Search Results : ekonomi negara jepang

Jakarta, Strategydesk – Rapat the Fed menjadi fokus pasar mata uang minggu ini, dengan isu utama prospek kenaikan suku bunga. Satu hal yang ingin diketahui apa yang akan disampaikan the Fed terkait prospek itu. Sebelum ke sana, perhatian pasar menuju data inflasi Inggris, yang dapat mempengaruhi persepsi pasar pada prospek kebijakan BOE. JPY 16-12-14

Performa ekonomi AS yang gemilang, mendukung pandangan the Fed bakal menjadi bank sentral negara maju pertama yang bisa menaikkan suku bunga. Dengan tingkat pertumbuhan lapangan kerja yang pesat, memperkuat harapan the Fed bakal menegaskan peluang kenaikan suku bunga di pertengahan tahun depan.

The Fed kemungkinan akan mengakui perkembangan ekonomi yang terlihat sejauh ini, seperti penciptaan lapangan kerja, aktivitas pembelanjaan konsumen atau  kondisi bisnis.. Kondisi ini diperkirakan banyak kalangan akan membuat the Fed menyesuaikan gaya bahasanya, dengan cenderung hawkish. The Fed diperkirakan bakal menghilangkan kalimat considerable time yang biasa digunakan untuk menggambarkan penerapan kebijakan akomodatif.

Namun, patut diwaspadai pandangan the Fed soal perlambatan global dan prospek inflasi. Ekonomi Eropa, Jepang dan China berpotensi menghambat pertumbuhan dunia. Dengan penurunan harga minyak yang tajam, berarti berkurangnya tekanan inflasi.  Situasi ini dapat menghalangi the Fed menyampaikan pernyataan soal opsi kenaikan suku bunga.

Untuk hari ini, pasar akan disuguhi data inflasi Inggris, yang diperkirakan semakin melambat. Inflasi tahunan selama Nopember diperkirakan melambat ke 1,2% dari 1,3%. Perlambatan inflasi bisa menambah keraguan BOE bisa menaikkan suku bunganya pertengahan  tahun depan. Di Eropa, ada data sentimen investor Jerman hasil survei ZEW, yang diperkirakan naik ke 20 di Desember dari 11,5 di Nopember.

EUR-USD
Masih bergerak di atas MA 25, EUR-USD rebound setelah jatuh kemarin. Pair ini berusaha menembus kejatuhan kemarin, peluang bullish terjaga bila berhasil ditutup di atas $1,2480. Bila akhirnya ditutup di bawah MA 25, pair ini terancam menuju ke $1,2360.

Rekomendasi harian
Dorongan buy masih bisa terjadi pada EUR-USD, dimana target buy di 1.2390 dengan target take profit 1.2451, dimana stop loss 1.2359. Buy break bisa dilakukan bila terjadi penembusan 1.2477 dengan target take profit 1.2522, dimana stop loss 1.2447.

Sementara itu, untuk sell ada 1.2527 dengan target take profit 1.2477, dimana stop loss 1.2557. Sedangkan posisi sell break bisa dilakukan di 1.2359 dengan peluang take profit di 1.2329 dan 1.2313, dimana stop loss ada penembusan kembali 1.2390.

USD-JPY
Semakin dalam kontraksi USD-JPY, kini melemah 0,2% ke 117,18. Menggunakan Fibonacci retracement, posisi pair ini sudah menembus 23,6% dari penguatan 15 Oktober-8 Desember, kini sedang menuju 38,2%. Penutupan di bawah 116,00 semakin memperbesar peluang ke sana.

Rekomendasi harian
Peluang buy USD-JPY di 116.02 dengan target take profit 116.79, dimana stop loss 115.72. Buy break-nya 117.96  dengan target take profit 118.35, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali ke 117.66.

Sedangkan posisi sell di area 118.47 dengan target take profit 117.97 dan 117.76, dimana stop loss 118.77. Sell break bila terjadi penembusan 116.97, dimana target take profit 116.40 dan 116.21 dengan area stop loss 117.27.

GBP-USD
Belum ada pergerakan besar pada GBP-USD setelah jatuh 0,4% kemarin. Bila jatuh ke bawah $1,5600, pair ini membentuk bearish continuation dengan target $1,5500. Ke atas, ada resistance di $1,5740, bila ditembus, pair ini mencoba bergerak ke $1,5800.

Rekomendasi harian
Pergerakan GBP-USD yang tertahan di resisten 1.5717, membuat GBP masih terus mencobanya. Bila terjadi penembusan area tersebut menjadi ruang untuk sell di 1.5747 dengan target take profit 1.5711 dan 1.5693, dimana stop loss 1.5777. Sedangkan sell break di 1.5594 dengan target take profit 1.5564 dan 1.5549, dimana stop loss bila ada pembalikan harga kembali ke 1.5629.

Buy 1.5533 dengan target take profit 1.5579, dimana stop loss 1.5503.

USD-CHF
Mengalami koreksi, USD-CHF sepertinya mulai menghapus penguatan kemarin. Masih bergerak di bawah MA 25, kondisi pair ini masih bearish. Penutupan di atas 0,9680 membuka peluang bullish dengan target selanjutnya di 0,9730-0,9750. Tapi bila terpuruk di bawah 0,9600, pair ini semakin bearish dengan target 0,9550.

Rekomendasi harian
Untuk USD-CHF buy 0.9597 dengan target take profit 0.9643, dimana stop loss 0.9567. Buy break 0.9658 dengan target take profit 0.9689 dan 0.9704, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali ke 0.9628.

Sell 0.9704 dengan target take profit 0.9666, dimana stop loss 0.9734. Sell break 0.9582 dengan target take profit 0.9567 dan 0.9552, dimana stop loss ada penembusan kembali 0.9613.

AUD-USD
Tak banyak gerak, AUD-USD masih terjebak dekat level terendah dalam 4 tahun. Diperdagangkan di $0,8222, pair ini sempat ke low $0,8200. Bila ditutup di bawah $0,8170, pair ini terancam menuju 0,8100-0,8050. Ke atas, kalaupun berhasil menembus resistance $0,8300, pair ini masih sulit melampaui $0,8400.

Rekomendasi harian
Area 0.8255 menjadi target sell untuk AUD-USD, dengan take profit 0.8209, dimana stop loss 0.8285. Sell break ada penembusan kembali 0.8209 dengan target take profit 0.8179 dan 0.8163 , dimana stop loss 0.8239.

Buy 0.8148 dengan target take profit 0.8194, dimana stop loss 0.8118.

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/rekomendasi-forex-sesi-eropa-as-16-desember-2014/

Strategydesk – Kondisi ekonomi global beragam tahun ini, diwarnai dengan pesatnya pemulihan ekonomi AS yang berhasil menutupi perlambatan di Eropa, Jepang dan China. Selanjutnya, bagaimana prospek ekonomi di 2015?

Fundamental positif diperkirakan masih menyertai momentum perbaikan ekonomi global di 2015. Menurut proyeksi dari IHS, pertumbuhan global akan naik menjadi 3% dari estimasi 2,7% untuk tahun ini. Seperti dikutip oleh CNBC, berikut 10 prediksi ekonomi dari IHS

US Economy1.    Ekonomi AS masih unggul
Ekonomi terbesar dunia ini akan terus mengungguli negara maju lainnya, didukung oleh permintaan domestik, terutama pembelanjaan konsumen. Faktor yang mendukung pembelanjaan konsumen, yang merupakan 70% aktivitas ekonomi, masih positif, termasuk pertumbuhan lapangan kerja dan harga energi rendah. IHS memprediksikan ekonomi akan tumbuh antara 2,5% dan 3,0% tahun depan.

2.    Eropa masih memprihatinkan
Ekonomi Eropa masih berjuang dengan rendahnya lapangan kerja. Tapi kombinasi penurunan harga minyak, depresiasi euro dan perbaikan fiskal, dan kebijakan moneter akomodatif mungkin bisa membantu pertumbuhan. Menurut IHS, ekonomi blok mata uang itu akan tumbuh 1,4% di 2015, perkembangan dari 0,8% tahun ini.

3.    Jepang pulih dari resesi
Setelah resesi keempat dalam enam tahun, ekonomi Jepang akan bangkit di 2015, meski hanya sekitar 1%. Menurut IHS, pelonggaran dari BOJ dan stimulus pemerintah, ditambah dengan harga energi rendah akan membawa pertumbuhan kembali positif.

4.    China masih melambat
Pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal kemungkinan belum cukup untuk mencegah pertumbuhan semakin melambat, dengan perkiraan HIS bisa menuju ke 6,5% tahun depan. Meski masih jauh di atas rata-rata negara dunia, tingkat pertumbuhan itu dianggap rendah dalam standar Beijing.

5.    Ekonomi Emerging Markets Variatif
Sebagian besar negara berkembang akan membaik di 2014, berkat harga minyak yang rndah, likuiditas global dan pertumbuhan di AS. Emerging market di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun khusus Rusia, ekonominya menderita karena sanksi, penurunan harga minyak dan arus modal keluar.

 

6.    Harga komoditas masih merosot
Minyak sudah anjlok 40% sejak musim panas lalu di tengah merosotnya permintaan dan berlimpahkan pasokan. Menurut HIS, China masih menjadi kunci permintaan, maksudnya bila ekonominya semakin melambat berarti harga terancam semakin turun. Lembaga itu memperkirakan harga komoditas akan turun 10% tahun depan.

7.    Ancaman disinflasi
Tekanan disinflasi lebih terlihat di negara maju, sebagai akibat penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi. Keculi di negara berkembang, seperti Rusia, yang nilai tukarnya anjlok, menyebabkan inflasi.

8.    The Fed yang pertama menaikkan suku bunga
The Fed, Bank of England (BOE) dan Bank of Canada (BOC) merupakan negara maju yang menaikkan suku bunganya di 2015. Tapi the Fed lebih dulu, dengan kemungkinan menaikkannya pada Juni.  Kemudian diikuti oleh BOE di Agustus dan BOE pada Oktober. Sebaliknya, ECB dan BOJ, PBOC justru melakukan pelonggaran lanjutan, melalui pemangkasan suku bunga atau menyediakan likuiditas melalui pembelian aset.

9.    Dollar masih raja
Dollar masih melanjutkan dominasinya yang didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga. Selain itu, antisipasi akan kemungkinan stimulus tambahan dari ECB dan BOE, berarti euro dan yen akan terus depresiasi di 2015. Menurut HIS, nilai tukar euro akan jatuh ke $1,15-1,20 pada musim gugur 2015, dengan dollar/yen diperdagangkan di kisaran 120-125.

10.    Berkurangnya risiko penurunan (downside risk)
Pemulihan ekonomi global selama ini terganggung oleh banyak kutukan, termasuk besarnya utang di sektor publik maupun swasta, yang memaksa banyak pemerintah dan perusahaan deleveraging. Tapi di beberapa negara masalah ini tidak lagi menghambat pertumbuhan, terutama di AS dan Inggris, tercermin dari angka PDB-nya.

http://www.strategydesk.co.id/2014/12/10-prediksi-ekonomi-2015-apa-saja/

Tanggal April 15, 2013 / 5:06 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – EUR/JPY terus melemah hari ini, sampai ke bawah level psikologis 128 menyusul serangkaian data ekonomi dunia yang buruk.

Mata uang Jepang itu, yang dianggap safe haven dan cenderung menguat ketika ada gejolak ekonomi global meski kini semakin likuid, terangkat oleh data PDB China yang mengecewakan. Ekonomi terbesar kedua dunia itu tumbuh 7,7% di kuartal pertama dari periode sama tahun lalu, di bawah periode sebelumnya 7,9% dan prediksi 8,0%. Data itu menyusul data penjualan ritel dan sentimen konsumen AS yang juga buruk.

Yen juga menguat karena laporan Departemen Keuangan AS yang menyebutkan pihaknya akan mengawasi kebijakan Jepang untuk memastikan mereka tidak mendevaluasi mata uang untuk mengangkat daya saing. Pernyataan eksplisit AS itu datang menjelang pertemuan G-20 Kamis nanti. Pasa mulai khawatir negara lain juga akan mengeluh atau mengkritik kebijakan moneter Jepang.

Pada jam 17:00 WIB, EUR/JPY diperdagangkan di 128,00, setelah sempat jatuh ke low di 127,53. Dengan itu, pair ini suda di bawah 23,6% retracement penguatan 4-11 April di 128,12. Bila ditutup di bawah itu akan mencoba bergerak ke 38,2% di 126,54, kalau lanjut,  menuju 50% di 125,00.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/eurjpy-ke-bawah-128.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eurjpy-ke-bawah-128.html

Tanggal February 21, 2013 / 4:06 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.

Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 – US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 – US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik ‘kilauan’ yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.

Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.

Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.

Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.

Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei – Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 – Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 – 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 – 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 – 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 – 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 – 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 – 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 – 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 – US$1300.

 

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/summary-for-gold.html

Tanggal January 30, 2013 / 6:39 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – EUR/GBP semakin melaju, meraih level tertinggi dalam 13 bulan terakhir, didorong oleh minat beli yang tinggi atas euro dan pelemahan sterling.

Pamor mata uang tunggal Eropa itu meningkat setelah serangkaian data ekonomi yang mengindikaskan benua itu dalam jalur pemulihan dan indikasi stabilisasi perbankan Eropa menyusul pembayaran pinjaman murah ECB. Kondisi ini menambah optimisme kondisi terburuk krisis utang sudah lewat. Momentum positif euro ini membuat investor mengabaikan data buruk Spanyol hari ini, yang menunjukkan kontraksi ekonomi.

Investor, terutama dari Jepang, terus mengalirkan dana ke aset zona euro, mendorong mata uang itu. Menurut analis, inisiatif kebijakan di Eropa untuk menstabilkan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan akhirnya membuahkan hasil, sembari menambahkan penguatan euro akan terlihat pada cross. Namun beberapa analis memperingatkan apresiasi euro bisa terhenti kecuali diiringi dengan data baru.

Sebaliknya, sentimen pasar terhadap mata uang Inggris tetap negatif, menyusul data yang menunjukkan negara itu terancam menuju triple dip recession. Data bulan ini menunjukkan ekonomi Inggris mengalami kontraksi di kuartal keempat. Kondisi ini dapat memaksa BOE untuk melanjutkan program Quantitative Easing (QE). Tekanan juga datang setelah muncul wacana referendum keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Pernyataan anggota dewan BOE bahwa ekonomi Inggris bisa membaik tidak banyak berpengaruh pada mata uangnya.

Pada jam 17:45 WIB, EUR/GBP diperdagangkan di 0,8594, setelah berhasil menyentuh 0,8605, tertinggi sejak Desember 2011. Pair ini sedang menuju penguatan mingguan empat kali berturut-turut. Beberapa indikator menunjukkan kondisi jenuh beli, seperti RSI (14) yang berada 83, jauh di atas batas 70, dan Stochastc (14,3,3), yang berada di 96, di atas ambang batas 80. Namun harga belum menyentuh garis atas Bollinger Bands (14) yang berada di 0,8629. Selain itu, MACD (12,26,9) belum menunjukkan divergence.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-tembus-086.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/eurgbp-tembus-086.html

Tanggal November 09, 2012 / 9:06 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Awan mendung sepertinya masih menyelimuti bursa lokal, mengingat kondisi eksternal yang masih belum kondusif, tercermin dari kejatuhan bursa saham dunia.
Pasca pemilu AS, fokus pasar keuangan global  tertuju ke Isu jurang fiskal. Ancaman kenaikan pajak dan pemotongan anggaran AS, yang bisa membawa ekonomi resesi, rupanya menakutkan investor. Hal itu terlihat dari penurunan indeks-indeks penting dunia yang cukup tajam. Ditambah lagi dengan berita buruk yang datang terkait ekonomi Eropa.
Kemarin, IHSG berhasil mengurangi kejatuhannya menjelang akhir sesi. Sempat anjlok 1% ke hingga ke 4291, IHSG akhirnya berhasil ditutup di 4.327. Level 4.300 masih menjadi support yang kuat. Tapi kali ini, di tengah absennya  katalis baru, investor sulit menemukan alasan untuk membeli atau mendorong harga.
Karena vakumnya sentimen baru dari dalam negeri, faktor eksternal menjadi barometer utama. Alhasil, IHSG kemungkinan akan terseret arus global lagi dan dalam perdagangan hari ini, menjadi pengujian apakah IHSG masih mampu bertahan di level support kuat itu. Kegagalan bertahan di sana, menjadi indikasi bearish, IHSG akan berlanjut menuju support-support berikutnya. 

Global Outlook
S
aham Asia melanjutkan kejatuhannya hari ini, masih ditekan oleh isu jurang fiskal AS, yang berpotensi menjerumuskan ekonomi ke dalam resesi.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,5%, setelah tumbang 1,3% kemarin, terbesar dalam dua bulan terakhir. Indeks Nikkei turun 0,9% dan indeks Hang Seng melorot 0,5%. Pergerakan ini menyusul ambruknya Wall Street, dengan indeks Dow Jones  tergelincir 0,94%.
Pasar global khawatir dengan jurang fiskal, atau kenaikan pajak dan pemotongan anggaran yang berlaku secara otomatis pada Januari 2013, bila pemerintah AS dan Kongres tidak mencapai kesepakatan soal pos-pos yang harus dipangkas.
Bila ekonomi AS, yang akhir-akhir ini melawan tren di belahan dunia lain dengan menunjukkan pemulihan moderat, ternyata kembali didera resesi, akan memberi efek domino ke dunia, terutama negara-negara yang ekonominya masih rapuh.
Di seberang Atlantik, pasar juga melihat kondisi belum membaik. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ekonomi zona euro berisiko semakin tertekan. Sembari menantikan perkembangan soal jurang fiskal, pasar mencermati data ekonomi China. Data seperti penjualan ritel dan produksi industrial, bila lebih baik dari prediksi, mungkin bisa mengurangi kejatuhan indeks di Asia. Data inflasi China sudah diumumkan, melambat ke 1,7% dari 1,9% di Oktober.

Review IHSG
M
engekor pergerakan bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi sebesar 22,5 poin (0,5%0  ke level 4.327,87 pada penutupan perdagangan Kamis (8/11/2012).
Isu fiscal cliff (jurang fiskal) menjadi sentimen utama pasar pada hari itu. Isu tersebut sebelumnya telah membuat indeks Dow Jones rontok lebuh dari 2% .
Sentimen negatif lainnya adalah pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang mengatakan pihaknya memperkirakan ekonomi zona euro tetap lemah dalam jangka pendek dan krisis mulai mempengaruhi Jerman. Selain itu, pasar juga menunggu proses suksesi kepemimpinan di China pada Kongres Partai Komunis pekan ini.
Maraknya sentimen negatif tersebut membuat rontok mayoritas bursa Asia, yang kemudian menular pada domestik. Sentimen negatif tersebut telah berhasil merontokkan sembilan indeks sektor di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya satu sektor saja yang berhasil menguat, yaitu, sektor aneka industri yang naik 0,53%.
Saham-saham yang naik diantaranya Multi Prima (LPIN), Pudjiadi (PNSE), Akasha Wira (ADES), dan Bank Mayapada (MAYA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Mayora (MYOR), United Tractor (UNTR), dan Goodyear (GDYR).

Ulasan Teknikal
IHSG

M
eski melemah, IHSG justru menunjukkan sinyal positif setelah harga bertahan di atas support 4.300. Terlihat dengan terbentuknya pola hammer di candlestick serta stochastic yang golden cross. Kami melihat bahwa IHSG akan kembali menguji area resistance di 4.350 – 4.366 untuk kali ini. Jika resistance ditembus, maka hal tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan menuju area 4.400 – 4.500. Sedangkan sinyal negatif akan kembali didadapt jika IHSG kembali bergerak di bawah support 4.300. Untuk hari ini, IHGS diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.300 – 4.366.

R3    4,377
R2    4,353
R1    4,340
   
Pivot    4,316
   
S1    4,303
S2    4,279
S3    4,266

Stock Pick
LPCK

B
ertahan di atas support 3.525 dan membentuk pola piercing line bisa menjadi siyal reversal bagi LPCK. Kondisi ini kemudian diperkuat oleh indikator stochastic yang berpeluang golden cross di area oversold. Untuk itu, kami melihat bahwa pergerakan LPCK selanjutkan akan menguji resistance terdekatnya di 3.700, penembusan resistance tersebut akan mengkonfirmasi kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 3.925 – 3.975.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 3.525, target 3.700. Add buy if breakout 3.700, stop loss 3.600, target 3.900.
Support                : 3.525, 3.400
Resistance          : 3.700, 3.925

TLKM

M
A 10 dan 55 masih downtrend, namun beberapa indikator mulai menunjukkan sinyal rebound. Antara lain candlestick yang membentuk pola belt holt serta indikator stochastic yang oversold dan berpeluang golden cross. Selain itu, harga kini mulai mendekati level support-nya di 9.250. Untuk itu, jika support tersebut kembali bertahan, TLKM mempunyai potensi rebound ke area 9.450 – 9.550.
ReKomendasi     : SpecBuy, stop loss breakout 9.250, target 9.500.
Support                : 9.250, 9.150
Resistance          : 9.450, 9.550

Rekomendasi

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/awan-mendung-selimuti-bursa-lokal.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/awan-mendung-selimuti-bursa-lokal.html

Tanggal November 09, 2012 / 3:13 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Yen adalah mata uang bergelar safe haven, aset yang pilih atau diburu ketika terjadi gejolak di pasar keuangan. Ketika berita negatif datang, aksi hindar risiko (risk aversion) menyerang pasar, di saat seperti inilah yen menguat, biasanya dengan dollar.

Sebagian faktor yang membuat dollar menjadi safe haven adalah perannya sebagai mata uang cadangan devisa dan standar pembayaran internasional. Sedangkan yen berstatus safe haven dengan karakteristik yang berbeda. Bukan fungsi, atau surplus perdagangan, yen menjadi safe haven karena posisi Jepang sebagai negara surplus investasi internasional. Ini berarti investor Jepang memiliki lebih banyak aset luar negeri dari pada investor asing memiliki aset Jepang.

Memang, rasio utang terhadap PDB Jepang hampir 230%, terbesar di dunia. Namun negara matahari terbit itu tetap menjadi kreditor terbesar dunia. Tahun lalu, Jepang mencatat surplus investasi internasional sebesar lebih dari $3 triliun. China adalah kreditor terbesar kedua dunia, dengan $2,2 triliun dan Jerman menduduki tempat ketiga dengan surplus $1,2 triliun.

Sebagai catatan, pada 2010, PDB per kapitanya lebih tinggi dari Jerman, Inggris, Perancis dan Italia. Meski ekonomi China lebih besar dari Jepang, karena populasinya lebih padat (1,3 miliar banding 128 juta), PDB per capita China yang $5.414 hanya 12%-nya Jepang yang $45.920.  Bagaimana menjelaskan anomali ini?

Hal ini karena 95% utang nasional Jepang dipegang oleh orang Jepang sendiri. Sekitar 20% surat utang dipegang oleh Japan Post Bank, Bank of Japan dan entitas pemerintah lainnya. Japan Post Bank adalah penyimpan tabungan domestik terbesar di dunia, dan mengembalikan hasil bunganya ke konsumen Jepang.

Sekitar 60% dipegang oleh bank, perusahaan asuransi, dan dana pensiun dalam negeri.  Sisanya dimiliki oleh investor individu lokal. Hanya sekitar 5% yang dibeli oleh asing, sebagian besar bank sentral. Jadi, utang pemerintah Jepang adalah uang rakyat. Mereka saling memiliki, dan secara kolektif menikmati manfaatnya. Karena  sebagian besar surat utang pemerintah Jepang dimiliki domestik, yen tidak rentan dengan aksi jual asing.

Satu hal lagi soal utang Jepang, yaitu negara itu selalu memberi bunga yang rendah. Yield obligasi Jepang tenor 10 tahun hanyalah 0,8%, sedangkan yang 5 tahun hanya 0,2%. Bandingkan dengan AS, di mana tenor 10 tahunnya memberi kupon 1,62%, dan 5 tahunnya 0,75%.  Pemerintah Jepang lalu meminjamkan uang hasil utangannya itu ke pemerintah lain, termasuk AS. Dengan ini, pemerintah Jepang bisa mendapat selisih (spread) yang menguntungkan.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ini-sebabnya-yen-bisa-jadi-safe-haven.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ini-sebabnya-yen-bisa-jadi-safe-haven.html

Tanggal October 22, 2012 / 3:31 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Strategydesk – Defisit perdagangan Jepang membengkak bulan lalu karena ekspor anjlok dibandingkan tahun lalu, akibat krisis utang Eropa dan konflik dengan China yang merusak hubungan dagang.

Defisit perdagangan untuk bulan itu mencapai 558,6 miliar yen ($7,2 miliar), Kementerian Keuangan mengumumkan hari ini. Angka itu lebih tinggi dari prediksi analis dan lebih besar dari tahun lalu yang sekitar $3,7 miliar. Namun masih lebih baik dari defisit Agustus yang $9,6 miliar. Bertambahnya defisit secara tahunan ini terjadi karena ekspor merosot tajam.

Ekspor selama September turun 10,3% menjadi 5,4 triliun yen. Sedangkan impor naik 4% menjadi 5,9 triliun yen karena pembelian minyak dan BBM lainnya untuk pembangkit listrik karena sebagian besar reaktor nuklir masih dinonaktifkan pasca bencana Fukushima.  Selama sembilan bulan pertama tahun ini, defisit Jepang encapai 4,73 triliun yen ($60,6 miliar). Karena tingginya harga, nilai impor BBM melonjak 18% dari tahun lalu menjadi 2,15 triliun yen, atau sepertiga total impor Jepang.

Data itu juga menunjukkan ekspor ke semua negara jatuh, kecuali ke Amerika Utara, itupun hanya naik 0,4%. Ekspor ke Eropa merosot 26%. Sengketa pulau dengan China memberi pukulan telak, di mana ekspor Jepang ke sana 14% dasri tahun lalu menjadi 953,4 miliar. Namun impor meningkat 3,8% menjadi 1,28 triliun yen. Sengketa pulau paling berdampak pada sektor otomotif Jepang, di mana ekspor sektor tersebut turun 15%

Kondisi ini mencerminkan apa yang disebut oleh Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa, bahwa ekonomi terbesar ketiga dunia itu melesu. Ia memperingatkan risiko yang timbul dari krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi global, yang menghantam manufaktur dan ekspor. Dengan risiko resesi yang tinggi ini, banyak kalangan mendesak BOJ mengambil tindakan tegas. Banyak yang memperkirakan BOJ akan melonggarkan kebijakannya lagi pada rapat 30 Oktober nanti.

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/ekspor-jeblok-defisit-jepang-bengkak.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/ekspor-jeblok-defisit-jepang-bengkak.html

Tanggal October 12, 2012 / 2:57 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk – Masalah Yunani, Spanyol dan kemajuan yang lambat zona euro menuju reformasi utang sebagai tema utama pada pertemuan IMF Jumat ini.
Dana Moneter Internasional merekomendasikan bahwa beberapa negara anggota yang terbebani utang dapat mengambil waktu sedikit lebih banyak untuk mengurangi defisit anggaran mereka, dengan alasan bahwa terlalu cepat bergerak dapat menjadi kontra-produktif karena perekonomian masih sakit.
Untuk data AS, Producer Price Index (PPI),  nilai perubahan harga barang jadi dan jasa di tingkat produsen, diperkirakan 0,8% sekarang dari 1,7% pada September. Sementara pada PPI Core (tanpa sektor makanan dan energi), akan tetap 0,2% sama seperti pada laporan terakhir.
Prelim University of Michigan (UoM) Consumer Sentiment, Survei untuk menilai kondisi keuangan saat ini dan masa depan 77,9 dihitung sekarang dari 78,3 pada September. The Prelim UoM Inflation Expectations diperkirakan 3,3% sama dengan laporan terakhir.
Jeffrey Lacker, Presiden Federal Reserve Bank of Richmond dijadwalkan menyampaikan pidato di Charlottesville.

EUR-USD
U
ntuk data Eropa, Industrial Production, mengukur perubahan produksi output pabrik, sektor tambang, dan utilitas, diperkirakan -0,5% sekarang dari 0,5% pada laporan bulan lalu.
Setelah menyentuh level area 38% fibonacci chart daily kemarin (1.2820), euro kembali tembus ke area 1.2900an pada penutupan perdagangan kemarin (1.2929).
Efek jangka menengah dari pelemahan USD akibat QE3 sepertinya masih mendominasi pergerakan euro. Closing pekan ini dapat dijadikan suatu proyeksi sempit arah euro di pekan depan…….apabila closing hari ini di atas area 1.2960 diperkirakan penguatan euro akan testing ke area 1.3131 kembali di pekan depan.
Sebaliknya apabila closing weekly di bawah area 1.2888 kemungkinan sideways bearish untuk kembali testing ke area 1.2777 akan terus dicoba.

Rekomendasi :
Buy                 : 1.2888, 1.2828    Sell             : 1.2990, 1.3020
TP                  : 1.3003                   TP               : 1.2910
Stoploss       : 1.2790                   Stoploss    : 1.3075

Resisten       : 1.2978, 1.3028
Support         : 1.2848, 1.2770
Range           : 1.2888 – 1.3010

 
GBP DAILY
U
ntuk data Inggris, The Conference Board (CB) Leading Index diperkirakan akan tetap 0,1% seperti pada laporan terakhir.
Sepertinya pound sulit untuk menembus area 1.5970, dan area 1.5959 merupakan level 38% fibonacci chart weekly, juga merupakan area strong support yang apabila ada closing daily di bawah area tersebut maka pergerakan rally untuk testing ke area 1.5838 (50% fibonacci chart weekly) dapat tercapai.
Sebaliknya apabila closing pekan ini di atas area 1.6060 maka testing penguatan pound ke area 1.6210.

Rekomendasi :

Buy                 : 1.6006, 1.5959    Sell             : 1.6040, 1.6090
TP                  : 1.6111                    TP               : 1.5965
Stoploss       : 1.5909                   Stoploss    : 1.6130

Resisten       : 1.6071, 1.6096
Support         : 1.6001, 1.5957
Range           : 1.5960 – 1.6090

 
AUD-USD
A
pakah pergerakan antisipatif akan dilakukan pasar untuk menghadapi putusan lanjutan RBA mengenai kebijakan suku bunga? Apabila pasar mendapatkan konfirmasi awal mengenai isu cut rate di bulan depan kemungkinan aussie kembali ke area 1.0400an akan dilakukan pasar.
Fokus RBA tetap pada suku bunga dan data ekspor mereka bukan pada QE, berbeda dengan bank sentral di Eropa, AS ataupun China.
Dan low beberapa hari lalu di area 1.0147 mensinyalkan bahwa pelemahan aussie membutuhkan pondasi untuk mencapai target 1.0100 dalam long terms-nya.
Dan apabila pekan ini closing di bawah area 1.0222 maka kelanjutan untuk testing break area 1.0135 akan terus dicoba di pekan depan, sebaliknya apabila closing pekan ini di area 1.0313 kemungkinan merupakan awal pergerakan antisipatif terhadap isu cut rate di atas.

Rekomendasi :
Buy                 : 1.0202, 1.0165    Sell             : 1.0270, 1.0313
TP                  : 1.0313                   TP                : 1.0155
Stoploss       : 1.0111                    Stoploss    : 1.0373

Resisten       : 1.0300, 1.0338
Support         : 1.0216, 1.0170
Range           : 1.0175 – 1.0313

 
USD-CHF
P
ergerakan franc berkorelasi dengan pergerakan euro, sebagai penunjang dari alternate likuiditas zona euro maka pergerakan franc sangat berpengaruh pada pergerakan euro.
Maka dari itu terlihat secara teknikal franc sulit untuk closing di atas area 0.9444 yang merupakan area konsolidasi dalam kelanjutan pelemahan franc, apabila pekan ini closing di atas area tersebut maka pelemahan franc akan testing ke area 0.9505, sebaliknya apabila closing di bawah area 0.9320 franc akan sideways untuk menguat ke testing area 0.9242.

Rekomendasi :
Buy                  : 0.9323, 0.9292    Sell             : 0.9404, 0.9444
TP                   : 0.9444                   TP               : 0.9323
Stoploss        : 0.9242                   Stoploss    : 0.9494

Resisten        : 0.9395, 0.9449
Support          : 0.9315, 0.9284
Range            : 0.9292 – 0.9404

 
USD-JPY
B
oJ akan bertemu dengan Bernanke dan ECB hari ini untuk membahas ekonomi global, pihak BoJ tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah ekonomi menyusut..
Pemerintah akan bekerja sama dengan BOJ untuk mengalahkan deflasi,  tagihan defisit obligasi segera.
Harus waspada terhadap perlambatan di luar Jepang, pasar bergerak karena mereka melakukan  tekanan pada ekonomi Jepang dengan cara menguatkan Yen.
Pemerintah akan terus meminta BOJ untuk mengejar pelonggaran moneter yang kuat, mencapai target inflasi 1%.
PM Noda telah berjanji untuk menarik Jepang keluar dari deflasi dalam setahun, BOJ memiliki peran penting untuk bermain dalam mencapai hal ini.

Rekomendasi :
Buy                  : 78.20, 78.00        Sell             : 78.60, 78.78
TP                    : 78.78                    TP               : 78.00
Stoploss         : 77.77                    Stoploss    : 78.98

Resisten        : 78.65, 78.93
Support          : 78.01, 77.65
Range            : 78.00 – 78.78                                                                       

                                               

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-12-oktober-2012.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-as-12-oktober-2012.html

Tanggal October 08, 2012 / 2:30 pm. Oleh: Nizar Hilmy

EUR-USD

Eurogroup Meetings dapat mempengaruhi kesehatan keuangan zona euro dan Eurogroup akan mengkoordinasikan kebijakan ekonomi untuk 17 negara anggota zona euro.
Sentix Investor Confidence, Survei Bulanan untuk menilai prospek keuangan untuk zona euro selama 6 bulan terakhir, -20,6 kemungkinan sekarang dari -23.2 pada laporan terakhir.
German Industrial Production, nilai total Industri, tambang, dan output utilitas, kemungkinan  turun ke -0.7% sekarang dari 1,3% pada bulan lalu.
German Trade Balance, kemungkinan turun menjadi 15.8B dari 16.1B pada September.
German Wholesale Price Index (WPI), kemungkinan turun ke 0,4% dari 1,1% saat ini pada bulan lalu.

Prediksi Hari Ini :

Buy                : 1.2929, 1.2909                                  Sell              : 1.3040, 1.3080
TP                 : 1.3030                                          TP                : 1.2909
Stoploss           : 1.2888                                          Stoploss          : 1.3111
Resisten           : 1.3068, 1.3107
Support            : 1.2953, 1.2914
Range              : 1.2929 – 1.3050

 

GBP-USD

Untuk data Inggris, Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS) House Price Balance housing inflation leading indicator berdasarkan surveyor dengan akses ke data harga yang paling terbaru, kemungkinan turun -20% sekarang dari -19% bulan lalu.
British Retail Consortium (BRC) Retail Sales Monitor, -0,4%, nilai penjualan di tingkat ritel, -0.4% dihitung sama dengan data yang terakhir.
Double Top pada chart weekly telah terlihat dan sinyal akan berlanjutnya tren bullish pound ada pada area 1.6270, apabila ada closing daily di pekan ini pada area tersebut maka tren bullish akan berlanjut dan testing area selanjutnya di 1.6363.
Sebaliknya apabila ada closing di bawah area 1.6030 maka koreksi akan testing ke area 1.5959.

Prediksi Hari Ini :

Buy               : 1.6080, 1.6060                                  Sell              : 1.6140, 1.6161
TP                : 1.6161                                          TP                : 1.6060
Stoploss          : 1.6010                                          Stoploss          : 1.6192
Resisten          : 1.6191, 1.6250
Support           : 1.6090, 1.6062
Range             : 1.6030 – 1.6170

 

AUD-USD

Glenn Stevens, Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), akan berpidato di Canberra.
Australia (ANZ) Job Advertisements, nilai jumlah pekerjaan yang diiklankan di surat kabar harian utama dan situs di kota-kota besar, kemungkinan -2,3% sama dengan terakhir kali.

Testing area 1.0090 sangat krusial di pekan ini….apabila ada closing daily di area tersebut, koreksi sempit kemungkinan hanya akan break ke area 1.0222-1.0262

Prediksi Hari ini :

Buy               : 1.0101, 1.0050                                  Sell               : 1.0175, 1.0202
TP                : 1.0202                                          TP                 : 1.0090
Stoploss          : 1.0000                                          Stoploss           : 1.0343
Resisten          : 1.0246, 1.0320
Support           : 1.0124, 1.0074
Range             : 1.0090 – 1.0202

 

USD-CHF

Untuk data Swiss, Consumer Price Index (CPI), mengukur perubahan harga konsumen barang dan jasa, diperkirakan naik hingga 0,3% sekarang.
Tingkat Pengangguran, diperkirakan naik dari 0,1% dari bulan lalu sampai dengan 3,0% sekarang.
Pergerakan franc akan berkorelasi dengan euro, sebagai penunjang dari alternate likuiditas zona euro maka pergerakan franc sangat berpengaruh pada pergerakan euro.

Prediksi Hari Ini :

Buy               : 0.9313, 0.9290                                  Sell                : 0.9355, 0.9393
TP                : 0.9404                                          TP                  : 0.9
Stoploss          : 0.9262                                          Stoploss            : 0.9444
Resisten          : 0.9344, 0.9367
Support           : 0.9270, 0.9248
Range             : 0.9280 – 0.9414

 

USD-JPY

Untuk data Jepang, Current Account, nilai perbedaan antara barang impor dan ekspor, diperkirakan naik menjadi 0.52T dari 0.34T pada September.
Sangat sulit untuk merubah ‘risk appetite’ pasar dan merubah ekspektasi pasar dalam melihat yen, karena bagaimanapun juga pasar FX butuh alternate currencies yang cukup stabil dalam arus likuiditas di bisnis global.
Yen menunjukkan volatilitas yang signifikan, yen kembali ke area 78.70 kemarin, konfirmasi akan berubahnya ‘risk appetite’ pasar masihlah sangat jauh (81.81), semua tergantung dari situasi zona euro dan ‘followers’ katalis di zona lainnya, tapi apakah  yen akan lepas dari status ‘safe haven’  dan menyesuaikan diri pada mekanisme resiko pasar yang sedang bergejolak? Belum……..

Prediksi Hari ini :

Buy               : 78.40, 78.20                                      Sell               : 78.80, 79.00
TP                : 78.78                                             TP                 : 78.30
Stoploss          : 78.00                                             Stoploss           : 79.25
Resisten          : 78.91, 79.18
Support           : 78.32, 78.00
Range             : 78.30 – 78.98 

<!–

/* * * CONFIGURATION VARIABLES: EDIT BEFORE PASTING INTO YOUR WEBPAGE * * */
var disqus_shortname = ‘strategydesk’; // required: replace example with your forum shortname

// The following are highly recommended additional parameters. Remove the slashes in front to use.
// var disqus_identifier = ‘unique_dynamic_id_1234′;
var disqus_url = ‘http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-8-oktober-2012.html’;

/* * * DON’T EDIT BELOW THIS LINE * * */
(function() {
var dsq = document.createElement(‘script’); dsq.type = ‘text/javascript’; dsq.async = true;
dsq.src = ‘http://’ + disqus_shortname + ‘.disqus.com/embed.js’;
(document.getElementsByTagName(‘head’)[0] || document.getElementsByTagName(‘body’)[0]).appendChild(dsq);
})();

–>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.
<!–blog comments powered by Disqus–>

http://www.strategydesk.co.id/read/rekomendasi-trading-forex-sesi-eropa-8-oktober-2012.html

© 2014 FXCL Suffusion theme by Sayontan Sinha