Search Results : harga saham pt unilever

Tanggal December 14, 2012 / 8:33 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Perundingan fiskal yang lambat antara Presiden Obama dengan wakil dari Partai Republik, telah membuat indeks Dow Jones Industrial turun 0,54 persen dan ditutup signal bearish, dibawah suport pertama di 13200.
Kondisi ini sangatlah tidak menguntungkan karena kemarin, IHSG juga ditutup dengan signal bearish, setelah gagal bertahan diatas suport 4232 – 4333.  Meskipun semenjak pagi aliran dana asing yang masuk ke bursa terlihat sedemikian kuat, melanjutkan aksi beli yang sudah mulai dilakukan pada hari Rabu, akan tetapi, tekanan jual yang sangat kuat pada saham UNVR, telah berhasil memancing pemodal untuk melakukan aksi profit taking pada counter-counter saham yang lain, sehingga IHSG akhirnya ditutup dibawah suport tersebut.  
IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak flat-turun dengan kisaran utama diantara level 4300-4340.  Jika suport di 4300 gagal bertahan, kisaran suport 4250 – 4275 akan menjadi suport kedua.  Potensi koreksi hingga kisaran gap 4103 – 4126 hanya terbuka jika suport 4250 gagal bertahan.
Sentimen negatif dari kenaikan setoran royalti pada perusahaan induk yang dilakukan oleh manajemen UNVR, telah membuat harga saham ini tertekan hebat.  Dalam dua hari terakhir (Rabu-Kamis), kami juga mengamati data pada konsensus analis di Bloomberg, dimana terdapat setidaknya 5 sekuritas yang menerbitkan laporan baru tentang emiten ini, dengan target rata-rata di sekitar level 19250.  Melihat koreksi yang terjadi, posisi-posisi spekulatif memang menarik dilakukan ketika harga sudah mencapai suport di 19500, dengan mengharapkan adanya dead cat bounce dalam waktu dekat.  Akan tetapi, pemodal juga sebaiknya extra hati-hati jika ternyata tekanan jual pemodal asing masih terjadi dengan hebat.

Global Outlook
S
aham Asia terkoreksi hari ini, mengikuti arah global, karena kecemasan para politisi AS masih belum mencapai kesepakatan untuk mencegah jurang fiskal, padahal mendekati akhir tahun.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang koreksi 0,2% setelah menyentuh level tertinggi dalam 16 bulan terakhir sejak 5 Desember sampai kemarin. Rally tujuh hari saham global terhenti dan harga komoditas berjatuhan kemarin setelah negosiasi anggaran AS menemui jalan buntu lagi.  Wall Street tumbang, dengan indeks Dow Jones melemah 0,54%, karena kekhawatiran soal jurang fiskal, meski ada data ekonomi AS yang bagus.
Presiden Obama dan Ketua Kongres John Boehner bertemu semalam untuk membicarakan masalah jurang fiskal, namun masih belum ada titik temu. Minimnya perkembangan berarti dalam negosiasi mencegah jurang fiskal membuat pasar semakin resah karena tenggat waktu akhir tahun semakin dekat. Bila gagal dicegah, kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis akan diberlakukan pada 1 Januari nanti.
Efek stimulus the Fed ke sentimen pasar ternyata tidak lama, karena fokus langsung tertuju kembali ke isu jurang fiskal. Apalagi Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan kebijakan moneter belum tentu cukup untuk memitigasi dampak jurang fiskal ke ekonomi.  Isu jurang fiskal akan terus membayangi pasar kecuali kesepakatan tercapai, tapi banyak kalangan masih ragu itu bisa terjadi sebelum Natal.
Selain itu, beberapa indeks sudah mencapai titik jenuh beli, dan berita negatif berpotensi dijadikan alas an untuk profit taking.  Di Jepang, indeks Nikkei, yang menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, dibuka negatif menyusul hasil survei Tankan yang lebih buruk dari prediksi. Indeks sentimen perusahaan besar Jepang itu turun ke -10 di kuartal keempat dari -3 di kuartal sebelumnya, prediksi -9. Tapi data ini dapat memperkuat ekspektasi BOJ harus melonggarkan kebijakannya dalam pertemuan minggu depan.
Sembari menantikan perkembangan soal negosiasi anggaran AS, pasar akan disuguhi beberapa data, seperti inflasi dan ketenagakerjaan dari Eropa, serta inflasi dan produksi industrial di AS. 


Review IHSG
S
etelah  menguat dalam empat  hari berturut-turut , Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi. Pada penutupan perdagangan, Kamis (13/12/2012), IHSG melemah 17,339 poin (0,40%) ke level 4.320,189.
Kenaikan Indeks yang terjadi dalam emapt hari berturut-turut itu membuat investor tergiur untuk melakukan aksi profit taking. Adapun saham-saham blue chip, khususnya di sektor konsumer masih menjadi target profit taking tersebut. Saham Unilver (UNVR)menjadi bulan-bulanan aksi jual menyusul berita yang menyebutkan bahwa induk perusahaan ini menginginkan adanya penambahan royalty. Saham tersebut anjlok hingga 12% lebih.
Meski marak dengan aksi jual, posisi investor asing justru mencatakan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 648,62 miliar di seluruh pasar. Sebanyak enam sektor memerah, dipimpin oleh sektor konsumer yang turun sebesar 3,97%. Sedangkan sektor pertambangan menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikannya sebesar 1,90%.
Saham-saham yang diantaranya Delta Jakarta (DLTA), Indocement (INTP), United Tractor (UNTR), dan Harum Energy (HRUM).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Unilever (UNVR), Bukit Asam (PTBA), Mayora (MYOR), dan Gudang Garam (GGRM).

Ulasan Teknikal
IHSG

C
andlestick mulai menunjukkan sinyal negatif, namun beberapa indikator lainnya masih mendukung pola uptrend. Hal ini terlihat dari MA 10 yang bergerak uptrend serta stochastic yang masih bullish cross over. Untuk itu, kami masih melihat adanya potensi penguatan bagi untuk kembali menguji resistance di  4.337, dimana jika kembali ditembus, penguatan bisa berlanjut menuju area 4.366 – 4.381. Sedangkan sinyal bearish bisa didapat jika IHSG ditutup di bawah 4.300. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.337.
R3    4374
R2    4355
R1    4338
    
Pivot    4319
    
S1    4301
S2    4282
S3    4265

Stock Pick
HRUM

H
RUM telah mengakhiri trend bearish jangka pendeknya dengan ditembusnya resistance 5.550. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh MA 10 yang mulai bergerak uptrend. Candlestick yang membentuk pola white opening marubozu turut mengkonfirmasih pola reversal tersebut. Namun, penguatan tajam yang sudah berlangsung dalam 2 hari terakhir  ini membuat indikator RSI dan stochastic memasuki area overbought. Hal ini kemungkinan akan membatasi kenaikan HRUM, terlebih harga kini mulai mendekati resistance di 6.000.
Rekomendasi     : Trading Buy@5.700, stop loss 5.500, target 6.000
Support                : 5.700, 5.550
Resistance          : 6.000, 6.350

ADRO

T
rend bearish jangka pendek ADRO telah berakhir ketika terjadi penembusan resistance 1.430. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh MA 10 yang juga sudah bergerak uptrend. Namun, saat ini ini harga masih tertahan di area reistance 1.610. Beberapa indikator pun mulai menunjukkan sinyal overbought. Untuk itu, koreksi kemungkinan bisa terjadi sebelum ADRO melanjutkan  penguatannya. Adapun target jika harga mampu bertahan di atas resistance 1.610 berada di area 1.800 – 1.900.
Rekomendasi     : Hold
Support                : 1.560, 1.500
Resistance          : 1.720, 1.800

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-akhir-pekan-flat-turun-di-kisaran-4300-4340.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-akhir-pekan-flat-turun-di-kisaran-4300-4340.html

Tanggal September 28, 2012 / 8:41 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Sentimen positif dari pengumuman rencana reformasi ekonomi Spanyol, telah membuat indeks Dow Jones Industrial naik 0,54 persen. Kenaikan ini membuat indeks dari bursa di kawasan Asia terlihat masih cenderung menguat di pagi hari ini.
Sentimen positif yang ada, diperkirakan bakal membuat IHSG melanjutkan signal positif yang kemarin muncul, menjadi trend naik. IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak flat-naik, pada kisaran 4205-4272. Selain dari regional, aksi window dressing juga bisa menjadi penyebab IHSG bergerak naik.
Salah satu point yang kami sampaikan dalam acara Market Outlook bulan Oktober semalam, adalah bahwa IHSG bakal berada dalam trend naik, hingga akhir tahun. Target IHSG kami untuk tahun ini di 4400-4800, hingga hari ini masih belum tersentuh. Harapan kami, kondisi ekonomi yang lebih kondusif pasca QE3, dan paket stimulus lain yang terus digelontorkan di seluruh dunia, bakal terus mendorong naik harga saham di pasar ekuitas.
Konsumsi dalam negeri, perbankan, properti dan infrastruktur tetap akan menjadi pendorong utama. Disamping itu, saham-saham komoditas juga masih akan bergerak naik, mengikuti rebound yang terjadi pada saham komoditas, sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.

Global Outlook
S
aham Asia bergerak positif hari ini, namun masih tipis, setelah Spanyol mengumumkan RAPBN 2013 dan reformasi ekonomi, yang dianggap sebagai indikasi persiapan mengajukan bantuan finansial. 
Wall Street, euro dan komoditas menguat sedangkan dollar jatuh setelah Spanyol mengumumkan waktu detil untuk reformasi ekonomi, dan rencana anggaran 2013 yang berfokus pada pemotongan belanja bukannya kenaikan pajak. Pasar keuangan menyambut baik rencana anggaran itu yang karena lebih mementingkan penghematan pengeluaran dari pada kenaikan pendapatan. Selain itu, rancangan tersebut dipandang sebagai pertanda Spanyol semakin dekat dengan bailout.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2% setelah rally kemarin karena penguatan saham China yang dipicu oleh isu stimulus. Indeks Nikkei naik 0,4% setelah menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir kemarin. Tapi indeks Hang Seng dibuka melemah 0,1%. Wall Street juga menanjak, dengan indeks Dow Jones naik 0,5%.
Namun, penguatan tersendat karena data ekonomi AS yang buruk. PDB AS kuartal kedua ternyata di revisi turun menjadi 1,3% dari sebelumnya 1,7%. Durable goods orders anjlok 13,2% di Agustus, lebih besar dari prediksi 5,0%, setelah tumbuh 3,3% di Juli.
Pergerakan saham juga masih terbatas karena meski pengumuman Spanyol memberi efek positif, masih ada rintangan yang menjadi persoalan. Faktor yang penting bagi pasar adalah Spanyol mengajukan bailout, karena inilah yang ditunggu. Selama belum jelas ke sana, penguatan yang dicatat hari ini tidak akan banyak dan berlangsung lama.
Fokus hari ini, pemerintah Spanyol akan mengumumkan hasil stress test dan estimasi final kebutuhan rekapitalisasi perbankan, yang merupakan syarat dari bantuan finansial 100 miliar euro yang diterimanya beberapa bulan lalu. Jumlah rekapitalisasi itu diperkirakan sekitar 60 miliar euro.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di area 4.200. Pada penutupan perdagangan, Kamis (27/9/2012), IHSG menguat 44,861 poin (1,07%) ke level 4.225,024.
Sentimen positif dari China berhasil menepis kegalauan pasar akibat mencuatnya kembali krisis utang Eropa menyusul aksi protes di Spanyol menolak program pengetatan anggaran.
Sentimen positif tersebut disulut oleh aksi Bank Sentral China (PBOC) yang melakukan langkah untuk merangsang likuiditas yang belakangan ini diterpa perlambatan ekonomi.
Bank sentral China menyuntikkan total 365 miliar yuan ke pasar uang minggu ini sebagai bagian upaya menjaga arus likuiditas tanpa memicu inflasi. Penyuntikan ini juga ditujukan untuk mencegah potensi kelangkaan likuiditas di bank komersial.
Langkah PBOC tersebut kemudian direspon positif oleh mayoritas bursa regional, dimana bursa domestik pun turut terdongkrak.
Seluruh indeks seektoral kompak menghijau, dimana sektor barang konsumsi memimpin penguatan dengan kenaikannya sebesar 1,36%.
Saham-saham yang naik diantaranya Unilever (UNVR), Garda Tujuh (GBTO), Mayora (MYOR), dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Jasa Prima (KARW), Gudang Garam (GGRM), Surya Toto (TOTO), dan Indocement (INTP).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
ola bullish engulfing yang terbentuk di candlestick bisa menjadi indikasi reversal setelah IHSG mengalami koreksi di perdagangan sebelumnya. Indeks pun berhasil menutup gap yang terjadi di kisaran 4.170 – 4.185, kemudian ditutup di atas level tersebut. Indikator stochastic memang masih bearish, namun kini mulai berpeluang bullish cross over. Untuk itu, kami masih melihat adanya potensi penguatan bagi IHSG untuk menguji resistance di 4.250. Penembusan resistance tersebut akan mengakhiri trend jangka pendek yang saat ini terbentuk, untuk fokus pada kenaikan berikutnya di area 4.273 – 4.310. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.190 – 4.270.

R3    4,304
R2    4,270
R1    4,247
   
Pivot    4,213
   
S1    4,191
S2    4,157
S3    4,134

Stock Pick
ELSA

M
A 10 dan 55 sudah golden cross, indikasi trend mulai berbalik bullish. Dukungan bullish juga terlihat dari candlestick yang membentuk white marubozu, demikian pula dengan indikator stochastic dan RSI. Untuk itu, kami melihat bahwa ELSA berpeluang kembali melanjutkan rebound-nya untuk meraih target FR 50% di area 180 – 184 (FR 61.8%).
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss 172, target 180
Support                : 172, 168
Resistance          : 180, 184

GTBO

T
ertahan pada FR 50% dan membentuk pola piercing line di candlestick, bisa menjadi simyal reversal bagi GTBO. Stochastic pun kini sudah oversold dan hampir membentuk pola golden cross. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound lanjutan bagi GTBO untuk meraih area resistance-nya di 4.950 – 5.500.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss, 4.075, target 4.900
Support                : 4.075, 3.700
Resistance          : 4.950, 5.500

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-positif-global-dukung-sinyal-naik-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-positif-global-dukung-sinyal-naik-ihsg.html

Tanggal September 21, 2012 / 9:00 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Ditengah sadarnya pelaku pasar akan sentimen ekonomi dunia yang terus memburuk, indeks Dow Jones Industrial (DJI) mampu ditutup naik tipis 0,14 dan ditutup di level 13.596,93.  Kenaikan ini diharapkan mampu sedikit menenangkan pasar yang kemarin terlihat sudah mulai khawatir akan terjadinya konsolidasi untuk jangka pendek.
Sentimen yang ada, diharapkan akan membuat IHSG bergerak bervariasi pada kisaran 4205-4250.
Meski IHSG saat ini sedang berada dalam trend turun jangka pendek dengan arah 4170-4205, keberadaan dari trend naik jangka menengah pada IHSG membuat posisi Buy On Weakness tetap menarik untuk dilakukan.
BOW: UNTR 21500-21700, PTBA 15500-15700, ITMG, INCO, ANTM, TINS, PGAS, ASII, INTP, SMGR. 

Global Outlook
S
aham Asia stabil hari ini, berkonsolidasi setelah mengalami koreksi kemarin yang dipicu oleh data ekonomi yang meningkatkan kecemasan soal ekonomi dunia.
Saham global berjatuhan kemarin karena data manufaktur Eropa, China dan AS yang memperlihatkan aktivitas manufaktur tetap lesu, menambah bukti perlambatan ekonomi dunia. Indeks PMI manufaktur versi HSBC sedikit naik ke 47,8 di September dari 47,6 di Agustus.  Data ini menunjukkan aktivitas sektor tersebut stabil selama bulan itu setelah mencapai titik terendah dalam sembilan bulan terakhir. Meski demikian, belum ada tanda-tanda pemulihan. 
Data ekonomi yang diumumkan kemarin sebenarnya tidak semuanya buruk. Indeks PMI manufaktur Jerman naik ke 47,3 dari 44,7. Perkembangan baik meski masih dalam kontraksi. Namun belum mampu meyakinkan pelaku pasar untuk mendorong harga lebih lanjut.
Pasca rally yang didorong oleh stimulus dari the Fed dan ECB, saham regional didera penyesuaian pada awal sampai pertengahan minggu ini. Keputusan BOJ  menambah pembelian asetnya sempat memberi dorongan ke indeks Asia. Namun karena jumlahnya kecil, dianggap kurang mengesankan. Selain itu, harga sudah mencapai peak setelah the Fed mengumumkan Quantitative Easing (QE).
Setelah terjadi koreksi kemarin, kini ada sedikit kenaikan, namun masih bersifat konsolidatif sembari mencari arah selanjutnya. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3% setelah anjlok ke level terendah dalam seminggu terakhir kemarin. Indeks Nikkei menanjak 0,7% dan indeks Hang Seng dibuka menguat 0,5%.
Penguatan ini masih rentan di tengah minimnya faktor pendorong yang solid. Tidak ada even penting terjadwal hari ini, membuat penguatan saham terbatas.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan gain-nya. Pada penutupan perdagangan, Kamis (20/9/2012), IHSG anjlok 27,195 poin (0,64%) ke level 4.217,516.
Isu pelambatan ekonomi kembali mencuat, kali ini datang dari kawasan Asia menyusul melambatnya aktivitas manufaktur di China. Hal ini membuat kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia.
Kekhawatiran tersebut telah membuat bursa regional lainnya ikut tumbang, misalnya saja indeks Nikkei yang ditutup jatuh 145,23 poin, atau 1,57%, ke posisi 9,086,98.Di Hong Kong, indeks Hang Seng terkapar 1,2%.
Sebanyak tujuh sektor memerah. Sektor-sektor yang mencatatkan penurunan paling dalam di antaranya: sektor pertambangan yang turun 2,49%, sektor konsumer yang turun 2%, dan sektor aneka industri yang turun 1,55%.
Sementara saham-saham yang turun antara lain Bayan (BYAN), Unilever (UNVR), Delta Dunia (DLTA), dan United Tractor (UNTR).

Ulasan Teknikal
IHSG

I
HSG kembali memberikan sinyal negatif dengan terbentuknya pola black body pada candlestick. Indikator stochastic death cross, dan harga gagal bertahan di atas resistance 4.250. Untuk itu, potensi penurunan masih bisa terjadi untuk menutupi gap yang ada di area 4.170. Sedangkan sinyal positif akan kembali didapat jika IHSG kembali mampu bertahan di atas resistance terdekatnya saat ini di 4.235. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.170 – 4.235.

R3    4,264
R2    4,250
R1    4,234
   
Pivot    4,220
   
S1    4,204
S2    4,190
S3    4,174

Stock Pick
BBRI

I
ndikator stochastic serta MA 10 masih menunjukkan potensi bearish jangka pendek. Namun dukungan bullish untuk trend jangka menengah masih didapat oleh garis trend serta MA 55. Untuk itu, kami melihat adanya potensi koreksi untuk menguji support trend line di area 6.950 untuk jangka pendek ini. Namun koreksi tersebut bisa dimanfaatkan untuk kembali melakukan aksi pembelian.
Rekomendasi     : Buy on weakness @6.950, stop loss 6.650, target 7.250
Support     : 6.950, 6.650
Resistance     : 7.250, 7.450

BHIT

T
rend bullish, terlihat dari MA 10 dan 55 yang masih uptrend. Trend bullish BHIT kemudian dipertegas dengan ditembusnya resistance di 430. Namun, indikator RSI serta stochastic memperlihatkan jenuh beli. Ada potensi koreksi koreksi menuju support di 430 sebelum BHIT melanjutkan target kenaikan berikutnya di 490.
Rekomendasi     : Buy on weakness @430, stop loss 410, target 460
Support     : 430, 410
Resistance     : 460, 490

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-cenderung-konsolidasi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-cenderung-konsolidasi.html

Tanggal August 03, 2012 / 8:56 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kekhawatiran kami kemarin bahwa keputusan ECB (Mario Draghi)  bakal mengecewakan pasar, terbukti sudah. Pernyataan Draghi yang menyebutkan bahwa pembelian akan obligasi Spanyol dan Italia akan dilakukan dengan syarat tertentu, jelas mengecewakan pasar yang sudah termakan dengan pernyataan ‘whatever it takes’ yang disebutkan minggu lalu.
Indeks Dow Jones Industrial terkoreksi 0,71 persen dan ditutup di 12.878. Penutupan ini terlihat cukup tinggi karena pada level terendahnya, DJI sempat menguji suport di level psikologis 12800.
Posisi penutupan DJI yang ‘off it’s low’ tersebut membuat koreksi yang bakal terjadi pada IHSG, sepertinya bakal tertahan pada kisaran suport 4050-4075.  Kisaran gap di 4015-4037 akan menjadi suport kedua.  Level psikologis 4100 akan menjadi resisten.
BOW: TLKM di 8400-8650, INTP 18500-19250, BMRI 7600-7800, BBRI 6500-6650, GGRM di 47800-50200.

Global Outlook
S
aham Asia bertumbangan hari ini setelah ECB mengecewakan pasar yang berharap adanya gebrakan baru untuk mengentaskan krisis utang, memicu risk aversion.
Pasca rapat regulernya, ECB ternyata tidak mengumumkan stimulus baru. ECB, setelah mempertahankan suku bunga, mengindikasikan siap melanjutkan pembelian obligasi untuk menekan yield Spanyol dan Italia, tapi sembari melempar bola ke pemerintah zona euro dengan mengatakan mereka harus yang dulu bergerak.
Draghi mensinyalkan bahwa setiap intervensi tidak akan datang sebelum September, dan hanya bisa terjadi bila pemerintah mengaktifkan dana bailout untuk bergabung dengan ECB dalam membeli obligasi. Pasar kecewa karena ternyata Draghi tidak menepati janjinya siap melakukan apapun untuk menyelamatkan euro.
Kekecewaan itu langsung ditumpahkan dengan melepas aset berisiko. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,4% dan indeks Nikkei dibuka anjlok 1,3%, menyusul turunnya Wall Street. Indeks Hang Seng dibuka merosot 0,6%. Euro  juga menjadi bulan-bulanan, jatuh atas semua rivalnya.
Saham regional kemungkinan akan tertekan sepanjang hari ini. Data aktivitas jasa China akan dicermati oleh pasar untuk kemungkinan perlambatan dan perlunya stimulus. Pasar juga mengantisipasi data ketenagakerjaan AS yang akan diumumkan nanti malam.  Kalau payroll tumbuh di bawah 100.000, maka isu Quantitative Easing (QE) akan mencuat lagi.

Review IHSG
L
antai bursa kembali dilanda aksi jual, hal ini menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksinya. Pada penutupan perdagangan, Kamis (2/8/2012), IHSG anjlok 37,353 poin (0,90%) ke level 4.093,112.
Penurunan IHSG ini dipicu oleh pernyataan The Fed yang tidak memberikan sinyal akan adanya stimulus moneter seperti yang diharapkan pasar. Komentar The Fed tersebut membuat mayoritas bursa regional mengalami penurunan.
Namun, ditengah aksi jual yang dilakukan pemodal domestik, asing justru melakukan pembelian. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 157,409 miliar di seluruh pasar.
Tidak ada satupun sektor yang selamat dari dari tekanan. Sektor dengan penurunan terdalam dialami oleh sektor industri dasar yang anlok sebesar 2,24%. Kemudian, disusul sektor perkebunan yang melemah 1,69% serta sektor infrastruktur yang tergerus 1,33%.
Saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Mayora (MYOR), Indocement (INTP), dan Bukit Asam (PTBA).
Sementara saham-saham yang berhasil naik diantaranya Surya Toto (TOTO), Multi Prima (LPIN), Sarana Menara (TOWR), dan Unilever (UNVR).

Ulasan Teknikal
IHSG

I
HSG terlihat dua kali gagal menembus resistance di 4.149. Kali ini, IHSG bahkan jatuh di bawah level support-nya di 4.108. Dengan begitu, trend bearish jangka pendek IHSG mulai terbentuk. Candlestick yang membentuk long black candlestick menunjukkan bahwa seller mulai dominan. Kondisi yang sama juga terlihat dari indikator stochastic yang sudah overbought dan berpeluang dead cross. Untuk itu, kami melihat adanya potensi koreksi lanjutan bagi IHSG untuk menguji support berikutnya di area 4.066 – 4.085. Jika support kembali ditembus, maka penurunan IHSG selanjutnya akan fokus menuju area 4.025 – 4.000. Sedangkan sinyal bullish akan kembali didapat jika IHSG kembali bergerak di atas support sebelumnya di 4.108 (sekarang menjadi resistance). Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.066 – 4.130.

R3    4,201
R2    4,175
R1    4,134
   
Pivot    4,109
   
S1    4,067
S2    4,042
S3    4,001

Stock Pick
BBNI

M
asih berada dalam trend bullish, namun penguatan BBNI sepertinya sudah mulai terbatas. Hal ini terlihat dari indikator stochatis yang sudah mulai overbough. Selain itu, harga kini mulai mendekati area resistance di 4.025 – 4.075. Namun, selama harga masih mampu bertahan di area support 3.850 – 3.750, BBRI masih mempunyai ruang penguatan menuju area 4.225.
Rekomendasi     : Buy (best pice entry@3.850, stop loss breakout 3.750, target 4.025
Support                : 3.850, 3.750
Resistance          : 4.025, 4.225

ANTM

M
A 10 dan 55 masih bergerak downtrend, demikian pula dengan trend line. Hal tersebut menunjukkan masih trend ANTM masih bearish. Selain itu, indikator stochastic serta RSI juga menunjukkan kondisi yang sama. Kami melihat bahwa pegerakan ANTM  masih akan turun dan sepertinya akan membentuk pola double bottom di kisaran support 1.120.
Rekomendasi     : Sell, Bottom Fishing @1.140, stop loss breakout 1.120, taregt 1.200.
Support                : 1.190, 1.120
Resistance          : 1.270, 1.310

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/koreksi-global-makin-benamkan-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/koreksi-global-makin-benamkan-ihsg.html

Tanggal July 27, 2012 / 9:07 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Pernyataan yang cukup keras dari Mario Draghi, Ketua Bank Sentral Eropa (ECB) mengenai tekad untuk mempertahankan Zona Euro, telah membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) naik 1,67 persen dan kembali ditutup di level 12.887,93, mendekati resisten kuat di level psikologi 13000.
Bagi IHSG, sentimen positif dari kenaikan DJI tersebut, masih ditambah dengan publikasi kinerja emiten yang cenderung diatas ekspektasi analis. Diantaranya, ASII kemarin mengumumkan laba bersih 1H2012 sebesar 9,68 trl vs ekspektasi sebesar 9,56 trl. Laba bersih BBRI juga tercatat sebesar Rp 8,7 trl diatas ekspektasi Rp8,1trl.
Kinerja keuangan dari emiten dalam negeri yang solid, diperkirakan bakal membuat pemodal percaya diri dalam mengambil posisi jangka panjang. Permasalahan memang ada pada krisis Eropa, dimana solusi yang ditawarkan, sejauh ini baru berupa statement, belum terlihat adanya aksi yang jelas.
IHSG yang sudah dua hari terakhir berhasil bertahan diatas kisaran suport 3963-3975, hari ini sepertinya bakal naik dan mengakhiri trend turun jangka pendeknya. IHSG diperkirakan bakal menguji resisten kuat, berupa gap di 4045-4066.
SpecBuy: ASII, BBRI, BMRI, BBCA, INTP, SMGR, AALI, UNVR, GGRM.

Global Outlook
S
aham Asia bergerak positif hari ini setelah ECB memberi sinyal kesiapan membantu zona euro, meningkatkan ekspekatsi akan bergerak cepat mengatasi kenaikan yield.
Pasar rally setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pihaknya siap melakukan apapun yang diperlukan sesuai mandatnya untuk melindungi zona euro. Pernyataan Itu menimbulkan harapan akan adanya tindakan untuk membantu negara yang sedang menghadapi biaya pinjaman tinggi. 
Para analis mengatakan pernyataan Draghi ini, yang datang menjelang rapat reguler ECB minggu depan, bisa menjadi sinyal akan kelanjutan program pembelian obligasi yang disebut dengan Securities Market Program (SMP). Selain itu, muncul juga ekspektasi adanya pemangkasan suku bunga lagi.
Tidak hanya saham yang terbantu, euro pun melaju ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir berkat pernyataan Draghi. Rally euro atas dollar mendorong pasar membeli komoditas seperti minyak dan emas. Komentar Draghi juga berhasil menurunkan yield obligasi Spanyol ke bawah 7%.
Wall Street juga sumringah karena Draghi, dengan indeks Dow Jones menanjak 211 poin. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,5%. Indeks Nikkei dibuka langsung menguat 1,2%, sedangkan indeks Hang Seng rally 1,9%.

Review IHSG
D
itengah sepinya transaksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mampu menguat tipis. Pada penutupan perdagangan Kamis (26/7/2012), IHSG naik tipis 3,937 poin (0,10%) ke level 4.004,776.
Antara harapan dan khawatir, pelaku pasar disodori dua pilihan. Sentimen positifnya adanya spekulasi bahwa bank sentral AS, The FED akan melakukan kebijakan stimulus guna mendorong ekonomi. Sementara di pihak lain, pasar masih dibayangi kekhawatiran krisis utang Eropa.
IHSG akhirnya masuk zona hijau setelah terselamatkan oleh aksi beli menjelang penutupan perdagangan. Sebanyak empat sektor berhasil menopang indeks, sementara enam sektor lainnya justru memerah. Sektor-sektor yang mencatatkan penurunan terbesar adalah sektor perdagangan yang turun 0,59%, sektor pertambangan yang turun 0,39%, dan sektor industri dasar yang turun 0,30%.
Saham-saham yang naik diantaranya Mayora (MYOR), Unilever (UNVR), HM Sampoerna (HMSP), dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Century Textille (CNTX), Bank Mayapada (MAYA), dan United Tractor (UNTR).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
ergerakan IHSG masih belum mengalami banyak perubahan dari perdagangan sebelumnya. Candlestick masih memunculkan sinyal positif, namun IHSG belum mampu melewati resistance di area 4.024 – 4.035. Selain itu, MA 10 yang bergerak di atas harga menunjukkan bahwa trend jangka pendek IHSG masih bearish. Trend jangka pendek ini hanya akan berbalik bullish jika IHSG mampu bergerak di atas resistance 4.035, untuk target rebound berikutnya menuju area 4.090 – 4.110. Sementara level support masih kami tempatkan di area 3.963. Jika support ditembus, maka akan memberi potensi penurunan lebih lanjut menuju area 3.922 – 3.900 dan bisa merubah trend jangka menengah menjadi bearish. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak di kisaran  3.963 – 4.035.

R3    4,027
R2    4,021
R1    4,013
   
Pivot    4,007
   
S1    3,999
S2    3,993
S3    3,985

Stock Pick
KLBF

M
asih berada dalam trend turun untuk jangka pendek dan menengah, hal ini terlihat dengan terbentuknya garis downtrend channel, serta MA 10 dan 55 yang juga downtend. Namun, pola inverted hammer yang terbentuk pada candlestick memberikan sinyal reversal. Pola reversal lainnya juga terlihat dari stochastic yang oversold dan berpeluang golden cross. Konfirmasih reversal akan ditentukan dengan bertahannya harga di atas support 3.675, kemudian terjadi breakout resistance 3.750, untuk target penguatan ke area 3.875 – 3.900.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss 3.650, target 3.750
Support                : 3.675, 3.600
Resistance          : 3.750, 3.850

KAEF

M
A 10 dan 55 masih menunjukkan potensi bearish, namun dengan terbentuknya pola inverted hammer, sinyal reversal mulai terbuka. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh indikator stochastic yang golden cross di area oversold. Support KAEF berada di 460, sementara resistance di 500. Penembusan resistance akan mengkonfirmasi bullish reversal menuju area 560 – 580.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss 460, target 500
Support                : 460, 420
Resistance          : 500, 560

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-eropa-dan-kinerja-emitan-bullish-kan-ihsg.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-eropa-dan-kinerja-emitan-bullish-kan-ihsg.html

Tanggal July 16, 2012 / 8:49 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones Industrial pada akhir minggu kemarin naik 1,62% dengan harapan bahwa The Fed akan segera mengeluarkan stimulus sebagai reaksi atas perkembangan di Eropa. Meskipun demikian, bursa Asia pagi hari ini merespon kenaikan tersebut dengan berhati-hati.  Kospi cenderung bergerak turun, sedangkan Hang Seng, meski dibuka naik 0,8%, setelah itu terlihat cenderung bergerak turun perlahan.
IHSG pada hari Jumat kemarin, gagal memberikan signal positif setelah ditutup menembus resisten 4022. Kenaikan indeks Dow Jones, mungkin akan membuat resisten ini ditembus. Akan tetapi, dengan potensi jangka pendek yang hanya mencapai 4050-4065, pemodal sebaiknya berhati-hati dalam melakukan positioning. Kami lebih menyarankan posisi sell on strength untuk melakukan profit taking.  Posisi trading sebaiknya dilakukan dengan target jangka pendek yang dekat dan posisi stoploss yang ketat.

Global Outlook
S
aham Asia bergerak positif hari ini di tengah berkurangnya kecemasan mengenai ekonomi China, menyusul data PDB yang masih sesuai prediksi minggu lalu dan pemerintahnya meningkatkan prospek stimulus bila diperlukan.
Indeks Asia Pasifik MSCI di luar Jepang naik 0,3% hari ini, melanjutkan penguatan 3% Jumat lalu. Tapi indeks minggu lalu mencatat kejatuhan terbesar dalam dua bulan terakhir karena kecemasan mengenai perlambatan ekonomi global. Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,3% hari ini.  Bursa Jepang ditutup karena libur nasional.
Pertumbuhan ekonomi China melambat untuk enam kuartal berturut-turut ke level terendah dalam tiga tahun terakhir. PDB tumbuh 7,6% di kuartal kedua, masih di kisaran ekspektasi, mengangkat saham Eropa dan AS. Hal ini mencerminkan perlunya kebijakan lebih lanjut. Perdana Menteri Wen Jiabao mengatakan upaya untuk menstabilkan ekonomi terus dilakukan dan pemerintah akan meningkatkan upayanya di semester kedua.
Wall Street juga terangkat oleh kinerja keuangan JPMorgan Chase yang mengurangi kecemasan mengenai dampak kerugian trading hingga $5,8 miliar. Indeks Dow Jones rally 1,62% akhir pekan lalu.
Fokus pasar berikutnya adalah data penjualan ritel AS, yang akan diumumkan malam nanti. Pasar juga menantikan pidato Ketua the Fed Ben Bernanke besok malam, sembari mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan. Pasra juga memantau yield obligasi Spanyol dan Italia, yang masih rawan akan kenaikan.

Review IHSG
D
itengah minimnya sentimen positif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil menguat di penghujung perdagangan minggu lalu. Pada penutupan Jumat (13/7/2012), IHSG naik 35,553 poin (0,89%) ke level 4.019,673.
Kenaikan IHSG tersebut diiringi oleh suramnya outlook ekonomi global menyusul diturunkan peringkat kredit Italia serta data PDB China yang menunjukkan sinyal pelambatan.
Namun data China tersebut justru memunculkan spekulasi bahwa China kemungkinan akan mengeluarkan kebijakan stimulus guna mendorong ekonomi. Spekualsi inilah yang akhirnya mampu membuat mayoritas bursa regional menghijau.
Seluruh indeks sektor kompak menguat. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah: sektor konsumer yang naik 2,13%, sektor infrastruktur naik 1,44%, dan sektor manufaktur yang naik 1,23%.
Saham-saham yang naik diantaranya Multi Bintang (MBLI), Century Textille (CNTX), Delta Jakarta (DLTA), dan Unilever (UNVR).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indocement (INTP), Bukit Asam (PTBA), Indo Kordsa (BRAM), dan United Tractor (UNTR).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
embentuk bullish engulfing dan kembaali bergerak di atas MA 10 membuat sinyal bullish IHSG kembali muncul. Indikator RSI masih positif, sementara stochastic berpeluang golden cross. Kondisi tersebut memungkinkan IHSG untuk kembali menguji resistance-nya di 4.050. Tembus resistance tersebut bisa membawa IHSG naik lebih jauh menuju area 4.090 – 4.110. Sementara level support kami tempatkan di area 4.000. Penurunan kembali harga di bawah support tersebut bisa membawa potensi penurunan menuju area 3.970 – 3.950. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.000 – 4.050.

R3    4,076
R2    4,050
R1    4,036
   
Pivot    4,010
   
S1    3,996
S2    3,970
S3    3,956

Stock Pick
SMGR

M
A 10 dan 55 masih menunjukkan downtrend, demikian pula dengan indikator RSI dan stochastic yang masih berada di area negatif. Namun sinyal reversal muncul ketika SMGR mampu bertahan di atas support 11.250, dengan membentuk pola inverted hammer pada candlestick. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound bagi SMGR, minimal menguji kembali resistance di 11.500. Jika resistance ditembus, maka kenaikan berikutnya akan fokus di area 12.300.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 11.250, target 11.950
Support                : 11.250, 10.900
Resistance          : 11.500, 11.950

SMCB

M
asih dalam trend bearish, namun simyal-sinyal reversal mulai muncul. Hal ini terlihat dengan terbentuk pola higher-high, higher-low pada trend line. Hal ini menunjukkan bahwa trend jangka pendek SMCB sedang membentuk pola bullish selama support terdekat di 2.400 mampu dipertahankan.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 2.400, target 2.550
Support                : 2.400, 2.300
Resistance          : 2.550, 2.625

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-belum-ada-sinyal-positif-faktor-eksternal-perlu-dicermati.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-belum-ada-sinyal-positif-faktor-eksternal-perlu-dicermati.html

Tanggal July 05, 2012 / 8:07 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Tutupnya bursa New York, telah membuat bursa di kawasan Eropa bergerak pada kisaran sempit, dengan posisi penutupan rata-rata terkoreksi tipis. Tidak adanya signal negatif ini, menunjukkan bahwa pelaku pasar hanya berada dalam posisi ‘wait and see’, menunggu sentimen yang baru.
Wait and see pada bursa regional ini, membuat sentimen ‘aliran dana asing’ menjadi sentimen utama untuk perdagangan hari ini,  di lantai Bursa Efek Indonesia, setelah kemarin, pemodal asing membukukan posisi beli hampir Rp 1 Tr di pasar reguler.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran 4025-4150 dengan saham-saham batubara dan saham lapis ketiga akan menjadi penggerak IHSG. Hanya penutupan dibawah 4025 yang akan memberikan signal bearish.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan gain-nya di minggu ini. Pada penutupan perdagangan Rabu (4/7/2012), IHSG naik 26,024 poin (0,64%) ke level 4.075,917.
Sejak dibukanya perdagangan, IHSG terus melaju dan sempat mencetak level tertingginya di 4.090,76. Saham-saham unggulan kembali menjadi incaran investor. Selain itu, dana asing pun masih mengalir di lantai bursa. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 594,385 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Otot indeks kali ini didukung oleh penguatan tujuh indeks sektoral. Tiga tertinggi diantaranya sektor perkebunan yang menguat sebesar 2,89%. Kemudian sektor pertambangan yang naik 2,33%, dan sektor perdagangan yang melaju 1,77%. Sementara sektor konsumer yang sebelumnya naik tinggi, terkoreksi sebesar 1,795 dan memimpin penurunan.
Saham-saham yang naik diantaranya United Tractor (UNTR), Astra Agro (AALI), Bukit Asam (PTBA), dan Indomobil (IMAS).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Mayora (MYOR), Gudang Garam (GGRM), Unilever (UNVR), dan Mandom (TCID).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
asih dalam trend bullish, namun indikator RSI serta stochastic sudah mulai overbought. IHSG pun kini mulai mendekati resistance kuatnya di 4.110, dimana level tersebut sebelumnya menjadi trigger awal terbentuknya trend bearish. Untuk itu, ruang koreksi kemungkinan akan terjadi jika IHSG gagal menembus resistance tersebut, dengan support berada di area 4.052 – 4.024. Sementara jika mampu bertahan di resistance tersebut, maka fokus kenaikan berikutnya akan berada di area 4.234. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.052 – 4.110.

R3    4123
R2    4107
R1    4091
   
Pivot    4075
   
S1    4060
S2    4044
S3    4029

Stock Pick
INDF

B
reakout yang terjadi pada resistance 4.900 telah mengkonfirmasi trend bullish jangka menegahnya dan harga kini bertahan di atas level tersebut. Namun indikator RSI serta stochastic yang mengalami overbought bisa memberi peluang koreksi untuk kembali ke area support tersebut.
Rekomendasi     : Buy on weakness @4.900, stop loss 4.750, taregt 5.200
Support              : 4.900, 4.750
Resistance         : 5.100, 5.200

RALS

B
erhasil menembus resistance 960 dan harga bertahan di atas level tersebut telah memberikan konfirmasi bullish bagi RALS. Kondisi ini didukung pula oleh indikator MA 10 dan 55 yang mulai bergerak uptrend. Untuk itu, kami melihat bahwa RALS masih berpotensi menguat dengan target kenaikan selanjutnya berada di area 990 – 1.060.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 950, target 990 – 1.060
Support              : 940, 880
Resistance         : 990, 1.060

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minim-sentimen-ihsg-bergerak-4025-4150.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minim-sentimen-ihsg-bergerak-4025-4150.html

Tanggal June 28, 2012 / 8:18 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones Industrial memunculkan peluang untuk kembali kedalam sebuah trend naik jangka pendek, setelah pada pergerakan semalam indeks ini naik 0,74% dan ditutup diatas resisten pertama 12617.  Ini adalah berita positif pertama untuk minggu ini, setelah selama semingu indeks ini berada dalam trend turun.
Sentimen positif dari kenaikan indeks DJI ini diperkirakan akan mengantarkan IHSG untuk menguji resisten kuat di 3950-3965.  Penutupan diatas 3965 adalah signal bahwa IHSG kembali dalam trend jangka menengah.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan gain-nya. Pada penutupan perdagangan Rabu (27/6/2012), IHSG menguat tajam 53,466 poin (1,37%) ke level 3.934,867.
Menghijaunya mayoritas bursa regional menjelang KTT Uni Eropa turut mendukung kenaikan IHSG. Seluruh indeks sektoral berhasil menguat, dimana sektor konsumer menjadi motor utama kenaikan dan mencatatkan gain sebesar 2,16%.
Sementara itu, asing yang sebelumnya rajin melakukan aksi jual, terlihat mulai melakukan pembelian. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 403,532 miliar di seluruh pasar.
Saham-saham yang naik diantaranya Gudang Garam (GGRM), HM Sampoerna (HMSP), Unilever (UNVR), dan Bukit Asam (PTBA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Taisho (SQBI), Bank Mega (MEGA), dan Sucaco (SCCO).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
ola white opening marubozu yang terbentuk pada candlestick menunjukkan bahwa buyer masih dominan. Pola tersebut juga sebagai indikasi bullish continuation. Dukungan bullish lainnya terlihat dengan bertahannya harga di atas level resistance 3.909 – 3.925, yang kini akan menjadi level support-nya. Sementara itu, indikator RSI masih positif, sementara stochastic berpeluang golden cross. Untuk itu, kami melihat bahwa IHSG masih berpeluang bullish untuk menguji resistance kuatnya di 3.944, yang jika ditembus, akan membuka potensi penguatan menuju area 4.000. Sedangkan penutupan di bawah level 3.909 akan membawa potensi koreksi lanjutan menuju area 3.850 – 3.825. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.909 – 4.000.

R3    4,006
R2    3,972
R1    3,954
   
Pivot    3,920
   
S1    3,902
S2    3,868
S3    3,850

Stock Pick
INTP

B
erhasil bertahan di atas level support di 16.350, INTP kini mulai bergerak diatas MA 10. Hal ini menunjukkan bahwa trend jangka pendek INTP mulai bullish. Harga juga telah berada di atas resistance sebelumnya di 17.250, yang makin mempertegas pola bullish jangka pendek. Kami melihat bahwa saat ini INTP akan bergerak menuju resistance di 18.000. Jika ditembus, maka kenaikan bisa berlanjut untuk kembali menjemput area 18.750 – 18.900.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss 17.000, target 18.000.
Support                : 17.100, 16.500
Resistance          : 18.000, 18.950

SMCB

M
oving average 55 dan 10 memang masih menunjukkan potensi downtrend. Namun sinyal-sinyal reversal kini mulai terlihat setelah ditemukannya support baru di 2,125. Sejak support bertahan, harga terus bergerak naik, dan saat ini harga telah berhasil di tutup di atas resistance sebelumnya di 2.350. Kami melihat bahwa pergerakan SMCB selanjutnya akan menguji resistance di 2.450. Jika berhasil ditembus, maka akan mengkonfirmasi kenaikan menuju area 2.550 – 2.650.
Rekomendasi     : Trading Buy, stop loss 2.300, target 2.550
Support                : 2.300, 2.125
Resistance          : 2.450, 2.550

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-uji-resisten-3950-3965.html

Tanggal June 26, 2012 / 8:15 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Tidak adanya perkembangan baru dalam krisis Eropa membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam bergerak turun 1,09% dan ditutup diatas level psikologis 12500.
Sentimen negatif ini, masih ditambah dengan harga batubara yang masih masih meluncur turun 0,78%, dari US$83.75 menjadi US$83.1.
Dengan sentimen bearish yang ada, IHSG bakal menguji suport kuat di gap 3827-3849. Posisi IHSG dan DJI yang berada diatas suport, membuat posisi Buy on Weakness menjadi menarik. Meskipun demikian, pemodal sebaiknya sadar resiko, karena Jika suport 3827-3849 gagal bertahan, IHSG bakal memiliki potensi koreksi hingga 3600-3700.

Global Outlook
P
enutupan bursa saham Eropa dan AS kemarin yang negatif, membuat pergerakan bursa regional pagi ini masih sulit untuk bergerak positif. Hal ini karena sikap investor yang skeptis jelang pertemuan para pemimpin Eropa pekan ini.
Para pemimpin Eropa akan mengadakan pertemuan lagi pada 28-29 Juni nanti. Seperti biasa, setiap pertemuan resmi selalu diharapkan menghasilkan langkah kongkrit. Tapi tetap ada kemungkinan pasar akan kecewa lagi. Alhasil, masih sulit lepas dari tekanan bila pertemuan itu tidak menghasilkan perkembangan berarti.
Para analis memandang pertemuan itu hanya akan menghasilkan retorika soal komitmen menuju integrasi fiskal, tidak ada gebrakan baru. Isu yang kemungkinan dibahas dalam pertemuan itu antara lain surat berharga zona euro, yang berbentuk Eurobonds atau T-bils, dan European Redemption Pact (ERP). Tapi Jerman masih enggan menyetujuinya sampai ada kejelasan soal pengendalian kebijakan fiskal.  Dalam pertemuan itu juga, Yunani akan mengajukan pelonggaran persyaratan bailout. Tapi masih kecil kemungkinan akan langsung dikabulkan.
Jadi… apalagi yang mesti dilakukan para pemimpin Eropa di tengah kondisi perlambatan ekonomi global. Sedangkan Kemampuan dan amunisi bank sentral negara maju semakin terbatas dalam membantu pemulihan ekonomi di saat upaya pemerintah memperkuat keuangannya tak kunjung berhasil.
Hal itu disampaikan oleh Bank for International Settlements (BIS) dalam laporan tahunannya yang dipublikasikan kemarin. “Bank sentral didesak untuk memperpanjang stimulus moneter di saat pemerintah terkatung-katungdan pembenahan tertunda,” kata BIS, yang merupakan banknya para bank sentral. “Baik kebijakan moneter akomodatif yang konvensional maupun non konvensional punya batasnya,” tambahnya.
The Fed memperpanjang Operation Twist minggu lalu dan menukar sekitar $267 miliar obligasi jangka pendek dengan jangka panjang. Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya perlu melihat kondisi lapangan kerja sebelum memutuskan pelonggaran lebih lanjut. ECB telah mengucurkan dana sekitar 1 triliun euro ke sistem finansial. Presiden ECB Mario Draghi pernah mengindikasikan bahwa ECB sudah hampir menggunakan semua alatnya setelah memangkas suku bunga dan menyuntikkan likuiditas.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tergelincir pada perdagangan awal minggu ini. Mengakhiri perdagangan, Senin (24/6/2012), IHSG ditutup turun 31,934 poin (0,83%) ke level 3.857,589.
Pelemahan IHSG ini mengikuti mayoritas bursa regional lainnya menyusul adanya sinyal pelambatan ekonomi global. Selain itu, pasar juga masih mengkhawatirkan krisis utang Eropa menjelang pertemuan pejabat Uni Eropa minggu ini.
Sebanyak sembilan sektor menjadi pemberat IHSG, dengan sektor pertambangan menjadi penyumbang penurunan terbesar  yaitu 2,17%. Sementara sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang berhasil menguat yaitu sebesar 0,23%.
Saham-saham yang turun antara lain Astra Agro (AALI), United Tractor (UNTR), Bukit Asam (PTBA), dan Unilever (UNVR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Mayora (MYOR), Lion Metal (LION), Multi Prima (LPIN), dan Surya Citra (SCMA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
embentuk pola bearish engulfing pada candlestick dengan indikator stochastic yang dead cross bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG. Pola bearish juga terlihat dari pergerakan MA 10 dan 55 yang sudah downtrend. Namun begitu, konfirmasi bearish sebenarnya masih akan ditentukan dengan ditembusnya support di 3.843. Selama support bertahan, IHSG masih mempunyai potensi rebound untuk meraih resistance di area 3.909 – 3.925. Sebaliknya jika support ditembus, maka trend bearish akan kembali terbentuk, dengan target di area 3.800 – 3.770. Untuk hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.800 -  3.900.

R3    3,929
R2    3,911
R1    3,884
   
Pivot    3,867
   
S1    3,840
S2    3,822
S3    3,795

Stock Pick
PGAS

M
oving average 10 dan 55 masih menunjukkan sinyal bearish, begitu pula dengan indikator stochastic dan RSI yang masih berada di area negatif. Namun harga masih bertahan di area support 3.300. Hal ini bisa menjadi sinyal reversal bagi PGAS. Konfirmasi reversal tersebut akan didapat jika harga bergerak di atas resistance 3.575, dengan target kenaikan berikutnya di area 3.650 – 3.725.
Rekomendasi     : Hold
Suport                  : 3.300, 3.225
Resistance          : 3.575, 3.650

SCMA

D
alam enam bulan terakhir ini, pergerakan SCMA seperinya telah membentuk pola cup and handle, dengan area support di 8.000, serta resistance di 9.500. Kini, resistance tersebut telah berhasil ditembus. Untuk itu, kami melihat pola bullish continuation bagi SCMA untuk meraih target kenaikan berikutnya di area 11.000.
Rekomendasi     : Buy ( best price entry@9.600), stop loss 9.200 target 10.500
Support                : 9.500,  9.200
Resistance          : 10.800, 12.500

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eropa-masih-menghantui-sentimen-ihsg-bearish.html

Tanggal June 18, 2012 / 7:49 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Hasil terakhir yang didapat dari penghitungan 95% suara pada Pemilu Yunani menunjukkan bahwa Partai New Democracy (ND) dan PASOK, dua partai utama pendukung bail-out, sudah mendapatkan total 162 kursi dari 300 kursi parlemen yang diperebutkan (ND-129 kursi, PASOK-33 kursi). Dengan memperoleh lebih dari 50% suara, diharapkan kedua partai ini bisa membentuk sebuah pemerintahan koalisi yang kuat, guna membawa Yunani keluar dari krisis keuangan.
Sentimen positif ini, telah membuat indeks dikawasan Asia bergerak naik, disamping juga nilai tukar EURO menguat sebesar 0,67% pada perdagangan pagi.
Pada hari Jumat kemarin, IHSG akhirnya gagal ditutup dengan signal positif setelah gagal menembus resisten di 3825-3830.  Sentimen positif dari hasil Pemilu Yunani diharapkan bakal membawa IHSG untuk menguji kisaran resisten di 3850-3880. Hanya penutupan diatas 3880 yang akan mengakhiri trend turun jangka menengah dari IHSG.
Meski IHSG gagal memberikan signal positif pada hari Jumat lalu, beberapa saham sebenarnya sudah terlihat menunjukkan tanda-tanda untuk mengalami revesal, terutama pada saham-saham penghasil mineral (ANTM, TINS). Selain kedua saham tersebut, posisi spekulatif beli bisa dilakukan pada saham perbankan (BMRI, BBRI), semen (SMGR, INTP), infrastruktur (JSMR, TLKM, WIKA), dan CPO (AALI, LSIP).

Global Outlook
D
ow Jones future dibuka menguat awal perdagangannya minggu ini berkat sentimen positif yang datang dari Eropa, ketika partai pendukung bailout Yunani memimpin dalam pemungutan suara.
Hasil terakhir yang didapat dari penghitungan 95% suara pada Pemilu Yunani menunjukkan bahwa Partai New Democracy (ND) dan PASOK, dua partai utama pendukung bail-out, sudah mendapatkan total 162 kursi dari 300 kursi parlemen yang diperebutkan (ND-129 kursi, PASOK-33 kursi). Dengan memperoleh lebih dari 50% suara, diharapkan kedua partai ini bisa membentuk sebuah pemerintahan koalisi yang kuat, guna membawa Yunani keluar dari krisis keuangan.
Selain dari Yunani, penguatan juga dipicu dari kesiapan para pejabat dari G-20, yang akan mengadakan pertemuan di Meksiko Senin dan Selasa pekan ini, mengatakan bank sentral siap untuk mengambil langkah dalam rangka menstabilkan pasar keuangan, bila perlu, dengan menyediakan likuiditas dan mencegah gejolak setelah pemilu Yunani. Memang, pasar berharap pemimpin dunia akan mengambil tindakan untuk menjaga stabilitas dan mengembalikan pertumbuhan ekonomi. Pasar akan menantikan bukti langkah terkoordinasi yang ditujukan untuk mendukung pertmbuhan dunia agar berkesinambungan. Tergantung dengan tingkat gejolak pasar, pertemuan darurat menteri G-7 akan diadakan Senin atau Selasa di sela-sela pertemuan G-20.
Tapi yang menjadi perhatikan, eforia kemenangan partai pro-bailout Yunani kemungkinan bersifat sementara. Investor tetap mewaspadai Eropa, karena kawasan itu masih menempuh perjalan berat dan panjang untuk keluar dari krisis. Karena selain pertemuan G-20, investor akan menantikan kabar dari AS. Dalam rapat regularnya pada 20 Juni nanti, tersirat bahwa the Fed akan mengumandakan program pembelian aset lanjutan. Langkah yang ditempuh the Fed ini bisa jadi karena mempertimbangkan serangkaian data AS yang terjadi belakangan terakhir memperlihatkan adanya perlambatan ekonomi.

Review
D
i akhir perdagangan perdagangan minggu lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar  26,491 poin (0,32%) ke level 3.818,109.
Sempat menanjak di awal perdagangan, kenaikan IHSG kemudian terkikis oleh aksi profit taking. Investor masih mengantisipasi hasil pemilu Yunani yang digelar pada akhir pekan.  Sebanyak 7 sektor berhasil menopang kenaikan indeks, dipimpin oleh sektor tambang yang menguat sebesar 2,24%. Kemudian disusul sektor industri dasar yang menguat 2,17%, dan sektor infrastruktur yang naik 1,49%. Sementara 3 sektor lainnya melemah, dipimpin sektor aneka industri, yang turun 0,66%. Kemudian disusul  sektor konsumer yang melemah 0,16, dan sektor perdagangan yang turun 0,46%.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya Indo Tambangraya (ITMG), Mayora (MYOR), Multibreeder (MBAI), dan Japfa (JPFA).
Sementara saham-saham yang antara lain United Tractor (UNTR), Unilever (UNVR), J Resources (PSAB), dan Golden Energy (GEMS).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
ola bullish harami yang terbentuk bisa menjadi sinyal reversal setelah IHSG mengalami pullback dari level support-nya di 3.780. Selain itu, IHSG juga mampu kembali bertahan di atas area psikologis di 3.800. Resistance terdekat IHSG berada di area 3.830, jika mampu ditembus, maka penguatan IHSG bisa berlanjut menuju area 3.875 – 3.909. Sementara itu, penembusan kembali level support 3.780, akan membuka potensi pelemahan lanjutan menuju area 3.734 – 3.635. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.770 – 3.875.

R3    3,891
R2    3,859
R1    3,839
   
Pivot    3,807
   
S1    3,786
S2    3,754
S3    3,734

Stock Pick
BBRI

T
rend masih bearish, namun dengan bertahannya harga di atas MA 10 bisa menjadi sinyal bullish untuk jangka pendek. Terlihat pula harga tertahan di area support 5.850, yang juga merupakan area Fibonacci retracement 61.8% dengan membentuk pola hammer pada candlestick. Kami melihat bahwa jika support tersebut bertahan, BBRI mempunyai potensi rebound menuju area 6.100 – 6.200.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 5.850, target 6.100
Support                : 5.850, 5.650
Resistance          : 6.100, 6.400

ANTM

C
andlestick membentuk pola white closing marubozu, indikasi adanya bullish reversal. Harga pun telah berhasil menutup gap di area 1.300, dan berhasil ditutup di atas gap tersebut. Selain itu, indikator RSI mulai bergerak uptrend, serta stochastic golden cross. Kedua indikator tersebut makin mendukung adanya reversal tersebut. Kami melihat bahwa ANTM saat ini akan kembali menguji resistance di 1.380, yang jika ditembus, akan mengkonfirmasi pola reversal tersebut untuk meraih target rebound selanjutnya di area 1.470.
Rekomendasi     : Buy (best price entry@1.300), stop loss 1.250, target 1.380
Support                : 1.300, 1.250
Resistance          : 1.380, 1.470

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha