Search Results : gambar 20 mata uang asing dan negaranya

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal September 16, 2011 / 2:57 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Data TIC Long-Term Purchases dan Prelim UoM Consumer Sentiment untuk AS nanti malam dapat dijadikan acuan dalam pergerakan currencies untuk 2 minggu ke depan sampai penutupan bulan ini.
Data TIC Long-Term Purchases ini merupakan gambaran atas Permintaan sekuritas domestik dan memiliki effect langsung terhadap permintaan mata uang terkait karena investor asing harus membeli mata uang domestik untuk membeli surat berharga tersebut. Apabila nanti malam data yang keluar lebih besar jumlahnya dari forecast bisa berdampak positif bagi dollar. Apabila yang terjadi sebaliknya akan melemahkan dollar. Tapi data ini sifatnya sebagai pondasi putusan investasi jangka menengah sampai jangka panjang, dimana dapat juga sebagai acuan dan penggerak pasar obligasi dunia. Ekspektasi data ekonomi AS bisa membuat pasar sedikit tenang dengan konsensus perkiraan 56,9, naik dari yang terendah multi-tahunan dari 55,7 sebulan sebelumnya. 
Kepercayaan terhadap badan badan keuangan merupakan indikator utama belanja konsumen di segala sektor ekonomi, yang menyumbang mayoritas aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Apabila data yang keluar lebih besar dari forecast akan berdampak positif untuk dollar. Apabila yang terjadi sebaliknya maka berdampak negatif. 
Pelaku pasar akan mencari arah seiring dengan kehadiran Menteri Keuangan Geithner pada EU EconFin meting, Kamis dan Jumat ini, dapat memberikan wawasan dalam pergerakan pasarnya. Dengan semua guncangan dalam ekonomi zona euro, kehadiran  Geithner  menarik untuk melihat apa yang ada di agenda Geithner dan apa yang inisiatif pejabat AS tersebut untuk membantu memperbaiki situasi ( situasi di zona Eropa atau di AS?).
Geithner mungkin akan menekankan betapa penting Yunani tetap didukung dan menghindari putusan default, dimana cost yang terjadi akan lebih besar untuk zona eropa dan efek domino yang lebih wide juga yang tak kalah penting world cost crisis efek-nya pasti juga berlipat. Pelaku pasar juga akan cenderung mencari beberapa bentuk jaminan dari pemerintah AS bahwa AS akan tetap swap untuk menghindari krisis pendanaan.
Lagi lagi pasar ingin melihat dan mendengar pernyataan langsung dari Geithner, apakah pemerintah AS sudah siap untuk menyatakan bagaimana keadaan likuiditas negaranya dalam melewati masa masa kritis untuk keluar dari krisis perlambatan ekonomi di AS.
 
Rekomendasi
EUR-USD

Koreksi euro telah sampai pada level 23% fibonacci chart weekly sudah menyentuh resisten I daily di area 1.3800. Apabila data TIC Long-Term Purchases dan Prelim UoM Consumer Sentiment untuk AS nanti malam positif untuk dolar maka ada “alasan” pasar untuk meneruskan tren bearish sampai ke level 50% fibonacci chart weekly-nya di area 1.34. Keadaan yang masih kurang menentu dari masalah yunani masih dapat menggerakkan euro secara masif menuju pelemahan-nya. Sebaliknya apabila dilihat dari chart dailynya, kalau hari ini closing di atas level 38% fibonacci chart daily yaitu di area 1.39 dimungkinkan koreksi penuh ke level 50% di area 1.40.
Rekomendasi :
Buy            : 1.3789, 1.3737    Sell            : 1.3870, 1.3990
TP              : 1.3838                  TP               : 1.3798
Stoploss   : 1.3666                  Stoploss    : 1.4100

Resisten Level  : 1.3976, 1.4072                    
Support Level    : 1.3743, 1.3606                    
Range Area        : 1.3737 – 1.3888
  

USD-JPY

JPY tetap diperdagangkan di bawah dan di atas 76,50 – 77,00 meskipun lonjakan intraday sampai 77,32 setelah pengumuman likuiditas  ECB. Harga saat ini sedikit lebih tinggi pada 77,72. Terlihat secara teknikal memang fundamental yen belum mampu untuk mendorong sentimen pasar agar bisa bullish, tapi sinyal pengharapan untuk bullish masih ada dimana sudah terlelu lama berada di bottom dan memang sudah waktunya untuk bullish apabila sebelum masa pergerakan untuk bulan ini berakhir close di atas area 77.20, maka sinyal bullish dapat diperhitungkan.
Rekomendasi :
Buy            : 76.76, 76.60     Sell            : 76.98, 77.10
TP              : 76.98                 TP              : 76.63
Stoploss   : 76.15                 Stoploss   : 77.40

Resisten Level  : 77.15, 77.60
Support Level     : 76.40, 76.10
Range Area        : 76.60 – 76.98
 

GBP-USD

Pengharapan British Pound untuk rebound dan meninggalkan area oversold-nya yang dipacu laporan penjualan ritel. Namun, anggota dewan Bank of England, Martin Weale mengatakan untuk berhati-hati di wilayah tersebut, bahwa prospek fundamental terus memburuk dari bulan Juli, dan melihat risiko yang lebih tinggi dari resesi double-dip. Pada gilirannya, BoE bisa memperluas program pembelian aset dan melampaui target 200 miliar pound, dan spekulasi untuk stimulus moneter tambahan dalam mengimbangi prospek untuk. Pada gilirannya, nada  BoE yang sangat dovish untuk kebijakan moneter, dan pound dapat terus tertekan sebagai pertimbangan bank sentral untuk memperpanjang siklus pelonggaran nya. Relevansi dari sisi teknikalnya memang level 1.57 sudah oversold, dan kemungkinan untuk rebound lebih besartapi dengan adanya alasan di atas kemungkinan pelemahan pound dapat dimungkinkan sampai level 50% fibonacci chart weekly di area 1.55, dalam menunjang program dari BoE tersebut, setidknya sampai dengan akhir bulan ini.
Rekomendasi :
Buy            : 1.5737, 1.5656    Sell            : 1.5844, 1.5919
TP              : 1.5844                  TP              : 1.5690
Stoploss   : 1.5500                  Stoploss   : 1.6000

Resisten Level  : 1.5863, 1.5934
Support Level    : 1.5728, 1.5660
Range Area        : 1.5656 – 1.5844 


USD-CHF

Pergerakan sideways bearish minggu ini di area 0.88 membuat kesimpulan sama dengan keadaan pasar euro yang menunggu rangsangan sentimen untuk pergerakan CHF sudah tembusnya level 38% fibonacci chart weeklynya dan harga stuck di area tersebut membuat target 50%-nya sedikit tertunda dan kemungkinan pematokan EUR/CHF di level 1,2 siap-siap dilepas oleh SNB untuk merangsang pasar itupun dalam keadaan dimana sentimen pasar sudah sedikit demi sedikit terbentuk ke arah positif.
Rekomendasi :
Buy            : 0.8712, 0.8645    Sell             : 0.8777,  0.8820
TP              : 0.8820                  TP               : 0.8700
Stoploss   : 0.8600                  Stoploss    : 0.9000

Resisten Level  : 0.8777, 0.8861
Support Level    : 0.8628, 0.8562
Range Area        : 0.8693-0.8777

AUD-USD

Berita bahwa ECB telah berkoordinasi dengan The Fed, BoE, BoJ, dan SNB dalam upaya untuk meningkatkan likuiditas dolar ke bank-bank Eropa telah sedikit meredam pasar kekhawatiran mengenai standar segera mereda. Namun kami mencatat bahwa ini bukan solusi jangka panjang dan kita akan melihat memudar rally baru-baru dalam risiko. Menariknya aussie tetap agak berat dalam penguatannya di pasar modal menunjukkan bahwa kurangnya keyakinan sentimen dan pembalikan demikian bias. Terlihat pada chart 4 jam harga sulit menembus area resisten I daily di level 1.0380, 38% fibonacci chart daily. Dan penurunannya hnya sampai level 28%-nya di area 1.0180.
Rekomendasi :
Buy            : 1.0190, 1.0150     Sell                : 1.0230, 1.0355
TP              : 1.0333                   TP                  : 1.0190
Stoploss   : 1.0100                   Stoploss       : 1.0424

Resisten Level  :1.0390, 1.0449
Support Level     : 1.0226, 1.0129
Range Area        : 1.0180 – 1.0370
 

 
Rilis data 16/09:
Jam 15.00,
Uni Eropa dijadwalkan akan merilis data Current Account (perubahan angka neraca berjalan) bulanan yang diperkirakan akan dirilis naik menjadi -5,6 miliar euro dari data sebelumnya -7,4 miliar euro, maka akan berdampak positif atau menguatkan euro dalam jangka menengah. Jika rilis data aktual lebih besar dari perkiraan, maka akan berdampak menguatkan euro dan sebaliknya.
 
Jam 20.00, AS dijadwalkan akan merilis data Net Capital Inflow (perubahan angka pembelian obligasi oleh pihak asing) bulanan yang diperkirakan akan dirilis naik menjadi 27,3 miliar dolar dari data sebelumnya 3,7 miliar dolar, maka akan berdampak positif atau menguatkan dolar dalam jangka panjang. Jika rilis data aktual lebih besar dari perkiraan, maka akan berdampak menguatkan dolar dan sebaliknya.
 
Jam 20.55, AS dijadwalkan akan merilis data U-Michigan Consumer Sentiment (indeks perubahan sentiment konsumen yang dilakukan oleh survey Universitas Michigan) bulanan yang diperkirakan akan dirilis naik menjadi 56.5 dari data sebelumnya 55.7 maka akan berdampak positif/menguatkan dolar dalam jangka panjang. Jika rilis data aktual lebih besar dari perkiraan, maka akan berdampak menguatkan dolar dan sebaliknya.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pembahasan-data-dan-peluang-trading-forex-eropa-as-16-september-2011.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha