Search Results : jenis inflasi negara inggris

Tanggal August 14, 2012 / 3:18 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak melanjutkan penguatannya hari ini karena isu geopolitik di Timur Tengah dan data PDB Jerman yang lebih baik dari prediksi.

Minyak masih diangkat oleh ketegangan terkait program nuklir Iran. Spekulasi soal serangan militer Israel ke Iran semakin mencuat setelah surat kabar Haaretz mengutip beberapa pejabat yang meyakini waktu semakin dekat menuju keputusan. Berita itu menyusul pernyataan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu bahwa  sebagian besar ancaman keamanan negara itu tidak sebanding dengan prospek Iran mendapatkan senjata nuklir.

Minyak juga naik setelah data memperlihatkan kinerja ekonomi Jerman yang lebih baik dari prediksi, meski melambat. PDB Jerman selama kuartal kedua tumbu 0,3% per kuartal dan 1,0% per tahun, lebih baik dari prediksi 0,2% dan 0,9%. Data ini sedikit mengurangi kecemasan mengenai ancaman resesi di ekonomi terbesar dunia itu, sekaligus menjaga harapan stimulus.

Faktor lain yang mendorong harga kemungkinan berkurangnya produksi di Laut Utara karena penutupan kilang. Output dari 12 fasilitas produksi akan turun sekitar 17% pada September karena kilang Buzzard ditutup untuk perawatan. Kilang Buzzard adalah kilang terbesar Inggris dan berhenti produksi sampai pertengahan Oktober.

Pada jam 15:00 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September menguat 63 sen ke $93.36 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama naik 54 sen jadi $114,14 per barel. Pasar kini menantikan data PDB zona euro, kontraksi 0,2% selama kuartal kedua. Selain itu, ada data penjualan ritel dan inflasi AS.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-lanjutkan-gain-berkat-iran-data.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-lanjutkan-gain-berkat-iran-data.html

Tanggal April 03, 2012 / 12:33 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Aktivitas manufaktur di AS membaik seiring pemulihan ekonomi domestik, kontras dengan Eropa, di mana kondisi manufakturnya tetap suram, menggarisbawahi ancaman resesi.

Output pabrikan AS meningkat selama Maret, menurut indeks PMI hasil survei Institute for Supply Management (ISM). Indeks ISM manufaktur naik ke 53,4 di Maret dari 52,4 di Februari, mengindikasikan sektor tersebut semakin tumbuh. Angka di atas 50 menandakan pertumbuhan, di bawah itu berarti kontraksi.

Konsumen dan bisnis AS meningkatkan pembelanjaan pada mobil, mesin dan barang lain, hal ini menambah produksi. Sub-indeks produksi mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Sub-indeks ketenagakerjaan naik ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir, indikasi pabrik menambah tenaga kerja.

Hasil survei sejenis oleh lembaga lain, memastikan hasil estimasi awal bahwa sektor manufaktur Eropa masih dalam fase kontraksi, termasuk Jerman, ekonomi terbesar benua itu. Markit mengumumkan indeks PMI manufaktur zona euro turun ke 47,7 bulan lalu dari 49,0 bulan sebelumnya, sesuai dengan laporan awal. Indeks PMI Jerman sedikti naik ke 48,4 dari 48,1, tapi tetap kontraksi.

Namun, manufaktur Inggris ternyata membaik, berhasil tumbuh bulan lalu meski gejolak ekonomi di negara tetangganya. Indeks PMI manufaktur Inggris, yang juga hasil survei Markit, naik ke 52,1 pada Maret, lebih baik dari prediksi 50,7. Sedangkan angka Februari direvisi naik jadi 51,5 dari 51,2.

“Dunia terpolarisasi oleh penguatan ekonomi AS, yang menyediakan sumber permintaan untuk perusahaan di seluruh dunia. Tapi di sisi lain, ada zona euro,” kata Chris Williamson, chief economist dari Markit. “Kita sedang berada dalam posisi di mana pertumbuhan manufaktur global tidak seperti sebelum krisis.”

Secara keseluruhan, sektor manufaktur dunia masih tumbuh, meski pada tingkat yang rendah, utuk empat bulan berturut-turut, menurut hasil agregat survei di atas. JPMorgan Global Manufacturing PMI berada di 51,1 pada Maret, sedikit berubah dari 51,2 di Februari. Permintaan baru (new orders) terus meningkat secara bertahap, setelah merosot akhir tahun lalu di saat puncaknya krisis utang Eropa.

Salah satu sumber kekhawatiran bagi manufaktur di seluruh dunia adalah kenaikan tajam harga minyak dan transportasi. Menurut Markit, secara global, inflasi harga input selama Maret mencapai level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, meski belum seburuk kuartal pertama tahun lalu.

Di belahan dunia lain, aktivitas manufaktur juga meningkat seperti di Brazil, Jepang dan Korsel. Tapi pertumbuhan output India melambat tajam. Sementara itu di China, indeks PMI resmi memperlihatkan pertumbuhan. Indeks itu mencapai level tertinggi dalam 12 bulan terakhir. Indeks itu naik ke 53,1 bulan lalu dari 51,0 bulan sebelumnya, menurut versi China Federation of Logistic and Purchasing (CFLP). Namun indeks PMI versi HSBC memperlihatkan kontraksi untuk lima bulan berturut-turut, melorot ke 48,3 di Maret dari 49,6 di Februari.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ekonomi-as-kontras-dengan-eropa.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha