Search Results : inflasi di negara italia

Tanggal August 29, 2012 / 3:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Untuk data AS, Prelim Gross Domestic Product (GDP), kemungkinan naik dari 0,2% sampai dengan 1,7% dari kuartal terakhir. Sementara pada Prelim GDP Price Index tidak ada perubahan tetap 1,6%.
Pending Home Sales, naik dari -1.4% pada bulan Juli sampai dengan 1,1% sekarang.
Crude Oil Inventories, 5.4M sama dengan laporan bulan lalu.
Beige Book yang diterbitkan 8 kali per tahun, 2 minggu sebelum Federal Open Market Committee (FOMC) meeting.
Euro kembali kuat di pasar Asia pada hari Rabu, yang telah tersapu oleh gelombang tinggi dari short-covering, sementara Aussie terus tertekan  dalam sebulan ini di tengah kekhawatiran terus-menerus tentang pertumbuhan China.
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi terlalu sibuk untuk mempersiapkan pertemuan Jackson hole Jumat esok dan pasar berharap ia bisa mengumumkan kebijakan rencana lama yang ditunggu-tunggu dalam mengatasi krisis utang pada pertemuan ECB 6 September.
“Short Covering adalah katalis utama di balik pergerakan harga euro menargetkan $ 1,28 dan EURJPY menargetkan 101,63 ¥,” tulis analis di BNP Paribas.
Yang kedua juga datang dari Italia dan Spanyol pasar melihat biaya pinjaman mereka jatuh pada lelang obligasi pada hari Selasa lalu, sebuah tanda yang menggembirakan dan lebih menantang terutama untuk sesi lelang di Milan Esok.
Tapi apapun berita yang keluar di zona euro belum dapat membuat ‘risk appetite’ pasar berubah dalam asumsi jangka panjang untuk menentukan ekspektasi jangka panjangnya.

EUR-USD
G
erman Prelim Consumer Price Index (CPI) perubahan harga konsumen barang dan jasa, kemungkinan turun dari 0,2% dari 0,4% pada bulan Juli.
Antisipasi atau memang dampak stimulus dan pelemahan USD akan menjadi konfirmasi reversal jangka panjang untuk euro?
Secara teknikal sinyal untuk tren bullish ada di area 1.2727 dan konfirmasi ada di area 1.3100, secara fundamental zona euro sedang mempersiapkan instrumen untuk kembali mendorong laju ekonomi kawasan tersebut dan lepas dari krisis utang.
Jackson Hole dan ECB meeting 6 september dapat menjadi acuan dalam pergerakan euro dan sangat ditunggu oleh pasar.

Rekomendasi :
Buy            : 1.2494, 1.2460    Sell            : 1.2610, 1.2666
TP              : 1.2600                  TP              : 1.2444
Stoploss   : 1.2400                  Stoploss   : 1.2700

Resisten   : 1.2603, 1.2643
Support     : 1.2491, 1.2422
Range       : 1.2465 – 1.2615

GBP-USD
N
ationwide House Price Index (HPI), harga jual rumah berdasar pada hipotek Nationwide, diperkirakan naik dari -0,7% hingga 0,2% saat ini.
Apakah high di pekan lalu (1.5910) dapat dijadikan sinyal dalam penentuan reversal pergerakan pound?
Ya…..apabila ada closing weekly di atas area tersebut maka ekspektasi pergerakan bullish akan menargetkan sampai ke area 1.6161, dan sifatnya masih rentan akan isu negatif kawasan dan terms-nya masih sangat sempit.
Sebaliknya apabila dalam 2 pekan ini ada closing di bawah 1.5656 maka tekanan bearish masih mendominasi pergerakan pound.

Rekomendasi :
Buy            : 1.5757, 1.5730    Sell            : 1.5840, 1.5870
TP              : 1.5888                  TP              : 1.5690
Stoploss   : 1.5690                  Stoploss   : 1.5910

Resisten    : 1.5848, 1.5883
Support      : 1.5764, 1.5716
Range         : 1.5690 – 1.5850
 

AUD-USD
U
ntuk data Australia, Construction Work Done, indikator penting di sektor industri konstruksi yang mengukur semua inflasi nilai yang disesuaikan dengan proyek konstruksi yang telah selesai, diperkirakan turun dari 5,5% pada kuartal terakhir menjadi 1,1% saat ini.
‘A confluence of factors’ telah bersekongkol untuk menjatuhkan Aussie lebih rendah dalam beberapa hari terakhir termasuk perlambatan di China, yang merupakan pasar ekspor tunggal dan terbesar Australia, dan kekhawatiran tentang ekspektasi jangka panjang dari booming investasi negara pertambangan tersebut.
Secara teknikal area 1.0222 sangat krusial untuk pergerakan Aussie, tekanan bearish akan terus berlanjut apabila ada closing daily di area tersebut.
Sinyal pelemahan tersebut ada di area 1.0350, apabila minggu ini closing di bawah area tersebut maka target berikutnya ke area 1.0222 itu.
Secara umum memang pergerakan Hangseng dan isu fundamental ekonomi China masih mendominasi pergerakan Aussie……dan segala analisa sifatnya masih sangat sempit dalam ekspektasinya.

Rekomendasi :
Buy            : 1.0313, 1.0285    Sell            : 1.0380, 1.0410
TP              : 1.0424                  TP              : 1.0300
Stoploss   : 1.0260                  Stoploss   : 1.0475

Resisten   : 1.0385, 1.0407
Support     : 1.0340, 1.0318
Range        : 1.0280 – 1.0414 
 

USD-CHF
U
ntuk data Swiss, KOF Economic Barometer,  indeks komposit yang didasarkan pada 12 indikator keuangan, cenderung meningkat dari 1,43 poin pada bulan Juli menjadi 1,52 sekarang.
Situasi yang hampir sama berimbas pada pihak otoritas keuangan Swiss, seluruh perkembangan mengenai krisis di Eropa sangat berpengaruh pada pergerakan franc, karena franc menjadi salah satu penopang likuiditas dari euro.
Dan komitmen SNB dalam mempertahankan nilai franc terus dipegang dalam menjaga rally-nya.
Dan closing pekan ini dapat menjadi titik balik konfirmasi pelemahan franc dan melanjutkan korelasi pergerakannya dengan euro.

Rekomendasi :
Buy            : 0.9550, 0.9515    Sell            : 0.9595, 0.9630
TP              : 0.9616                  TP              : 0.9494
Stoploss   : 0.9470                  Stoploss   : 0.9688

Resisten   : 0.9611, 0.9666
Support     : 0.9524, 0.9494
Range        : 0.9515 – 0.9610
 

USD-JPY
U
ntuk data Jepang, Retail Sales, total nilai penjualan di tingkat ritel, turun dari 0,2% dari terakhir kali dihitung.
Pergerakan antisipatif atau memang Yen sangat sulit untuk lepas dari status ‘safe haven’ sebagai suatu alternatif resiko dari pergerakan mata uang utama lainnya.
Harga psikologis Yen sangat sulit untuk bertahan di atas area 79.00 sebelum ‘risk appetite’ pasar berubah terhadap krisis di Eropa dan “tanggapan” The Fed terhadap krisis tersebut serta konfirmasi akan stimulus yang akan disampaikan Bernanke pada pertemuan Jackson Hole Jumat pekan ini.

Rekomendasi :
Buy                : 78.30, 78.10     Sell            : 78.66, 78.90
TP                  : 79.78                 TP              : 78.10
Stoploss       : 77.77                 Stoploss   : 79.20

Resisten       : 78.70, 78.89
Support         : 78.38, 78.24
Range           : 78.08 – 78.90                                                                                 

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-29-agustus-2012.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-29-agustus-2012.html

Tanggal August 29, 2012 / 9:47 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro berhasil rebound kemarin berkat serangkaian faktor baru, termasuk berita mengenai batalnya Presiden ECB Mario Draghi hadir dalam pertemuan bank sentral dunia akhir pekan ini di AS.
Berita terbaru menyebutkan Presiden ECB Mario Draghi, karena alasan kesibukannya, tidak akan menghadiri simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole akhir pekan ini. Berita ini mengangkat harapan ia bisa mengumumkan rencana stimulus yang ditunggu-tunggu selama ini dalam rapatnya 6 September nanti. Namun sekaligus juga mengurangi greget pertemuan bank sentral itu karena Draghi adalah salah satu bintangnya.
Pasar juga menyambut baik laporan yield obligasi Spanyol dan Italia turun dalam lelang kemarin, hasil yang melegakan Italia yang berencana menggelar lelang lagi besok. Namun tidak semua berita dari Eropa bagus, data terbaru menunjukkan ekonomi Spanyol semakin terjerumus dalam resesi dan salah satu daerah penting negara itu, Catalonia mengakui butuh bantuan dari Madrid.
Euro bertengger di $1,2560 hari ini,  setelah menguat 0,5% kemarin dan menyentuh high di $1,2574. Euro terlihat masih kesulitan untuk menembus level psikologis $1,2600. Resistance terdekat berada di $1,2590, atau high 23 Agustus. Support ada di  level $1,2500. Terhadap yen, euro menanjak ke 98,73, dengan resistance masih di 99.
Data penting Eropa terjadwal hari ini hanya inflasi Jerman, dan ini kecil pengaruhnya terhadap prospek stimulus ECB. Harapan ECB akan mengambil tindakan masih ada, meski kadang surut. ECB diharapkan akan mengumumkan detil mengenai program untuk menekan yield obligasi Spanyol dan Italia pada rapat 6 September nanti, meski implementasinya kemungkinan dilaksanakan secepatnya akhir bulan itu.  Dalam benak pasar, intervensi ECB harus berbentuk langkah agresif, bila ECB ternyata tidak memutuskan apapun, atau keputusannya tidak sesuai harapan, euro akan terjungkal.
Mengenai mata uang lain, aussie masih rentan dan kesulitan bangkit dari level terendah dalam sebulan terakhir. Aussie dihantam oleh kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi China. Aussie kini diperdagangkan di $1,0362, dekat level terendah sejak akhir Juli $1,0343, yang kini menjadi support. Bila tembus, maka terancam ke $1,0300, namun rebound akan terhambat di $1,0400.
Sembari menantikan pertemuan Jackson Hole, Salah satu data yang dinantikan adalah PDB AS, yang diperkirakan mengalami revisi. PDB kuartal kedua diperkirakan direvisi jadi 1,7% dari 1,5%. Bila revisi ini mencerminkan kondisi ekonomi AS yang lebih baik, tentu mengurangi perlunya stimulus.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/euro-rebound-aussie-rentan.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-rebound-aussie-rentan.html

Tanggal August 10, 2012 / 9:16 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones Industrial hanya bergerak flat, turun 10,45 poin (-0,08 persen) setelah investor hanya melakukan aksi wait and see, menunggu perkembangan terbaru dari Krisis Eropa.  Minimnya sentimen ini membuat pergerakan indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini bergerak flat turun.
Minimnya sentimen regional ini, membuat berlanjutnya trend naik pada IHSG hari ini, sangat bergantung pada berlanjut atau tidaknya aksi beli pemodal asing, yang pada perdagangan kemarin kembali agresif melakukan posisi beli.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran utama yang sempit, 4115-4150.  IHSG bakal memberikan signal positif untuk jangka menengah jika mampu menembus resisten di 4150. Hanya penembusan suport 4082 yang akan memberikan signal negatif dengan potensi koreksi hingga kisaran gap 4015-4037.

Global Outlook
S
aham Asia terkoreksi hari ini karena aksi ambil untung dari rally selama empat sesi sebelumnya, di tengah menyusutnya optimisme yang selama ini mengangkat harga.
Aksi ini terjadi karena harapan otoritas keuangan akan mengambil langkah untukmembantu ekonomi  tidak kunjung terwujud. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang setelah menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan terakhir kemarin. Indeks Nikkei dibuka melemah 0,5%, setelah mencapa level psikologis 9.000, pertama kalinya dalam lima minggu, kemarin. Indeks Hang Seng juga turun 0,4%, setelah menggapai level 20.200an kemarin.
Dalam beberapa hari terakhir, pasar berharap akan kemungkinan ECB mulai membeli obligasi untuk menekan yield Spanyol dan Italia. Selain itu, ada juga ekspektasi the Fed juga akan melanjutkan stimulus moneternya. Anggota dewan ECB Christian Noyer mengatakan pihaknya berkomitmen menekan yield dan siap intervensi di pasar obligasi. 
Para analis melihat saham sudah mencapai titik jenuh beli dan aksi ambil untung akan mengambil alih pasar sejenak. Tapi momentum penguatan masih bisa berlanjut selama harapan itu masih hidup. Kurangnya katalis baru juga menjadi faktor yang menyebabkan aksi ambil untung. Salah satu fokus hari ini adalah data perdagangan China.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin kokoh bertahan di atas level 4.100. pada penutupan perdagangan, Kamis (9/8/2012), IHSG melesat 40,461 poin (0,98%) ke level 4.131,170.
Faktor eksternal masih menjadi pendorong utama kenaikan indeks. Faktor tersebut kini datang dari negara tirai bambu (China) yang merilis data inflasi. Data tersebut menunjukkan inflasi China melambat 1,8% di bulan Juli. Data tersebut meningkatkan spekulasi bahwa China kemungkinan memerlukan stimulus tambahan untuk mendorong ekonomi.
Isu stimulus China tersebut kemudian membuat bursa regional menghijau, yang kemudian diadopsi oleh bursa domestik kita. Sebanyak sembilan sektor mendukung kenaikan indeks, dpimpin sektor keuangan yang menguat 1,75%. Kemudian disusul sektor aneka industri yang naik sebesar 1,08%, dan sektor pertambangan naik 1,04%. Sementara itu, satu-satunya sektor yang melemah adalah sektor perkebunan sebesar 0,34%.
Saham-saham yang naik diantaranya Surya Toto, (TOTO), Gudang Garam (GGRM), United Tractor (UNTR), dan Goodyear (GDYR).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Taisho (SQBI) 233.000, Inovisi (INVS), Supreme Cable (SCCO), dan Mayora (MYOR).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
ertahan di area resistance 4.119 merupakan sinyal positif bagi IHSG. Kondisi ini kemudian didukung indikator stochastic yang mulai bullish crossover. Selain itu, candlestick pun turut menunjukkan sinyal positif. Untuk itu, kami melihat bahwa IHSG akan kembali menguji resistance kuatnya di di 4.149, yang jika ditembus, maka akan mengkonfirmasi bullish contimuation menuju area 4.200 – 4.234. Sedangkan sinyal negatif akan kembali muncul jika IHSG kembali bergerak di bawah area 4.097. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.100 – 4.200.

R3    4,182
R2    4,159
R1    4,145
   
Pivot    4,121
   
S1    4,107
S2    4,084
S3    4,070

Stock Pick
HRUM

M
A 10 dan 55 mulai menunjukkan uptrend, begitu pula dengan indikator RSI dan stochastic. Terlihat bahwa saat ini HRUM sedang menguji resistance trend jangka menengah di 6.350. Jika mampu ditembus, maka hal tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan menuju area 6.700 – 7.200.
Rekomendasi     : Trading buy (best price entry @6.000), stop loss breakout 5.900, target 6.300.  Buy Breakout 6.350, stop loss, 6.200, target 6.700
Support                 : 6.000, 5.900
Resistance           : 6.350, 6.700

UNTR

P
ergerakan UNTR dalam dua bulan terakhir ini sepertinya sedang membentuk pola falling wedge, sebuah pola yang mengindikasikan bullish reversal. Pola reversal juga terlihat dari indikator RSI yang membentuk pola bullish divergence, begitu pula dengan stochastic yang golden cross. Harga saat ini masih tertahan pada garis resistance di 22.400. Penembusan resistance tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan menuju area 25.250 – 26.500.
Rekomendasi     : Buy breakout 22.400, stop loss 21.900, target 24.000
Support                : 21.950, 21.200
Resistance          : 24.100, 25.250

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/aksi-pemodal-asing-tentukan-arah-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/aksi-pemodal-asing-tentukan-arah-ihsg.html

Tanggal July 12, 2012 / 9:46 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar bertahan di level tertinggi dalam 2 tahun terakhir atas rivalnya hari ini, setelah FOMC Minutes menunjukkan belum ada rencana meluncurkan stimulus moneter dalam waktu dekat.
Menurut laporan dari rapat the Fed 19-20 Juni itu, beberapa pejabat meyakini stimulus lanjutan dibutuhkan, tapi sebagian besar belum yakin. Sebagian kecil pejabat memandang stimulus lanjutan penting untuk mencapai pertumbuhan lapangan kerja yang memuaskan. Tapi sebagian besar lainnya berargumen hal itu bisa dibenarkan hanya bila pemulihan ekonomi kehilangan momentumnya atau inflasi merosot.
Intinya, ekonomi harus memburuk dulu sebelum the Fed mencetak uang lagi. The Fed juga menegaskan komitmen suku bunga akan tetap rendah sampai akhir 2014. Minutes itu juga menunjukkan beberapa pejabat ingin mengembangkan “alat baru” untuk membantu kondisi finansial.
Minutes itu tidak cukup untuk memuaskan pengharap QE yang ingin pernyataan eksplisit bahwa pembelian aset tambahan perlu dilakukan. Perkembangan ini memberi ruang bagi dollar untuk  bertahan dekat level tertinggi dalam dua tahun terakhir atas lawan-lawannya. Indeks dollar  berada di 83,48 hari ini, dekat level tertinggi sejak Juni 2010 di 83,76.
Dollar saat ini stabil atas mata uang utama dunia, kecuali yen. Di tengah minimnya sentimen positif, dollar berpeluang melanjutkan rally-nya, apalagi kalau pasar hanya mendapat berita ekonomi buruk. Salah satu berita buruk hari ini adalah data yang memperlihatkan lapangan kerja di Australia berkurang 27.000 bulan lalu yang membuat tingkat pengangguran naik ke 0,1% ke 5,2%. Aussie langsung amblas karena berita itu, ke $1,0194 dari $1,0251. Data PDB China besok kemungkinan akan menambah pilu mata uang itu.
Euro masih merana di tengah kurangnya katalis yang dapat dijadikan alasan untuk mengangkatnya. Euro kini diperdagangkan di $1,2230, dekat level terendah dalam dua tahun terakhi $1,2212. Alhasil, outlooknya tetap bearish, mata uang tunggal Eropa itu berpotensi jatuh ke $1,20. Bila itu ditembus, maka euro terancam melorot ke $1,1876.
Spanyol mengumumkan penghematan baru sebesar 65 miliar euro, indikasi pemerintah tunduk pada tekanan Uni Eropa. Masalahnya penghematan lebih hanya akan memperburuk resesi Spanyol apalagi pemerintah berencana menaikkan pajak pertambahan nilai sebesar 3% dari 18% ke 21%. Menambah ketidakpastian, Pengadilan Konstitusi Jerman menunda keputusan soal apakah dana talangan sesuai dengan hukum Jerman. Perdana Menteri Italia Mario Monti mengatakan negaranya mungkin perlu meminta bailout untuk meringankan beban biaya pinjaman.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-stabil-pasca-fomc-minutes.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-stabil-pasca-fomc-minutes.html

Tanggal June 29, 2012 / 9:49 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro tergelincir ke level terendah dalam tiga minggu terakhir hari ini karena pasar menunggu berita dari KTT Uni Eropa meski diragukan akan menghasilkan perkembangan berarti.
Di hari pertama pertemuan dua hari itu, belum ada hasil yang bisa memuaskan pasar. Presiden Komisi Eropa Herman Van Rompuy mengumumkan rencana untuk merangsang investasi infrastruktur dan memberi tambahan modal ke unit kredit Uni Eropa, atau Bank Investasi Eropa. Sayangnya, belum ada detil lebih lanjut mengeani wacana ini. 
Fokus utamanya adakah integrasi finansial dan dana talangan permanen, atau ESM. Memang, salah satu agenda KTT adalah wacana kesatuan perbankan. Tapi dibelakang layar, disebutkan bahwa Italia dan Spanyol menolak menandatangani paket pertumbuhan 120 miliar euro sampai Jerman menyetujui langkah jangka pendek untuk menekan biaya pinjaman.
Soal obligasi bersama, Jerman masih menentangnya. Jerman tidak ingin menggunakan rating kredit topnya untuk membantu negara lemah kecuali integrasi pengendalian APBN. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan pihaknya bisa saja menyetujui obligasi bersama asalkan negara zona euro menyerahkan kedaulatannya dalam merancang anggaran. Namun masih ada harapan Jerman mau melunak.
Euro diperdagangkan di $1,2438 dalam perdagangan di Asia, setelah sempat jatuh ke $1,2404 kemarin, terendah sejak 4 Juni lalu. Euro akan mencoba menembus $1,2460, bila tembus akan mencoba $1,2490 dan $1,2530. Pelemahan lebih lanjut akan membawa euro ke $1,2400. Bila tembus itu maka euro berpotensi ke $1,2360 dan $1,2330. Terhadap yen, euro juga anjlok ke level terendah dalam tiga minggu terakhir di 98,34, sebelum pulih ke 98,75.
Mata uang komoditas seperti aussie, yang menikmati rally kemarin, juga terkena imbas pesimisme, jatuh sampai $0,9993. Kini bertengger di $1,0043. Tidak mengejutkan safe haven dollar dan yen berjaya. Indeks dollar menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu terakhir di 82,87. Dollar melemah atas yen ke level terendah dalam 1,5 minggu terakhir di 79,22.
Pasar tetap ragu para pemimpin Eropa akan menghasilkan langkah kongkrit yang dapat memberikan efek berarti dalam mengentaskan krisis yang sudah berlangsung selama dua tahun. Tapi andai Jerman melunak, akan disambut positif oleh pasar. Meski demikian, sentimen positif  kemungkinan hanya sementara karena kondisi fundamental belum berubah.
Sembari mengamati pertemuan itu, pasar akan mencermati serangkaian data seperti estimasi inflasi zona euro, PDB Perancis, dan PCE AS. Setelah pertemuan, China akan mengumumkan data manufaktur Minggu nanti, yang diperkirakan akan menunjukkan perlambatan untuk tujuh bulan berturut-turut. Data yang buruk bisa mengurangi sentimen positif yang mungkin timbul dari hasil pertemuan Eropa.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-tergelincir-lagi.html

Tanggal June 15, 2012 / 8:58 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Pemilu ulang di Yunani, akan dilangsungkan pada hari Minggu. Pada saat yang hampir bersamaan, pasar juga berspekulasi bahwa para pemimpin negara-negara G20 yang bakal bertemu di Mexico minggu depan, bakal melakukan langkah-langkah untuk menstabilkan pasar finansial dengan menjaga ketersediaan likuiditas.
Semua perkembangan ini, pagi ini disikapi pasar Asia dengan sangat berhati-hati. Meskipun indeks Dow Jones Industrial (DJI) naik 1,24 persen, indeks Nikkei dan Kospi pagi ini hanya relatif bergerak flat.
IHSG kemarin ditutup dengan signal bearish setelah suport di 3825 gagal bertahan. Meskipun demikian, kenaikan yang terjadi pada indeks DJI diperkirakan bakal membawa IHSG untuk mengalami resisten testing. IHSG hari ini bakal bergerak bervariasi pada kisaran lebar 3750-3825. Hanya penutupan diatas 3825 yang akan memberikan signal positif.

Global Outlook
K
inerja bursa saham regional masih terhambat awal pembukaan perdagangan kali ini, di tengah masih adanya kekhawatiran mengenai Spanyol dan Italia, serta menjelang pemilu Yunani.
Meski terhambat, sentimen positif masih muncul dari AS yang semalam indeks utamanya mencatat kenaikan yang cukup tajam. Kenaikan indeks utama AS tidak lepas sambutan baik investor terhadap upaya pemimpin dunia akan mengambil langkah strategis secara koordinasi untuk mengatasi permasalah keuangan global.
Langkah tersebut diambil pada saat yang hampir bersamaan,  para pemimpin negara-negara G20 yang bakal bertemu di Mexico minggu depan.
Selain itu, laporan klaim tunjangan pengangguran naik sebesar 6.000 menjadi 386.000 pada pekan lalu dan inflasi harga konsumen pada bulan Mei turun 0,3%, angka terendah dalam dua tahun terakhir. Dengan mempertimbangkan serangkaian data ekonomi AS yang tidak baik ini, menuai harapan investor akan langkah lebih lanjut Federal Reserve pada rapat regularnya pekan depan dalam upaya meningkatkan perekonomian melalui pelonggaran moneter lanjutan.
Investor sebenarnya masih diselimuti keresahan menjelang pemilu Yunani akhir pekan ini. Pasar takut kalau yang menang dalam pemilu itu adalah partai anti bailout, berpotensi membawa Yunani keluar dari euro.  Dalam skenario terburuk, keluarnya Yunani bisa memicu instabilitas di kawasan Eropa.
Sempat ada spekulasi Uni Eropa bersedia melonggarkan persyaratan bailout Yunani siapapun yang menang pemilu, ini menjadi salah satu faktor yang mengangkat euro. Tapi, ini baru sekedar rumor, belum dikonfirmasi, lagi pula tanpa persetujuan Jerman, tidak mungkin itu bisa terwujud.

Review IHSG
T
urun semakin dalam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di area 3.700. Pada penutupan perdagangan, Kamis (14/6/2012), IHSG anjlok 68,843 poin (1,79%) ke level 3.791,618.
Kekhawatiran krisis Eropa kembali mencuat menyusul diturunkannya peringkat kredit Spanyol dan Siprus. Selain itu, pasar juga mengantipasi hasil pemilu Yunani yang akan berlangsung di minggu mendatang.
Kecemasan akan krisis utang Eropa terseut telah membuat mayoritas bursa regional bertumbangan. Penurunan IHSG pada hari itu merupakan koreksi terbesar diantara bursa regional lainnya.
Tidak ada satu sektor pun yang berhasil mendarat di zona merah. Tiga sektor dengan penurunan paling besar yaitu sektor aneka industri yang turun 2,94%, sektor konstruksi yang turun 2,89%, dan sektor perdagangan yang turun 2,15%.
Saham-saham yang turun antara lain United Tractor (UNTR), Sona Topas (SONA), Surya Esa (ESSA), dan Indomobil (IMAS).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Mayora (MYOR), Indo Tambangraya (ITMG), Citra Turbindo(CTBN), dan Tiga Raksa (TGKA).

Ulasan Teknikal
IHSG

D
i tutup di bawah support 3.800, serta MA 10 kembali membuat trend IHSG menjadi bearish. Indikator stochastic serta terbentuknya pola long black candlestick makin mempertegas pola bearish tersebut. Kami melihat bahwa penurunan IHSG selanjutnya akan fokus menuju area support di 3.734. jika berhasil ditembus, maka penurunan bisa berlanjut ke area 3.635 – 3.600. Sementara sinyal positif akan muncul jika IHSG mampu bertahan di atas resistance saat ini di 3.840, untuk fokus pada rebound berikutnya menuju area 3.879 – 3.909. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.750 – 3.830.

R3    3,925
R2    3,893
R1    3,842
   
Pivot    3,810
   
S1    3,759
S2    3,727
S3    3,677

Stock Pick
PGAS

G
aris trend serta MA 10 dan 55 sudah menunjukkan pola downtrend. Demikian pula dengan indikator RSI dan stochastic yang berada di area negatif. Harga saat ini masih tertahan di area support 3.300. jika ditembus, maka penurunan PGAS selanjutnya akan fokus menuju area 3.075 (FR 50%)  – 2.825 (FR 61.8%).
Rekomendasi     : Sell breakout 3.300
Support                : 3.300, 3.075
Resistance          : 3.550, 3.625

MYOR

T
rend bullish, terlihat dari MA 10 dan 55 yang masih uptrend. Trend bullish tersebut kemudian dipertegas dengan ditembusnya resistance di 22.100 (kini menjadi support). Namun perlu diwaspadai bahwa indikator RSI sudah mulai membentuk bearish divergence, sementara stochastic mulai dead cross di area overbought. Selain itu, target FR 161.8%  dari MYOR sudah tercapai. Untuk itu, kami melihat adanya potensi koreksi bagi MYOR untuk kembali menguji level supportnya di 22.100 tersebut.
Rekomendasi     : Buy on weakness @22.100, stop loss 21.300, target 23.900 – 25.000
Support                : 22.100, 21.500
Resistance          : 23.900, 25.000

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sinyal-positif-dji-redam-kejatuhan-ihsg.html

Tanggal June 14, 2012 / 9:19 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro berusaha mempertahankan penguatannya hari ini di tengah masih adanya kekhawatiran mengenai Spanyol dan Italia, serta menjelang pemilu Yunani.
Euro terakhir berada di $1,2554, setelah berhasil menguat hingga $1,2611 semalam menyusul pelemahan dollar karena data penjualan ritel dan indeks PPI AS yang buruk. Kedua data itu sempat menimbulkan ekspektasi the Fed perlu melanjutnya stimulus moneternya. Terhadap yen, euro berada di 99,90, tidak jauh dari high semalam 100,11.
Tapi penurunan rating Spanyol oleh Moody’s menggerus laju euro. Lembaga rating itu memangkas peringkat Spanyol tiga tingkat dengan alasan masalah utang, yang diperkirakan bisa mencapai 90% PDB tahun ini. Moody’s juga memangkas rating Siprus, negara yang juga anggota zona euro, ke status junk, dengan alasan ancaman keluarnya Yunani dari zona euro.
Italia akan menggelar lelang hari ini dengan menjual hingga 4,5 miliar euro obligasi. Lelang ini datang sehari setelah bill 1 tahunnya naik ke 3,97%, tertinggi dalam enam bulan terakhir. Baru-baru ini, yield obligasi Italia menembus level 6,2%. Pasar khawatir akan risiko penularan yang mungkin terjadi. Keresahan pasar mengenai risiko penyebaran mendorong yield obligasi Italia ke 6,1%. Ini mencemaskan karena Roma berencana menjual 4,5 miliar euro obligasi dalam lelang hari ini.
Laju euro akan terhambat hari ini karena kurangnya katalis terutama menjelang pemilu Yunani akhir pekan ini. Pasar takut kalau yang menang dalam pemilu itu adalah partai anti bailout, berpotensi membawa Yunani keluar dari euro.  Dalam skenario terburuk, keluarnya Yunani bisa memicu instabilitas di kawasan Eropa.
Sempat ada spekulasi Uni Eropa bersedia melonggarkan persyaratan bailout Yunani siapapun yang menang pemilu, ini menjadi salah satu faktor yang mengangkat euro. Tapi, ini baru sekedar rumor, belum dikonfirmasi, lagi pula tanpa persetujuan Jerman, tidak mungkin itu bisa terwujud.
Selain lelang Italia, pasar juga akan mengamati serangkaian data seperti inflasi zona euro , hasil rapat reguler SNB dan laporan bulanan ECB. Untuk di AS, data terjadwal adalah inflasi dan initial jobless claims. Data inflasi yang lebih rendah dari prediksi dan jobless claims yang yang buruk bisa menekan dollar.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/laju-euro-mungkin-tertahan.html

Tanggal June 13, 2012 / 9:17 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro tidak banyak bergerak hari ini karena banyak pelaku pasar yang enggan mengambil posisi menjelang lelang obligasi Italia, negara yang ditakutkan menjadi korban krisis selanjutnya.
Dengan utang yang mencapai 2 triliun dollar, atau 120% PDB, Italia dianggap sebagai rantai lemah berikutnya di zona euro. Data terakhir menunjukkan ekonomi Italia selama kuartal pertama kontraksi 0,8% per kuartal dan 1,9% per tahun. Ini menegaskan ekonomi terbesar ketiga Eropa itu masih tenggelam dalam lubang resesi.
Pasar khawatir akan risiko penularan yang mungkin terjadi. Keresahan pasar mengenai risiko penyebaran mendorong yield obligasi Italia ke 6,1%. Ini mencemaskan karena Roma berencana menjual 4,5 miliar euro obligasi dalam lelang besok. Sebelum itu, Italia akan menggelar lelang T-Bills hari ini. Apalagi Menteri Keuangan Austria mengatakan Italia kemungkinan membutuhkan bantuan finansial karena tingginya yield, dan menambahkan dana talangan sepertinya tidak akan cukup untuk membantu Italia.
Menambah tekanan ke pasar, yield obligasi Spanyol menembus rekor tertinggi, yaitu 6,8%, setelah keputusan memberi bailout untuk negara itu sebesar 100 miliar euro justru menimbulkan kecemasan utangnya akan bertambah, yang bisa mempersulit Madrid mendapatkan pembiayaan dari pasar.  Ada juga kecemasan soal mekanisme bailout spanyol, bahwa pemegang obligasi bisa menderita kerugian kalau terjadi restrukturisasi seperti Yunani.
Selain karena Italia dan Spanyol, pelaku pasar juga enggan bertransaksi menjelang pemilu Yunani akhir pekan ini. Pasar takut kalau yang menang dalam pemilu itu adalah partai anti bailout, berpotensi membawa Yunani keluar dari euro.  Dalam skenario terburuk, keluarnya Yunani bisa memicu instabilitas di kawasan Eropa.
Dalam perdagangan di Asia hari ini, euro bergerak dalam range $1,2478 sampai $1,2516. Terhadap yen menguat 0,2% di 99,55, namun masih di bawah level 100. Menurut analis, sampai Senin depan pun, belum ketahuan siapa yang akan memimpin Yunani. Alhasil, ketidakpastian masih menyelimuti pasar. Dengan masih adanya kecemasan soal Spanyol, Italia dan Yunani, sulit bagi euro untuk bisa mengubah trennya.  Data inflasi Jerman dan produksi industrial zona euro, kalaupun bagus, sepertinya tidak akan banyak membantu euro.
Sementara itu di AS, data terjadwal adalah penjualan ritel dan indeks PPI. Data yang buruk bisa saja memberi tekanan ke dollar karena membuka peluang perlunya stimulus moneter. Tapi, selama pasar masih cemas dengan kondisi di Eropa, pelemahan dollar tidak akan berlangsung lama.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-rentan-jelang-lelang-italia.html

Tanggal May 31, 2012 / 9:16 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Gelombang risk aversion, yang dipicu oleh kekhawatiran mengenai krisis utang dan perbankan di Eropa, mengangkat permintaan akan safe haven, yang membuat dollar dan yen perkasa.
Dollar dan yen rally atas rivalnya setelah aksi lepas aset berisiko menyusul kenaikan yield obligasi Spanyol dan Italia ke level bahaya, yang ditakutkan semakin mengancam kondisi financial kedua negara itu. Lelang obligasi di Italia kemarin mengecewakan, yang mendorong biaya pinjaman. Pemerintah terpaksa memberikan imbalan lebih dari 6%. Yield obligasi tenor 10 tahun Italia naik hingga 6,15% karena kekhawatiran potensi penyebaran krisis.
Yield obligasi Spanyol juga merangkak naik, ke level 6,67%,  semakin mendekati 7%, level yang membawa Yunani, Portugal dan Irlandia bertekuk lutut dan minta bailout. Kenaikan ini disebabkan oleh pernyataan pejabat bank sentral Spanyol bahwa semakin sulit mencapai target defisit tahun ini.
Spanyol tidak hanya dirundung krisis utang, tapi juga krisis perbankan. Di sasat kondisi keuangannya amburadul, pemerintah Spanyol harus menyelamatkan sektor perbankannya, dengan menyuntikkan dana ke Bankia, bank terbesar keempat negara itu yang hampir kolaps karena penggelembungan di sektor properti.
Di tengah banyaknya berita negatif, dollar menjadi primadona. Perkembangan saat ini membuat pasar melihat kondisi di AS masih lebih baik disbanding Eropa. Alhasil, pamor dollar terangkat. Indeks dollar melonjak ke hingga 83,17 hari ini, tertinggi sejak September 2011. Permintaan dollar yang tinggi membuat yield obligasi AS turun ke 1,62%, level terendah dalam 66 tahun terakhir. 
Euro semakin dijauhi, tergrelincir sampai $1,2358, terendah dalam dua tahun terakhir. Mata uang seperti sterling dan aussie juga merana. Dollar juga menguat terhadap franc, ke level tertinggi dalam 15 bulan terakhir. Tapi greenback melemah terhadap yen sampai ke 78,77, terendah dalam 3,5 bulan terakhir, membawa yield obligasi tenor 5 tahun Jepang ke level terendah sejak Oktober 2010. Dollar melemah 0,3% ke 78,80, terendah sejak pertengahan Februari. Mata uang Jepang itu turut menguat atas euro, sterling dan aussie.
Data terjadwal hari ini di antaranya PDB Swiss, data pengangguran dan penjualan ritel Jerman, serta inflasi zona euro. Di AS, ada data PDB dan ADP Employment Change. PDB AS kuartal pertama kemungkinan direvisi turun menjadi 1,9% dari 2,2%. Ini bisa menjadi faktor yang menggerus laju dollar karena semakin membuka peluang perlunya stimulus moneter.  Apalagi kalau data ADP lebih rendah dari prediksi.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/risk-aversion-dollar-yen-perkasa.html

Tanggal April 13, 2012 / 9:58 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro dan aussie terkoreksi hari ini menyusul data pertumbuhan ekonomi China yang tidak sesuai harapan,  menambah kecemasan soal ekonomi global.
PDB China tumbuh 8,1% selama kuartal pertama tahun ini, lebih rendah dari prediksi 8,4% dan melambat dari tahun lalu yang 8,9%. Bahkan angka terbaru ini adalah yang terendah dalam tiga tahun terakhir. Dengan Eropa berjuang dan pemulihan AS sedang terhambat, tanda-tanda bagus dari ekonomi China, bisa mengurangi kekhawatrian soal ekonomi dunia.
Meski data lainnya, seperti produksi industrial, penjualan ritel dan investasi aset tetap, terlihat baik, data PDB-lah yang menjadi andalan. Selama satu dekade terakhir, ekonomi China ditopang oleh dua mesin, ekspor dan investasi modal, kini keduanya lesu. Ekspor merosot karena efek krisis di Eropa.
Sebelum data itu diumumkan, sentimen pasar positif, terlihat dari penguatan saham dan aset berisiko lainnya.  Koreksi yang terjadi saat ini mungkin karena pasar sedang mencerna data China tersebut.  Reaksi awal memang negatif, tapi bila seiring waktu bila pasar menerimannya. Ini terbukti dengan koreksinya yang masih dalam tahap wajar.  Tapi tetap perlu diwaspadai berita buruk yang mungkin datang, terutama terkait Eropa.
Euro hari ini terkoreksi sampai $1,3164, setelah menanjak ke high $1,3200. Dalam perdagangan kemarin, euro stabil karena hasil lelang Italia tidak buruk. Italia berhasil menjual 4,8 miliar euro dengan yield 3,89%, naik 1% dari lelang sebelumnya. Aussie melemah sampai $1,0388 dari $1,0450. Data China itu lebih berdampak ke aussie karena China adalah mitra dagang terbesar Australia.
Dollar sempat jatuh karena data initial jobless claims yang menimbulkan ekspektasi the Fed akan melanjutkan stimulusnya. Di tengah perdebatan mengenai apakah the Fed akan meluncurkan lagi program pembelian aset, data semalam memperlihatkan tunjangan pengangguran baru naik 380.000 klaim, tertinggi dalam setahun terakhir.
Seiring dengan perbaikan ekonomi, yang mendorong yield Treasury, dollar menarik lagi dari segi. Karena kini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, dollar tertekan selama seminggu terakhir menyusul data payroll yang rendah dan beberapa pejabat the Fed yang memandang stimulus masih dibutuhkan.
Data lainnya terjadwal hari ini adalah data inflasi Jerman dan indeks PPI Inggris. Di AS, ada data inflasi dan sentimen konsumen versi Univ. of Michigan. Setelah serangkaian berita buruk selama seminggu terakhir, seperti masalah Spanyol, berita butuh angin segar. Bila data ternyata masih buruk, pernyataan pejabat negara atau bank sentral-lah yang mungkin dapat mengangkat pasar.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-aussie-koreksi-pasca-data-china.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha