Search Results : isu isu moneter

Tanggal April 10, 2013 / 4:14 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Fokus utama pasar hari ini adalah FOMC Minutes, yang dapat menentukan arah dollar selanjutnya. Eskpektasi yang berlaku di pasar saat ini adalah isi minutes itu tetap dovish.
Pasar ingin mengetahui pandangan para anggota terkait ekonomi AS dan kebijakan moneter, termasuk stimulus atau program pembelian aset yang sedang berjalan. Meski the Fed sudah menyatakan program pembelian aset $85 per bulan terus dilakukan sampai tingkat pengangguran turun ke 6,5%, pasar ingin melihat apakah ada pembahasan soal mempersingkat waktu atau mengurangi jumlahnya.
Dalam pidato kemarin, Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pemulihan ekonomi masih panjang. Menurutnya, meski lebih kuat dibandingkan empat tahun lalu, kondisi ekonomi masih jauh di bawah standar. Ini tentu menjadi penguat the Fed belum berendah mengubah kebijakannya dalam waktu dekat.
Pasar ingin mengetahui mana yang lebih kuat, kubu yang ingin stimulus lanjut, atau kubu yang khawatir dengan dampaknya. Kalau isi minutes itu dovish, akan melengkapi data ekonomi AS untuk menegaskan stimulus moneter masih dibutuhkan. Tapi ada prediksi dari pasar bahwa suara dovish akan lebih besar dari yang hawkish, meski sinyal beragam dari para pejabatnya. 

EUR-USD
S
empat menyentuh $1,3102 kemarin, level tertinggi dalam 3,5 minggu, EUR-USD belum banyak gerak hari ini dan terjebak di $1,3080/90. Level $1,31 masih berperan sebagai resistance.  Posisi euro saat ini sedang menuju 38,2% retracement kejatuhan 1 Februari-4 April di $1,3108. Namun, untuk bisa ke 50% di $1,3223, euro harus ditutup di atas $1,3184 dulu.

Rekomendasi harian :
Peluang untuk buy pada EUR-USD di 1.3061 dengan target take profit 1.3168, dimana stop loss 1.3031. Buy 1.2970 dengan target take profit 1.3077, dimana stop loss 1.2939.

Sell 1.3183 dengan target take profit 1.3107, dimana stop loss bila penutupan diatas 1.3183.


USD-JPY
M
eski mengalami sedikit koreksi, USD-JPY tetap berpeluang menembus level 100. Posisinya kini berada di 99,10, setelah menyentuh 99,24. Dengan jaminan dari pejabat Jepang bahwa stimulus tidak akan berdampak buruk, potensi penguatan lanjutan tetap terbuka. Tapi perlu diwaspadai ketika berhasil menembus level 100, bisa dijadikan momentum untuk koreksi dulu.  Tapi isu FOMC minutes yang dovish bisa menjegal lajunya, atau paling tidak membuatnya tertahan di kisaran 99.

Rekomendasi harian :
Buy untuk USD-JPY di 98.88 dengan target take profit 99.90, dimana stop loss penutupan di bawah 98.52. Buy break 100.00 dengan target take profit 100.68, dimana stop loss penutupan di bawah 100.00.

Sell break 98.43 dengan target take profit 97.56 dimana stop loss 98.80. Sell 100.78 dengan target take profit 100.20, dimana stop loss 100.97.

GBP-USD
G
BP-USD masih berkonsolidasi di kisaran $1,53, upayanya untuk menanjak tertahan di $1,5340. Berdasarakn grafik, pair ini sedang dalam fase penyesuaian harga setelah jatuh ke level terendah dalam 2,5 tahun pertengahan bulan lalu. Tapi, karena minimnya katalis dari Inggris sendiri, pergerakannya tersendat. Pair ini sedang mendekati 38,2% retracement kejatuhan 1 Februari-12 Maret di $1,5411.

Rekomendasi harian :
Buy break GBP-USD 1.5343, dengan target take profit 1.5441, dimana stop loss 1.5319. Buy 1.5258 dengan target take profit 1.5365, dimana stop loss 1.5212.

Sell 1.5450 dengan target take profit 1.5373, dimana stop loss 1.5486. Sell break 1.5197 dengan take profit 1.5136, dimana stop loss 1.5228.

USD CHF
U
SD-CHF jatuh ke bawah 0,9300 hari ini, kejatuhan berlanjut. Bahkan sempat jatuh ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Pelemahan  pair ini disebabkan oleh pandangan di pasar bahwa the Fed belum mengubah kebijakannya dalam waktu dekat. Kondisi bearish masih menyelimuti pair ini, kunci ada di FOMC Minutes, bila menegaskan tetap perlu stimulus, pelemaham bisa berlanjut., dengan target terdekat di 0,9277.

Rekomendasi harian :
Sell break USD-CHF 0.9306 dengan target take profit 0.9246, dimana stop loss 0.9323. Sell 0.9338 dengan target take profit 0.9277, dimana stop loss 0.9355.

Buy 0.9239 dengan target take profit 0.9292 dimana stop loss 0.9216.

AUD-USD
A
UD-USD berhasil menyentuh level tertinggi dalam 3,5 bulan di $1,0515 berkat data perdagangan China yang menunjukkan impor tumbuh pesat, ini dianggap bagus untuk prospek perdagangan Australia.  Kondisi pair ini masih bullish dan bila ditutup di atas $1,05, target selanjutnya adalah $1,0530-50. Dengan belum adanya indikator yang menunjukkan kondisi overbought, peluang ke sana terbuka.

Rekomendasi harian :
Buy break 1.0508 dengan target take profit 1.0567, dimana stop loss 1.0475. Buy 1.0452 dengan target take profit 1.0513, dimana stop loss 1.0421.

Sell 1.0574 dengan target take profit 1.0521, dimana stop loss 1.0597.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-10-april-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-10-april-2013.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal February 13, 2013 / 6:26 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Sempat turun ke 0,8570, EUR/GBP melesat setelah BOE mengumumkan ekonomi Inggris masih di bawah level pra krisis sampai 2015 dan membuka peluang menambah stimulus moneter.

Dalam Laporan Inflasi, BOE mengumumkan pemulihan ekonomi Inggris masih berjalan lambat selama tiga tahun ke depan, dan pertumbuhan tidak bisa melebihi level pra krisis sampai 2015. Sedangkan inflasi diperkirakan etat[p di atas target 2% sampai kuartal pertama 2016. Laporan itu juga menyebutkan Komite siap menyediakan stimulus moneter tambahan bila diperlukan dengan kondisi pertumbuhan dan inflasi.

Sedangkan euro terangkat oleh data output industri zona euro tumbuh 0,7% selama Desember, lebih baik dari prediksi 0,2%. Secara tahunan, kontraksi berkurang menjadi -2,4% dari -4,0%. Output di kawasan tumbuh untuk pertama kalinya sejak Agustus, indikasi ekonomi membaik secara perlahan. Produksi mesin, indikator bisnis, naik 1,3% di bulan itu. Jerman, ekonomi terbesar Eropa, mencatat kenaikan 0,8% produksi.

Euro juga terangkat oleh pernyataan Presiden ECB Mario Draghi mengatakan isu perang mata uang tidak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, wacana mentargetkan nilai euro hanya akan menimbulkan kebingunan di pasar dan hal itu tidak dibutuhkan. Ia juga mengatakan komentar dari orang yang tidak punya mandat dengan kebijakan moneter tidak tepat atau bermanfaat, mengacu pada para politisi yang mengeluh soal nilai tukar.

Pada jam 18:00 WIB, EUR/GBP diperdagangkan di 0,8660, menguat tajam dari level penutupan sebelumnya 0,8587. Pair ini sempat menyentuh 0,8683, menguji level 0,8700. 

<!--

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = 'strategydesk'; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = 'unique_dynamic_id_1234';
var disqus_url = 'http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-rally-pasca-boe.html';

/* * * DON'T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true;
dsq.src = 'http://' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js';
(document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-rally-pasca-boe.html

Tanggal January 02, 2013 / 5:03 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – USD/JPY masih melanjutkan tren penguatannya, dengan berhasil menembus level 87, di tengah sentimen positif pasar menyusul tercapainya deal mencegah jurang fiskal. Selain itu, isu stimulus moneter BOJ yang masih santer turut berperan mengangkat pair ini.

Jurang fiskal berhasil dihindari setelah Kongres menyetujui rancangan versi Senat hari ini, memberi angin segar ke pasar keuangan dunia di awal tahun 2013. Melalui hasil voting 257 banding 167,  Kongres memutuskan untuk menerima rancangan kenaikan pajak untuk rumah tangga berpenghasilan $450.000 per tahun dan pemotongan anggaran sementara sebesar $110 miliar sampai akhir Februari.

Isu jurang fiskal selama ini menjadi momok bagi pasar keuangan karena dapat memicu resesi di AS. Meski pemotongan anggaran bersifat sementara dan bakal ada pembahasan lebih lanjut dua bulan ke depan, legislasi ini untuk sementara cukup bisa menghindari malapetaka dan memberi ketenangan ke pasar keuangan.

Faktor lain yang menjaga tren penguatan dllar atas yen adalah isu stimulus moneter BOJ. Perdana Menteri Shinzo Abe dalam pidato menjelang tahun baru  kembali menegaskan ikrarnya untuk mengentaskan deflasi dan melemahkan yen. Menteri Ekonomi Akira Amari mengatakan siapapun yang terpilih menjadi Gubernur BOJ April nanti harus mampu berkomunikasi dengan pasar dan punya misi yang sama dengan pemerintah.

Pada jam 16:45 WIB, USD/JPY diperdagangkan di 87,02. Pair ini melaju sejak sesi perdagangan Asia dan tidak hanya menembus level psikologis, tapi juga melebihi dan sempat menyentuh 87,33, tertinggi sejak Juli 2010. Bila mampu ditutup di atas level 87, target selanjutnya adalah 87,50 kemudian ke 88,00. Secara tren belum berubah, masih dalam kondisi naik, karena harga masih bergerak di atas Moving Average 25, 50, dan 100 hari. Tapi beberapa indikator sudah menunjukkan kondisi jenuh beli, dengan Stochastic (14,3,3) berada di 96, di atas titik overbought 80, dan RSI (14) berada di 84, melampaui titik overbought 70. Meski demikian, MACD(12,26,9) belum menunjukkan convergence.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/usdjpy-tembus-87.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/usdjpy-tembus-87.html

Tanggal December 28, 2012 / 11:00 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya. Pada penutupan perdagangan Kamis (27/12/2012), IHSG menguat 6,767 poin (0,16%) ke level 4.281,861.
Aksi bargain hunting terhadap saham-saham perkebunan berhasil meng-counter koreksi dari saham-saham konsumer dan banking. Selain itu, trend positif dari beberapa bursa Asia juga turut mendorong laju indeks. Setelah dua hari mengalami net sell, posisi investor asing kini mencatatkan net buy sebesar Rp 105,05 miliar di seluruh pasar.
Sebanyak enam sektor menghijau, dimana sektor perkebunan memimpin penguatan, dengan kenaikan sebesar 2,84. Sementara sektor properti menjadi salah satu pemberat indeks, yang melemah sebesar 0,79.
Saham-saham yang naik diantaranya Sarana Menara (TOWR), Mandom (TCID), Astra Agro (AALI), dan Chandra Asri (TPIA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Finance (ADMF), Sorini Agro (SOBI), dan Indocement (INTP).

IHSG Outlook
Hari ini adalah hari terakhir perdagangan di tahun 2012 ini untuk Bursa Efek Indonesia.  Dengan IHSG kemarin yang berhasil ditutup menembus resisten di 4276 dan indeks Dow Jones Industrial yang hanya turun tipis 0,14 persen, IHSG hari ini sepertinya masih bisa bergerak dalam teritori positif.  Harapan kami, IHSG masih bisa ditutup di wilayah atas dari kisaran 4225 – 4350 yang merupakan kisaran pergerakan IHSG hari ini.  Akan tetapi, masih adanya beberapa hal yang mengganjal, sepertinya harus membuat kita tetap realistis.
Perundingan yang membahas kebijakan fiskal Amerika, masih berlanjut hingga hari Minggu.  Artinya: meski pergerakan harga di negara mereka masih bisa memberikan respon pada perdagangan di hari Senin, perdagangan di BEI akan berakhir masih dengan tanda tanya besar mengenai permasalahan ini.  Selain itu, adanya kenaikan TDL per 1 Januari 2012 juga membuat kita sebaiknya tetap waspada, karena berita ini, telah membuat saham-saham perbankan mengalami tekanan jual yang cukup besar dalam dua-tiga hari terakhir.  BMRI bahkan kemarin sore mengalami tekanan jual yang cukup besar yang menyebabkan saham ini menembus suport pentingnya, penembusan suport yang membuka potensi koreksi hingga 5 persen atau lebih.
Window dressing telah berjalan dalam beberapa hari terakhir, terlihat hanya berlangsung pada counter-counter tertentu.  Adanya berita kenaikan TDL, bahkan membuat beberapa saham (terutama saham-saham sektor properti) yang pada hari Rabu sempat memberikan signal positif, kemarin kembali memberikan signal negatif.  Kondisi ini membuat kami menyarankan anda untuk tidak melakukan positioning secara agresif menjelang liburan panjang ini. 
Kami masih percaya bahwa IHSG di tahun 2013 bakal mencapai level 5000.  Akan tetapi, ketidakpastian yang ada untuk jangka pendek, sebaiknya tetap membuat anda berhati-hati.

Global Outlook
Saham Asia bergerak positif hari ini, namun terhambat oleh kekhawatiran para politisi AS akan kehabisan waktu mencegah jurang fiskal.
Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,3% ke 128,88 hari ini, didukung oleh saham  Jepang yang naik 0,7% berkat data inflasi yang memperkuat ekspektasi BOJ akan meluncurkan stimulus bulan depan. Indeks Hang Seng dibuka menanjak 0,38% terkena efek isu stimulus moneter Jepang. Saham Eropa berakhir flat semalam dan Wall Street jatuh untuk empat sesi berturut-turut.
Prospek BOJ akan mengerahkan stimulus agresif masih menopang indeks Nikkei dan melemahkan yen. Namun pergerakan saham regional tertahan oleh lesunya aktivitas perdagangan menjelang akhir tahun dan ketidakpastian prospek anggaran AS. Selain itu, beberapa indeks sudah mencapai level yang cukup tinggi dan menemui resistance yang kuat. Indeks Nikkei menyentuh level tertingginya dalam 21 bulan dan indeks Hang Seng sudah berada di level tertinggi dalam 17 bulan.
Kompromi penuh sulit dicapai akhir tahun, tapi saham tidak akan jatuh tajam karena mungkin ada kesepakatan parsial. Presiden Obama akan mengadakan pertemuan malam nanti dengan empat pemimpin Kongres, sebagai upaya terakhir mematahkan kebuntuhan sebelum tenggat waktu akhir tahun. Bila tidak ada deal, maka kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis akan berlaku di Januari 2013, menjadikan tahun baru suram di AS.

IHSG Tchnical
IHSG kembali menunjukkan sinyal positif dengan bertahannya di area resistance 4.275. Indikator stochastic juga sudah menunjukkan bullish crossover. Namun, IHSG masih tertahan di area resistance 4.295. Dengan begitu, trend IHSG masih flat-naik. Penutupan IHSG di atas 4.295 akan mengakhir pola flat tersebut, yang bisa membawa potensi kenaikan menuju area 4.330  -  4.340. Sementara sinyal negatif akan muncul jika IHSG ditutup dibawah level 4.264. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.260 – 4.300.

R3    4,319
R2    4,304
R1    4,293
   
Pivot    4,279
   
S1    4,268
S2    4,253
S3    4,242

Stock Picks
LSIP
LSIP telah mengakhiri trend bearish jangka pendeknya dengan penembusan resistance di 2.150. Ternd bullish jangka pendek kemudian dikonfirmasi dengan pergerakan MA 10 yang uptrend. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal positif. Untuk itu, kami masih melihat potensi kenaikan LSIP untuk meraih resistance di 2.400 – 2.450.
Rekomendasi : Buy (best price entry@2.200), stop loss breakout 2.150, target 2.400
Support     : 2.150, 2.075
Resistance     : 2.325, 2.400

TBIG
Harga kembali bergerak di atas MA 10, pertanda trend jangka pendek kembali bullish, dimana sebelumnya sempat terkoreksi dan menemukan support barunya di 5.250. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal uptrend. Untuk itu, kami melihat potensi penguatan lanjutan bagi TBIG untuk kembali menguji resistance di 6.150.
Rekomendasi : Trading buy, stop loss breakout 5.550, target 6.00.
Support     : 5.550, 5.250
Resistance     : 5.800, 6.100

Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/resistance-4276-ditembus-kenaikan-ihsg-bisa-berlanjut.html

Tanggal December 28, 2012 / 11:10 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Kejatuhan yen masih berlanjut, hingga ke level terendah dalam 28 bulan terakhir menyusul serangkaian data Jepang yang memperkuat ekspektasi BOJ harus mengerahkan stimulus agresif.
Data hari ini menunjukkan inflasi Jepang turun 0,2% selama Nopember, sesuai prediksi. Sedangkan inflasi inti turun 0,5%. Produksi industrial merosot 1,7% di bulan yang sama, lebih besar dari prediksi 0,5%. Secara tahunan, output anjlok 5,8%, di atas prediksi 4,6%. Data itu mengindikasikan harga memperlihatkan kondisi yang terus negatif dan aktivitas industri semakin lesu.
Semua data itu menjadi bukti tambahan bahwa ekonomi Jepang masih terjerat dalam deflasi berkepanjangan. Data itu juga memperkuat ekspektasi BOJ harus mengambil tindakan dan mengabulkan tuntutan pemerintah baru untuk mengeluarkan kebijakan moneter longgar dan upaya lainnya untuk menyelamatkan ekonomi Jepang.
Perdana Menteri Shinzo Abe berikrar untuk melemahkan yen dan mengupayakan stimulus agresif untuk mengentaskan deflasi. Salah satu penasihat Abe kemarin mengatakan BOJ perlu menetapkan target inflasi yang lebih tinggi, dan pemerintah perlu membuat BOJ lebih bertanggung jawab pada tujuan kebijakannya. Desakan pelonggaran juga datang dari Menteri Keuangan Jepang yang baru, Taro Aso, dengan mengatakan  BOJ agar lebih giat lagi dalam mengentaskan deflasi, karena efeknya menggerogoti sektor korporat dan berpotensi membahayakan keuangan pemerintah. 
Yen kini berada di 86,41 per dollar, setelah menyentuh 86,63, terendah sejak Agustus 2010. Di tengah semakin kuatnya isu stimulus, tekanan jual atas yen masih besar. Target selanjutnya adalah level 87,10, bila tembus akan mencoba ke 87,40. Sedangkan support ada di 85,90. Menurut analis, untuk jangka menengah, target psikologis adalah level 90. Agar bisa mencapai ke sana, diperlukan perubahan kebijakan, tapi inilah  momentum terbaiknya.
Yen sudah melemah hampir 12% atas dololar selama tahun ini, terbesar sejak 2005. Ini adalah hari perdagangan terakhir Jepang di 2012, dan pasar dijadwalkan kembali dibuka pada 4 Januari 2013. Terhadap euro, yen berada di 114,38 per euro, setelah menyentuh 114,53, terendah dalam 17 bulan terakhir. Target selanjutnya adalah 114,80 dan 115,00, dengan support terdekat di 114,00.
Fokus pasar masih tertuju ke Washington, menjelang pembicaraan akhir pekan untuk mencegah jurang fiskal. Presiden Obama akan mengadakan pertemuan malam nanti dengan empat pemimpin Kongres, sebagai upaya terakhir mematahkan kebuntuhan sebelum tenggat waktu akhir tahun. Para pemimpin Republik di Kongres mengatakan kepada anggota agar kembali ke Washington Minggu jika harus digelar voting.

Rekomendasi
EUR

JPY

GBP

CHF

AUD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/terus-terpuruk-yen-tumbang-ke-86.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/terus-terpuruk-yen-tumbang-ke-86.html

Tanggal December 14, 2012 / 8:33 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Perundingan fiskal yang lambat antara Presiden Obama dengan wakil dari Partai Republik, telah membuat indeks Dow Jones Industrial turun 0,54 persen dan ditutup signal bearish, dibawah suport pertama di 13200.
Kondisi ini sangatlah tidak menguntungkan karena kemarin, IHSG juga ditutup dengan signal bearish, setelah gagal bertahan diatas suport 4232 – 4333.  Meskipun semenjak pagi aliran dana asing yang masuk ke bursa terlihat sedemikian kuat, melanjutkan aksi beli yang sudah mulai dilakukan pada hari Rabu, akan tetapi, tekanan jual yang sangat kuat pada saham UNVR, telah berhasil memancing pemodal untuk melakukan aksi profit taking pada counter-counter saham yang lain, sehingga IHSG akhirnya ditutup dibawah suport tersebut.  
IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak flat-turun dengan kisaran utama diantara level 4300-4340.  Jika suport di 4300 gagal bertahan, kisaran suport 4250 – 4275 akan menjadi suport kedua.  Potensi koreksi hingga kisaran gap 4103 – 4126 hanya terbuka jika suport 4250 gagal bertahan.
Sentimen negatif dari kenaikan setoran royalti pada perusahaan induk yang dilakukan oleh manajemen UNVR, telah membuat harga saham ini tertekan hebat.  Dalam dua hari terakhir (Rabu-Kamis), kami juga mengamati data pada konsensus analis di Bloomberg, dimana terdapat setidaknya 5 sekuritas yang menerbitkan laporan baru tentang emiten ini, dengan target rata-rata di sekitar level 19250.  Melihat koreksi yang terjadi, posisi-posisi spekulatif memang menarik dilakukan ketika harga sudah mencapai suport di 19500, dengan mengharapkan adanya dead cat bounce dalam waktu dekat.  Akan tetapi, pemodal juga sebaiknya extra hati-hati jika ternyata tekanan jual pemodal asing masih terjadi dengan hebat.

Global Outlook
S
aham Asia terkoreksi hari ini, mengikuti arah global, karena kecemasan para politisi AS masih belum mencapai kesepakatan untuk mencegah jurang fiskal, padahal mendekati akhir tahun.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang koreksi 0,2% setelah menyentuh level tertinggi dalam 16 bulan terakhir sejak 5 Desember sampai kemarin. Rally tujuh hari saham global terhenti dan harga komoditas berjatuhan kemarin setelah negosiasi anggaran AS menemui jalan buntu lagi.  Wall Street tumbang, dengan indeks Dow Jones melemah 0,54%, karena kekhawatiran soal jurang fiskal, meski ada data ekonomi AS yang bagus.
Presiden Obama dan Ketua Kongres John Boehner bertemu semalam untuk membicarakan masalah jurang fiskal, namun masih belum ada titik temu. Minimnya perkembangan berarti dalam negosiasi mencegah jurang fiskal membuat pasar semakin resah karena tenggat waktu akhir tahun semakin dekat. Bila gagal dicegah, kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis akan diberlakukan pada 1 Januari nanti.
Efek stimulus the Fed ke sentimen pasar ternyata tidak lama, karena fokus langsung tertuju kembali ke isu jurang fiskal. Apalagi Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan kebijakan moneter belum tentu cukup untuk memitigasi dampak jurang fiskal ke ekonomi.  Isu jurang fiskal akan terus membayangi pasar kecuali kesepakatan tercapai, tapi banyak kalangan masih ragu itu bisa terjadi sebelum Natal.
Selain itu, beberapa indeks sudah mencapai titik jenuh beli, dan berita negatif berpotensi dijadikan alas an untuk profit taking.  Di Jepang, indeks Nikkei, yang menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, dibuka negatif menyusul hasil survei Tankan yang lebih buruk dari prediksi. Indeks sentimen perusahaan besar Jepang itu turun ke -10 di kuartal keempat dari -3 di kuartal sebelumnya, prediksi -9. Tapi data ini dapat memperkuat ekspektasi BOJ harus melonggarkan kebijakannya dalam pertemuan minggu depan.
Sembari menantikan perkembangan soal negosiasi anggaran AS, pasar akan disuguhi beberapa data, seperti inflasi dan ketenagakerjaan dari Eropa, serta inflasi dan produksi industrial di AS. 


Review IHSG
S
etelah  menguat dalam empat  hari berturut-turut , Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi. Pada penutupan perdagangan, Kamis (13/12/2012), IHSG melemah 17,339 poin (0,40%) ke level 4.320,189.
Kenaikan Indeks yang terjadi dalam emapt hari berturut-turut itu membuat investor tergiur untuk melakukan aksi profit taking. Adapun saham-saham blue chip, khususnya di sektor konsumer masih menjadi target profit taking tersebut. Saham Unilver (UNVR)menjadi bulan-bulanan aksi jual menyusul berita yang menyebutkan bahwa induk perusahaan ini menginginkan adanya penambahan royalty. Saham tersebut anjlok hingga 12% lebih.
Meski marak dengan aksi jual, posisi investor asing justru mencatakan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 648,62 miliar di seluruh pasar. Sebanyak enam sektor memerah, dipimpin oleh sektor konsumer yang turun sebesar 3,97%. Sedangkan sektor pertambangan menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikannya sebesar 1,90%.
Saham-saham yang diantaranya Delta Jakarta (DLTA), Indocement (INTP), United Tractor (UNTR), dan Harum Energy (HRUM).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Unilever (UNVR), Bukit Asam (PTBA), Mayora (MYOR), dan Gudang Garam (GGRM).

Ulasan Teknikal
IHSG

C
andlestick mulai menunjukkan sinyal negatif, namun beberapa indikator lainnya masih mendukung pola uptrend. Hal ini terlihat dari MA 10 yang bergerak uptrend serta stochastic yang masih bullish cross over. Untuk itu, kami masih melihat adanya potensi penguatan bagi untuk kembali menguji resistance di  4.337, dimana jika kembali ditembus, penguatan bisa berlanjut menuju area 4.366 – 4.381. Sedangkan sinyal bearish bisa didapat jika IHSG ditutup di bawah 4.300. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.337.
R3    4374
R2    4355
R1    4338
    
Pivot    4319
    
S1    4301
S2    4282
S3    4265

Stock Pick
HRUM

H
RUM telah mengakhiri trend bearish jangka pendeknya dengan ditembusnya resistance 5.550. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh MA 10 yang mulai bergerak uptrend. Candlestick yang membentuk pola white opening marubozu turut mengkonfirmasih pola reversal tersebut. Namun, penguatan tajam yang sudah berlangsung dalam 2 hari terakhir  ini membuat indikator RSI dan stochastic memasuki area overbought. Hal ini kemungkinan akan membatasi kenaikan HRUM, terlebih harga kini mulai mendekati resistance di 6.000.
Rekomendasi     : Trading Buy@5.700, stop loss 5.500, target 6.000
Support                : 5.700, 5.550
Resistance          : 6.000, 6.350

ADRO

T
rend bearish jangka pendek ADRO telah berakhir ketika terjadi penembusan resistance 1.430. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh MA 10 yang juga sudah bergerak uptrend. Namun, saat ini ini harga masih tertahan di area reistance 1.610. Beberapa indikator pun mulai menunjukkan sinyal overbought. Untuk itu, koreksi kemungkinan bisa terjadi sebelum ADRO melanjutkan  penguatannya. Adapun target jika harga mampu bertahan di atas resistance 1.610 berada di area 1.800 – 1.900.
Rekomendasi     : Hold
Support                : 1.560, 1.500
Resistance          : 1.720, 1.800

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-akhir-pekan-flat-turun-di-kisaran-4300-4340.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-akhir-pekan-flat-turun-di-kisaran-4300-4340.html

Tanggal December 14, 2012 / 10:18 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Yen masih dalam kondisi bearish hari ini menjelang  pemilu Jepang dan di tengah ekspektasi BOJ akan meluncurkan stimulus agresif minggu depan untuk membantu ekonomi Jepang yang lesu.
Tekanan ke yen masih besar setelah hasil survei Tankan yang lebih buruk dari prediksi. Indeks sentimen perusahaan besar Jepang itu turun ke -10 di kuartal keempat dari -3 di kuartal sebelumnya, prediksi -9. Data ini menjadi bukti bahwa ekonomi Jepang terkena dampak perlambatan global, dan memperkuat ekspektasi BOJ harus melonggarkan kebijakannya dalam pertemuan minggu depan.
Menurut analis, yen berpotensi terus melemah memasuki tahun depan. Yen memang harus melemah karena ekonomi Jepang membutuhkannya. Namun minimnya upaya pemerintah untuk melemahkannya dan kebijakan yang kurang agresif membuat hal itu (pelemahan yen) sulit terjadi. Yen benar-benar dalam tren kejatuhan setelah ada proyeksi kubu oposisi bakal menang pemilu nanti.
Isu stimulus moneter ini semakin santer menjelang pemilu Jepang, yang akan digelar Minggu nanti.  Pemilu itu diperkirakan akan dimenangkan oleh tokoh oposisi Shinzo abe,  pemimpin Partai Demokratik Liberal (LDP) yang merupakan tokoh paling vokal agar BOJ melonggarkan kebijakannya secara agresif untuk mengatasi deflasi dan resesi. Abe juga menyarankan BOJ perlu menerapkan stimulus tak terbatas dan mempertimbangkan memangkas bunga simpanan menjadi ke nol atau negatif, dalam rangka mendorong perkreditan.
Setelah pemilu, BOJ akan menggelar rapat pada 19-20 Desember. Ekspektasi bakal ada stimulus begitu kuat. Namun  bila BOJ tidak mengumumkan sesuatu yang baru, atau ternyata jumlah stimulusnya dianggap kecil , pasar akan menghukum yen menguat dan saham melemah. Memang banyak pengamat yang tidak menutup kemungkinan BOJ menunda stimulus sampai pemerintahan baru terbentuk.
Yen berada di 83,70 per dollar, terendah sejak Maret lalu. Kejatuhan yen mungkin bisa tertekan menjelang pemilu, mengingat sudah mencapai dalam kondisi jenuh jual. Target selanjutnya ada di level psikologis 84. Bila ditembus akan mencoba ke 84,40. Namun perlu diperhatikan juga indikator seperti RSI (14) yang berada di 76, di atas titik overbought 70. 
Dollar stabil terhadap rival lainnya, dengan indeksnya berada di 79,92, setelah tumbang ke 79,70 kemarin. Meski terkena efek pengumuman stimulus baru dari the Fed, dollar mendapat dorongan dari isu jurang fiskal. Kegundahan karena tidak adanya perkembangan berarti dalam negosiasi anggaran AS bisa dijadikan alasan untuk beralih ke safe haven. Sembari menantikan perkembangan soal negosiasi anggaran AS, pasar akan disuguhi beberapa data, seperti inflasi dan ketenagakerjaan dari Eropa, serta inflasi dan produksi industrial di AS.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/yen-masih-bearish-jelang-pemilu-jepang.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/yen-masih-bearish-jelang-pemilu-jepang.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha