Search Results : harga emas seminggu terakhir

Tanggal September 21, 2012 / 9:00 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Ditengah sadarnya pelaku pasar akan sentimen ekonomi dunia yang terus memburuk, indeks Dow Jones Industrial (DJI) mampu ditutup naik tipis 0,14 dan ditutup di level 13.596,93.  Kenaikan ini diharapkan mampu sedikit menenangkan pasar yang kemarin terlihat sudah mulai khawatir akan terjadinya konsolidasi untuk jangka pendek.
Sentimen yang ada, diharapkan akan membuat IHSG bergerak bervariasi pada kisaran 4205-4250.
Meski IHSG saat ini sedang berada dalam trend turun jangka pendek dengan arah 4170-4205, keberadaan dari trend naik jangka menengah pada IHSG membuat posisi Buy On Weakness tetap menarik untuk dilakukan.
BOW: UNTR 21500-21700, PTBA 15500-15700, ITMG, INCO, ANTM, TINS, PGAS, ASII, INTP, SMGR. 

Global Outlook
S
aham Asia stabil hari ini, berkonsolidasi setelah mengalami koreksi kemarin yang dipicu oleh data ekonomi yang meningkatkan kecemasan soal ekonomi dunia.
Saham global berjatuhan kemarin karena data manufaktur Eropa, China dan AS yang memperlihatkan aktivitas manufaktur tetap lesu, menambah bukti perlambatan ekonomi dunia. Indeks PMI manufaktur versi HSBC sedikit naik ke 47,8 di September dari 47,6 di Agustus.  Data ini menunjukkan aktivitas sektor tersebut stabil selama bulan itu setelah mencapai titik terendah dalam sembilan bulan terakhir. Meski demikian, belum ada tanda-tanda pemulihan. 
Data ekonomi yang diumumkan kemarin sebenarnya tidak semuanya buruk. Indeks PMI manufaktur Jerman naik ke 47,3 dari 44,7. Perkembangan baik meski masih dalam kontraksi. Namun belum mampu meyakinkan pelaku pasar untuk mendorong harga lebih lanjut.
Pasca rally yang didorong oleh stimulus dari the Fed dan ECB, saham regional didera penyesuaian pada awal sampai pertengahan minggu ini. Keputusan BOJ  menambah pembelian asetnya sempat memberi dorongan ke indeks Asia. Namun karena jumlahnya kecil, dianggap kurang mengesankan. Selain itu, harga sudah mencapai peak setelah the Fed mengumumkan Quantitative Easing (QE).
Setelah terjadi koreksi kemarin, kini ada sedikit kenaikan, namun masih bersifat konsolidatif sembari mencari arah selanjutnya. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3% setelah anjlok ke level terendah dalam seminggu terakhir kemarin. Indeks Nikkei menanjak 0,7% dan indeks Hang Seng dibuka menguat 0,5%.
Penguatan ini masih rentan di tengah minimnya faktor pendorong yang solid. Tidak ada even penting terjadwal hari ini, membuat penguatan saham terbatas.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan gain-nya. Pada penutupan perdagangan, Kamis (20/9/2012), IHSG anjlok 27,195 poin (0,64%) ke level 4.217,516.
Isu pelambatan ekonomi kembali mencuat, kali ini datang dari kawasan Asia menyusul melambatnya aktivitas manufaktur di China. Hal ini membuat kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia.
Kekhawatiran tersebut telah membuat bursa regional lainnya ikut tumbang, misalnya saja indeks Nikkei yang ditutup jatuh 145,23 poin, atau 1,57%, ke posisi 9,086,98.Di Hong Kong, indeks Hang Seng terkapar 1,2%.
Sebanyak tujuh sektor memerah. Sektor-sektor yang mencatatkan penurunan paling dalam di antaranya: sektor pertambangan yang turun 2,49%, sektor konsumer yang turun 2%, dan sektor aneka industri yang turun 1,55%.
Sementara saham-saham yang turun antara lain Bayan (BYAN), Unilever (UNVR), Delta Dunia (DLTA), dan United Tractor (UNTR).

Ulasan Teknikal
IHSG

I
HSG kembali memberikan sinyal negatif dengan terbentuknya pola black body pada candlestick. Indikator stochastic death cross, dan harga gagal bertahan di atas resistance 4.250. Untuk itu, potensi penurunan masih bisa terjadi untuk menutupi gap yang ada di area 4.170. Sedangkan sinyal positif akan kembali didapat jika IHSG kembali mampu bertahan di atas resistance terdekatnya saat ini di 4.235. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.170 – 4.235.

R3    4,264
R2    4,250
R1    4,234
   
Pivot    4,220
   
S1    4,204
S2    4,190
S3    4,174

Stock Pick
BBRI

I
ndikator stochastic serta MA 10 masih menunjukkan potensi bearish jangka pendek. Namun dukungan bullish untuk trend jangka menengah masih didapat oleh garis trend serta MA 55. Untuk itu, kami melihat adanya potensi koreksi untuk menguji support trend line di area 6.950 untuk jangka pendek ini. Namun koreksi tersebut bisa dimanfaatkan untuk kembali melakukan aksi pembelian.
Rekomendasi     : Buy on weakness @6.950, stop loss 6.650, target 7.250
Support     : 6.950, 6.650
Resistance     : 7.250, 7.450

BHIT

T
rend bullish, terlihat dari MA 10 dan 55 yang masih uptrend. Trend bullish BHIT kemudian dipertegas dengan ditembusnya resistance di 430. Namun, indikator RSI serta stochastic memperlihatkan jenuh beli. Ada potensi koreksi koreksi menuju support di 430 sebelum BHIT melanjutkan target kenaikan berikutnya di 490.
Rekomendasi     : Buy on weakness @430, stop loss 410, target 460
Support     : 430, 410
Resistance     : 460, 490

Rekomendasi
Stock Screener

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-cenderung-konsolidasi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ihsg-cenderung-konsolidasi.html

Tanggal July 20, 2012 / 11:48 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Harga emas mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan New York kemarin. Penguaatan emas disebabkan oleh melemahnya mata uang dollar serta naiknya harga beberapa komoditas, yang dimotori oleh kenaikan minyak akibat memanasnya tensi politik di Timur Tengah.
Dolllar melemah setelah rilisan data jobless claim yang mengalami serta melemahnya aktifitas manufaktur di wilayah Mid- Atlantik AS. Lemahnya data-data AS tersebut kembali mencuatkan outlook bahwa The Fed akan menambah stimulus guna mendorong ekonomi. Hal ini berhasil meningkatkan permintaan emas sebagai investasi alternatif.
Dalam tiga bulan terakhir ini, emas masih bergerak flat karena belum adanya kejelasan mengenai kebijakan stimulus moneter dari The Fed. Seperti biasa, ketua The Fed Ben Bernanke hanya mengulang pernyataan bahwa pihaknya siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk mendorong. Tapi ia tidak menjelaskan secara spesifik bentuk tindakan itu.
Pasar menginginkan penjelasan secara konkrit mengenai adanya stimulus tersebut. Jika The Fed benar-benar mengeluarkan kebijakan, atau yang lebih dikenal dengan program quantitative easing jilid 3, maka tidak menutup kemungkinan emas akan mengalami rally.
Secara teknikal, dalam seminggu terakhir, emas terlihat bergerak flat di area $1.570 dan resistance $1.600. Kedua level tersebut akan menentukan arah pergerakan ke depan. Jika ditutup di bawah support, harga emas bisa turun lebih jauh menuju area $1.555 – $1.547. Sebaliknya, jika resistance yang ditembus, ada potensi buat logam mulia tersebut untuk meraih area $1.617 – .1.625

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/emas-rebound-qe3-masih-dinanti.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/emas-rebound-qe3-masih-dinanti.html

Tanggal May 30, 2012 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini cenderung bergerak negatif, setelah Egan-Jones (sebuah lembaga pemeringkat kecil, tapi cukup ternama dari Amerika) mengancam untuk menurunkan peringkat hutang Spanyol menjadi ‘B’ dari ‘BB-’, hanya seminggu setelah lembaga pemeringkat ini, menurunkan peringkat hutang Spanyol dari ‘BB+’ menjadi ‘BB-’.
Padahal, harapan untuk munculnya signal positif pada IHSG sebenarnya sudah cukup besar setelah indeks Dow Jones Industrial semalam naik 1,01%.  IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak bervariasi pada kisaran 3850-3930. Hanya penutupan diatas 3930 yang akan membuka potensi kenaikan hingga 4025-4100.

Global Outlook
H
arapan akan pelonggaran kebijakan moneter di China turut mengangkat sentimen. Spekulasi mengenai stimulus itu datang setelah surat kabar Shanghai Securities News melaporkan bank terbesar negeri itu terlihat mempercepat pengucuran kredit akhir bulan ini di saat Beijing berupaya mempercepat persetujuan investasi infrastruktur. Surat kabar itu juga menyebutkan Beijing akan meluncurkan langkah untuk merangsang permintaan otomotif. Kabar dari China tersebut berhasil menopang bursa saham di AS untuk menguat 1%.
Tapi pagi hari ini market Asia mengalami sedikit penurunan, dikarenakan kecemasan terhadap krisis hutang Spanyol, dimana imbal surat hutang Spanyol tenor 10 th masih bertengger di level 6.5%, dan pemangkasan peringkat hutang Spanyol  oleh agensi rating Egan Jones. Downgrade ini juga memperingatkan bahwa pengangguran dan kontraksi ekonomi akan membuat Spanyol kesulitan membayarkan hutangnya. Mata uang Euro juga tertekan di sesi Asia ini ke level 1.2475.
Satu sisi lain, di salah satu artikel koran China (Xin Hua) mengatakan, bahwa untuk sementara ini China belum ada rencana untuk memperkenalkan langkah-langkah stimulus baru untuk mendukung pertumbuhan seperti 3 th yg lalu. “Tujuan pemerintah China sangat jelas: ini tidak akan menggelar lagi rencana stimulus besar-besaran untuk merangsang pertumbuhan ekonomi yang tinggi” (Xin Hua).
Yield obligasi tenor 10 tahun Spanyol naik ke 6,5%, menambah ketakutan ekonomi terbesar keempat Eropa itu akan menjadi korban krisis utang selanjutnya. Meski kecemasan soal Yunani sedang surut, keresahan mengenai Spanyol justru meningkat, karena hal ini terjadi di saat negara itu dirundung krisis perbankan.
Krisis perbankan itulah menjadi salah satu faktor yang mengangkat yield. Pasar risau dengan biaya yang harus ditanggung pemerintah untuk menyelamatkan sektor itu, di saat pemerintah kesulitan keuangan. Pasar kini mulai mewaspadai kemungkinan yield menembus 7%, level yang dianggap bahaya. Tiga negara zona euro, Yunani, Portugal dan Irlandia, meminta bantuan ke Uni Eropa setelah yield obligasinya naik ke level itu.
Selama pasar masih mencemaskan masalah Spanyol, bila ada penguatan kemungkinan itu bersifat temporeri.

Review IHSG
B
ergerak anomali dengan mayoritas bursa regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak flat dan hanya mengalmi kenaikan kurang dari 1%. Pada penutupan perdagangan, Selasa (29/5/2012), IHSG naik tipis 0,380 poin (0,01%) ke level 3.919,065.
Hiajunya bursa regional berkat adanya rencana paket stimulus China tidak mampu mengangkat IHSG lebih jauh. IHSG diselimuti oleh sentimen dari dalam negeri, yaitu dengan melamhnya nilai tukar rupiah.
Lima sektor berhasil mendarat di zona hijau, sementara lima lainnya masih betah di zona merah. Sektor perkebunan mencatat penguatan terbesar yakni 0,87%. Sedangkan sektor aneka industri turun paling dalam yakni 0,76%.
Saham-saham yang naik diantaranya Multi Bintang (MLBI), Dian Swastatika (DSSA), Indospring (INDS), dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Astra Internasional (ASII), Hexindo (HEXA), Adira Finance (ADMF), dan Resources Alam (KKGI).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
enguatan IHSG masih tertahan di area resistance 3.930. Dengan begitu, secara keseluruhan pergerakan IHSG masih belum banyak berubah dari hari sebelumnya. Penguatan IHSG masih berlanjut jika mampu bertahan di area resistance tersebut, untuk meraih target rebound selanjutnya di area 3.970 – 4.000. Sementara jika resistance tersebut kembali gagal ditembus, IHSG masih mempunyai potensi untuk melanjutkan alur bearish-nya menuju area 3.850 – 3.838. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.880 – 3.935.

R3    3,962
R2    3,943
R1    3,931
   
Pivot    3,912
   
S1    3,900
S2    3,881
S3    3,869

Stock Pick
LPKR

T
rend keseluruhan menunjukkan bahwa LPKR masih bullish. Namun dalam 2 bulan terakhir ini harga masih flat dan terjebak di area support 740, serta resistance di 850. saat ini, harga mulai bergerak kembali di atas MA 10, artinya, dalam jangka pendek LPKR mempunyai potensi penguatan untuk kembali menguji resistance-nya di 850.
Rekomendasi     : Hold
Support                : 780, 740
Resistance          : 830, 850

BBTN

M
A 55 dan 10 yang dead cross menunjukkan bahwa trend BBTN saat ini sedang bergerak bearish. Namun sinyal positif justru dimunculkan dengan bertahannya harga di di atas garis support dengan membuat pola white body pada candlestick. Indikator stochastic pun sudah oversold dan berpeluang golden cross. Untuk itu, kami melihat adanya potensi rebound bagi BBTN untuk menguji resistance di 1.280 – 1.300.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss 1.200, target 1.300
Support                : 1.210, 1.160
Resistance          : 1.280, 1.300

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/downgrade-spanyol-benamkan-sentimen-positif-ihsg.html

Tanggal April 20, 2012 / 9:37 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones akhirnya ditutup di bawah support 12.977 low yang dicatatkannya Rabu lalu, ini menandakan tekanan bagi indeks Dow untuk menguji support berikutnya 12.813 dan 12.734. Sejumlah data ekonomi AS yang mengecewakan jadi pemicu atas pelemahan indeks AS.
Dengan koreksi yang dialami bursa saham AS selama dua sesi terakhir dan pergerakan bursa regional yang juga mengalami tekanan, bisa membawa IHSG untuk menguji support 4.140.
Namun begitu, pendapat kami masih belum berubah bahwa selama masih bertahan di atas support 4.140, IHSG masih mempunyai potensi penguatan menuju area 4.195 – 4.223. Sementara trend bearish jangka pendek akan terbentuk jika support di 4.140 ditembus, untuk target di area 4.110 – 4.100. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.140 – 4.195.

Global Outlook
P
erdagangan akhir pekan mayoritas bursa regional di dera aksi jual dimana mengikuti kejatuhan bursa utama di AS semalam karena data ekonomi yang mengecewakan.
Prospek pemulihan ekonomi AS kembali terkendal karena klaim tunjangan pengangguran yang mengalami kenaikan. Data klaim tunjangan pengangguran (jobless claim) pekan lalu bertambah 386 ribu dari prediksi 370 ribu. Sentimen terhadap AS diperparah karena data penjualan rumah bekas (exiting home sales) juga mengalami penurunan 4,48 juta unit selama bulan Maret, dari prediksi 4,62 juta unit dimana data sebelumnya 4,60 juta unit.
Sementara dari Eropa, kabar baik muncul setelah Spanyol dan Perancis berhasil memenuhi target penjualan dalam lelang obligasinya. Tapi investor mencemaskan sejauh mana Spanyol dalam mengelola anggarannya yang terancam makin membengkaknya defisitnya.
Bila pun ada sentimen positif itu datang dari Jepang, dimana Bank of Japan (BOJ) memberi pernyataan bahwa prospek pelonggaran moneter lebih lanjut menopang laju ekonomi. Selain itu, menurut Kantor Berita Xinhua, mengutip sumber anonim, kemarin melaporkan Bank Sentral China (PBOC) akan menambah likuiditas di pasar melalui serangkaian langkah, termasuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) bank.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi tipis sebesar 2 poin. Pada perdagangan Kamis (19/4/2012), IHSG ditutup turun 2,521 poin (0,06%) ke level 4.163,716. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 1,458 poin (0,21%) ke level 708,977.
Aksi profit taking terjadi sejak awal-awal perdagangan, dipicu oleh sentimen negatif dari Wall Street. Untungnya, aksi beli menelang penutupan berhasil memperkecil loss, sehingga IHSG tidak turun terlalu dalam. Perdagangan relatif flat karena investor masih menunggu hasil lelang obligasi Spanyol.
Sebanyak enam sektor memerah, dipimpin oleh sektor aneka industri yang turun sebesar 1,15%. Kemudian disusul oleh sektor industri dasar dan sektor manufaktur dengan penurunan masing-masing sebesar 0,79% dan 0,78%. Sementara empat sektor lainnya berada di zona hijau.
Saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Astra Internasional (ASII), Multibreeder (MBAI), dan Mayora (MYOR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Delta Jakarta (DLTA), Merck (MERK), Berlina (BRNA), dan Fastfood (FAST).

Ulasan Teknikal
IHSG

K
eberhasilan IHSG bertahan di atas support MA 10 di 4.140 masih mendukung trend bullish jangka pendeknya. Indikator RSI dan stochastic pun masih terlihat positif. Sementara pola doji yang terbentuk pada candlestick masih membutuhkan konfirmasi pada perdagangan berikutnya. Namun begitu, pendapat kami masih belum berubah bahwa selama masih bertahan di atas support 4.140, IHSG masih mempunyai potensi penguatan menuju area 4.195 – 4.223. Sementara trend bearish jangka pendek akan terbentuk jika support di 4.140 ditembus, untuk target di area 4.110 – 4.100. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.140 – 4.195.

R3    4,193
R2    4,180
R1    4,172
   
Pivot    4,159
   
S1    4,151
S2    4,138
S3    4,130

Stock Pick
INTP

S
ecara keseluruhan trend INTP bullish, ditunjukkan oleh MA 55 yang masih uptrend. Terlihat bahwa saat ini harga sedang mebentuk pola ascending triangle, dengan support berada di area 17.800 dan resistance di 19.050. Sementara itu pola belt hold yang terbentuk pada candlestick mencerminkan adanya reversal setelah harga mengalami koreksi jangka pendek. Untuk itu, kami melihat bahwa INTP akan kembali bergerak naik untuk kembali meraih resistance di 19.050
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 17.800, taregt 19.000.
Support                : 17.800, 17.000
Resistance         : 19.050, 20.500

BBCA

M
eski trend keseluruhan masih bullish, namun pergerakan BBCA dalam seminggu terakhir ini cenderung flat, bergerak di kisaran support 7.750, dan resistance 8.250. Untuk jangka pendek terlihat harga telah bergerak kembali di atas MA 10, dengan kondisi indikator stochastic yang mulai bullish crossover. Untuk itu, kami melihat adanya potensi BBCA untuk naik menuju resistance-nya di 8.250.
Rekomendasi     : Trading Buy, stop loss, breakout 7.750, target 8.250
Support                : 7.850, 7.750
Resistance          : 8.050, 8.250

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/support-4140-tembus-tren-bearish-jangka-pendek-ihsg.html

Tanggal April 20, 2012 / 9:37 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones akhirnya ditutup di bawah support 12.977 low yang dicatatkannya Rabu lalu, ini menandakan tekanan bagi indeks Dow untuk menguji support berikutnya 12.813 dan 12.734. Sejumlah data ekonomi AS yang mengecewakan jadi pemicu atas pelemahan indeks AS.
Dengan koreksi yang dialami bursa saham AS selama dua sesi terakhir dan pergerakan bursa regional yang juga mengalami tekanan, bisa membawa IHSG untuk menguji support 4.140.
Namun begitu, pendapat kami masih belum berubah bahwa selama masih bertahan di atas support 4.140, IHSG masih mempunyai potensi penguatan menuju area 4.195 – 4.223. Sementara trend bearish jangka pendek akan terbentuk jika support di 4.140 ditembus, untuk target di area 4.110 – 4.100. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.140 – 4.195.

Global Outlook
P
erdagangan akhir pekan mayoritas bursa regional di dera aksi jual dimana mengikuti kejatuhan bursa utama di AS semalam karena data ekonomi yang mengecewakan.
Prospek pemulihan ekonomi AS kembali terkendal karena klaim tunjangan pengangguran yang mengalami kenaikan. Data klaim tunjangan pengangguran (jobless claim) pekan lalu bertambah 386 ribu dari prediksi 370 ribu. Sentimen terhadap AS diperparah karena data penjualan rumah bekas (exiting home sales) juga mengalami penurunan 4,48 juta unit selama bulan Maret, dari prediksi 4,62 juta unit dimana data sebelumnya 4,60 juta unit.
Sementara dari Eropa, kabar baik muncul setelah Spanyol dan Perancis berhasil memenuhi target penjualan dalam lelang obligasinya. Tapi investor mencemaskan sejauh mana Spanyol dalam mengelola anggarannya yang terancam makin membengkaknya defisitnya.
Bila pun ada sentimen positif itu datang dari Jepang, dimana Bank of Japan (BOJ) memberi pernyataan bahwa prospek pelonggaran moneter lebih lanjut menopang laju ekonomi. Selain itu, menurut Kantor Berita Xinhua, mengutip sumber anonim, kemarin melaporkan Bank Sentral China (PBOC) akan menambah likuiditas di pasar melalui serangkaian langkah, termasuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) bank.

Review IHSG
I
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi tipis sebesar 2 poin. Pada perdagangan Kamis (19/4/2012), IHSG ditutup turun 2,521 poin (0,06%) ke level 4.163,716. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 1,458 poin (0,21%) ke level 708,977.
Aksi profit taking terjadi sejak awal-awal perdagangan, dipicu oleh sentimen negatif dari Wall Street. Untungnya, aksi beli menelang penutupan berhasil memperkecil loss, sehingga IHSG tidak turun terlalu dalam. Perdagangan relatif flat karena investor masih menunggu hasil lelang obligasi Spanyol.
Sebanyak enam sektor memerah, dipimpin oleh sektor aneka industri yang turun sebesar 1,15%. Kemudian disusul oleh sektor industri dasar dan sektor manufaktur dengan penurunan masing-masing sebesar 0,79% dan 0,78%. Sementara empat sektor lainnya berada di zona hijau.
Saham-saham yang turun antara lain Century Textille (CNTX), Astra Internasional (ASII), Multibreeder (MBAI), dan Mayora (MYOR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Delta Jakarta (DLTA), Merck (MERK), Berlina (BRNA), dan Fastfood (FAST).

Ulasan Teknikal
IHSG

K
eberhasilan IHSG bertahan di atas support MA 10 di 4.140 masih mendukung trend bullish jangka pendeknya. Indikator RSI dan stochastic pun masih terlihat positif. Sementara pola doji yang terbentuk pada candlestick masih membutuhkan konfirmasi pada perdagangan berikutnya. Namun begitu, pendapat kami masih belum berubah bahwa selama masih bertahan di atas support 4.140, IHSG masih mempunyai potensi penguatan menuju area 4.195 – 4.223. Sementara trend bearish jangka pendek akan terbentuk jika support di 4.140 ditembus, untuk target di area 4.110 – 4.100. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.140 – 4.195.

R3    4,193
R2    4,180
R1    4,172
   
Pivot    4,159
   
S1    4,151
S2    4,138
S3    4,130

Stock Pick
INTP

S
ecara keseluruhan trend INTP bullish, ditunjukkan oleh MA 55 yang masih uptrend. Terlihat bahwa saat ini harga sedang mebentuk pola ascending triangle, dengan support berada di area 17.800 dan resistance di 19.050. Sementara itu pola belt hold yang terbentuk pada candlestick mencerminkan adanya reversal setelah harga mengalami koreksi jangka pendek. Untuk itu, kami melihat bahwa INTP akan kembali bergerak naik untuk kembali meraih resistance di 19.050
Rekomendasi     : Buy, stop loss breakout 17.800, taregt 19.000.
Support                : 17.800, 17.000
Resistance         : 19.050, 20.500

BBCA

M
eski trend keseluruhan masih bullish, namun pergerakan BBCA dalam seminggu terakhir ini cenderung flat, bergerak di kisaran support 7.750, dan resistance 8.250. Untuk jangka pendek terlihat harga telah bergerak kembali di atas MA 10, dengan kondisi indikator stochastic yang mulai bullish crossover. Untuk itu, kami melihat adanya potensi BBCA untuk naik menuju resistance-nya di 8.250.
Rekomendasi     : Trading Buy, stop loss, breakout 7.750, target 8.250
Support                : 7.850, 7.750
Resistance          : 8.050, 8.250

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Tanggal April 13, 2012 / 11:29 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Rally emas kembali berlanjut, pada penutupan perdagangan New York, harga logam meroket berkat adanya perkiraan bahwa The The Fed siap melakukan kebijakan akomodatif.
Sentimen positif terus mengalir ke emas karena data-data AS yang mengecewakan makin memberi peluang bagi The Fed untuk melanjutkan program quantitative easing (QE) jilid ketiga.
Semalam AS merilis data jobless claim yang di luar perkiraan mengalami peningkatan. Initial jobless claims pekan lalu, diluar dugaan naik 380.000 ribu, dimana ekspektasi menunjukkan adanya penurunan sebesar 355.000 dari pekan sebelumnya yang naik 367.000. Naiknya angka tersebut menandakan pasar tenaga kerja AS belum menunjukkan perbaikan. Buruknya data tersebut semakin meningkatkan sepekulasi akan QE jilid 3.
Pasar juga akan menantikan beberapa event lainnya yang akan terjadi pada hari ini, yang akan menentukan arah pergerakan emas selanjutnya. Beberapa data penting yang akan disodorkan pada hari ini antara lain; data inflasi Jerman dan indeks PPI Inggris. Di AS, ada data inflasi dan sentimen konsumen versi Univ. of Michigan.
Setelah serangkaian berita buruk selama seminggu terakhir, seperti masalah Spanyol, berita butuh angin segar. Bila data ternyata masih buruk, pernyataan pejabat negara atau bank sentral-lah yang mungkin dapat mengangkat pasar.
Sedangkan dari kajian teknikal terlihat bahwa trend reversal semakin kokoh setelah harga mampu bertahan di tas resistance $1.670.90. Pola long white candlesitck menunjukkan bahwa minat beli terhadap emas masih tinggi. Pola tersebut juga mengindikasikan bullish continuation. Kami melihat bahwa saat ini emas akan kembali mencoba membidik resistance selanjutnya $1.687.50 – $1.696.90. Jika mampu bertahan di resistance tersebut, tidak menutup kemungkinan bagi emas untuk terus rally menuju area $1.703 – $1.718.
Sementara ruang koreksi emas kemungkinan akan terjadi di area $1.664.05 – $1.656.25

Rekomendasi

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/jobless-claim-as-naik-emas-makin-bersinar.html

Tanggal April 13, 2012 / 11:29 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Rally emas kembali berlanjut, pada penutupan perdagangan New York, harga logam meroket berkat adanya perkiraan bahwa The The Fed siap melakukan kebijakan akomodatif.
Sentimen positif terus mengalir ke emas karena data-data AS yang mengecewakan makin memberi peluang bagi The Fed untuk melanjutkan program quantitative easing (QE) jilid ketiga.
Semalam AS merilis data jobless claim yang di luar perkiraan mengalami peningkatan. Initial jobless claims pekan lalu, diluar dugaan naik 380.000 ribu, dimana ekspektasi menunjukkan adanya penurunan sebesar 355.000 dari pekan sebelumnya yang naik 367.000. Naiknya angka tersebut menandakan pasar tenaga kerja AS belum menunjukkan perbaikan. Buruknya data tersebut semakin meningkatkan sepekulasi akan QE jilid 3.
Pasar juga akan menantikan beberapa event lainnya yang akan terjadi pada hari ini, yang akan menentukan arah pergerakan emas selanjutnya. Beberapa data penting yang akan disodorkan pada hari ini antara lain; data inflasi Jerman dan indeks PPI Inggris. Di AS, ada data inflasi dan sentimen konsumen versi Univ. of Michigan.
Setelah serangkaian berita buruk selama seminggu terakhir, seperti masalah Spanyol, berita butuh angin segar. Bila data ternyata masih buruk, pernyataan pejabat negara atau bank sentral-lah yang mungkin dapat mengangkat pasar.
Sedangkan dari kajian teknikal terlihat bahwa trend reversal semakin kokoh setelah harga mampu bertahan di tas resistance $1.670.90. Pola long white candlesitck menunjukkan bahwa minat beli terhadap emas masih tinggi. Pola tersebut juga mengindikasikan bullish continuation. Kami melihat bahwa saat ini emas akan kembali mencoba membidik resistance selanjutnya $1.687.50 – $1.696.90. Jika mampu bertahan di resistance tersebut, tidak menutup kemungkinan bagi emas untuk terus rally menuju area $1.703 – $1.718.
Sementara ruang koreksi emas kemungkinan akan terjadi di area $1.664.05 – $1.656.25

Rekomendasi

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Tanggal April 04, 2012 / 2:18 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – The Institute for Supply Management (ISM) Non-Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI), Survey kondisi bisnis seperti produksi, harga, pengiriman, persediaan dll, angka ekspansi  industri diharapkan sebesar 56,8 poin, berkurang 0,5 poin dari bulan lalu.
Automatic Data Processing, Inc (ADP) Non-Farm Employment Change, mengukur jumlah orang yang dipekerjakan pada bulan lalu (Tidak termasuk industri pertanian dan pemerintah), di prediksi turun dari 216K pada bulan Maret sampai 209K saat ini. Timothy Geithner, Menteri Keuangan AS direncanakan akan berpidato di Chicago.
Akhirnya di AS, Crude Oil Inventories, persediaan minyak mentah dalam jumlah barel selama seminggu terakhir, tetap 7.1M dengan laporan pekan lalu.

EUR-USD
M
inimum Bid Rate, memprediksi perubahan tingkat suku bunga jangka pendek, 1,00% diperkirakan tidak ada perubahan dari bulan-bulan terakhir. Konferensi Pers Bank Sentral Eropa (ECB) Presiden dan Wakil Presiden ECB. Retail Sales, mengukur nilai total semua tingkat penjualan ritel selama bulan lalu, di prediksi turun sebesar 0,2% dari bulan Maret menjadi 0,1%. German Factory Orders, indikator bulanan untuk nilai pesanan baru untuk sektor manufaktur, kenaikan diperkirakan hingga 1,3% saat ini dari -2,7% pada Maret. Final Services Purchasing Managers’ Index (PMI), tetap 48,7 poin sama dengan bulan lalu.
Penguatan indeks USD menekan euro sampai ke area 1.31 sampai hari ini, dimana secara teknikal sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir euro sulit untuk closing di area 1.34……jatuhnya euro saat ini untuk testing area 1.30 dimana strong support 1.3111 merupakan konfirmasi pelemahan euro menuju target area 1.3030…….

Rekomendasi :
Buy             : 1.3200, 1.3131    Sell             : 1.3240, 1.3280
TP              : 1.3300                   TP               : 1.3131
Stoploss   : 1.3100                   Stoploss    : 1.3333

Resisten       : 1.3270, 1.3333
Support         : 1.3174, 1.3111
Range           : 1.3090 – 1.3240
 

USD-JPY
P
ekan koreksi apakah masih mendominasi pergerakan dan sentimen pasar terhadap yen? target koreksi di area 80.97 yang merupakan level 38% fibonacci chart daily dan target psikologis long term ada di area 85.85. Daily support di area 81.55 merupakan sinyal penguatan yen…..secara long term memang belum ada sinyal kelanjutan dari pelemahan (bullish tren) dari yen…..secara fundamental testing pelemahan yen memang di rasa cukup bagi para pelaku bisnis, maka selanjutnya kembali pada ekspektasi kuartal kedua dimana apabila dilihat dari data Tankan yang terakhir masih ada celah pertumbuhan di antara keadaan krisis keuangan global saat ini.

Rekomendasi :
Buy             : 82.50, 82.40        Sell             : 83.20, 83.55
TP              : 83.40                     TP               : 82.82
Stoploss   : 82.00                     Stoploss    : 83.83

Resisten     : 83.34, 83.83
Support       : 80.96, 80.41
Range         : 82.30 – 83.40                             

GBP-USD
S
ervices Purchasing Managers’ Index (PMI), Survei Bulanan untuk menilai kondisi bisnis seperti produksi, harga, pengiriman pemasok, dan sebagainya, menunjukkan ekspansi industri diperkirakan 53,5 poin, 0,3 poin lebih sedikit dari bulan Maret. Halifax House Price Index (HPI), nilai perubahan harga rumah yang telah dibiayai oleh Halifax Bank of Scotland (HBOS); -0,3% diperkirakan mengalami pertumbuhan 0,2% dari bulan Maret. Sama dengan Euro pelemahan pound di dorong oleh penguatan indeks USD, dan area 1.5858 dapat dijadikan sinyal pelemahan lanjutan bagi pound, juga merupakan level area 23% fibonacci chart daily apabila closing di bawah area tersebut maka testing target di area 1.5790.

Rekomendasi :
Buy             : 1.5820, 1.5790    Sell             : 1.5900, 1.5930
TP              : 1.5900                   TP               : 1.5790
Stoploss   : 1.5700                   Stoploss    : 1.5990

Resisten       : 1.5947, 1.6006
Support         : 1.5850, 1.5791
Range           : 1.5790 – 1.5930
 

USD-CHF
P
enguatan franc masih sangat rentan terhadap korelasi cross ke euro, dan kebijakan SNB mengenai kisaran nilai franc terhadap euro yang masih di kisaran 1.32 tetap bertahan dalam pembentukan ‘risk appetite’ pasar dan pasar tetap berhati-hati dalam penentuan sentimen yang akan membentuk pergerakan franc, dimana krisis yang sedang berlangsung di Eropa masih membebani franc dalam pelemahan-nya. Area 0.9173 menjadi sinyal pelemahan franc dan konfirmasi akan nilai psikologis franc masih jauh dari target SNB di level area 0.9292…..riskan dalam mengekspektasikan franc dalam terms jangka panjang-nya karena ekspektasi akan pembentukan sentimen terhadap euro juga tergantung pada ‘ketertarikan’ pasar akan Swissfranc.

Rekomendasi :
Buy             : 0.9111, 0.9090      Sell             : 0.9191, 0.9222
TP              : 0.9191                     TP               : 0.9009
Stoploss   : 0.9000                     Stoploss    : 0.9300

Resisten       : 0.9138, 0.9189
Support         : 0.9070, 0.9030
Range           : 0.9097 – 0.9222

AUD-USD
T
rade Balance, nilai perbedaan antara impor dan ekspor barang dan jasa pada bulan sebelumnya, naik 1.12B saat ini dan menunjukkan bahwa lebih banyak barang dan jasa yang diekspor dari diimpor dari-0.67B pada bulan lalu. Dan berita defisit yang keluar hari ini turut menekan Aussie sampai menembus level 1.02 pagi ini, membuat ekspektasi pelemahan Aussie akan berlangsung lama dan sentimen negatif para pelaku pasar FX akan bearish-nya Aussie melihat testing area 1.0190 menjadi target dalam kelanjutan pergerakan bearish Aussie dimana posisi oversold masih mungkin di perpanjang dalam testing long terms nya ke area 0.9990….. koreksi ke area 1.0444 (level 38% fibonacci chart weekly) masih ada meski kecil kemungkinan karena area tersebut merupakan sinyal reversal.

Rekomendasi :
Buy             : 1.0247, 1.0190     Sell            : 1.0290. 1.0320
TP              : 1.0333                    TP              : 1.0190
Stoploss   : 1.0100                   Stoploss    : 1.0400

Resisten       : 1.0362, 1.0426
Support         : 1.0198, 1.0098
Range           : 1.0190 – 1.0333
 

 

 

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-forex-sesi-eropa-as-04-april-2012.html

Tanggal March 02, 2012 / 9:20 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Dow Jones Industrial ternyata masih bergerak naik. Meski sempat berada di teritori negatif setelah harga minyak sempat melonjak, indeks DJI akhirnya ditutup naik 0,22%.
Kenaikan ini membuat indeks di kawasan Asia pagi hari ini kembali bergerak naik. Sentimen positifnya diperkirakan akan membuat IHSG bergerak flat naik pada kisaran 3950-4010. Hanya penutupan diatas 4010 yang mengubah trend turun jangka menengah IHSG menjadi trend naik.
Sentimen bearish yang terdapat pada bursa regional kemarin sore, telah membuat beberapa saham (seperti ASII, BMRI, dan BBRI) kembali mengalami tekanan jual dan ditutup dibawah suportnya. IHSG hanya bisa melanjutkan trend naiknya apabila saham-saham big caps tersebut, kembali dalam trend naiknya.

Global Outlook
P
erdagangan hari terakhir pekan ini pergerakan bursa regional cenderung menguat setelah tersirat kabar bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali mengucurkan dana untuk meredakan kecemasan akan krisis utang di kawasan zona euro. Kabar tersebut juga berhasil meredam kejatuhan bursa saham AS yang sempat tertekan karena sejumlah data AS termasuk Personal Income yang turun 0,3% Januari dari 0,5% dan ISM Manufacturing yang juga di Februari turun 52,4 dari 54,1 bulan sebelumnya. Tapi tidak pada data Jobless Claims yang diluar dugaan turun 351 ribu dari prediksi 355 ribu, hasil ini penurunan terendah sejak 4 tahun terakhir.
Euro dan mata uang komoditas mulai pulih karena sikap investor yang pelan-pelan menyambut positif pasca even penting termasuk operasi likuiditas ECB. Dalam aksi “buy the rumor sell the news” euro yang sempat anjlok dari level tertinggi dalam tiga minggu terakhir setelah ECB mengucurkan 530 miliar euro pinjaman murah tiga tahun. Sebenarnya, jumlah pinjaman itu masih sesuai dengan kisaran yang diperkirakan banyak kalangan. Tapi pasar sempat terkejut dengan jumlah bank yang mengajukan pinjaman, yaitu lebih dari 800. Ini mengindikasikan banyak bank yang dalam posisi rentan, atau minimal was-was, khawatir kondisi finansial memburuk.
Tapi yang perlu diperhatikan juga, fluktuasi harga minyak dunia. Minyak naik dari level terendah dalam seminggu terakhir karena spekulasi permintaan akan meningkat di tengah membaiknya ekonomi global. Selain itu, faktor Iran masih mendukung harga. kekhawatiran ketegangan dengan Iran mengancam pasokan minyak global. Iran pernah mengancam akan memblok Selat Hormuz, jalur distribusi 20% output minyak dunia, sebagai respon atas embargo. Eropa dan AS telah memberlakukan sanksi ke Iran atas program nuklirnya, karena dianggap untuk mengembangkan senjata.

Review IHSG
T
erjegal aksi profit taking, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa harus masuk zona merah pada perdagangan kemarin.
Sejak dibukanya perdagangan, aksi profit taking setelah IHSG menanjak di sesi-sesi sebelumnya terus berlangsung. Pelaku pasar bahkan tidak menggubris rilisan data inflasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang terendah sejak 2007, yaitu sebesar 0,05%.
Sebanyak tujuh sektor memerah, dipimpin oleh sektor konsumer yang turun 1,56%. Disusul sektor anekan industri yang turn 1,36%, dan sektor manufaktur turun 1,14%. Sedangkan sektor perdagangan merupakan sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,75%.
Menutup perdagangan, Kamis (29/2/2012), IHSG melemah 22,924 poin (0,58%) ke level 3.962,286. Sementara Indeks LQ 45 turun 6,35 poin (0,92%) ke level 686,421.
Saham-saham yang turun antara lain Astra Internasional (ASII), Unilever (UNVR), Delta Jakarta (DLTA), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya United Tractor (UNTR), Indo Kordsa (BRAM), Petrosea (PTRO), dan Mayora (MYOR).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski mengalami penurunan, namun pergerakan IHSG belum mengalami perubahan yang signifikan. Candlestick memang menunjukkan sinyal negatif, namun indikator RSI dan stochastic masih menunjukkan potensi uptrend. Selain itu, harga masih tetap bertahan di atas support 3.950. Untuk itu kami masih melihat adanya potensi kenaikan IHSG untuk meraih kembali resistance di 4.008, yang sekaligus akan memberikan konfirmasi kenaikan menuju area 4.027 – 4.040 jika resistance tersebut ditembus. Sementara itu, penutupan IHSG di bawah level 3.950, akan memberikan sinyal bearish untuk kembali meraih area 3.896 – 3.850. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.950 – 4.008.

R3    4,016
R2    4,000
R1    3,981
   
Pivot    3,966
   
S1    3,947
S2    3,932
S3    3,913

Stock Pick
MNCN

P
enembusan resistance 1.640 telah memberikan konfirmasi bullish continuation bagi MNCN. Sementara itu, indikator RSI dan stochastic juga masih positif, meski keduanya sudah berada di area oversold. Target kenaikan MNCN selanjutnya kemungkinan akan mencoba meraih FR 161.8% di area 1.790. Namun dengan kondisi yang overbought tersebut, ruang koreksi kemungkinan bisa terjadi.
Rekomendasi    : Buy on weakness @ 1.650, stop loss 1.610, target 1.790
Support               : 1.640, 1.610
Resistance         : 1.720, 1.790

ASGR

M
A 55 dan 10 sudah menunjukkan potensi downtrend, demikian pula dengan indikator RSI dan stochastic yang berada di area negatif, menunjukkan bahwa seller masih dominan. Namun begitu, ASGR masih mampu berada di atas support trend channel. Dengan begitu, potensi rebound masih tetap ada selama harga masih bertahan di support tersebut di area 990.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss breakout 990, taregt 1.070
Support                : 1.000, 990
Resistance          : 1.070, 1.100

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/bursa-as-positif-ihsg-flat-naik.html

Tanggal October 14, 2011 / 9:05 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Terkoreksi tipis (-0,35%), Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih belum mengakhiri trend turunnya. Akan tetapi, kita masih harus mewaspadai apakah sentimen negatifnya bisa membuat IHSG mengalami pembalikan arah trend. Level 3636 akan menjadi suport pertama untuk hari ini, jika suport ini gagal bertahan, IHSG memiliki potensi untuk menguji suport 3580, atau bahkan 3450-3500.
Saham-saham pilihan kami (ASII, GGRM, BMRI, BBRI, UNTR, PTBA, ITMG, GJTL, MAPI, CPIN) telah banyak mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Perhatikan posisi suportnya. Profit taking sebaiknya dilakukan jika suport pertama ditembus. Posisi BOW sebaiknya hanya dilakukan ketika harga berada di suport retracement 50%.
Sementara itu, trend penguatan bursa regional dalam perdagangan akhir pekan ini mengalami hambatan, menyusul kejatuhan indeks utama Dow Jones dan SP.
Koreksi kedua indeks utama AS tersebut dipicu laporan keuangan kuartal ketiga JPMorgan Chase Co yang tidak sesui dengan harapan. Selain itu, investor juga melakukan aksi pelepasan saham setelah data China yang melaporkan neraca perdagangannya yang menurun. Dan juga downgrade yang  dilakukan SP terhadap kredit jangka panjang Spanyol menjadi AA- dari AA dengan outlook negatif. Serangkaian faktor tersebut membuat investor kembali cemas karena perolehan laba dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Yang perlu diingat juga, penguatan yang ditorehkan bursa regional hampir dalam sepekan terakhir ini berkat meredanya situasi Eropa, bisa menjadi ancaman adanya aksi ambil untung jelang libur weekend. Ditambah lagi investor akan terfokus pada rilisan data inflasi China untuk tahun ke tahun di September yang diperkirakan turun 6,1% dari sebelumnya 6,1%.
Selain data China, investor juga akan disuguhkan inflasi zona Eropa di September untuk tahun ke tahun yang diperkirakan flat. Data retail sales AS yang dieskpektasikan naik 0,6% pada September dari sebelumnya 0%.
Patut yang jadi perhatian investor adalah rapat G-20, di mana para menteri keuangan dan gubernur bank sentral diperkirakan akan mendesak Eropa untuk menemukan solusi atas masalah krisis utangnya.

Review IHSG
P
enguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut. Pada perdaganan kemarin IHSG ditutup naik sebesar 39 poin.
Sentimen positif kembali datang dari kawasan Benua Biru, menysul meredanya kekhawatiran krsisi utang Eropa setelah para pejabat Eropa berupaya keras untuk menangani krisis tersebut.
Perkembangan terakhir dari Eropa, yaitu kemungkinan disetujuinya voting oleh parlemen slovakia mengenai rencana perubahan dana talangan untuk mengatasi krisis utang Eropa. Di hari sebelumnya parlemen menolak rencana tersebut.
Sentimen positif tersebut telah membangkitkan risk appetite, dan berhasil mengangkat bursa saham global. Ujungnya, IHSG mengekor pada penguatan bursa global.
Sembilan dari sepuluh sektor masih bertahan di jalur hijau. Sektor aneka industri menjadi penyokong terbesar kenaikan IHSG, dengan menguat sebesar 2,80%. Disusul sektor pertambangan yang menguat 2,17%.  Sementara sektor konsumer satu-satunya sektor yang melemah, sebesar 0,44%.
Menutup perdagangan, Kamis (13/10/2011), IHSG menguat 39,453 poin (1,08%) ke level 3.675,384. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,546 poin (1,01%) ke level 652,052.
Saham-saham yang berhasil menguat diantaranya Astra Internasional (ASII), Bukit Asam (PTBA), Goodyear (GDYR), dan Bayan (BYAN).
Sementara saham-saham yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM), Adira Mutifinance (ADMF), Unilever (UNVR), dan Chandra Asri (TPIA).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski gagal bertahan di atas resistance 3.700 – 3.710, Indeks Harga Saham Gabungan masih memperlihatkan sinyal positif. Pola white body yang terbentuk pada candlestick masih menyisakan kekuatan buyer. Indikator RSI dan stochastic pun masih positif dan mendukung adanya penguatan. Kami masih melihat bahwa IHSG akan menguji kembali resistance di 3.700 – 3.710, yang akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju arera 3.800, jika ditembus. Sementara level support kini bergeser ke area 3.636. Jika ditembus, maka koreksi bisa berlanjut menuju support berikutnya di 3.579, yang akan memberikan sinyal bearish jika harga kembali ditutp di bawah support tersebut. Untuk har ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.640 – 3.710.

R3    3,773
R2    3,738
R1    3,707
   
Pivot    3,672
   
S1    3,640
S2    3,605
S3    3,574

Stock Pick
BBCA

M
oving average sudah menunjukkan potensi uptrend. Namun pola lower high dan lower low, yang terbentuk pada garis trend, menunjukkan bahwa trend masih bergerak bearish. Saat ini harga masih tertahan pada garis resistance 8.150. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk meraih target bullish selanjutnya di 8.850 – 9.500 (FR 161.8%).
Rekomendasi     : Buy break 8.150, stop loss breakout 7.950, target 8.500
Support                : 7.950, 7.750
Resistance          : 81.50, 8.500

CTRA

I
ndikator stochastic dan RSI masih menunjukkan potensi uptrend, namun harga masih tertahan pada garis resistance di 530. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi bullish continuation untuk kembali meraih area 580 – 600. Sementara jika resistance gagal ditembus, CTRP berpeluang terkoreksi ke area 480 – 455.
Rekomendasi     : Buy break 530, stop loss 500, target 580
Support                : 495, 480
Resistance          : 530, 580

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-negatif-bisa-merubah-tren-ihsg.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha