Search Results : kebijakan moneter selama tahun 2013

Tanggal April 12, 2013 / 4:02 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah awal kuat di tahun ini, ekonomi AS terindikasi mulai kehilangan momentum pemulihannya, bentuk efek pemotongan anggaran AS.
Serangkaian data ekonomi AS, termasuk payroll, menunjukkan angka yang mengecewakan. Meski pertumbuhan lapangan kerja melambat tajam bulan lalu, terlalu dini untuk mengatakan ini dapat menjadi tren. Sektor perumahan terlihat mulai menggeliat lagi, ini bisa menjaga ekonomi melambat tajam.
Ekonomi AS di kuartal pertama tahun ini mungkin bsia mencatat pertumbuhan yang lumayan, tapi bagaimana setelah pemotongan anggaran berjalan beberapa bulan, apakah mungkin momentum bisa berlanjut? Pemotongan angggaran, yang berlaku sejak Maret lalu, tentu bisa berdampak pada pembelanjaan konsumen. Makanya, data penjualan ritel AS malam nanti, bisa dijadikan gambaran bagaimana kondisi pembelanjaan. Selanjutnya ada data sentimen konsumen hasil survei Univ. of Michigan.
Di tengah tumpulnya kebijakan fiskal AS karena penghematan untuk mengurangi defisit dan utang, kebijakan moneter menjadi andalan. 

EUR-USD
M
emasuki sesi perdagangan Eropa, EUR-USD terkoreksi, kesulitan mempertahankan penguatan yang diraih kemarin, koreksi ini memangkas penguatan mingguannya. Selain data produksi industrial, ada pertemuan menteri keuangan zona euro. Dalam grafik mingguan, euro berhasil menembus 38,2% retracement kejatuhan 27 Januari-31 Maret di $1,3103. Untuk bisa meraih 50% di $1,3122, euro harus bisa ditutup di $1,3184. 

Rekomendasi harian :
P
eluang Sell EUR-USD di 1.3092 dengan target take profit 1.3005, dimana stop loss penutupan diatas 1.3126. Peluang berikutnya sell break 1.3005 dengan target take profit 1.2947, dimana stop loss 1.3031.

Sedangkan peluang buy 1.2939 dengan target take profit 1.3012, dimana stop loss penutupan dibawah 1.2939. Buy break 1.3153 dengan target take profit 1.3214, dimana stop loss 1.3122.

USD-JPY
L
evel psikologis 100 sepertinya masih menjadi hambatan yang sulit ditembus. USD-JPY telah menguat 7% sejak BOJ mengumumkan stimulus baru, namun kini terjebak di kisaran 99. Secara bulanan, pair ini sudah naik selama tujuh bulan terakhir.  Kuncinya ada di data penjualan ritel AS nanti malam, angka positif bisa memuluskan pair ini menuju level psikologis itu. Keberhasilan menembus 100, akan membuka peluang menuju 101,50.

Rekomendasi harian :
P
eluang Sell pada USD-JPY di 99.80 dengan target take profit 98.88, dimana stop loss bila ada penembusan 100.00. Peluang Hold sell dari 99.80, dengan sell break di 98.80 yang mana take profit 98.43, stop loss 99.11.

Buy 98.24 dengan target take profit 99.22, dimana stop loss bila penutupan diatas 98.43. Buy break 100.00 dengan target take profit 100.68, dimana stop loss 99.60.

GBP-USD
S
empat menyentuh level $1,5400 dua sesi terakhir,  GBP-USD kini berkonsolidasi di $1,5370. Level $1,54 sepertinya masih cukup sulit untuk bisa ditembus. Dengan minimnya even dari Inggris, andalan datang dari data ekonomi AS. Pair ini sedang berusaha meraih penguatan mingguan kedua. Dalam grafik mingguan, posisi pair ini sedang berupaya menembus 38,2% retracement kejatuhan 30 Desember 2012-10 Maret 2013 di $1,5411.

Rekomendasi harian :
Untuk GBP-USD dapat dilakukan sell break 1.5380 dengan target take profit 1.5304, dimana stop loss penembusan 1.5410-nya. Sell break lanjutan bila ada penembusan 1.5319 dengan target take profit 1.5258, dimana stop loss 1.5350.

Buy 1.5237 dengan target take profit 1.5319, dimana stop loss 1.5197. Buy break 1.5441 dengan target take profit 1.5502, dimana stop loss 1.5410.

USD-CHF
U
SD-CHF menyentuh high di 0,9324 dalam perdagangan di Eropa. Namun pergerakan masih stagnan setelah menyentuh level terendah sejak 25 Februari di 0,9277. Data penjualan ritel AS dapat mempengaruhi pergerakannya pair ini. Pair ini diperkirakan tetap bearish selama masih berada di bawah 0,9360 dan bearish continuation akan terjadi bila jatuh ke bawah 0,9277.

Rekomendasi harian :
Peluang buy di USD-CHF 0.9277 dengan target take profit 0.9353, dimana stop loss 0.9246. Buy 0.9216 dengan target take profit 0.9277, dimana stop loss 0.9185.

Sell 0.9368 dengan target take profit 0.9315, dimana stop loss 0.9384.Sell 0.9399 dengan target take profit 0.9338, dimana stop loss 0.9414.

AUD-USD
A
UD-USD mencatat pergerakan mengesankan selama minggu ini, dengan bangkit dari level terendah dalam tiga minggu terakhir di $1,0354 sampai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir $1,0581. Reli ini datang berkat data ketenagakerjaan dan berkurangnya kemungkinan  RBA memangkas rate. Namun kini lajunya sedang terhenti, bila gagal ditutup di atas high kemarin, sulit bagi pair ini menyentuh $1,0600.

Rekomendasi harian :
Peluang sell untuk AUD-USD di 1.0559 dengan target take profit 1.0506, dimana stop loss penutupan harian diatas 1.0559. Sell 1.0620 dengan target take profit 1.0559, dimana stop loss 1.0651.

Buy 1.0471 dengan target take profit 1.0528, dimana stop loss 1.0452. Buy 1.0437 dengan target take profit 1.0513, dimana stop loss 1.0406.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-12-april-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-12-april-2013.html

Tanggal April 05, 2013 / 11:11 am. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Presiden ECB Mario Draghi mengisyaratkan pihaknya masih enggan untuk mengambil langkah inovatif untuk membantu pertumbuhan, tapi siap melonggarkan kebijakan bila prospek ekonomi zona euro tidak membaik.

“Kebijakan moneter kami tetap akomodatif selama diperlukan. Kami juga akan mengevaluasi semua informasi ke depan dan siap untuk bertindak,” katanya dalam jumpa pers setelah ECB mempertahankan suku bunganya di 0,75% untuk sembilan bulan berturut-turut.

Menurutnya, aktivitas ekonomi yang lesu berlanjut sampai awal tahun ini, pemulihan bertahap diproyeksi baru terlihat di semester kedua, tapi tetap berisiko ke bawah. Draghi mengatakan risiko terhadap prospek ekonomi masih tinggi dan inflasi diproyeksikan akan turun ke bawah target 2% ECB. Menurut proyeksi, inflasi akan melambat ke 1,3% tahun depan dari 1,6% tahun ini.

Draghi mengakui 23 anggota dewan mendiskusikan berbagai opsi kebijakan. Namun ia tidak menjelaskan apa saja yang dimaksud. “Kami mempertimbangkan langkah standar maupun non standar,” katanya.  Meski para anggota dewan sempat membahas langkah-langkah yang perlu diambil untuk merespon kondisi terkini, konsensus dalam rapat itu akhirnya tidak memangkas rate untuk sementara waktu.

Para analis melihat pernyataan Draghi merupakan sinyal terjelas bahwa ECB bisa memangkas suku bunga, secepatnya Mei, bila data ekonomi terus buruk.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ecb-siap-bertindak-bila-diperlukan.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ecb-siap-bertindak-bila-diperlukan.html

Tanggal March 28, 2013 / 12:21 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Dua pejabat the Fed mendukung pelaksanaan program stimulus moneter, atau yang dikenal dengan Quantitative Easing (QE) dengan skalany disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan lapangan kerja.

Presiden the Fed Distrik Chigaco Charles Evans mengatakan program pembelian obligasi $85 miliar per bulan tetap terus sampai terlihat pertumbuhan lapangan kerja stabil, kondisi yang masih sulit tercapai sampai akhir tahun. Ia berargumen mengurangi pembelian, seperti yang disarankan beberapa pejabat lainnya, bisa mempengaruhi program yang mulai terlihat sukses.

“Saya ingin hati-hati dalam implikasi pengurangan skala dan memastikan itu nanti bukan justru jadi prematur atau ceroboh,” kata Evans yang menjadi salah satu anggota voting tahun ini. Menurutnya, bila pertumbuhan lapangan kerja pesat beberapa bulan ke depan, the Fed bisa mengurangi pembeliannya. Sebaliknya, bila pertumbuhannya melambat di kuartal kedua, dan kondisi memburuk, the Fed perlu melakukan lebih.

Dalam proyeksinya, program pembelian aset dalam jumlah itu mungkin masih terus dilakukan sampai akhir tahun. Sejauh ini, Evans memandang program pembelian aset cukup efektif, dan meyakini program itu nantinya dihentikan lebih karena perbaikan lapangan kerja, bukan karena risiko. Ia menegaskan ingin melihat pertumbuhan lapangan kerja sebanyak 200.000 per bulan selama setidaknya enam bukan, yang diiringi penurunan tingkat pengangguran dan pertumbuhan PDB di atas tren.

Hal senada juga disampaikan oleh Presiden the Fed Distrik Boston Eric Rosengren. Ia mengatakan the Fed perlu melanjutkan program pembelian obligasi sampai akhir tahun, namun jumlahnya perlu disesuaikan nantinya. “Kebijakan the Fed perlu mengejar pertumbuhan ekonomi dan penurunan tingkat pengangguran, katanya dalam pidato di Manchester, New Hampshire.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/pejabat-the-fed-dukung-lanjutkan-qe.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pejabat-the-fed-dukung-lanjutkan-qe.html

Tanggal March 21, 2013 / 11:26 am. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – The Fed memutuskan untuk terus menyuntikkan likuiditas ke ekonomi dan mempertahankan suku bunga rendahnya meski di tengah tanda-tanda adanya perbaikan ekonomi.

Keputusan the Fed mempertahankan kebijakannya mengindikasikan pandangan ekonomi masih membutuhkan bantuan meski ada perbaikan. Dalam pernyatannya, the Fed mengatakan ekonomi kembali tumbuh moderat dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan pajak belum menganggu pembelanjaan konsumen, dan bursa saham terus mencetak  rekor. Selain itu, the Fed mengakui pasar perumahan menggeliat kembali dan pertumbuhan lapangan kerja ternyata cukup pesat.

Pada dasarnya Komite Kebijakan mengakui kondisi ekonomi yang lebih baik. Sebagian besar anggota melihat Quantitative Easing (QE), atau program pembelian obligasinya, berhasil menurunkan bunga dan menyediakan bantuan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.  Namun, mereka juga sepakat alat moneter itu tidak bisa secara sendirian menyelesaikan masalah ekonomi yang mungkin timbul akibat pengetatan fiskal atau gejolak finansial global.

Ketua Ben Bernanke juga  mengatakan ia belum melihat perubahan berarti dalam kondisi lapangan kerja, dan menyebutkan kebijakan fiskal yang ketat menjadi salah satu alasan kenapa pihak begitu agresif. Bernanke pun mengatakan pihaknya bisa saja mengurangi pembelian obligasi tapi itu hanya terjadi kalau kondisi lapangan kerja semakin membaik di bulan-bulan mendatang.

Dalam pernyatannya, the Fed menegaskan tetap menerapkan suku bunga hampir nol persen dan melakukan pembelian obligasi $85 miliar per bulan sampai tingkat pengangguran turun ke 6,5% selama inflasi tidak melebihi 2,5% dalam rentang 1-2 tahun. The Fed sudah memberlakukan rate 0 sejak 2008 dan membeli lebih dari $2,5 triliun obligasi untuk mendorong konsumsi, investasi dan lapangan kerja.

Dalam kesempatan itu, the Fed juga mengumumkan proyeksi ekonomi terbarunya. The Fed kini memproyeksikan ekonomi AS tumbuh 2,3-2,8% tahun ini, turun dari prediksi sebelumnya yang 2,3-3,0%. The Fed juga memproyeksikan tingkat pengangguran tidak akan turun ke 6,5% sampai 2015.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/the-fed-tahan-stimulus-rate.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/the-fed-tahan-stimulus-rate.html

Tanggal March 21, 2013 / 11:26 am. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – The Fed memutuskan untuk terus menyuntikkan likuiditas ke ekonomi dan mempertahankan suku bunga rendahnya meski di tengah tanda-tanda adanya perbaikan ekonomi.

Keputusan the Fed mempertahankan kebijakannya mengindikasikan pandangan ekonomi masih membutuhkan bantuan meski ada perbaikan. Dalam pernyatannya, the Fed mengatakan ekonomi kembali tumbuh moderat dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan pajak belum menganggu pembelanjaan konsumen, dan bursa saham terus mencetak  rekor. Selain itu, the Fed mengakui pasar perumahan menggeliat kembali dan pertumbuhan lapangan kerja ternyata cukup pesat.

Pada dasarnya Komite Kebijakan mengakui kondisi ekonomi yang lebih baik. Sebagian besar anggota melihat Quantitative Easing (QE), atau program pembelian obligasinya, berhasil menurunkan bunga dan menyediakan bantuan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.  Namun, mereka juga sepakat alat moneter itu tidak bisa secara sendirian menyelesaikan masalah ekonomi yang mungkin timbul akibat pengetatan fiskal atau gejolak finansial global.

Ketua Ben Bernanke juga  mengatakan ia belum melihat perubahan berarti dalam kondisi lapangan kerja, dan menyebutkan kebijakan fiskal yang ketat menjadi salah satu alasan kenapa pihak begitu agresif. Bernanke pun mengatakan pihaknya bisa saja mengurangi pembelian obligasi tapi itu hanya terjadi kalau kondisi lapangan kerja semakin membaik di bulan-bulan mendatang.

Dalam pernyatannya, the Fed menegaskan tetap menerapkan suku bunga hampir nol persen dan melakukan pembelian obligasi $85 miliar per bulan sampai tingkat pengangguran turun ke 6,5% selama inflasi tidak melebihi 2,5% dalam rentang 1-2 tahun. The Fed sudah memberlakukan rate 0 sejak 2008 dan membeli lebih dari $2,5 triliun obligasi untuk mendorong konsumsi, investasi dan lapangan kerja.

Dalam kesempatan itu, the Fed juga mengumumkan proyeksi ekonomi terbarunya. The Fed kini memproyeksikan ekonomi AS tumbuh 2,3-2,8% tahun ini, turun dari prediksi sebelumnya yang 2,3-3,0%. The Fed juga memproyeksikan tingkat pengangguran tidak akan turun ke 6,5% sampai 2015.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/the-fed-tahan-stimulus-rate.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/the-fed-tahan-stimulus-rate.html

Tanggal March 08, 2013 / 6:01 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Startegydesk – USD/JPY menyentuh level tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir di tengah ekspektasi pertumbuhan lapangan kerja AS yang pesat dapat membuat the Fed mengurangi stimulus moneternya.

Lapangan kerja AS diperkirakan tumbuh 160.000 selama Februari, setelah bertambah 157.000 bulan sebelumnya. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 7,9% atau turun 0,1% ke 7,8%.  Membaiknya lapangan kerja merupakan syarat bagi the Fed untuk bisa mengurangi atau menghentikan stimulus moneternya. Oleh karena itu, data di atas dianggap sebagai indikasi kebijakan longgar bisa dipersingkat atau dikurangi.

Harapan data payroll bagus bertambah menyusul Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan initial jobless claims turun 7000 menjadi 340.000 minggu lalu, lebih rendah dari prediksi 350.000. Selain itu,  menyusul laporan ADP yang menunjukkan lapangan kerja swasta AS tumbuh 198.000 selama bulan lalu, lebih besar dari prediksi 170.000, setelah tumbuh 215.000 bulan sebelumnya.

Yen tetap tertekan karena ekspektasi gubernur baru nanti bakal meluncurkan stimulus agresif. Para pengamat memperkirakan BOJ akan mengerahkan kebijakan agresif di bawah Haruhiko Kuroda,  yang memang berjanji siap melakukan gebrakan. Bahkan beberapa meyakini bakal ada dua kali pelonggaran, yaitu pada rapat 3-4 April dan 26 April.

Pada jam 17:45 WIB, USd/JPY diperdagangkan di 95,60, menguat tajam dari level penutupan sebelumnya 94,80. Pair ini bahkan sempat menyentuh high di 95,66, tertinggi dalam 2,5 tahun. Pair ini sedang menguji level 96,00, keberhasilan menembus itu, bisa membawanya menuju 96,50. Untuk jangka menengah, bila didukung kondisi fundamental, targetnya adalah 97,50-98,00. Sedangkan support terdekat di 93,75. Pair ini tetap bullish selama mampu bertahan di 92,00.

 

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/usdjpy-reli-jelang-payroll.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/usdjpy-reli-jelang-payroll.html

Tanggal February 25, 2013 / 5:33 pm. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk- Emas akhirnya menjauh dari level terendah tujuh bulannya. Di akhir perdagangan minggu lalu, harga emas berhasil rebound berkat masih adanya harapan stimulus The Fed.
Dipadu dengan aksi bargain hunting setelah harga turun menuju level terendah tujuh bulannya, harga emas kembali terangkat setelah serangkaian data ekonomi AS yang masih mendukung perlunya stimulus.
Data-data AS seperti data ketenagakerjaan, manufaktur, dan data inflasi yang dirilis minggu kemarin menunjukkan bahwa perekonomian AS masih belum sepenuhnya pulih. Dengan serangkaian data yang cenderung jelek tersebut, pelaku pasar melihat masih adanya peluang bagi The Fed untuk melanjutkan kebijakan stimulusnya.
Pelonggaran moneter yang dilakukan oleh bank sentral di dunia telah mendongkrak harga emas dalam beberapa tahun terakhir. Di saat investor cemas akan depresiasi mata uang, maka mereka mencari asset lindung nilai terhadap penurunan mata unag serta inflasi akibat pencetakan uang. Emas diyakini investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi
Namun, beberapa analis melihat bahwa outlook emas masih tetap bearish untuk saat ini. Mereka melihat bahwa meski data-data yang dirilis akhir minggu kemarin mengecewakan, secara keseluruhan ekonomi masih AS positif. Mereka menambahkan bahwa dengan tidak adanya tekanan pada inflasi, maka minat beli terhadap emas semakin berkurang.
Sementara itu, dalam perdagangan hari ini di Asia, harga emas masih terlihat flat. Investor masih khawatir akan ketidakpastian politik di Italia menjelang pemilu serta dampaknya terhadap mata uang euro. Masalahnya, ada tiga kekuatan yang memperebutkan kekuaasaan, salah satunya Silvio Berlusconi. Dia berambisi berkuasa lagi dan berjanji akan membatalkan pajak properti dan sebagian kebijakan pemerintah saat ini. Hal ini memberi kecemasan bahwa langkah tersebut bisa merusak upaya konsolidasi fiskal dan pengentasan krisis. SP dalam laporannya mengatakan bahwa ada risiko setelah pemilu 24-25 Februari hilangnya momentum reformasi untuk memperbaiki prospek ekonomi Italia.
Sementara dari sisi teknikal terlihat bahwa secara keseluruhan harga emas masih cenderung bearish. Indikator stochastic memang masih menunjukkan potensi rebound. Namun, selama masih gagal bertahan di atas resistance-nya saat ini di $1.600, harga emas masih bearish, dengan potensi penurunan menuju kisaran $1.532 – $1.522.

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/emas-menjauh-dari-level-terendah-tujuh-bulan-outlook-masih-bearish.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/emas-menjauh-dari-level-terendah-tujuh-bulan-outlook-masih-bearish.html

Tanggal February 13, 2013 / 6:26 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Sempat turun ke 0,8570, EUR/GBP melesat setelah BOE mengumumkan ekonomi Inggris masih di bawah level pra krisis sampai 2015 dan membuka peluang menambah stimulus moneter.

Dalam Laporan Inflasi, BOE mengumumkan pemulihan ekonomi Inggris masih berjalan lambat selama tiga tahun ke depan, dan pertumbuhan tidak bisa melebihi level pra krisis sampai 2015. Sedangkan inflasi diperkirakan etat[p di atas target 2% sampai kuartal pertama 2016. Laporan itu juga menyebutkan Komite siap menyediakan stimulus moneter tambahan bila diperlukan dengan kondisi pertumbuhan dan inflasi.

Sedangkan euro terangkat oleh data output industri zona euro tumbuh 0,7% selama Desember, lebih baik dari prediksi 0,2%. Secara tahunan, kontraksi berkurang menjadi -2,4% dari -4,0%. Output di kawasan tumbuh untuk pertama kalinya sejak Agustus, indikasi ekonomi membaik secara perlahan. Produksi mesin, indikator bisnis, naik 1,3% di bulan itu. Jerman, ekonomi terbesar Eropa, mencatat kenaikan 0,8% produksi.

Euro juga terangkat oleh pernyataan Presiden ECB Mario Draghi mengatakan isu perang mata uang tidak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, wacana mentargetkan nilai euro hanya akan menimbulkan kebingunan di pasar dan hal itu tidak dibutuhkan. Ia juga mengatakan komentar dari orang yang tidak punya mandat dengan kebijakan moneter tidak tepat atau bermanfaat, mengacu pada para politisi yang mengeluh soal nilai tukar.

Pada jam 18:00 WIB, EUR/GBP diperdagangkan di 0,8660, menguat tajam dari level penutupan sebelumnya 0,8587. Pair ini sempat menyentuh 0,8683, menguji level 0,8700. 

<!--

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = 'strategydesk'; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = 'unique_dynamic_id_1234';
var disqus_url = 'http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-rally-pasca-boe.html';

/* * * DON'T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true;
dsq.src = 'http://' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js';
(document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-rally-pasca-boe.html

Tanggal December 28, 2012 / 11:10 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Kejatuhan yen masih berlanjut, hingga ke level terendah dalam 28 bulan terakhir menyusul serangkaian data Jepang yang memperkuat ekspektasi BOJ harus mengerahkan stimulus agresif.
Data hari ini menunjukkan inflasi Jepang turun 0,2% selama Nopember, sesuai prediksi. Sedangkan inflasi inti turun 0,5%. Produksi industrial merosot 1,7% di bulan yang sama, lebih besar dari prediksi 0,5%. Secara tahunan, output anjlok 5,8%, di atas prediksi 4,6%. Data itu mengindikasikan harga memperlihatkan kondisi yang terus negatif dan aktivitas industri semakin lesu.
Semua data itu menjadi bukti tambahan bahwa ekonomi Jepang masih terjerat dalam deflasi berkepanjangan. Data itu juga memperkuat ekspektasi BOJ harus mengambil tindakan dan mengabulkan tuntutan pemerintah baru untuk mengeluarkan kebijakan moneter longgar dan upaya lainnya untuk menyelamatkan ekonomi Jepang.
Perdana Menteri Shinzo Abe berikrar untuk melemahkan yen dan mengupayakan stimulus agresif untuk mengentaskan deflasi. Salah satu penasihat Abe kemarin mengatakan BOJ perlu menetapkan target inflasi yang lebih tinggi, dan pemerintah perlu membuat BOJ lebih bertanggung jawab pada tujuan kebijakannya. Desakan pelonggaran juga datang dari Menteri Keuangan Jepang yang baru, Taro Aso, dengan mengatakan  BOJ agar lebih giat lagi dalam mengentaskan deflasi, karena efeknya menggerogoti sektor korporat dan berpotensi membahayakan keuangan pemerintah. 
Yen kini berada di 86,41 per dollar, setelah menyentuh 86,63, terendah sejak Agustus 2010. Di tengah semakin kuatnya isu stimulus, tekanan jual atas yen masih besar. Target selanjutnya adalah level 87,10, bila tembus akan mencoba ke 87,40. Sedangkan support ada di 85,90. Menurut analis, untuk jangka menengah, target psikologis adalah level 90. Agar bisa mencapai ke sana, diperlukan perubahan kebijakan, tapi inilah  momentum terbaiknya.
Yen sudah melemah hampir 12% atas dololar selama tahun ini, terbesar sejak 2005. Ini adalah hari perdagangan terakhir Jepang di 2012, dan pasar dijadwalkan kembali dibuka pada 4 Januari 2013. Terhadap euro, yen berada di 114,38 per euro, setelah menyentuh 114,53, terendah dalam 17 bulan terakhir. Target selanjutnya adalah 114,80 dan 115,00, dengan support terdekat di 114,00.
Fokus pasar masih tertuju ke Washington, menjelang pembicaraan akhir pekan untuk mencegah jurang fiskal. Presiden Obama akan mengadakan pertemuan malam nanti dengan empat pemimpin Kongres, sebagai upaya terakhir mematahkan kebuntuhan sebelum tenggat waktu akhir tahun. Para pemimpin Republik di Kongres mengatakan kepada anggota agar kembali ke Washington Minggu jika harus digelar voting.

Rekomendasi
EUR

JPY

GBP

CHF

AUD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/terus-terpuruk-yen-tumbang-ke-86.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/terus-terpuruk-yen-tumbang-ke-86.html

Tanggal November 08, 2012 / 1:34 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kembali terpilihnya Obama dalam pemilu presiden AS telah menjawab salah satu dari langkah pembentukan ‘risk appetite’ yang akan terbentuk untuk ekspektasi pasar mata uang di tahun 2013.
Yang masih harus dicermati oleh pasar mata uang adalah bagaimana Gedung Putih akan menindaklanjuti isu ‘Fiscal Cliff’ yang akan mengancam sistem keuangan AS.
Negosiasi mengenai ‘Fiscal Cliff’ ini dapat sangat ‘menegangkan’ bagi pasar sebagai dasar negosiasi plafon utang Kongres, yang akhirnya menyebabkan downgrade kredit rating AS dari triple A pada musim panas 2011. Para pelaku pasar tidak diragukan lagi akan terobsesi pada setiap komentar dan aplikasinya, dan sebanyak yang dapat mereka lakukan dalam mengantisipasi dampak krisis di Eropa.
“Intinya adalah jika ‘Fiscal Cliff’ tidak ditangani, Anda akan melihat tren ekuitas yang lebih rendah,” kata Joseph LaVorgna, Deutsche Bank chief U.S. economist and a CNBC contributor.
Ketua DPR John Boehner membantu ‘memecahkan es’ di pasar pada Rabu sore kemarin dengan menjanjikan kesediaan DPR untuk menaikkan pajak dalam keadaan tertentu. ‘Fiscal Cliff’ adalah akhir dari berakhirnya masa pemotongan pajak di jaman Bush Jr, dan pemotongan belanja otomatis yang telah disepakati sebagai bagian dari kesepakatan plafon utang. Pemotongan belanja dipandang sesuatu yang berat dan sangat mendalam pada belanja pertahanan. Namun hit terbesar dari hal tersebut akan menjadi slam terhadap perekonomian jika semua pemotongan pajak era Bush yang diizinkan berakhir, termasuk sebuah reversi untuk tarif pajak yang lebih tinggi, dan kenaikan besar dalam dividen dan tingkat belanja modal.
Sementara itu, Eropa juga menjadi perhatian pada hari Rabu, dan para pelaku pasar difokuskan pada pertemuan ECB hari Kamis dan konferensi pers oleh Presiden ECB Mario Draghi. Ketakutan pasar terjadi ketika ia mengatakan perlambatan ekonomi di ranah Eropa sekarang mempengaruhi Jerman, pendukung dari perekonomian Eropa. Kemudian pada hari Rabu, parlemen Yunani, dengan mayoritas tipis, menyetujui paket penghematan yang diperlukan untuk kesepakatan bailout-nya, dengan dilatar belakangi protes kekerasan.
Untuk data AS, Trade Balance, diperkirakan menjadi -44.9B dari -44.2B pada laporan sebelumnya.
Unemployment Claims, diperkirakan meningkat 4K menjadi 367K dari laporan terakhir.

EUR-USD
U
ntuk data Eropa, Minimum Bid Rate, diperkirakan tidak ada perubahan 0,75% pada Oktober. European Central Bank (ECB) Press Conference.
Salah satu yang ditunggu pasar mata uang  dalam mengekspektasikan pergerakan euro setidaknya sebagai landasan untuk memprediksi dalam jangka panjang.
Secara teknikal area 1.2717 harus dicermati karena area tersebut merupakan level area 50% fibonacci chart weekly, dimana apabila ada closing daily di bawah area tersebut maka ekspektasi dari pergerakan tren bearish euro menjadi sangat dalam, meskipun di awali dengan kembali bumping ke area 1.2929 sebagai pijakan untuk melemah dan testing ke area 1.2600an. Salah satu alasan atau katalis dari pergerakan itu dapat kita lihat dan cermati apa hasil dari ECB meeting dan apa yang akan disampaikan Dragi dalam konferensi press nanti.

Rekomendasi :
Buy                 : 1.2727, 1.2696    Sell             : 1.2777, 1.2795
TP                   : 1.2808                  TP               : 1.2666
Stoploss        : 1.2666                  Stoploss    : 1.2828

Resisten       : 1.2792, 1.2851
Support         : 1.2710, 1.2652
Range           : 1.2666 – 1.2790
 

GBP-USD
U
ntuk data Inggris, Monetary Policy Committee (MPC) Rate Statement, salah satu alat utama MPC untuk berkomunikasi dengan investor mengenai kebijakan moneter dan membahas prospek keuangan. Sedangkan pada the Official Bank Rate kemungkinan tidak ada perubahan dari 0,50%.
Asset Purchase Facility, nilai total dana Bank of England (BOE) yang akan digunakan untuk  memperoleh aset di pasar terbuka, kemungkinan 375B sama dengan laporan terakhir. Trade Balance, diperkirakan menjadi -9.1B dari-9.8B pada bulan lalu….
Area 1.5959 sangat krusial, apabila ada closing daily dibawah area tersebut maka ekspektasi pelemahan pound akan testing ke area 1.5888, sebaliknya apabila masih closing di antara area 1.5970-1.6000 kemungkinan sideways, tapi apabila closing di atas area 1.6060 maka tekanan bullish akan kembali testing ke area 1.6170.

Rekomendasi :
Buy                 : 1.5950, 1.5915    Sell             : 1.6010, 1.6040
TP                   : 1.6010                  TP               : 1.5905
Stoploss        : 1.5888                  Stoploss    : 1.6090

Resisten       : 1.6031, 1.6080
Support         : 1.5943, 1.5903
Range           : 1.5920 – 1.6010
 

AUD-USD
U
ntuk data Australia, Employment Change, diperkirakan turun ke 0.2K dari 14.5K pada bulan Oktober. Unemployment Rate, nilai persentase pengangguran di yang aktif mencari pekerjaan selama bulan lalu, naik dari 0,1% hingga 5,5%. Secara teknikal Aussie sedang memasuki fase ‘safe haven’ apabila hari ini closing di atas area 1.0470 maka testing area ada di area 1.0555 dalam ekspektasi medium terms-nya. Sebaliknya break area 1.0377 akan menjadi sinyal tekanan bearish Aussie untuk testing ke area 1.0333.

Rekomendasi :
Buy                 : 1.0333, 1.0303    Sell             : 1.0420, 1.0444
TP                   : 1.0454                  TP               : 1.0303
Stoploss        : 1.0277                  Stoploss    : 1.0494

Resisten       : 1.0455, 1.0505
Support         : 1.0378, 1.0349
Range           : 1.0310 – 1.0454
 

USD-CHF
K
orelasi dengan pergerakan euro masih mendominasi pergerakan franc, dimana katalis pendorong euro juga akan menentukan pergerakan franc, secara teknikal apabila ada closing candle di atas 0.9494 maka akan testing ke area 0.9587 (level area 50% fibonacci chart weekly), sebaliknya apabila closing di bawah 0.9380 maka penguatan franc akan testing ke area 0.9280-0.9303.

Rekomendasi :
Buy                : 0.9430, 0.9404    Sell             : 0.9494, 0.9522
TP                  : 0.9505                  TP               : 0.9420
Stoploss       : 0.9380                  Stoploss    : 0.9515

Resisten       : 0.9483, 0.9521
Support         : 0.9393, 0.9341
Range           : 0.9404 – 0.9520
 

USD-JPY
S
etelah mencapai high-nya 80.66 beberapa hari yang lalu, dan merupakan double top pada chart weekly menghasilkan yen kemarin kembali closing di area 79.97 dan pada sesi pasar  Asia kembali memasuki area 79.80 dimana area ini merupakan sinyal penguatan yen dimana target konfirmasi ada di area 79.60. Apabila ada closing daily di antara 79.60-79.80 maka penguatan yen dapat diprediksi sampai kembali ke area 79.30-79.90 dan ‘safe haven’ yen akan berlanjut, sebaliknya apabila kembali tembus dan closing di atas 80.08-80.30 maka pelemahan yen akan testing untuk break double top dan akan testing ke area 81.70.

Rekomendasi :
Buy                : 79.60, 79.40        Sell             : 80.02, 80.20
TP                  : 80.00                    TP               : 79.50
Stoploss       : 79.20                    Stoploss    : 80.40

Resisten       : 80.32, 80.68
Support         : 79.68, 79.39
Range           : 79.40 – 80.10                                                                       
                                                            

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-08-nopember-2012.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-08-nopember-2012.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha