Search Results : fxcl web id sistem ekonomi spanyol

Tanggal October 09, 2012 / 3:41 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei ditutup melemah 1% hari ini, karena meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global yang bisa berdampak perusahaan-perusahaan akan memangkas proyeksi pendapatan tahunnya. Kekhawatiran ini beralasan setelah Bank Dunia memangkas outlook pertumbuhan China dan juga memperkirakan perlambatan akan lebih besar dari apa yang diperkirakan.

Indeks Nikkei ditutup turun 93,71 poin, atau 1,06%, ke posisi 8.769,59. Sedangkan indeks Topix merosot 1,3% ke posisi 727,68.

Penguatan yang sempat ditorehkan indeks Kospi pada awal pembukaan dan akhirnya harus berakhir di zona negatif. Kejatuhan indeks diakhir sesi dipicu anjloknya kinerja saham-saham unggulan seperti Samsung Electronics dan Hyundai Motor.

Sentimen yang kembali rapuh ini dikarenakan pernyataan Menteri Keuangan zona euro yang mengatakan Spanyol tidak membutuhkan bailout. Harapan pasar bahwa Madrid akan memohon bantuan keuangan telah mendorong bursa saham dan memicu perburuan asset-asset berisiko pekan lalu.

Bank Sentral Korea (BOK) yang kita ketahui, pekan lalu akan mengambil kebijakan langsung untuk meningkatkan perekonomian, salah satunya adalah pelonggaran moneter melalui pemangkasan suku bunga pada pertemuan Kamis nanti. Langkah ini ditempuh karena beberapa sektor termasuk manufaktur telah memperlihatkan penurunan hampir empat tahun terakhir.

Saham Samsung Electronic turun 0,07%. Hyundai Motor melanjutkan penurunannya untuk kelima kalinya, dimana hari ini turun 0,42%. Sedangkan POSCO berakhir turun 0,14%.

Indeks Kospi ditutup turun 2,85 poin, atau 0,14%, ke posisi 1.979,04.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng hari ini berhasil ditutup mendekati level tertingginya dalam lima bulan menyusul besar harapan pasar dari Beijing. Saham Hong Kong rally setelah PBOC menyuntikkan 265 miliar yuan ke sistem perbankan melalui reverse repos, operasi pasar terbuka sejak liburan panjang minggu lalu. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan likuiditas menjelang libur nasional. 

Saham unggulan perbankan dan energi jadi penyumbang terbesar kenaikan atas indeks saham China yang listing di Hong Kong atau lebih dikenal dengan H-shares atau mainland.

Indeks Hang Seng menguat 195,25 poin, atau 0,94% di 21.019,81. Sedangkan indeks H-shares menguat 1,3%. Indeks Shangahi menguat 1,97%, atau 40,81 poin ke posisi 2.115,23.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-kospi-terjungkal-hang-seng-rebound.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-kospi-terjungkal-hang-seng-rebound.html

Tanggal September 26, 2012 / 4:40 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Sentimen negatif kembali menjangkiti pasar, menyusul kekhawatiran mengenai prospek ekonomi global yang dipicu oleh masalah Eropa.

Isu krisis utang Eropa mencuat lagi setelah akan diterjang aksi mogok terbesarnya dalam beberapa bulan terakhir. Ratusan ribu pekerja absen hari ini sebagai bagian dari aksi mogok. Sistem transportasi Yunani tak berjalan, toko tutup dan rumah sakit beroperasi dengan tenaga darurat setelah dua serikat kerja terbesar menggelar aksi mogok menentang rencana pemotongan baru.

Di Spanyol juga terjadi aksi protes. Aksi protes kembali tersulut di Spanyol, menjelang rencana penghematan baru dalam RAPBN 2013 yang akan diumumkan Kamis nanti. Situasi sosial memanas setelah ribuan orang berdemonstrasi di depan gedung parlemen di Madrid, di mana pemrotes dan polisi bentrok.

Minyak gagal mendapat dorongan dari data sentimen konsumen AS dan manufaktur Richmond. Sentimen konsumen naik ke 70,3 dari September dari 61,3 di Agustus. Indeks manufaktur Richmond naik ke 4 dari -9. Harga justru tertekan oleh pernyataan Presiden the Fed distrik Philadelphia Charles Plosser yang menganggap program Quantivative Easing terbaru tidak akan banyak membantu pertumbuhan ekonomi.

Pada jam 16:26 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Nopember turun 65 sen ke $90,72 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama merosot 79 sen jadi $109,66 per barel. Pasar kini menunggu data cadangan versi Energy Information Administration (EIA) yang akan diumumkan malam nanti. 

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-negatif-minyak-anjlok.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/sentimen-negatif-minyak-anjlok.html

Tanggal September 24, 2012 / 5:16 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Cross  yen menguat atas rivalnya di tengah mencuatnya kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi Eropa karena para pejabatnya masih berjuang menemukan solusi lebih lanjut.

Kanselir Jerman Angela Merkel berselisih pendapat dengan Presiden Perancis Francois Hollande mengenai integrasi sistem perbankan Eropa. Hollande ingin mempercepat pelaksanaan sistem pengawasan perbankan baru, sedangkan Merkel ingin lebih hati-hati dan menerapkan pendekatan bertahap.

Sentimen pasar juga negatif karena belum ada kejelasan apakah Spanyol akan mengajukan bailout. Sempat ada berita Spanyol berencana mengubah aturan pensiun dengan memperpanjang masa usia kerja 2 tahun menjadi 67 tahun, yang berlaku sampai 15 tahun ke depan. Ini dianggap sebagai indikasi ke arah bailout. Tapi keesokannya Spanyol bersikeras tidak terburu-buru mengajukan bailout. Ini penting karena bila Spanyol tidak mengajukan bailout, ECB tidak akan beli obligasinya.

Indeks iklim bisnis Jerman turun ke 101,4 di September dari 102,3 di Agustus, mengindikasikan pelaku bisnis semakin pesimis dengan prospek ekonomi. Data ini menyusul serangkaian data ekonomi buruk lainnya minggu lalu yang menggaris bawahi efek krisis utang dan program penghematan.

Semua faktor di atas memicu pembelian ke safe haven. Di Jepang, Minutes dari rapat 8-9 Agustus menunjukkan para pejabat BOJ melihat aktivitas ekonomi mulai meningkat setelah melambat di beberapa bulan sebelumnya. Para anggota dewan memperkirakan ekonomi akan kembali ke pertumbuhan moderat setelah melambat dalam beberapa bulan terakhir.

Pada jam 16:45 WIB, EUR/JPY diperdagangkan di 100,72, melemah dari level penutupan akhri pekan lalu 101,42. Secara teknikal, harga saat ini masih bergerak di atas Moving Average (25), meski semakin mendekati. Tren akan berubah bila harga jatuh ke bawahnya. Stochastic (14,3,3) kini berada di 54, bergerak turun dari 77 akhir pekan lalu. Kondisi bearish juga ditunjukkan oleh RSI (14), yang kini turun ke 56 dari 63. Harga saat ini sudah menembus 50% Fibonacci Retracement yang ada di 100,88. Kalau ditutup di bawah itu, harga akan menuju ke 61,8% retracement di 100,21. Resistance ada di 101,60 (38,2%).

GBP/JPY bertengger di 126,38, melemah dari 126,80. Kondisi bearish juga terlihat dalam pair ini. Harga masih bergerak di atas Moving Average (25). Tapi Stochastic (14,3,3) turun, berada di 55 dari 73 dan RSI (14) turun  ke 59 dari 64. Namun pair ini masih mampu bertahan di atas 50% retracement yang di 126,25, yang kini menjadi support. Kalau tembus, harga akan ke 61,8% retracement di 125,65. Resistance ada di 126,88 (38,2%).

AUD/JPY diperdagangkan di 81,16, melemah dari 81,72. Harga sudah menembus Moving Average (25), yang mengindikasikan tren berubah menjadi bearish. Stochastic (14,3,3) turun ke 54 dari 63 dan RSI (14) melorot ke 45 dari 51. Harga masih bertahan di atas 61,8% retracement yang berada di 80,97, ini menjadi support. Bila tembus, target selanjutnya kemungkinan di 80,35. Resistance berada di 81,81.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/isu-eropa-mencuat-yen-menguat.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/isu-eropa-mencuat-yen-menguat.html

Tanggal September 17, 2012 / 12:15 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Spanyol mengatakan kepada para mitranya tetap berkomitmen untuk membenahi ekonomi namun kalau bisa tanpa harus memangkas pembelanjaan lagi, di tengah gelombang protes publik.

Dalam pertemuan Ecofin akhir pekan lalu, Menteri Keuangan Luis de Guindos menolak penghematan tambahan yang diperlukan untuk mendapat bailout, situasi yang dapat menyulitkan ECB untuk dapat melaksanakan program pembelian obligasinya. Guindos mengatakan bahwa program penghematan 100 miliar euro cukup untuk mencapai target defisit 6,3% PDB tahun ini, meski sudah menjadi rahasia umum Spanyol akan meleset.

Parlemen Jerman tidak akan mau menyetujui bailout tanpa diikuti oleh pemangkasan lebih besar. Di sisi lain, penghematan tambahan justru dapat memperburuk gejolak sosial di Spanyol. Puluhan ribu orang menggelar aksi protes di Madrid akhir pekan untuk menentang pemotongan drastic, termasuk 7% upah. Aksi ini menyusul minggu traumatik di Catalonia, di mana 1,5 juta orang turun ke jalan.  

Guindos meminta publik untuk memahami situasi, berargumen perbaikan ini merupakan pondasi penting untuk pemulihan. “Pengorbanan ini tidak bisa dihindari,” katanya.  Tapi klaim itu dibantah oleh ekonom pemenang Nobel Joe Stiglitz, yang mengatakan dalam forum di negara itu bahwa penghematan yang diperintahkan Jerman menyesatkan dan hanya akan membawa kesengsaraan. “Sama saja bunuh diri bila Spanyol menerima bantuan dan menyetujui pengetatan fiskal lagi,” katanya.

Pemerintahan Spanyol belum memutuskan apakah meminta bailout. Tapi pejabat Eropa mengatakan sudah membicarakan  kemungkinan itu. Spanyol sepertinya masih menghindari bailout karena khawatir troika (Uni Eropa, IMF dan ECB) akan menuntut pemangkasan di area sensitif, seperti sistem pensiun. Bila Spanyol tidak mau mengajukan bailout, maka ECB kemungkinan tidak akan intervensi. Hal ini karena salah satu syarat agar ECB membeli obligasi Sapnyol adalah negara bersangkutan harus mengajukan bantuan dulu.

 

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/diprotes-spanyol-enggan-pangkas-anggaran-lag.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/diprotes-spanyol-enggan-pangkas-anggaran-lag.html

Tanggal July 11, 2012 / 1:33 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Tingkat pengangguran di negara maju akan tetap tinggi sampai akhir tahun depan, dengan sekitar 48 juta orang tidak bekerja.

Itulah prediksi dari yang tercantum dalam laporan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Dalam laporan itu disebutkan tingkat penganguran diproyeksikan tetap tinggi di 7,7% pada kuartal keempat 2013, dekat dengan tingkat Mei 2012 7,9%. Hal ini mengindikasikan bahwa sampai tahun depan, tingkat pengangguran tidak banyak berubah.

“Agar bisa menurunkan tingkat pengangguran ke level pra-krisis, sekitar 14 juta lapangan kerja harus diciptakan di kawasan OECD,” katanya sembari menambahkan 48 juta orang menganggur di 34 negara anggotanya. “Di zona euro, tingkat pengangguran naik selama Mei mencapai rekornya di 11,1%,” tambahnya.

Di Juni, tingkat pengangguran AS tetap di 8,2%, di Kanada hanya turun 0,1% ke 72,%. Di antara negara OECD,  tingkat pengangguran tertinggi berada di Spanyol dengan mencapai 24,6%. Tingkat pengangguran dua digit juga dialami di Estonia, Perancis, Yunani, Hongaria, Irlandia, Italia, Portugal dan Slovakia.

Oleh karena itu OECD mengimbau negara harus mengatasi krisis lapangan kerja dengan kebijakan makroekonomi yang tepat, termasuk langkah cepat menstabilkan sistem perbankan Eropa. Selain itu, OECD juga menyarankan perlunya stimulus fiskal bila pemerintah masih bisa menyediakan ruang.

Menurut Sekretaris Jenderal Angel Gurria, memburuknya prospek ekonomi membahayakan lapangan kerja. “Penting agar pemerintah menggunakan segala cara yang tersedia untuk membantu pencari kerja, terutama kaum muda, dengan mengapus hambatan penciptaan lapangan erka dan berinvestasi pada pendidikan dan keahlian mereka,” ujarnya.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/oecd-perkiraan-pengangguran-tinggi-sampai-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/oecd-perkiraan-pengangguran-tinggi-sampai-2013.html

Tanggal June 15, 2012 / 10:01 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro mempertahankan penguatannya atas dollar hari ini, yang diraih setelah ada laporan bank sentral  dunia mempersiapkan langkah terkoordinasi untuk menyediakan likuiditas.
Bank sentral dari G-20 siap untuk menstabilkan pasar keuangan dan mencegah gejolak yang mungkin timbul dari hasil pemilu Yunani. Sumber anonim dari grup itu yang dikutip Reuters menyebutkan bila pasar guncang menyusul hasil pemilu itu, bank sentral akan bergerak untuk memastikan likuiditas cukup dalam sistem keuangan.
Euro juga menguat karena data ekonomi AS yang buruk menekan dollar. Initial jobless claims naik untuk kelima minggu berturut-turut dan inflasi turun selama Mei. Data ini menyusul data penjualan ritel yang lebih rendah dari prediksi. Semua laporan itu  menambah spekulasi the Fed perlu melanjutkan stimulus moneternya.
Semua faktor itu membuat spekulan mengurangi posisi short euro. Namun kekhawatiran mengenai Spanyol dan Italia membatasi laju mata uang itu. Yield obligasi Spanyol akhirnya menembus 7%. Euro diperdagangkan di $1,2628, mempertahankan penguatan 0,6% yang diraih kemarin dan mendekati $1,2672, level yang dicapai awal minggu ini menyusul pengumumkan bailout Spanyol.
Meski hasil pemilu Yunani akhir pekan ini sulit ditebak, para analis memperkirakan euro masih bisa bertahan. Mereka sepakat euro punya peluang untuk melanjutkan penguatan bila partai pro bailout yang menang. Tapi setelah posisi short spekulan atas euro mencapai rekor minggu lalu, beberapa analis mengatakan kalaupun partai anti bailout yang menang, euro tidak akan terlalu jatuh.
Reaksi awal mungkin negatif untuk euro, tapi yang kemungkinan terjadi adalah pemerintah baru nantinya akan mulai renegosiasi dengan kreditor. Bila ini yang terjadi, posisi shor euro atas dasar Yunani keluar dari blok mata uang itu akan ditarik.
Terhadap yen, euro berada di 100,27, kembali ke level 100. Sedangkan dollar diperdagangkan di 79,42 yen, terjebak antara tekanan jual dari eksportir Jepang di atas 80 yen dan support di 79,10 selama seminggu terakhir. Pelaku pasar memperkirakan tidak ada efek dari hasil rapat reguler BOJ, kalau tidak ada keputusan baru. Aussie juga ditopang oleh harapan adanya langkah terkoordinasi bank sentral besar. Aussie tetap berada dekat level tertinggi dalam sebulan terakhir $1,0034.
Even terjadwal hari ini antara lain data perdagangan Inggris dan zona euro.Kinerja perdagangan Inggris dan zona euro diperkirakan terkena efek krisis utang. Data lainnya adalah indeks manufaktur New York (Empire Manufacturing), produksi industrial dan sentimen konsumen AS, yang bila buruk bisa menambah ekspektasi stimulus the Fed. 

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/isu-rencana-bank-sentral-topang-euro.html

Tanggal May 11, 2012 / 11:31 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Keputusan pemerintah Spanyol menasionalisasi bank terbesar keempat negara itu mencerminkan krisis yang menjangkiti sistem finansialnya. Bank menderita kerugian besar karena kredit macet di sektor properti.

Di sisi lain, hal ini menimbulkan kekhawatiran siapa akan ada bank yang menjadi korban selanjutnya. Bila pemerintah harus turun tangan lagi dan semakin terlibat dalam penyelamatan perbankan, maka semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan dan kemungkinan membutuhkan bantuan internasional.

Saham keuangan menanjak kembali kemarin, sehari setelah pemerintah mengumumkan pengambilalihan 45% saham Bankia SA, yang kolaps karena kerugian menyusul ambruknya sektor properti pada 2008. Bank tersebut mencatat eksposur terbesar dalam kredit macet dibandingkan bank lain.

Tapi karena pemerintah, dalam kondisi keuangan yang amburadul, harus membiayai pengambilalihan itu,  pasar semakin cemas nantinya juga turut butuh bantuan finansial. Yield obligasi masih tetap tinggi, mengindikasikan pelaku pasar masih resah dengan masa depan keuangan Spanyol. Karena nasib sektor perbankan Spanyol dan pemerintahnya berkaitan, para analis mengatakan pendekatan baru, kemungkinan menyangkut bantuan finansial internasional, diperlukan.

Menurut seorang analis, sudah menjadi rahasia umum, bank Spanyol menyimpan aset beracun (toxic asset) dalam jumlah besar, dan nilainya tidak sesuai dengan pembukuan. Memang, berdasarkan estimasi Bank of Spain, bank memegang sekitar 180 miliar aset yang berpotensi merugikan. Akhir-akhir ini, saham keuangan Spanyol bertumbangan karena kekhawatiran investasi mereka di sektor properti akan menggerus laba bahkan menyebabkan bank kecil,  seperti caja, kolaps.

Oleh karena itu, para analis memperingatkan penyelamatan Bankia tidak akan cukup, seluruh sektor butuh bantuan, tapi pemerintah tidak punya kemampuan finansial untuk melakukannya. Di sisi lain, menyehatkan sektor perbankan amatlah krusial untuk membantu pemulihan ekonomi, yang memasuki resesi keduanya dalam tiga tahun terakhir, dengan tingkat pengangguran mencapai 24,4%, tertinggi di zona euro.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/krisis-perbankan-dilema-spanyol.html

Tanggal April 30, 2012 / 3:46 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Ekonomi Spanyol terjerumus ke dalam resesi di kuartal pertama tahun ini di tengah merosotnya permintaan domestik, data terbaru menunjukkan hari ini, dengan program penghematan pemerintah akan memperbesar efeknya.

PDB kontraksi 0,3% selama periode Januari-Maret dari kuartal sebelumnya, menurut perhitungan awal National Statistics Institute (NSI), sama seperti periode Oktober-Desember 2011, tapi lebih baik dari prediksi pengamat yang memperkirakan kontraksi 0,4%.

Secara tahunan, ekonomi kontraksi 0,4%, dibandingkan tumbuh 0,3% di kuartal sebelumnya. Inipun lebih baik dari prediksi para ekonom dan Bank of Spain yang memproyeksikan kontraksi 0,5%. Resesi adalah kontraksi ekonomi yang terjadi selama dua kuartal berturut-turut. Data ini menyusul laporan pemerintah Jumat lalu yang memperlihatkan tingkat pengangguran mencapai rekor 24,4$ selama Maret.

Pemerintah Spanyol merevisi rencana stabilitas ekonomi, yang dipublikasikan sebelum dikirimkan ke Komisi Eropa, mencatat estimasi kontraksi 1,7% untuk 2012 dan pertumbuhan 0,2% untuk 2013. Madridi sedang dituntut oleh Uni Eropa untuk mengurangi defisitnya dan memperbaiki sistem perbankannya yang hancur karena krisis properti.

Sementara itu, Standard Poor’s menurunkan peringkat kredit 16 bank Spanyol, termasuk Banco Santander dan BBVA. Langklah itu diambil setelah lembaga rating tersebut memangkas peringkat kredit pemerintah Spanyol sebanyak dua tingkat minggu lalu. 

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/spanyol-dalam-jeratan-resesi.html

Tanggal April 16, 2012 / 12:12 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Apakah krisis utang Eropa mulai kambuh lagi, atau hanya pasar keuangan dunia yang sedang paranoid?  Belum lama berlalu, pasar keuangan merasakan kelegaan, dengan penyelesaian bailout kedua Yunani dan ECB menyelenggarakan operasi likuiditas hingga 1 triliun. Tapi kenaikan biaya pinjaman Spanyol dan Italia minggu lalu, memberikan sinyal jelas bahwa masalah masih jauh dari usai.

“Gejolak finansial di Eropa telah berkurang sejak Desember,” kata Christine Lagarde, Direktur Pelaksana IMF dalam pidatonya di Washington Kamis lalu. “Namun, even dalam beberapa minggu terakhir mengingatkan kita bahwa pasar tetap rentan dan perbaikan tidak pernah mudah,” tambahnya.

Seperti Spanyol, yang terus dalam tekanan dari Uni Eropa untuk mengurangi defisit anggaran dan membenahi sistem perbankannya sejak krisis properti, meski di saat negara itu didera resesi, dengan satu dari empat pekerja menganggur. Utang Spanyol, yangt tahun lalu sebesar 68,5% PDB, diproyeksikan mencapai 80% tahun ini, tertinggi dalam 22 tahun terakhir.

Yield obligasi tenor 10 tahun Spanyol mencapai 6% pertengahan minggu lalu untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir. Di saat yang sama, investor cara aman dengan memburu obligasi Jerman tenor sama, atau bund, yang membuat yield-nya turun ke 1,6%, rekor terendah. Yield obligasi spanyol bisa menanjak lagi minggu ini bila hasil dua lelangnya pada Selasa dan Kamis buruk.

Italia, yang punya beban utang lebih besar dan kesulitan mendapatkan pembiayaan,  juga dalam tekanan yang sama. Mencerminkan keresahan pasar, yield obligasi Italia tenor 10 tahun naik 0,21% ke 5,52% minggu lalu. Utang negara itu mencapai hampir 2 triliun euro, atau mendekati 120% PDB.

Baik Spanyol maupun Italia diragukan dapat memenuhi target defisit yang disepakati dengan Uni Eropa, terutama bila kondisi memburuk. Kedua negara itu, bersama anggota lainnya, akan menyerahkan rancangan anggaran per semester ke Brussels pada akhir bulan ini, memenuhi prosedur yang disepakati akhir tahun lalu untuk mencegah terulangnya krisis utang. Negara yang rancangan APBN-nya tidak sesuai persyaratan harus direvisi.

Di saat ancaman resesi mengintai, wajar bila muncul keraguan ekonomi kawasan bisa menerima pengetatan lebih lanjut. Uni Eropa kini dalam dilema, mengejar pertumbuhan atau memperketat fiskal, karena bisa dikatakan mustahil keduanya bisa dijalankan bersama. Di sisi lain, mengubah aturan setelah memperketatnya, akan memberikan dampak negatif pada kredibilitasnya.

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

Tanggal April 05, 2012 / 9:55 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro terjungkal ke level terendah dalam tiga minggu terakhir karena pernyataan ECB dan hasil lelang obligasi Spanyol yang mengecewakan.
Pasca rapat regulernya dengan keputusan mempertahankan suku bunga di 1%, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan prospek ekonomi zona euro masih belum aman tekanan. Meski pihaknya memperkirakan ekonomi bisa pulih secara bertahap tahun ini, masih ada risiko kondisi memburuk.
Oleh karena itu, ia memandang dengan tingginya pengangguran dan lesunya ekonomi,  belum waktunya untuk membahas penghentian bantuan ke sistem finansial Eropa. Menurutnya, stimulus dari program pinjaman murah, atau yang disebut dengan Long Term Refinancing Operation (LTRO), perlu waktu untuk membuahkan hasil dan wacana exit strategy masih terlalu dini.
Euro tertekan karena pernyataan dovish dari ECB itu kontras dengan minutes the Fed yang memperlihatkan para pejabatnya masih enggan menambah stimulus di saat ekonomi membaik. Tekanan terhadap euro semakin besar setelah Spanyol gagal mencapai target dalam lelang obligasinya, menimbulkan kekhawatiran soal krisis utang Eropa. Spanyol hanya menjual 2,59 miliar euro, di bawah target, dengan harus membayar yield 5,68%, lebih tinggi dari lelang sebelumnya 5,45%.
Setelah sempat jatuh ke $1,3106, euro kini bergerak di $1,3148. Setelah Yunani, kini Spanyol menjadi fokus kekhawatiran, terkait kemampuan mereka mencapai target defisit. Menurut analis, hasil lelang itu menjadi pertanda bahwa pasar belum yakin dengan kinerja Spanyol meski negara itu sudah mencanangkan program penghematan.
Dalam kondisi ini, dollar dan yen diuntungkan oleh risk aversion. Indeks dollar menggapai level tertinggi dalam dua minggu terakhir di 79,992. Menambah penguatan dollar adalah data ADP Employment Change yang memperlihat lapangan kerja sektor swasta bertambah 209.000 selama Maret.
Sterling dan aussie ikut terkena efek kejatuhan euro. Sterling kini bergerak di $1,59, setelah sempat tergelincir sampai ke $1,5830 semalam. Aussie kini terdampar ke $1,0270, dekat level terendah dalam tiga bulan terakhir. Pasar akan mencermati hasil rapat reguler BOE. Sepertinya tidak ada perubahan kebijakan darinya, tapi sterling bisa terangkat bila peluang stimulus lanjutan berkurang.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/euro-terjungkal-karena-ecb-lelang-spanyol.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha