Search Results : faktor faktor yang mempengaruhi kondisi pasar

Tanggal April 16, 2013 / 4:15 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Strategydesk – Rentetan peristiwa yang terjadi selama dua hari terjadi memicu aksi jual panik di pasar keuangan dunia, yang mempengaruhi pergerakan sebagian mata uang.
Dimulai dari data ekonomi China, yang menunjukkan perlambatan, menambah keraguan akan tingkat pemulihan ekonomi global. Data ini menyusul data ekonomi AS, dimana juga buruk. Kemudian aksi jual komoditas, di mana emas mencapai level terendahnya dalam dua tahun terakhir.
Sentimen pasar semakin jatuh menyusul ledakan bom di Boston. Kepolisian setempat menyebut ledakan itu menewaskan dua orang dan melukai 23 lainnya. Penyebab ledakan itu belum jelas, tapi memicu kekhawatiran itu tindakan terorisme, inilah faktor yang menambah aksi jual panik.
Seiring dengan mulai tenangnya pasar, ada sedikit pergerakan naik di beberapa mata uang. Namun, sentiment pasar masih bearish, jadi masih rentan akan gejolak lanjutan. Bila 1-2 hari ke depan absen berita buruk, pasar minimal bisa stabil, atau paling tidak berkurang kejatuhannya. Namun beberapa mata uang masih dihinggapi sentiment bearish, terkait dengan kondisi fundamental terkait.

 

EUR-USD

Berhasil menyentuh high di $1,3083, EUR-USD melorot lagi, terlihat masih bearish. Pair ini masih bergerak di kisaran $1,30. Data sentimen investor Jerman menjadi penentu apakah bisa pair ini bertahan di kisaran itu. Selain itu, Presiden ECB Mario Draghi akan berpidato malam nanti. Posisi pair ini ada di 23,6% retracement  penguatan 4-11 April di $1,3043. Bila gagal bertahan di $1,30, akan mencoba menuju ke 38,2% di $1,2987.

Rekomendasi harian :

Peluang buy EUR-USD di 1.3031 dengan target take profit 1.3122, dimana stop loss 1.3005. Peluang buy berikutnya 1.2970 dengan target take profit 1.3061, dimana stop loss bila penutupan harian dibawah 1.3000. Buy break 1.3122 dengan target take profit 1.3199, dimana stop loss 1.3092.

Sell bila di 1.3214 dengan target take profit 1.3122, dimana stop loss 1.3244. Sell break 1.2939 dengan target take profit 1.2878, dimana stop loss 1.2970.

USD-JPY
Pasca mengalami kejatuhan tajam karena aksi jual panik, USd-JPY berhasil menanjak kembali. Namun rebound ini rentan menjelang pertemuan G-20, di mana bisa menjadi forum untuk mengkritik Jepang atas kebijakannya. Bila ternyata Jepang lolos dari kritik, tren penguatan bisa berlanjut, untuk target jangka pendek di 98-99.

Rekomendasi harian :
Peluang buy USD-JPY di 96.87 dengan target take profit 97.65, dimana stop loss 96.60. Peluang buy kembali 96.48 dengan target take profit 97.35, dimana stop loss 96.09.

Peluang untuk sell 98.04 dengan target take profit 97.26, dimana stop loss bila penembusan 98.43. Gagal tembus 98.88 bisa dilakukan aksi sell dengan kisaran bawahnya 98.63, dimana take profit 97.94, stop loss penutupan harian diatas 98.88.

GBP-USD
GBP-USD masih stabil hari ini menyusul data inflasi Inggris yang menunjukan stabilitas harga. mengindikasikan pasar masih ragu mengangkatnya ke atas, tapi juga belum ada alasan baru untuk menjatuhkannya lagi. Pair ini bertengger di $1,5296, berusaha kembali ke $1,5300. Pair ini sedang berada di 23,6% retracement 10 Maret-7 April di $1,5272, bila ditutup di bawah itu akan mencoba ke  38,2% di $1,5183.

Rekomendasi harian :
GBP-USD ada peluang buy di 1.5258 dengan target take profit 1.5350, dimana stop loss 1.5230. Buy break 1.5380 dengan target take profit 1.5456, dimana stop loss penutupan harian dibawah 1.5380.

Sell break 1.5212 dengan target take profit 1.5136, dimana stop loss 1.5243. Sell 1.5365 dengan target take profit 1.5289, dimana stop loss bila ada penembusan 1.5380-nya.

USD-CHF
Berhasil kembali ke atas 0,9300, USD-CHF melanjutkan rebound-nya dari level terendah dalam 2 bulan. Namun, rebound ini masih rentan, terlihat dari kegagalannya mempertahankan high 0,9327. Belum ada faktor yang cukup kuat untuk mengangkatnya. Target terdekat adalah level 0,9340.

Rekomendasi harian :
Peluang buy di USD-CHF 0.9248 dengan target take profit 0.9307, dimana stop loss 0.9224. Buy 0.9216 dengan target take profit 0.9277, dimana stop loss 0.9185.

Sell 0.9338 dengan target take profit 0.9285, dimana stop loss 0.9361.Sell 0.9384 dengan target take profit 0.9338, dimana stop loss 0.9414.

AUD-USD
Berusaha bangkit dari kejatuhan dalam, AUD-USD menyentuh high di $1,0378, tapi sayang melorot lagi di sesi Eropa ke $1,0352. Ada beberapa faktor yang membenamkannya, satu-satunya RBA Minutes yang buka peluang pangkas rate. Penting bagi pair ini untuk bisa ditutup di atas Moving Average 200 hari $1,0394 untuk bisa melanjutkan rebound-nya.

Rekomendasi harian :
Peluang buy 1.0299 dengan target take profit 1.0376, dimana stop loss penutupan dibawah 1.0284. Buy break 1.0376 dengan target take profit 1.0437, dimana stop loss 1.0345.

Sell 1.0437 dengan target take profit 1.0376, dimana stop loss penutupan diatas 1.0437.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-april-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-april-2013.html

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal January 15, 2013 / 3:47 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Setelah performa mengesankan mulai awal tahun baru,  pasar mata uang kini mulai menemui hambatan untuk melaju.
Hal ini mengingat rally yang sudah cukup tajam dan belum datangnya berita baru yang dapat dijadikan alasan kuat untuk melanjutkan rally. Wajar bila harga harus terkonsolidasi dulu sebelum pasar bisa memutuskan apakah melanjutkan tren atau mengkoreksinya.  Rally yang didorong oleh deal fiskal, pemulihan ekonomi AS dan China, dan perbaikan kondisi di Eropa, sudah mencapai puncaknya.
Salah satu even yang sedang dinantikan pasar adalah laporan keuangan korporat AS. Memang, tidak ada pengaruh langsung ke pasar mata uang, tapi laporan keuangan bisa dijadikan pedoman untuk menunjukkan gambaran kondisi ekonomi.
Kinerja keuangan korporat penting bagi pergerakan saham, yang turut mempengaruhi performa mata uang. Selain mengumumkan laba, emiten juga menyampaikan proyeksi ke depan. Bila para emiten penting mengumumkan kinerja yang memuaskan dan prospek yang cerah, tentu bisa mengangkat saham. Dari sinilah bisa datang risk appetite.

EUR-USD
B
erkurangnya prospek pemangkasan menjadi faktor yang melambungkan EUR-USD ke $1,34. Gagal bertahan di level itu, EUR-USD terkoreksi hari ini.  Namun kejatuhan berhasil ditahan berkat data PDB Jerman yang sesuai prediksi. Untuk saat ini, pair tersebut masih mampu bertahan di kisaran $1,33. Data neraca perdagangan zona euro sepertinya tidak akan banyak berdampak ke pair ini, tapi sentimen bisa terpengaruh oleh data penjualan ritel AS nanti malam.

Rekomendasi harian :
Penembusan low kemarin EUR-USD di 1.3336 yang terjadi hari ini, memberi sinyal untuk menguji sekaligus koreksi minor euro setelah bertengger di 1.34. Sell break di 1.3306 dengan target take profit 1.3245, dimana stop loss 1.1.3336. Sell berikutnya di 1.3428 dengan target take profit 1.3367, dimana stop loss bila penutupan hari ini diatas 1.34.

Peluang buy di 1.3214-1.3230 dengan target take profit 1.3306, dimana stop loss 1.3190.

USD-JPY
USD-JPY jatuh 90 poin sampai ke 88,62 setelah Menteri Ekonomi Jepang Akino Amari memperingatkan pelemahan eksesif yen dapat mendorong harga impor. Padahal pair itu sempat terangkat oleh pernyataan Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa bahwa kondisi ekonomi masih memerlukan kebijakan longgar. Dengan pernyataan itu, maka semaikin besarnya peluang BOJ meluncurkan stimulus. Maka, tren penguatan USD-JPY belum berubah,  ini hanya sekedar fase koreksi.

Rekomendasi harian :
Sell break USD-JPY 89.06 dengan target take profit 88.67, dimana stop loss 1.8945. Hold sell bilamana penutupan hari ini dibawah 88.28.

Aksi buy break di 89.45 dengan target take profit 89.84, dimana stop loss 89.16.

GBP-USD
S
ejak ditutup turun 0,3% kemarin, GBP-USD bergerak dalam range sempit di kisaran $1,60. Pair ini berkonsolidasi menjelang pidato Gubernur BOE Mervyn King dan data inflasi Inggris. Pernyataan King dapat menentukan arah pair ini. Ujian bagi pair ini adalah apakah mampu bertahan di atas $1,60. Bila gagal, maka mengkonfirmasi kondisi bearish.

Rekomendasi harian :
GBP-USD yang penutupan di bawah 1.6083, menjadi sinyal bearish jangka pendek, dimana ruang sell di kisaran 1.6190-1.6106 dengan target take profit 1.6022, dimana stop loss 1.6137. Sell break lanjutan bila ada the cable bergerak di bawah 1.6022 dengan target take profit 1.5976, dimana stop loss 1.6052.

Ruang buy ada di 1.5961 dengan target take profit 1.6006-1.6022, dimana stop loss 1.5930.

USD-CHF
B
erhasil mencatat rebound signifikan kemarin, sekitar 100 poin, USD-CHF kini kesulitan melanjutkan gain-nya dan menemui hambatan di 0,9262. Dengan absennya even dari Swiss, pasar mengandalkan data penjualan ritel sebagai penentu pergerakan. Dengan posisi saat ini di 0,9237, kegagalan bertahan di 0,9200, akan membuka potensi bearish.

Rekomendasi harian :
Buy break USD-CHF bila menembus 0.9277 dengan target take profit 0.9308, dimana stop loss bila tutup dibawah 0.9277. Sedangkan buy ada di 0.9186 dengan target take profit 0.9232, dimana stop loss di 0.9163.

AUD-USD
B
erusaha meraih kembali poin yang hilang dalam kejatuhan akhir pekan lalu, AUD-USD menguat dengan berhasil menyentuh $1,0578. Setelah gagal meraih $1,0600, pair ini mendapat tekanan. Tapi pair ini masih mampu bertahan di $1,0550. Pair ini juga dengan dalam fase konsolidasi di tengah minimnya faktor penggerak. Pasar menuggu katalis untuk bisa mengangkatnya ke $1,06. 

Rekomendasi harian :
Aksi sell AUD-USD di kisaran 1.590-1.605, dengan target take profit 1.0559-1.0544, dimana stop loss tutup diatas 1.0620.

Buy di 1.0518-1.0529 dengan target take profit 1.0580-1.0590, dimana stop loss bila tutup di bawah 1.0529.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-16-januari-2013.html

Tanggal January 09, 2013 / 4:16 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dollar berhasil menguat atas rival utama, namun penguatannya tidaklah besar. Pasar sepertinya sedang menunggu sesuatu yang dapat dijadikan alasan untuk mengangkat atau menjatuhkan harga.
Indeks Dow Jones Futures sempat bergerak negatif, mengancam koreksi tajam pasca rally resolusi fiskal AS. Tapi itu tidak terjadi, mengingat belum ada katalis yang dapat memicunya.  Tidak ada data penting dari AS malam nanti, menyebabkan kurangnya faktor untuk mempengaruhi sentimen. Peluang besar terjadinya pergerakan fluktuatif bisa datang dari musim laporan keuangan AS. 
Musim dimulai oleh Alcoa, perusahaan aluminium terbesar AS, yang mencatat kinerja sesuai prediksi. Namun kemungkinan belum ada lagi laporan perusahaan besar sampai Jumat, yaitu Wells Fargo. Minggu depan  barulah banyak perusahaan ternama AS yang mengumumkan kinerjanya. Laporan keuangan dapat dijadikan acuan pergerakan mata uang dengan pertama mempengaruhi pergerakan saham. Selain itu, laporan keuangan dapat dijadikan panduan gambaran kondisi ekonomi. 
Untuk minggu ini, salah satu fokus pasar adalah rapat reguler ECB. Banyak kalangan di pasar mata uang yang meyakini ECB akan mempertahankan suku bunganya, namun mengingat kondisi ekonomi yang masih suram, prospek pelonggaran tetap ada. Dengan sedikitnya yang memperkirakan pemangkasan, pasar akan sensitif dengan perubahan sikap atau pertimbangan soal perlunya pelonggaran kebijakan di masa mendatang.

EUR-USD
B
elum banyak gerak sampai sesi perdagangan Eropa, EUR-USD terjebak di $1,3065-3080. Pair ini tertekan menyusul serangkaian data buruk dari Eropa kemarin, yang mencerminkan suramnya kondisi ekonomi. Satu-satunya data Eropa hari ini adalah produksi industrial Jerman, yang diperkirakan akan menunjukkan output kontraksi untuk empat bulan berturut-turut. Satu-satnya faktor yang menopang euro adalah ekspektasi ECB akan mempertahankan rate besok.

Rekomendasi harian :
A
ksi sell break pada EUR-USD di area 1.3055 dengan target take profit 1.3000-1.3016, dimana stop loss 1.3083. Penutupan hari ini dibawah 1.3000 bisa dilakukan hold sell dengan peluang penurunan lebih jauh 1.2946.

Aksi buy break bilamana terjadi penembusan 1.3095 dengan target take profit 1.3153, dimana stop loss 1.3062.

USD-JPY
T
erkoreksi selama dua sesi, USD-JPY berhasil rebound hari ini setelah kejatuhan ke bawah 87,00 dijadikan peluang untuk membeli lagi. Pembelian dollar datang dari bergerai kalangan, termasuk importer dan ritel, meski belum ada petunjuk baru. Hal ini karena prospek stimulus BOJ dapat melemahkan yen kembali, bahkan tidak menutup kemungkinan menuju level 90. Pair ini sudah menguat sejak Oktober dan semakin tajam karena desakan stimulus dari shinzo Abe. Dengan masih santernya isu stimulus itu, tren belumlah berubah. 

Rekomendasi harian :
U
SD-JPY mempunyai peluang aksi sell break menembus support 87.22 dengan target take profit di 86.72, dimana stop loss di 87.50. Sell berikutnya bilamana ada kenaikan ke 88.09 dengan target take profit 87.50, dimana stop loss 88.28.

Aksi beli di 86.72 dengan target take profit di 87.31, dimana stop loss 86.53. Buy break di 87.50 dengan target take profit 87.99, dimana stop loss bila bergerak di bawah 87.22.

GBP-USD
GBP/USD juga bergerak dalam range sempit antara $1,6034 dan $1,6068 setelah mengalami kejatuhan signifikan di sesi sebelumnya. Minimnya katalis membuat pair ini stagnan. Data perdagangan Inggris mungkin bisa menjadi faktor penggerak. Defisit diperkirakan berkurang jadi 3 miliar pound dari 3,6 miliar. Bila jatuh ke bawah $1,5990, maka pair ini akan menguji $1,5940. Kalau ke atas, target terdekat adalah $1,6100.

Rekomendasi harian :
U
ntuk GBP-USD ada ruang melakukan buy break bila menembus 1.6083 dengan target take profit 1.6129, dimana stop loss 1.6052. Buy lanjutan bila kembali break/tembus 1.6129 dan ditutup hariannya di kisaran tersebut, dengan target take profit di 1.6174, dimana stop loss 1.6113.

Sell break bila tembus 1.6022 dengan target take profit 1.5961-1.5976, dimana stop loss kembali break 1.6052-nya.

USD-CHF
D
engan tidak adanya data Swiss terjadwal hari ini, pergerakan USD-CHF akan bergantung pada sentimen. Pair ini berkonsolidasi setelah gagal bertahan di 0,93. Tapi pair ini masih mampu bertahan di atas Moving Average 25 hari. (0,9206). Meski demikian, bila ditembus juga, pair ini terancam jatuh ke 0,9150, yang dapat melanjutkan tren penurunannya.

Rekomendasi harian :
U
SD-CHF bergerak terbatas, dimana ini membuka ruang untuk bergerak di 0.9220-9250. Sinyal sell break di 0.9216 dengan target take profit di 0.9171, dimana stop loss 0.9232.

Aksi beli di kisaran 0.9155-0.9163 dengan target take profit 0.9209, dimana stop loss 0.9135.

AUD-USD
S
empat anjlok karena data penjualan ritel Australia yang buruk, AUD-USD mampu bangkit dari kembali ke kisaran $1,05. Dibandingkan mata uang lainnya, Aussie masih punya keunggulan selisih rate (3,0%), dibandingkan negara maju lainnya yang di kisaran 0%. Namun pair ini masih kesulitan bertahan lama di kisaran $1,05. Resistance terdekat adalah $1,0528 (hi 3/1), sedangkan support $1,0466 (lo 8/1).
 
Rekomendasi harian :
A
ksi buy break AUD-USD di 1.0513 dengan target take profit di 1.0559, dimana stop loss 1.0483. Buy berikutnya ada di 1.0437 dengan target take profit 1.0498, dimana stop loss di bawah 1.0422.

Peluang Sell ada di 1.0559 dengan target take profit di 1.0483, dimana stop loss bila penutupan hari ini di atas 1.0574.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-09-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-09-januari-2013.html

Tanggal November 09, 2012 / 9:06 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Awan mendung sepertinya masih menyelimuti bursa lokal, mengingat kondisi eksternal yang masih belum kondusif, tercermin dari kejatuhan bursa saham dunia.
Pasca pemilu AS, fokus pasar keuangan global  tertuju ke Isu jurang fiskal. Ancaman kenaikan pajak dan pemotongan anggaran AS, yang bisa membawa ekonomi resesi, rupanya menakutkan investor. Hal itu terlihat dari penurunan indeks-indeks penting dunia yang cukup tajam. Ditambah lagi dengan berita buruk yang datang terkait ekonomi Eropa.
Kemarin, IHSG berhasil mengurangi kejatuhannya menjelang akhir sesi. Sempat anjlok 1% ke hingga ke 4291, IHSG akhirnya berhasil ditutup di 4.327. Level 4.300 masih menjadi support yang kuat. Tapi kali ini, di tengah absennya  katalis baru, investor sulit menemukan alasan untuk membeli atau mendorong harga.
Karena vakumnya sentimen baru dari dalam negeri, faktor eksternal menjadi barometer utama. Alhasil, IHSG kemungkinan akan terseret arus global lagi dan dalam perdagangan hari ini, menjadi pengujian apakah IHSG masih mampu bertahan di level support kuat itu. Kegagalan bertahan di sana, menjadi indikasi bearish, IHSG akan berlanjut menuju support-support berikutnya. 

Global Outlook
S
aham Asia melanjutkan kejatuhannya hari ini, masih ditekan oleh isu jurang fiskal AS, yang berpotensi menjerumuskan ekonomi ke dalam resesi.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,5%, setelah tumbang 1,3% kemarin, terbesar dalam dua bulan terakhir. Indeks Nikkei turun 0,9% dan indeks Hang Seng melorot 0,5%. Pergerakan ini menyusul ambruknya Wall Street, dengan indeks Dow Jones  tergelincir 0,94%.
Pasar global khawatir dengan jurang fiskal, atau kenaikan pajak dan pemotongan anggaran yang berlaku secara otomatis pada Januari 2013, bila pemerintah AS dan Kongres tidak mencapai kesepakatan soal pos-pos yang harus dipangkas.
Bila ekonomi AS, yang akhir-akhir ini melawan tren di belahan dunia lain dengan menunjukkan pemulihan moderat, ternyata kembali didera resesi, akan memberi efek domino ke dunia, terutama negara-negara yang ekonominya masih rapuh.
Di seberang Atlantik, pasar juga melihat kondisi belum membaik. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ekonomi zona euro berisiko semakin tertekan. Sembari menantikan perkembangan soal jurang fiskal, pasar mencermati data ekonomi China. Data seperti penjualan ritel dan produksi industrial, bila lebih baik dari prediksi, mungkin bisa mengurangi kejatuhan indeks di Asia. Data inflasi China sudah diumumkan, melambat ke 1,7% dari 1,9% di Oktober.

Review IHSG
M
engekor pergerakan bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi sebesar 22,5 poin (0,5%0  ke level 4.327,87 pada penutupan perdagangan Kamis (8/11/2012).
Isu fiscal cliff (jurang fiskal) menjadi sentimen utama pasar pada hari itu. Isu tersebut sebelumnya telah membuat indeks Dow Jones rontok lebuh dari 2% .
Sentimen negatif lainnya adalah pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang mengatakan pihaknya memperkirakan ekonomi zona euro tetap lemah dalam jangka pendek dan krisis mulai mempengaruhi Jerman. Selain itu, pasar juga menunggu proses suksesi kepemimpinan di China pada Kongres Partai Komunis pekan ini.
Maraknya sentimen negatif tersebut membuat rontok mayoritas bursa Asia, yang kemudian menular pada domestik. Sentimen negatif tersebut telah berhasil merontokkan sembilan indeks sektor di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya satu sektor saja yang berhasil menguat, yaitu, sektor aneka industri yang naik 0,53%.
Saham-saham yang naik diantaranya Multi Prima (LPIN), Pudjiadi (PNSE), Akasha Wira (ADES), dan Bank Mayapada (MAYA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Mayora (MYOR), United Tractor (UNTR), dan Goodyear (GDYR).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski melemah, IHSG justru menunjukkan sinyal positif setelah harga bertahan di atas support 4.300. Terlihat dengan terbentuknya pola hammer di candlestick serta stochastic yang golden cross. Kami melihat bahwa IHSG akan kembali menguji area resistance di 4.350 – 4.366 untuk kali ini. Jika resistance ditembus, maka hal tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan menuju area 4.400 – 4.500. Sedangkan sinyal negatif akan kembali didadapt jika IHSG kembali bergerak di bawah support 4.300. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.366.

R3    4,377
R2    4,353
R1    4,340
   
Pivot    4,316
   
S1    4,303
S2    4,279
S3    4,266

Stock Pick
LPCK

B
ertahan di atas support 3.525 dan membentuk pola piercing line bisa menjadi siyal reversal bagi LPCK. Kondisi ini kemudian diperkuat oleh indikator stochastic yang berpeluang golden cross di area oversold. Untuk itu, kami melihat bahwa pergerakan LPCK selanjutkan akan menguji resistance terdekatnya di 3.700, penembusan resistance tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 3.925 – 3.975.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 3.525, target 3.700. Add buy if breakout 3.700, stop loss 3.600, target 3.900.
Support                : 3.525, 3.400
Resistance          : 3.700, 3.925

TLKM

M
A 10 dan 55 masih downtrend, namun beberapa indikator mulai menunjukkan sinyal rebound. Antara lain candlestick yang membentuk pola belt holt serta indikator stochastic yang oversold dan berpeluang golden cross. Selain itu, harga kini mulai mendekati level support-nya di 9.250. Untuk itu, jika support tersebut kembali bertahan, TLKM mempunyai potensi rebound ke area 9.450 – 9.550.
ReKomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 9.250, target 9.500.
Support                : 9.250, 9.150
Resistance          : 9.450, 9.550

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/awan-mendung-selimuti-bursa-lokal.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/awan-mendung-selimuti-bursa-lokal.html

Tanggal October 25, 2012 / 10:17 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Euro mencoba bangkit hari ini setelah terpukul oleh serangkaian data ekonomi buruk dari Eropa. Namun, kesulitan karena kekurangan faktor pendukung.
Euro sempat jatuh ke level terendah dalam seminggu terakhir atas dollar menyusul serangkaian Eropa yang mengecewakan, di antaranya indeks manufaktur euro dan sentimen bisnis Jerman. Aktivitas manufaktur menunjukkan semakin dalamnya resesi, dengan pertumbuhan melambat di Jerman dan Perancis. PMI manufaktur Jerman anjlok ke 45,7 dari 48, sedangkan Perancis melorot ke 43,5 dari 44. Dengan ini, indeks PMI manufaktur zona euro turun k eke 45,3 dari 46,5.
Euro juga ditekan oleh data sentimen bisnis Jerman. Indeks iklim bisnis hasil survei Ifo itu turun ke 100 di Oktober, terendah dalam tiga tahun terakhir, dari 101,4 di September. Ini mengindikasikan pebisnis Jerman semakin pesimis dengan prospek ke depan. Data ini juga mengindikasikan ekspektasi ekonomi terbesar Eropa itu bisa kontraksi di kuartal keempat.
Menurut analis, semua data itu menjadi pengingat bagi pasar yang sepertinya lupa dengan begitu buruknya kondisi fundamental Eropa karena terlalu fokus pada manajemen krisis, seperti bailout dan rencana pembelian obligasi oleh ECB. Euro bisa mengurangi kejatuhan pasca pengumuman hasil rapat reguler the Fed oleh ketuanya Ben Bernanke.
Sayangnya, belum berita yang dapat dijadikan alasan untuk mengangkat euro lagi, yang kini bertengger di $1,2985, setelah anjlok ke $1,2918. Support terdekat ada di $1,2939, bila ditembus akan menguji $1,2900. Sedangkan resistance ada di $1,3000. Euro masih ditopang oleh ekspektasi Spanyol akan mengajukan bailout, yang dapat memulai program pembelian obligasi Spanyol.
Menguat terhadap euro, dollar ternyata melemah terhadap mata uang lainnya. Dollar melemah setelah the Fed mengatakan akan terus menjalankan program pembelian obligasinya dan tidak mengumumkan keputusan baru. Setelah mengambil tindakan agresif bulan lalu, mereka memilih wait-and-see dulu, bersantai sembari memantau perkembangan.
Sterling melesat sampai $1,6041, menjauhi level terendah dalam sebulan terakhir yang dicatat dua hari lalu. Data PDB Inggris kuartal ketiga akan diumumkan hari ini yang akan mempengaruhi pergerakan the cable. Target terdekat ada di $1,6080, yang harus ditembus untuk bisa menguji $1,61. Sedangkan support ada di $1,5990, selanjutnya di $1,5960.
Terhadap yen, dollar rebound setelah jatuh kemarin. Gagal menembus level 80,00 yen, dollar terkoreksi pada Selasa dan Rabu. Kini berusaha menguji lagi level itu, dan diperlukan katalis kuat untuk bsia menembusnya. Level itu masih menjadi resistance, dan support berada di 79,60. Setelah the Fed fokus utama pasar minggu ini adalah data PDB AS, yang akan diumumkan besok malam. Untuk hari ini, ada data durable goods orders dan pending home sales.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/pasca-data-buruk-euro-coba-bangkit.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pasca-data-buruk-euro-coba-bangkit.html

Tanggal October 03, 2012 / 3:54 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Indeks Nikkei masih mengalami pelemahan dalam perdagangan hari ini, dimana indeks terkapar pada level terendah dalam tiga pekan. Tekanan terhadap indeks dikarenakan sebagian besar perusahaan-perusahaan yang memangkas proyeksi labanya karena pertimbangkan kondisi perlambatan ekonomi global. Selain itu, isu perlambatan ekonomi global dan bailout Spanyol yang belum bisa memutuskan butuh atau tidak.

Serangkaian even penting dari fundamental ekonomi global pekan ini seperti rapat regular Bank Sentral Eropa (ECB), Bank Sentral Eropa serta data ketenagakerjaan AS. Faktor ini juga yang memicu investor menjauhi asset berisiko, sembari menunggu sinyal positif untuk kembali melakukan pembelian.

Saham Fast Retailing menguat 3,7% setelah surat kabar Nikkei melaporkan bahwa perusahaan itu diproyeksikan mencetak penjualan mencapai 1 triliun yen ($12,8 miliar) pada akhir Agustus tahun depan, atau naik 7,6% dari estimasi 929,50 miliar yen.

Saham Toyota Motor Co juga menopang laju indeks, dimana mengalami kenaikan 0,4% setelah penjualan bulan lalu selama September melonjak 41,5% jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Hasil berbanding terbalik dengan saham Nissan Motor Co yang mengalami penurunan 2,1% karena penjualan bulan September di AS merosot 1,1%.

Indeks Nikkei ditutup turun 39,18 poin, atau 0,45% ke posisi 8.746,87. Sedangkan indeks Topix turun 0,5% ke 727,39.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng yang kembali dibuka hari ini, berhasil menguat dimana kinerja saham-saham utilitas dan properti jadi penopang laju indeks. Tapi kenaikan indeks tersendat karena saham-saham energi yang terkena aksi jual bersamaan dengan penurunan harga minyak global karena kecemasan akan perlambatan ekonomi global.

Berita dan spekulasi kemungkinan masih mempengaruhi volatilitas pasar. Peluang aset berisiko untuk terus menanjak masih terbuka, cuma berita positif dibutuhkan agar momentum tidak hilang. Aktivitas sektor jasa China mengalami perlambatan, di mana indeks PMI non manufaktur berada di 53,7 pada September, lebih rendah dari bulan sebelumnya 56,3.

Indeks Hang Seng naik 47,90 poin, atau 0,23% di 20.888,28. Sedangkan indeks H-shares ditutup flat.

Saham Cathay Pacific berhasil naik 3% dan menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks. Kenaikan saham Cathay didukung dari proyeksi International Air Transport Association (IATA) yang menilai sektor penerbangan akan cerah.

Saham asuransi AIA Group Ltd menguat 2,3%, sekaligus mencetak rekor tertingginya sejak IPO 2 tahun lalu. Baron Nie salah seorang analis dari Jefferies telah merekomendasikan “buy” saham tersebut sejak Jumat pekan lalu. Karena ekspektasi perusahaan tersebut akan mencatat kinerja keuangan kuartal ketiga yang cerah.

Harga minyak dunia yang melorot ke level $91/barel membuat saham-saham energi terbebani. PetroChina turun 1%, CNOOC turun 0,4%.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-masih-negatif-hang-seng-catat-hasil-positif.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/nikkei-masih-negatif-hang-seng-catat-hasil-positif.html

Tanggal July 17, 2012 / 9:49 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Dolar jatuh terhadap rival utamanya menyusul data penjualan ritel AS yang memperkuat ekspektasi perlunya stimulus moneter dari the Fed.
Harapan akan stimulus moneter mencuat lagi setelah data penjualan ritel AS yang buruk dan IMF menurunkan proyeksi PDB global. Penjualan ritel AS turun 0,5% di Juni, melawan prediksi naik 0,2%. Ini berarti sudah tiga bulan berturut-turut penjualan ritel turun. Terakhir kali penjualan ritel turun selama tiga bulan adalah akhir 2008, ketika ekonomi AS sedang menuju resesi.
Dollar melemah karena kekhawatiran perlambatan ekonomi akan memaksa the Fed melonggarkan kebijakannya atau meluncurkan stimulus. Dollar melemah tajam atas yen, jatuh ke level terendah dalam sebulan terakhir.  Dollar berada di 78,84, tidak banyak berubah dari level New York dini hari tadi.
Data penjualan ritel itu datang menjelang kesaksian Bernanke di hadapan Kongres. Bernanke  diharapkan mau menunjukkan kesiapan bertindak bila kondisi ekonomi memburuk.   Pasar masih ingin mengetahui apakah the Fed akan meluncurkan stimulus moneter untuk membantu ekonomi AS.
The Fed bulan lalu melonggarkan kebijakannya dengan memperpanjang waktu Operation Twist sampai akhir tahun. Tapi masih menjauhi program pembelian aset jor-joran, atau yang disebut dengan Quantitative Easing (QE). Dengan data ekonomi AS yang terus buruk, semakin banyak kalangan yang memperkirakan the Fed harus meluncurkan QE jilid ketiga. Kesaksian Bernanke nanti akan dilihat apakah the Fed semakin dekat ke sana. Rapar reguler the Fed berikutnya akan digelar pada 31 Juli.
Dollar juga melemah terhadap mata uang lainnya. Indeks dollar, yang mengukur pergerakan mata uang itu atas major currencies, jatuh ke 82,95, terendah sejak 6 Juli lalu. Selain pidato Bernanke, pasar akan mencermati serangkaian data AS, antara lain produksi industrial, inflasi, TIC Flows, dan NAHB housing index.
Euro berhasil menguat atas greenback, dengan kini berhasil meraih kembali $1,23. Sayang penguatannya tersendat karena bayang-bayang ketidakpastian Eropa di tengah krisis. Data sentimen investor Jerman dapat mempengaruhi pergerakan euro hari ini. Sentimen diperkirakan memburuk karena efek krisis.
Sterling mencatat hasil cemerlang, dengan meraih level tertinggi dalam dua minggu terakhir di $1,5674. Data inflasi dan indeks harga ritel Inggris akan diumumkan hari ini. Bila inflasi lebih rendah dari prediksi, bisa menjadi faktor yang menekannya.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-jatuh-jelang-kesaksian-bernanke.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/dollar-jatuh-jelang-kesaksian-bernanke.html

Tanggal June 19, 2012 / 1:24 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Pada pertemuan para pemimpin dunia (G20) yang memanas dengan topik seputar Spanyol dan situasi Eropa, pasar akan terus berusaha menjaga sentimen positif yang telah terbentuk dalam beberapa minggu belakang ini. Dan akan di coba pada sesi perdagangan hari ini.
“Ini satu-satunya hal menjaga pasar untuk terus meningkat di sini,” kata Miller Tabak strategist Peter Boockvar, of the Fed meeting.  “Pada dasarnya, pasar masih berada jauh lebih rendah, tetapi semua orang berpikir bahwa “Operation Twist” memperluas Fed untuk menarik suatu putusan berkelanjutan lagi atau sesuatu yang lain di luar program itu”.
Dalam Operation Twist, Fed telah menjual Treasurys bertempo jangka pendek dan pada saat yang sama membeli dalam jumlah yang sama untuk tempo jangka panjang dalam upaya untuk mempertahankan suku bunga rendah. Banyak analis percaya hari Rabu Fed bisa kembali  memperluas program, dengan tetap terus memantau perkembangan di Eropa dan keadaan ekonomi AS.
“Saya kira The Fed mungkin akan melakukan sesuatu meski dalam skala yang kecil, dan bahwa sesuatu sedikit itu mungkin adalah dengan memperluas Operation Twist yang akan berakhir pada akhir bulan ini. Tapi sebagian besar, Fed akan ingin menyimpan “peluru” terakhir-nya, “kata Larry Kantor, managing director and head of research at Barclays.
Untuk data AS, Building Permits, indikator penting di sektor konstruksi, turun menjadi 0.72M pada April dari 0.77M pada bulan Maret. Kenaikan dari 0,1 M untuk 0.73M diperkirakan sekarang.
Housing Starts, indikator tahunan untuk sektor konstruksi perumahan baru meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan April untuk 0.72M, 0.70M di bulan sebelumnya. Para ekonom mengharapkan penurunan ke 0.69M. 0.73M diantisipasi saat ini.

EUR-JPY
U
ntuk data Eropa, German Economic Sentiment, Survey bulanan German institutional investors rating for monetary outlook dalam 6 bulan ke depan untuk Jerman, anjlok menjadi 10.8 Mei dari 23.4 pada bulan sebelumnya di tengah kekhawatiran atas krisis utang Yunani. diperkirakan jatuh menjadi 3,6 sekarang.
ZEW Economic Sentiment, untuk zona Euro, lebih buruk dari data sebelumnya terjun ke -2,4 dari 13.1 pada bulan April. Sentimen diperkirakan menurun lebih lanjut sebesar -5,7.
Secara teknikal area 1.2777 dapat dijadikan sinyal dari pergerakan koreksi dan rally dari euro, apabila di minggu ini ada closing daily di atas area tersebut maka kelanjutan akan rally euro kembali testing ke area 1.2888.
Sebaliknya apabila ada pergerakan reversal dan masif ke area 1.2570 dan sebelum bulan Juni ini habis ada closing di bawah area itu maka ‘risk appetite’ yang telah terbentuk akan kembali menekan euro.

Rekomendasi :
Buy             : 1.2555, 1.2525    Sell             : 1.2666, 1.2700
TP              : 1.2635                   TP               : 1.2555
Stoploss   : 1.2490                   Stoploss    : 1.2737

Resisten       : 1.2694, 1.2815
Support         : 1.2505, 1.2435
Range           : 1.2525 – 1.2690
 

GBP-USD
U
ntuk data Inggris, Consumer Price Index (CPI),  perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen, tetap 3,0% sama seperti pada laporan Mei, sementara CPI Core (tanpa item alkohol, volatile food, energi dan tembakau) meningkat naik sebesar 0,2% menjadi 2,3% dari bulan lalu. Dan mengurangi sebesar 0,2% diperkirakan dalam Indeks Harga Eceran (RPI), sampai dengan 3,3%.
House Price Index (HPI); mengukur harga jual rumah, naik dari -0.4% pada Mei menjadi 0,3%.
Retail Price Index, mengukur tingkat pembelian atau konsumsi konsumen, mencapai 3,5% pada bulan Mei setelah 3,6% pada April, turun menjadi 3,3% diharapkan sekarang.
BOE Quarterly Bulletin, akan dirilis untuk menampilkan laporan rinci tentang indikator utama ekonomi termasuk beberapa komentar tentang kebijakan moneter.
Pergerakan hampir 300 poin yang diperlihatkan pound pada sesi perdagangan akhir pekan lalu membuat prestasi tersendiri bagi pound dan terhenti di area 38% fibonacci chart monthly di area 1.5717, sama dengan euro dan mata uang utama lainnya bahwa konfirmasi akan pergerakan reversal dari pound belum lah terlihat, apabila ada closing di atas area 1.5717 dan testing ke area 1.5808 sinyal akan koreksi baru terlihat.
Sebaliknya apabila tekanan jual kembali di alami pound setidaknya sampai dengan 50% dari rally pergerakan akhir pekan kemarin (1.5590) juga baru merupakan sinyal dari tekanan bearish sebelumnya.

Rekomendasi :
Buy             : 1.5675, 1.5616    Sell             : 1.5725, 1.5777
TP              : 1.5808                   TP               : 1.5656
Stoploss   : 1.5555                   Stoploss    : 1.5808

Resisten      : 1.5716, 1.5772
Support         : 1.5619, 1.5578
Range           : 1.5616 – 1.5720
 

AUD-USD
M
onetary Policy Meeting Minutes, rekaman terbaru pertemuan dewan Reserve Bank of Australia (RBA), untuk menunjukkan kondisi ekonomi yang mempengaruhi minat mereka pada keputusan tarif.
Krusial bagi Aussie bila dilihat dari pergerakan koreksinya, area 61% fibonacci chart daily (1.0125) merupakan sinyal dari pergerakan reversal bullish untuk Aussie.
Apabila hari ini closing di atas area tersebut maka konfirmasi untuk bullish akan testing ke area 1.0220 minggu ini…..dan sebaliknya apabila harga kembali ke area 1.0030 maka dapat diprediksi sideways tekanan jual akan kembali berlanjut dan akan testing untuk kembali menembus area 0.9980…..dan korelasi pergerakan Aussie selama sesi perdagangan Asia dengan pergerakan Hangseng akan terus berlanjut.

Rekomendasi :

Buy            : 1.0080, 1.0040    Sell             : 1.0202, 1.0220
TP              : 1.0200                  TP               : 1.0080
Stoploss   : 0.9988                  Stoploss    : 1.0288

Resisten       : 1.0150, 1.0210
Support         : 1.0053, 1.0020
Range           : 1.0060 – 1.0220
 

USD-CHF
K
orelasi dengan pergerakan euro diperkirakan masih akan terus berlangsung, dan secara teknikal memang area 0.9606 menjadi resisten kuat yang sepertinya sulit untuk di tembus.
Dan dengan closing di area 0.9547 kemarin maka kemungkinan untuk kembali testing ke area 0.9606 akan terjadi di minggu ini, sebaliknya apabila franc kembali menguat dan closing di bawah area 0.9490 maka akan testing ke area 0.9444.

Rekomendasi :
Buy            : 0.9515, 0.9486    Sell             : 0.9595, 0.9620
TP              : 0.9606                  TP               : 0.9520
Stoploss   : 0.9414                  Stoploss    : 0.9666

Resisten       : 0.9482, 0.9528
Support         : 0.9456, 0.9366
Range           : 0.9515 – 0.9620

 
USD-JPY
M
onetary Policy Meeting Minutes,  memberikan laporan lengkap atas faktor-faktor yang menyebabkan keputusan tingkat terakhir suku bunga dan dampak moneternya.
Trade Balance, menyusut pada bulan April sebesar 480.000 miliar dari 620.000 miliar pada Maret. Ekonom memperkirakan penurunan yang lebih kecil menjadi 600, 000. Penurunan sebesar -360.000 miliar diharapkan sekarang.
Range sideways kembali terbentuk dalam hasil pergerakan yen beberapa hari belakang ini, pasar masih menentukan ‘risk appetite’ mereka terhadap yen masih menjadi salah satu alternatif  ‘safe haven’ dalam pasar mata uang.
area 78.50 – 79.30 masih menjadi area sideways bagi yen, sampai adanya pendorong katalis yang dapat membuat volatilitas yen kembali bergerak….terutama keadaan zona euro.

Rekomendasi :
Buy            : 78.95, 78.78        Sell            : 79.20, 79.40
TP              : 79.30                    TP              : 78.78
Stoploss   : 78.20                    Stoploss   : 79.90

Resisten       : 79.30, 79.52
Support         : 78.86, 78.63
Range           : 78.78 – 79.30  

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-19-juni-2012.html

Tanggal May 29, 2012 / 8:45 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk -  IHSG berhasil mencetak rebound kemarin berkat membaiknya sentimen global. Namun, pengaruh eksternal masih begitu kuat, dan saat ini, masih jauh dari kondusif. Oleh karena itu, IHSG belumlah aman.
Peluang penguatan lanjutan tergantung dengan kondisi regional, dan bursa saham Asia terlihat bergerak negatif hari ini. Kekhawatiran mengenai krisis di Eropa dan perlambatan ekonomi China kemungkinan  masih membayangi bursa Asia.
Saham Asia dan euro tumbang lagi menyusul kenaikan yield obligasi Spanyol, yang menambah kekhawatiran akan kondisi finansial di negara itu. Yield naik ke 6,53%, tertinggi sejak Nopember 2011.  Kenaikan ini menambah beban pemerintah, di saat harus menyelamatkan sektor perbankan. 
Gejolak nilai tukar rupiah juga dapat mempengaruhi IHSG. Rupiah masih tertekan oleh beberapa faktor, selain karena kondisi global, lainnya adalah ketatnya likuiditas dollar. Rupiah kemarin sempat menembus level 9.400-an. 
IHSG saat ini akan kembali menguji resistance berikutnya di di 3.930. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan lanjutan menuju area 3.970 – 4.000. Sedangkan jika IHSG kembali bergerak di bawah level 3.907, alur bearish bisa kembali berlanjut untuk menjemput support berikutnya di 3.838.

Global Outlook
M
inimnya faktor penggerak dari AS karena libur nasional, membuat sentimen perdagangan Asia kali ini datang dari Eropa.
Kecemasan kembali mencuat setelah tingginya yield Spanyol memicu restrukturisasi utang zona euro makin banyak hambatannya. Yield obligasi Spanyol bertenor 10 tahun melonjak hingga 6,53%, kenaikan tertinggi sejak Nopember tahun lalu. Ini menandakan kesehatan sektor perbankan Spanyol mulai terkena gejala krisis.
Kekhawatiran memburuknya krisis di Spanyol membuat pasar kembali digoncang menyusul berita salah satu daerah otonomi Spanyol, Catalonia, meminta bantuan finansial kepada pemerintah pusat untuk membayar utang tahun ini. Menurut analis, laporan soal Catalonia ini berdampak besar karena mengindikasikan pemerintah Spanyol harus menyuntikkan dana lagi di saat sedang kehabisan uang.
Di saat yang sama, dimana Bankia, yang baru saja dinasionalisasi, butuh dana bailiout tambahan sebesar 15 miliar euro. Meski pemerintah mengumumkan rencana rekapitalisasi Bankia, belum menuntaskan krisis perbankan di Spanyol. Pasar cemas kasus Bankia ini hanya puncak gunung es.
Di tengah ketidakstabilan sektor keuangan Eropa, para pemimpin Eropa sedang mempersiapkan skema untuk mengatasi krisis perbankan, dengan membentuk dana yang dapat digunakan untuk menyelamatkan bank bermasalah. Negara Eropa kini mempertimbangkan dana penyelamatan untuk mencegah krisis memburuk. Menurut Sunday Times, skema akan dibiayai oleh pungutan dari bank, dan sedang dirancang bersama dengan proposal Perdana Menteri Italia Mario Monti untuk menjamin semua simpanan nasabah di seluruh Eropa.
Proposal ini akan dibentuk sebagai entitas terpisah, dan dijalankan olah pungutan tahunan yang diberlakukan kepada bank di seluruh Eropa. Pengaman finansial ini diharapkan dapat memitigasi krisis perbankan, memberikan kepastian kelancaran kredit dan menekan yield obligasi pemerintah. Proposal ini membutuhkan persetujuan Jerman, sesuatu yang akhir-akhir ini sulit karena publiknya semakin gerah harus membantu negara tetangga yang kesulitan uang. Selama ini, Jerman memegang porsi terbesar dana bailout karena ekonomi terbesar Eropa.

Review IHSG
S
empat terpuruk di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu berlabuh di zona hijau. Menutup perdagangan Senin (28/05/2012), IHSG naik 16,177 poin (0,41%) ke level 3.918,685.
Penguatan IHSG tak lepas dari positifnya bursa regional menyusul kabar baik yang datang Eropa setelah polling Yunani menunjukkan dukungan terhadap partai yang pro bailout. Kabar tersebut berhasil meredakan kekhawatiran investor akan krisis utang Eropa yang selama ini menghimpit mereka.
Ada delapan sektor yang menopang kenaikan IHSG kemarin. Sektor aneka industri dan infrastruktur mencatat kenaikan terbesar, yaitu masing-masing 0,81% dan 0,72%. Sedangkan, dua sektor yang masih tertekan adalah pertambangan dan barang konsumsi.
Saham-saham yang naik diantaranya Indomobil (IMAS), Astra Agro Lestari (AALI), Roda Vivatex (RDTX), dan XL Axiata (EXCL).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Dian Swastika (DSSA), Goodyear (GDYR), Gudang Garam (GGRM), dan Asuransi Ramayana (ASRM).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
ertahan di atas garis support 3.850 dengan membentuk pola piercing line pada candlestick bisa menjadi sinyal reversal bagi IHSG. Selain itu, IHSG juga mampu ditutup di atas resistance 3.907, yang sebelumnya menjadi support kuatnya. Indikator stochastic yang sudah oversold dan berpeluang golden cross turut pula mendukung pola reversal tersebut. Kami melihat bahwa IHSG saat ini akan kembali menguji resistance berikutnya di di 3.930. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan lanjutan menuju area 3.970 – 4.000. Sedangkan jika IHSG kembali bergerak di bawah level 3.907, alur bearish bisa kembali berlanjut untuk menjemput support berikutnya di 3.838. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.870 – 3.970.

R3    4,025
R2    3,976
R1    3,948
   
Pivot    3,899
   
S1    3,870
S2    3,822
S3    3,793

Stock Pick
BBNI

M
oving average yang masih berada di atas harga menunjukkan bahwa secara trend BBNI masih bearish. Kondisi bearish juga terlihat dai indikator stochastic dan RSI yang masih berada di zona negatif. Namun pola belt hold pada candlestick bisa menjadi sinyal rebound setelah harga mampu mempertahankan support-nya di 3.550.
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss, 3.550, target 3.570
Support                : 3.550, 3.540
Resistance          : 3.750, 4.000

BMRI

P
ergerakan BMRI dalam dua bulan terakhir terlihat masih flat dan bergerak di kisaran support 6.650, serta resistance di 7.450. Sementara itu, sinyal rebound kembali muncul kemarin setelah support di 6.650 mampu dipertahankan. Pola long white Candlestick menunjukkan aksi beli kembali muncul setelah support tersebut gagal ditembus. Dengan kondisi stochastic yang kembali bullish crossover, kami melihat potensi rebound bagi BMRI untuk kembali meraih resistance di 7.450.
Rekomendasi     : HOLD
Support                : 6.850, 6.650
Resistance          : 7.200, 7.450

Rekomendasi
Stock Screener

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/pengaruh-eksternal-ihsg-belum-aman.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha