Search Results : ekspor impor 3 tahun terakhir

Tanggal February 22, 2013 / 5:28 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – 2012 tentu bukanlah tahun yang baik bagi ekonomi Eropa, dan sepertinya di awal 2013 kondisinya juga belum banyak berubah.

2012 merupakan tahun pertama sejak 1995, di mana  PDB zona euro tidak mengalami pertumbuhan di setiap kuartalnya. Selama 2012, PDB berakhir kontraksi 0,5%. Jadi selama tahun ini, ekonomi zona euro dirundung resesi.  Data ekonomi terakhir juga tidak menggembirakan, seperti indeks PMI yang menunjukkan aktivitas manufaktur dan jasa zona euro merosot. Data ini mengindikasikan ekonomi bakal kontraksi lagi di kuartal pertama 2013.

Jerman dan Perancis, dua ekonomi terbesar Eropa, mengalami kontraksi di kuartal terakhir 2012, dan ternyata perkembangan berjalan lebih lambat dari perkiraan. Ekonomi Jerman kontraksi 0,6% di periode itu, performa terburuk sejak 2009 ketika dunia dilanda krisis finansial. Ekspor, mesin pertumbuhan Jerman, ternyata lebih rendah dari impor.Sedangkan Perancis kontraksi 0,3%, meski lebih kecil dari Jerman, tetap menimbulkan kecemasan.

Selain ekonomi, ada masalah lain di zona euro yang juga mencemaskan, yaitu politik. Di Spanyol misalnya, Perdana Menteri Mariano Rajoy dituduh menerima dana gelap dan didesak untuk mundur. Di Italia, mantan perdana menteri Silvio Berlusconi menjadi favorit dalam polling menjelang pemilu. Ketidakpastian politik di kedua negara menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan upaya pengentasan krisis.

Dalam pidatonya di hadapan Parlemen, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ekonomi kemungkinan  tetap lemah di awal tahun tapi bisa pulih secara bertahap seiring berjalannya tahun. Pernyataan itu menyebabkan pasar keuangan bergolak. ECB berjanji melakukan apapun untuk menyelamatkan euro. Meski pesimis dengan kondisi di awal tahun, Draghi optimis zona euro bisa keluar dari resesi pertengahan 2013.

Ekspektasi mengenai titik balik ekonomi zona euro didasarkan pada fakta ketakutan euro bakal pecah tidak sebesar tahun lalu. Titik balik diperkirakan datang dari anggota terbesar blok itu Jerman, yang diikuti oleh Perancis. Menurut prediksi ECB, ekonomi zona euro bisa menggeliat kembali menuju pertengahan tahun. Meski terlalu dini untuk menyimpulkan, Jerman diperkirakan bisa tumbuh lagi di kuartal pertama, sebagian karena peningkatan order pabrik di Desember lalu.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ekonomi-eropa-di-2013-kapan-titik-balik.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ekonomi-eropa-di-2013-kapan-titik-balik.html

Tanggal February 08, 2013 / 5:08 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – AUD/USD berhasil meraih kembali posisi $1,0300 dari level terendah dalam tiga bulan terakhir, terangkat oleh data ekonomi China, yang mengindikasikan  pemulihan.

Data hari ini menunjukkan Ekspor China selama Januari tumbuh 25% dari tahun lalu menjadi $187,4 miliar. Pertumbuhan itu lebih tinggi dari prediksi 17%. Sedangkan impor meningkat 28,8% menjadi $158,2 miliar, juga lebih besar dari prediksi 23%. Kinerja perdagangan ini dianggap sebagai bukti terbaru pemulihan ekonomi China. Sebagai mitra dagang terbesar Australia, berita ekonomi China memang sering mempengaruhi pergerakan mata uang aussie.

Padahal mata uang itu sempat dihantam setelah RBA memangkas proyeksi PDB dan inflasi untuk tahun ini. RBA memproyeksikan PDB tumbuh 2,5% selama 2013, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 2,75%. Sedangkan inflasi diprediksikan naik 3% sampai Juni 2013, turun dibandingkan prediksi tiga bulan lalu 3,25%. Revisi turun ini menimbulkan ekspektasi RBA bakal pangkas rate di waktu mendatang.

Secara tren, pair ini bisa dikatakan masih dalam penurunan. Karena kejatuhan untuk saat ini dianggap sudah tajam, maka pair ini memasuki fase koreksi dulu, yang dibantu oleh data China. Tapi mengingat adanya peluang RBA memangkas rate, sulit bagi pair ini untuk bisa mengubah trennya.

Pada jam 16:30 WIB, AUD/USD diperdagangkan di $1,0320, menguat 0,3% dari penutupan sebelumnya. Pair ini sempat jatuh ke low di $1,0252, terendah sejak Oktober 2012.   Posisi pair saat ini berada di atas Moving Average 200 hari, $1,0308. Kalau ditutup di atas itu, fase koreksi diperkirakan bisa lanjut.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/data-china-angkat-audusd.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/data-china-angkat-audusd.html

Tanggal January 17, 2013 / 1:29 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Yen melanjutkan penguatannya atas dollar dan euro menyusul peringatan dari pejabat Jepang mengenai pelemahannya yang eksesif.
Menteri Ekonomi Akira Amari menyatakan kekhawatiran pelemahan yen dapat sampai ke level yang merugikan konsumen Jepang melalui kenaikan harga impor. Menurutnya, meski menjadi berkah bagi eksportir,  pelemahan yen bisa memusingkan para importer.  Ia juga mengatakan penghidupan konsumen dapat terpengaruh bila dollar sampai ke tiga digit atas yen.
Pernyataan itu datang setelah yen menyentuh level terendah dalam 2,5 tahun terakhir. Para analis memandang pernyataan ini sebagai rem dari depresiasi yen yang sudah tajam. Pernyataan itu dijadikan momentum bagi pasar untuk menyesuaikan posisi yen. Analis juga memandang kejatuhan yen memang sudah  cukup ekstrim dan koreksi ini bisa jalan untuk sementara waktu. Namun, mengingat BOJ diisukan akan meluncurkan stimulus dan menaikkan target inflasi, tren belumlah berubah.
BOJ akan menggelar rapat regular pada 21-22 Januari, mungkin di sinilah saat yen akan melanjutkan tren kembali. Tapi bagaimanapun, keputusan BOJ tetap mempengaruhi. Seberapa besar stimulus BOJ, apakah target inflasi benar-benar dinaikkan ke 2%? Sulit bagi bagi pasar untuk melemahkan yen lagi tanpa didukung stimulus agresif.
Yen berada di 88,26 per dollar, setelah semalam sempat jatuh ke 87,77 per dollar. Target koreksi selanjutnya adalah 87,50, bila tembus, akan mencoba ke 87,00. Sebelum ini,  yen telah melemah hampir 12% atas dollar sejak awal Nopember. Terhadap euro, yen berada di 117,27, menjauhi level terendah dalam 20 bulan terakhir 120,11.
Euro terkoreksi untuk dua hari berturut-turut atas dollar karena peringatan dari pejabat Eropa. Euro sempat terangkat setelah anggota dewan ECB Ewald Nowotny mengatakan nilai tukar tidak perlu dikhawatirkan. Ini kontras dengan pernyataan dari Ketua Eurogroup Jean-Claude Juncker yang memicu aksi jual euro dengan mengatakan nilai tukarnya sudah terlalu tinggi.
Sementara itu, aussie terjungkal karena data ketenagakerjaan Australia yang buruk. Data itu menunjukkan lapangan kerja berkurang sebanyak 5.500 selama Desember, ini bertolak belakang dengan prediksi baik 4.000. Aussie diperdagangkan di $1,0,498, jatuh dari high kemarin $1,0575. Kejatuhan ini terjadi setelah mengalami konsolidasi di kisaran $1,05 di tiga sesi sebelumnya.
Salah satu even yang sedang dinantikan pasar adalah laporan keuangan korporat AS. Memang, tidak ada pengaruh langsung ke pasar mata uang, tapi laporan keuangan bisa dijadikan pedoman untuk menunjukkan gambaran kondisi ekonomi,yang penting bagi pergerakan saham. Bila saham bergerak naik signifikan, maka pasar mata uang akan mengikuti.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/yen-lanjutkan-penguatan-euro-masih-tertekan.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/yen-lanjutkan-penguatan-euro-masih-tertekan.html

Tanggal January 10, 2013 / 5:37 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Minyak berhasil menembus level tertinggi dalam empat bulan terakhir berkat data perdagangan China yang menimbulkan ekspektasi pemulihan di ekonomi terbesar kedua dunia itu akan semakin bagus untuk prospek permintaan energi.

China mencatat kinerja perdagangan yang mengesankan bulan lalu, berdasarkan laporan Bea Cukai. Ekspor China  meningkat 14,1% selama Desember dari tahun sebelumnya sedangkan impor naik 6%, membuat surplus perdagangan bertambah jadi $31,6 miliar dari $19,63 miliar. Kinerja ekspor dan impor mencatat kenaikan yang lebih baik dari prediksi.

Kinerja perdagangan selama periode itu lebih baik dari prediksi, dengan surplus sempat diproyeksikan hanya naik jadi $20 miliar. Selama 2012, surplus perdagangan China melonjak 48,1% menjadi $231 miliar, dengan ekspor meningkat 7,9% namun impor berkurang 4,3%. Bea Cukai juga melaporkan impor minyak China selama 2012 meningkat 6,8% dari tahun sebelumnya.

Minyak melemah kemarin karena data dari Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan cadangan minyak naik 1,3 juta barel dan bensin bertambah 7,4 juta barel minggu lalu. Pada jam 17:25 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik $1,34 ke $94,44 per barel.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-tembus-94.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minyak-tembus-94.html

Tanggal January 08, 2013 / 3:56 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Banyak kalangan di pasar mata uang yang meyakini ECB akan mempertahankan suku bunganya, namun mengingat kondisi ekonomi yang masih suram, prospek pelonggaran tetap ada. Makanya, mereka sensitif dengan sinyal dovish yang mungkin datang dari ECB.
Selama Desember, pasar mengalami gejolak karena ekspektasi ada rencana pemangkasan bunga simpanan di bank sentral, dari nol ke negatif. Namun stabil kembali setelah ternyata rencana itu diurungkan. Kali ini, pasar meyakini ECB akan bersikap wait-and-see karena tekanan untuk memangkas rate sedang berkurang, jadi bunga simpanan negatif tidak lagi terfaktorkan.
Memang, dalam rapat Desember, Presiden Mario Draghi mengakui adanya pembahasan memangkas suku bunga acuan dan simpanan. Namun sejak pertemuan itu, situasi ekonomi zona euro stabil dan sentimen pasar keuangan membaik, terutama setelah AS mencegah jurang fiskal. Peluang pemangkasan semakin tipis setelah beberapa pejabat, seperti Yves Mersch, membantah kemungkinan itu.
Dengan sedikitnya yang memperkirakan pemangkasan, pasar akan sensitif dengan perubahan sikap atau pertimbangan soal perlunya pelonggaran kebijakan di masa mendatang. Mengingat perkembangan selama empat minggu terakhir, bahasa yang dovish akan dijadikan alasan untuk membalikkan harga.

EUR-USD
S
empat menanjak sampai $1,3138 dalam perdagangan di Asia , penguatan gagal dipertahankan setelah data Jerman yang menunjukkan ekspor dan impor turun lebih besar dari prediksi. Data factory orders Jerman akan menyusul diiringi dengan data penjualan ritel, sentimen konsumen dan tingkat pengangguran zona euro. Ekspektasi ECB akan tahan rate masih menopang pair ini, tapi realita kondisi ekonomi yang suram dapat menghambat lajunya.

Rekomendasi harian :
Aksi buy untuk EUR-USD di 1.3062 dengan target take profit di 1.3138, dimana stop loss 1.3031. Buy berikutnya ada di 1.3000 dengan target take profit 1.3077, dimana stop loss bila penutupan di bawah 1.3000.

Peluang sell EUR-USD ada di 1.3153 dengan target take profit 1.3092, dimana stop loss 1.3184. Aksi jual kembali di 1.3214 dengan target take profit di 1.3176 dimana stop loss bila penutupan di atas 1.3184.

USD-JPY
T
erkoreksi dari level tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir, USD-JPY terus melemah dalam sesi hari ini. Kejatuhan memang tidak lepas dari aksi ambil untung dari penguatan yang begitu tajam. Pair ini sudah menguat sejak Oktober dan semakin tajam karena prospek stimulus BOJ. Dengan masih santernya isu stimulus itu, tren belumlah berubah. 

Rekomendasi harian :
USD-JPY mempunyai peluang aksi sell break menembus support 87.22 dengan target take profit di 86.72, dimana stop loss di 87.50. Sell berikutnya bilamana ada kenaikan ke 88.09 dengan target take profit 87.50, dimana stop loss 88.28.

Aksi beli di 86.72 dengan target take profit di 87.31, dimana stop loss 86.53.

GBP-USD
G
BP-USD sempat terancam jatuh ke bawah $1,600 kemarin, sebelum akhirnya bangkit dan mencatat penguatan di sesi AS. Namun dalam perdagangan di Asia hari ini, pair itu gagal melanjutkan gain dan justru terkoreksi. Tidak ada even terjadwal di Inggris, membuat pair ini rawan akan tekanan dan kembali menguji $1,60.

Rekomendasi harian :
Untuk GBP-USD ada ruang melakukan sell break bila menembus 1.6083 dengan target take profit 1.6022, dimana stop loss 1.6113. Sell lanjutan bila kembali break/tembus 1.6006 dengan target take profit di 1.5962, dimana stop loss 1.6037, hold posisi bisa dilakukan bilaman penutupan hari ini di bawah 1.6006.

Buy break bila tembus 1.6129 dengan target take profit 1.6174-1.6190, dimana stop loss break 1.6113-nya.

USD-CHF
D
engan kejatuhan kemarin tertahan di 0,9200, USD-CHF kini berupaya menanjak lagi ke atas 0,9225 dalam sesi Eropa. Namun pergerakannya terhambat oleh data yang menunjukkan tingkat pengangguran Swiss naik 0,2% ke 3,3% di Desember.  Pair ini masih konsolidasi setelah gagal ditutup di kisaran 0,93 dua hari lalu.

Rekomendasi harian :
USD-CHF bergerak terbatas, dimana ini membuka ruang untuk bergerak di 0.92. Sinyal sell break di 0.9216 dengan target take profit di 0.9171, dimana stop loss 0.9232.

Aksi beli di kisaran 0.9155-0.9163 dengan target take profit 0.9209, dimana stop loss 0.9135.

AUD-USD
A
UD-USD terkoreksi lagi hari ini, tak mamp mempertahankan penguatan kemarin. Kini berada di $1,0487 setelah sempat menyentuh $1,0515 di sesi Asia. Kondisi bearish ini disebabkan oleh data yang memperlihatkan defisit perdagangan membengkak jadi A$2,63 juta dari A$2,4 juta. Penurunan harga komoditas dan lesunya investasi pertambangan menjadi penyebabnya. Bila tidak ada sentimen positif, pair ini terancam semakin jatuh menembus low kemarin $1,0464.

Rekomendasi harian :
Aksi buy break AUD-USD di 1.0513 dengan target take profit di 1.0559, dimana stop loss 1.0483. Buy berikutnya ada di 1.0437 dengan target take profit 1.0498, dimana stop loss di bawah 1.0422.

Peluang Sell ada di 1.0559 dengan target take profit di 1.0483, dimana stop loss bila penutupan hari ini di atas 1.0574.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-08-januari-2013.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-08-januari-2013.html

Tanggal October 11, 2012 / 3:18 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunganya di 5,75% untuk ke delapan bulan berturut-turut, sesuai prediksi, di saat pertumbuhan domestik yang masih stabil meski terjadi perlambatan ekonomi global.

BI juga melakukannya di tengah pelemahan rupiah yang mengurangi ruang bagi BI untuk melonggarkan kebijakan meski di saat inflasi melambat. Keputusan ini diambil untuk mengimbangi kondisi eksternal sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi.

BI memperkirakan pertumbuhan domestik masih cukup walau tidak setinggi prediksi karena perlambatan ekonomi global. Oleh karena itu BI akan terus memantau perkembangan eksternal dan melakukan evaluasi mengenai dampak kebijakannya yang telah diambilnya serta melakukan penyesuaian lagi bila diperlukan.

Beberapa ekonom memperkirakan BI baru akan memperketat kebijakannya pada akhir tahun,  dengan menaikkan suku bunga simpanannya sebesar 25 atau 50 bps dari saat ini yang 4%. Hal ini bisa mengangkat nilai rupiah, yang telah melemah 5,5% atas dollar tahun ini. Kenaikan bunga fasilitas simpanan di BI, atau alat kebijakan lainnya, akan ditujukan untuk menstabilkan nilai tukar dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

Inflasi tahunan melambat jadi 4,31% pada September lalu, terendah dalam enam bulan terakhir, berkat penurunan permintaan pasca hari raya. BI menetapkan target inflasi di 3,5% sampai 5,5% untuk tahun ini. Ekspor Indonesia anjlok 24,3% pada Agustus dari tahun lalu, kontraksi terbesar sejak Juni 2009. Sedangan impor turun 8%, yang membuat neraca perdagangan surplus $249 juta.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/bi-masih-tahan-rate-di-575.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/bi-masih-tahan-rate-di-575.html

Tanggal September 10, 2012 / 4:11 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Minyak terkoreksi hari ini di Asia setelah data ketenagakerjaan AS yang buruk menimbulkan kecemasan soal prospek permintaan di konsumen terbesar di dunia itu. 

Menurut laporan Biro Statistik AS, payroll hanya tumbuh 96.000 selama Agustus, di bawah prediksi 125.000. Meski tingkat pengangguran turun 0,2% ke 8,1%, pasar tidak tergugah karena menganggap angka payroll di bawah 100 ribu rendah. Apalagi angka bulan sebelumnya direvisi turun menjadi 141.000 dari 163.000.

Lembaga itu juga mengumumkan sekitar 368.000 orang berhenti mencari kerja dan keluar dari angkatan kerja di bulan itu. Para pengamat melihat ini sebagai kemunduran bagi ekonomi AS. Angka seperti itu menunjukkan ekonomi AS beroperasi di bawah rata-rata, faktor yang negatif untuk harga energi.

Harga juga tertekan karena data perdagangan dan output China. Kinerja ekspor dan impor China memburuk, karena efek perlambatan global. Meski surplus bertambah, kinerja ekspos dan impor China tidak begitu bagus. Data lain Sabtu lalu menunjukkan pertumbuhan output industri berada di titik terendah dalam tiga tahun terakhir.

Namun semua data itu memperkuat ekspektasi akan perlunya stimulus dari kedua negara dan ini membatasi kejatuhan harga. Dalam polling Reuters yang dilakukan pasca data payroll itu, para ekonom memberi probabilitas 60%  the Fed akan meluncurkan stimulus moneter berbentuk Quantitative Easing (QE) minggu ini.

Pada jam 16:05 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Oktober naik 15 sen ke $96,57 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 70 sen jadi $114,95 per barel.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/data-payroll-tekan-minyak1.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/data-payroll-tekan-minyak1.html

Tanggal August 28, 2012 / 2:24 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Sentimen akan perlambatan ekonomi China membuat indeks Nikkei terkapar pada penutupan terendahnya dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini menipis sentimen positif yang belakangan ini akan harapan stimulus lanjutan dari the Fed dan Bank Sentral Eropa.

Kemarin, China melaporkan sektor industrinya selama bulan Juli mengalami penurunan, ini menandakan pasar ekspor dan impor berkurang dan bisa mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Ditambah lagi pemberitaan bahwa pemerintah Jepang memangkas nilai ekspornya untuk kali pertama sejak Oktober 2011. Keputusan ini diambil karena mempertimbangkan perlambatan ekonomi AS dan China di tengah krisis yang melanda zona euro membuat sektor ekspor dan pabrikasi terbebani.

Saham produsen mesin kontruksi, Komatsu Ltd dan Hitachi Construction Machinery, yang tereksposur ke China, berakhir melemah 2,1%.

Pasar sebenarnya tengah menantikan acara tahunan di Jackson Hole, Wyoming itu, untuk mencari petunjuk mengenai pandangan bank sentral tentang kondisi terkini. Simposium ini juga krusial karena biasanya the Fed memberi sinyal mengenai prospek kebijakan.  Ketua the Fed Ben Bernanke akan berpidato dalam acara itu pada Jumat, sedangkan Presiden ECB Mario Draghi keesokannya.

Indeks Nikkei ditutup turun 52,10 poin, atau 0,57%, ke posisi 9.033,29. Indeks Topix turun 1,2% ke 746,30. Sedangkan Nikkei kontrak berjangka berakhir pada 9050 atau turun 35 poin, dengan posisi tertinggi 9135 dan terendah 8985.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/khawatir-akan-ekonomi-china-nikkei-tersungkur.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/khawatir-akan-ekonomi-china-nikkei-tersungkur.html

Tanggal August 16, 2012 / 3:41 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk – Perdana Menteri China Wen Jiabao mengatakan negaranya masih mampu mencapai target pertumbuhan tahun ini, tapi memperingatkan masa sulit bisa berlanjut dan kondisi perdagangan lesu.

“Kita punya kondisi dan kapabilitas, dan optimis untuk mencapai target perkembangan ekonomi dan sosial tahun ini,” katanya mengacu pada target PDB 7,5% yang ditetapkan tahun ini. Ia menyampaikan hal itu ketika berkunjung di Propinsi Zhejiang, dilaporkan oleh Kantor Berita Xinhua kemarin.

Ia juga mengatakan berkurangnya tekanan inflasi memberi ruang untuk penyesuaian kebijakan moneter dan meski tanda-tanda positif terlihat pada ekonomi, perlambatan masih berlanjut untuk sementara waktu.

Pernyataannya datang setelah serangkaian data ekonomi yang mempertegas perlambatan ekonomi China. Kredit perbankan, ekspor, impor dan produksi industrial semua rendah dan lebih buruk dari proyeksi. Bahkan Inflasi melambat ke level terendah dalam 30 bulan terakhir. Pernyataan itu juga dapat meningkatkan spekulasi China akan memangkas suku bunga atau Giro Wajib Minimum (GWM) lagi.

Beijing telah memangkas suku bunga dua kali sejak awal Juni dan mempercepat proses proyek infrastruktur, serta insentif lainnya dalam rangka menggenjot pertumbuhan ekonomi. Namun pemerintah masih enggan meluncurkan kebijakan agresif setelah program stimulus besar pada 2008 lalu mendorong inflasi dan pembangunan properti berlebihan.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/china-masih-bisa-capai-target-pertumbuhan.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/china-masih-bisa-capai-target-pertumbuhan.html

Tanggal August 13, 2012 / 10:03 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Pasar mata uang belum banyak bergerak hari ini, terhambat oleh datangnya  kekhawatiran mengenai prospek ekonomi global di saat harapan stimulus mulai pudar, meski masih ada.
Kekhawatiran itu datang setelah data perdagangan China yang memperlihatkan rendahnya pertumbuhan ekspor dan impor, mencerminkan efek krisis dari Eropa. Data lain memperlihatkan pertumbuhan kredit juga mengecewakan di China. Data hari ini menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh 0,3% selama kuartal kedua dari kuartal sebelumnya, di bawah prediksi 0,6%. Secara tahunan, PDB tumbuh 1,4%, dibawah prediksi 2,3%.
Selama dua minggu sebelumnya, mata uang berisiko bergerak positif karena ekspektasi ECB akan membeli obligasi Italia dan Spanyol untuk menekan yield-nya. Selain itu, muncul juga harapan the Fed akan melanjutkan stimulus moneternya. Tapi para pejabat mengindikasikan langkah seperti itu belum bisa dilakukan sebelum September.
Euro menjadi salah satu mata uang yang diuntungkan oleh ekspektasi itu. Euro berada di $1,2287, tidak jauh dari level penutupan New York akhir pekan lalu. Kalau gagal lagi menembus $1,23, apalagi sampai jatuh ke bawah $1,2250, euro terancam menuju level psikoliogis $1,2200. Terhadap yen, euro berada di 96,20, masih kesulitan menembus lagi level 97.
Juga didorong oleh harapan stimulus, aussie berhasil menyentuh level tertinggi dalam 4,5 bulan terakhir minggu lalu. Kini aussie bertengger di $1,0561, dekat dengan level penutupan sebelumnya.  Aussie mampu bertahan karena faktor rate, yang di 3,5%, terbesar di antara negara maju. Aussie menemukan resistance kuat di kisaran $1,06. Namun, mata uang ini akan berkonsolidasi selama mampu bertahan di atas $1,04.
Sterling stabil di $1,5677, belum mampu menembus lagi $1,57, yang merupakan resesitance yang kuat.  Selama enam sesi terakhir sterling bergerak di kisaran $1,55-$1,56. Kalau gagal bertahan di $1,55, the cable terancam jatuh ke $1,5456, atau low 25 Juli. Dollar berhasil sedikit menguat atas yen, ke 78,32 dari 78,24. Penguatan ini datang menyusul data PDB Jepang yang buruk.
Ketidakpastian kapan otoritas mengambil langkah untuk memitigasi krisis utang dan perlambatan ekonomi global menyelimuti pasar keuangan. Tanpa berita baru, pasar akan mengevaluasi penguatan harga yang sudah diraih. Apalagi bila pasar melihat data ekonomi yang buruk.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD


USD-CHF

AUD-USD

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/minim-katalis-pasar-belum-banyak-gerak.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/minim-katalis-pasar-belum-banyak-gerak.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha