Search Results : kebijakan negara jepang yang mengalami inflasi

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal December 28, 2012 / 11:00 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya. Pada penutupan perdagangan Kamis (27/12/2012), IHSG menguat 6,767 poin (0,16%) ke level 4.281,861.
Aksi bargain hunting terhadap saham-saham perkebunan berhasil meng-counter koreksi dari saham-saham konsumer dan banking. Selain itu, trend positif dari beberapa bursa Asia juga turut mendorong laju indeks. Setelah dua hari mengalami net sell, posisi investor asing kini mencatatkan net buy sebesar Rp 105,05 miliar di seluruh pasar.
Sebanyak enam sektor menghijau, dimana sektor perkebunan memimpin penguatan, dengan kenaikan sebesar 2,84. Sementara sektor properti menjadi salah satu pemberat indeks, yang melemah sebesar 0,79.
Saham-saham yang naik diantaranya Sarana Menara (TOWR), Mandom (TCID), Astra Agro (AALI), dan Chandra Asri (TPIA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Finance (ADMF), Sorini Agro (SOBI), dan Indocement (INTP).

IHSG Outlook
Hari ini adalah hari terakhir perdagangan di tahun 2012 ini untuk Bursa Efek Indonesia.  Dengan IHSG kemarin yang berhasil ditutup menembus resisten di 4276 dan indeks Dow Jones Industrial yang hanya turun tipis 0,14 persen, IHSG hari ini sepertinya masih bisa bergerak dalam teritori positif.  Harapan kami, IHSG masih bisa ditutup di wilayah atas dari kisaran 4225 – 4350 yang merupakan kisaran pergerakan IHSG hari ini.  Akan tetapi, masih adanya beberapa hal yang mengganjal, sepertinya harus membuat kita tetap realistis.
Perundingan yang membahas kebijakan fiskal Amerika, masih berlanjut hingga hari Minggu.  Artinya: meski pergerakan harga di negara mereka masih bisa memberikan respon pada perdagangan di hari Senin, perdagangan di BEI akan berakhir masih dengan tanda tanya besar mengenai permasalahan ini.  Selain itu, adanya kenaikan TDL per 1 Januari 2012 juga membuat kita sebaiknya tetap waspada, karena berita ini, telah membuat saham-saham perbankan mengalami tekanan jual yang cukup besar dalam dua-tiga hari terakhir.  BMRI bahkan kemarin sore mengalami tekanan jual yang cukup besar yang menyebabkan saham ini menembus suport pentingnya, penembusan suport yang membuka potensi koreksi hingga 5 persen atau lebih.
Window dressing telah berjalan dalam beberapa hari terakhir, terlihat hanya berlangsung pada counter-counter tertentu.  Adanya berita kenaikan TDL, bahkan membuat beberapa saham (terutama saham-saham sektor properti) yang pada hari Rabu sempat memberikan signal positif, kemarin kembali memberikan signal negatif.  Kondisi ini membuat kami menyarankan anda untuk tidak melakukan positioning secara agresif menjelang liburan panjang ini. 
Kami masih percaya bahwa IHSG di tahun 2013 bakal mencapai level 5000.  Akan tetapi, ketidakpastian yang ada untuk jangka pendek, sebaiknya tetap membuat anda berhati-hati.

Global Outlook
Saham Asia bergerak positif hari ini, namun terhambat oleh kekhawatiran para politisi AS akan kehabisan waktu mencegah jurang fiskal.
Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,3% ke 128,88 hari ini, didukung oleh saham  Jepang yang naik 0,7% berkat data inflasi yang memperkuat ekspektasi BOJ akan meluncurkan stimulus bulan depan. Indeks Hang Seng dibuka menanjak 0,38% terkena efek isu stimulus moneter Jepang. Saham Eropa berakhir flat semalam dan Wall Street jatuh untuk empat sesi berturut-turut.
Prospek BOJ akan mengerahkan stimulus agresif masih menopang indeks Nikkei dan melemahkan yen. Namun pergerakan saham regional tertahan oleh lesunya aktivitas perdagangan menjelang akhir tahun dan ketidakpastian prospek anggaran AS. Selain itu, beberapa indeks sudah mencapai level yang cukup tinggi dan menemui resistance yang kuat. Indeks Nikkei menyentuh level tertingginya dalam 21 bulan dan indeks Hang Seng sudah berada di level tertinggi dalam 17 bulan.
Kompromi penuh sulit dicapai akhir tahun, tapi saham tidak akan jatuh tajam karena mungkin ada kesepakatan parsial. Presiden Obama akan mengadakan pertemuan malam nanti dengan empat pemimpin Kongres, sebagai upaya terakhir mematahkan kebuntuhan sebelum tenggat waktu akhir tahun. Bila tidak ada deal, maka kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis akan berlaku di Januari 2013, menjadikan tahun baru suram di AS.

IHSG Tchnical
IHSG kembali menunjukkan sinyal positif dengan bertahannya di area resistance 4.275. Indikator stochastic juga sudah menunjukkan bullish crossover. Namun, IHSG masih tertahan di area resistance 4.295. Dengan begitu, trend IHSG masih flat-naik. Penutupan IHSG di atas 4.295 akan mengakhir pola flat tersebut, yang bisa membawa potensi kenaikan menuju area 4.330  -  4.340. Sementara sinyal negatif akan muncul jika IHSG ditutup dibawah level 4.264. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.260 – 4.300.

R3    4,319
R2    4,304
R1    4,293
   
Pivot    4,279
   
S1    4,268
S2    4,253
S3    4,242

Stock Picks
LSIP
LSIP telah mengakhiri trend bearish jangka pendeknya dengan penembusan resistance di 2.150. Ternd bullish jangka pendek kemudian dikonfirmasi dengan pergerakan MA 10 yang uptrend. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal positif. Untuk itu, kami masih melihat potensi kenaikan LSIP untuk meraih resistance di 2.400 – 2.450.
Rekomendasi : Buy (best price entry@2.200), stop loss breakout 2.150, target 2.400
Support     : 2.150, 2.075
Resistance     : 2.325, 2.400

TBIG
Harga kembali bergerak di atas MA 10, pertanda trend jangka pendek kembali bullish, dimana sebelumnya sempat terkoreksi dan menemukan support barunya di 5.250. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal uptrend. Untuk itu, kami melihat potensi penguatan lanjutan bagi TBIG untuk kembali menguji resistance di 6.150.
Rekomendasi : Trading buy, stop loss breakout 5.550, target 6.00.
Support     : 5.550, 5.250
Resistance     : 5.800, 6.100

Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html

Tanggal November 15, 2012 / 10:31 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro kini berhasil menjauhi level terendahnya dalam dua bulan setelah lima sesi perdagangan mengalami pelemahan karena aksi ambil untung. Penguatan euro tidak lepas dari hasil FOMC minutes semalam yang menegaskan the Fed terus mendukung pembelian obligasi lanjutan hingga tahun depan.
Euro yang tidak dilepas dari bayang-bayang Yunani, sewaktu-waktu masih bisa terhempas kembali. Dalam pertemuan Senin lalu, Eurogroup mengatakan keputusan pemberian angsuran bailout sebesar 31,5 miliar euro untuk Yunani tidak akan datang sebelum 20 Nopember, ketika mereka bertemu lagi.  Hal itu ditegaskan dalam Ecofin, atau pertemuan menteri keuangan seluruh Uni Eropa pada Selasa lalu. Padahal Yunani, yang harus membayar utang jatuh tempo sebesar 5 miliar euro pada 16 Nopember, berharap bisa menutupinya  dari bailout itu.
Tapi muncul harapan kreditor internasional semakin dekat mengucurkan bantuan untuk Yunani. Surat kabar Jerman menyebutkan negara itu ingin  mengemas bailout Yunani dalam satu pembayaran bernilai lebih dari 44 miliar euro dan kemudian menteri keuangan Wolfgang Schaeuble mengatakan gagasan itu sedang dipertimbangkan.
Yen terus mengalami pelemahan terhadap dollar hari ini, dimana ini kelanjutan dari sinyal bahwa Bank Sentral Jepang (BOJ) akan melakukan pelonggaran moneter lanjutan dalam waktu dekat.
Stimulus BOJ ini dikarena gejolak politik dalam negeri setelah kemarin Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda akan membubarkan parlemen besok (16 Nopember), dan akan melaksanakan pemilu 16 Desember nanti, bilamana partai Liberal Democratic Party (LDP/Oposisi) memberikan persetujuan anggaran pemerintah dan juga reformasi sistem pemilu.
Pimpinan Partai Demokartik Liberal, Shinzo Abe, menyetujui persyaratan PM Noda. Tapi yang perlu dicermati kemenangan partai oposisi di pemilu nanti bisa menghasilkan kebijakan baru terhadap BOJ untuk segara melakukan pelonggaran yang lebih agresif dan laju inflasi yang lebih tinggi.
Sementara itu, bursa saham AS kembali terseok-seok semalam karena perilaku investor yang skeptis terhadap anggaran AS setelah Obama tetap kukuh kenaikan pajak akan diterapkan sebagai bagian dari kesepakatan.
Bursa AS anjlok, bersamaan dengan sinyal the Fed yang akan meluncurkan kembalo program moneternya bulan depan untuk mempercepat pertumbuhan lapangan pekerjaan. Itulah yang disampaikan ketua the Fed Ben Bernanke dalam minutesnya semalam.
Obama juga menegaskan kenaikan pajak ini akan diterapkan pada rakyat yang memiliki penghasilan di atas $200 ribu per tahun. Kebijakan Obama ini mendapat tentangan dari partai oposisi di Kongres yaitu Republik.
Jurang fiskal “fiscal cliff” adalah paket kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran yang secara otomatis akan berlaku pada 1 Januari nanti dengan total mencapai $671 miliar. Kecuali Obama dan Kongres mencapai kesepakatan terlebih dahulu. Bila gagal bersepakat, AS akan mengalami resesi.
Obama akan melakukan pertemuan besok dengan ketua Kongres Partai  Republik John Boehner dan Senat Partai Republik Mitch McConell. Dalam pertemuan ini diharapkan ada petunjuk baru mengenai anggaran.
Sebagai kita ketahui, Boehner dan McConell mengatakan mereka tidak akan setuju mengenai kenaikan pajak untuk kalangan tertentu. Mereka menginginkan pengenaan pajak untuk keseluruhan.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-rebound-yen-melemah.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Tanggal April 19, 2012 / 11:39 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Meski ekspornya berhasil meningkat, Jepang mencatat defisit perdagangan terbesar dalam sejarah karena membengkaknya biaya impor energi.

Didorong oleh sektor otomotif,  ekspor naik 5,9% selama Maret dari tahun lalu, lebih besar dari prediksi 0,2%. Hal ini memperlihatkan bahwa pelemahan yen, yang terjadi setelah BOJ menambah stimulus moneternya pada Februari, berperan mendorong ekspor.

Berkat pulihnya produksi otomotif dan elektronik, Jepang mencatat surplus perdagangan pertama dalam lima bulan terakhir pada Februari. Namun perdagangan kembali merah pada Maret, kembali ke defisit. Hal ini karena Impor Jepang melonjak 10,5% selama Maret, didorong minyak dan gas,  di tengah krisis energi setelah sebagian besar pembangkit nuklirnya berhenti operasi. Hanya satu dari 54 reaktor nuklir Jepang yang beroperasi setelah krisis nuklir yang dipicu oleh gempa dan tsunami. Kondisi ini memaksa Jepang bergantung pada minyak dan gas untuk memproduksi listrik.

Jepang mengalami defisit sebesar 82,6 miliar yen selama Maret, tapi masih lebih rendah dari prediksi 223,2 miliar yen. Selama tahun fiskal 2010-2011, yang berakhir 31 Maret lalu, Jepang mencatat defisit 4,41 triliun yen.

Defisit perdagangan itu merupakan pukulan telak bagi Jepang yang selama ini dikenal sebagai negara eksportir. Seperti China, Jepang dulu juga dikritik karena mengalami surplus besar. Kementerian mengatakan data perdagangan Jepang resmi tercatat sejak 1979, tapi angka defisit perdagangan terakhir lebih besar dari periode Meiji, yang dimulai pada 1868.

Para analis memperingatkan bila impor energi mahal berlanjut, konsumen Jepang harus menanggung biaya utilitas yang lebih besar, ini tentunya bisa berdampak pada pembelanjaan, yang akhirnya menghambat pertumbuhan.

Sementara itu, Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa mengaakan pihaknya berkomitmen penuh untuk melanjutkan pelonggaran melalui berbagai mekanisme, seperti suku bunga nol dan pembelian aset, sampai target inflasi 1% tercapai. “Bila ekonomi Jepang ingin  lepas dari deflasi dan kembali ke jalur pertumbuhan dalam koridor stabilitas harga, maka diperlukan kebijakan yang merangsang pertumbuhan dan mendukung stimulus moneter,” katanya.

BOJ akan menggelar rapat reguler pada 27 April nanti, pernyataan Shirakawa itu dianggap sebagai sinyal BOJ mempertimbangkan pelonggaran lebih lanjut.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ekspor-meningkat-jepang-tetap-defisit.html

Incoming search terms:

  • target minimal ekspor jepang

Tanggal March 01, 2012 / 2:42 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Ketua Fed Bernanke Bersaksi di Washington, memberikan pernyataan menarik dan mengatakan bahwa “Jatuhnya angka pengangguran ” lebih cepat “dari yang diharapkan tetapi pasar tenaga kerja tetap” jauh dari ekspektasi normal “.
Ini adalah perubahan yang signifikan dari kesaksian sebelumnya. Dan membantu dolar AS untuk membuat keuntungan sebagai kemungkinan untuk QE pada Maret lebih rendah lagi.
Federal Reserve memiliki mandat ganda dari kewajiban penuh otoritasnya dan pengendalian stabilitas harga. Jadi mengenai pasar tenaga kerja, Bernanke berubah pendiriannya untuk terakhir kalinya, ketika ia mengatakan bahwa angka-angka tenaga kerja terakhir tidak mencerminkan keadaan sesungguhnya dari pasar tenaga kerja.
Bagaimana dengan inflasi? Ben Bernanke tidak menyebutkan masalah di zona euro sebagai faktor penentu risiko. Selain itu, ia mengatakan bahwa harga minyak diperkirakan akan mendorong inflasi naik dan sifatnya hanya sementara, dan ekspektasi inflasi mungkin akan stabil.
Ketakutan akan deflasi menjadi drive resmi dalam QE2, yang  di umumkan pada November 2010. Tingkat inflasi yang lebih tinggi akan mengurangi kemungkinan QE3.
Hal ini sangat relevan karena harga  minyak yang lebih tinggi dapat memberatkan konsumen. QE3 bisa menjadi kontraproduktif dalam konteks di tingkat harga minyak yang lebih tinggi.
Manufacturing PMI Inggris dapat menjadi katalis penggerak pasar. Mari lihat apa yang menanti kita hari ini.
Di AS, Unemployment Claims, angka yang diajukan untuk pertama kalinya untuk unemployment insurance dalam sepekan lalu, diperkirakan menurun dari 351K ke 349K saat ini.
Selain di AS, Institute for Supply Management (ISM),  Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufacturing, Survei Bulanan untuk menilai kondisi bisnis seperti persediaan dan pengiriman pemasok, ekspansi industri dan pertumbuhan bisnis 0,5 poin dari bulan lalu hingga 54,6 poin.
Personal Spending accounts untuk kegiatan keuangan secara keseluruhan dan nilai semua pengeluaran oleh konsumen, mengalami pertumbuhan 0,4%.
Core Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index, laporan bulanan untuk mengukur perubahan harga barang dan jasa (tidak termasuk Energi dan Makanan), 0,2% diperkirakan tidak ada perubahan dari bulan sebelumnya.

EUR-USD
S
etelah terpukul pada pernyataan Bernanke semalam yang membuat Euro jatuh ke area 1.3313, apakah bulan Maret yang merupakan akhir bulan kuartal pertama tahun 2012 dapat menjadi penentu pembentukan sentimen tren yang dapat dikatakan permanen? Relevansi akan katalis fundamental secara menyeluruh di Zona Euro pun menunjukkan hal yang sama…..Bearish. Sekarang kita akan lihat katalis fundamental untuk sisa sesi perdagangan minggu ini…. Unemployment Rate, pengukuran bulanan untuk nilai (persentase) semua penganggur yang mencari pekerjaan, 10,4% diperkirakan sama dengan laporan bulan lalu.
Pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa (UE) yang berhubungan dengan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) Summit (Hari I), Para kepala negara akan segera bertemu di Brussels membahas mengenai berbagai isu-isu moneter. Consumer Price Index (CPI) Flash Estimate, perubahan harga konsumen pada barang dan jasa, diperkirakan 2,6% tidak ada perubahan dari laporan bulan lalu. Akhirnya untuk data Eropa, Final Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI), Survei Bulanan untuk menilai kondisi bisnis seperti pengiriman pemasok, pesanan baru dan yang telah masuk kontrak, diperkirakan tetap 49 poin, sama dengan survei bulan lalu.
Dan katalis fundamental di atas dapat menjadi penggerak sentimen risiko dari Euro, kalaupun koreksi mungkin hanya akan sampai area 1.3370 yang merupakan testing area, apabila break akan testing kembali di area 1.3414, sebaliknya apabila tidak break 1.3370 setidaknya sampai market AS buka maka Euro kembali tertekan ke target area 1.3232.

Rekomendasi :                                                       
Buy            : 1.3270, 1.3232    Sell             : 1.3344, 1.3390
TP              : 1.3380                   TP               : 1.3222
Stoploss   : 1.3200                   Stoploss    : 1.3444

Resisten Level  : 1.3372, 1.3434                    
Support Level    : 1.3260, 1.3202                    
Range Area        : 1.3232 – 1.3404
 

USD-JPY
D
i Jepang, Household Spending , nilai dari seluruh pengeluaran oleh konsumen selama satu bulan terakhir, diperkirakan mengalami penurunan dari 0,5% pada Januari turun ke -0,7% saat ini. Tokyo Core Consumer Price Index (CPI); nilai perubahan harga konsumen barang dan jasa (tanpa makanan segar), -0,4% diperkirakan sama dengan laporan bulan lalu. Apakah akan ada koreksi bagi yen? Prestasi yang cukup mengesankan diperlihatkan yen sampai sesi perdagangan kemarin yang mencapai 81.07, dan closing minggu lalu di area 80.05 cukup untuk konfirmasi bahwa yen sudah masuk dalam wave tren bullishnya……….koreksi akan terjadi apabila ada pergerakan wave ke area 80.66 dan area 79.79 menjadi konfirmasi akan koreksi yen. Target selanjutnya ada di area 82.28 yang merupakan target harga MA100 dan weekly resisten kedua. Sideways koreksi pada minggu ini akan terbatas dan perkiraan harga di bawah diekspektasikan selama 3 hari.

Rekomendasi :
Buy             : 80.65, 80.26        Sell             : 81.18, 81.81
TP               : 81.81                    TP               : 80.60
Stoploss    : 80.00                    Stoploss    : 82.00

Resisten Level  : 81.53, 81.94
Support Level    : 80.48, 79.81
Range Area        : 80.50 – 81.81

GBP-USD
D
i Inggris, Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI); Survei selama satu bulan terakhir termasuk produksi, tenaga kerja, pesanan baru dan sebagainya, drop turun dari 52,1 poin pada Januari hingga 51,9 poin. David Miles, External Bank of England (BOE) Monetary Policy Committee (MPC) Member; direncanakan akan berpidato di London. Akhirnya, Nationwide House Price Index (HPI); perubahan nilai harga jual rumah dengan hipotek yang dibiayai oleh Nationwide, pertumbuhan dari -0,2% hingga 0,3% diharapkan pada bulan ini.
Ada suatu agenda khusus pada Pound karena tidak berpengaruh pada volatilitas penguatan indeks USD maupun aksi jual dari Euro semalam. Tertahannya pound masih di area 1.59 an menjadi jawaban bahwa para pelaku pasar mengalihkan dana mereka ke pound juga terlihat pada sesi perdagangan cross pound terhadap mata uang utama lainnya (Euro, JPY, CHF dan AUD). Memang area 1.5975 krusial untuk bisa di tembus karena target selanjutnya di area 1.6161, sebaliknya 1.5808 krusial sebagai sinyal bearish untuk Pound.

Rekomendasi :                                                        
Buy            : 1.5868, 1.5808    Sell             : 1.5920, 1.5959
TP              : 1.5959                  TP               : 1.5808
Stoploss   : 1.5777                  Stoploss    : 1.6066

Resisten Level  : 1.5970, 1.6026
Support Level    : 1.5876, 1.5838
Range Area        : 1.5808 – 1.5959

 
USD-CHF
D
i Swiss, Gross Domestic Product (GDP), laporan triwulanan untuk  nilai semua barang dan jasa produksi perekonomian, diperkirakan turun dari 0,2% menjadi -0,1%. Schweizerischer Verband fur Materialwirtschaft und Einkauf (SVME) Purchasing Managers’ Index (PMI); Survei dalam menilai kondisi bisnis seperti pekerjaan, order baru, harga, persediaan dan sebagainya, pertumbuhan diharapkan dari 47,3 poin pada Januari sampai dengan 48,6 poin. Level 38% fibonacci chart daily di area 0.9255 sampai 0.9288 menjadi strong resisten yang sulit ditembus franc untuk closing di area tersebut dan krusial untuk dicermati dan apa yang diharapkan oleh SNB dalam program pematokan franc atas euro akan terus diuji oleh pasar serta ketahanan franc untuk medium term dan memasuki long term kuartal terus dipantau pergerakannya sehingga korelasi safe havens tidak bergeser kembali ke franc dan menjadikan nilai franc kembali ke area 0.88, dan level 50% fibonacci chart daily (0.9070) menjadi sinyal penguatan dari franc.

Rekomendasi :
Buy             : 0.9018, 0.8989    Sell             : 0.9090, 0.9133
TP               : 0.9119                   TP               : 0.8989
Stoploss    : 0.8900                   Stoploss    : 0.9200

Resisten Level  : 0.9085, 0.9126
Support Level    : 0.8967, 0.8892
Range Area        : 0.9009 – 0.9130

AUD-USD
D
i Australia, Building Approvals, laporan bulanan untuk menilai jumlah persetujuan bangunan baru yang dikeluarkan, pertumbuhan diperkirakan dari -1,0% pada laporan terakhir sampai 2,1% bulan ini. Private Capital Expenditure, nilai pengeluaran di sektor swasta ‘modal selama kuartal terakhir, diperkirakan drop turun dari 12,3% menjadi 3,5%. Pergerakan sideways terus menekan Aussie terhadap selera risiko pasar FX, apakah para pelaku menunggu keputusan RBA pada rilis suku bunga mereka minggu depan?

Rekomendasi :
Buy             : 1.0733, 1.0690    Sell             : 1.0780, 1.0808
TP              : 1.0808                   TP               : 1.0666
Stoploss   : 1.0610                   Stoploss    : 1.0900

Resisten Level  : 1.0818, 1.0905
Support Level    : 1.0675, 1.0623
Range Area        : 1.0675 – 1.0818
 

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-01-maret-2012.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha