Search Results : harga emas saudi hari ini

Tanggal September 20, 2012 / 4:22 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Penguatan yang dicatatkan indeks Nikkei perdagangan sebelumnya, harus kembali tergerus menyusul aktivitas manufaktur China yang masih stabil tapi membuat investor mencemaskan akan lesunya permintaan barang.

Perusahaan Jepang yang eksposur dengan China setelah data tersebut rilis mengalami kejatuhan, termasuk di sektor pertambangan, pengapalan dan pembuat baja. Ini diperparah lagi setelah data ekspor Jepang ke China jatuh 9,9% di bulan lalu. Ketiga sektor tersebut mengalami penurunan antara 2,4% sampai 3,4%.

Sementara itu, pergerakan mata uang yen terhadap dollar kembali terapresiasi, dimana kemarin sempat melemah ke 79,23, kini kembali berada di 78,18. BOJ kemarin memutuskan menambah program pembelian asetnya sebesar 10 triliun yen. Dana itu digunakan untuk membeli obligasi pemerintah (JGB) sebesar 5 triliun yen dan treasury discount bills sisanya. BOJ juga memperpanjang masa pembelian sampai Desember 2013. Para analis melihat langkah itu sempat membuat pasar senang, tapi karena jumlahnya yang kecil, dianggap kurang mengesankan. Pasar butuh kejutan besar agar bisa melemahkan yen secara signifikan.

Indeks Nikkei ditutup jatuh 145,23 poin, atau 1,57%, ke posisi 9,086,98. Dimana indeks tembus support moving average 5 harian di 9.119,50.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng terkapar 1,2% setelah adanya perlambatan aktivitas manufaktur China versi HSBC di bulan September sedikit naik ke 47,8 di September dari 47,6 di Agustus. Data ini menunjukkan aktivitas sektor tersebut stabil selama bulan itu setelah mencapai titik terendah dalam sembilan bulan terakhir. Meski demikian, belum ada tanda-tanda pemulihan.

Indeks Hang Seng jatuh 250,99 poin, atau 1,20% di 20.590,92. Indeks H-shars turun 1,4% ke 9.707,9.

CNOOC Ltd merosot 3,5% ke posisi HK$15,66, merupakan level penutupan terendah pekan ini. Harga minyak dunia anjlok lebih dari $3 menyusul Rilis data crude oil inventories yang melonjak tajam dan skala produksi yang berlimpah di Saudi menekan minyak sangat besar.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-tergerus-157-hang-seng-terkapar-12.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-tergerus-157-hang-seng-terkapar-12.html

Tanggal June 15, 2012 / 4:39 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak naik mendekati $85 per barel hari ini menyusul spekulasi bank sentral siap mengambil tindakan untuk menjaga stabilitas finansial dunia.

Bank sentral dari G-20 siap untuk mengambil langkah dalam rangka menstabilkan pasar keuangan, bila perlu, dengan menyediakan likuiditas dan mencegah gejolak setelah pemilu Yunani. “Bank Sentral siap memastikan kecukupan likuiditas dalam sistem finansial bila pasar terguncang karena hasil pemilu Yunani,” kata sumber terdekat yang dikutip oleh Reuters.

Berita itu memberi sedikit ketenangan ke pasar yang selama ini memang berharap adanya gebrakan baru. Tapi pergerakan harga akan terhambat menjelang pemilu Yunani. Ada kekhawatiran partai anti bailout yang akan meraih kemenangan dalam pemilu itu. Bila itu terjadi, pasar takut bisa membawa Yunani keluar dari zona euro, yang kemudian dapat memicu instabilitas di Eropa.

Minyak juga naik setelah OPEC, dalam pertemuannya kemarin, mempertahankan outputnya. Sempat ada wacana dari Arab Saudi untuk menambah output. OPEC tetap menjaga output di 30 juta barel per hari. Agar harga tidak terus turun, beberapa anggota OPEC mendesak Arab Saudi untuk memangkas produksinya agar sesuai target yang ditetapkan itu. Kenaikan produksi negara itu dianggap sebagai penyebab output actual mencapai 31,6 juta barel.

Pada jam 16:25 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Juli naik 68 sen ke $84,59 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 61 sen jadi $97,78 per barel.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/isu-koordinasi-g-20-angkat-minyak.html

Tanggal March 19, 2012 / 12:02 pm. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Di akhir perdagangan minggu lalu, emas ditutup dengan kecenderungan flat. Namun begitu, secara mingguan emas mencatatkan penurunan terbesar di tahun ini.

Penurunan emas di minggu lalu dipicu oleh adanya sinyal bahwa The Fed kemungkinan tidak akan menambah program pembelian asset di tengah data-data positif AS yang mencerminkan adanya pemulihan ekonomi di negara tersebut.

Sementara itu, pada perdagangan hari ini di Asia, emas mulai bangkit berkat naiknya harga minyak menyusul spekulasi investor bahwa produksi Arab Saudi yang naik paling tidak sejak 1980 menandakan menguatnya permintaan.

Namun begitu, penguatan emas ini diramal bakalan terbatas dikarenakan rencana India yang akan menaikkan pajak impor emas dua kali lipat. Hal ini akan berpengaruh pada berkurangnya permintaan.

Impor emas ke India mungkin akan turun sementara setelah pemerintah berencana untuk menaikkan pajak impor emas dua kali lipat. Namun negara konsumen emas terbesar di dunia itu tampaknya tidak akan mengurangi konsumsinya lebih dari empat persen.

Rekomendasi

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/emas-pulih-namun-penguatan-akan-terbatas.html

Tanggal March 02, 2012 / 11:39 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk Setelah turun hingga $100 pada perdagangan sebelumnya, emas mulai melakukan recovery dan berhasil menguat pada perdagangan hari ini di Asia.
Hari ini emas kembali bertahan di atas level $.1722, adapun faktor yang mampu mengerek kembali emas ke level tersebut adalah melambungnya harga minyak, yang sempat menyentuh $110 per barel.
Kenaikan harga minyak ini terjadi setelah berita yang mengatakan adanya sebuah ledakan di jalur pipa Saudi Arabia. Berita tersbut sontak melambungkan harga minyak hingga menyentuh level 110.55, tertinggi sejak bulan Mei
Kenaikan harga minyak tersebut kemudian mengangkat harga komoditas lainnya, termasuk emas.
Sementara itu dari kajian kajian terlihat bahwa trend emas masih bearish, namun sinyal rebound bisa saja terjadi setelah support di $1.688.35. Indikator stochastic mulai mendekati area oversold. Sementara candlestick yang membentuk white body mencerminkan bahwa buyer sudah mulai masuk pasar.
Namun begitu, untuk rebound lebih jauh, kami masih melihat bahwa logam mulia tersebut harus terlebih dahulu mampu ditutup di atas level $1.718.75. Jika itu terjadi, ada peluang buat emas untuk kembali menguji resistance berikutnya di $1.750.
Sementara penurunan kembali harga di bawah support $1.688.35, akan mengkonfirmasi berlanjutnya trend bearish menuju area Fibonacci retracement 50% di $1.653 – $1.625 (Fibonacci Retracement 61.8%).

Rekomendasi

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/harga-minyak-melambung-emas-terkerek-naik.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha