Search Results : harga saham bni tahun 2012

Tanggal May 29, 2012 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk -  IHSG berhasil mencetak rebound kemarin berkat membaiknya sentimen global. Namun, pengaruh eksternal masih begitu kuat, dan saat ini, masih jauh dari kondusif. Oleh karena itu, IHSG belumlah aman.
Peluang penguatan lanjutan tergantung dengan kondisi regional, dan bursa saham Asia terlihat bergerak negatif hari ini. Kekhawatiran mengenai krisis di Eropa dan perlambatan ekonomi China kemungkinan  masih membayangi bursa Asia.
Saham Asia dan euro tumbang lagi menyusul kenaikan yield obligasi Spanyol, yang menambah kekhawatiran akan kondisi finansial di negara itu. Yield naik ke 6,53%, tertinggi sejak Nopember 2011.  Kenaikan ini menambah beban pemerintah, di saat harus menyelamatkan sektor perbankan. 
Gejolak nilai tukar rupiah juga dapat mempengaruhi IHSG. Rupiah masih tertekan oleh beberapa faktor, selain karena kondisi global, lainnya adalah ketatnya likuiditas dollar. Rupiah kemarin sempat menembus level 9.400-an. 
IHSG saat ini akan kembali menguji resistance berikutnya di di 3.930. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan lanjutan menuju area 3.970 – 4.000. Sedangkan jika IHSG kembali bergerak di bawah level 3.907, alur bearish bisa kembali berlanjut untuk menjemput support berikutnya di 3.838.

Global Outlook
M
inimnya faktor penggerak dari AS karena libur nasional, membuat sentimen perdagangan Asia kali ini datang dari Eropa.
Kecemasan kembali mencuat setelah tingginya yield Spanyol memicu restrukturisasi utang zona euro makin banyak hambatannya. Yield obligasi Spanyol bertenor 10 tahun melonjak hingga 6,53%, kenaikan tertinggi sejak Nopember tahun lalu. Ini menandakan kesehatan sektor perbankan Spanyol mulai terkena gejala krisis.
Kekhawatiran memburuknya krisis di Spanyol membuat pasar kembali digoncang menyusul berita salah satu daerah otonomi Spanyol, Catalonia, meminta bantuan finansial kepada pemerintah pusat untuk membayar utang tahun ini. Menurut analis, laporan soal Catalonia ini berdampak besar karena mengindikasikan pemerintah Spanyol harus menyuntikkan dana lagi di saat sedang kehabisan uang.
Di saat yang sama, dimana Bankia, yang baru saja dinasionalisasi, butuh dana bailiout tambahan sebesar 15 miliar euro. Meski pemerintah mengumumkan rencana rekapitalisasi Bankia, belum menuntaskan krisis perbankan di Spanyol. Pasar cemas kasus Bankia ini hanya puncak gunung es.
Di tengah ketidakstabilan sektor keuangan Eropa, para pemimpin Eropa sedang mempersiapkan skema untuk mengatasi krisis perbankan, dengan membentuk dana yang dapat digunakan untuk menyelamatkan bank bermasalah. Negara Eropa kini mempertimbangkan dana penyelamatan untuk mencegah krisis memburuk. Menurut Sunday Times, skema akan dibiayai oleh pungutan dari bank, dan sedang dirancang bersama dengan proposal Perdana Menteri Italia Mario Monti untuk menjamin semua simpanan nasabah di seluruh Eropa.
Proposal ini akan dibentuk sebagai entitas terpisah, dan dijalankan olah pungutan tahunan yang diberlakukan kepada bank di seluruh Eropa. Pengaman finansial ini diharapkan dapat memitigasi krisis perbankan, memberikan kepastian kelancaran kredit dan menekan yield obligasi pemerintah. Proposal ini membutuhkan persetujuan Jerman, sesuatu yang akhir-akhir ini sulit karena publiknya semakin gerah harus membantu negara tetangga yang kesulitan uang. Selama ini, Jerman memegang porsi terbesar dana bailout karena ekonomi terbesar Eropa.

Review IHSG
S
empat terpuruk di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu berlabuh di zona hijau. Menutup perdagangan Senin (28/05/2012), IHSG naik 16,177 poin (0,41%) ke level 3.918,685.
Penguatan IHSG tak lepas dari positifnya bursa regional menyusul kabar baik yang datang Eropa setelah polling Yunani menunjukkan dukungan terhadap partai yang pro bailout. Kabar tersebut berhasil meredakan kekhawatiran investor akan krisis utang Eropa yang selama ini menghimpit mereka.
Ada delapan sektor yang menopang kenaikan IHSG kemarin. Sektor aneka industri dan infrastruktur mencatat kenaikan terbesar, yaitu masing-masing 0,81% dan 0,72%. Sedangkan, dua sektor yang masih tertekan adalah pertambangan dan barang konsumsi.
Saham-saham yang naik diantaranya Indomobil (IMAS), Astra Agro Lestari (AALI), Roda Vivatex (RDTX), dan XL Axiata (EXCL).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastika (DSSA), Goodyear (GDYR), Gudang Garam (GGRM), dan Asuransi Ramayana (ASRM).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
ertahan di atas garis support 3.850 dengan membentuk pola piercing line pada candlestick bisa menjadi sinyal reversal bagi IHSG. Selain itu, IHSG juga mampu ditutup di atas resistance 3.907, yang sebelumnya menjadi support kuatnya. Indikator stochastic yang sudah oversold dan berpeluang golden cross turut pula mendukung pola reversal tersebut. Kami melihat bahwa IHSG saat ini akan kembali menguji resistance berikutnya di di 3.930. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan lanjutan menuju area 3.970 – 4.000. Sedangkan jika IHSG kembali bergerak di bawah level 3.907, alur bearish bisa kembali berlanjut untuk menjemput support berikutnya di 3.838. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.870 – 3.970.

R3    4,025
R2    3,976
R1    3,948
   
Pivot    3,899
   
S1    3,870
S2    3,822
S3    3,793

Stock Pick
BBNI

M
oving average yang masih berada di atas harga menunjukkan bahwa secara trend BBNI masih bearish. Kondisi bearish juga terlihat dai indikator stochastic dan RSI yang masih berada di zona negatif. Namun pola belt hold pada candlestick bisa menjadi sinyal rebound setelah harga mampu mempertahankan support-nya di 3.550.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss, 3.550, target 3.570
Support                : 3.550, 3.540
Resistance          : 3.750, 4.000

BMRI

P
ergerakan BMRI dalam dua bulan terakhir terlihat masih flat dan bergerak di kisaran support 6.650, serta resistance di 7.450. Sementara itu, sinyal rebound kembali muncul kemarin setelah support di 6.650 mampu dipertahankan. Pola long white Candlestick menunjukkan aksi beli kembali muncul setelah support tersebut gagal ditembus. Dengan kondisi stochastic yang kembali bullish crossover, kami melihat potensi rebound bagi BMRI untuk kembali meraih resistance di 7.450.
Rekomendasi     : HOLD
Support                : 6.850, 6.650
Resistance          : 7.200, 7.450

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pengaruh-eksternal-ihsg-belum-aman.html

Tanggal March 09, 2012 / 9:19 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones Industrial (DJI) kembali bergerak naik setelah kreditur swasta Yunani menyetujui adanya debt swap. Kenaikan memang tidak besar, hanya 0,55%, tapi sudah cukup untuk membawa indeks ini diatas suport lamanya 12900.
Keberhasilan IHSG ditutup diatas resisten 3965 kemarin, telah membuat IHSG mengakhiri trend turunnya. Untuk jangka pendek, trend IHSG berubah menjadi flat pada kisaran 3925-4010. Artinya, IHSG memang memiliki potensi kenaikan, akan tetapi, potensi kenaikannya masih terbatas pada resisten 4010. Potensi kenaikan ke 4100 baru terbuka jika resisten itu mampu ditembus.
Bank Indonesia kemarin mempertahankan BI-Rate pada level 5,75%. Langkah ini, membuat pemodal asing melakukan posisi beli pada BMRI. Jika trend naik IHSG berlanjut, posisi-posisi spekulatif atas saham-saham BMRI, BBNI, ASII, ANTM, SMGR, UNVR, JSMR terlihat menarik untuk dilakukan.

Global Outlook
B
ursa saham regional mengalami kenaikan, dimana indeks Nikkei berhasil menorehkan level tertingginya dalam tujuh bulan terakhir, menyusul Optimisme pasar karena banyak kreditor swasta yang berpartisipasi dalam debt swap Yunani, sehingga mengurangi kekhawatiran terjadinya default.
Kabar meredanya Yunani untuk sementara waktu setelah sejumlah program restrukturisasi membuat bursa saham global semalam berhasil mencatat penguatan harian terbesarnya dalam dua bulan terakhir.
Menurut analis, dengan bertambahnya partisipasi, potensi terjadi bencana yang dialami Yunani berkurang. Pasar menganggap ini sebagai perkembangan positif agar proses bond swap berjalan sukses. Inilah salah satu faktor yang mengangkat sentimen. Tapi penguatannya yang terbatas mengindikasikan pasar masih hati-hati. Faktor lain yang membuat menguat adalah berita dari Wall Street Journal yang menyebutkan the Fed mempertimbangkan program pembelian obligasi tersterilisasi. Menurut surat kabar itu, the Fed membeli obligasi sekaligus meminjam uang yang digunakan untuk membeli obligasi itu dengan bunga rendah dan waktu pendek.
Kini sentimen pasar tertuju pada rilisan data ketenagakerjaan AS (non farm payroll). Data ketenagakerjaa AS bulan Februari diprediksi bertambah 210.000. Sementara pagi hari ini, Australia telah merilis data Trade Balance Januari yang mengalami defisit 670 juta dollar aussie dari prediksi surplus 1,52 juta dollar aussie. Sedangkan China juga telah merilis inflasi tahun ke tahun untuk bulan Februari yang turun 3,2% dari prediksi 3,5%, dimana inflasi bulan sebelumnya 4,5%.

Review IHSG
M
endapat sentimen positif dari bursa saham global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terbebas dari tekanan. Pada perdagangan Kamis (8/3/2012), IHSG menguat 25,152 poin (0,63%) ke level 3.967,669. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,687 poin (0,83%) ke level 684,662.
Faktor yang membangkitkan kembali risk appetite adalah masalah penyelesaian utang Yunani yang kini mengalami kemajuan. Optimisme terhadap Yunani muncul seiring dengan bertambahnya kreditor yang menyampaikan komitmen. Pasar melihat kemungkinan Yunani akan menyelesaikan swap itu pada waktunya.
Dengan sentimen positif tersebut, rasa percaya diri investor kembali bangkit. Mereka kemudian memburu saham-saham yang dinilai murah setelah terkoreksi.
Penguatan IHSG kali ini ditopang oleh tujuh sektor, dipimpin oleh sektor konsumer yang naik 1,42%. Kemudian disusul sektor agrikultur yang naik 1,05%, dan sektor pertambangan yang naik 0,95%. Sedangkan tiga sektor yang mencatatkan penurunan terbesar di antaranya: sektor konstruksi turun 0,46%, sektor infrastruktur turun 0,16%, dan sektor perdagangan turun 0,04%.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya Indo Tambangraya (ITMG), Hero Supermarket (HERO), Astra Internasional (ASII), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Tembaga Mulia (TBMS), Roda Vivatex (RDTX), United Tractor (UNTR), dan Tifico (TFCO).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
ampu bertahan di atas resistance 3.960 dengan membetntuk pola bullish engulfing pada candlestick bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG. Sinyal positif lainnya juga terlihat dari MA 10 yang juga uptrend. Resistance terdekat IHSG saat ini berada di 3.985, jika ditembus, maka resistance selanjutnya akan muncul di area 4.008 – 4.027. Sedangkan trend akan kembali berbalik bearish, jika IHSG ditutup di bawah support 3.930, untuk target menuju area 3.896. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.930 – 4.000.

R3    4,005
R2    3,988
R1    3,978
   
Pivot    3,960
   
S1    3,950
S2    3,933
S3    3,923

Stock Pick
EXCL

G
aris trend serta MA masih menunjukkan bearish buat EXCL. namun indikator stochastic yang oversold bisa memberi dukungan rebound. Selain itu harga saat ini masih bertahan di area support 4.475. Jika support tersebut gagal ditemus, EXCL masih mempunyai harapan rebound ke area 4.700.
Rekomendasi     : Sell on strength @ 4.700
Support                 : 4.475, 4.150
Resistance          : 4.700, 4.900

INDF

T
rend channel serta MA menunjukkan bahwa trend INDF cenderung bullish untuk jangka menengah. Sementara itu, terlihat indikator stochastic berpeluang kembali melakukan bullish cross over. Kami melihat bahwa saat ini INDF akan berusaha menembus resistance di 5.150. Jika ditembus, maka penguatan selanjutnya akan fokus menuju area 5.350 – 5.700.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 5.00, taregt 5.300
Support                : 5.000, 4.875
Resistance          : 5.150, 5.350

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-ikuti-irama-positif-regional.html

Tanggal February 17, 2012 / 9:26 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Kenaikan 0,96% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) cukup untuk menegaskan bahwa trend dari indeks Dow Jones Industrial (DJI), saat ini memang masih belum berupa trend turun.  Meskipun demikian, kenaikan ini belum memberikan signal positif yang baru karena posisi terakhirnya masih berada pada kisaran flat 12750-12950 yang merupakan kisaran indeks DJI semenjak awal Februari.
Sentimen positif yang ada, diperkirakan akan menguji signal bearish yang kemarin muncul pada IHSG. Hanya penembusan kisaran resisten 3940-3955, yang akan membuat IHSG kembali dalam trend naik.
Kemarin, tidak kurang dari saham ASII, GGRM, MAPI, TINS, SMGR, INDF, UNTR, UNVR,AALI dan JSMR ditutup dibawah suport (signal negatif). Saham-saham perbankan (terutama BMRI dan BBNI) juga terlihat berada pada suport yang kuat. Hari ini, kita harus melihat apakah saham-saham tersebut mampu menembus resistennya. Posisi SpecBuy sebaiknya hanya dilakukan jika harga terlihat kuat diatas resisten.

Global Outlook
R
egional bergerak rally kali  ini berkat indeks utama di bursa AS yang melonjak tajam menyusul baiknya data ekonomi termasuk klaim pengangguran dan sektor perumahan. Selain itu, optimisme mengenai bailout kedua Yunani yang kemungkinan teralisasi pekan depan turut menambah sentimen.
Indeks SP 500 berhasil cetak level tertingginya dalam 9 bulan terakhir, sedangkan indeks Dow Jones raih level tertinggi sejak Mei 2008. Sinyal positif perekonomian AS terlihat dari laporan tunjangan klaim pengangguran mingguan diluar dugaan turun 348 ribu dari ekspektasi 364 ribu, angka terendah sejak Maret 2008. Sementara data pembangunan perumahan di Januari naik 700 ribu dari sebelumnya 690 ribu.
Kabar baik lainnya didapat dari Eropa, dimana pemerintah Eropa tengah mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga pinjaman darurat Yunani dan menggunakan kontribusi dari Bank Sentral Eropa. Ini memberi angin segar bagi Yunani dari kemungkinan default.
Sebagaimana kita ketahui, Yunani akan mendapatkan kucuran dana untuk membayar utang jatuh tempo pada 20 Maret nanti. Yunani harus membayar sekitar 14,5 miliar euro pada tanggal itu, itu sulit dilakukan bila tidak mendapat bailout. Masih belum jelas bagaimana Uni Eropa bisa menahan bailout tanpa membiarkan Yunani default.
Padahal Yunani telah memenuhi dua syarat lagi, yaitu memberikan pernyataan tertulis sanggup melaksanakan penghematan, dan menemukan pos-pos untuk pemangkasan 325 juta euro  yang belum sempat disebut dalam pemotongan anggaran 3,3 miliar euro tahun  ini. Tapi ternyata tidak serta merta bantuan dikucurkan.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan koreksinya. Pada perdagangan kemarin, Kamis (16/2), IHSG turun 25,437 poin (0,64%) ke level 3.927,608. Sementara Indeks LQ 45 melemah 5,642 poin (0,82%) ke level 681,553.
Belum adanya sentimen baru ke bursa membuat investor memilih mengamankan portofolionya. Kecemasan masalah krisis utang Eropa masih menjadi pemberat utama pergerakan IHSG. Para pejabat Eropa menunda bailout kedua terhadap Yunani, sehingga mencuatkan kembali risk aversion.
Ada delapan sektor yang mencatatkan penurunan. Tiga sektor dengan penurunan paling dalam di antaranya: sektor aneka industri yang turun 1,77%, sektor konsumer yang turun 1,73%, dan sektor manufaktur yang turun 1,66%. Sementara, dua sektor yang naik adalah sektor keuangan dan konstruksi dengan kenaikan masing-masing 0,84% dan 0,55%.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Astra Internasional (ASII), Astra Agro (AALI), Unilever (UNVR), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Sepatu Bata (BATA), Merck (MERK), Surya Toto (TOTO), dan Fastfood (FAST).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
enurunan IHSG di bawah support 3.930 bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG. Kondisi ini didukung pula dengan indikator RSI dan stochastic yang masih bergerak di area negatif. Sedangkan candlestick yang membentuk black body masih menunjukkan potensi seller. Kami melihat bahwa saat ini IHSG akan kembali menguji level support-nya di 3.896, yang sekaligus akan mengakhiri pola flat-nya, untuk mengejar target bearish menuju area 3.875 – 3.750 jika support tersebut ditembus. Sebaliknya, jika support dipertahankan, maka hal ini akan memperpanjang pola flat IHSG di ksaran 3.896 – 4.040. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.896 – 3.950.

R3    3,987
R2    3,970
R1    3,949
   
Pivot    3,931
   
S1    3,910
S2    3,893
S3    3,872

Stock Pick
MAPI

M
oving average mulai terlihat downtrend, menunjukkan bahwa trend MAPI saat ini sedang bergerak bearish. Indikator RSI dan stochastic pun masih berada di zona negatif. Kondisi tersebut makin mendukung pola bearish tersebut. Kami melihat bahwa pergerakan MAPI selanjutnya akan mencoba menguji level support-nya di 5.00, sehingga akan terbentuk sebuah pola reversal rounding top. Jika support support ditembus, maka hal ini bisa mengkonfirmasi penurunan menuju area 3.800.
Rekomendasi     : Sell if breakout 5.000
Support                : 5.000, 4.625
Resistance          : 5.600, 6.150

BBCA

S
ecara keseluruhan trend BBCA masih bearish, ditunjukkan dengan pergerakan moving average yang masih downtrend. Namun sinyal-sinyal reversal mulai terlihat. Dimulai dengan terbentuknya pola hammer pada candlestick. Selain itu, indikator stochastic mulai terlihat divergence dan berpeluang golden cross, sementara RSI juga sudah mendekati oversold. Terlihat pula bahwa saat ini harga masih tertahan di area support 7.200. Jika support tersebut masih dipertahankan BBCA mempunyai potensi rebound ke area 7.600 – 7.700.
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 7.200, target 7.600
Support                : 7.200, 7.050
Resistance          : 7.450, 7.600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/tembus-resisten-3940-3955-ihsg-rebound.html

Tanggal February 03, 2012 / 9:18 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Koreksi tipis (0,09%) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata indeks dari bursa-bursa di Asia sehingga bisa memancing aksi profit taking.
IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran 3990-4025. Penutupan IHSG dibawah 3990 akan memberikan signal negatif. Jika IHSG ditutup dibawah 3990, berarti IHSG minggu depan tetap akan konsolidasi pada kisaran 3875-4025.

Global Outlook
K
inerja bursa saham regional pagi ini mengalami koreksi setelah bursa saham di AS berakhir flat. Aksi ambil untung mewarnai setelah bursa kemarin sempat mencatat penguatan, ditambah lagi investor tidak terlalu banyak masuk ke bursa jelang diumumkannya data ketenagakerjaan AS.
Prediksi menunjukkan data tersebut mengalami penurunan 150 ribu dari bulan sebelumnya 200 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan stabil 8,5%.
Pergerakan bursa regional termasuk indeks Nikkei menguat, meski mata uang yen terus menguat dan banyak emiten mengumumkan kinerja keuangan yang buruk, karena hal itu memang sudah diperkirakan. Indeks yang stabil mempertahankan posisinya. Optimisme mengenai saham Jepang dan harapan akan pemulihan ekonomi AS menjadi faktor yang mengangkat Nikkei 4,1% selama Januari. Hasil polling Reuters memperlihatkan manajer investasi Jepang memangkas bobot saham global dalam portofolio karena kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa, tapi mereka menambah bobot saham Jepang, karena dianggap bervaluasi menarik.
Di Korsel, masih maraknya aktifitas pembelian saham investor asing membuat indeks Kospi terus mencetak level tertingginya tahun ini. Sedangkan indeks Hang Seng yang kemarin sempat terkoreksi, kini berhasil rebound.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam dan kembali berhasil bertahta di atas area 4.000.
Sentimen positif global menjadi faktor utama pendorong kenaikan IHSG kemarin. Membaiknya sektor manufaktur di Asia, AS, dan Eropa telah mencuatkan kembali risk appetite. Hasilnya, mayoritas bursa Asia mengalami lonjakan yang tajam.
Semua indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menghijau. Tiga sektor yang mencatat kenaikan tertinggi di antaranya: sektor konstruksi yang naik 2,72%, sektor perdagangan yang naik 2,51%, dan sektor infrastruktur yang naik 1,99%.
Menutup perdagangan Kamis (2/2/2012), IHSG menguat 51,926 poin (1,31%) ke level 4.016,902. Indeks LQ 45 juga menguat 8,049 poin (1,16%) ke level 703,068. IHSG sempat berada di posisi tertinggi di 4.020,409.
Saham-saham yang naik harganya antara lain Astra International (ASII), Adaro Energy (ADRO), Alam Sutera Realty (ASRI), Indo Tambangraya (ITMG), United Tractor (UNTR) dan BCA (BBCA) naik Rp 100 menjadi Rp 8.100.
Sementara saham-saham yang turun antara lain Bank Mandiri (BMRI), BNI (BBNI), dan Elnusa (ELSA).

Ulasan Teknikal
IHSG

I
ndikator stochastic mulai terlihat golden cross, menunjukkan bahwa trend bullish IHGS masih bisa berlanjut, begitu pula dengan RSI yang juga terlihat uptrend. Penguatan IHSG selanjutnya, akan dihadapkan pada resistance 4.038. Jika ditembusm maka penguatan bisa berlanjut menuju area 4.130 (FR 161.8%). Namun jika IHSG tertahan di resistance tersebut, maka yang akan terlihat adalah sebuah pola double top, dimana ancaman koreksi bisa membayangi untuk kembali ke area support 3.997 – 3.965.

R3    4,091
R2    4,056
R1    4,036
   
Pivot    4,001
   
S1    3,981
S2    3,946
S3    3,926

Stock Pick
ADRO

G
aris trend serta MA sudah menunjukkan potensi uptrend bagi ADRO. Sementara itu, stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal positif, meski sudah mulai memasuki kondisi overbought. Kani melihat bahwa saat ini ADRO akan berusaha untuk menguji resistance di 2.025. Jika ditembus, maka penguatan bisa berlanjut menuju area 2.150.
Rekomendasi    : Buy (best buy@1.930) , stop loss 1.870, target 2.025.
Support               : 1.920, 1.870
Resistance         : 2.025, 2.150

ASRI

B
erhasil menembus resistance 500 (kini menjadi support) dengan volume yang besar bisa menjadi indikasi bullish continuation bagi ASRI. Indikator stochastic dan RSI terlihat masih positif. Untuk itu, kami melihat bahwa saat ini ASRI berpeluang mengalami kenaikan untuk menyelesaikan misi channel-nya di area 600.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss 500, target 600.
Support                : 500, 465
Resistance          : 560, 600

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-berfluktuasi-profit-taking-mengancam.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha