Search Results : kondisi negara inggris

Jakarta, Strategydesk – Dollar berhasil rebound kemarin, pertanda trennya masih terjaga meski the Fed menyampaikan pernyataan yang dovish minggu ini. Sedangkan euro gagal mempertahankan penguatannya  di tengah sentiment yang masih bearish akibat program pembelian obligasi ECB.

Dollar sempat jatuh setelah the Fed memangkas proyeksi pertumbuhan dan inflasi, serta  mengindikasikan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Namun hal itu belum mengubah pandangan bahwa bank sentral AS itu masih lebih unggul dibanding bank sentral negara maju lainnya, yang masih menjalankan kebijakan longgar agresif.

Menurut hasil polling Reuters, sebagian besar bank top di Wall Street kini memperkirakan the Fed baru akan menaikkan suku bunga pada September nanti, dengan peluang kenaikan di Juni terus meredup. Sebagian besar pengamat memang belum berubah pandangan, bahwa mereka masih bullish pada dollar dan bearish terhadap mata uang lainnya dan komoditas.

Pergerakan dollar kini bergantung pada prospek kenaikan suku bunga pada September nanti. Bila prospek itu juga sirna, disanalah baru dollar mungkin mengalami kejatuhan yang signifikan. Namun di tengah longgarnya kebijakan moneter bank sentral lain, kejatuhan itu mungkin belum sampai mengubah tren greenback.
Untuk hari ini, dollar bertengger di 120,70 yen, setelah menguat 0,2% kemarin. Dollar kemungkinan masih bergerak dalam range 119-121 Terhadap franc, dollar diperdagangkan di 0,9888, berusaha kembali ke paritas.

Beralih ke euro, mata uang tunggal Eropa itu tak mampu melanjutkan penguatannya di tengah kondisi ekonomi Eropa yang masih rapuh. Menurut analis, begitu banyak masalah di Eropa yang belum terselesaikan, seperti Yunani. Selain itu, dengan ECB menjalankan program pembelian obligasi, yang berpotensi menambah likuiditas, tren jangka panjang euro masih ke bawah.

Euro sempat menyentuh $1,1000 setelah pernyataan dovish dari the Fed, yang merupakan reli terbesarnya sejak 2009. Sayangnya, reli itu bukan didukung oleh kondisi fundamental dalam negeri Eropa. Maka itu, banyak kalangan yang melakukan sell on strength. Untuk saat ini, euro diperdagangkan di $1,0690.

Sementara itu, sterling dan aussie juga tidak mampu melanjutkan kenaikan. Sterling kini diperdagangkan di $1,4775 setelah jatuh 0,4% kemarin. Padahal mata uang Inggris itu sempat menyentuh $1,5165 pasca the Fed. Aussie bertengger di $0,7675 setelah melemah 0,2% kemarin dan dengan masih adanya prospek pemangkasan suku bunga RBA, aussie tetap terancam menuju $0,7500.

Rekomendasi
EUR-USD
EUR SIGNAL 20-03-15

USD-JPY
JPY SIGNAL 20-03-15

GBP-USD
EUR SIGNAL 20-03-15

USD-CHF
CHF SIGNAL 20-03-15

AUD-USD
AUD SIGNAL 20-03-15

http://www.strategydesk.co.id/2015/03/dollar-rebound-euro-gagal-tahan-gain/

Jakarta, Strategydesk – Serangkaian data ekonomi AS yang buruk ternyata belum melemahkan dollar yang masih bergerak dekat level tertinggi dalam 12 tahun. Hal ini mencerminkan bahwa pergerakan dollar sebenarnya sedang mentok, namun pasar belum mendapat alasan yang tepat untuk menyesuaikan posisinya.   ScreenHunter_13 Feb. 03 15.43

Dollar tetap stabil meski data Jumat lalu menunjukkan PDB AS hanya tumbuh 2,6% selama kuartal keempat, di bawah prediksi 3,0%. Dollar juga tak goyah setelah data semalam menunjukkan aktivitas manufaktur melambat, yaitu indeks ISM manufaktur yang turun ke 53,5 di Januari dari 55,1 di Desember.

Stabilnya dollar tidak lepas dari fakta bahwa para rivalnya memang sedang terpuruk dan dikelilingi oleh berita negatif. Seperti yang terjadi pada aussie hari ini, jatuh ke level terendah dalam 6 tahun setelah RBA memangkas suku bunganya. Euro masih tertekan oleh ketidakpastian ekonomi dan politik di Yunani.

Jadi agar dólar bisa koreksi tidak hanya memerlukan berita buruk dari AS, tapi juga berita positif dari negara major currencies lainnya. Pasar ingin melihat situasi di Yunani membaik dulu sebelum mengangkat euro, atau datang berita bagus lainnya dari Inggris. Oleh karena itu, sembari mengamati perkembangan di Yunani, pasar akan menantikan beberapa even penting terjadwal minggu ini, salah satunya data ketenagakerjaan AS.

Data payroll bisa menjadi penentu apakah dollar menyesuaikan posisi dulu atau melanjutkan trennya. Payroll diperkirakan tumbuh 235.000 selama Januari dan tingkat pengangguran stabil di 5,6%. Diperlukan angka yang jauh di bawah 200 ribu agar dollar terkoreksi. Sebelum ke payroll, perhatian pasar tertuju ke hasil rapat reguler BOE Kamis nanti.

EUR-USD
Selama lima sesi terakhir, EUR-USD bergerak konsolidasi dalam range $1,1230-1,1420 dalam chart harian. Pair ini masih bertahan di atas $1,13 sejauh ini. Pergerakan berikutnya bergantung pada breakout pada channel, penutupan di bawah $1,1230 membuka potensi menuju $1,1100. Ke atas, dari $1,1420 ada hambatan di $1,1470-1,1500.

Rekomendasi harian
Untuk EUR-USD diperkirakan masih terjebak dalam range 1.1250 – 1.1380. Dengan begitu, peluang untuk buy ada di 1.1291 dengan target take profit 1.1366, dimana stop loss 1.1260. Sedangkan peluang buy break ada penembusan kembali 1.1352 dengan target take profit 1.1372 dan 1.1383, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali 1.1322.

Sell break 1.1230 dengan target take profit 1.1200, dimana stop loss 1.1260. Sell 1.1399 dengan target take profit 1.1353, dimana stop loss 1.1429.

USD-JPY
Pergerakan USD-JPY cukup fluktuatif sepanjang 10 sesi terakhir, berusaha bertahan di kisaran 117-119. Dengan sudah bergerak di bawah MA 25, Penutupan di bawah 117 menjadi bearish continuation dengan target berikutnya di 116,00-115,60. Kondisi bullish baru diraih bila ditutup di  atas MA 25.

Rekomendasi harian
Terlihat USD-JPY gagal menembus 118.00, sinyal kenaikan lebih lanjut USD-JPY  bila menembus resisten 118.00. Dengan begitu peluang untuk buy break terbuka bila kembali ke area 117.58 dengan target take profit 117.87 dan 118.05, dimana stop loss 117.28. Sedangkan buy ada pengujian area support di 116.60 dengan target take profit 116.80 dan 117.19, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali 116.30.

Sementara itu, sell bisa dilakukan 118.16 dengan target take profit 117.86 dan 117.77, dimana stop loss 118.46.

GBP-USD
Sepanjang tiga sesi terakhir, GBP-USD bergerak dalam range $1,50-1,51, setelah sempart jatuh ke level terendah dalam 1,5 tahun di $1,4950 dua minggu lalu. Penutupan di bawah level psikologis $1,5000 menjadi bearish continuation dengan target $1,4950-1,4900. Ke atas, bila berhasil ditutup di atas $1,5100, pair ini mencoba bergerak ke $1,5150-1,5100.

Rekomendasi harian
Sinyal resisten GBP-USD berada di 1.5076, dan diperkirakan masih akan terjaga. Namun bila gagal dipertahankan ruang penurunan jangka pendek terjadi dimana target 1.4953. Peluang buy di 1.4953 dengan target profit taking 1.5000 dan 1.5015, dimana stop loss 1.4918. Penembusan kembali area 1.5033 buy break  dengan target 1.5076, dimana stop loss bila ada pembalikan harga 1.4997.

Sell 1.5091 dengan target take profit 1.5046, dimana stop loss 1.5126. Sell break 1.4985 dengan target take profit 1.4953 dan 1.4938, dimana stop loss 1.5020.

USD-CHF
Setelah rentetan penguatan sepanjang dua minggu terakhir, USD-CHF kini tertahan di 0,9266, bergerak dalam range 0,9150 dan 0,9400. Penembusan level 0,9400 membuka peluang menuju 0,9500-0,9600.

Rekomendasi harian
Peluang untuk USD-CHF buy 0.9216 dengan target take profit 0.9247 dan 0.9262, dimana stop loss 0.9186. Area 0.9155 kembali di tembus, dapat dilakukan aksi buy dengan target 0.9186 dan 0.9201, dimana stop loss 0.9125.

Untuk sell-nya 0.9338 dengan target take profit 0.9277, dimana stop loss 0.9268. Sell selanjutnya 0.9399 dengan target take profit 0.9338, dimana stop loss 0.9429. Perlu di waspadai penutupan di atas 0.9399 membuka ruang ke depan untuk menguji 0.9521.

AUD-USD
Mengalami kejatuhan harian terbesar dalam tiga bulan, AUD-USD terpuruk level terendah dalam 6 tahun di $0,7625. Bila gagal ditutup di atas $0,7700, pair ini terancam menuju $0,7500.

Rekomendasi harian
Buy 0.7629 dapat dilakukan AUD-USD dengan target take profit 0.7690, dimana stop loss 0.7529. Buy break 0.7690 dengan target take profit 0.7721 dan 0.7744, dimana stop loss 0.7660. Perhatikan penutupan di bawah 0.7690, karena membuka ruang penurunan jangka pendek ke area 0.7568. Namun sebaliknya penutupan di atas 0.7690 ada ruang kembali rebound dengan target 0.7751 dan 0.7813.

Sell 0.7751 dengan target take profit 0.7721, dimana stop loss 0.7781.

http://www.strategydesk.co.id/2015/02/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-3-february-2015/

Jakarta, Strategydesk – Rapat the Fed menjadi fokus pasar mata uang minggu ini, dengan isu utama prospek kenaikan suku bunga. Satu hal yang ingin diketahui apa yang akan disampaikan the Fed terkait prospek itu. Sebelum ke sana, perhatian pasar menuju data inflasi Inggris, yang dapat mempengaruhi persepsi pasar pada prospek kebijakan BOE. JPY 16-12-14

Performa ekonomi AS yang gemilang, mendukung pandangan the Fed bakal menjadi bank sentral negara maju pertama yang bisa menaikkan suku bunga. Dengan tingkat pertumbuhan lapangan kerja yang pesat, memperkuat harapan the Fed bakal menegaskan peluang kenaikan suku bunga di pertengahan tahun depan.

The Fed kemungkinan akan mengakui perkembangan ekonomi yang terlihat sejauh ini, seperti penciptaan lapangan kerja, aktivitas pembelanjaan konsumen atau  kondisi bisnis.. Kondisi ini diperkirakan banyak kalangan akan membuat the Fed menyesuaikan gaya bahasanya, dengan cenderung hawkish. The Fed diperkirakan bakal menghilangkan kalimat considerable time yang biasa digunakan untuk menggambarkan penerapan kebijakan akomodatif.

Namun, patut diwaspadai pandangan the Fed soal perlambatan global dan prospek inflasi. Ekonomi Eropa, Jepang dan China berpotensi menghambat pertumbuhan dunia. Dengan penurunan harga minyak yang tajam, berarti berkurangnya tekanan inflasi.  Situasi ini dapat menghalangi the Fed menyampaikan pernyataan soal opsi kenaikan suku bunga.

Untuk hari ini, pasar akan disuguhi data inflasi Inggris, yang diperkirakan semakin melambat. Inflasi tahunan selama Nopember diperkirakan melambat ke 1,2% dari 1,3%. Perlambatan inflasi bisa menambah keraguan BOE bisa menaikkan suku bunganya pertengahan  tahun depan. Di Eropa, ada data sentimen investor Jerman hasil survei ZEW, yang diperkirakan naik ke 20 di Desember dari 11,5 di Nopember.

EUR-USD
Masih bergerak di atas MA 25, EUR-USD rebound setelah jatuh kemarin. Pair ini berusaha menembus kejatuhan kemarin, peluang bullish terjaga bila berhasil ditutup di atas $1,2480. Bila akhirnya ditutup di bawah MA 25, pair ini terancam menuju ke $1,2360.

Rekomendasi harian
Dorongan buy masih bisa terjadi pada EUR-USD, dimana target buy di 1.2390 dengan target take profit 1.2451, dimana stop loss 1.2359. Buy break bisa dilakukan bila terjadi penembusan 1.2477 dengan target take profit 1.2522, dimana stop loss 1.2447.

Sementara itu, untuk sell ada 1.2527 dengan target take profit 1.2477, dimana stop loss 1.2557. Sedangkan posisi sell break bisa dilakukan di 1.2359 dengan peluang take profit di 1.2329 dan 1.2313, dimana stop loss ada penembusan kembali 1.2390.

USD-JPY
Semakin dalam kontraksi USD-JPY, kini melemah 0,2% ke 117,18. Menggunakan Fibonacci retracement, posisi pair ini sudah menembus 23,6% dari penguatan 15 Oktober-8 Desember, kini sedang menuju 38,2%. Penutupan di bawah 116,00 semakin memperbesar peluang ke sana.

Rekomendasi harian
Peluang buy USD-JPY di 116.02 dengan target take profit 116.79, dimana stop loss 115.72. Buy break-nya 117.96  dengan target take profit 118.35, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali ke 117.66.

Sedangkan posisi sell di area 118.47 dengan target take profit 117.97 dan 117.76, dimana stop loss 118.77. Sell break bila terjadi penembusan 116.97, dimana target take profit 116.40 dan 116.21 dengan area stop loss 117.27.

GBP-USD
Belum ada pergerakan besar pada GBP-USD setelah jatuh 0,4% kemarin. Bila jatuh ke bawah $1,5600, pair ini membentuk bearish continuation dengan target $1,5500. Ke atas, ada resistance di $1,5740, bila ditembus, pair ini mencoba bergerak ke $1,5800.

Rekomendasi harian
Pergerakan GBP-USD yang tertahan di resisten 1.5717, membuat GBP masih terus mencobanya. Bila terjadi penembusan area tersebut menjadi ruang untuk sell di 1.5747 dengan target take profit 1.5711 dan 1.5693, dimana stop loss 1.5777. Sedangkan sell break di 1.5594 dengan target take profit 1.5564 dan 1.5549, dimana stop loss bila ada pembalikan harga kembali ke 1.5629.

Buy 1.5533 dengan target take profit 1.5579, dimana stop loss 1.5503.

USD-CHF
Mengalami koreksi, USD-CHF sepertinya mulai menghapus penguatan kemarin. Masih bergerak di bawah MA 25, kondisi pair ini masih bearish. Penutupan di atas 0,9680 membuka peluang bullish dengan target selanjutnya di 0,9730-0,9750. Tapi bila terpuruk di bawah 0,9600, pair ini semakin bearish dengan target 0,9550.

Rekomendasi harian
Untuk USD-CHF buy 0.9597 dengan target take profit 0.9643, dimana stop loss 0.9567. Buy break 0.9658 dengan target take profit 0.9689 dan 0.9704, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali ke 0.9628.

Sell 0.9704 dengan target take profit 0.9666, dimana stop loss 0.9734. Sell break 0.9582 dengan target take profit 0.9567 dan 0.9552, dimana stop loss ada penembusan kembali 0.9613.

AUD-USD
Tak banyak gerak, AUD-USD masih terjebak dekat level terendah dalam 4 tahun. Diperdagangkan di $0,8222, pair ini sempat ke low $0,8200. Bila ditutup di bawah $0,8170, pair ini terancam menuju 0,8100-0,8050. Ke atas, kalaupun berhasil menembus resistance $0,8300, pair ini masih sulit melampaui $0,8400.

Rekomendasi harian
Area 0.8255 menjadi target sell untuk AUD-USD, dengan take profit 0.8209, dimana stop loss 0.8285. Sell break ada penembusan kembali 0.8209 dengan target take profit 0.8179 dan 0.8163 , dimana stop loss 0.8239.

Buy 0.8148 dengan target take profit 0.8194, dimana stop loss 0.8118.

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/rekomendasi-forex-sesi-eropa-as-16-desember-2014/

Strategydesk – Kondisi ekonomi global beragam tahun ini, diwarnai dengan pesatnya pemulihan ekonomi AS yang berhasil menutupi perlambatan di Eropa, Jepang dan China. Selanjutnya, bagaimana prospek ekonomi di 2015?

Fundamental positif diperkirakan masih menyertai momentum perbaikan ekonomi global di 2015. Menurut proyeksi dari IHS, pertumbuhan global akan naik menjadi 3% dari estimasi 2,7% untuk tahun ini. Seperti dikutip oleh CNBC, berikut 10 prediksi ekonomi dari IHS

US Economy1.    Ekonomi AS masih unggul
Ekonomi terbesar dunia ini akan terus mengungguli negara maju lainnya, didukung oleh permintaan domestik, terutama pembelanjaan konsumen. Faktor yang mendukung pembelanjaan konsumen, yang merupakan 70% aktivitas ekonomi, masih positif, termasuk pertumbuhan lapangan kerja dan harga energi rendah. IHS memprediksikan ekonomi akan tumbuh antara 2,5% dan 3,0% tahun depan.

2.    Eropa masih memprihatinkan
Ekonomi Eropa masih berjuang dengan rendahnya lapangan kerja. Tapi kombinasi penurunan harga minyak, depresiasi euro dan perbaikan fiskal, dan kebijakan moneter akomodatif mungkin bisa membantu pertumbuhan. Menurut IHS, ekonomi blok mata uang itu akan tumbuh 1,4% di 2015, perkembangan dari 0,8% tahun ini.

3.    Jepang pulih dari resesi
Setelah resesi keempat dalam enam tahun, ekonomi Jepang akan bangkit di 2015, meski hanya sekitar 1%. Menurut IHS, pelonggaran dari BOJ dan stimulus pemerintah, ditambah dengan harga energi rendah akan membawa pertumbuhan kembali positif.

4.    China masih melambat
Pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal kemungkinan belum cukup untuk mencegah pertumbuhan semakin melambat, dengan perkiraan HIS bisa menuju ke 6,5% tahun depan. Meski masih jauh di atas rata-rata negara dunia, tingkat pertumbuhan itu dianggap rendah dalam standar Beijing.

5.    Ekonomi Emerging Markets Variatif
Sebagian besar negara berkembang akan membaik di 2014, berkat harga minyak yang rndah, likuiditas global dan pertumbuhan di AS. Emerging market di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun khusus Rusia, ekonominya menderita karena sanksi, penurunan harga minyak dan arus modal keluar.

 

6.    Harga komoditas masih merosot
Minyak sudah anjlok 40% sejak musim panas lalu di tengah merosotnya permintaan dan berlimpahkan pasokan. Menurut HIS, China masih menjadi kunci permintaan, maksudnya bila ekonominya semakin melambat berarti harga terancam semakin turun. Lembaga itu memperkirakan harga komoditas akan turun 10% tahun depan.

7.    Ancaman disinflasi
Tekanan disinflasi lebih terlihat di negara maju, sebagai akibat penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi. Keculi di negara berkembang, seperti Rusia, yang nilai tukarnya anjlok, menyebabkan inflasi.

8.    The Fed yang pertama menaikkan suku bunga
The Fed, Bank of England (BOE) dan Bank of Canada (BOC) merupakan negara maju yang menaikkan suku bunganya di 2015. Tapi the Fed lebih dulu, dengan kemungkinan menaikkannya pada Juni.  Kemudian diikuti oleh BOE di Agustus dan BOE pada Oktober. Sebaliknya, ECB dan BOJ, PBOC justru melakukan pelonggaran lanjutan, melalui pemangkasan suku bunga atau menyediakan likuiditas melalui pembelian aset.

9.    Dollar masih raja
Dollar masih melanjutkan dominasinya yang didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga. Selain itu, antisipasi akan kemungkinan stimulus tambahan dari ECB dan BOE, berarti euro dan yen akan terus depresiasi di 2015. Menurut HIS, nilai tukar euro akan jatuh ke $1,15-1,20 pada musim gugur 2015, dengan dollar/yen diperdagangkan di kisaran 120-125.

10.    Berkurangnya risiko penurunan (downside risk)
Pemulihan ekonomi global selama ini terganggung oleh banyak kutukan, termasuk besarnya utang di sektor publik maupun swasta, yang memaksa banyak pemerintah dan perusahaan deleveraging. Tapi di beberapa negara masalah ini tidak lagi menghambat pertumbuhan, terutama di AS dan Inggris, tercermin dari angka PDB-nya.

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/10-prediksi-ekonomi-2015-apa-saja/

Jakarta, Strategydesk – Dollar terkoreksi kemarin setelah berhasil menyentuh level tertinggi dalam empat tahun atas rivalnya karena data ketenagakerjaan AS yang gemilang. Namun hal ini tidak mengubah posisi dollar, yang masih merajai pasar mata uang dengan keunggulan prospek kebijakan moneter the Fed.

Data payroll Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan 321.000, terbesar sejak Januari 2012. Dengan ini, maka sudah sepuluh bulan berturut-turut lapangan kerja tumbuh di atas 200 ribu, terpanjang sejak 1994. Bahkan data Nopember dan Oktober direvisi naik, mengindikasikan pesatnya pertumbuhan lapangan kerja.

Karena data ini, dollar langsung reli yang membawanya ke level tertinggi dalam beberapa tahun terhadap mata uang lain. Prospek dollar masih bullish meski koreksi kemarin, di tengah ekspektasi the Fed bisa menjadi bank sentral negara maju pertama yang menaikkan suku bunga. Investor sudah menunggu rapat the Fed minggu depan, berharap adanya perubahan gaya bahasa. Dalam rapat terakhirnya tahun ini, ada harapan the Fed lebih condong hawkish dalam pernyataannya, sembari mengakui perkembangan ekonomi yang terlihat.

Untuk saat ini, dollar lebih cenderung konsolidasi. Indeks dollar berada di 89,18 setelah melemah 0,2% kemarin. Indeks masih berpeluang untuk meraih level psikologis 90. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 120,86 setelah koreksi 0,3% kemarin. Support terdekat ada di 118,75 dan kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 118,00. Atas franc, dollar berada di 0,9772 setelah menyentuh 0,9818 kemarin.

Beralih ke euro, mata uang tunggal Eropa itu rebound tipis setelah sempat jatuh ke level terendah dalam 2,5 tahun. Di tengah prospek ECB harus mengeluarkan stimulus, euro diperkirakan masih bearish, dengan target jangka menengah $1,20. Untuk saat ini, euro diperdagangkan di $1,2300, dengan support $1,2200.

Sterling juga berhasil rebound kemarin, namun tren sepertinya belum berubah. Meski kondisi ekonomi dan kebijakan moneter Inggris tidaklah buruk, masih kalah dibandingkan AS. Dengan prospek seperti itu, target jangka menengah sterling adalah $1,5300. Hari ini, pound diperdagangkan di $1,5630 setelah menguat 0,4% kemarin.

Rekomendasi
EUR-USD
EUR SIGNAL 09-12-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 09-12-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 09-12-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 09-12-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 09-12-14

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/meski-koreksi-dollar-masih-merajai/

Tanggal January 30, 2013 / 6:39 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – EUR/GBP semakin melaju, meraih level tertinggi dalam 13 bulan terakhir, didorong oleh minat beli yang tinggi atas euro dan pelemahan sterling.

Pamor mata uang tunggal Eropa itu meningkat setelah serangkaian data ekonomi yang mengindikaskan benua itu dalam jalur pemulihan dan indikasi stabilisasi perbankan Eropa menyusul pembayaran pinjaman murah ECB. Kondisi ini menambah optimisme kondisi terburuk krisis utang sudah lewat. Momentum positif euro ini membuat investor mengabaikan data buruk Spanyol hari ini, yang menunjukkan kontraksi ekonomi.

Investor, terutama dari Jepang, terus mengalirkan dana ke aset zona euro, mendorong mata uang itu. Menurut analis, inisiatif kebijakan di Eropa untuk menstabilkan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan akhirnya membuahkan hasil, sembari menambahkan penguatan euro akan terlihat pada cross. Namun beberapa analis memperingatkan apresiasi euro bisa terhenti kecuali diiringi dengan data baru.

Sebaliknya, sentimen pasar terhadap mata uang Inggris tetap negatif, menyusul data yang menunjukkan negara itu terancam menuju triple dip recession. Data bulan ini menunjukkan ekonomi Inggris mengalami kontraksi di kuartal keempat. Kondisi ini dapat memaksa BOE untuk melanjutkan program Quantitative Easing (QE). Tekanan juga datang setelah muncul wacana referendum keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Pernyataan anggota dewan BOE bahwa ekonomi Inggris bisa membaik tidak banyak berpengaruh pada mata uangnya.

Pada jam 17:45 WIB, EUR/GBP diperdagangkan di 0,8594, setelah berhasil menyentuh 0,8605, tertinggi sejak Desember 2011. Pair ini sedang menuju penguatan mingguan empat kali berturut-turut. Beberapa indikator menunjukkan kondisi jenuh beli, seperti RSI (14) yang berada 83, jauh di atas batas 70, dan Stochastc (14,3,3), yang berada di 96, di atas ambang batas 80. Namun harga belum menyentuh garis atas Bollinger Bands (14) yang berada di 0,8629. Selain itu, MACD (12,26,9) belum menunjukkan divergence.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-tembus-086.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-tembus-086.html

Tanggal January 28, 2013 / 3:52 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Belum terlihat adanya pergerakan seragam di pasar mata uang, meski di saat situasi mendukung dengan datangnya berita-berita positif yang menimbulkan optimisme pada prospek ekonomi global.
Mulai dari data sampai pembayaran kembali pinjaman ECB menimbulkan harapan tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu. Jumat lalu, bank Eropa membayar sebagian pinjaman dari ECB dalam program Long-Term Refinancing Operation (LTRO) 1 triliun euro. Jumlah yang terbayar cukup melegakan yaitu 132 miliar euro, lebih besar dari prediksi 100 miliar euro.
Pasar melihat pembayaran kembali pinjaman itu sebagai bentuk stabilisasi perbankan Eropa. Pasar juga melihat pembayaran ini sebagai bentuk pengetatan dan penyerapan likuiditas yang dilakukan oleh ECB. Hal ini berbeda dengan bank sentral lain seperti the Fed dan BOJ, yang justru menjalankan  kebijakan moneter longgar dengan meluncurkan stimulus yang menambah likuiditas di pasar.
Serangkaian data dan kinerja keuangan korporat dunia turut mengangkat optimisme mengenai prospek ekonomi global. Data ekonomi, termasuk indeks manufaktur, mengindikasikan adanya perbaikan kondisi.  Semua data itu menjadi bukti kondisi terburuk krisis sudah terlewati, dan ini mengangkat saham global. Namun pernyataannya, mengapa semua faktor itu tidak menimbulkan risk appetite yang menggerakkan mata uang berisiko dalam satu arah.
Sejak awal tahun, pasar mata uang terlihat bergerak variatif, dengan masing-masing punya faktor yang menggerakkannya. Sepertinya, pasar tidak lagi terpaku pada satu berita untuk dijadikan acuan.  pasar mempertimbangkan kondisi yang berlaku di suatu negara untuk menggerakan mata uang bersangkutan. Contohnya, perbaikan kondisi di Eropa memang memangkat euro, tapi tidak sterling karena pasar bearish terhadap Inggris, dengan ekonominya yang terancam resesi. Namun masih perlu dibuktikan apakah kondisi ini berlanjut atau hanya sementara.

EUR-USD
S
empat menyentuh $1,3470 di sesi Asia, tertinggi dalam 11 bulan terakhir, EUR-USD kini sedikit terkoreksi sampai pembukaaan sesi Eropa. Pasar kini bernyata seberapa jauh pair ini bisa menanjak. Dari sisi teknikal, level $1,35 menjadi target berikutnya dan bila tidak ada berita buruk, pair ini berpeluang besar ke sana. Dari sisi fundamental, pejabat ECB Luc Coene mengatakan level EUR tidaklah masalah dan belum perlu pelonggaran.

Rekomendasi harian :
Sell break pada EUR-USD di 1.3428 dengan target take profit 1.3375, dimana stop loss 1.3458. Sell 1.3489 dengan target take profit 1.3413, dimana stop loss 1.3519.

Buy 1.3367 dengan target take profit 1.3420, dimana stop loss 1.3336.


USD-JPY
M
elanjutkan tren penguatannya, USD-JPY berhasil menyentuh 91,25, atau tertinggi sejak Juni 2010. Penguatan ini tidak lepas dari ekspektasi BOJ bakal melonggarkan kebijakannya lagi. Tapi dalam jangka pendek, pasar kemungkinan akan menggunakan data ekonomi AS sebagai faktor penggerak, mulai durable goods orders malam nanti, rapat reguler the Fed pada Rabu dan payroll Jumat nanti. Kecuali data buruk dan ada pernyataan dovish dari the Fed, pair ini tetap bullish, kalaupun koreksi mungkin terbatas.

Rekomendasi harian :
Peluang USD-JPY melakukan sell break di 90.63 dengan target take profit 90.23-90.04, dimana stop loss 90.92. Sell 91.45 dengan target take profit 90.73, dimana stop loss bila penutupan di atas 91.22.

Buy 90.00 dengan target take profit 90.86, dimana stop loss 89.84.

GBP-USD
T
ekanan jual terus mendera GBP-USD yang hari jatuh ke low di $1,5716, terendah sejak Agustus 2012 dan menguji level psikologis $1,5700. Pasar masih bearish terhadap GBP setelah data PDB yang mengecewakan, kontraksi ekonomi menimbulkan spekulasi BOE harus turun tangan lagi dengan stimulusnya. Apalagi muncul  wacana soal referendum keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Dengan masih bearish-nya pasar, pair ini terancam jatuh ke bawah $1,57.

Rekomendasi harian :
Penembusan 1.5717 pada GBP-USD menjadi sinyal sell break untuk kembali bearish dengan target take profit ke 1.5656, dimana stop loss bila kembali bergerak dan tutup di atas 1.5747. Sell 1.5808 dengan target take profi 1.5747, dimana stop loss 1.5839.

Buy 1.5656 dengan target take profit 1.5Buy break di 1.5747 setelah .5625.

USD-CHF
T
ertekan ke bawah 0,9300 akhir pekan lalu, USD-CHF menembus low 0,9222 namun mendapat dorongan beli dan berhasil ke 0,9280. Ada penguatan hari ini, meski masih terbatas. Dengan minimnya even penting dari Eropa, pair ini masih konsolidasi, dan pasar menggunakan menggunakan data durable goods sebagai acuan. Agar tetap kembali bullish pair ini harus menembus ke atas Moving Average 100 di 0,9306.

Rekomendasi harian :
Buy break pada USD-CHF berada di 0.9293 dengan target take profit 0.9323-0.9338, dimana stop loss 0.9277. Sedangkan 0.9247 jadi buy berikutnya bilamana ada penurunan lebih lanjut, dengan target take profit 0.9283-0.9293, dimana stop loss penutupan hari ini di bawah 0.9247.

Sell 0.9338 dengan target take profit 0.9297, dimana stop loss 0.9354.

AUD-USD
D
ata ekonomi China yang bagus dan kenaikan harga komoditas ternyata tidak membantu AUD-USD, yang kini jatuh ke bawah $1,04. Tekanan besar datang setelah data inflasi Australia yang menimbulkan ekspektasi RBA bakal pangkas rate lagi bulan depan. Selain itu, kejatuhan tajam ini datang setelah pair ini gagal menembus $1,06. Kondisi bearish akan berlanjut bila pair ini gagal ditutup di atas $1,04.

Rekomendasi harian :
Buy pada AUD-USD 1.0376 dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss penutupan hari ini dibawah 1.0376. Buy break 1.0437 dengan target profit 1.0483, dimana stop loss penutupan di bawah 1.0437.

1.0483 jadi ruang melakukan sell pada AUD-USD dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss 1.0498.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-28-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-28-januari-2013.html

Tanggal January 09, 2013 / 4:16 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar berhasil menguat atas rival utama, namun penguatannya tidaklah besar. Pasar sepertinya sedang menunggu sesuatu yang dapat dijadikan alasan untuk mengangkat atau menjatuhkan harga.
Indeks Dow Jones Futures sempat bergerak negatif, mengancam koreksi tajam pasca rally resolusi fiskal AS. Tapi itu tidak terjadi, mengingat belum ada katalis yang dapat memicunya.  Tidak ada data penting dari AS malam nanti, menyebabkan kurangnya faktor untuk mempengaruhi sentimen. Peluang besar terjadinya pergerakan fluktuatif bisa datang dari musim laporan keuangan AS. 
Musim dimulai oleh Alcoa, perusahaan aluminium terbesar AS, yang mencatat kinerja sesuai prediksi. Namun kemungkinan belum ada lagi laporan perusahaan besar sampai Jumat, yaitu Wells Fargo. Minggu depan  barulah banyak perusahaan ternama AS yang mengumumkan kinerjanya. Laporan keuangan dapat dijadikan acuan pergerakan mata uang dengan pertama mempengaruhi pergerakan saham. Selain itu, laporan keuangan dapat dijadikan panduan gambaran kondisi ekonomi. 
Untuk minggu ini, salah satu fokus pasar adalah rapat reguler ECB. Banyak kalangan di pasar mata uang yang meyakini ECB akan mempertahankan suku bunganya, namun mengingat kondisi ekonomi yang masih suram, prospek pelonggaran tetap ada. Dengan sedikitnya yang memperkirakan pemangkasan, pasar akan sensitif dengan perubahan sikap atau pertimbangan soal perlunya pelonggaran kebijakan di masa mendatang.

EUR-USD
B
elum banyak gerak sampai sesi perdagangan Eropa, EUR-USD terjebak di $1,3065-3080. Pair ini tertekan menyusul serangkaian data buruk dari Eropa kemarin, yang mencerminkan suramnya kondisi ekonomi. Satu-satunya data Eropa hari ini adalah produksi industrial Jerman, yang diperkirakan akan menunjukkan output kontraksi untuk empat bulan berturut-turut. Satu-satnya faktor yang menopang euro adalah ekspektasi ECB akan mempertahankan rate besok.

Rekomendasi harian :
A
ksi sell break pada EUR-USD di area 1.3055 dengan target take profit 1.3000-1.3016, dimana stop loss 1.3083. Penutupan hari ini dibawah 1.3000 bisa dilakukan hold sell dengan peluang penurunan lebih jauh 1.2946.

Aksi buy break bilamana terjadi penembusan 1.3095 dengan target take profit 1.3153, dimana stop loss 1.3062.

USD-JPY
T
erkoreksi selama dua sesi, USD-JPY berhasil rebound hari ini setelah kejatuhan ke bawah 87,00 dijadikan peluang untuk membeli lagi. Pembelian dollar datang dari bergerai kalangan, termasuk importer dan ritel, meski belum ada petunjuk baru. Hal ini karena prospek stimulus BOJ dapat melemahkan yen kembali, bahkan tidak menutup kemungkinan menuju level 90. Pair ini sudah menguat sejak Oktober dan semakin tajam karena desakan stimulus dari shinzo Abe. Dengan masih santernya isu stimulus itu, tren belumlah berubah. 

Rekomendasi harian :
U
SD-JPY mempunyai peluang aksi sell break menembus support 87.22 dengan target take profit di 86.72, dimana stop loss di 87.50. Sell berikutnya bilamana ada kenaikan ke 88.09 dengan target take profit 87.50, dimana stop loss 88.28.

Aksi beli di 86.72 dengan target take profit di 87.31, dimana stop loss 86.53. Buy break di 87.50 dengan target take profit 87.99, dimana stop loss bila bergerak di bawah 87.22.

GBP-USD
GBP/USD juga bergerak dalam range sempit antara $1,6034 dan $1,6068 setelah mengalami kejatuhan signifikan di sesi sebelumnya. Minimnya katalis membuat pair ini stagnan. Data perdagangan Inggris mungkin bisa menjadi faktor penggerak. Defisit diperkirakan berkurang jadi 3 miliar pound dari 3,6 miliar. Bila jatuh ke bawah $1,5990, maka pair ini akan menguji $1,5940. Kalau ke atas, target terdekat adalah $1,6100.

Rekomendasi harian :
U
ntuk GBP-USD ada ruang melakukan buy break bila menembus 1.6083 dengan target take profit 1.6129, dimana stop loss 1.6052. Buy lanjutan bila kembali break/tembus 1.6129 dan ditutup hariannya di kisaran tersebut, dengan target take profit di 1.6174, dimana stop loss 1.6113.

Sell break bila tembus 1.6022 dengan target take profit 1.5961-1.5976, dimana stop loss kembali break 1.6052-nya.

USD-CHF
D
engan tidak adanya data Swiss terjadwal hari ini, pergerakan USD-CHF akan bergantung pada sentimen. Pair ini berkonsolidasi setelah gagal bertahan di 0,93. Tapi pair ini masih mampu bertahan di atas Moving Average 25 hari. (0,9206). Meski demikian, bila ditembus juga, pair ini terancam jatuh ke 0,9150, yang dapat melanjutkan tren penurunannya.

Rekomendasi harian :
U
SD-CHF bergerak terbatas, dimana ini membuka ruang untuk bergerak di 0.9220-9250. Sinyal sell break di 0.9216 dengan target take profit di 0.9171, dimana stop loss 0.9232.

Aksi beli di kisaran 0.9155-0.9163 dengan target take profit 0.9209, dimana stop loss 0.9135.

AUD-USD
S
empat anjlok karena data penjualan ritel Australia yang buruk, AUD-USD mampu bangkit dari kembali ke kisaran $1,05. Dibandingkan mata uang lainnya, Aussie masih punya keunggulan selisih rate (3,0%), dibandingkan negara maju lainnya yang di kisaran 0%. Namun pair ini masih kesulitan bertahan lama di kisaran $1,05. Resistance terdekat adalah $1,0528 (hi 3/1), sedangkan support $1,0466 (lo 8/1).
 
Rekomendasi harian :
A
ksi buy break AUD-USD di 1.0513 dengan target take profit di 1.0559, dimana stop loss 1.0483. Buy berikutnya ada di 1.0437 dengan target take profit 1.0498, dimana stop loss di bawah 1.0422.

Peluang Sell ada di 1.0559 dengan target take profit di 1.0483, dimana stop loss bila penutupan hari ini di atas 1.0574.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-09-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-09-januari-2013.html

Tanggal November 14, 2012 / 4:21 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Era pertumbuhan ekonomi pesat yang selama ini dipegang oleh China, India, dan Brazil mulai berakhir yang kemudian diikuti dengan perlambatan selama satu dekade ke depan, menurut proyeksi salah satu lembaga ternama AS.

Prospek ekonomi global hasil karya Conference Board itu mempertanyakan keajaiban BRIC (Brazil, Rusia, India, China), dengan berargumen “buah” dari buruh murah dan alih teknologi sudah habis dipetik.Pertumbuhan ekonomi dua digit China akan segera menjadi kenangan. Pertumbuhan ekonomi terbesar kedua dunia itu akan melambat ke 6,9% tahun depan, kemudian 5,5% selama 2014-2018, dan ke 3,7% pada 2019-2025, seiring menuanya populasi dan investasi merosot tajam.

Pertumbuhan India, di mana agenda tak berjalan mulus, akan melambat ke 4,7% pada 2018 kemudian ke 3,9% di 2025. Ekonomi Brazil  tumbuh 3% dan 2,7%. Tingkat pertumbuhan yang rendah akan membuat semua negara itu terjebak dalam middle income trap, situasi yang bisa mengubur harapan menjadi negara maju. “Ketika China, India, Brazil dan lainnya jenuh dari pertumbuhan pesat dan padat investasi, batas kecepatan ekonomi mereka akan turun,” kata Board.

Kondisi emerging markets yang melempem adalah penyebab utama Barat kambuh lagi tahun ini. Dunia kini menghadapi penurunan dari semua front, dengan sempitnya ruang untuk stimulus fiskal dan moneter. “Ekonomi maju masih menyembuhkan diri dari krisis 2008. Tapi tidak seperti 2010 dan 2011, negara berkembang tidak banyak membantu tahun ini, begitupun tahun depan,” katanya.

Prospek Eropa jauh lebih buruk, karena krisis demografi dan rendahnya produktivitas. Perancis terjerumus ke dalam depresi dengan pertumbuhan hampir stagnan sampai 2025 dan Inggris terjebak dalam pertumbuhan lesu 1% untuk tiga parlemen berikutnya. Masalah Perancis timbul dari investasi rendah serta penundaan penghematan dan reformasi.

Proyeksi Conference Board ini bertolak belakang dengan laporan OECD minggu lalu yang memyebutkan China akan tetap tumbuh 6,6% sampai 2030 dan India 6,7%, yang membuat keduanya muncul sebagai dua kekuatan ekonomi dominan.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/era-keemasan-bric-berakhir.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/era-keemasan-bric-berakhir.html

Tanggal November 08, 2012 / 4:57 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Setelah pemilu AS selesai, fokus tertuju ke Eropa, dengan dua bank sentral besar bersiap mengumumkan hasil rapat reguler yang diperkirakan tidak akan ada keputusan baru.

Fokus tertuju ke Inggris dan keputusan MPC apakah ada penambahan program pembelian aset, kemudian ke ECB dan apakah Presiden Mario Daghi memangkas suku bunga. Tapi ECB sepertinya tidak akan mengeluarkan bazokanya yang diumumkan dua bulan lalu, dan menjaga amunisinya dengan mempertahankan suku bunga.

Program pembelian obligasi, atau yang disebut dengan Outright Monetary Transaction (OMT), yang diumumkan Draghi September lalu, disebut sebagai tanda titik balik sentimen pasar keuangan meski belum digunakan. Pengumuman itu saja cukup untuk menurunkan yield obligasi Spanyol dari level bahaya.

Meski efeknya mulai sirna, para analis melihat ECB belum benar akan melaksanakannya. Rapat ECB bulan ini kemungkinan tidak akan ada keputusan baru, berbentuk suku bunga ataupun kebijakan lainnya. Alhasil, rate tetap di 0,75%. Draghi, yang selalu mengatakan kini giliran pemerintah yang harus membenahi keuangannya, juga tidak akan mengumumkan langkah likuiditas baru.

Meski kondisi makroekonomi mendukung pemangkasan, ECB sepertinya ingin menyimpan amunisi. Zona euro menderita di berbagai sektor, sektor manufaktur dan jasa mengalami kontraksi untuk sembilan bulan berturut-turut. Tingkat pengangguran mencapai 11,6% di tengah program penghematan yang dijalankan beberapa negara.

Sementara itu BOE diperkirakan juga tidak akan mengumumkan hal yang baru setelah data terakhir menunjukkan Inggris keluar dari resesi pada kuartal ketiga. Sebelumnya, banyak analis sempat memperkirakan BOE akan mengumumkan tambahan stimulus untuk merangsang pertumbuhan. Tapi setelah data menunjukkan Inggris lepas dari resesi ganda terpanjangnya sejak 1950, para pengamat melihat BOE akan duduk manis sembari mengamati perkembangan.

BOE telah menyuntikkan 375 miliar pound ke ekonomi sejak Maret 2009, termasuk tambahan 50 miliar pound pada Juli dan September. Dalam program Quantitative Easing itu, BOE membeli aset seperti obligasi pemerintah dan korporat dengan tujuan mendorong kredit.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/takkan-ada-yang-baru-dari-ecb-boe.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/takkan-ada-yang-baru-dari-ecb-boe.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha