihat ‘tertular’ kehati-hatian dari koreksi pada indeks Nikkei, dan indeks Hang Seng yang hanya naik tipis menjelang long weekend pada bursa tersebut.  Padahal, futures dari indeks bursa-bursa Eropa, hingga siang hari ini masih terus naik sebagai reaksi dari pengumuman budget Spanyol dan Prancis.

Dalam kondisi market seperti ini, kami hanya bisa menyarankan pelaku pasar untuk hold posisi.  Hingga sore hari nanti, IHSG hanya bakal memberikan signal negatif jika ditutup dibawah suport 4200.  Disisi lain, signal positif lanjutan sepertinya agak sulit untuk bisa terjadi karena signal tersebut hanya terjadi jika IHSG ditutup dengan rekor baru, diatas 4272.

Kami tetap menyarankan posisi Buy On Weakness untuk saham BBRI, UNVR, ASII, INTP, SMGR. 

Dibuat :
Satrio Utomo
Head of Research Universal Broker Indonesia

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/menunggu-perkembangan-eropa-lunch-break-28-09-12.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/menunggu-perkembangan-eropa-lunch-break-28-09-12.html

Tanggal August 10, 2012 / 2:04 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk
Selamat siang…

Hingga akhir dari perdagangan sesi pertama, aksi beli pemodal asing terhadap saham-saham big caps masih terus terjadi.  Aksi beli pemodal asing di pasar reguler sudah melewati angka Rp 200 miliar.  Jika aksi ini masih berlanjut, hingga sore hari nanti posisi beli asing diperkirakan bakal mencapai Rp 300 miliar – Rp 400 miliar.  Sebuah angka yang relatif besar.

Akan tetapi, kondisi bursa regional terlihat agak memburuk, setelah pemodal bereaksi negatif atas publikasi neraca perdagangan China yang dibawah ekspektasi. Surplus perdagangan China untuk bulan Juli tercatat hanya mencapai US$ 25,15 miliar, jauh dibawah ekspektasi ekonom yang memprediksikan surplus sebesar US$ 35,05 miliar.  Rendahnya surplus perdagangan ini, sebagai akibat dari pertumbuhan ekspor tahunan (YoY) yang tercatat hanya 1%, dibawah angka ekspektasi 8%, dan dibawah angka bulan lalu yang mencapai 11,3%.

Kondisi bursa regional yang mengkhawatirkan, memang menjadi ancaman bagi trend naik jangka pendek IHSG yang baru berawal pada perdagangan kemarin.  Kami memperkirakan kisaran IHSG untuk sesi kedua nanti, bakal berada pada kisaran sempit 4115 – 4150.  Jika suport pertama di 4115 gagal bertahan, IHSG akan membuka peluang untuk kembali menguji suport di 4082, setelah tadi pagi IHSG belum berhasil menyentuh resisten di 4150. 

Kuatnya aksi beli asing, tetap membuat saham-saham big caps menarik untuk diakumulasi.  Buy on Weakness TLKM di 8900-9000, ASII di 6900-7000, BMRI di 7900-8000, dan BBRI di 6800-6900.  Untuk saham BISI, profit taking atas posisi jangka pendek kami sarankan karena terdapat resisten yang cukup kuat di 1220-1230.

Dibuat :
Satrio Utomo
Head of Research Universal Broker Indonesia
  

 

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/lunch-break-ihsg-10-agustus-2012.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/lunch-break-ihsg-10-agustus-2012.html

Tanggal July 05, 2012 / 8:07 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Tutupnya bursa New York, telah membuat bursa di kawasan Eropa bergerak pada kisaran sempit, dengan posisi penutupan rata-rata terkoreksi tipis. Tidak adanya signal negatif ini, menunjukkan bahwa pelaku pasar hanya berada dalam posisi ‘wait and see’, menunggu sentimen yang baru.
Wait and see pada bursa regional ini, membuat sentimen ‘aliran dana asing’ menjadi sentimen utama untuk perdagangan hari ini,  di lantai Bursa Efek Indonesia, setelah kemarin, pemodal asing membukukan posisi beli hampir Rp 1 Tr di pasar reguler.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran 4025-4150 dengan saham-saham batubara dan saham lapis ketiga akan menjadi penggerak IHSG. Hanya penutupan dibawah 4025 yang akan memberikan signal bearish.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan gain-nya di minggu ini. Pada penutupan perdagangan Rabu (4/7/2012), IHSG naik 26,024 poin (0,64%) ke level 4.075,917.
Sejak dibukanya perdagangan, IHSG terus melaju dan sempat mencetak level tertingginya di 4.090,76. Saham-saham unggulan kembali menjadi incaran investor. Selain itu, dana asing pun masih mengalir di lantai bursa. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 594,385 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Otot indeks kali ini didukung oleh penguatan tujuh indeks sektoral. Tiga tertinggi diantaranya sektor perkebunan yang menguat sebesar 2,89%. Kemudian sektor pertambangan yang naik 2,33%, dan sektor perdagangan yang melaju 1,77%. Sementara sektor konsumer yang sebelumnya naik tinggi, terkoreksi sebesar 1,795 dan memimpin penurunan.
Saham-saham yang naik diantaranya United Tractor (UNTR), Astra Agro (AALI), Bukit Asam (PTBA), dan Indomobil (IMAS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Mayora (MYOR), Gudang Garam (GGRM), Unilever (UNVR), dan Mandom (TCID).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
asih dalam trend bullish, namun indikator RSI serta stochastic sudah mulai overbought. IHSG pun kini mulai mendekati resistance kuatnya di 4.110, dimana level tersebut sebelumnya menjadi trigger awal terbentuknya trend bearish. Untuk itu, ruang koreksi kemungkinan akan terjadi jika IHSG gagal menembus resistance tersebut, dengan support berada di area 4.052 – 4.024. Sementara jika mampu bertahan di resistance tersebut, maka fokus kenaikan berikutnya akan berada di area 4.234. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.052 – 4.110.

R3    4123
R2    4107
R1    4091
   
Pivot    4075
   
S1    4060
S2    4044
S3    4029

Stock Pick
INDF

B
reakout yang terjadi pada resistance 4.900 telah mengkonfirmasi trend bullish jangka menegahnya dan harga kini bertahan di atas level tersebut. Namun indikator RSI serta stochastic yang mengalami overbought bisa memberi peluang koreksi untuk kembali ke area support tersebut.
Rekomendasi     : Buy on weakness @4.900, stop loss 4.750, taregt 5.200
Support              : 4.900, 4.750
Resistance         : 5.100, 5.200

RALS

B
erhasil menembus resistance 960 dan harga bertahan di atas level tersebut telah memberikan konfirmasi bullish bagi RALS. Kondisi ini didukung pula oleh indikator MA 10 dan 55 yang mulai bergerak uptrend. Untuk itu, kami melihat bahwa RALS masih berpotensi menguat dengan target kenaikan selanjutnya berada di area 990 – 1.060.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 950, target 990 – 1.060
Support              : 940, 880
Resistance         : 990, 1.060

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minim-sentimen-ihsg-bergerak-4025-4150.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minim-sentimen-ihsg-bergerak-4025-4150.html

Tanggal April 27, 2012 / 8:54 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kinerja keuangan beberapa emiten unggulan yang cukup mengesankan bisa menjadi penopang IHSG untuk tetap di jalur positif hari ini.
Kemarin Bank BCA (BBCA) mengumumkan meraih laba bersih Rp. 2,3 triliun selama kuartal pertama 2012. Bank CIMB Niaga (BNGA) berhasil mencatat kenaikan laba bersih 29% menjadi Rp. 937 miliar. Bank Pertama (BNLI) mencatat laba Rp. 331 miliar dip erode yang sama. Adira Finance mencatat laba Rp. 1,5 triliun, dan berencana membagi dividen 50%. Di sektor lain, Aneka Kimia Raya Corporindo (AKRA) mencatat penjualan Rp 5,1 triliun.
Kinerja keuangan yang memuaskan dan nilai penjualan yang tinggi menjadi bukti bahwa prospek bisnis domestik tetap cerah. Hal ini juga menimbulkan ekspektasi positif kinerja keuangan emiten lainnya juga turut bagus.
Untuk hari ini, emiten yang mengumumkan laporan keuangan antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Panin (PNBN), Lippo Karawaci (LPKR), Medco International (MEDC).
Dari sisi eksternal, Wall Street berhasil mencatat penguatan signifikan berkat data perumahan AS yang cukup bagus. Sayangnya ada berita buruk, yaitu penurunan rating kredit Spanyol, ini menjadi faktror yang menghambat laju bursa regional.

Global Outlook
B
ursa regional bergerak positif awal perdagangannya kali ini, meski ada pemberitaan bahwa peringkat utang Spanyol diturunkan dari “A” menjadi “BBB+” oleh lembaga pemeringkat SP. Positifnya bursa regional juga didorong dari rally yang ditorehkan bursa saham di AS setelah data pending home sales yang naik dari perkiraan. Selain itu, harapan pasar terhadap kesiapan Federal Reserve untuk mengambil langkah dalam rangka merangsang ekonomi dan mengurangi pengangguran.
Sebagaimana kita ketahui, dalam rapatnya kemarin Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya takkan ragu untuk menambah stimulus moneter bila diperlukan. “Kami siap untuk melakukan lebih bila diperlukan untuk memastikan pemulihan berlanjut dan inflasi tetap dekat dengan target,” katanya sembari menegaskan opsi pembelian aset lanjutan tetap terbuka. Namun ia menambahkan untuk saat ini, kebijakan kurang lebih masih tepat.
Kini pasar tertuju pada rapat Bank Sentral Jepang (BOJ), dalam rapatnya kali ini BOJ diperkirakan akan menambah stimulus moneternya sekitar 5 sampai 10 triliun yen. Menurut analis, pasar sudah memfaktorkan kemungkinan stimulus itu. Tapi masih belum jelas bagaimana pasar bereaksi karena tergantung juga dengan respon mata uang. Satu hal yang jelas, saham akan didera aksi jual besar-besaran bila ternyata BOJ mengecewakan pasar dengan tidak mengimplementasikan stimulus lagi.
Data PDB dan sentimen bisnis Michigan akan jadi perhatian pasar malam harinya.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 16 poin kemarin. Pada perdagangan Kamis (25/4/2012), IHSG ditutup naik 16,663 poin (0,40%) ke level 4.180,306.
Sentimen utama kenaikan IHSG dipengaruhi oleh global menyusul menguatnya bursa Wall Street setelah The Fed menyatakan siap melakukan stimulus bila diperlukan guna merangsang ekonomi. Sentimen positif dari Wall Street tersebut kemudian menyebar ke bursa regional dan domestik.
Sebanyak enam sektor berhasil menguat, dipimpin sektor keuangan yang naik 1,26%, kemudian sektor industri dasar yang naik 1,18%, dan konsumer yang naik 0,76%. Sedangkan salah satu sektor yang mencatatkan penurunan terdalam adalah sektor agrikultur sebesar 1,03%.
Saham-saham yang naik diantaranya Semen Gresik (SMGR), Bank Mandiri (BMRI), Indo Tambangraya (ITMG), dan Elang Mahkota (EMTK).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastatika (DSSA), Astra Agro (AALI), Bukit Asam (PTBA), dan Bank Mayapada (MAYA).

Ulasan Teknikal
IHSG

R
esistance di 4.175 mampu dilewati, bahkan mampu ditutup di atas level tersebut. Hal ini ini bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh indikator stochastic yang mulai golden cross serta candlestick yang membentuk bullish engulfing. Dengan begitu, kami masih melihat bahwa IHSG masih bisa melanjutkan kenaikannya untuk menguji kembali resistance “all time high” di 4.232. Sementara itu, hanya penutupan IHSG di bawah 4.150 yang akan membuat trend menjadi bearish, dengan target di area 4.110 – 4.100. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisarab 4.160 – 4.220.

R3    4,237
R2    4,219
R1    4,200
   
Pivot    4,182
   
S1    4,162
S2    4,144
S3    4,125

Stock Pick
INAF

D
itembusnya resistance di 225 telah mengkonfirmasi bullish continuation bagi INAF. Beberapa indikator seperti RSI dan stochastic juga masih mendukung adanya kenaikan. Namun begitu, kedua indikator tersebut mulai memasuki area overbought. Selain itu, harga kini mulai mendekati area resistance di 280 – 300. Dengan begitu, kenaikan INAF kini mulai terbatas dan rawan terjadi profit taking.
Rekomendasi     : Take profit @280 – 300. Buy back @225, stop loss 210, target 260
Support                : 225, 205
Resistance          : 280, 300

MDLN

T
rend keseluruhan MDLN bullish, ditunjukkan dengan MA yang bergerak uptrend. Saat ini harga masih bergerak flat di area support 465 dan resistance 510. Namun begitu, terlihat indikator stochastic mulai golden cross serta RSI uptrend. Kedua indikator tersebut mengindikasikan adanya potensi kenaikan dalam jangka pendek ini. Kami melihat bahwa MDLN akan kembali menguji resistance di 510, yang akan memberikan konfirmasi kenaikan menuju area 600 (FR 261.1%)
Rekomendasi     : Buy, stop loss 465, target 600
Support                : 465, 435
Resistance          : 510, 600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/earning-lokal-siap-topang-ihsg.html

Tanggal April 27, 2012 / 8:54 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kinerja keuangan beberapa emiten unggulan yang cukup mengesankan bisa menjadi penopang IHSG untuk tetap di jalur positif hari ini.
Kemarin Bank BCA (BBCA) mengumumkan meraih laba bersih Rp. 2,3 triliun selama kuartal pertama 2012. Bank CIMB Niaga (BNGA) berhasil mencatat kenaikan laba bersih 29% menjadi Rp. 937 miliar. Bank Pertama (BNLI) mencatat laba Rp. 331 miliar dip erode yang sama. Adira Finance mencatat laba Rp. 1,5 triliun, dan berencana membagi dividen 50%. Di sektor lain, Aneka Kimia Raya Corporindo (AKRA) mencatat penjualan Rp 5,1 triliun.
Kinerja keuangan yang memuaskan dan nilai penjualan yang tinggi menjadi bukti bahwa prospek bisnis domestik tetap cerah. Hal ini juga menimbulkan ekspektasi positif kinerja keuangan emiten lainnya juga turut bagus.
Untuk hari ini, emiten yang mengumumkan laporan keuangan antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Panin (PNBN), Lippo Karawaci (LPKR), Medco International (MEDC).
Dari sisi eksternal, Wall Street berhasil mencatat penguatan signifikan berkat data perumahan AS yang cukup bagus. Sayangnya ada berita buruk, yaitu penurunan rating kredit Spanyol, ini menjadi faktror yang menghambat laju bursa regional.

Global Outlook
B
ursa regional bergerak positif awal perdagangannya kali ini, meski ada pemberitaan bahwa peringkat utang Spanyol diturunkan dari “A” menjadi “BBB+” oleh lembaga pemeringkat SP. Positifnya bursa regional juga didorong dari rally yang ditorehkan bursa saham di AS setelah data pending home sales yang naik dari perkiraan. Selain itu, harapan pasar terhadap kesiapan Federal Reserve untuk mengambil langkah dalam rangka merangsang ekonomi dan mengurangi pengangguran.
Sebagaimana kita ketahui, dalam rapatnya kemarin Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya takkan ragu untuk menambah stimulus moneter bila diperlukan. “Kami siap untuk melakukan lebih bila diperlukan untuk memastikan pemulihan berlanjut dan inflasi tetap dekat dengan target,” katanya sembari menegaskan opsi pembelian aset lanjutan tetap terbuka. Namun ia menambahkan untuk saat ini, kebijakan kurang lebih masih tepat.
Kini pasar tertuju pada rapat Bank Sentral Jepang (BOJ), dalam rapatnya kali ini BOJ diperkirakan akan menambah stimulus moneternya sekitar 5 sampai 10 triliun yen. Menurut analis, pasar sudah memfaktorkan kemungkinan stimulus itu. Tapi masih belum jelas bagaimana pasar bereaksi karena tergantung juga dengan respon mata uang. Satu hal yang jelas, saham akan didera aksi jual besar-besaran bila ternyata BOJ mengecewakan pasar dengan tidak mengimplementasikan stimulus lagi.
Data PDB dan sentimen bisnis Michigan akan jadi perhatian pasar malam harinya.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 16 poin kemarin. Pada perdagangan Kamis (25/4/2012), IHSG ditutup naik 16,663 poin (0,40%) ke level 4.180,306.
Sentimen utama kenaikan IHSG dipengaruhi oleh global menyusul menguatnya bursa Wall Street setelah The Fed menyatakan siap melakukan stimulus bila diperlukan guna merangsang ekonomi. Sentimen positif dari Wall Street tersebut kemudian menyebar ke bursa regional dan domestik.
Sebanyak enam sektor berhasil menguat, dipimpin sektor keuangan yang naik 1,26%, kemudian sektor industri dasar yang naik 1,18%, dan konsumer yang naik 0,76%. Sedangkan salah satu sektor yang mencatatkan penurunan terdalam adalah sektor agrikultur sebesar 1,03%.
Saham-saham yang naik diantaranya Semen Gresik (SMGR), Bank Mandiri (BMRI), Indo Tambangraya (ITMG), dan Elang Mahkota (EMTK).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastatika (DSSA), Astra Agro (AALI), Bukit Asam (PTBA), dan Bank Mayapada (MAYA).

Ulasan Teknikal
IHSG

R
esistance di 4.175 mampu dilewati, bahkan mampu ditutup di atas level tersebut. Hal ini ini bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh indikator stochastic yang mulai golden cross serta candlestick yang membentuk bullish engulfing. Dengan begitu, kami masih melihat bahwa IHSG masih bisa melanjutkan kenaikannya untuk menguji kembali resistance “all time high” di 4.232. Sementara itu, hanya penutupan IHSG di bawah 4.150 yang akan membuat trend menjadi bearish, dengan target di area 4.110 – 4.100. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisarab 4.160 – 4.220.

R3    4,237
R2    4,219
R1    4,200
   
Pivot    4,182
   
S1    4,162
S2    4,144
S3    4,125

Stock Pick
INAF

D
itembusnya resistance di 225 telah mengkonfirmasi bullish continuation bagi INAF. Beberapa indikator seperti RSI dan stochastic juga masih mendukung adanya kenaikan. Namun begitu, kedua indikator tersebut mulai memasuki area overbought. Selain itu, harga kini mulai mendekati area resistance di 280 – 300. Dengan begitu, kenaikan INAF kini mulai terbatas dan rawan terjadi profit taking.
Rekomendasi     : Take profit @280 – 300. Buy back @225, stop loss 210, target 260
Support                : 225, 205
Resistance          : 280, 300

MDLN

T
rend keseluruhan MDLN bullish, ditunjukkan dengan MA yang bergerak uptrend. Saat ini harga masih bergerak flat di area support 465 dan resistance 510. Namun begitu, terlihat indikator stochastic mulai golden cross serta RSI uptrend. Kedua indikator tersebut mengindikasikan adanya potensi kenaikan dalam jangka pendek ini. Kami melihat bahwa MDLN akan kembali menguji resistance di 510, yang akan memberikan konfirmasi kenaikan menuju area 600 (FR 261.1%)
Rekomendasi     : Buy, stop loss 465, target 600
Support                : 465, 435
Resistance          : 510, 600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha