Search Results : kondisi ekonomi jepang saat ini

Strategydesk – BOJ di luar dugaan mengumumkan tambahan stimulus, meningkatkan pembelian asetnya untuk pertama kali dalam 1,5 tahun, langkah yang diambil di saat inflasi terus di bawah target.

Japan‘s central bank sinks key interest rate to 0.1 per centBOJ mengatakan akan menambah pembelian obligasi menjadi 80 triliun yen per tahun, dari sebelumnya 60-70 triliun yen. BOJ menambah pembelian obligasi pemerintah sebesar 30 triliun yen, memperpanjang kepemilikan JGB menjadi 10 tahun. Selain itu, pembelian Exchange Traded Fund (ETF) dan Real Estate Investment Trusts (REIT) naik tiga kali lipat.

Dalam pernyataannya, BOJ mengatakan akan menerapkan kebijakan longgar yang tak terbatas, memberi sinyal kesiapan menambah lagi stimulus bila diperlukan. Meski mempertahankan pandangan bahwa ekonomi masih dalam jalur pemulihan, BOJ memperlihatkan kekhawatiran soal kelesuan ekonomi dampak membahayakan upayanya mengatasi deflasi.

Keputusan ini, yang diambil lewat hasil voting 5 banding 4, merupakan gebrakan terbaru BOJ yang sepertinya dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi. Memang, dengan kondisi ekonomi Jepang yang masih memprihatinkan, akibat dampak kenaikan pajak penjualan, banyak kalangan menduga BOJ harus mengeluarkan stimulus lagi. Tapi tidak ada yang menyangka bakal secepat ini.

Pengumuman ini mengejutkan pasar, Gubernur Haruhiko Kuroda tidak memberi sinyal akan melakukan sesuasu menjelang rapat, hanya menyampaikan keraguan akan prospek ekonomi dan inflasi. Dari 13 ekonom yang disurvei WSJ, hanya 2 yang memperkirakan akan keputusan baru.

Mengambil keputusan yang kontras dengan the Fed, yang baru saja menyelesaikan program pembelian obligasinya, bisa memberi implikasi luas untuk pasar, seperti menguntungkan eksportir Jepang yang mendapat manfaat dari depresiasi yen akibat keputusan itu. Merespon tambahan stimulus itu, indeks Nikkei reli 4,8% dan yen melemah ke 111 per dollar.

http://www.strategydesk.co.id/2014/10/boj-tambah-stimulus/

Tanggal April 10, 2013 / 4:14 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Fokus utama pasar hari ini adalah FOMC Minutes, yang dapat menentukan arah dollar selanjutnya. Eskpektasi yang berlaku di pasar saat ini adalah isi minutes itu tetap dovish.
Pasar ingin mengetahui pandangan para anggota terkait ekonomi AS dan kebijakan moneter, termasuk stimulus atau program pembelian aset yang sedang berjalan. Meski the Fed sudah menyatakan program pembelian aset $85 per bulan terus dilakukan sampai tingkat pengangguran turun ke 6,5%, pasar ingin melihat apakah ada pembahasan soal mempersingkat waktu atau mengurangi jumlahnya.
Dalam pidato kemarin, Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pemulihan ekonomi masih panjang. Menurutnya, meski lebih kuat dibandingkan empat tahun lalu, kondisi ekonomi masih jauh di bawah standar. Ini tentu menjadi penguat the Fed belum berendah mengubah kebijakannya dalam waktu dekat.
Pasar ingin mengetahui mana yang lebih kuat, kubu yang ingin stimulus lanjut, atau kubu yang khawatir dengan dampaknya. Kalau isi minutes itu dovish, akan melengkapi data ekonomi AS untuk menegaskan stimulus moneter masih dibutuhkan. Tapi ada prediksi dari pasar bahwa suara dovish akan lebih besar dari yang hawkish, meski sinyal beragam dari para pejabatnya. 

EUR-USD
S
empat menyentuh $1,3102 kemarin, level tertinggi dalam 3,5 minggu, EUR-USD belum banyak gerak hari ini dan terjebak di $1,3080/90. Level $1,31 masih berperan sebagai resistance.  Posisi euro saat ini sedang menuju 38,2% retracement kejatuhan 1 Februari-4 April di $1,3108. Namun, untuk bisa ke 50% di $1,3223, euro harus ditutup di atas $1,3184 dulu.

Rekomendasi harian :
Peluang untuk buy pada EUR-USD di 1.3061 dengan target take profit 1.3168, dimana stop loss 1.3031. Buy 1.2970 dengan target take profit 1.3077, dimana stop loss 1.2939.

Sell 1.3183 dengan target take profit 1.3107, dimana stop loss bila penutupan diatas 1.3183.


USD-JPY
M
eski mengalami sedikit koreksi, USD-JPY tetap berpeluang menembus level 100. Posisinya kini berada di 99,10, setelah menyentuh 99,24. Dengan jaminan dari pejabat Jepang bahwa stimulus tidak akan berdampak buruk, potensi penguatan lanjutan tetap terbuka. Tapi perlu diwaspadai ketika berhasil menembus level 100, bisa dijadikan momentum untuk koreksi dulu.  Tapi isu FOMC minutes yang dovish bisa menjegal lajunya, atau paling tidak membuatnya tertahan di kisaran 99.

Rekomendasi harian :
Buy untuk USD-JPY di 98.88 dengan target take profit 99.90, dimana stop loss penutupan di bawah 98.52. Buy break 100.00 dengan target take profit 100.68, dimana stop loss penutupan di bawah 100.00.

Sell break 98.43 dengan target take profit 97.56 dimana stop loss 98.80. Sell 100.78 dengan target take profit 100.20, dimana stop loss 100.97.

GBP-USD
G
BP-USD masih berkonsolidasi di kisaran $1,53, upayanya untuk menanjak tertahan di $1,5340. Berdasarakn grafik, pair ini sedang dalam fase penyesuaian harga setelah jatuh ke level terendah dalam 2,5 tahun pertengahan bulan lalu. Tapi, karena minimnya katalis dari Inggris sendiri, pergerakannya tersendat. Pair ini sedang mendekati 38,2% retracement kejatuhan 1 Februari-12 Maret di $1,5411.

Rekomendasi harian :
Buy break GBP-USD 1.5343, dengan target take profit 1.5441, dimana stop loss 1.5319. Buy 1.5258 dengan target take profit 1.5365, dimana stop loss 1.5212.

Sell 1.5450 dengan target take profit 1.5373, dimana stop loss 1.5486. Sell break 1.5197 dengan take profit 1.5136, dimana stop loss 1.5228.

USD CHF
U
SD-CHF jatuh ke bawah 0,9300 hari ini, kejatuhan berlanjut. Bahkan sempat jatuh ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Pelemahan  pair ini disebabkan oleh pandangan di pasar bahwa the Fed belum mengubah kebijakannya dalam waktu dekat. Kondisi bearish masih menyelimuti pair ini, kunci ada di FOMC Minutes, bila menegaskan tetap perlu stimulus, pelemaham bisa berlanjut., dengan target terdekat di 0,9277.

Rekomendasi harian :
Sell break USD-CHF 0.9306 dengan target take profit 0.9246, dimana stop loss 0.9323. Sell 0.9338 dengan target take profit 0.9277, dimana stop loss 0.9355.

Buy 0.9239 dengan target take profit 0.9292 dimana stop loss 0.9216.

AUD-USD
A
UD-USD berhasil menyentuh level tertinggi dalam 3,5 bulan di $1,0515 berkat data perdagangan China yang menunjukkan impor tumbuh pesat, ini dianggap bagus untuk prospek perdagangan Australia.  Kondisi pair ini masih bullish dan bila ditutup di atas $1,05, target selanjutnya adalah $1,0530-50. Dengan belum adanya indikator yang menunjukkan kondisi overbought, peluang ke sana terbuka.

Rekomendasi harian :
Buy break 1.0508 dengan target take profit 1.0567, dimana stop loss 1.0475. Buy 1.0452 dengan target take profit 1.0513, dimana stop loss 1.0421.

Sell 1.0574 dengan target take profit 1.0521, dimana stop loss 1.0597.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-10-april-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-10-april-2013.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal January 22, 2013 / 3:51 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Yen sempat melemah atas dollar setelah BOJ mengejutkan pasar dengan mengumumkan program pembelian aset tak terbatas, tapi kemudian menguat karena ternyata baru dilakukan tahun depan.
Untuk mengeluarkan ekonomi dari jeratan deflasi, BOJ akhirnya menuruti keingingan pemerintah dengan menaikkan target inflasi ke 2% dan meluncurkan program pembelian aset tak terbatas (open ended). BOJ akan membeli 13 triliun yen aset setiap bulan mulai Januari 2014. Kebijakan itu mencakup pembelian 2 triliun yen obligasi pemerintah tiap bulan. 
Menurut analis, BOJ menyenangkan pasar dengan mengumumkan target inflasi baru dan program pembelian asetnya. Namun pasar kemudian agak kecewa bahwa program pembelian itu tidak dilakukan sebelum 2014. Mungkin tahun depan program itu bisa membawa manfaat, tapi untuk saat ini BOJ tidak akan melakukan lebih untuk melemahkan yen.
Padahal keputusan BOJ ini mengangkat mata uang lainnya. Keputusan BOJ itu mendorong risk appetite, namun hanya aussie yang mencatat penguatan besar. Euro dan sterling hanya naik terbatas. Pasar berharap mendapat katalis dari data sentimen investor Jerman dan penjualan rumah AS. Data sentimen investor Jerman mungkin bisa menjadi pendorong atau penekan.


EUR-USD
M
eski mendapat dorongan dari keputusan BOJ, EUR-USD tidak mampu melaju jauh, bahkan belum bisa kembali ke $1,34, yang masih menjadi resistance kuat.  Setelah menyentuh level tertinggi dalam 10 bulan di $1,3404, pair ini terus konsolidasi di kisaran $1,32-1,34. Bila indeks sentimen investor ZEW naik melebihi prediksi, pair ini mungkin bisa mencoba tembus resistance itu. Pertemuan menteri keuangan Uni Eropa juga mempengaruhinya.

Rekomendasi harian :
Pergerakan untuk EUR-USD masih stabil, dimana ruang untuk sell break di 1.3275 dengan target take profit 1.3230, dimana stop loss bila kembali lagi ke 1.3306. Sell 1.3397 dengan target take profit 1.3336, dimana stop loss 1.3428

Buy EUR-USD 1.3214 dengan target take profit 1.3382, dimana stop loss bila penutupan hari ini di bawah 1.3184.


USD-JPY
K
ekecewaan, ataupun aksi buy the rumor sell the news, menekan USD-JPY terkoreksi, meski sempat naik ke 90. Dalam perdagangan di Eropa, pair ini akhirnya jatuh ke bawah 89,00. Meski demikian, tren jangka menengah dan panjang belumlah berubah. Koreksi kemungkinan tidak akan berlangsung lama selama masih terlihat niat di para pejabat Jepang untuk tetap melemahkan yen. Menggunakan Fibonacci Retracement dari penguatan  9 Nopember-21 Januari,  koreksi mungkin coba bergerak menuju ke 23,6% di 87,50.

Rekomendasi harian :
Sell break pada USD-JPY 89.06 dengan target take profit 88.28, dimana stop loss 89.26. Sell 90.23 dengan target take profit 89.45, dimana stop loss 90.43.

Buy 88.28 dengan target take profit 89.16, dimana stop loss 88.09. Buy break bila kembali 89.45 dengan target take profit 90.13, dimana stop loss 89.21.

GBP-USD
T
umbang ke level terendah dalam 5 bulan terakhir, GBP-USD masih tetap dalam kondisi bearish. Setelah tembus ke bawah Moving Average 200 hari, pair ini menguji level psikologis $1,5800. Data utang publik (public sector net borrowing) akan mempengaruhi pergerakannya.

Rekomendasi harian :
Sell break GBP-USD di 1.5808 dengan target take profit 1.5747, dimana stop loss bila penutupan hari ini di atas 1.5808. Sebaliknya hold sell bilamana penutupan hari ini di bawah 1.5808. Sell di 1.5915-1.5923 dengan target take profit 1.5839, dimana stop loss 1.5945.

Buy break 1.5869 dengan target take profit 1.5921, dimana stop loss 1.5831.

USD-CHF
S
empat melaju sampai 0,347 berkat keputusan BOJ, USD-CHF kembali melanjutkan koreksinya. Volatilitas pair ini cukup tinggi, sempat jatuh ke 0,9110 dua minggu lalu, kemudian melonjak sampai 0,9387. Bila menarik retracement dari penguatan 11-18 Januari itu, pair itu sudah menembus 23,6%-nya.

Rekomendasi harian :
Peluang Buy USD-CHF di 0.9262 dengan target take profit 0.9312, dimana stop loss 0.9247. Buy break di 0.9354 dengan target take profit 0.9399, dimana stop loss 0.9323.

Sell 0.9399 dengan target take profit 0.9338, dimana stop loss 0.9425.


AUD-USD
B
erbeda dengan lainnya, AUD-USD mencatat penguatan substansial pasca keputusan BOJ. Dengan menguat sampai ke $1,0570, pair ini juga terangkat oleh ekspektasi data inflasi Australia besok akan menunjukkan kenaikan. Bila inflasi naik, tentunya mengurangi prospek pemangkasan rate. Namun, pair ini kemungkinan masih menemui resistance kuat di $1,0600. 

Rekomendasi harian :
Buy break AUD-USD di 1.0523 dengan target take profit 1.0559-1.0567, dimana stop loss bila penutupan hari ini di bawah 1.0498. Buy 1.0452 dengan target take profit 1.0513, dimana stop loss 1.0437.

Sell break di 1.0490 dengan target take profit 1.0452-1.0460, dimana stop loss 1.0513. Sell 1.0574 dengan take profit 1.0529, dimana stop loss 1.0590.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-22-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-22-januari-2013.html

Tanggal January 17, 2013 / 1:29 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Yen melanjutkan penguatannya atas dollar dan euro menyusul peringatan dari pejabat Jepang mengenai pelemahannya yang eksesif.
Menteri Ekonomi Akira Amari menyatakan kekhawatiran pelemahan yen dapat sampai ke level yang merugikan konsumen Jepang melalui kenaikan harga impor. Menurutnya, meski menjadi berkah bagi eksportir,  pelemahan yen bisa memusingkan para importer.  Ia juga mengatakan penghidupan konsumen dapat terpengaruh bila dollar sampai ke tiga digit atas yen.
Pernyataan itu datang setelah yen menyentuh level terendah dalam 2,5 tahun terakhir. Para analis memandang pernyataan ini sebagai rem dari depresiasi yen yang sudah tajam. Pernyataan itu dijadikan momentum bagi pasar untuk menyesuaikan posisi yen. Analis juga memandang kejatuhan yen memang sudah  cukup ekstrim dan koreksi ini bisa jalan untuk sementara waktu. Namun, mengingat BOJ diisukan akan meluncurkan stimulus dan menaikkan target inflasi, tren belumlah berubah.
BOJ akan menggelar rapat regular pada 21-22 Januari, mungkin di sinilah saat yen akan melanjutkan tren kembali. Tapi bagaimanapun, keputusan BOJ tetap mempengaruhi. Seberapa besar stimulus BOJ, apakah target inflasi benar-benar dinaikkan ke 2%? Sulit bagi bagi pasar untuk melemahkan yen lagi tanpa didukung stimulus agresif.
Yen berada di 88,26 per dollar, setelah semalam sempat jatuh ke 87,77 per dollar. Target koreksi selanjutnya adalah 87,50, bila tembus, akan mencoba ke 87,00. Sebelum ini,  yen telah melemah hampir 12% atas dollar sejak awal Nopember. Terhadap euro, yen berada di 117,27, menjauhi level terendah dalam 20 bulan terakhir 120,11.
Euro terkoreksi untuk dua hari berturut-turut atas dollar karena peringatan dari pejabat Eropa. Euro sempat terangkat setelah anggota dewan ECB Ewald Nowotny mengatakan nilai tukar tidak perlu dikhawatirkan. Ini kontras dengan pernyataan dari Ketua Eurogroup Jean-Claude Juncker yang memicu aksi jual euro dengan mengatakan nilai tukarnya sudah terlalu tinggi.
Sementara itu, aussie terjungkal karena data ketenagakerjaan Australia yang buruk. Data itu menunjukkan lapangan kerja berkurang sebanyak 5.500 selama Desember, ini bertolak belakang dengan prediksi baik 4.000. Aussie diperdagangkan di $1,0,498, jatuh dari high kemarin $1,0575. Kejatuhan ini terjadi setelah mengalami konsolidasi di kisaran $1,05 di tiga sesi sebelumnya.
Salah satu even yang sedang dinantikan pasar adalah laporan keuangan korporat AS. Memang, tidak ada pengaruh langsung ke pasar mata uang, tapi laporan keuangan bisa dijadikan pedoman untuk menunjukkan gambaran kondisi ekonomi,yang penting bagi pergerakan saham. Bila saham bergerak naik signifikan, maka pasar mata uang akan mengikuti.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/yen-lanjutkan-penguatan-euro-masih-tertekan.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/yen-lanjutkan-penguatan-euro-masih-tertekan.html

Tanggal January 15, 2013 / 3:47 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah performa mengesankan mulai awal tahun baru,  pasar mata uang kini mulai menemui hambatan untuk melaju.
Hal ini mengingat rally yang sudah cukup tajam dan belum datangnya berita baru yang dapat dijadikan alasan kuat untuk melanjutkan rally. Wajar bila harga harus terkonsolidasi dulu sebelum pasar bisa memutuskan apakah melanjutkan tren atau mengkoreksinya.  Rally yang didorong oleh deal fiskal, pemulihan ekonomi AS dan China, dan perbaikan kondisi di Eropa, sudah mencapai puncaknya.
Salah satu even yang sedang dinantikan pasar adalah laporan keuangan korporat AS. Memang, tidak ada pengaruh langsung ke pasar mata uang, tapi laporan keuangan bisa dijadikan pedoman untuk menunjukkan gambaran kondisi ekonomi.
Kinerja keuangan korporat penting bagi pergerakan saham, yang turut mempengaruhi performa mata uang. Selain mengumumkan laba, emiten juga menyampaikan proyeksi ke depan. Bila para emiten penting mengumumkan kinerja yang memuaskan dan prospek yang cerah, tentu bisa mengangkat saham. Dari sinilah bisa datang risk appetite.

EUR-USD
B
erkurangnya prospek pemangkasan menjadi faktor yang melambungkan EUR-USD ke $1,34. Gagal bertahan di level itu, EUR-USD terkoreksi hari ini.  Namun kejatuhan berhasil ditahan berkat data PDB Jerman yang sesuai prediksi. Untuk saat ini, pair tersebut masih mampu bertahan di kisaran $1,33. Data neraca perdagangan zona euro sepertinya tidak akan banyak berdampak ke pair ini, tapi sentimen bisa terpengaruh oleh data penjualan ritel AS nanti malam.

Rekomendasi harian :
Penembusan low kemarin EUR-USD di 1.3336 yang terjadi hari ini, memberi sinyal untuk menguji sekaligus koreksi minor euro setelah bertengger di 1.34. Sell break di 1.3306 dengan target take profit 1.3245, dimana stop loss 1.1.3336. Sell berikutnya di 1.3428 dengan target take profit 1.3367, dimana stop loss bila penutupan hari ini diatas 1.34.

Peluang buy di 1.3214-1.3230 dengan target take profit 1.3306, dimana stop loss 1.3190.

USD-JPY
USD-JPY jatuh 90 poin sampai ke 88,62 setelah Menteri Ekonomi Jepang Akino Amari memperingatkan pelemahan eksesif yen dapat mendorong harga impor. Padahal pair itu sempat terangkat oleh pernyataan Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa bahwa kondisi ekonomi masih memerlukan kebijakan longgar. Dengan pernyataan itu, maka semaikin besarnya peluang BOJ meluncurkan stimulus. Maka, tren penguatan USD-JPY belum berubah,  ini hanya sekedar fase koreksi.

Rekomendasi harian :
Sell break USD-JPY 89.06 dengan target take profit 88.67, dimana stop loss 1.8945. Hold sell bilamana penutupan hari ini dibawah 88.28.

Aksi buy break di 89.45 dengan target take profit 89.84, dimana stop loss 89.16.

GBP-USD
S
ejak ditutup turun 0,3% kemarin, GBP-USD bergerak dalam range sempit di kisaran $1,60. Pair ini berkonsolidasi menjelang pidato Gubernur BOE Mervyn King dan data inflasi Inggris. Pernyataan King dapat menentukan arah pair ini. Ujian bagi pair ini adalah apakah mampu bertahan di atas $1,60. Bila gagal, maka mengkonfirmasi kondisi bearish.

Rekomendasi harian :
GBP-USD yang penutupan di bawah 1.6083, menjadi sinyal bearish jangka pendek, dimana ruang sell di kisaran 1.6190-1.6106 dengan target take profit 1.6022, dimana stop loss 1.6137. Sell break lanjutan bila ada the cable bergerak di bawah 1.6022 dengan target take profit 1.5976, dimana stop loss 1.6052.

Ruang buy ada di 1.5961 dengan target take profit 1.6006-1.6022, dimana stop loss 1.5930.

USD-CHF
B
erhasil mencatat rebound signifikan kemarin, sekitar 100 poin, USD-CHF kini kesulitan melanjutkan gain-nya dan menemui hambatan di 0,9262. Dengan absennya even dari Swiss, pasar mengandalkan data penjualan ritel sebagai penentu pergerakan. Dengan posisi saat ini di 0,9237, kegagalan bertahan di 0,9200, akan membuka potensi bearish.

Rekomendasi harian :
Buy break USD-CHF bila menembus 0.9277 dengan target take profit 0.9308, dimana stop loss bila tutup dibawah 0.9277. Sedangkan buy ada di 0.9186 dengan target take profit 0.9232, dimana stop loss di 0.9163.

AUD-USD
B
erusaha meraih kembali poin yang hilang dalam kejatuhan akhir pekan lalu, AUD-USD menguat dengan berhasil menyentuh $1,0578. Setelah gagal meraih $1,0600, pair ini mendapat tekanan. Tapi pair ini masih mampu bertahan di $1,0550. Pair ini juga dengan dalam fase konsolidasi di tengah minimnya faktor penggerak. Pasar menuggu katalis untuk bisa mengangkatnya ke $1,06. 

Rekomendasi harian :
Aksi sell AUD-USD di kisaran 1.590-1.605, dengan target take profit 1.0559-1.0544, dimana stop loss tutup diatas 1.0620.

Buy di 1.0518-1.0529 dengan target take profit 1.0580-1.0590, dimana stop loss bila tutup di bawah 1.0529.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-januari-2013.html

Tanggal December 14, 2012 / 8:33 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Perundingan fiskal yang lambat antara Presiden Obama dengan wakil dari Partai Republik, telah membuat indeks Dow Jones Industrial turun 0,54 persen dan ditutup signal bearish, dibawah suport pertama di 13200.
Kondisi ini sangatlah tidak menguntungkan karena kemarin, IHSG juga ditutup dengan signal bearish, setelah gagal bertahan diatas suport 4232 – 4333.  Meskipun semenjak pagi aliran dana asing yang masuk ke bursa terlihat sedemikian kuat, melanjutkan aksi beli yang sudah mulai dilakukan pada hari Rabu, akan tetapi, tekanan jual yang sangat kuat pada saham UNVR, telah berhasil memancing pemodal untuk melakukan aksi profit taking pada counter-counter saham yang lain, sehingga IHSG akhirnya ditutup dibawah suport tersebut.  
IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak flat-turun dengan kisaran utama diantara level 4300-4340.  Jika suport di 4300 gagal bertahan, kisaran suport 4250 – 4275 akan menjadi suport kedua.  Potensi koreksi hingga kisaran gap 4103 – 4126 hanya terbuka jika suport 4250 gagal bertahan.
Sentimen negatif dari kenaikan setoran royalti pada perusahaan induk yang dilakukan oleh manajemen UNVR, telah membuat harga saham ini tertekan hebat.  Dalam dua hari terakhir (Rabu-Kamis), kami juga mengamati data pada konsensus analis di Bloomberg, dimana terdapat setidaknya 5 sekuritas yang menerbitkan laporan baru tentang emiten ini, dengan target rata-rata di sekitar level 19250.  Melihat koreksi yang terjadi, posisi-posisi spekulatif memang menarik dilakukan ketika harga sudah mencapai suport di 19500, dengan mengharapkan adanya dead cat bounce dalam waktu dekat.  Akan tetapi, pemodal juga sebaiknya extra hati-hati jika ternyata tekanan jual pemodal asing masih terjadi dengan hebat.

Global Outlook
S
aham Asia terkoreksi hari ini, mengikuti arah global, karena kecemasan para politisi AS masih belum mencapai kesepakatan untuk mencegah jurang fiskal, padahal mendekati akhir tahun.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang koreksi 0,2% setelah menyentuh level tertinggi dalam 16 bulan terakhir sejak 5 Desember sampai kemarin. Rally tujuh hari saham global terhenti dan harga komoditas berjatuhan kemarin setelah negosiasi anggaran AS menemui jalan buntu lagi.  Wall Street tumbang, dengan indeks Dow Jones melemah 0,54%, karena kekhawatiran soal jurang fiskal, meski ada data ekonomi AS yang bagus.
Presiden Obama dan Ketua Kongres John Boehner bertemu semalam untuk membicarakan masalah jurang fiskal, namun masih belum ada titik temu. Minimnya perkembangan berarti dalam negosiasi mencegah jurang fiskal membuat pasar semakin resah karena tenggat waktu akhir tahun semakin dekat. Bila gagal dicegah, kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis akan diberlakukan pada 1 Januari nanti.
Efek stimulus the Fed ke sentimen pasar ternyata tidak lama, karena fokus langsung tertuju kembali ke isu jurang fiskal. Apalagi Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan kebijakan moneter belum tentu cukup untuk memitigasi dampak jurang fiskal ke ekonomi.  Isu jurang fiskal akan terus membayangi pasar kecuali kesepakatan tercapai, tapi banyak kalangan masih ragu itu bisa terjadi sebelum Natal.
Selain itu, beberapa indeks sudah mencapai titik jenuh beli, dan berita negatif berpotensi dijadikan alas an untuk profit taking.  Di Jepang, indeks Nikkei, yang menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, dibuka negatif menyusul hasil survei Tankan yang lebih buruk dari prediksi. Indeks sentimen perusahaan besar Jepang itu turun ke -10 di kuartal keempat dari -3 di kuartal sebelumnya, prediksi -9. Tapi data ini dapat memperkuat ekspektasi BOJ harus melonggarkan kebijakannya dalam pertemuan minggu depan.
Sembari menantikan perkembangan soal negosiasi anggaran AS, pasar akan disuguhi beberapa data, seperti inflasi dan ketenagakerjaan dari Eropa, serta inflasi dan produksi industrial di AS. 


Review IHSG
S
etelah  menguat dalam empat  hari berturut-turut , Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi. Pada penutupan perdagangan, Kamis (13/12/2012), IHSG melemah 17,339 poin (0,40%) ke level 4.320,189.
Kenaikan Indeks yang terjadi dalam emapt hari berturut-turut itu membuat investor tergiur untuk melakukan aksi profit taking. Adapun saham-saham blue chip, khususnya di sektor konsumer masih menjadi target profit taking tersebut. Saham Unilver (UNVR)menjadi bulan-bulanan aksi jual menyusul berita yang menyebutkan bahwa induk perusahaan ini menginginkan adanya penambahan royalty. Saham tersebut anjlok hingga 12% lebih.
Meski marak dengan aksi jual, posisi investor asing justru mencatakan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 648,62 miliar di seluruh pasar. Sebanyak enam sektor memerah, dipimpin oleh sektor konsumer yang turun sebesar 3,97%. Sedangkan sektor pertambangan menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikannya sebesar 1,90%.
Saham-saham yang diantaranya Delta Jakarta (DLTA), Indocement (INTP), United Tractor (UNTR), dan Harum Energy (HRUM).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Unilever (UNVR), Bukit Asam (PTBA), Mayora (MYOR), dan Gudang Garam (GGRM).

Ulasan Teknikal
IHSG

C
andlestick mulai menunjukkan sinyal negatif, namun beberapa indikator lainnya masih mendukung pola uptrend. Hal ini terlihat dari MA 10 yang bergerak uptrend serta stochastic yang masih bullish cross over. Untuk itu, kami masih melihat adanya potensi penguatan bagi untuk kembali menguji resistance di  4.337, dimana jika kembali ditembus, penguatan bisa berlanjut menuju area 4.366 – 4.381. Sedangkan sinyal bearish bisa didapat jika IHSG ditutup di bawah 4.300. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.337.
R3    4374
R2    4355
R1    4338
    
Pivot    4319
    
S1    4301
S2    4282
S3    4265

Stock Pick
HRUM

H
RUM telah mengakhiri trend bearish jangka pendeknya dengan ditembusnya resistance 5.550. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh MA 10 yang mulai bergerak uptrend. Candlestick yang membentuk pola white opening marubozu turut mengkonfirmasih pola reversal tersebut. Namun, penguatan tajam yang sudah berlangsung dalam 2 hari terakhir  ini membuat indikator RSI dan stochastic memasuki area overbought. Hal ini kemungkinan akan membatasi kenaikan HRUM, terlebih harga kini mulai mendekati resistance di 6.000.
Rekomendasi     : Trading Buy@5.700, stop loss 5.500, target 6.000
Support                : 5.700, 5.550
Resistance          : 6.000, 6.350

ADRO

T
rend bearish jangka pendek ADRO telah berakhir ketika terjadi penembusan resistance 1.430. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh MA 10 yang juga sudah bergerak uptrend. Namun, saat ini ini harga masih tertahan di area reistance 1.610. Beberapa indikator pun mulai menunjukkan sinyal overbought. Untuk itu, koreksi kemungkinan bisa terjadi sebelum ADRO melanjutkan  penguatannya. Adapun target jika harga mampu bertahan di atas resistance 1.610 berada di area 1.800 – 1.900.
Rekomendasi     : Hold
Support                : 1.560, 1.500
Resistance          : 1.720, 1.800

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-akhir-pekan-flat-turun-di-kisaran-4300-4340.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-akhir-pekan-flat-turun-di-kisaran-4300-4340.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha