Search Results : harga dollar bulan juni 2012

Tanggal July 31, 2012 / 2:53 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – AUD/USD berhasil melanjutkan rally-nya hari ini, memantapkan posisinya di kisaran $1,05, berkat data building approval tidak seburuk prediksi. Ekspektasi stimulus bank sentral Eropa dan AS juga masih menopang pair itu.

Building approval hanya turun 2,5% di Juni, jauh lebih kecil dari prediksi 15%. Secara tahunan papproval meningkat 10,2%, melawan prediksi turun 5,5%. Data ini pada dasarnya semakin mengurangi kemungkinan RBA melonggarkan kebijakannya lagi pada Agustus. Data ini menyusul laporan kemarin yang menunjukkan penjualan rumah baru naik 2,8% selama Juni.

Faktor lain yang mengangkat pamor Aussie adalah spekulasi stimulus the Fed dan ECB. Mata uang itu menjadi pilihan utama berkat ekspektasi ECB dan the Fed semakin dekat untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Keputusan kebijakan akomodatif di kedua bank sentral itu, akan mengukuhkan status euro dan dollar sebagai mata uang carry trade. Hal ini karena faktor keunggulan selisih rate yang dimiliki RBA, dengan 3,5%. Saat ini suku bunga the fed sekitar 0-0,25% dan ECB 0,5%.

Pergerakan aussie selanjutnya akan tergantung pada keputusan the Fed dan ECB. Kalau kedua bank sentral itu melonggarkan kebijakan, rally pair ini bisa berlanjut. Pasar akan semakin senang bila keduanya meluncurkan atau paling tidak memberi sinyal stimulus seperti pembelian obligasi. Namun isu pelonggaran bisa dikatakan sudah terfaktorkan di pasar, jadi rally mungkin terbatas.  Di sisi lain, bila kedua bank sentral itu tidak memutuskan apapun, bersiaplah  menghadapi aksi jual aussie.

Pada jam 14:00 WIB, AUD/USD diperdagangkan di $1,0510, menguat dari level penutupan New York $1,0490. Pair itu sempat menyentuh $1,0535, tertinggi dalam empat bulan terakhir. Indikator stochastic (14,3,3) berada di 94, di atas titik overbought 80. RSI (14) berada di 66, mendekati 70, atau titik jenuh beli. Tapi harga belum menyentuh batas atas Bollinger Bands (14). Bila mampu mempertahankan gain-nya, target selanjutnya adalah $1,0556 (high 23 Maret) dan $1,0624 (high 20 Maret). Pair itu akan menemukan support di $1,0472,  kejatuhan ke bawah itu bia membawanya ke $1,0417.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/audusd-tembus-105-rally-lanjut.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/audusd-tembus-105-rally-lanjut.html

Tanggal July 25, 2012 / 5:16 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak naik tipis hari ini berkat koreksinya dollar atas rivalnya, namun penguatannya masih rentan di tengah kecemasan soal Eropa dan menjelang data cadangan energi AS.

Euro berhasil rebound atas dollar dan saham Eropa menguat setelah anggota dewan ECB mengatakan ada alasan untuk menambah daya dana talangan permanen. Anggota dewan Ewald Nowotny mengatakan ada wacana untuk memberi dana talangan permanen (ESM) izin bank yang dapat memberinya untuk keleluasan meminjam dana tak terbatas pada ECB.

Gagasan ini selalu ditolak oleh ECB. Tapi pasar semakin takut dana talangan yang tersedia saat ini tidak akan cukup bila digunakan untuk mem-bailout Spanyol. Meski demikian, analis memandang pasar saat ini sedang putus ada dan langsung melahap apapun yang terlihat positif. Oleh karena itu, penguatan ini akan sirna dan harga akan bergerak turun lagi.

Apalagi data dari Jerman dan Inggris memperkuat pandangan kondisi ekonomi AS memang memburuk. Data hari ini menunjukkan indeks sentimen investor Ifo turun ke 103,3 di Juli dari 105,2 di Juni. Indeks iklim bisnis Ifo, yang merupakan baromenter kesehatan ekonomi Jerman itu ternyata lebih buruk dari prediksi 104,5.

Penguatan juga bisa tergerus bila data Energy Information Administration (EIA) hari ini menunjukkan cadangan minyak AS bertambah. Data veris American Petroleum Institute (API) semalam menunjukkan stok minyak AS naik 1,3 juta barel. Pada jam 17:00 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September naik 20 sen ke $88,70 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 27 sen jadi $103,69 per barel.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-naik-tipis-ditopang-koreksi-dollar.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-naik-tipis-ditopang-koreksi-dollar.html

Tanggal July 17, 2012 / 9:49 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dolar jatuh terhadap rival utamanya menyusul data penjualan ritel AS yang memperkuat ekspektasi perlunya stimulus moneter dari the Fed.
Harapan akan stimulus moneter mencuat lagi setelah data penjualan ritel AS yang buruk dan IMF menurunkan proyeksi PDB global. Penjualan ritel AS turun 0,5% di Juni, melawan prediksi naik 0,2%. Ini berarti sudah tiga bulan berturut-turut penjualan ritel turun. Terakhir kali penjualan ritel turun selama tiga bulan adalah akhir 2008, ketika ekonomi AS sedang menuju resesi.
Dollar melemah karena kekhawatiran perlambatan ekonomi akan memaksa the Fed melonggarkan kebijakannya atau meluncurkan stimulus. Dollar melemah tajam atas yen, jatuh ke level terendah dalam sebulan terakhir.  Dollar berada di 78,84, tidak banyak berubah dari level New York dini hari tadi.
Data penjualan ritel itu datang menjelang kesaksian Bernanke di hadapan Kongres. Bernanke  diharapkan mau menunjukkan kesiapan bertindak bila kondisi ekonomi memburuk.   Pasar masih ingin mengetahui apakah the Fed akan meluncurkan stimulus moneter untuk membantu ekonomi AS.
The Fed bulan lalu melonggarkan kebijakannya dengan memperpanjang waktu Operation Twist sampai akhir tahun. Tapi masih menjauhi program pembelian aset jor-joran, atau yang disebut dengan Quantitative Easing (QE). Dengan data ekonomi AS yang terus buruk, semakin banyak kalangan yang memperkirakan the Fed harus meluncurkan QE jilid ketiga. Kesaksian Bernanke nanti akan dilihat apakah the Fed semakin dekat ke sana. Rapar reguler the Fed berikutnya akan digelar pada 31 Juli.
Dollar juga melemah terhadap mata uang lainnya. Indeks dollar, yang mengukur pergerakan mata uang itu atas major currencies, jatuh ke 82,95, terendah sejak 6 Juli lalu. Selain pidato Bernanke, pasar akan mencermati serangkaian data AS, antara lain produksi industrial, inflasi, TIC Flows, dan NAHB housing index.
Euro berhasil menguat atas greenback, dengan kini berhasil meraih kembali $1,23. Sayang penguatannya tersendat karena bayang-bayang ketidakpastian Eropa di tengah krisis. Data sentimen investor Jerman dapat mempengaruhi pergerakan euro hari ini. Sentimen diperkirakan memburuk karena efek krisis.
Sterling mencatat hasil cemerlang, dengan meraih level tertinggi dalam dua minggu terakhir di $1,5674. Data inflasi dan indeks harga ritel Inggris akan diumumkan hari ini. Bila inflasi lebih rendah dari prediksi, bisa menjadi faktor yang menekannya.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-jatuh-jelang-kesaksian-bernanke.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-jatuh-jelang-kesaksian-bernanke.html

Tanggal July 06, 2012 / 10:32 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk – Harga emas kembali tumbang pada penutupan New York Kemarin. Rally dollar yang dikombinasi dengan kecewanaya pasar terhadap bank sentral AS yang tidak memberi sinyal akan adanya stimulus secara agresif menjadi pemicu utama penurunan.
Sebelumnya, harga emas sempat naik ke level tertingginya di 1,623.80 setelah secara tak terduga China menurunkan suku bunganya ke 6%. Namun rally emas terhenti setelah investor khawatir bahwa data ketenagakerjaan AS yang bagus akan memupuskan harapan adanya stimulus.
Lapangan kerja sektor swasta tumbuh lebih besar dari yang diperkirakan, yaitu sebesar 176.000. Survei sebelumnya memperkirakan bahwa kenaikan hanya sebesar 108.000 untuk bulan Juni.Rilisan data tersebut sekaligus mampu meredam kekhawatiran buruknya lapangan kerja di AS.
Sentimen emas makin diperberat dengan menguatnya mata uang dollar setelah ECB memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%. ECB memangkas rate-nya sebesar 25 bps menjadi 0,75%, sesuai prediksi. Ini pertama kalinya dalam sejarah ECB menetapkan rate di bawah 1%.  Tapi pasar terkejut dengan keputusannya menurunkan bunga simpanan menjadi nol persen. Para analis memandang pemangkasan itu juga berarti ke depan akan ada penurunan bunga acuan lanjutan. Apalagi Presiden ECB Mario Draghi menyampaikan pernyataan yang dovish, memberi tekanan ekstra ke euro. Draghi mengatakan ancaman terhadap pertumbuhan semakin terlihat, mengindikasikan pihaknya akan melanjutkan siklus pelonggaran pada semester kedua tahun ini.
Fokus pasar kini tertuju ke data ketenagakerjaan AS yangakan diumumkan malam nanti. Data payroll diperkirakanakan menunjukkan lapangan kerja tumbuh 95.000 selama
Juni. Angka di bawah 100 ribu selalu dianggap buruk.
Data payroll tersebut akan menentukan arah pergerakan emas. Hasil buruk dari data ketenagakerjaan tersebut bisa mencuatkan spekulasi akan adanya isu stimulus tersebut.
Sementara dari sisi teknikal terlihat bahwa emas sangat sulit menembus pertahanan resistance di $1.625. Pola long black candlestick yang dipadu dengan stochastic yang dead cross di area overbought, telah memunculkan sinyal negatif bagi emas.
Kami melihat bawah saat ini emas akan kembali menguji support-nya di $1.587. Jika ditutup di bawah level tersebut, maka penurunan bisa berlanjut untuk meraih kembali area %.1.558 – $1.547.
Sementara trend bullish hanya akan didapat jika emas kembali mampu bergerak di atas level $1.625, untuk fokus pada kenaikan menuju area $1.632 – $1.640.50

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/harapan-stimulus-menipis-emas-ambruk.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/harapan-stimulus-menipis-emas-ambruk.html

Tanggal June 25, 2012 / 9:46 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Pasar mata uang memulai perdagangan hari ini dengan dibayangi sentimen yang masih rapuh, tercermin dari  dollar yang mempertahankan penguatannya yang diraih minggu lalu, sembari mengantisipasi pertemuan Uni Eropa minggu ini.
Indeks dollar, yang menguat 1% minggu lalu, berada di 82,34 hari ini, dan sempat menyentuh 82,60.  Dollar mencatat rally terbesarnya dalam tiga bulan terakhir minggu lalu menyusul serangkaian data manufaktur dari China, Eropa dan AS yang mengindikasikan prospek ekonomi global yang suram. 
Pertemuan pemimpin Jerman, Perancis, Italia dan Spanyol Jumat lalu sepakat paket senilai 130 milar euro untuk merangsang pertemuan. Tapi belum ada persetujuan soal penggunana dana talangan. Satu-satunya berita yang menyenangkan pasar datang dari ECB, yang  melonggarkan persyaratan jaminan dalam operasi pinjaman yang dirancang khusus untuk membantu kondisi finansial di Spanyol.
Euro berada di $1,2533 hari ini, setelah ditutup di $1,2563 akhir pekan lalu. Para trader mengatakan ada pembelian oleh beberapa bank sentral di saat euro berada di $1,2520. Tapi kejatuhan ke bawah level itu membawa euro semakin dalam ke $1,2440. Mata uang komoditas mencoba bangkit setelah kejatuhan tajam minggu lalu. Aussie diperdagangkan di $1,0063, setelah tenggelam di $1,0008 di Jumat. Support kuat berada di $0,0079, atau Fibonacci Retracement 38,2% dari penguatan 1-20 Juni.
Para pemimpin Eropa akan mengadakan pertemuan lagi pada 28-29 Juni nanti. Seperti biasa, setiap pertemuan resmi selalu diharapkan menghasilkan langkah kongkrit. Tapi tetap ada kemungkinan pasar akan kecewa lagi. Alhasil, euro masih sulit lepas dari tekanan bila pertemuan itu tidak menghasilkan perkembangan berarti.
Para analis memandang pertemuan itu hanya akan menghasilkan retorika soal komitmen menuju integrasi fiskal, tidak ada gebrakan baru. Isu yang kemungkinan dibahas dalam pertemuan itu antara lain surat berharga zona euro, yang berbentuk Eurobonds atau T-bils, dan European Redemption Pact (ERP). Tapi Jerman masih enggan menyetujuinya sampai ada kejelasan soal pengendalian kebijakan fiskal.  Dalam pertemuan itu juga, Yunani akan mengajukan pelonggaran persyaratan bailout. Tapi masih kecil kemungkinan akan langsung dikabulkan.
Tidak banyak data ekonomi terjadwal hari ini, salah satunya adalah sentimen konsumen Jerman hasil survei GfK. Di AS ada data new home sales, indeks manufaktur Dallas dan indeks aktivitas bisnis Chicago.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-pertahankan-gain-euro-rentan.html

Tanggal June 01, 2012 / 8:59 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah gagal bertahan diatas suport 3838 pada pergerakan kemarin, hari ini IHSG masih dihadapkan dengan minimnya sentimen positif, setelah Indeks Dow Jones Industrial semalam terkoreksi tipis -0.21%. Dari dalam negeri, yang ada malah sentimen negatif dari rencana penerapan pajak atas bunga obligasi. Kondisi ini membuat IHSG masih akan cenderung bergerak flat turun pada kisaran 3800-3955. Kisaran suport di 3700-3750 akan menjadi suport yang kedua.
Kita sudah memasuki bulan Juni. Sejauh ini, masih belum terlihat adanya tanda-tanda bahwa trend turun bakal segera berakhir. Indeks Dow Jones Industrial masih memiliki potensi koreksi hingga 12.100-12.250. Aliran dana asing yang terjadi semenjak Maret, masih tersisa net buy sekitar Rp 4T – Rp 5T. Harga batubara sepertinya juga masih cenderung mengalami tekanan setelah pertumbuhan ekonomi India masih menunjukkan perlambatan.  Satu hal yang memberikan harapan bahwa suport IHSG di 3700-3750 akan menahan koreksi, adalah jumlah net buy asing sebenarnya sudah relatif sedikit, potensi koreksi DJI yang sudah relatif kecil, dan harga saham yang sudah terlihat murah.  Akan tetapi, dimana bottom dari trend turun ini, baru akan terlihat, setelah IHSG setidaknya bisa ditutup melewati satu resisten. Dan sebelum terjadinya penembusan resisten, pemodal sebaiknya tetap ekstra hati-hati dan cermat dalam melakukan akumulasi.

Global Outlook
B
ursa saham Asia mengalami tekanan yang hebat awal perdagangan kali ini, bersamaan dengan merosotnya bursa saham AS semalam. Sentimen masih bearish dimana data AS yang mengecewakan makin membenamkan sentimen.
Gelombang risk aversion, yang dipicu oleh kekhawatiran mengenai krisis utang dan perbankan di Eropa, mengangkat permintaan akan safe haven, yang membuat dollar dan yen perkasa.
Dollar dan yen rally atas rivalnya setelah aksi lepas aset berisiko menyusul kenaikan yield obligasi Spanyol dan Italia ke level bahaya, yang ditakutkan semakin mengancam kondisi financial kedua negara itu. Lelang obligasi di Italia telah mengecewakan, yang mendorong biaya pinjaman. Pemerintah terpaksa memberikan imbalan lebih dari 6%. Yield obligasi tenor 10 tahun Italia naik hingga 6,15% karena kekhawatiran potensi penyebaran krisis.
Yield obligasi Spanyol juga merangkak naik, ke level 6,67%,  semakin mendekati 7%, level yang membawa Yunani, Portugal dan Irlandia bertekuk lutut dan minta bailout. Kenaikan ini disebabkan oleh pernyataan pejabat bank sentral Spanyol bahwa semakin sulit mencapai target defisit tahun ini.
Spanyol tidak hanya dirundung krisis utang, tapi juga krisis perbankan. Di saat kondisi keuangannya amburadul, pemerintah Spanyol harus menyelamatkan sektor perbankannya, dengan menyuntikkan dana ke Bankia, bank terbesar keempat negara itu yang hampir kolaps karena penggelembungan di sektor properti.
Di tengah banyaknya berita negatif, dollar menjadi primadona. Perkembangan saat ini membuat pasar melihat kondisi di AS masih lebih baik disbanding Eropa.
Kini investor makin dicemaskan masalah perlambatan ekonomi China, dimana data terbaru menunjukkan PMI Manufacturing bulan Mei turun 50.4 dari bulan sebelumnya 53,3, hasil tersebut juga lebih rendah dari prediksi 52,1. Bila sektor tersebut terus mengalami penurunan, lambat laun China bisa saja mempersiapkan langkah stimulus ekonomi.
Data ekonomi penting selanjutnya yang dinanti investor data ketenagakerjaan, dimana mengacu pada data ADP Employment yang dirilis semalam menunjukkan kenaikan 133 ribu selama Mei dari sebelumnya 113 ribu. ADP yang mengalami kenaikan, tidak menutup berimbas data ketenagakerjaan nanti malam, dimana ekspektasi bertambah menjadi 150 ribu di Mei dari sebelumnya 115 ribu. Dampak besar ke sentimen bilamana angka rilis mencapai 200 ribuan, seandainya masih dibawah tidak memberi dampak yang berarti. Sedangkan angka pengangguran bulan Mei diperkirakan tetap 8,1%. Sementara itu, ISM Manufacturing diperkirakan mengalami penurunan menjadi 54,0 dari 54,8. Bila data AS tidak sesuai harapan makin memperlihatkan ekonomi global mengalami perlambatan. Bila ada penguatan kemungkinan itu bersifat temporeri.

Review IHSG
T
ekanan jual semakin deras menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun semakin dalam. Pada penutuoan perdagangan, Kamis (31/5/2012), IHSG anjlok 85,092 poin (2,17%) ke level 3.832,824.
Krisis utang Eropa yang semakin memburuk membuat goncang bursa global. Kekhawatiran akan krisis tersebut membuat investor miris dan lari dari asset beresiko. Kekhawatiran ini dipicu oleh naiknya yield obligasi Itralia dan Spanyol yang mulai mendekati level 7%, level yang telah membawa Portugal, Yunani, dan Irlandia menjadi pasen IMF.
Tekanan jual dimulai sejak dibukanya perdagangan. Tidak ada satupun sektor yang mampu menahan tekana jual tersebut. Sektor pertambangan dan dan konstruksi merupakan sektor yang mengalami tekanan paling parah dengan penurunan masing-masing sebesar 4,14% dan 3,41%.
Saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Astra Internasional (ASII), Bukit Asam (PTBA), dan Indomobil (IMAS).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Mayora (MYOR), Sarana Menara (TOWR), Golden Energy Mines (GEMS), dan Bank Mayapada (MAYA).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
elemahan IHSG hingga menembus level support 3.838 merupakan sinyal adanya bearish continuation. Kondisi ini kemudian didukung dengan terbentuknya pola black opening marubozu pada candlestick, mengindikasikan bahwa seller masih dominan. Kondisi tersebut masih memungkinkan bagi IHSG untuk kembali menguji level psikologi-nya di 3.800. Penembusan support tersebut akan membuka potensi penurunan lanjutan menuju area 3.750 – 3.728. Sedangkan jika terjadi rebound kemungkinan akan terjadi di area 3.870 – 3.890. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.800– 3.870.

R3    3,944
R2    3,913
R1    3,873
   
Pivot    3,842
   
S1    3,802
S2    3,770
S3    3,731

Stock Pick
CTRP

P
ergerakan CTRP dalam tiga bulan terakhir ini sepertinya sedang membentuk pola head and shoulder (HS), dengan garis neckline berada pada area support 700. Penembusan support terssebut akan mengkonfirmasi pola HS tersebut, yang bisa memberi potensi penurunan menuju area 550 – 530.
Rekomendasi     : Sell on breakout 700.
Support                : 700, 610
Resistance          : 760, 800

MNCN

M
oving average 55 dan 10 terlihat dead cross, menunjukkan bahwa trend MNCN sedang mengarah bearish. Namun indikator RSI dan stochastic sudah oversold, indikasi bahwa harga akan terlebih dahulu rebound sebelum melanjutkan penurunannya.
Rekomendasi     : Sell On strenght @1.950
Suppport             : 1.760, 1.650
Resistance          : 1.950, 2.125

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-terus-bearish-ihsg-makin-terseok-seok.html

Tanggal May 31, 2012 / 1:21 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Untuk data AS, Unemployment Claims,  indikator mingguan untuk jumlah individu yang telah mengajukan asuransi pengangguran pada pertama kalinya, turun 1K menjadi 369K.
Automatic Data Processing, Inc (ADP) Non-Farm Employment change, perubahan estimasi bulanan dari orang yang bekerja (tidak termasuk sektor industri pertanian dan pemerintahan), naik dari 20K sampai 139K di bulan April.
Prelim Gross Domestic Product (GDP), laporan triwulanan mengenai perubahan sirkulasi semua barang-barang ekonomi dan jasa, kemungkinan turun dari 2,2% menjadi 1,9%.
Sandra Pianalto, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland direncanakan akan berpidato di Cleveland.
Chicago Purchasing Managers’ Index (PMI), Survei Bulanan yang di peruntukkan para manajer di Chicago mengenai kondisi bisnis seperti produksi, harga, pengiriman pemasok dan sebagainya, meningkat sebesar 0,6 poin dan diproyeksikan hingga 56,8 poin sekarang.
Crude Oil Inventories, laporan mingguan mengenai jumlah barel minyak mentah yang terdapat dalam persediaan perusahaan komersial, diperkirakan tidak ada perubahan sebesar 0,9.
Fokus pasar akan terarah pada laporan data Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate di AS besok.
Apakah ada koreksi hari ini? Dan kalau ada koreksi apakah hanya untuk pergerakan antisipasi? Bagaimana kalau hari ini tidak ada koreksi? maka ada kemungkinan yang koreksi adalah indeks dollar.

EUR-USD
I
rish Stability Treaty Vote, voting untuk pengambilan suara di Irlandia mengenai penolakan the European Union’s Stability Treaty.
German Retail Sales, nilai total penjualan di tingkat ritel (termasuk sektor automotif dan pompa bensin), kemungkinan naik sebesar 0,4% sampai 0,2% dari April.
Consumer Price Index (CPI) Flash Estimate, mengukur semua pengeluaran oleh konsumen di sektor konsumsi barang; diharapkan terjadi kenaikan sebesar 2,6% sampai 0,3% sekarang.
German Unemployment Change, indikator bulanan untuk mengukur jumlah orang yang menganggur, berkurang dari 19k pada April ke-7K saat ini.
Consumer Price Index (CPI) Flash Estimate, perubahan harga konsumen barang dan jasa, diperkirakan turun 0,1% menjadi 2,5%.
Closing area yang terus turun sebesar lebih dari 25% sampai 50% tiap pekan-nya merefleksikan ‘risk appetite’ pasar terhadap situasi keuangan di zona euro, Secara teknikal bottom area untuk memastikan pergerakan koreksi masih jauh dikarenakan belum adanya alasan pasar untuk itu dan di perparah oleh belum adanya katalis fundamental yang dapat mendorong euro untuk memasuki “season correction”, apakah bulan Juni nanti?
Apakah low di bulan July 2010 (1.2192) menjadi target selanjutnya sebelum penutupan bulan Mei hari ini? Atau menjadi target area ‘bumping’ untuk koreksi di pekan pertama bulan Juni?
Dapat di asumsikan bahwa besok merupakan sinyal dari kelanjutan atau awal dari pergerakan koreksi euro.

Rekomendasi :
Buy             : 1.2323, 1.2280    Sell             : 1.2390, 1.2444
TP              : 1.2444                   TP               : 1.2222
Stoploss   : 1.2222                   Stoploss    : 1.2490

Resisten       : 1.2405, 1.2452
Support         : 1.2320, 1.2273
Range           : 1.2280 – 1.2414
 

GBP-USD
U
ntuk data Inggris,  Nationwide House Price Index (HPI), Nilai harga jual rumah berdasarkan  Nationwide mortgages, naik sebesar 0,2% dari laporan bulanan terakhir.
Area 1.5422 (monthly support ketiga) menjadi target hari ini dan area 1.5353 (weekly support ketiga) apakah menjadi area ‘bumping’ untuk koreksi pound?
Closing untuk candle bulan ini menjadi krusial bagi pound dalam kelanjutan tekanan tren bearish-nya, sebaliknya koreksi dapat terjadi apabila hari ini closing di area 1.5565.
Hati-hati juga pada area 50% fibonacci monthly di area 1.5274, apakah menjadi target jangka menengah buat pound?

Rekomendasi :
Buy            : 1.5422, 1.5380    Sell             : 1.5512, 1.5555
TP              : 1.5666                  TP               : 1.5400
Stoploss   : 1.5333                  Stoploss    : 1.5600

Resisten       : 1.5530, 1.5587
Support         : 1.5421, 1.5363
Range           : 1.5380 – 1.5530
 

AUD-USD
U
ntuk data Aussie, Building Approvals,  jumlah persetujuan bangunan baru yang diterbitkan pada bulan lalu, turun dari 7,4% pada April menjadi 0,7% sekarang.
Private Capital Expenditure, ukuran Bulanan untuk menunjukkan seberapa besar belanja modal baru yang dibuat oleh perusahaan swasta; kemungkinan naik dari -0.3% pada kuartal terakhir hingga 4,1% sekarang.
Private Sector Credit, kisaran pinjaman di tingkat konsumen dan bisnis yang baru dikeluarkan, turun sebesar 0,1% menjadi 0,3%.
Proyeksi pergerakan Aussie apakah sudah mencapai ‘monthly projection’? Dimana 50% fibonacci monthly ada di area 0.8850…..terlalu jauh memang tetapi apabila dilihat dari situasi dan katalis fundamental secara global dapat dimungkinkan, apalagi situasi perkembangan dari laporan pertumbuhan ekonomi china terus memburuk.
Untuk jangka menengahnya proyeksi koreksi ada di area 0.9850, area tersebut merupakan sinyal koreksi setidaknya dalam pekan pertama bulan Juni, apabila ada closing daily di atas area tersebut koreksi penuh meski sempit ke area 0.9990 sampai 1.0050.
Sebaliknya apabila hari ini closing di bawah area 0.9648 maka target area untuk jangka menengah di area 0.9575…..

Rekomendasi :
Buy            : 0.9606, 0.9575    Sell           : 0.9740, 0.9787
TP              : 0.9880                  TP              : 0.9575
Stoploss   : 0.9525                  Stoploss  : 0.9830

Resisten       : 0.9750, 0.9800
Support         : 0.9658, 0.9607
Range           : 0.9555 – 0.9777
 

USD-CHF
G
ross Domestic Product (GDP), ukuran luas kegiatan ekonomi triwulanan turun sebesar 0,1%.
Jean-Pierre Danthine, Swiss National Bank (SNB) Governing Board Vice-Chairman, akan berbicara di Jenewa.
50% fibonacci monthly di area 1.0160 apakah dapat di asumsikan target long term buat franc? Faktor pendorong pelemahan franc tetap pada korelasi pergerakan euro, dimana secara ‘klasik’ pergerakan franc berbalik dari euro, dan belum ada katalis fundamental dari zona euro yang dapat menguatkan asumsi untuk franc menjadi save haven kembali.
Area 0.9740 untuk hari ini dapat di jadikan sinyal dalam kelanjutan tren bullish franc, apabila closing hari ini (juga merupakan closing candle monthly) di atas area tersebut maka target area untuk jangka menengah ada di area 0.9925, apakah dapat di jadikan pijakan untuk koreksi?
Sinyal koreksi ada di area 0.9640…..dalam pekan awal bulan Juni esok ada closing daily di bawah area tersebut maka target koreksi di area 0.9404.

Rekomendasi :
Buy            : 0.9640, 0.9616    Sell             : 0.9740, 0.9777
TP              : 0.9777                  TP               : 0.9555
Stoploss   : 0.9575                  Stoploss    : 0.9828

Resisten       : 0.9745, 0.9780
Support         : 0.9641, 0.9574
Range           : 0.9606 – 0.9777
 

USD-JPY
Untuk data Jepang, Average Cash Earnings,  menunjukkan pendapatan yang dikumpulkan oleh para pekerja pada bulan lalu, turun sebesar 0,2% sampai 1,1% saat ini.
Capital Spending, total nilai belanja modal baru yang dibuat oleh perusahaan pada kuartal terakhir, diperkirakan turun sebesar 6,3% menjadi 1,3%.
Apa yang di khawatirkan akhirnya terjadi……yen break ke area 78.69 sampai siang hari ini.
Apakah BoJ akan bersiap untuk intervensi?

Rekomendasi :
Buy            : 78.50, 78.25        Sell               : 79.05, 79.20
TP              : 79.90                    TP                 : 78.35
Stoploss   : 78.00                    Stoploss      : 80.50

Resisten       : 79.16, 79.48
Support         : 78.46, 78.08
Range           : 78.15 – 79.15   

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-31-mei-2012.html

Tanggal April 05, 2012 / 2:58 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak rebound hari ini setelah didera aksi jual selama dua sesi sebelumnya karena bertambahnya cadangan minyak AS dan penguatan dollar.

Tersungkur sampai ke $101 per barel, minyak terangkat berkat adanya aksi beli, dilakukan oleh investor yang memanfaatkan kejatuhan harga agar dapat barang murah.  Selain itu, ekspektasi bagusnya data payroll, menyusul data ADP Employment, juga memberi andil.

Harga sempat anjlok karena data Energy Information Administration (EIA) yang memperlihatkan cadangan minyak melonjak 9 juta barel, atau 2,5%, ke level tertinggi sejak Juni 2011. Angka itu jauh lebih besar dari prediksi 2,5 juta barel. Sedangkan cadangan bensin berkurang 1,5 juta barel dan cadangan distillate hanya naik 19.000 barel.

Minyak juga dihantam oleh penguatan dollar, yang melanjutkan rally-nya tas mata uang dunia setelah ECB menyampaikan pernyataan yang dovish. Pasca rapat regulernya dengan keputusan mempertahankan suku bunga di 1%, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan prospek ekonomi zona euro belum aman dari tekanan. Masih ada risiko tekanan (downside risk) yang perlu diwaspadai.

Pada jam 14:42 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Mei naik 70 sen ke $102,17 per barel. Kontrak itu merosot $1,83 ke $102,02.  Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 76 sen jadi $123,10 per barel.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-rebound-setelah-tersungkur.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha