Search Results : isu isu moneter

Strategydesk – Rupiah melemah hari ini menyusul apresiasi dollar yang dipicu oleh prospek kenaikan suku bunga the Fed. Rupiah juga melemah pasca keputusan BI mempertahankan suku bunganya di 7,5%.

Rupiah 2Dollar menguat terhadap major currencies setelah kesepakatan Yunani mengurangi kekhawatiran pasar akan ancaman Grexit. Perkembangan ini membuat pasar lega karena mengurangi kemungkinan Yunani harus keluar dari zona euro, prospek yang dapat menimbulkan ketidakpastian tinggi. Dengan berkurangnya Grexit, pasar kini kembali terfokus ke isu ekonomi dan kebijakan moneter.

Membaiknya sentimen menyusul kesepakatan menyebabkan perhatian pasar kembali ke perbedaan kinerja ekonomi dan prospek kebijakan moneter antara AS dan Eropa. Pernyataan dua pejabat the Fed, yaitu Janet Yellen dan Eric Rosengren, menjaga ekspektasi bakal ada kenaikan suku bunga September nanti. Yellen mengatakan pihaknya masih berpeluang menaikkan rate tahun ini. Sedangkan Rosengren mengatakan September adalah waktu yang tepat untuk menaikkan rate bila ekonomi AS terus membaik.

Rupiah juga melemah setelah BI mempertahankan suku bunganya di 7,5%. Dalam catatan BI, rupiah melemah 1,28% selama Juni. Menurutnya, ada berbagai faktor yang menyebabkan depresiasi rupiah, baik dari luar maupun dari dalam. Faktor eksternal adalah isu kenaikan suku bunga the Fed dan kekhawatiran soal Yunani. Dari dalam adalah permintaan valuta asing yang tinggi untuk pembayaran utang dan dividen di kuartal kedua.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,31% ke Rp13.339 per dollar, setelah bergerak dalam range Rp13.305-13.351. Untuk besok, rupiah kemungkinan masih bergerak dalam kisaran Rp13.300-13.400.

http://www.strategydesk.co.id/2015/07/isu-rate-the-fed-tekan-rupiah/

Strategydesk – Rupiah berhasil mencatat penguatan hari ini didukung oleh lelang Surat Utang Negara (SUN) yang kembali mendapat animo besar dari investor. Namun, tren rupiah tetap sama karena belum ada perubahan fundamental.

Rupiah 2Dalam lelang hari ini, pemerintah menjual obligasi hingga Rp15 triliun, di atas target Rp10 triliun. SUN dengan tenor 11 tahun dijual dengan imbal hasil rata-rata 8,118%. Sedangkan surat utang jangka pendek, yaitu tenor 3 bulan, ber-yield rata-rata 6,202%. Total penawaran atau bid mencapai Rp26,42 triliun, lebih rendah dari lelang sebelumnya pada 23 Juni yang mencapai Rp40 triliun.

Pemerintah RI telah melelang obligasi rupiah konvensional dan sukuk dengan total nilai Rp181,135 triliun selama kuartal pertama dan kedua. Sejauh ini, hasil lelang obligasi RI cukup memuaskan dan masalah Yunani belum mempengaruhi permintaan. Untuk lelang di kuartal ketiga, pemerintah mentargetkan Rp63 triliun.

Namun efek lelang SUN biasanya tidak lama, karena pasar masih terfokus dengan isu yang lebih mengkhawatirkan. Masalah Yunani masih membayangi sentimen pasar. Meski belum ada kejadian mengguncangkan lagi selain hasil referendum, pasar diliputi ketidakpastian, yang biasa memicu permintaan safe haven. Dalam kondisi risk aversion, mata uang seperti rupiah biasanya menjadi korban. Apalagi kondisi fundamental ekonomi RI belum menunjukkan perkembangan berarti. Dengan ruang kebijakan moneter yang sudah sangat sempit, kebijakan fiskal menjadi andalan untuk bisa mengubah keadaan. Pasar menunggu realisasi program pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 0,13% ke Rp13.330 per dollar, dengan sempat menyentuh Rp13.281 dan melemah sampai Rp13.332. Untuk besok, rupiah diperkirakan masih bergerak dalam rentang Rp13.300-13.400.

http://www.strategydesk.co.id/2015/07/berkat-sun-rupiah-berhasil-rebound/

Jakarta, Strategydesk – Dollar mencatat penguatan kemarin didorong oleh data penjualan ritel AS yang mendukung prospek kenaikan suku bunga the Fed. Sedangkan euro jatuh karena kandasnya lagi negosiasi utang Yunani.

Pembelanjaan ritel tumbuh 1,2% selama Mei, data dari Departemen Perdagangan semalam. Selain itu, angka April direvisi jadi naik 0,2% setelah sebelummnya dilaporkan stagnan. Angka terbaru itu sedikit di atas prediksi 1,1%. Data ini menyusul laporan ketenagakerjaan AS yang menambah kepercayaan mengenai prospek ekonomi dan kebijakan moneter the Fed.

Data itu memberi dorongan ke dollar, yang sempat tertekan minggu ini. Data lainnya semalam adalah initial jobless claims, yang memperlihatkan kenaikan tapi masih tetap berada di zona  terkait dengan sehatnya pertumbuhan lapangan kerja. Untuk nanti malam, ada data sentimen konsumen AS yang diperkirakan naik ke 91,4 di Juni dari 90,7 di Mei.

Setelah reli lebih dari 25% sejak awal Juli 2014, momentum penguatan dollar terhenti di Maret. Setelah itu pergerakannya lebih cenderung fluktuatif, di saat pasar mengevaluasi kinerja ekonomi AS dan prospek kebijakan moneter the Fed. Untuk sisa minggu ini, dollar kemungkinan masih fluktuatif menjelang rapat reguler the Fed minggu depan.

Indeks dollar berada di 95,00 dalam perdagangan di Asia hari ini setelah menguat 0,4% kemarin. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 123,45 setelah reli 1% kemarin. Dollar mencatat kejatuhan harian terbesarnya dalam enam bulan atas yen Rabu lalu.

Sementar itu, euro tertekan akibat pembicaraan antara Yunani dan kreditor kembali tak menghasilkan apapun. Pejabat IMF mengakhiri negosiasi karena kurangnya progress. Jubir IMF Gerry Rice mengatakan ada beberapa masalah soal pension, pajak dan pembiayaan. Yunani mengakui memang masih ada perselisihan dengan kreditor mengenai beberapa isu penting. Masalahnya, program bailout Yunani habis masa berlakunya akhir bulan ini dan Athena tidak akan bisa membayar utang jatuh tempo bulan ini tanpa ada kucuran dana dari kreditor.

Euro diperdagangkan di $1,1246 setelah melemah 0,3% kemarin. Posisi ini semakin mendekati support $1,1230, bila ditembus membuka jalan menuju $1,1200-1,1170. Ke atas, bila berhasil ditutup di atas $1,1350, target selanjutnya adalah $1,1400-1,1450.

Rekomendasi
EUR-USD
EUR SIGNAL 12-06-15

USD-JPY
JPY SIGNAL 12-06-15

GBP-USD
GBP SIGNAL 12-06-15

USD-CHF
CHF SIGNAL 12-06-15

AUD-USD
AUD SIGNAL 12-06-15

 

 

 

 

http://www.strategydesk.co.id/2015/06/dollar-melaju-berkat-data-ritel-as/

Strategydesk – Rupiah berhasil rebound hari ini meski terjadi penguatan dollar terhadap beberapa mata uang dunia dan data cadangan devisa RI yang memperlihatkan penurunan.

RupiahDollar berhasil meraih kembali level sebelum payroll meski tanpa dukungan data, pertanda posisi dollar masih didukung oleh keunggulan prospek kebijakan moneter the Fed. Dollar juga menguat menjelang FOMC Minutes, yang diharapkan dapat memberi gambaran mengenai prospek kebijakan the Fed.

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa cadangan devisa sampai Maret 2015 sebesar $111,6 miliar pada akhir Maret 2015, turun $3,9 miliar dari akhir Februari.  Berkurangnya cadangan ini karena BI melakukan intervensi untuk mengendalikan  nilai tukar rupiah dan digunakan untuk membayar utang luar negeri pemerintah.

Meski turun, cadangan devisa RI masih dianggap sehat, bisa untuk membiayai impor selama 7 bulan. Selain itu, invertensi dianggap sebagai bentuk bahwa BI tetap menjaga nilai tukar, memberi sentimen positif untuk rupiah. Ditambah lagi dengan masih mengalirnya dana asing ke pasar obligasi, mencerminkan kepercayaan pada prospek ekonomi RI.

Dalam perdagangan Rabu, rupiah menguat 34 poin menjadi Rp12.953 per dollar.  Rupiah masih punya ruang untuk melanjutkan penguatannya, tapi sulit bila dollar terangkat kembali oleh isu rate. Untuk perdagangan Kamis, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp12.900-13.000.

Sementara itu, IHSG terkoreksi hari ini menyusul aksi ambil untung dari penguatan tajam kemarin. IHSG ditutup melemah 36,70 poin, atau 0,66%, di 5.486,58. Namun, pemain asing masih melakukan pembelian aktif, mencapai Rp258 miliar. Total pembelian asing selama tahun ini sudah mencapai Rp7,4 triliun, bukti bursa saham RI masih menjadi primadona.

http://www.strategydesk.co.id/2015/04/giliran-rupiah-menguat-ihsg-koreksi/

Strategydesk – China dan Jepang melaporkan data ekonomi yang di bawah harapan kemarin, menambah desakan ke para pemimpin kedua negara untuk menambah stimulus.

Japan EconomyDua survei manufaktur China menunjukkan angka rendah dan perusahaan memangkas tenaga kerja. Indeks PMI manufaktur versi pemerintah dan HSBC menyimpulkan aktivitas manufaktur masih lesu. Di Jepang, hasil survei Tankan dari BOJ menemukan perusahaan pesimis dengan prospek bisnis ke depan dan berencana mengurangi investasi. 2/3 dari 11 ribu perusahaan yang disurvei memperkirakan kondisi bisnis bakal memburuk.

Berkurangnya lapangan kerja di sektor manufaktur China menambah tantangan untuk para pemimpin yang ingin menggapai pertumbuhan berkesinambungan berdasarkan konsumsi domestik dan mencegah lonjakan pengangguran. Beijing sudah memangkas suku bunga dua kali sejak Nopember tahun lalu, namun masih menghindari stimulus skala besar mengingat dapat merusak upayanya mengurangi ketergantungan pada investasi.

Pertumbuhan ekonomi China melambat ke 7,3% di kuartal keempat tahun lalu, bahkan diperkirakan kuartal pertama tahun ini semakin melambat.  Perdana Menteri Li Keqiang menetapkan target pertumbuhan tahun ini hanya 7%, namun ia siap mengeluarkan stimulus bila pengangguran bertambah. Gubernur PBOC Zhou Xiaochuan belum lama mengatakan pihaknya siap melonggarkan kebijakannya lagi, yang diperkirakan berbentuk pemangkasan suku bunga atau Giro Wajib Minimum (GWM), bila inflasi terus turun.

Berbeda dengan China, para pejabat Jepang belum terlihat ada tanda-tanda mau menambah stimulus. Media setempat berspekulasi adanya friksi antara bank sentral dan pemerintahan Shinzo Abe soal stimulus. Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengatakan ekonomi masih dalam jalur pemulihan dan inflasi bisa naik lagi ketika harga minyak stabil kembali.

Sebaliknya pemerintah mengimbau BOJ untuk mengeluarkannya stimulus  moneter lagi, mengingat ruang fiskal sudah sempit.  Bahkan Abe mempertimbangkan menaikkan pajak untuk orang kaya, sebagai kompensasi atas dibatalkannya kenaikan pajak penjualan tahap kedua.

http://www.strategydesk.co.id/2015/04/data-suram-china-jepang-tegaskan-perlunya-stimulus/

Strategydesk – Saham Asia berakhir variatif hari ini akibat masalah bailout Yunani dan data inflasi China yang menimbulkan kekhawatiran akan ancaman perlambatan.

Asian stocks 2Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengatakan pemerintah tidak akan meminta perpanjangan program bailout dan berencana membatalkan program penghematan. Di China, Inflasi naik 0,8% selama Januari dari tahun lalu, terendah dalam lima tahun, mengindikasikan ekonomi sedang melambat.

Dj Jepang, indeks Nikkei berakhir di zona merah hari ini di tengah mencuatnya kekhawatiran soal Yunani, yang menolak memperpanjang program bailout. Tapi Nissan berhasil menarik minat beli dengan proyeksinya yang cerah. Indeks Nikkei ditutup melemah 0,3% ke 17.652,68.

Di Korsel, indeks Kospi juga tertekan oleh isu Yunani, yang menggerus. Kekisruhan soal program bailout-nya menimbulkan kecemasan akan keluarnya negara itu dari zona euro. Selain itu,  data inflasi China turut menekan sentimen. Dua saham unggulan, yaitu Samsung Electronics dan Hyundai Motor tergelincir. Indeks Kospi melemah 0,57% ke 1.935,86.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng berhasil menghapus kejatuhan dan berakhir flat hari ini, berkat penguatan saham China. Bursa sahm daratan terangkat oleh ekspektasi Beijing akan meluncurkan stimulus baru untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Menurut analis, data ekonomi buruk selama dua hari terakhir menambah prospek tambahan  stimulus moneter dari bank sentral. Indeks Hang Seng ditutup flat di 24.528,10.

http://www.strategydesk.co.id/2015/02/saham-asia-tertekan-yunani-data-china/

Strategydesk – Presiden ECB Mario Draghi mungkin telah menemukan alat kebijakan moneter baru, yaitu Quantitattive Easing (QE) verbal.

DraghiDengan kata-kata yang lugas, Draghi mengumumkan pesan kuat bahwa kebijakan agresif sedang dirancang, yang nantinya berbentuk program pembelian obligasi skala besar. “Dewan Gubernur secara bulat berkomitmen menggunakan instrumen non konvensional dalam mandatnya,” katanya pasca rapat reguler semalam.

Dua tahun lalu, Draghi berhasil mengubah keadaan dengan hanya berjanji melakukan apapun (whatever it takes) untuk menyelamatkan blok mata uang. Kini, ia kembali memberi angin segar ke pasar dengan janji resep ekonomi yang mujarab. Pertanyaannya, sampai kapan Draghi mampu menyenangkan pasar hanya dengan retorika? Sejauh ini, pada dasarnya pasar hanya disuguhi dengan wacana.

Kalaupun pasar tetap tenang, permasalahannya adalah apakah ECB mampu mencegah deflasi yang mengancam ekonomi. Draghi tidak memberi kejelasan mengenai bagaimana ECB menyuntikkan stimulus ke ekonomi. Program pembelian obligasi besar, seperti yang dijalankan the Fed selama enam tahun, menghadapi tantangan legal dan politik.

Dengan kata lain, program ini mendapat penolakan keras dari politisi, terutama Jerman. Pasalnya. ada kekhawatiran program itu sama saja pengalihan uang dari negara kaya ke negara miskin. Banyak orang Jerman takut harus menanggung beban bila beberapa negara nantinya default pada obligasi yang dibeli ECB. Mantan ketua the Fed Ben Bernanke pun mengatakan unsur politis, bukan ekonomi, yang menyebabkan program QE sampai saat ini sulit dilaksanakan oleh ECB.

Dalam konferensi pers semalam, Draghi memang secara tegas mengatakan neraca ECB akan terus bertambah. Ia pun mengungkapkan neraca bisa mencapai 3 triliun euro dalam dua tahun. Dengan saat ini neraca sudah 2 triliun euro, berarti bakal ada penyuntikan likuiditas sebesar 1 triliun euro.

Ini bisa dibilang sinyal terjelas dari Draghi akan kemungkinan kebijakan agresif. Untuk melihat buktinya, pasar harus menunggu satu bulan lagi, yaitu dalam rapat reguler bulan depan. Beberapa pengamat memang memperkirakan QE a la ECB mungkin diluncurkan Desember nanti. Mungkinkah nanti Draghi akhirnya membuat gebrakan? Sepertinya harus, karena bila janji lagi, maka bisa hancur kredibilitasnya.

http://www.strategydesk.co.id/2014/11/untuk-draghi-retorika-masih-jadi-senjata-utama/

Tanggal April 10, 2013 / 4:14 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Fokus utama pasar hari ini adalah FOMC Minutes, yang dapat menentukan arah dollar selanjutnya. Eskpektasi yang berlaku di pasar saat ini adalah isi minutes itu tetap dovish.
Pasar ingin mengetahui pandangan para anggota terkait ekonomi AS dan kebijakan moneter, termasuk stimulus atau program pembelian aset yang sedang berjalan. Meski the Fed sudah menyatakan program pembelian aset $85 per bulan terus dilakukan sampai tingkat pengangguran turun ke 6,5%, pasar ingin melihat apakah ada pembahasan soal mempersingkat waktu atau mengurangi jumlahnya.
Dalam pidato kemarin, Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pemulihan ekonomi masih panjang. Menurutnya, meski lebih kuat dibandingkan empat tahun lalu, kondisi ekonomi masih jauh di bawah standar. Ini tentu menjadi penguat the Fed belum berendah mengubah kebijakannya dalam waktu dekat.
Pasar ingin mengetahui mana yang lebih kuat, kubu yang ingin stimulus lanjut, atau kubu yang khawatir dengan dampaknya. Kalau isi minutes itu dovish, akan melengkapi data ekonomi AS untuk menegaskan stimulus moneter masih dibutuhkan. Tapi ada prediksi dari pasar bahwa suara dovish akan lebih besar dari yang hawkish, meski sinyal beragam dari para pejabatnya. 

EUR-USD
S
empat menyentuh $1,3102 kemarin, level tertinggi dalam 3,5 minggu, EUR-USD belum banyak gerak hari ini dan terjebak di $1,3080/90. Level $1,31 masih berperan sebagai resistance.  Posisi euro saat ini sedang menuju 38,2% retracement kejatuhan 1 Februari-4 April di $1,3108. Namun, untuk bisa ke 50% di $1,3223, euro harus ditutup di atas $1,3184 dulu.

Rekomendasi harian :
Peluang untuk buy pada EUR-USD di 1.3061 dengan target take profit 1.3168, dimana stop loss 1.3031. Buy 1.2970 dengan target take profit 1.3077, dimana stop loss 1.2939.

Sell 1.3183 dengan target take profit 1.3107, dimana stop loss bila penutupan diatas 1.3183.


USD-JPY
M
eski mengalami sedikit koreksi, USD-JPY tetap berpeluang menembus level 100. Posisinya kini berada di 99,10, setelah menyentuh 99,24. Dengan jaminan dari pejabat Jepang bahwa stimulus tidak akan berdampak buruk, potensi penguatan lanjutan tetap terbuka. Tapi perlu diwaspadai ketika berhasil menembus level 100, bisa dijadikan momentum untuk koreksi dulu.  Tapi isu FOMC minutes yang dovish bisa menjegal lajunya, atau paling tidak membuatnya tertahan di kisaran 99.

Rekomendasi harian :
Buy untuk USD-JPY di 98.88 dengan target take profit 99.90, dimana stop loss penutupan di bawah 98.52. Buy break 100.00 dengan target take profit 100.68, dimana stop loss penutupan di bawah 100.00.

Sell break 98.43 dengan target take profit 97.56 dimana stop loss 98.80. Sell 100.78 dengan target take profit 100.20, dimana stop loss 100.97.

GBP-USD
G
BP-USD masih berkonsolidasi di kisaran $1,53, upayanya untuk menanjak tertahan di $1,5340. Berdasarakn grafik, pair ini sedang dalam fase penyesuaian harga setelah jatuh ke level terendah dalam 2,5 tahun pertengahan bulan lalu. Tapi, karena minimnya katalis dari Inggris sendiri, pergerakannya tersendat. Pair ini sedang mendekati 38,2% retracement kejatuhan 1 Februari-12 Maret di $1,5411.

Rekomendasi harian :
Buy break GBP-USD 1.5343, dengan target take profit 1.5441, dimana stop loss 1.5319. Buy 1.5258 dengan target take profit 1.5365, dimana stop loss 1.5212.

Sell 1.5450 dengan target take profit 1.5373, dimana stop loss 1.5486. Sell break 1.5197 dengan take profit 1.5136, dimana stop loss 1.5228.

USD CHF
U
SD-CHF jatuh ke bawah 0,9300 hari ini, kejatuhan berlanjut. Bahkan sempat jatuh ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Pelemahan  pair ini disebabkan oleh pandangan di pasar bahwa the Fed belum mengubah kebijakannya dalam waktu dekat. Kondisi bearish masih menyelimuti pair ini, kunci ada di FOMC Minutes, bila menegaskan tetap perlu stimulus, pelemaham bisa berlanjut., dengan target terdekat di 0,9277.

Rekomendasi harian :
Sell break USD-CHF 0.9306 dengan target take profit 0.9246, dimana stop loss 0.9323. Sell 0.9338 dengan target take profit 0.9277, dimana stop loss 0.9355.

Buy 0.9239 dengan target take profit 0.9292 dimana stop loss 0.9216.

AUD-USD
A
UD-USD berhasil menyentuh level tertinggi dalam 3,5 bulan di $1,0515 berkat data perdagangan China yang menunjukkan impor tumbuh pesat, ini dianggap bagus untuk prospek perdagangan Australia.  Kondisi pair ini masih bullish dan bila ditutup di atas $1,05, target selanjutnya adalah $1,0530-50. Dengan belum adanya indikator yang menunjukkan kondisi overbought, peluang ke sana terbuka.

Rekomendasi harian :
Buy break 1.0508 dengan target take profit 1.0567, dimana stop loss 1.0475. Buy 1.0452 dengan target take profit 1.0513, dimana stop loss 1.0421.

Sell 1.0574 dengan target take profit 1.0521, dimana stop loss 1.0597.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-10-april-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-10-april-2013.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

Tanggal February 22, 2013 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Nathanael Rothschild kalah dalam usahanya untuk kembali merebut tampuk pimpinan dari BUMI Plc. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi dari pasar. Jika secara teknikal, posisi harga saham BUMI kemarin memang tidak terlalu bagus, karena ditutup dibawah suport 970 telah membuka potensi koreksi hingga 850. Akan tetapi, bisa saja euphoria pasar menyambut voting tadi malam bisa mengangkat harga saham ini. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength untuk saham BUMI karena apapun hasil dari voting, sepertinya hanya bakal memberikan pengaruh yang kecil pada kinerja fundamental perusahaan.
Sentimen pasar diperkirakan masih akan sepi, karena indeks Dow Jones Industrial semalam hanya turun tipis
-46.92 poin (-0.34%) dan ditutup di level 13,880.62. Meski hanya tipis, penutupan ini adalah sebuah signal negatif, karena penutupan DJI dibawah suport di level 13900.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran sempit 4610-4660. Trend naik IHSG sangat bergantung dari kelanjutan aliran dana asing yang selama ini masih terus masuk ke bursa.  Penutupan dibawah 4610 akan menjadi mengakhiri trend naik IHSG.

Global Outlook
S
aham Asia masih bergerak negatif hari ini, melanjutkan kejatuhan kemarin menyusul data ekonomi Eropa dan AS yang mengecewakan. Selain itu, isu pengetatan moneter dan properti di China juga menekan sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah  0,3% ke 133,13 di Tokyo, setelah anjlok 1,5% kemarin.  Indeks Nikkei turun 1,0% karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan Eropa. Indeks Kospi dibuka merosot 0,4% dan indeks Hang Seng melemah 0,8%. Wall Street juga jatuh, dengan indeks Dow Jones melorot 0,34%. Saham global bertumbangan kemarin setelah sentimen pasar digoyang oleh isu hedge fund melepas posisi di komoditas dan kekhawatiran the Fed bakal mengurangi stimulusnya.
Sentimen semakin tertekan setelah data ekonomi Eropa ternyata tidak menunjukkan perbaikan. Indeks manufaktur zona euro ternyata turun ke 47,3 di Februari dari 48,6 di Januari. Di AS, data ekonomi terlihat beragam, initial jobless claims mencatat kenaikan dan indeks manufaktur Midwest (Philadelphia Fed) semakin anjlok. Hanya existing home sales yang mencatat kenaikan.
Bank Sentral China diberitakan menyerap likuiditas dalam jumlah substansial selama minggu ini dan ada rencana untuk memperketat sektor properti agar meredam laju harga. Pasar keuangan sepertinya dalam fase transisi, setelah mencatat reli di awal tahun, kini waktunya penyesuaian dengan adanya berita buruk dan data yang memperlihatkan realitas terkini.  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu Presiden Obama di Washington hari ini, yang dicermati pasar karena ada pengaruhnya pada ekonomi Jepang.
Sentimen terhadap Eropa juga negatif karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia akhir pekan ini. Ada kekhawatiran Silvio Berlusconi memimpin lagi dan merusak upaya konsolidasi fiskal yang dirintis pemerintahan saat ini. Pasar menunggu data PDB dan sentimen bisnis Jerman yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tirpis sebesar 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404 pada penutupan perdagangan Kamis (21/02/2013).
Sempat mencatata rekor intraday di 4.651,128, namun gempuran aksi profit taking investor akhirnya menyeret IHSG ke zona merah . Sementara asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 824,81 miliar di seluruh pasar.
Sementara itu, mayoritas bursa regional memerah mengekor bursa Wall Street setelah adanya perdebatan mengenai penghentian stimulus The Fed. Koreksi dari bursa regional ini kemudian membebani kinerja bursa lokal.
Sebanyak enam sektor melemah. Penurunan terbesar dialami sektor pertambangan yang minus 1,22%. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penguatan paling besar yaitu 0,81%.
Saham-saham yang di antaranya Lionmesh (LMSH), Lion Metal (LION), Elang Mahkota (EMTK), dan Indosprings (INDS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), Centris (CMPP), dan Bukit Asam (PTBA).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
elum ada perubahan trend, IHSG masih tetap bullish meski kemarin terkoreksi. IHSG juga masih mampu bertahan di atas support 4.610, artinya trend jangka pendek masih bullish karena belum adanya support yang ditembus. Kondisi ini kemudian didukung oleh MA 10 yang juga masih uptrend. Memang, indikator stochastic dan RSI sudah overbought, namun tetap saja selama support bertahan, IHSG masih tetap akan bullish dengan resistance terdekatnya saat ini di 4.660. Sementara sinyal negatif baru akan terbentuk jika IHSG turun di bawah support 4.615. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.615 – 4.660

R3    4,692
R2    4,674
R1    4,653
   
Pivot    4,635
   
S1    4,615
S2    4,597
S3    4,576

Stock Pick
HEXA

T
rend bearish, namun indikator RSI serta stochastic sudah oversold. Kondisi ini memungkinkan adanya rebound. Candlestick yang membentuk bullish harami setelah harga tertahan di area support 6.050 turut mendukung rebound tersebut. Resistance terdekat HEXA berada di 6.250. Jika ditembus, rebound bisa berlanjut menuju kisaran 6.500.
Rekomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 6.050, target 6.250
Support                : 6.050, 5.900
Resistance          : 6.250, 6.500

UNTR

H
arga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi bahwa trend jangka pendek UNTR sedang bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan downtrend . Saat ini harga masih tertahan di area support 18.900. Jika ditembus, maka penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 18.650 – 16.650.
Rekomendasi    : Sell
Support               : 18.900, 18.650
Resistance         : 19.350, 20.000

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/akhir-pekan-laju-ihsg-terbatas.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha