Search Results : kondisi negara inggris

Jakarta, Strategydesk – Rapat the Fed menjadi fokus pasar mata uang minggu ini, dengan isu utama prospek kenaikan suku bunga. Satu hal yang ingin diketahui apa yang akan disampaikan the Fed terkait prospek itu. Sebelum ke sana, perhatian pasar menuju data inflasi Inggris, yang dapat mempengaruhi persepsi pasar pada prospek kebijakan BOE. JPY 16-12-14

Performa ekonomi AS yang gemilang, mendukung pandangan the Fed bakal menjadi bank sentral negara maju pertama yang bisa menaikkan suku bunga. Dengan tingkat pertumbuhan lapangan kerja yang pesat, memperkuat harapan the Fed bakal menegaskan peluang kenaikan suku bunga di pertengahan tahun depan.

The Fed kemungkinan akan mengakui perkembangan ekonomi yang terlihat sejauh ini, seperti penciptaan lapangan kerja, aktivitas pembelanjaan konsumen atau  kondisi bisnis.. Kondisi ini diperkirakan banyak kalangan akan membuat the Fed menyesuaikan gaya bahasanya, dengan cenderung hawkish. The Fed diperkirakan bakal menghilangkan kalimat considerable time yang biasa digunakan untuk menggambarkan penerapan kebijakan akomodatif.

Namun, patut diwaspadai pandangan the Fed soal perlambatan global dan prospek inflasi. Ekonomi Eropa, Jepang dan China berpotensi menghambat pertumbuhan dunia. Dengan penurunan harga minyak yang tajam, berarti berkurangnya tekanan inflasi.  Situasi ini dapat menghalangi the Fed menyampaikan pernyataan soal opsi kenaikan suku bunga.

Untuk hari ini, pasar akan disuguhi data inflasi Inggris, yang diperkirakan semakin melambat. Inflasi tahunan selama Nopember diperkirakan melambat ke 1,2% dari 1,3%. Perlambatan inflasi bisa menambah keraguan BOE bisa menaikkan suku bunganya pertengahan  tahun depan. Di Eropa, ada data sentimen investor Jerman hasil survei ZEW, yang diperkirakan naik ke 20 di Desember dari 11,5 di Nopember.

EUR-USD
Masih bergerak di atas MA 25, EUR-USD rebound setelah jatuh kemarin. Pair ini berusaha menembus kejatuhan kemarin, peluang bullish terjaga bila berhasil ditutup di atas $1,2480. Bila akhirnya ditutup di bawah MA 25, pair ini terancam menuju ke $1,2360.

Rekomendasi harian
Dorongan buy masih bisa terjadi pada EUR-USD, dimana target buy di 1.2390 dengan target take profit 1.2451, dimana stop loss 1.2359. Buy break bisa dilakukan bila terjadi penembusan 1.2477 dengan target take profit 1.2522, dimana stop loss 1.2447.

Sementara itu, untuk sell ada 1.2527 dengan target take profit 1.2477, dimana stop loss 1.2557. Sedangkan posisi sell break bisa dilakukan di 1.2359 dengan peluang take profit di 1.2329 dan 1.2313, dimana stop loss ada penembusan kembali 1.2390.

USD-JPY
Semakin dalam kontraksi USD-JPY, kini melemah 0,2% ke 117,18. Menggunakan Fibonacci retracement, posisi pair ini sudah menembus 23,6% dari penguatan 15 Oktober-8 Desember, kini sedang menuju 38,2%. Penutupan di bawah 116,00 semakin memperbesar peluang ke sana.

Rekomendasi harian
Peluang buy USD-JPY di 116.02 dengan target take profit 116.79, dimana stop loss 115.72. Buy break-nya 117.96  dengan target take profit 118.35, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali ke 117.66.

Sedangkan posisi sell di area 118.47 dengan target take profit 117.97 dan 117.76, dimana stop loss 118.77. Sell break bila terjadi penembusan 116.97, dimana target take profit 116.40 dan 116.21 dengan area stop loss 117.27.

GBP-USD
Belum ada pergerakan besar pada GBP-USD setelah jatuh 0,4% kemarin. Bila jatuh ke bawah $1,5600, pair ini membentuk bearish continuation dengan target $1,5500. Ke atas, ada resistance di $1,5740, bila ditembus, pair ini mencoba bergerak ke $1,5800.

Rekomendasi harian
Pergerakan GBP-USD yang tertahan di resisten 1.5717, membuat GBP masih terus mencobanya. Bila terjadi penembusan area tersebut menjadi ruang untuk sell di 1.5747 dengan target take profit 1.5711 dan 1.5693, dimana stop loss 1.5777. Sedangkan sell break di 1.5594 dengan target take profit 1.5564 dan 1.5549, dimana stop loss bila ada pembalikan harga kembali ke 1.5629.

Buy 1.5533 dengan target take profit 1.5579, dimana stop loss 1.5503.

USD-CHF
Mengalami koreksi, USD-CHF sepertinya mulai menghapus penguatan kemarin. Masih bergerak di bawah MA 25, kondisi pair ini masih bearish. Penutupan di atas 0,9680 membuka peluang bullish dengan target selanjutnya di 0,9730-0,9750. Tapi bila terpuruk di bawah 0,9600, pair ini semakin bearish dengan target 0,9550.

Rekomendasi harian
Untuk USD-CHF buy 0.9597 dengan target take profit 0.9643, dimana stop loss 0.9567. Buy break 0.9658 dengan target take profit 0.9689 dan 0.9704, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali ke 0.9628.

Sell 0.9704 dengan target take profit 0.9666, dimana stop loss 0.9734. Sell break 0.9582 dengan target take profit 0.9567 dan 0.9552, dimana stop loss ada penembusan kembali 0.9613.

AUD-USD
Tak banyak gerak, AUD-USD masih terjebak dekat level terendah dalam 4 tahun. Diperdagangkan di $0,8222, pair ini sempat ke low $0,8200. Bila ditutup di bawah $0,8170, pair ini terancam menuju 0,8100-0,8050. Ke atas, kalaupun berhasil menembus resistance $0,8300, pair ini masih sulit melampaui $0,8400.

Rekomendasi harian
Area 0.8255 menjadi target sell untuk AUD-USD, dengan take profit 0.8209, dimana stop loss 0.8285. Sell break ada penembusan kembali 0.8209 dengan target take profit 0.8179 dan 0.8163 , dimana stop loss 0.8239.

Buy 0.8148 dengan target take profit 0.8194, dimana stop loss 0.8118.

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/rekomendasi-forex-sesi-eropa-as-16-desember-2014/

Strategydesk – Kondisi ekonomi global beragam tahun ini, diwarnai dengan pesatnya pemulihan ekonomi AS yang berhasil menutupi perlambatan di Eropa, Jepang dan China. Selanjutnya, bagaimana prospek ekonomi di 2015?

Fundamental positif diperkirakan masih menyertai momentum perbaikan ekonomi global di 2015. Menurut proyeksi dari IHS, pertumbuhan global akan naik menjadi 3% dari estimasi 2,7% untuk tahun ini. Seperti dikutip oleh CNBC, berikut 10 prediksi ekonomi dari IHS

US Economy1.    Ekonomi AS masih unggul
Ekonomi terbesar dunia ini akan terus mengungguli negara maju lainnya, didukung oleh permintaan domestik, terutama pembelanjaan konsumen. Faktor yang mendukung pembelanjaan konsumen, yang merupakan 70% aktivitas ekonomi, masih positif, termasuk pertumbuhan lapangan kerja dan harga energi rendah. IHS memprediksikan ekonomi akan tumbuh antara 2,5% dan 3,0% tahun depan.

2.    Eropa masih memprihatinkan
Ekonomi Eropa masih berjuang dengan rendahnya lapangan kerja. Tapi kombinasi penurunan harga minyak, depresiasi euro dan perbaikan fiskal, dan kebijakan moneter akomodatif mungkin bisa membantu pertumbuhan. Menurut IHS, ekonomi blok mata uang itu akan tumbuh 1,4% di 2015, perkembangan dari 0,8% tahun ini.

3.    Jepang pulih dari resesi
Setelah resesi keempat dalam enam tahun, ekonomi Jepang akan bangkit di 2015, meski hanya sekitar 1%. Menurut IHS, pelonggaran dari BOJ dan stimulus pemerintah, ditambah dengan harga energi rendah akan membawa pertumbuhan kembali positif.

4.    China masih melambat
Pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal kemungkinan belum cukup untuk mencegah pertumbuhan semakin melambat, dengan perkiraan HIS bisa menuju ke 6,5% tahun depan. Meski masih jauh di atas rata-rata negara dunia, tingkat pertumbuhan itu dianggap rendah dalam standar Beijing.

5.    Ekonomi Emerging Markets Variatif
Sebagian besar negara berkembang akan membaik di 2014, berkat harga minyak yang rndah, likuiditas global dan pertumbuhan di AS. Emerging market di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun khusus Rusia, ekonominya menderita karena sanksi, penurunan harga minyak dan arus modal keluar.

 

6.    Harga komoditas masih merosot
Minyak sudah anjlok 40% sejak musim panas lalu di tengah merosotnya permintaan dan berlimpahkan pasokan. Menurut HIS, China masih menjadi kunci permintaan, maksudnya bila ekonominya semakin melambat berarti harga terancam semakin turun. Lembaga itu memperkirakan harga komoditas akan turun 10% tahun depan.

7.    Ancaman disinflasi
Tekanan disinflasi lebih terlihat di negara maju, sebagai akibat penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi. Keculi di negara berkembang, seperti Rusia, yang nilai tukarnya anjlok, menyebabkan inflasi.

8.    The Fed yang pertama menaikkan suku bunga
The Fed, Bank of England (BOE) dan Bank of Canada (BOC) merupakan negara maju yang menaikkan suku bunganya di 2015. Tapi the Fed lebih dulu, dengan kemungkinan menaikkannya pada Juni.  Kemudian diikuti oleh BOE di Agustus dan BOE pada Oktober. Sebaliknya, ECB dan BOJ, PBOC justru melakukan pelonggaran lanjutan, melalui pemangkasan suku bunga atau menyediakan likuiditas melalui pembelian aset.

9.    Dollar masih raja
Dollar masih melanjutkan dominasinya yang didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga. Selain itu, antisipasi akan kemungkinan stimulus tambahan dari ECB dan BOE, berarti euro dan yen akan terus depresiasi di 2015. Menurut HIS, nilai tukar euro akan jatuh ke $1,15-1,20 pada musim gugur 2015, dengan dollar/yen diperdagangkan di kisaran 120-125.

10.    Berkurangnya risiko penurunan (downside risk)
Pemulihan ekonomi global selama ini terganggung oleh banyak kutukan, termasuk besarnya utang di sektor publik maupun swasta, yang memaksa banyak pemerintah dan perusahaan deleveraging. Tapi di beberapa negara masalah ini tidak lagi menghambat pertumbuhan, terutama di AS dan Inggris, tercermin dari angka PDB-nya.

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/10-prediksi-ekonomi-2015-apa-saja/

Jakarta, Strategydesk – Dollar terkoreksi kemarin setelah berhasil menyentuh level tertinggi dalam empat tahun atas rivalnya karena data ketenagakerjaan AS yang gemilang. Namun hal ini tidak mengubah posisi dollar, yang masih merajai pasar mata uang dengan keunggulan prospek kebijakan moneter the Fed.

Data payroll Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan 321.000, terbesar sejak Januari 2012. Dengan ini, maka sudah sepuluh bulan berturut-turut lapangan kerja tumbuh di atas 200 ribu, terpanjang sejak 1994. Bahkan data Nopember dan Oktober direvisi naik, mengindikasikan pesatnya pertumbuhan lapangan kerja.

Karena data ini, dollar langsung reli yang membawanya ke level tertinggi dalam beberapa tahun terhadap mata uang lain. Prospek dollar masih bullish meski koreksi kemarin, di tengah ekspektasi the Fed bisa menjadi bank sentral negara maju pertama yang menaikkan suku bunga. Investor sudah menunggu rapat the Fed minggu depan, berharap adanya perubahan gaya bahasa. Dalam rapat terakhirnya tahun ini, ada harapan the Fed lebih condong hawkish dalam pernyataannya, sembari mengakui perkembangan ekonomi yang terlihat.

Untuk saat ini, dollar lebih cenderung konsolidasi. Indeks dollar berada di 89,18 setelah melemah 0,2% kemarin. Indeks masih berpeluang untuk meraih level psikologis 90. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 120,86 setelah koreksi 0,3% kemarin. Support terdekat ada di 118,75 dan kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 118,00. Atas franc, dollar berada di 0,9772 setelah menyentuh 0,9818 kemarin.

Beralih ke euro, mata uang tunggal Eropa itu rebound tipis setelah sempat jatuh ke level terendah dalam 2,5 tahun. Di tengah prospek ECB harus mengeluarkan stimulus, euro diperkirakan masih bearish, dengan target jangka menengah $1,20. Untuk saat ini, euro diperdagangkan di $1,2300, dengan support $1,2200.

Sterling juga berhasil rebound kemarin, namun tren sepertinya belum berubah. Meski kondisi ekonomi dan kebijakan moneter Inggris tidaklah buruk, masih kalah dibandingkan AS. Dengan prospek seperti itu, target jangka menengah sterling adalah $1,5300. Hari ini, pound diperdagangkan di $1,5630 setelah menguat 0,4% kemarin.

Rekomendasi
EUR-USD
EUR SIGNAL 09-12-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 09-12-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 09-12-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 09-12-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 09-12-14

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/meski-koreksi-dollar-masih-merajai/

Tanggal January 30, 2013 / 6:39 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – EUR/GBP semakin melaju, meraih level tertinggi dalam 13 bulan terakhir, didorong oleh minat beli yang tinggi atas euro dan pelemahan sterling.

Pamor mata uang tunggal Eropa itu meningkat setelah serangkaian data ekonomi yang mengindikaskan benua itu dalam jalur pemulihan dan indikasi stabilisasi perbankan Eropa menyusul pembayaran pinjaman murah ECB. Kondisi ini menambah optimisme kondisi terburuk krisis utang sudah lewat. Momentum positif euro ini membuat investor mengabaikan data buruk Spanyol hari ini, yang menunjukkan kontraksi ekonomi.

Investor, terutama dari Jepang, terus mengalirkan dana ke aset zona euro, mendorong mata uang itu. Menurut analis, inisiatif kebijakan di Eropa untuk menstabilkan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan akhirnya membuahkan hasil, sembari menambahkan penguatan euro akan terlihat pada cross. Namun beberapa analis memperingatkan apresiasi euro bisa terhenti kecuali diiringi dengan data baru.

Sebaliknya, sentimen pasar terhadap mata uang Inggris tetap negatif, menyusul data yang menunjukkan negara itu terancam menuju triple dip recession. Data bulan ini menunjukkan ekonomi Inggris mengalami kontraksi di kuartal keempat. Kondisi ini dapat memaksa BOE untuk melanjutkan program Quantitative Easing (QE). Tekanan juga datang setelah muncul wacana referendum keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Pernyataan anggota dewan BOE bahwa ekonomi Inggris bisa membaik tidak banyak berpengaruh pada mata uangnya.

Pada jam 17:45 WIB, EUR/GBP diperdagangkan di 0,8594, setelah berhasil menyentuh 0,8605, tertinggi sejak Desember 2011. Pair ini sedang menuju penguatan mingguan empat kali berturut-turut. Beberapa indikator menunjukkan kondisi jenuh beli, seperti RSI (14) yang berada 83, jauh di atas batas 70, dan Stochastc (14,3,3), yang berada di 96, di atas ambang batas 80. Namun harga belum menyentuh garis atas Bollinger Bands (14) yang berada di 0,8629. Selain itu, MACD (12,26,9) belum menunjukkan divergence.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-tembus-086.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-tembus-086.html

Tanggal January 28, 2013 / 3:52 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Belum terlihat adanya pergerakan seragam di pasar mata uang, meski di saat situasi mendukung dengan datangnya berita-berita positif yang menimbulkan optimisme pada prospek ekonomi global.
Mulai dari data sampai pembayaran kembali pinjaman ECB menimbulkan harapan tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu. Jumat lalu, bank Eropa membayar sebagian pinjaman dari ECB dalam program Long-Term Refinancing Operation (LTRO) 1 triliun euro. Jumlah yang terbayar cukup melegakan yaitu 132 miliar euro, lebih besar dari prediksi 100 miliar euro.
Pasar melihat pembayaran kembali pinjaman itu sebagai bentuk stabilisasi perbankan Eropa. Pasar juga melihat pembayaran ini sebagai bentuk pengetatan dan penyerapan likuiditas yang dilakukan oleh ECB. Hal ini berbeda dengan bank sentral lain seperti the Fed dan BOJ, yang justru menjalankan  kebijakan moneter longgar dengan meluncurkan stimulus yang menambah likuiditas di pasar.
Serangkaian data dan kinerja keuangan korporat dunia turut mengangkat optimisme mengenai prospek ekonomi global. Data ekonomi, termasuk indeks manufaktur, mengindikasikan adanya perbaikan kondisi.  Semua data itu menjadi bukti kondisi terburuk krisis sudah terlewati, dan ini mengangkat saham global. Namun pernyataannya, mengapa semua faktor itu tidak menimbulkan risk appetite yang menggerakkan mata uang berisiko dalam satu arah.
Sejak awal tahun, pasar mata uang terlihat bergerak variatif, dengan masing-masing punya faktor yang menggerakkannya. Sepertinya, pasar tidak lagi terpaku pada satu berita untuk dijadikan acuan.  pasar mempertimbangkan kondisi yang berlaku di suatu negara untuk menggerakan mata uang bersangkutan. Contohnya, perbaikan kondisi di Eropa memang memangkat euro, tapi tidak sterling karena pasar bearish terhadap Inggris, dengan ekonominya yang terancam resesi. Namun masih perlu dibuktikan apakah kondisi ini berlanjut atau hanya sementara.

EUR-USD
S
empat menyentuh $1,3470 di sesi Asia, tertinggi dalam 11 bulan terakhir, EUR-USD kini sedikit terkoreksi sampai pembukaaan sesi Eropa. Pasar kini bernyata seberapa jauh pair ini bisa menanjak. Dari sisi teknikal, level $1,35 menjadi target berikutnya dan bila tidak ada berita buruk, pair ini berpeluang besar ke sana. Dari sisi fundamental, pejabat ECB Luc Coene mengatakan level EUR tidaklah masalah dan belum perlu pelonggaran.

Rekomendasi harian :
Sell break pada EUR-USD di 1.3428 dengan target take profit 1.3375, dimana stop loss 1.3458. Sell 1.3489 dengan target take profit 1.3413, dimana stop loss 1.3519.

Buy 1.3367 dengan target take profit 1.3420, dimana stop loss 1.3336.


USD-JPY
M
elanjutkan tren penguatannya, USD-JPY berhasil menyentuh 91,25, atau tertinggi sejak Juni 2010. Penguatan ini tidak lepas dari ekspektasi BOJ bakal melonggarkan kebijakannya lagi. Tapi dalam jangka pendek, pasar kemungkinan akan menggunakan data ekonomi AS sebagai faktor penggerak, mulai durable goods orders malam nanti, rapat reguler the Fed pada Rabu dan payroll Jumat nanti. Kecuali data buruk dan ada pernyataan dovish dari the Fed, pair ini tetap bullish, kalaupun koreksi mungkin terbatas.

Rekomendasi harian :
Peluang USD-JPY melakukan sell break di 90.63 dengan target take profit 90.23-90.04, dimana stop loss 90.92. Sell 91.45 dengan target take profit 90.73, dimana stop loss bila penutupan di atas 91.22.

Buy 90.00 dengan target take profit 90.86, dimana stop loss 89.84.

GBP-USD
T
ekanan jual terus mendera GBP-USD yang hari jatuh ke low di $1,5716, terendah sejak Agustus 2012 dan menguji level psikologis $1,5700. Pasar masih bearish terhadap GBP setelah data PDB yang mengecewakan, kontraksi ekonomi menimbulkan spekulasi BOE harus turun tangan lagi dengan stimulusnya. Apalagi muncul  wacana soal referendum keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Dengan masih bearish-nya pasar, pair ini terancam jatuh ke bawah $1,57.

Rekomendasi harian :
Penembusan 1.5717 pada GBP-USD menjadi sinyal sell break untuk kembali bearish dengan target take profit ke 1.5656, dimana stop loss bila kembali bergerak dan tutup di atas 1.5747. Sell 1.5808 dengan target take profi 1.5747, dimana stop loss 1.5839.

Buy 1.5656 dengan target take profit 1.5Buy break di 1.5747 setelah .5625.

USD-CHF
T
ertekan ke bawah 0,9300 akhir pekan lalu, USD-CHF menembus low 0,9222 namun mendapat dorongan beli dan berhasil ke 0,9280. Ada penguatan hari ini, meski masih terbatas. Dengan minimnya even penting dari Eropa, pair ini masih konsolidasi, dan pasar menggunakan menggunakan data durable goods sebagai acuan. Agar tetap kembali bullish pair ini harus menembus ke atas Moving Average 100 di 0,9306.

Rekomendasi harian :
Buy break pada USD-CHF berada di 0.9293 dengan target take profit 0.9323-0.9338, dimana stop loss 0.9277. Sedangkan 0.9247 jadi buy berikutnya bilamana ada penurunan lebih lanjut, dengan target take profit 0.9283-0.9293, dimana stop loss penutupan hari ini di bawah 0.9247.

Sell 0.9338 dengan target take profit 0.9297, dimana stop loss 0.9354.

AUD-USD
D
ata ekonomi China yang bagus dan kenaikan harga komoditas ternyata tidak membantu AUD-USD, yang kini jatuh ke bawah $1,04. Tekanan besar datang setelah data inflasi Australia yang menimbulkan ekspektasi RBA bakal pangkas rate lagi bulan depan. Selain itu, kejatuhan tajam ini datang setelah pair ini gagal menembus $1,06. Kondisi bearish akan berlanjut bila pair ini gagal ditutup di atas $1,04.

Rekomendasi harian :
Buy pada AUD-USD 1.0376 dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss penutupan hari ini dibawah 1.0376. Buy break 1.0437 dengan target profit 1.0483, dimana stop loss penutupan di bawah 1.0437.

1.0483 jadi ruang melakukan sell pada AUD-USD dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss 1.0498.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-28-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-28-januari-2013.html

Tanggal January 09, 2013 / 4:16 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar berhasil menguat atas rival utama, namun penguatannya tidaklah besar. Pasar sepertinya sedang menunggu sesuatu yang dapat dijadikan alasan untuk mengangkat atau menjatuhkan harga.
Indeks Dow Jones Futures sempat bergerak negatif, mengancam koreksi tajam pasca rally resolusi fiskal AS. Tapi itu tidak terjadi, mengingat belum ada katalis yang dapat memicunya.  Tidak ada data penting dari AS malam nanti, menyebabkan kurangnya faktor untuk mempengaruhi sentimen. Peluang besar terjadinya pergerakan fluktuatif bisa datang dari musim laporan keuangan AS. 
Musim dimulai oleh Alcoa, perusahaan aluminium terbesar AS, yang mencatat kinerja sesuai prediksi. Namun kemungkinan belum ada lagi laporan perusahaan besar sampai Jumat, yaitu Wells Fargo. Minggu depan  barulah banyak perusahaan ternama AS yang mengumumkan kinerjanya. Laporan keuangan dapat dijadikan acuan pergerakan mata uang dengan pertama mempengaruhi pergerakan saham. Selain itu, laporan keuangan dapat dijadikan panduan gambaran kondisi ekonomi. 
Untuk minggu ini, salah satu fokus pasar adalah rapat reguler ECB. Banyak kalangan di pasar mata uang yang meyakini ECB akan mempertahankan suku bunganya, namun mengingat kondisi ekonomi yang masih suram, prospek pelonggaran tetap ada. Dengan sedikitnya yang memperkirakan pemangkasan, pasar akan sensitif dengan perubahan sikap atau pertimbangan soal perlunya pelonggaran kebijakan di masa mendatang.

EUR-USD
B
elum banyak gerak sampai sesi perdagangan Eropa, EUR-USD terjebak di $1,3065-3080. Pair ini tertekan menyusul serangkaian data buruk dari Eropa kemarin, yang mencerminkan suramnya kondisi ekonomi. Satu-satunya data Eropa hari ini adalah produksi industrial Jerman, yang diperkirakan akan menunjukkan output kontraksi untuk empat bulan berturut-turut. Satu-satnya faktor yang menopang euro adalah ekspektasi ECB akan mempertahankan rate besok.

Rekomendasi harian :
A
ksi sell break pada EUR-USD di area 1.3055 dengan target take profit 1.3000-1.3016, dimana stop loss 1.3083. Penutupan hari ini dibawah 1.3000 bisa dilakukan hold sell dengan peluang penurunan lebih jauh 1.2946.

Aksi buy break bilamana terjadi penembusan 1.3095 dengan target take profit 1.3153, dimana stop loss 1.3062.

USD-JPY
T
erkoreksi selama dua sesi, USD-JPY berhasil rebound hari ini setelah kejatuhan ke bawah 87,00 dijadikan peluang untuk membeli lagi. Pembelian dollar datang dari bergerai kalangan, termasuk importer dan ritel, meski belum ada petunjuk baru. Hal ini karena prospek stimulus BOJ dapat melemahkan yen kembali, bahkan tidak menutup kemungkinan menuju level 90. Pair ini sudah menguat sejak Oktober dan semakin tajam karena desakan stimulus dari shinzo Abe. Dengan masih santernya isu stimulus itu, tren belumlah berubah. 

Rekomendasi harian :
U
SD-JPY mempunyai peluang aksi sell break menembus support 87.22 dengan target take profit di 86.72, dimana stop loss di 87.50. Sell berikutnya bilamana ada kenaikan ke 88.09 dengan target take profit 87.50, dimana stop loss 88.28.

Aksi beli di 86.72 dengan target take profit di 87.31, dimana stop loss 86.53. Buy break di 87.50 dengan target take profit 87.99, dimana stop loss bila bergerak di bawah 87.22.

GBP-USD
GBP/USD juga bergerak dalam range sempit antara $1,6034 dan $1,6068 setelah mengalami kejatuhan signifikan di sesi sebelumnya. Minimnya katalis membuat pair ini stagnan. Data perdagangan Inggris mungkin bisa menjadi faktor penggerak. Defisit diperkirakan berkurang jadi 3 miliar pound dari 3,6 miliar. Bila jatuh ke bawah $1,5990, maka pair ini akan menguji $1,5940. Kalau ke atas, target terdekat adalah $1,6100.

Rekomendasi harian :
U
ntuk GBP-USD ada ruang melakukan buy break bila menembus 1.6083 dengan target take profit 1.6129, dimana stop loss 1.6052. Buy lanjutan bila kembali break/tembus 1.6129 dan ditutup hariannya di kisaran tersebut, dengan target take profit di 1.6174, dimana stop loss 1.6113.

Sell break bila tembus 1.6022 dengan target take profit 1.5961-1.5976, dimana stop loss kembali break 1.6052-nya.

USD-CHF
D
engan tidak adanya data Swiss terjadwal hari ini, pergerakan USD-CHF akan bergantung pada sentimen. Pair ini berkonsolidasi setelah gagal bertahan di 0,93. Tapi pair ini masih mampu bertahan di atas Moving Average 25 hari. (0,9206). Meski demikian, bila ditembus juga, pair ini terancam jatuh ke 0,9150, yang dapat melanjutkan tren penurunannya.

Rekomendasi harian :
U
SD-CHF bergerak terbatas, dimana ini membuka ruang untuk bergerak di 0.9220-9250. Sinyal sell break di 0.9216 dengan target take profit di 0.9171, dimana stop loss 0.9232.

Aksi beli di kisaran 0.9155-0.9163 dengan target take profit 0.9209, dimana stop loss 0.9135.

AUD-USD
S
empat anjlok karena data penjualan ritel Australia yang buruk, AUD-USD mampu bangkit dari kembali ke kisaran $1,05. Dibandingkan mata uang lainnya, Aussie masih punya keunggulan selisih rate (3,0%), dibandingkan negara maju lainnya yang di kisaran 0%. Namun pair ini masih kesulitan bertahan lama di kisaran $1,05. Resistance terdekat adalah $1,0528 (hi 3/1), sedangkan support $1,0466 (lo 8/1).
 
Rekomendasi harian :
A
ksi buy break AUD-USD di 1.0513 dengan target take profit di 1.0559, dimana stop loss 1.0483. Buy berikutnya ada di 1.0437 dengan target take profit 1.0498, dimana stop loss di bawah 1.0422.

Peluang Sell ada di 1.0559 dengan target take profit di 1.0483, dimana stop loss bila penutupan hari ini di atas 1.0574.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-09-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-09-januari-2013.html

Tanggal November 14, 2012 / 4:21 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Era pertumbuhan ekonomi pesat yang selama ini dipegang oleh China, India, dan Brazil mulai berakhir yang kemudian diikuti dengan perlambatan selama satu dekade ke depan, menurut proyeksi salah satu lembaga ternama AS.

Prospek ekonomi global hasil karya Conference Board itu mempertanyakan keajaiban BRIC (Brazil, Rusia, India, China), dengan berargumen “buah” dari buruh murah dan alih teknologi sudah habis dipetik.Pertumbuhan ekonomi dua digit China akan segera menjadi kenangan. Pertumbuhan ekonomi terbesar kedua dunia itu akan melambat ke 6,9% tahun depan, kemudian 5,5% selama 2014-2018, dan ke 3,7% pada 2019-2025, seiring menuanya populasi dan investasi merosot tajam.

Pertumbuhan India, di mana agenda tak berjalan mulus, akan melambat ke 4,7% pada 2018 kemudian ke 3,9% di 2025. Ekonomi Brazil  tumbuh 3% dan 2,7%. Tingkat pertumbuhan yang rendah akan membuat semua negara itu terjebak dalam middle income trap, situasi yang bisa mengubur harapan menjadi negara maju. “Ketika China, India, Brazil dan lainnya jenuh dari pertumbuhan pesat dan padat investasi, batas kecepatan ekonomi mereka akan turun,” kata Board.

Kondisi emerging markets yang melempem adalah penyebab utama Barat kambuh lagi tahun ini. Dunia kini menghadapi penurunan dari semua front, dengan sempitnya ruang untuk stimulus fiskal dan moneter. “Ekonomi maju masih menyembuhkan diri dari krisis 2008. Tapi tidak seperti 2010 dan 2011, negara berkembang tidak banyak membantu tahun ini, begitupun tahun depan,” katanya.

Prospek Eropa jauh lebih buruk, karena krisis demografi dan rendahnya produktivitas. Perancis terjerumus ke dalam depresi dengan pertumbuhan hampir stagnan sampai 2025 dan Inggris terjebak dalam pertumbuhan lesu 1% untuk tiga parlemen berikutnya. Masalah Perancis timbul dari investasi rendah serta penundaan penghematan dan reformasi.

Proyeksi Conference Board ini bertolak belakang dengan laporan OECD minggu lalu yang memyebutkan China akan tetap tumbuh 6,6% sampai 2030 dan India 6,7%, yang membuat keduanya muncul sebagai dua kekuatan ekonomi dominan.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/era-keemasan-bric-berakhir.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/era-keemasan-bric-berakhir.html

Tanggal November 08, 2012 / 4:57 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Setelah pemilu AS selesai, fokus tertuju ke Eropa, dengan dua bank sentral besar bersiap mengumumkan hasil rapat reguler yang diperkirakan tidak akan ada keputusan baru.

Fokus tertuju ke Inggris dan keputusan MPC apakah ada penambahan program pembelian aset, kemudian ke ECB dan apakah Presiden Mario Daghi memangkas suku bunga. Tapi ECB sepertinya tidak akan mengeluarkan bazokanya yang diumumkan dua bulan lalu, dan menjaga amunisinya dengan mempertahankan suku bunga.

Program pembelian obligasi, atau yang disebut dengan Outright Monetary Transaction (OMT), yang diumumkan Draghi September lalu, disebut sebagai tanda titik balik sentimen pasar keuangan meski belum digunakan. Pengumuman itu saja cukup untuk menurunkan yield obligasi Spanyol dari level bahaya.

Meski efeknya mulai sirna, para analis melihat ECB belum benar akan melaksanakannya. Rapat ECB bulan ini kemungkinan tidak akan ada keputusan baru, berbentuk suku bunga ataupun kebijakan lainnya. Alhasil, rate tetap di 0,75%. Draghi, yang selalu mengatakan kini giliran pemerintah yang harus membenahi keuangannya, juga tidak akan mengumumkan langkah likuiditas baru.

Meski kondisi makroekonomi mendukung pemangkasan, ECB sepertinya ingin menyimpan amunisi. Zona euro menderita di berbagai sektor, sektor manufaktur dan jasa mengalami kontraksi untuk sembilan bulan berturut-turut. Tingkat pengangguran mencapai 11,6% di tengah program penghematan yang dijalankan beberapa negara.

Sementara itu BOE diperkirakan juga tidak akan mengumumkan hal yang baru setelah data terakhir menunjukkan Inggris keluar dari resesi pada kuartal ketiga. Sebelumnya, banyak analis sempat memperkirakan BOE akan mengumumkan tambahan stimulus untuk merangsang pertumbuhan. Tapi setelah data menunjukkan Inggris lepas dari resesi ganda terpanjangnya sejak 1950, para pengamat melihat BOE akan duduk manis sembari mengamati perkembangan.

BOE telah menyuntikkan 375 miliar pound ke ekonomi sejak Maret 2009, termasuk tambahan 50 miliar pound pada Juli dan September. Dalam program Quantitative Easing itu, BOE membeli aset seperti obligasi pemerintah dan korporat dengan tujuan mendorong kredit.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/takkan-ada-yang-baru-dari-ecb-boe.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/takkan-ada-yang-baru-dari-ecb-boe.html

Tanggal November 06, 2012 / 1:49 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – John Williams, Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, akan berpidato di Irvine. Pemilu Presiden, Setiap 4 tahun yang didasarkan pada penghitungan suara awal sehingga pemenang kemungkinan akan diproyeksikan sebelum penghitungan suara resmi diumumkan. Dan Pemilihan Kongres yang setiap 2 tahun kemungkinan sekarang untuk memilih 435 anggota ke DPR AS dan 33 anggota untuk Senat.

EUR-USD
U
ntuk data Eropa, Spanish Services Purchasing Managers’ Index (PMI); Survei Bulanan untuk menilai kondisi bisnis seperti produksi, harga dan persediaan, 40,2 poin mirip dengan laporan terakhir. Factory Orders Jerman, menilai semua pesanan pembelian baru pada bulan lalu, diperkirakan -0.3% sekarang dari -1.3% pada Oktober.

Rekomendasi :
Buy                   : 1.2777, 1.2727        Sell             : 1.2877, 1.2902
TP                    : 1.2888                       TP               : 1.2727
Stoploss         : 1.2680                       Stoploss    : 1.2940

Resisten         : 1.2833, 1.2875
Support           : 1.2755, 1.2724
Range             : 1.2727 – 1.2850
 

GBP-USD
U
ntuk data Inggris, Manufacturing Production, menilai hasil produksi produsen ‘, 0,3% sekarang dari -1.1% pada Oktober. BRC Retail Sales Monitor, penjualan di tingkat ritel, 1,5% mirip dengan laporan terakhir pada bulan Oktober. National Institute of Economic and Social Research (NIESR) Gross Domestic Product (GDP) Estimate, tetap 0,8% dengan tidak ada perubahan dari data terakhir. Apakah akan terjadi pekan sideways kembali? Apabila ada closing daily di bawah area 1.5970 maka pekan sideways akan berakhir dan tekanan bearish akan berlanjut untuk testing ke area 1.5850, tapi sebaliknya apabila ada closing daily di atas area 1.6070 maka kemungkinan sideways bullish untuk testing ke area 1.6161 akan berlanjut. Dengan banyaknya katalis fundamental untuk pound di pekan ini hal di atas dapat terwujud, tergantung dari hasil yang keluar dan korelasinya dengan situasi di Eropa dan pergerakan indeks USD.

Rekomendasi :
Buy                  : 1.5970, 1.5935        Sell             : 1.6060, 1.6090
TP                    : 1.6060                      TP               : 1.5940
Stoploss         : 1.5900                      Stoploss    : 1.6131

Resisten         : 1.6023, 1.6070
Support           : 1.5941, 1.5908
Range             : 1.5930 – 1.6070
 

AUD-USD
R
BA Rate Statement, alat utama yang digunakan oleh Dewan Reserve Bank of Australia (RBA) untuk berkomunikasi dengan investor mengenai kebijakan keuangan. Dan membahas prospek moneter masa depan, Tingkat suku bunga tetap 3.25%. House Price Index (HPI), nilai perubahan harga jual untuk sektor perumahan di 8 negara bagian, naik sampai 1,1% dari 0,5% pada kuartal terakhir. Aussie kembali break ke area 1.0444 pada saat RBA menyatakan tidak cut rate dan tetap 3.25%, apabila dilihat dari keadaan mata uang utama lainnya yang sudah melemah terhadap USD dalam beberapa minggu ini, kemungkinan Aussie akan mengalami hal serupa.
Apabila hari ini closing kembali di bawah area 1.0370 maka kemungkinan sideways bearish untuk kembali mencoba break area 1.0277 akan diteruskan. Sebaliknya apabila hari ini closing di atas area 1.0414 maka Aussie akan kembali menjadi ‘safe  haven’ untuk short terms dengan target testing area 1.0555.

Rekomendasi :
Buy                   : 1.0393, 1.0360        Sell             : 1.0444, 1.0494
TP                    : 1.0505                       TP               : 1.0333
Stoploss         : 1.0333                       Stoploss    : 1.0520

Resisten         : 1.0452, 1.0487
Support           : 1.0390, 1.0376
Range             : 1.0360 – 1.0505
 

USD-CHF
U
ntuk data Swiss, State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Consumer Climate, Survei untuk menilai historis tingkat kondisi keuangan dan yang akan datang, turun ke -21 poin dari -17 poin pada laporan terakhir.

Rekomendasi :
Bu                    : 0.9370, 0.9333        Sell             : 0.9450, 0.9480
TP                    : 0.9444                       TP               : 0.9333
Stoploss         : 0.9303                       Stoploss    : 0.9515

Resisten         : 0.9475, 0.9502
Support           : 0.9405, 0.9376
Range             : 0.9350 – 0.9470
 

USD-JPY
S
etelah mencapai high-nya 80.66 beberapa hari yang lalu, yen hari ini kembali menyentuh 80.08 dimana area ini merupakan sinyal penguatan yen dimana target konfirmasi ada di area 79.60. Penguatan yen dapat diprediksi sampai kembali ke area 79.30-79.90 dan mengkonfirmasi akan ‘safe haven’ yen akan berlanjut, sebaliknya apabila kembali tembus dan closing di atas 80.70 maka pelemahan yen akan testing target 81.70.

Rekomendasi :
Buy                   : 79.90, 79.79          Sell             : 80.50, 80.80
TP                    : 80.40                       TP               : 79.80
Stoploss         : 79.50                       Stoploss    : 81.10

Resisten         : 80.73, 80.90
Support           : 79.90, 79.68
Range             : 79.86 – 80.38                                                                      
                                                           

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-06-nopember-20121.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-06-nopember-20121.html

Tanggal October 30, 2012 / 12:07 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Begitu terpuruknya citra Yunani karena krisis utang, sampai-sampai negara itu dianggap lebih berisiko dibanding Suriah, negara Timur Tengah yang sedang dilanda perang saudara.

Negara Hellenik itu dianggap tempat yang lebih berisiko untuk berinvestasi dan berbisnis dibandingkan negara konflikSuriah dan Libya, menurut survei terhadap direktur keuangan. Survei tahunan peluang bisnis yang digelar oleh BDO menunjukkan krisis utang sebagai kekhawatiran utama. Sekitar 44% dari 1000 responden oleh konsultan bisnis global itu mengatakan krisis telah mempengaruhi rencana bisnis mereka, dengan 16% menyebutkan dampak lebih besar.

Sekitar 18% responden, atau satu dari lima direktur, mengatakan mereka enggan berinvestasi di Yunani. Angka itu lebih rendah dari Suriah yang 17% dan Libya yang 12%. Hanya Iran yang lebih berisiko dari Yunani, dengan mendapat skor 21%, dan Irak, juga mendapat skor 18%.  Spanyol, negara Eropa lainnya yang juga sedang dirundung krisis, disebut oleh 11% sebagai tempat berisiko. Di bawah itu, ada Mesir, yang dianggap 10% responden berisiko, diikuti Russia dan Yaman, yang mendapat 9%.

Para responden menyebut kondisi keuangan Yunani, karena terlalu banyak utang, dan risiko keluarnya negara itu dari zona euro sebagai bahaya. Negara itu dianggap tidak lagi layak untuk investasi karena tidak ada lagi pertumbuhan. Hasil survei itu juga menemukan para CFO paling enggan berinvestasi di sektor manufaktur, teknologi, media dan telekomunikasi di negara-negara di atas.

Di saat negara seperti Yunani dan Spanyol berjuang meyakinkan dunia internasional, negara lainnya justru mendapat berkah. Meski ada perlambatan, China masih dianggap negara paling menarik untuk investasi. Dalam Indeks Pasar Global, China menempati peringkat pertama,  diikuti oleh AS, Brazil, India, Jerman dan Inggris. Masuk juga dalam sepuluh besar, Australia, Uni Emirat Arab dan Meksiko.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/yunani-lebih-berisiko-dari-suriah.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/yunani-lebih-berisiko-dari-suriah.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha