Search Results : gambar gambar pengangguran

Strategydesk – Keputusan the Fed menaikkan suku bunganya bulan depan kemungkinan bergantung pada seberapa banyak lapangan kerja tercipta selama Oktober. Data ketenagakerjaan AS dan komponennya menjadi penentu arah kebijakan the Fed.

FederalReserveMemang, prospek kenaikan suku bunga meningkat kembali minggu ini setelah Ketua the Fed Janet Yellen mengatakan kenaikan suku bunga masih bisa terjadi bulan depan bila data ekonomi mendukung itu. Namun satu hal yang patut disorot adalah ketika ia mengatakan kalau data ekonomi mendukung.

Oleh karena itu pasar menunggu data non-farm payroll malam nanti. Menurut proyeksi, lapangan kerja tumbuh 184.000 selama Oktober dan tingkat pengangguran turun 0,1% ke 5,0% di bulan itu, terendah dalam tujuh tahun. Pertumbuhan lapangan kerja melambat selama Agustus-September, di mana Agustus mencatat 136.000 dan September sebesar 142.000.

Sebelum kedua bulan itu, lapangan kerja selalu tumbuh di atas 200 ribu, angka yang dianggap sehat untuk memangkas tingkat pengangguran secara signifikan. Para pengamat sepakat bahwa pertumbuhan lapangan kerja di atas 200 irbu penting untuk menjaga peluang kenaikan suku bunga bulan depan. Angka di bawah 200 ribu sepertinya sulit untuk menjaga optimisme pada prospek kenaikan suku bunga.

Angka pertumbuhan lapangan kerja memang penting untuk mengukur prospek kenaikan suku bunga. Namun itu bukanlah satu-satunya bahan pertimbangan, karena the Fed juga harus melihat kondisi inflasi. Pada dasarnya, the Fed punya dua mandat, yaitu ketenagakerjaan maksimal dan stabilitas harga. Jadi, keduanya harus berjalan selaras.

Untuk melihat gambaran prospek inflasi, salah satu komponen data payroll, yaitu pertumbuhan upah, juga akan disorot. Menurut konsensus, pertumbuhan upah rata-rata per jam (average hourly earnings) sebesar 2,3% selama Oktober, naik dari bulan sebelumnya yang 2,2%. Tanpa didukung pertumbuhan upah, sulit menambah optimisme pada prospek kenaikan suku bunga the Fed.

http://www.strategydesk.co.id/2015/11/data-payroll-penentu-arah-kebijakan-the-fed/

Jakarta, Strategydesk – Emas terpantau stabil hari ini, setelah melanjutkan kejatuhannya kemarin, masih tertekan karena penguatan dollar. Fokus pasar kini tertuju ke data ketenagakerjaan AS yang dapat menjadi gambaran prospek kebijakan the Fed.
Dollar memantapkan posisinya menyusul kejatuhan euro akibat pernyataan dovish dari Presiden ECB Mario Draghi, yang membuka peluang pelonggaran lanjutan. Dollar juga terangkat berkat data ekonomi, yaitu indeks ISM non manufaktur, yang naik ke 59,0 di Agustus dari 58,2 di Juli.
Pernyataan Draghi menegaskan kontrasnya perbedaan kebijakan moneter antara ECB dan the Fed, kondisi yang menjaga tren dollar. Sebagai acuan prospek kebijakan the Fed, data payroll yang akan diumumkan malam nanti menjadi fokus utama. Menurut proyeksi, payroll tumbuh 217.000 selama Agustus dan tingkat pengangguran turun 0,1% ke 5,2%. Data yang bagus bisa dianggap mendukung prospek kenaikan suku bunga the Fed, hal yang bisa menambah tekanan  ke emas.
Emas diperdagangkan di $1.124,35 per troy ons setelah turun 0,8% kemarin.
Dari sisi teknikal, harga kembali bergerak di bawah MA 10 dan 55, indikasi trend jangka pendek dan menengah bearish. Pola long black candlestick menunjukkan tekanan jual yang kuat, mendukung pola bearish continuation. Sementara itu,indikator stochastic juga masih terlihat dead cross, mendukung penurunan lanjutan.
Setelah support $1125, potensi penurunan emas selanjutnya kemungkinan akan menguji support berikutnya di $1117, jika ditembus, pola bearish akan berlanjut, dengan potensi penurunan lanjutan meuju kisaran $1100 – $1110.
Rekomendasi
rekom

http://www.strategydesk.co.id/2015/09/emas-masih-tertekan-apresiasi-greenback/

Strategydesk – USD/CAD berkonsolidasi di kisaran $1,2100 menjelang data ketenagakerjaan AS dan Kanada, yang dapat memberi gambaran mengenai prospek kebijakan moneter kedua negara.

LoonieUSD/CAD berhasil rebound berkat data klaim pengangguran yang mengesankan. Initial jobless claims memang naik 3000 minggu lalu menjadi 265.000, tapi secara rata-rata empat minggu berada di level terendah dalam 15 tahun. Ini menimbulkan ekspektasi positif mengenai data payroll nanti malam. Menurut konsesus, payroll tumbuh 230.000 selama April, membaik dari bulan sebelumnya yang hanya 126.000. Sedangkan tingkat pengangguran turun 0,1% ke 5,4%.

Data payroll berhubungan erat dengan prospek kebijakan moneter the Fed. Dalam berbagai kesempatan, the Fed mengisyaratkan data lapangan kerja sebagai salah satu pertimbangan dalam menetapkan arah kebijakan. Bila angka payroll di bawah prediksi atau bahkan 200 ribu, maka bisa mengurangi kemungkinan ada kenaikan suku bunga Juni nanti.

Kanada juga akan mengumumkan data ketenagakerjaan malam ini, namun diproyeksikan memburuk. Lapangan kerja selama April berkurang 5000, setelah tumbuh 28.700 bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diperkirakan naik 0,1% ke 6,9%. Dollar Kanada, atau loonie, sempat menguat berkat kenaikan harga minyak dan koreksi dollar. Turunnya harga minyak selama Juli 2014-Maret 2015 berdampak pada performa loonie, yang jatuh ke level terendah dalam enam tahun Maret lalu.

USD/CAD diperdagangkan di $1,2110 hari ini, setelah menguat 0,3% kemarin. Pola hammer yang terbentuk pada Rabu dan kemudian dilanjutkan dengan rebound kemarin mengkonfirmasi peluang reversal. Kemudan pair ini sudah menembus MA 10, namun masih jauh di bawah MA 25. Stochatic (14,3,3) bagian slow naik dari 31 ke 35. Resistance terdekat ada di 23,6% retracement dari kejatuhan 18 Maret-6 Mei di 1,2150, bila ditembus akan mencoba ke 38,2% di 1,2280. Ke bawah, ada support di 1,1951 tapi bila ditembus, target selanjutnya di 1,1900.

http://www.strategydesk.co.id/2015/05/usdcad-konsolidasi-jelang-data-ketenagakerjaan/

Jakarta, Strategydesk – Prospek kebijakan moneter the Fed sejauh ini masih dianggap lebih unggul dibanding bank sentral negara maju lainnya. Hal itu tercermin dari penguatan dollar, yang masih bertahan dekat level tertinggi dalam empat tahun. Kini, pasar mata uang sedang menunggu bukti lebih lanjut mengenai keunggulan itu.   AUD 05-11-14

Data ketenagakerjaan AS menjadi alat untuk membuktikan keunggulan ekonomi AS, sekaligus mengukur  prospek kebijakan moneter ke depan. Indikator lapangan kerja menjadi salah satu alat yang digunakan the Fed untuk mempertimbangkan kebijakan. Data non-farm payroll, yang akan diumumkan Jumat nanti, menjadi penentu pandangan pasar soal performa ekonomi dan prospek kebijakan moneter AS.

Angka di atas 200 ribu dianggap pertumbuhan sehat yang dapat mengurangi pengangguran secara signiikan. Sebagai gambaran awal, data ADP menjadi suguhan utama malam nanti. Lapangan kerja sektor swasta diperkirakan tumbuh 220 ribu selama Oktober. Selain itu, ada data indeks sektor jasa AS dari ISM, yang diperkirakan relatif stabil.

Faktor yang juga dapat mengukuhkan keunggulan prospek kebijakan moneter the Fed adalah hasil rapat reguler ECB dan BOE besok.   Menurut spekulasi, adanya masalah internal dalam ECB, terkait perdebatan soal penambahan neraca dan pembelian obligasi, Tertundanya pelonggaran kebijakan mungkin bisa mengangkat euro, tapi sepertinya tidak akan lama.

EUR-USD
Belum terlihat banyak pergerakan, EUR-USD masih berkonsolidasi di kisaran $1,2450 dan $1,2570. Kejatuhan ke bawah support, pair ini terancam menuju $1,2350. Sebaliknya, bila berhasil ditutup di atas resistance, ada peluang menuju $1,2630 tapi kondisi bullish baru terlihat bila melampaui $1,2700.

Rekomendasi harian
Posisi sell pada EUR-USD 1.2573 dengan target take profit 1.2512, dimana stop loss 1.2603. Sell berikutnya 1.2634 dengan target take profit 1.2580, dimana stop loss 1.2664.

Sedangkan buy 1.2481 dengan target take profit 1.2532, dimana stop loss 1.2451. Sementara 1.2428 dengan target take profit 1.2477, dimana stop loss 1.2398.

USD-JPY
Memasuki sesi Eropa, USD-JPY berhasil menyentuh 114,54 atau tertinggi dalam 7 tahun. Setelah mencatat minggu terbaiknya dalam 1,5 tahun pekan lalu, pair ini masih melanjutkan gain, dengan target level psikologis 115. Level ini bisa dicapai bila tetap bertahan di atas 114. Penutupan di bawah 113,00 membuka peluang menuju 112,50. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 111.

Rekomendasi harian
Peluang pada USD-JPY buy 103.28 dengan target take profit 104.19, dimana stop loss 112.98. Buy selanjutnya 112.70 dengan target take profit 113.31, dimana stop loss 112.40.

Sell 114.84 dengan target take profit 114.25, dimana stop loss 115.14. Sell 115.43 dengan target take profit 114.84, dimana stop loss 115.73.

GBP-USD
Pair ini mashi berkonsolidasi di kisaran $1,5900 dan $1,6050 selama enam sesi terakhir. Kondisi ini mengindikasikan belum ada faktor yang cukup kuat untuk mengangkat pair ini. Penutupan di bawah $1,5900, pair ini terancam menuju $1,5870-1,5840. Bila berhasil menetap di atas $1,6050, pair ini meraih kondisi bullish dengan target selanjutnya di $1,6120.

Rekomendasi harian
GBP-USD memiliki ruang sell 1.6022 dengan target take profit 1.5930, dimana stop loss 1.6062. Selanjutnya 1.6083 jadi area sell berikutnya dengan target take profit 1.6016, dimana stop loss 1.6123.

Buy 1.5915 dengan target take profit 1.5976, dimana stop loss 1.5875. Buy 1.5857 dengan target take profit 1.5909, dimana stop loss 1.5817.

USD-CHF
Pair ini mencatat sedikit penguatan setelah koreksi kemarin. Meski reli selama dua minggu terakhir, pair ini masih belum berhasil menembus level psikologis 0,9700. Untuk bisa ke level itu, pair ini harus bisa ditutup di atas 0,9650. Saat ini, masih bertahan di atas 0,9580, tapi penembusan level itu membuka potensi menuju 0,9520.

Rekomendasi harian
Untuk USD-CHF sell 0.9644 dengan target take profit 0.9593, dimana stop loss 0.9674. Sell 0.9690 dimana stop loss 0.9720, dengan target profit 0.9641.

Posisi buy 0.9561 dengan target take profit 0.9622, dimana stop loss 0.9531. Buy 0.9515 dengan target take profit 0.9564, dimana stop loss 0.9485.

AUD-USD
Meski fluktuatif selama tiga sesi terakhir, AUD-USD bergerak dalam range yang sama, $0,8640 dan $0,8790. Sepertinya pair ini menemukan support yang kuat di sana, sudah beberapa kali coba ditembus. Tapi penutupan di bawah itu, pair ini terancam ke $0,8600. Untuk bisa meraih kondisi bullish, pair ini harus bisa melampaui $0,8800.

Rekomendasi harian
0.8675 menjadi area buy pada AUD-USD dengan target take profit 0.8736, dimana stop loss 0.8645. 0.8621 jadi area buy dengan target take profit 0.8671, dimana stop loss 0.8591.

Area sell-nya 0.8773 dengan target take profit 0.8705, dimana stop loss 0.8803. 0.8819 jadi sell berikutnya dengan target take profit 0.8768, dimana stop loss 0.8849.

http://www.strategydesk.co.id/2014/11/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-05-nopember-2014/

Jakarta, Strategydesk – Sembari mencerna pernyataan the Fed, pasar mata uang menunggu data penting yang juga dapat memberi gambaran mengenai prospek kebijakan moneter, yaitu PDB.  JPY 30-10-14

Angka pertumbuhan kuartal ketiga ini dapat menambah laju dollar, bila lebih baik dari prediksi, tapi dollar sepertinya juga tidak akan terlalu tertekan kalaupun angkanya di bawah prediksi.

Menurut proyeksi, PDB AS selama periode Juli-September tumbuh 3% dari tahun lalu. Ini berarti perlambatan dari angka tahunan 4,6% yang dicatat pada kuartal sebelumnya. Namun, selama angkanya tidak lebih rendah dari rata-rata pasca krisis yang 2,2%, kemungkinan tidak akan memberi tekanan besar ke dollar.

Terutama dengan optimisme the Fed mengenai prospek ekonomi yang baru saja mengakhiri program pembelian obligasinya. The Fed menyampaikan pandangan positif soal penciptaan lapangan kerja, dengan mengatakan utilisasi sumber daya manusia menunjukkan peningkatan.

Selain PDB, data AS lainnya yang terjadwal malam nanti adalah initial jobless claims, yang bila menunjukkan penurunan besar, mendukung laju dollar.  Kalaupun dollar mengalami tekanan yang menghapus penguatan kemarin, dalam jangka menengah dan panjang, selama performa ekonomi dan kebijakan moneter AS masih unggul dari lainnya, tren dollar belum berubah.

Di Eropa, data terjadwal adalah ketenagakerjaan dan inflasi Jerman. Tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 6,7% dan inflasi naik menjadi 0,9% selama Oktober. Tapi kedua data itu kemungkinan tidak akan mengubah prospek kebijakan ECB, alhasil takkan berpengaruh ke euro.

EUR-USD
Melemah 0,2% ke $1,2590, EUR-USD melanjutkan kejatuhan tajam kemarin, mencerminkan masih adanya dampak the Fed. Kejatuhan ini semakin mendekatkan pair ini ke support $1,2570. Penutupan di bawah itu menjadi bearish continuation dengan target $1,2500.

Rekomendasi harian
Posisi sell pada EUR-USD 1.2675 dengan target take profit 1.2598, dimana stop loss 1.2705. Sell berikutnya 1.2726 dengan target take profit 1.2661, dimana stop loss 1.2756.

Sedangkan buy 1.2573 dengan target take profit 1.2627, dimana stop loss 1.2543. Sementara 1.2519 dengan target take profit 1.2573, dimana stop loss 1.2489.

USD-JPY
Melanjutkan penguatan, USD-JPY berada di 109,17 setelah reli 0,5% kemarin. Penguatan ini mendekatkannya ke resistance 109,40. Penutupan di atas itu menjadi bullish continuation dengan target berikutnya di 110.

Rekomendasi harian
Peluang pada USD-JPY buy 108.40 dengan target take profit 108.98, dimana stop loss 108.10. Buy selanjutnya 107.90 dengan target take profit 108.38, dimana stop loss 107.60.

Sell 109.38 dengan target take profit 108.81, dimana stop loss 108.68. Sell 109.87 dengan target take profit 109.38, dimana stop loss 110.17.

GBP-USD
Pair ini sudah menembus support $1,6000 karena melemah 0,2% setelah anjlok hampir 1% kemarin. Penutupan di bawah level itu, pair ini semakin dekat dengan $1,5930, dan tidak tertutup kemungkinan lanjut ke $1,5900.

Rekomendasi harian
GBP-USD memiliki ruang sell 1.6022 dengan target take profit 1.5930, dimana stop loss 1.6062. Selanjutnya 1.6083 jadi area sell berikutnya dengan target take profit 1.6016, dimana stop loss 1.6123.

Buy 1.5915 dengan target take profit 1.5976, dimana stop loss 1.5875. Buy 1.5857 dengan target take profit 1.5909, dimana stop loss 1.5817.

USD-CHF
Menanjak 0,3% ke 0,9580, USD-CHF melanjutkan reli sebelumnya, ketika mendulang kenaikan 0,8%. Bullish continuation terbentuk bila ditutup di atas 0,9600, dengan target selanjutnya 0,9640. Kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 0,9430.

Rekomendasi harian
Untuk USD-CHF sell 0.9598 dengan target take profit 0.9545, dimana stop loss 0.9628. Sell 0.9644 dimana stop loss 0.9601, dengan target profit 0.9674.

Posisi buy 0.9491 dengan target take profit 0.9575, dimana stop loss 0.9461. Buy 0.9453 dengan target take profit 0.9506, dimana stop loss 0.9423.

AUD-USD
Tekanan belum lepas dari AUD-USD, yang melemah 0,3% ke $0,8770 setelah jatuh dari high $0,8913 kemarin. Penutupan di bawah $0,8730 menjadi bearish continuation dengan target $0,8670.

Rekomendasi harian
0.8721 menjadi area buy pada AUD-USD dengan target take profit 0.8763, dimana stop loss 0.8691. 0.8669 jadi area buy dengan target take profit 0.8713, dimana stop loss 0.8639.

Area sell-nya 0.8805 dengan target take profit 0.8742, dimana stop loss 0.8835. 0.8850 jadi sell berikutnya dengan target take profit 0.8805, dimana stop loss 0.8880.

http://www.strategydesk.co.id/2014/10/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-30-oktober-2014/

Tanggal February 01, 2013 / 6:57 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Minyak terkoreksi hari ini setelah data aktivitas manufaktur China kurang mengesankan dan menjelang data ketenagakerjaan AS.

Indeks PMI versi pemerintah, yang dipublikasikan oleh Biro Statistik (NBS) dan China Federation of Logistics Purchasing (CFLP), turun ke 50,4 di Januari dari 50,6 di Desember. Meski di atas 50, yang menandakan pertumbuhan, turunnya indeks itu mengindikasikan adanya perlambatan.

Fokus pasar selanjutnya adalah data ketenagakerjaan AS, yang dapat memberi gambaran terkini mengenai pemulihan ekonomi terbesar dunia itu. Payroll diperkirakan tumbuh  160.000 selama Januari dan tingkat pengangguran tetap di 7,8%.  Tapi apapun data payroll, kalau lebih baik dari prediksi, belum tentu mengubah prospek kebijakan the Fed, karena bank sentral itu sudah mematok 6,5% sebagai target.

Pada jam 18:44 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret turun 22 sen ke $97,27 per barel.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-koreksi-jelang-payroll.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-koreksi-jelang-payroll.html

Tanggal October 24, 2012 / 4:17 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Hanya karena the Fed membuat gebrakan bulan lalu dengan mengumumkan stimulus agresif, bukan berarti rapat bulan ini tidak penting lagi.

Mengingat janjinya bulan lalu untuk terus membantu ekonomi melalui pembelian aset yang dilakukan sampai terlihat adanya perbaikan, pandangan the Fed soal ekonomi dianggap sebagai kunci untuk memperkirakan seberapa lama program Quantitative Easing jilid tiga itu berlangsung. Oleh karena itu, pasar akan mengamati bagaimana the Fed menggambarkan data perumahan dan ketenagakerjaan terbaru dan mungkin ada pembahasan mengenai apa yang bisa dilakukan lebih bila diperlukan.

Dalam rapat September, the Fed mengumumkan rencana pembelian obligasi $40 miliar per bulan sampai ada perkembangan substansial dalam lapangan kerja. Berbeda dengan dua program sebelumnya, the Fed mengatakan hanya membeli Efek Beragun Aset KPR atau Mortgage Backed Securities (MBS), dengan harapan membantu sektor perumahan yang disebut oleh Ketua Ben Bernanke sebagai “piston hilang” dalam pemulihan ekonomi AS.

Sejak pertemuan September, ada tanda-tanda perbaikan baik di sektor perumahan dan lapangan kerja. Housing Starts mencatat pertumbuhan terpesat dalam empat tahun terakhir, indikasi sektor perumahan semakin pulih. Tingkat pengangguran turun ke 7,8% di bulan itu, terendah sejak Januari 2009, menurut data pemerintah.

Pasar akan mencermati apakah ada perubahan penilaian mengenai prospek ekonomi AS. Ketua the Fed Ben Bernanke akan menggelar jumpa pers untuk menjelaskan hasil rapat. Bernanke kemungkinan akan mengatakan pihaknya tetap waspada, meski ada data positif, dan siap bertindak lagi bila kondisi memburuk. The Fed tahu pemulihan masih rentan, alhasil mereka akan mengatakan terus memberlakukan kebijakan akomodatif dan memantau perkembangan. Setelah mengambil tindakan agresif, mereka akan wait-and-see dulu, bersantai sembari melihat perkembangan.

Selain rapat pertama pasca QE3, Ini juga merupakan rapat the Fed terakhir menjelang pemilu presiden pada 6 Nopember nanti. Para analis mengatakan kalau rapat Oktober penting dari sisi apa yang akan dikatakan the Fed, rapat selanjutnya pada Desember, akan menarik dari segi apa langkah berikutnya. Dalam rapat pasca pemilu itu, the Fed tidak bisa bersantai lagi karena harus mengantisipasi jurang fiskal (fiscal cliff) yang bisa mungkin terjadi pada Januari.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/setelah-qe3-bisakah-the-fed-senangkan-pasar-lagi.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/setelah-qe3-bisakah-the-fed-senangkan-pasar-lagi.html

Tanggal September 25, 2012 / 11:18 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Membeberkan gambaran terjelas mengenai stimulus moneter terbaru the Fed, salah satu pejabatnya mengatakan program pembelian obligasi bisa diperpanjang sampai tahun depan dan berakhir sebelum penghujung 2014.

Presiden the Fed distrik San Francisco John Williams mengatakan itu karena berpandangan diperlukan waktu yang lama agar program itu bisa mengurangi tingkat pengangguran. Menurutnya, keputusan untuk melanjutkan stimulus memang penting, dan pihaknya bila melakukan lebih bila diperlukan. “Kami akan terus membeli obligasi KPR (Mortgage Backed Securities) sampai lapangan kerja lebih sehat. Kami bahkan siap memperluas pembelian ke aset-aset lain,” katanya dalam pidato di hadapan City Club of San Francisco.

Mulai September, The Fed membeli MBS hingga sekitar $40 miliar per bulan dan berjanji akan terus melakukan pembelian sampai kondisi lapangan kerja membaik. Program itu disebut Quantitative Easing jilid tiga (QE3). The Fed juga membeli sekitar $45 miliar Treasury jangka panhang dan menjual jumlah yang sama Treasury jangka pendek dalam program yang dikenal dengan Operation Twist. Program ini dijadwalkan selesai akhir tahun.

Dalam pidato itu, ia menyatakan dukungan penuhnya atas QE terbaru, dan mengatakan  program itu dapat membantu pertumbuhan disaat ketidakpastian, termasuk kondisi keuangan pemerintah AS, sedang merana. Williams menggambarkan langkah itu sebagai penstabil otomatis bagi ekonomi. Bila ekonomi pulih lebih cepat, program itu bisa dikurangi atau dihentikan. Sebaliknya, bila ekonomi tetap lesu, the Fed bisa memperluasnya.

Ia menjabarkan apa yang dilakukan QE adalah menekan biaya pinjaman, membuat pembelian barang, seperti mobil baru, menjadi lebih murah. Kegiatan ini kemudian mendorong penjualan, yang akhirnya menciptakan lapangan kerja. “Inilah siklus yang dapat membantu pemulihan ekonomi,” katanya. Ia memproyeksikan tingkat pengangguran bisa turun ke 7,25% pada akhir 2014, level yang ia sebut sesuai dengan pandangan the Fed akan membaiknya lapangan kerja.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/qe-the-fed-bisa-dilaksanakan-sampai-2014.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/qe-the-fed-bisa-dilaksanakan-sampai-2014.html

Tanggal August 30, 2012 / 9:50 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar rebound atas rivalnya berkat data ekonomi yang positif dan laporan the Fed yang menimbulkan keraguan di pasar bank sentral AS itu akan mengumumkan stimulus dalam waktu dekat.
Kinerja ekonomi AS ternyata lebih baik dari estimasi awal, seperti dilaporkan semalam melalui revisi angka pertumbuhan kuartal kedua. Pertumbuhan PDB selama periode itu dirubah menjadi 1,7% dari sebelumnya 1,5%. Angka itu, meski masih di bawah potensi 2-2,5%, mengurangi ekspektasi the Fed akan segera bertindak. Data AS lainnya juga positif, seperti pending home sales yang naik 2,4% selama Juli, lebih tinggi dari prediksi 1,0%. Secara tahunan, penjualan rumah tertunda itu melonjak 15%, lebih baik dari prediksi 11%. Data ini mengindikasikan sektor perumahan AS sedang membaik.
Apalagi the Fed, dalam laporan ekonominya Beige Book, menyatakan ekonomi AS terus tumbuh secara bertahap di semua distrik selama Juli. Selain itu, kondisi lapangan kerja lebih cerah dibandingkan enam minggu lalu. Laporan menyampaikan gambaran ekonomi sedikit lebih baik dari laporan sebelumnya. Hal ini semakin mengurangi ekspektasi Ketua the Fed Ben Bernanke akan mengumumkan langkah baru dalam pidatonya besok.
Pasar menunggu pertemuan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming pada akhir pekan, di mana Bernanke akan berpidato dan diharapkan memberi sinyal soal prospek kebijakan. Sempat muncul harapan the Fed akan meluncurkan stimulus berbentuk Quantitative Easing (QE) pada rapat 12-13 September nanti dan Bernanke mengumumkan kemungkinan itu besok. Meski tidak semua data AS bagus, beberapa perbaikan membuat pasar mengevaluasi prediksi Bernanke akan memberi sinyal kebijakan agresif besok.
Indeks dollar berada di 81,50 hari ini, semakin menjauhi level terendah dalam dua bulan terakhir yang dicatat pekan lalu. Namun pergerakan pasar masih stagnan hari ini, mengindikasikan pasar masih ragu untuk mengambil posisi aktif menjelang pertemuan itu. Data AS terjadwal hari ini antara lain personal income dan spending, PCE dan initial jobless claims. 
Pasar juga menunggu kejelasan dari Eropa mengenai rencana untuk menekan yield obligasi. Euro stabil di $1,2539, setelah tumbang kemarin ke $1,2517. Data Eropa terjadwal hari ini adalah tingkat pengangguran Jerman dan sentiment konsumen zona euro.  Italia akan menggelar lelang obligasi tenor 5 dan 10 tahun dengan nilai 6,5 miliar euro, penurunan yield akan berdampak positif ke pasar.


Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-rebound-karena-data-beige-book.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-rebound-karena-data-beige-book.html

Tanggal August 06, 2012 / 4:41 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak sedikit turun hari ini ke bawah $ 91, berusaha mempertahankan penguatan yang dairaihnya berkat data ketenagakerjaan AS.

Lapangan kerja di AS tumbuh sebanyak 163.000 selama Juli, lebih baik dari prediksi 100.000. Angka pertumbuhan itu merupakan yang terbesar dalam lima bulan terakhir. Meski tingkat pengangguran naik 0,1% ke 8,3%, pasar tetap puas dengan data ini, tercermin dengan penguatan Wall Street, dengan indeks Dow Jones melesat 150 poin.

Minyak telah melonjak dari $ 77 pada bulan Juni karena berkurangnya kekhawatiran akan resesi global dan munculnya harapan stimulus dari bank sentral besar. Tetapi beberapa analis memperkirakan persediaan minyak dunia kemungkinan akan bertambah dan menekan harga lebih rendah. “Mengingat gambar pasokan berkembang, kami mempertahankan pandangan bahwa Brent harga minyak mentah cenderung segera menemukan resistensi dan bertemu kembali ke $ 95,” kata JP Morgan dalam sebuah laporan.

Pada jam 16:22 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman September turun 25 sen ke $91,15 per barel. Kontrak itu naik $4,27 pada Jumat untuk menetap di $ 91,40.Di London, minyak mentah jenis Brent turun 43 sen pada $108,51 di bursa ICE Futures.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-koreksi-pasca-naik-berkat-payroll.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-koreksi-pasca-naik-berkat-payroll.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha