Search Results : indeks harga bank bca tahun 2011

Tanggal November 18, 2011 / 8:54 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Bursa Amerika terus memperoleh alasan untuk bergerak turun. Kali ini, alasannya adalah alasan teknikal karena SP500 menembus suport 1225. Suport tersebut memang suport penting bagi SP500 karena penembusan atas suport tersebut, bisa membuka potensi pelemahan hingga 1170-1180. Meskipun demikian, SP500 masih ditutup diatas suport level psikologis 1200.
Ketika trend turun tengah berlangsung, posisi akumulasi hendaknya dilakukan dengan smart agar kita bisa mendapatkan harga rata-rata yang rendah. Setelah suport di 3800 kemarin gagal bertahan, suport kedua untuk IHSG ada di 3725-3750, dan suport ketiga ada di 3600-3650.
Karena trend jangka menengah masih berupa trend naik, kami tetap merekomendasikan posisi buy on weakness atas saham ASII, GGRM, BMRI, BBRI, BBCA, UNTR, ITMG, UNVR, dan INTP.   
Sementara itu, untuk kali keempat bursa saham AS mencatat penurunan yaang signifikan, masalah Eropa menjadi pemicu utama. Pergerakan bursa global berjuang untuk bangkit meski sudah tumbang selama empat sesi berturut-turut, di tengah memuncaknya keresahan soal krisis utang.
Kenaikan yield obligasi beberapa negara Eropa menambah kekhawatiran krisis semakin menyebar. Yield obligasi Italia tenor 10 tahun turun ke 6,89% setelah sempat menembus 7,1%. Yield Spanyol turun 4 bps ke 6,29%. Penurunan ini terjadi menyusul pengumuman pemerintahan baru Italia dan adanya pembelian obligasi Italia oleh ECB.
Tapi, yield Italia masih rentan, sewaktu-waktu bisa kembali ke 7%, level yang membawa Yunani, Irlandia dan Portugal menjadi pasien IMF. Perubahan pemerintahan di negara itu, dan Yunani, tidaklah cukup, mengingat beratnya tantangan yang dihadapi kedua negara.
Yield Perancis, Belgia, dan Austria turut terangkat di tengah kegelisahan pasar. Kenaikan yield ini menambah desakan agar ECB turun tangan, lebih aktif berperan memberikan ketenangan ke pasar. ECB masih enggan melakukannya karena itu sama saja memoneterisasi utang pemerintah. Tapi banyak kalangan yang memperkirakan cepat atau lambat ECB akan terpaksa melakukannya.
Sentimen pasar juga tertekan setelah Moody’s Investor Service menurunkan rating 10 bank Jerman. Menambah tekanan, ada indikasi berkurangnya likuiditas di pasar uang, karena bank zona euro semakin sulit mendapatkan pembiayaan dollar.
Menurut analis, tidak ada penjelasan rasional dari penguatan yang kemungkinan ada kecuali didorong oleh pembelian ritel menyusul kejatuhan substansial sebelumnya. Faktor eksternal masih tidak pasti dan pergerakan jangka panjang masih tergantung dengan bagaimana perkembangan di Eropa.

Review IHSG
K
risis Eropa yang tak kunjung usai kembali menyeret penurunan bursa global. Imbas dari melemahnya bursa global, Indeks Harga Saham Gabngan (IHSG) ikut terseret penurunan tersebut.
Kemarin, IHSG kembali masuk ke zona merah dan gagal bertahan di atas level 3.800. Penurunan delapan indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat IHSG turun sebesar 21 poin dan ditutup di level di level 3.792,253.
Tiga sektor dengan penurunan tertinggi antara lain: sektor aneka industri sebesar 2,21%, sektor keuangan sebesar 0,87%, dan sektor manufaktur sebesar 0,77%. Sementara, sektor konsumer dan sektor perkebunan berhasil naik dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,07% dan 0,87%.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Astra Internasional (ASII), Dian Swastatika (DSSA), Gudang Garam (GGRM), dan Indo Tambangraya (ITMG).
Sementara saham-saham yang berhasil naik diantaranya HM Sampoerna (HMSP), Succaco (SCCO), Asahimas (AMFG), dan Adira Finance (ADMF).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
ergerakan IHSG dalam waktu dekat ini sepertinya masih akan terjebak di area support 3.780 dan Resistance 3.830. Keduanya akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Penembusan support di 3.780 akan membawa potensi penurunan lanjutan menuju area 3.750, kemudian 3.680. Sementara jika resistance yang ditembus, maka kenaikan selanjutnya akan fokus menuju area 3.875. Untuk hari ini, IHSG masih kami perkiraan bergerak di area sempit antara 3.780 – 3.830.

R3    3,843
R2    3,828
R1    3,810
   
Pivot    3,796
   
S1    3,778
S2    3,763
S3    3,746

Stock Pick
DOID

M
asih berada dalam trend bearish, namun sinyal-sinyal reversal mulai terlihat, ditandai dengan RSI yang bergerak naik ke area positif, selain itu, stochastic pun mulai melakukan bullish crossover. Untuk jangka pendek, terlihat MA 10 mulai terlihat uptrend. Kami melihat bahwa saat ini DOID akan menguji resistance di 690, yang sekaligus akan memberikan konfirmas reversal, untuk target bullish menuju area 825 – 850 jika berhasil ditembus.
Rekomendasi     : Hold, and buy break 690, stop loss 620, target 825 – 850.
Support                : 620, 570
Resistance          : 690, 720

BIPI

I
ndikator RSI dan stochastic yang bergerak uptrend menunjukkan bahwa BIPI berpeluang bullish. Kondisi ini didukung pula dengan terbentuknya pola long white candlestick yang disertai dengan volume yang besar. Harga saat ini masih tertahan di area resistance 105. Jika kembali bergerak di atas resistance tersebut, BIPI berpeluang melanjutkan kenaikannya menuju area 120.
Rekomendasi     : Buy break 105, stop loss 100, target 120
Support                : 100, 95
Resistance          : 111, 120

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/bursa-as-terus-tertekan-ihsg-merana.html

Tanggal October 14, 2011 / 9:05 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Terkoreksi tipis (-0,35%), Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih belum mengakhiri trend turunnya. Akan tetapi, kita masih harus mewaspadai apakah sentimen negatifnya bisa membuat IHSG mengalami pembalikan arah trend. Level 3636 akan menjadi suport pertama untuk hari ini, jika suport ini gagal bertahan, IHSG memiliki potensi untuk menguji suport 3580, atau bahkan 3450-3500.
Saham-saham pilihan kami (ASII, GGRM, BMRI, BBRI, UNTR, PTBA, ITMG, GJTL, MAPI, CPIN) telah banyak mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Perhatikan posisi suportnya. Profit taking sebaiknya dilakukan jika suport pertama ditembus. Posisi BOW sebaiknya hanya dilakukan ketika harga berada di suport retracement 50%.
Sementara itu, trend penguatan bursa regional dalam perdagangan akhir pekan ini mengalami hambatan, menyusul kejatuhan indeks utama Dow Jones dan SP.
Koreksi kedua indeks utama AS tersebut dipicu laporan keuangan kuartal ketiga JPMorgan Chase Co yang tidak sesui dengan harapan. Selain itu, investor juga melakukan aksi pelepasan saham setelah data China yang melaporkan neraca perdagangannya yang menurun. Dan juga downgrade yang  dilakukan SP terhadap kredit jangka panjang Spanyol menjadi AA- dari AA dengan outlook negatif. Serangkaian faktor tersebut membuat investor kembali cemas karena perolehan laba dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Yang perlu diingat juga, penguatan yang ditorehkan bursa regional hampir dalam sepekan terakhir ini berkat meredanya situasi Eropa, bisa menjadi ancaman adanya aksi ambil untung jelang libur weekend. Ditambah lagi investor akan terfokus pada rilisan data inflasi China untuk tahun ke tahun di September yang diperkirakan turun 6,1% dari sebelumnya 6,1%.
Selain data China, investor juga akan disuguhkan inflasi zona Eropa di September untuk tahun ke tahun yang diperkirakan flat. Data retail sales AS yang dieskpektasikan naik 0,6% pada September dari sebelumnya 0%.
Patut yang jadi perhatian investor adalah rapat G-20, di mana para menteri keuangan dan gubernur bank sentral diperkirakan akan mendesak Eropa untuk menemukan solusi atas masalah krisis utangnya.

Review IHSG
P
enguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut. Pada perdaganan kemarin IHSG ditutup naik sebesar 39 poin.
Sentimen positif kembali datang dari kawasan Benua Biru, menysul meredanya kekhawatiran krsisi utang Eropa setelah para pejabat Eropa berupaya keras untuk menangani krisis tersebut.
Perkembangan terakhir dari Eropa, yaitu kemungkinan disetujuinya voting oleh parlemen slovakia mengenai rencana perubahan dana talangan untuk mengatasi krisis utang Eropa. Di hari sebelumnya parlemen menolak rencana tersebut.
Sentimen positif tersebut telah membangkitkan risk appetite, dan berhasil mengangkat bursa saham global. Ujungnya, IHSG mengekor pada penguatan bursa global.
Sembilan dari sepuluh sektor masih bertahan di jalur hijau. Sektor aneka industri menjadi penyokong terbesar kenaikan IHSG, dengan menguat sebesar 2,80%. Disusul sektor pertambangan yang menguat 2,17%.  Sementara sektor konsumer satu-satunya sektor yang melemah, sebesar 0,44%.
Menutup perdagangan, Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,546 poin (1,01%) ke level 652,052.
Saham-saham yang berhasil menguat diantaranya Astra Internasional (ASII), Bukit Asam (PTBA), Goodyear (GDYR), dan Bayan (BYAN).
Sementara saham-saham yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Mutifinance (ADMF), Unilever (UNVR), dan Chandra Asri (TPIA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski gagal bertahan di atas resistance 3.700 – 3.710, Indeks Harga Saham Gabungan masih memperlihatkan sinyal positif. Pola white body yang terbentuk pada candlestick masih menyisakan kekuatan buyer. Indikator RSI dan stochastic pun masih positif dan mendukung adanya penguatan. Kami masih melihat bahwa IHSG akan menguji kembali resistance di 3.700 – 3.710, yang akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju arera 3.800, jika ditembus. Sementara level support kini bergeser ke area 3.636. Jika ditembus, maka koreksi bisa berlanjut menuju support berikutnya di 3.579, yang akan memberikan sinyal bearish jika harga kembali ditutp di bawah support tersebut. Untuk har ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.640 – 3.710.

R3    3,773
R2    3,738
R1    3,707
   
Pivot    3,672
   
S1    3,640
S2    3,605
S3    3,574

Stock Pick
BBCA

M
oving average sudah menunjukkan potensi uptrend. Namun pola lower high dan lower low, yang terbentuk pada garis trend, menunjukkan bahwa trend masih bergerak bearish. Saat ini harga masih tertahan pada garis resistance 8.150. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk meraih target bullish selanjutnya di 8.850 – 9.500 (FR 161.8%).
Rekomendasi     : Buy break 8.150, stop loss breakout 7.950, target 8.500
Support                : 7.950, 7.750
Resistance          : 81.50, 8.500

CTRA

I
ndikator stochastic dan RSI masih menunjukkan potensi uptrend, namun harga masih tertahan pada garis resistance di 530. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk kembali meraih area 580 – 600. Sementara jika resistance gagal ditembus, CTRP berpeluang terkoreksi ke area 480 – 455.
Rekomendasi     : Buy break 530, stop loss 500, target 580
Support                : 495, 480
Resistance          : 530, 580

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-negatif-bisa-merubah-tren-ihsg.html

Tanggal October 14, 2011 / 9:05 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Terkoreksi tipis (-0,35%), Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih belum mengakhiri trend turunnya. Akan tetapi, kita masih harus mewaspadai apakah sentimen negatifnya bisa membuat IHSG mengalami pembalikan arah trend. Level 3636 akan menjadi suport pertama untuk hari ini, jika suport ini gagal bertahan, IHSG memiliki potensi untuk menguji suport 3580, atau bahkan 3450-3500.
Saham-saham pilihan kami (ASII, GGRM, BMRI, BBRI, UNTR, PTBA, ITMG, GJTL, MAPI, CPIN) telah banyak mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Perhatikan posisi suportnya. Profit taking sebaiknya dilakukan jika suport pertama ditembus. Posisi BOW sebaiknya hanya dilakukan ketika harga berada di suport retracement 50%.
Sementara itu, trend penguatan bursa regional dalam perdagangan akhir pekan ini mengalami hambatan, menyusul kejatuhan indeks utama Dow Jones dan SP.
Koreksi kedua indeks utama AS tersebut dipicu laporan keuangan kuartal ketiga JPMorgan Chase Co yang tidak sesui dengan harapan. Selain itu, investor juga melakukan aksi pelepasan saham setelah data China yang melaporkan neraca perdagangannya yang menurun. Dan juga downgrade yang  dilakukan SP terhadap kredit jangka panjang Spanyol menjadi AA- dari AA dengan outlook negatif. Serangkaian faktor tersebut membuat investor kembali cemas karena perolehan laba dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Yang perlu diingat juga, penguatan yang ditorehkan bursa regional hampir dalam sepekan terakhir ini berkat meredanya situasi Eropa, bisa menjadi ancaman adanya aksi ambil untung jelang libur weekend. Ditambah lagi investor akan terfokus pada rilisan data inflasi China untuk tahun ke tahun di September yang diperkirakan turun 6,1% dari sebelumnya 6,1%.
Selain data China, investor juga akan disuguhkan inflasi zona Eropa di September untuk tahun ke tahun yang diperkirakan flat. Data retail sales AS yang dieskpektasikan naik 0,6% pada September dari sebelumnya 0%.
Patut yang jadi perhatian investor adalah rapat G-20, di mana para menteri keuangan dan gubernur bank sentral diperkirakan akan mendesak Eropa untuk menemukan solusi atas masalah krisis utangnya.

Review IHSG
P
enguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut. Pada perdaganan kemarin IHSG ditutup naik sebesar 39 poin.
Sentimen positif kembali datang dari kawasan Benua Biru, menysul meredanya kekhawatiran krsisi utang Eropa setelah para pejabat Eropa berupaya keras untuk menangani krisis tersebut.
Perkembangan terakhir dari Eropa, yaitu kemungkinan disetujuinya voting oleh parlemen slovakia mengenai rencana perubahan dana talangan untuk mengatasi krisis utang Eropa. Di hari sebelumnya parlemen menolak rencana tersebut.
Sentimen positif tersebut telah membangkitkan risk appetite, dan berhasil mengangkat bursa saham global. Ujungnya, IHSG mengekor pada penguatan bursa global.
Sembilan dari sepuluh sektor masih bertahan di jalur hijau. Sektor aneka industri menjadi penyokong terbesar kenaikan IHSG, dengan menguat sebesar 2,80%. Disusul sektor pertambangan yang menguat 2,17%.  Sementara sektor konsumer satu-satunya sektor yang melemah, sebesar 0,44%.
Menutup perdagangan, Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,546 poin (1,01%) ke level 652,052.
Saham-saham yang berhasil menguat diantaranya Astra Internasional (ASII), Bukit Asam (PTBA), Goodyear (GDYR), dan Bayan (BYAN).
Sementara saham-saham yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Mutifinance (ADMF), Unilever (UNVR), dan Chandra Asri (TPIA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski gagal bertahan di atas resistance 3.700 – 3.710, Indeks Harga Saham Gabungan masih memperlihatkan sinyal positif. Pola white body yang terbentuk pada candlestick masih menyisakan kekuatan buyer. Indikator RSI dan stochastic pun masih positif dan mendukung adanya penguatan. Kami masih melihat bahwa IHSG akan menguji kembali resistance di 3.700 – 3.710, yang akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju arera 3.800, jika ditembus. Sementara level support kini bergeser ke area 3.636. Jika ditembus, maka koreksi bisa berlanjut menuju support berikutnya di 3.579, yang akan memberikan sinyal bearish jika harga kembali ditutp di bawah support tersebut. Untuk har ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.640 – 3.710.

R3    3,773
R2    3,738
R1    3,707
   
Pivot    3,672
   
S1    3,640
S2    3,605
S3    3,574

Stock Pick
BBCA

M
oving average sudah menunjukkan potensi uptrend. Namun pola lower high dan lower low, yang terbentuk pada garis trend, menunjukkan bahwa trend masih bergerak bearish. Saat ini harga masih tertahan pada garis resistance 8.150. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk meraih target bullish selanjutnya di 8.850 – 9.500 (FR 161.8%).
Rekomendasi     : Buy break 8.150, stop loss breakout 7.950, target 8.500
Support                : 7.950, 7.750
Resistance          : 81.50, 8.500

CTRA

I
ndikator stochastic dan RSI masih menunjukkan potensi uptrend, namun harga masih tertahan pada garis resistance di 530. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk kembali meraih area 580 – 600. Sementara jika resistance gagal ditembus, CTRP berpeluang terkoreksi ke area 480 – 455.
Rekomendasi     : Buy break 530, stop loss 500, target 580
Support                : 495, 480
Resistance          : 530, 580

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha